Anda di halaman 1dari 17

PENGELOLAAN LIMBAH

PENANGANAN LIMBAH CAIR DI PUSAT PELAYANAN KESEHATAN


RSIA CINTA KASIH

Disusun Oleh :
Diaz Rizki (P279032190..)
Firda Anggraini (P27903219008)
Nurul Amaliyah (P27903219013)
Tuty Winarni (P27903219021)
Yuli Permatasari (P27903219022)

POLTEKKES KEMENKES BANTEN TEKNIK LABORATORIUM MEDIS


Agustus, 2020

Jl. Dr. Sitanala, Komplek SPK Keperawatan Tangerang, RT.002/RW.003, Karang


Sari, Kec. Neglasari, Kota Tangerang, Banten 11610
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat Rahmat dan Karunia-Nyalah kami dapat menyelesaikan Makalah
Pengolahan Limbah dengan judul “Penanganan Limbah Cair Di Pusat
Pelayanan Kesehatan RSIA Cinta Kasih” ini dengan tepat waktu.

Dari penyusunan makalah ini, kami menyadari bahwa tiada gading


yang tak retak. Begitupulah kami, manusia biasa yang tidak luput dari
kesalahan. Untuk itu, saran dan kritik yang membangun daripada semua
pihak sangatlah kami perlukan agar penyusunan makalah selanjutnya dapat
lebih baik lagi daripada makalah yang sekarang ini.

Tangerang, 23 Agustus 2020


Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar ............................................................................................................... i


Daftar Isi......................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ......................................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................... 1
1.3 Tujuan Umum ................................................................................................. 1
1.4 Tujuan Khusus ................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Limbah Cair ........................................................................................... 3
2.2 Sumber Limbah Cair ................................................................................................ 3
2.3 Sifat Dan Karakteristik Limbah Cair ........................................................................ 4
2.4 Dampak Negatif Limbah Cair Bagi Lingkungan ...................................................... 6
2.5 Proses Pengolahan Air Limbah RSIA Cinta Kasih ................................................... 7
2.6 Laporan Hasil Uji IPAL RSIA Cinta Kasih .............................................................. 9
2.7 Tujuan Proses Pengelolaan Limbah .......................................................................... 10
2.8 Standar Yang Harus Dicapai Dalam Pengelolaan Limbah ........................................ 10
2.9 Program sanitasi Dan Kesehatan Lingkungan .......................................................... 10

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan .............................................................................................................. 11
3.2 Saran ........................................................................................................................ 11
Lampiran ........................................................................................................................ 12
Daftar Pustaka ................................................................................................................ 13

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Kegiatan rumah sakit mempunyai potensi menghasilkan limbah yang dapat
menimbulkan pencemaran lingkungan hidup. Air limbah yang berasal dari
rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang sangat
potensial.Hal ini disebabkan karena air limbah rumah sakit mengandung
senyawa organik yang cukup tinggi, mengandung senyawa-senyawa kimia yang
berbahaya serta mengandung mikroorganisme pathogen yang dapat
menyebabkan penyakit (Said, 2003). Oleh karena itu perlu dilakukan
pengendalian terhadap pembuangan limbah cair yang dibuang ke lingkungan
demi pelestarian lingkungan hidup. Suatu pengelolaan limbah cair yang baik
sangat dibutuhkan dalam mendukung hasil kualitas effluent sehingga tidak
melebihi syarat baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah dan tidak
menimbulkan pencemaran pada lingkungan sekitar. Oleh karena begitu
pentingnya pengolahan limbah cair Rumah Sakit, maka perlunya mengetahui
pengolahan limbah cair Rumah Sakit yang akan di bahas pada makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mengetahui pengertian limbah cair
2. Mengetahui sumber limbah cair
3. Mengetahui Sifat dan karakteristik limbah cair
4. Mengetahui dampak negatif limbah cair bagi lingkungan
5. Mengetahui proses pengolahan air limbah RSIA Cinta Kasih
6. Mengetahui Laporan hasil uji IPAL RSIA Cinta Kasih
7. Mengetahui tujuan proses pengolahan limbah
8. Mengetahui standar yang harus dicapai dalam pengelolaan limbah
9. Mengetahui program sanitasi dan kesehatan lingkungan

1.3 Tujuan Umum


Menjelaskan proses pengelolaan air limbah di RSIA Cinta Kasih

1.4 Tujuan Khusus


1. Memahami pengertian limbah cair
2. Memahami sumber limbah cair
3. Memahami Sifat dan karakteristik limbah cair
4. Memahami dampak negatif limbah cair bagi lingkungan

1
5. Memahami proses pengolahan air limbah RSIA Cinta Kasih
6. Memahami Laporan hasil uji IPAL RSIA Cinta Kasih
7. Memahami tujuan proses pengolahan limbah
8. Memahami standar yang harus dicapai dalam pengelolaan limbah
9. Memahami program sanitasi dan kesehatan lingkungan

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Limbah Cair


Limbah adalah bagian dari hasil produksi yang pada umumnya dapat
menimbulkan dampak terhadap lingkungan yang kurang baik, namun jika limbah
tersebut dapat dimanfaatkan atau didaur ulang kembali menjadi produk yang
sejenis atau jenis produk lainnya maka akan mempunyai nilai tambah (added
value) yang sangat menguntungkan. Dari semua kegiatan-kegiatanrumah sakit,
menghasilkan berbagai macam limbah berupa benda cair, padat dan
gas.Pengelolaan limbah rumah sakit adalah bagian dari kegiatan penyehatan
lingkungan di rumah sakit yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari
bahaya pencemaran lingkungan yang bersumber dari limbah rumah sakit.
Rumah sakit merupakan salah satu sarana kesehatan sebagai upaya untuk
memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat tersebut. Rumah sakit
sebagai salah satu upaya peningkatan kesehatan tidak hanya terdiri dari balai
pengobatan dan tempat praktik dokter saja, tetapi juga ditunjang oleh unit-unit
lainnya, seperti ruang operasi, laboratorium, farmasi, administrasi, dapur, laundry,
pengolahan sampah dan limbah, serta penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.
Limbah rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah
sakit dalam bentuk padat, cair dan gas. Limbah cair rumah sakit adalah semua air
buangan termasuk tinja yang berasal dari kegiatan rumah sakit yang kemungkinan
mengandung mikroorganisme, bahan kimia beracun dan radioaktif yang
berbahaya bagi keseshatan (Kepmenkes RI No. 1204/Menkes/SK/X/2004).
Air limbah rumah sakit adalah seluruh buangan cair yang berasal dari hasil proses
seluruh kegiatan rumah sakit yang meliputi : limbah domestik cair yakni buangan
kamar mandi, dapur, air bekas pencucian pakaian, limbah cair klinis yakni air
limbah yang berasal dari kegiatan klinis rumah sakit misalnya air bekas cucian
luka, cucian darah. dan lainnya, air limbah laboratorium, dan lain-lain (Said,
2003).

2.2 Sumber Limbah Cair RSIA Cinta Kasih


Rumah sakit merupakan jenis kegiatan di bidang pelayanan kesehatan melakukan
proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan sosial dan
budaya serta dalam menyelenggarakan upaya tersebut dapat mempergunakan
teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi
lingkungan. Pengaruh terhadap lingkungan dalam hal pengeluaran yang berupa
limbah padat dan cair yang merupakan sisa proses produksi yang keberadaannya

3
perlu dikelola (Ratna Dewi Ayuningtyas, 2009).
Menurut jenisnya limbah cair dapat dibagi menjadi tiga golongan. Adapun
sumber limbah dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Sumber Limbah menurut Jenisnya


Golongan Contoh

Golongan ekskresi manusia Dahak, air seni, tinja, darah


Golongan tindakan pelayanan Sisa kumur, limbah cair pembersih alat medis

Golongan penunjang pelayanan Limbah cair dari instalasi gizi, limbah cair dari
kendaraan, limbah cair dari laundry
Sumber : Sakti A. Siregar, 2005

2.3 Sifat Dan Karakteristik Limbah Cair


Sifat dan karakteristik limbah cair pada intinya dapat dikelompokkan menjadi tiga
bagian yaitu:
1) Sifat Fisik
Penentuan derajat kekotoran air limbah sangat dipengaruhi oleh adanya sifat
fisik yang mudah dilihat. Adapun sifat fisik yang penting adalah kandungan
zat padat sebagai efek estetika, kejernihan, bau, warna dan temperatur. Air
limbah mempunyai komposisi yang sangat bervariasi dari setiap tempat dan
setiap saat, akan tetapi secara garis besar zat-zat yang terdapat dalam air
limbah dapat dikelompokkan seperti pada Gambar 3.

Air Limbah

Gambar 2.1 Skema kandingan zat-


zat dalam air limbah
Air Bahan Padat
99.9% 0,1%

Organik Anorganik
Protein65% Butiran
Karbohidrat25 Garam
Dari gambar tersebut diatas dapat dilihat bahwa
% Lemak10% Metalair buangan limbah terdiri

4
dari 99,9 % air dan sisanya 0,1 % adalah bahan padat organik dan anorganik
yang tersuspensi dalam air limbah. Ciri-ciri fisik limbah cair rumah sakit yang
paling utama adalah kandungan bahan padat, warna, bau, suhu dan kekeruhan.
a) Kandungan bahan padat yang terendapkan adalah bahan padat yang dapat
diambil dengan cara pengendapan, yaitu penempatan bahan padat dari
limbah dalam gelas volume 1 liter.
b) Warna limbah cair adalah ciri kualitatif yang dapat dipakai untuk
mengkaji kondisi umum air limbah yang dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2. Warna Limbah Cair Kaitannya dengan Kegiatan


Warna Limbah Cair Proses yang Terjadi
Coklat muda Umur kurang dari 6 jam
Proses pembusukan, telah ada dalam bak
Abu-abu/ setengah tua
pengumpul untuk beberapa lama
Mengalami pembusukan oleh bakteri
Abu-abu tua/ hitam
dengan kondisi anaerob
Pembentukan berbagai sulfida terutama
Hitam
ferrous sulfida
Bercampur dengan fraksi darah, cairan
haemorogis.
Merah muda/ merah tua
Buangan dari ruang haemodialisa dan
ruang operasi

c) Aspek bau sering menimbulkan masalah karena adanya peguraian secara


biologis pada kondisi anaerob. Senyawa yang berbau antara lain hidrogen
sulfida, metan, amoniak, buangan dari ruang haemodialisa potensial
mengandung senyawa ureum, creatinin, yang merupakan bagian dari
amoniak.
d) Suhu
Suhu air limbah sangat penting, karena kebanyakan instalasi pengolahan
air limbah meliputi proses biologis yang tergantung pada suhu. Suhu air
limbah sangat bervariasi tergantung dari sumbernya, kadang-kadang
musim dapat mempengaruhi.

5
2) Sifat Kimia
Sifat kimia dari air limbah dapat diketahui dengan adanya zat kimia dalam air
buangan. Termasuk ciri kimia ini adalah BOD, COD, alkalinitas,
keasaman/kebasaan, nitrit, nitrat, amoniak, fosfor, klorida, sulfat, logam berat
dan berbagai gas. Adanya nitrogen dan fosfor sangat penting untuk memicu
terjadinya pertumbuhan gulma air. Selain itu Kandungan lemak dan minyak
yang terkandung dalam limbah bersumber dari instalasi yang mengolah bahan
baku mengandung minyak. Lemak dan minyak merupakan bahan organis
bersifat tetap dan sukar diuraikan bakteri. Limbah ini membuat lapisan pada
permukaan air sehingga membentuk selaput.

3) Sifat Bakteriologis
Mengingat rumah sakit merupakan tempat hunian untuk orang yang sedang
sakit maka sangat potensial sekali mengandung mikrobiologis pathogen. Sifat
bakteriologis air buangan perlu diketahui untuk menaksir tingkat kekotoran air
limbah sebelum dibuang ke badan air.

2.4 Dampak Negatif Limbah Cair Bagi Lingkungan


1) Gangguan terhadap kesehatan masyarakat
Adanya mikroba pathogen maupun bahan kimia/beracun dalam air limbah cair
di rumah sakit yang masuk kedalam air tanah dan air permukaaan
kemungkinan dapat menyebabkan penyakit terhadap manusia yang
menggunakan air tesebut.

2) Gangguan terhadap kehidupan biotik


Gangguan ini dapat bersifat toksis yang dapat menyebabkan kepunahan dan
atau penurunan keanekaragaman jenis. Adanya polutan yang berlebihan fisik
air permukaan/air proses self purification karena kadar DO berkurang.
Terhadap air tanah, mikroba pathogen dapat menginfiltrasi ke tanah sampai
jarak 10-15 meter searah dengan aliran air tanah. Sedang adanya bahan kimia
beracun dan berbahaya dapat menginfiltrasi ke tanah mencapai jarak 95 meter.

6
3) Gangguan terhadap estetika
Menimbulkan bau yang tidak sedap dan warna yang kotor serta terkesan
kumuh. Hal ini terjadi karena adanya campuran limbah dari beberapa ruang
instalasi.

2.5 Proses Pengolahan Air Limbah RSIA Cinta Kasih


Secara umum Pengolahan limbah dengan memanfaatkan teknologi pengolahan
dapat dilakukan dengan cara fisika, kimia dan biologi atau gabungan dari ketiga
system pengolahan tersebut. Pengolahan limbah secara biologis dapat
digolongkan menjadi pengolahan cara aerob dan pegolahan limbah dengan cara
anaerob. Sedangkan bila dilihat dari tingkatan perlakuan pengolahan maka sistem
perlakuan limbah diklasifikasikan menjadi: pretreatment, primary treatment
system, secondary treatment system dan tertiary treatment system (Perdana
Ginting, 2007 : 63).

Pengolahan limbah cair RSIA Cinta Kasih menggunakan sistem aerob anaerob,
semua limbah cair hasil aktifitas RSIA Cinta Kasih masuk ke IPAL dan diolah
oleh IPAL dan kemudian dibuang ke sungai, IPAL dipantau setiap hari oleh
petugas kesling RSIA Cinta Kasih dan dilakukan pemeriksaan laboratorium setiap
bulannya. Untuk limbah cair yang berasal dari laboratorium dan radiologi tidak
dibuang melalui IPAL melainkan dikumpulkan di janitor sampah B3 dan
kemudian di angkut oleh PT. WASTEC INTERNATIONAL setiap 2 hari sekali.

1. Bak Pengumpul
Air limbah yang dialirkan kedalam bak pengumpul bila mengandung pasir atau
Lumpur akan mengendap dan kotoran kasar ( Pembalut, Verban, dll ), dengan waktu
tinggal 3 – 5 jam
2. Bak Anaerob
Air dari bak pengumpul masuk ke bak anaerob mempunyai waktu tinggal 3 – 5 jam
3. Bak Pengendapan Awal
Dalam pengendap awal diharapkan terjadi pengendapan, Waktu tunggu dalam bak
pengendapan awal berkisar 4 – 8 jam

7
4. Bak Aerasi
Di dalam bak aerasi, diberi hembusan oksigen yang dihasilkan oleh blower. Aerasi
berfungsi memberikan suplai oksigen untuk kelangsungan hidup
bakteri/perkembangbiakan bakteri. Bakteri tersebut yang bertugas untuk mengurai zat
organik . Bila hasil kurang baik maka perlu dilakukan penambahan kuman / bakteri ±
1 ltr ke dalam bak aerasi tersebut. Waktu tunggu di bak aerasi berkisar antara 6-8 jam
5. Bak Pengendapan Akhir
Air limbah yang keluar dari bak aerasi di alirkan ke bak pengendapan akhir dengan
waktu tunggu 6 – 8 jam.
6. Bak Khlorinasi
Air olahan dari pengendap akhir masuk kedalan bak khlorinasi untuk
menghilangkan / meminimalisasi mikroorganisme, selanjutnya dapat dialirkan ke
badan air, dalam hal ini dialirkan ke dalam kolam ikan sebagai indikator, lalu masuk
ke saluran umum. Waktu tunggu3 – 5 jam

8
SKEMA IPAL RSIA CINTA KASIH

11
10
9 KOLAM BAK
FILTER CHLORINE OUTLET

KETERANGAN :
1. BAK INLET

1 2 6 7 2. BAK EQUALISASI I
BAK BAK AERASI BAK 3. BAK EQUALISASI II
EQUALISASI I SEDIMENTASI
4. BAK EQUALISASI III
5. BAK EQUALISASI IV
3
6. BAK AERASI
BAK
BAK
EQUALISASI II SEDIMENTASI 7. BAK SEDIMENTASI I, II, III
BAK
B 8. BREAK TANK
INLET
4 9. TANGKI FILTER
BAK BAK 10. KOLAM CHLORINE
EQUALISASI III SEDIMENTASI
11. BAK OUTLET

5 8
BAK
EQUALISASI IV BREAK TANK

8
2.6 Laporan Hasil Uji IPAL RSIA Cinta Kasih

9
2.7 Tujuan Proses Pengelolaan Limbah
1. Tercapainya upaya penyehatan lingkungan RSIA Cinta Kasih
2. Terwujudnya lingkungan rumah sakit yang bersih, sehat dan terhindar dari
pencemaran lingkungan rumah sakit maupun sekitar rumah sakit
3. Terhindar dari kecelakaan kerja
4. Terhindar dari infeksi nosokomial .

2.8 Standar Yang Harus Dicapai Dalam Pengelolaan Limbah


1. Program Sanitasi
2. Standar Pelayanan Minimal RS
3. Akreditasi Rumah Sakit (PPI dan K3RS)
4. Proper (Program Peringkat Kinerja RS)

2.9 Program Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan


1. Pengelolaan Kebersihan Ruang, Bangunan Dan halaman (KepMenKes
1204/2004)
2. Pengelolaan Limbah Padat Medis ( PerMenLH 56/2015 )
3. Pengelolaan Limbah Padat Non Medis/Domestik (KepMenKes 1204/2004)
4. Pengelolaan Limbah Cair (KepMenLH 58/1995)
5. Pengendalian Serangga Dan Binatang Pengganggu (KepMenKes 1204/2004)
6. Pengawasan Kualitas Air Bersih Dan Air Minum (KepMenKes 907/2002)

10
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan pada bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa
Rumah Sakit perlu melakukan pengolahan terhadap limbah yang dihasilkan.
Pengolahan limbah dapat dilakukan dengan pengolahan fisik, kimia dan biologis
sesuai dengan karakteristik yang dimiliki oleh air limbah.
Pengelolaan limbah cair di RSIA Cinta Kasih menggunakan sistem aeronb
anaerob, limbah cair dari hasil aktifitas RSIA Cinta Kasih masuk ke IPAL dan
diolah melalui IPAL kemudian dibuang ke sungai. Untuk limbah cair dari
radiologi dan laboratorium tidak dibuang ke IPAL melaikan dikumpulkan di
janitor sampah B3 yang kemudian akan diangkut oleh PT. WASTEC
INTERNATIONAL setiap 2 hari sekali.

3.2 Saran
Oleh karena air limbah rumah sakit mengandung senyawa organik yang cukup
tinggi, mengandung senyawa-senyawa kimia yang berbahaya serta mengandung
mikroorganisme pathogen yang dapat menyebabkan penyakit, maka air limbah
yang berasal dari rumah sakit merupakan salah satu sumber pencemaran air yang
sangat potensial. Dari hal tersebut, maka perlunya perhatian dari setiap rumah
sakit baik yang telah beroperasi maupun Rumah Sakit yang akan beroperasi
terhadap pembuangan limbah cair yang dihasilkan agar pembuangan tidak
berdampak negatif pada lingkungan.

11
Lampiran

IPAL DAN BAK PENGOLAHAN IPAL

UNTUK LIMBAH CAIR DARI RADIOLOGI DAN


LABORATORIUM DIKUMPULKAN KE JANITOR
SAMPAH B3 DAN DIANGKUT OLEH PT. WASTEC
INERNATIONAL SETIAP 2 HARI SEKALI

12
DAFTAR PUSTAKA

Instalasi Kesehatan Lingkungan, RSIA Cinta Kasih. 2020