Anda di halaman 1dari 6

GANGGUAN SIMETRIS SISTEM TENAGA LISTRIK

1.Pendahuluan
Jenis ganguan yang mungkin terjadi pada system tenaga listrik terdiri dari :
a. Gangguan shunt
b. Ganguan seri
c. Gangguan simultan
Tujuan analisis ganguan (hubung singkat) adalah:
Menentukan arus dan tegangan maksimum dan minimum pada bagian-bagian/
titik-titik tertentu dari sistem tenaga listrik untuk jenis gangguan yang mungkin
terjadi, sehingga dapat ditentukan pola pengamanan, relay dan pemutus (Circuit
Breaker) untuk mengamankan peralatan dan sistem dari keadaan abnormal dalam
waktu seminimal mungkin.
Bila pada suatu jala-jala terjadi gangguan, arus yang mengalir akan ditentukan
oleh gaya gerak listrik (internal emf) dari mesin pada jala-jala, impedansi-
impedansinya, dan impedansi- impedansi pada jala-jala antara mesin-mesin dan titik
tempat terjadinya ganguan tersebut.
Perhitungan arus ganguan pada periode-periode yang berlainan dalam
menjelaskan perubahan- perubahan dalam reaktansi dan tegangan pada suatu mesin
serempak pada saat arus berubah dari nilai mulanya karena timbulnya suatu ganguan
ke nilai keadaan tetapnya.

2. Ganguan Simetris

2.1 Peralihan Pada Rangkaian Seri Rl


Bila suatu tegangan AC dikenakan pada suatu rangkaian yang mengandung
nilai-nilai konstan dari resistansi dan induksi, misalkan tegangan yang dikenakan
adalah:
Vmaks sin( wt +α) , dimana t adalah nol pada saat tegangan tersebut dikenakan, maka
α menentukan tegangan tegangan ketika rangkaian itu ditutup. Jika tegangan sesaat
(instantaneous voltage) adalah nol dan meningkatkan kearah pos. Ketika tegangan itu
dikenakan dengan menutup suatu saklar, α adalah nol. Jika tegangan berada pada
nilai sesaat maksimumnya yang pos, α adalah π /2. Persamaan diferensialnya.
di
Vmaks sin( wt + α) = Ri + L 1.1
dt
Penyelesaian persamaan ini :
Vmaks  
la
i= sin ( wt + α − θ ) − ∑ l sin (α − θ )  1.2
Z  
Dimana V adalah R 2 + (WL ) 2 1.3
Pada saat dikenakan tegangan sebelumnya telah dibicarakan prinsip-prinsip
kerja suatu generator serempak (synchronous generator) yang terdiri dari suatu medan
magnet yang berputar yang membangkitkan suatu tegangan pada kumparan
jangkarnya yang mempunyai resistansi dan reaktansi. Arus yang mengalir bila sebuah
generator dihubungkan singkat adalah sama seperti yang mengalir bila suatu tegangan
bolak-balik tiba-tiba dikenakan pada suatu resistansi dan suatu induksi dalam
hubungan seri. Tetapi ada perbedaan- perbedaan yang penting, karena arus dalam
jangkar mempengaruhi medan yang berputar.
2.2 Arus Hubung-Singkat Dan Mesin Serempak
Reaktansi- reaktansi poros langsung (direct-axis) dimana resistansi poros
langsung digunakan untuk menghitung jatuh tegangan yang disebabkan oleh arus
jangkar yang tegak lurus (inquardrature = berbeda fasa 900) dengan tegangan yang
dibangkitkan pada keadaan tanpa beban.
Arus-arus dan reaktansi- reaktansi didefenisikan oleh persamaan-persamaan
berikut ini, yang berlaku untuk sebuah alternator yang bekerja tanpa beban sebelum
terjadinya suatu ganguan tiga fasa pada terminal-terminalnya.

oa Eg
l = =
2 Xd
oa Eg
l' = =
2 X 'd
oa Eg
l'' = =
2 X ''d
Dimana :
l = arus keadaan tetap, nilai rms tidak termasuk komponen dc
l'' = arus peralihan, nilai rms tidak termasuk komponen dc
l'' = arus sub peralihan, nilai rms tidak termasuk komponen dc
Xd = reaktansi serempak poros langsung
X ' d = reaktansi peralihan poros langsung
X ' ' d = reaktansi sub peralihan poros langsung
Eg = tegangan rms dari suatu terminal ke netral pada keadaan tanpa beban c

Arus sub peralihan l ' ' adalah jauh lebih besar dari arus keadaan tetap l karena
penurunan fluks diantara celah udara mesin yang disebabkan oleh arus jangkar. Jadi
suatu tegangan yang jauh lebih besar dari pada tegangan setelah terjadinya keadaan
tetap diimbas (induced) di dalam gulungan-gulungan jangkar segera setelah terjadi
ganguan.

2.3 Tegangan-Tegangan Dalam Mesin Berbeban Dalam Keadaan Peralihan


Suatu generator serempak yang tidak membawa arus pada saat terjadi suatu
ganguan tiga-fasa pada terminal- terminal mesin tersebut. Sebuah generator yang
sedang dibebani pada saat terjadi suatu gangguan. Pada gambar.1 rangkaian ekivalen
sebuah generator yang mempunyai beban tiga-fasa seimbang. Impedansi luar terlihat
diantara terminal-terminal generator dan titik P dimana gangguan itu terjadi. Arus
yang mengalir pada titik P sebelum terjadinya ganguan adalah lt , tegangan pada
ganguan adalah vf dan tegangan terminal generator adalah vt.

Gambar.1
Rangkian- rangkian ekivalen untuk sebuah generator yang mencatu suatu beban tiga-
fasa seimbang. Terjadinya suatu ganguan tiga-fasa pada P ditirukan (simulated)
dengan menutup saklar S. (a) Rangkaian ekivalen generator yang biasa dalam
keadaan-tetap dengan beban, (b) Rangkaian untuk perhitungan l ”.

Dengan membandingkan rumus-rumus yang sesuai untuk sebuah generator,


tegangan-dalam sub-peralihan dan tegangan-dalam peralihan untuk sebuah motor
serempak adalah :
Em” = vt – jlLXd”
Em” = vt – jlLXd’

3. Komponen Simetris

3.1 Pengertian Dan Operator


Ganguan tak simetris pada sistem transmisi, yang dapat terjadi karena
hubungan singkat, impedansi antar saluran, impedansi dari satu atau dua saluaran
ketanah, atau penghantar yang terbuka, dipelajari dengan metode komponen simetris.
Menurut teorema fortescue, tiga fasor tak seimbang dari sistem tiga fasa dapat
diuraikan menjadi tiga sistem fasor yamg seimbang. Himpunan seimbang komponen
itu adalah :
1) Komponen urutan positif (positif sequence components) yang terdiri dari tiga
fasor yang sama besarnya, terpisah satu dengan yang lain dalam fasa sebesar
1200 dan mempunyai urutan fasa yang sama seperti fasor aslinya.
2) Komponen urutan negatif yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya,
terpisah satu dengan yang lainnya dalam fasa sebesar 120, dan mempunyai
urutan fasa berlawanan dengan fasor aslinya.
3) Komponen urutuan nol yang terdiri dari tiga fasor yang sama besarnya dan
dengan pegeseran fasa nol antar fasor yang satu dengan yang lain.
Va = Va1 + Va2 + Va0
Vb = Vb1 + Vb2 + Vb0
Vc = Vc1 + Vc2 + Vc0

Gambar.2
Tiga himpunan phasor-phasor seimbang yang merupakan komponen-kompenen
simetris dari tiga phasor-phasor tak seimbang

3.2 Komponen-Komponen Simetris Dari Phasor-Phasor Tak Simetris


Menguraikan tiga phasor tak seimbang menjadi komponen-komponen
simetrisnya. Mula-mula banyak kuantitas yang tidak diketahuhi dapat dikurangi
dengan menyatakan masing-masing komponen Vb dan Vc sebagai suatu hasil kali
fungsi operator a dengan suatu komponen dengan Va.
Operator suatu bilangan kompleks yang besarnya satu dengan sudutnya 120
didefenisikan :
a = 1 ∠120 0 = 1 ε j 2π / 3 = -0,5 + j 0,866
a2 = 1 ∠240 0 = -0,5 + j 0,866
a2 = 1 ∠360 0 =1 ∠00 = 1 1.4

Gambar.3
Diagram phasor bermacam-macam pangkat dari operator a

Hubungan- Hubungannya sebagai berikut :


V b1 = a2 Va1 V b1 = a Va1
V b2 = a Va2 V c2 = a2 Va2
V b0= Va0 V c0 = Va0 1.5
Dengan substitusi pers 1.4 terhadap 1.5 :
V a= Va1 = Va2 + Va0
V b=a2 Va1 + aVa2 + Va0
V c=a Va1 + a2 Va2 + Va0 1.6
Dalam bentuk matriz
Va  1 1 1  Va 0 
Vb  1 a 2 a  = V 
     a1  1.7
Vc  1 a a  2
Va 2 

1
V a0= (Va+Vb+ Vc)
3
1
V a1= (Va+aVb+a2 Vc)
3

1
V a2= (Va+a2 Vb+aVc) 1.8
3
Dalam suatu sistem tiga fasa jumlah arus saluran sama dengan arus Ia (jalur kembali
lewat netral), ditulis Ia + Ib = In

3.3 Daya Dengan komponen-Komponen Simetris Sebagai Suku-Sukunya


Jira komponen-komponen arus dan tegangan diketahui daya yang terpakai
pada suatu rangkaian tiga fasa dapat langsung dihitung dari komponen-komponen
tersebut. Daya komplek total yang mengalir kedalam suatu rangkaian tiga fasa
melalui tiga saluran –saluran a, b, dan c adalah:
S = P + jQ = Va Ia* + Vb Ib* + Vc Ic 1.9

3.4 Impedansi Seri tak Simetris


Gambar 4 menunjukkan bagian yang tak simetris dari suatu sistem dengan
impedansi-impedansi seri yang tak sama Za, Zb, Zc

Gambar.4
Bagian suatu sistem 3 fasa yang menunjukan tiga impedansi-impedansi seri
yangtidak sama
Jika impedansi-impedansi dibuat sama (yaitu bila Za = Zb = Zc).
Persamaan menjadi:
Vaa1= la1 Za Vaa2= la2 Za Vaa0= la0 Za
3.5 Jala-Jala Urutan Generator Tak Berbeban
Tegangan-tegangan yang dibangkitkan hanyalah dari urutan positif saja,
karena generator dirancang untuk tegangan-tegangan tiga fasa seimbang, karena itu
jala-jala urutan positif terdiri dari suatu emf dalam hubungan seri dengan impedansi
urutan positif generator itu.

Gambar.5
Jalur-jalur untuk arus pada setiap urutan dalam suatu generator dan jala-jala urutan
yang bersesuaian
Persamaan untuk komponen jatuh tegangan dari titik a fasa a ke rel pedoman :
Va1 = Ea- la1 zl
Va2 = - la2 z2
Va0 = - la0 z0

5.6 Jala-Jala Urutan Nol


Dalam suatu rangkaian terhubung Y tidak ada hubungan netral ke tanah atau
titik netral lain ke dalam jala-jala urutan nol diantara netral yang terhubung Y
tersebut dan rel pedoman seperti pada gambar 6.a
Jika netral suatu rangkaian terhubung Y ditanahkan melalui impedansi nol
ditunjukkan gambar 6.b. Jika impedansi Zn disisipkan diantara netral dan tanah suatu
rangkaian yang terhubung Y, suatu impedansi sebesar 3Zn terlihat pada gambar 6.c

Gambar.6
Jala-jala urutan nol untuk beban-beban yang tak terhubung Y

Rangkaian-rangkaian urutan nol untuk transformator tiga fasa seperti gambar:

Gambar.7
Rangkaian-rangkaian ekivalen urutan nol untuk bank transformator
(trasnformer banks) tiga-fasa, bersama dengan diagram hubungan dan lambang-
lambangnya untuk diagram segaris

Keadaan 1: Beban Y-Y, dengan satu netral ditanahkan


Jika salah satu netral bank transformator Y-Y tidak ditanahkan, arus urutan nol tidak
dapat mengalir pada kedua gulungan. Tidak adanya suatu jalur melalui salah satu
gulungan-gulungan mencegah mengalirnya arus pada gulungan lainnya. Jadi terdapat
suatu rangkaian terbuka untuk arus urutan nol diantara kedua bagian dari sistem yang
dihubungkan oleh transformator itu.
Keadaan 2: Beban Y-Y, dengan netral ditanahkan
Bila kedua netral suatu bank transformator Y-Y ditanahkan, terdapat suatu
jalur lewat transformator untuk arus urutan nol pada kedua gulungannya. Asalkan arus
urutan nol itu dapat mengikuti suatu rangkaian lengkap diluar transformator pada
kedua sisinya, arus itu dapat mengalir pada kedua gulungan transformator tersebut.
Dalam jala-jala urutan nol titik pada kedua sisi transformator dihubungkan oleh
impedansi urutan nol transformator dengan cara yang sama seperti pada jala-jala
urutan positif dan negaifnya.

Keadaan 3: Beban Y- ∆, Y ditanahkan


Jika suatu bank transformator Y- ∆ ditanahkan,arus urutan nol mempunyai
satu jalur ketanah melalui Y karena arus imbasnya yang bersesuaian dapat beredar
didalam ∆. Arus urutan nol yang beredar didalam ∆ untuk mengimbangi arus
urutan nol didalam Y tidak dapat mengalir pada saluran-salluran yang terhubung ke
∆.