Anda di halaman 1dari 28

Pharmacy Forum Indonesia

Kumpulan Contoh Soal UKOM Farmasi ( Ujian Kompetensi


Farmasi ) Dengan Pembahasan Batch 01
Agustus 08, 2020

Hallo Calon Apoteker dan Tenaga Teknis Kefarmasian Muda, Pharmacy Forum
Indonesia ingin membagikan Contoh Soal UKOM Farmasi ( Ujian Kompetensi Farmasi )
dari tahun - tahun sebelumnya yang terdiri setiap batch yaitu 50 Soal + Pembahasannya.

1. Blister obat kontrasepsi pil terdiri 20-21 tablet mengandung hormon serta 7 pil dengan
warna berbeda yang mengandung ....

a. Mineral
b. Psikofarmaka
c. Plasebo
d. Minyak untuk memperpanjang efek
e. Anti emetik

Pembahasan :
Merupakan salah satu jenis dari pil kb, pil kb sendiri dibagi beberapa macam, ada yang
28 pil serta ada yang 21 pil. Yang merupakan 28 pil tersebut terdiri dari 21 tablet hormon
serta 7 tablet plasebo. Plasebo sendiri merupakan pil yang tidak obat, dan biasa
digunakan untuk sugesti dan mengurangi kecanduan terhadap penggunaan obat
tertentu, dan juga dipakai sebagai obat sugesti terhadap pasien.

2. Etambutol dapat menyebabkan efek samping ....

a. Buta warna hijau


b. Urin berwarna merah
c. Iritasi lambung
d. Kerusakan usus
e. Gangguan pendengaran
Pembahasan :
Etambutol adalah obat yang sering dipakai untuk mengobati tuberkulosis, cara kerjanya
yaitu dengan menghentikan pertumbuhan bakteri tuberculous yang ada di dalam tubuh.
Penggunaan etambutol secara berlebihan dan jangka panjang dapat menyebabkan efek
samping seperti buta warna hijau.

3. Nature Slim adalah obat yang mengandung daun Sena yang berkhasiat sebagai
pencahar tetapi banyak digunakan sebagai ....

a. Pelangsing
b. Anoreksia
c. Makanan tambahan
d. Peningkat bobot tubuh
e. Anti lepra

Pembahasan :
Nature Slim terbuat dari ekstrak tumbuh-tumbuhan alami, dan berkhasiat sebagai
pencahar dan membantu mengurangi timbunan lemak yang berlebihan

4. Cara pemakaian yang tepat dalam pemakaian tablet ISDN unutk memberikan efek
yang cepat yaitu dengan cara ....

a. Per oral dengan air yang banyak


b. Per oral digerus halus terlebih dahulu
c. Diletakan di bawah lidah
d. Diletakan di antara gusi
e. Dikunyah

Pembahasan :
pemberian obat secara siblingual (dibawah lidah) merupakan cara yang paling cepat dan
efektif terhadap efek obat. dibawah lidah terdapat banyak sekali otot dan ujung-ujung
syaraf, serta pembuluh darah, sehingga pemberian obat yang cepat yaitu siblingual.
Contoh obat siblingual yaitu captopril tablet, nitrogliserin, dan isosorbid dinitrat (ISDN)
5. Pil KB yang mengandung progesteron saja disebut ....

a. Pil kombinasi
b. Pil bertahap
c. Pil mini
d. Pil suntik
e. Morning after pil

Pembahasan :
Cukup jelas, bahwa pil kb mini mengandung progesteron

6. Cara kerja dari omeprazol yang merupakan golongan antasida yaitu ...

a. Menetralkan asam lambung


b. Mengurangi produksi asam lambung
c. Menghambat pompa proton
d. Mematikan bakteri pada tukak lambung
e. Melindungi lambung

Pembahasan :
Omeprazol bekerja dengan cara menghambat pompa proton. Penghambat pompa
proton atau proton pump inhibitor (PPI) adalah golongan obat yang dipakai untuk
menurunkan kadar asam lambung. Contoh dari obat PPI yaitu omeprazol, rabeprazol,
lansoprazol, esomeprazol, dan pantoprazol.

7. Kombinasi obat di bawah ini tidak dianjurkan karena akan terjadi Antagonisme atau
netralisme adalah ...
A. Rifampisin dengan INH
B. Tri sulfa
C. Antasida dengan Tetrasiklin
D. Kontrimoksazol
E. Zat besi (Fe) dengan Vitamin C
Pembahasan :
Tetrasiklin merupakan obat yangdigunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri,
tetrasiklin akan tidak bekerja secara efektif jika diberikan obat-obat yang bekerja secara
berlawanan seperti antasida ataupun susu.

8. Obat kombinasikan antasida yang bersifat sedativ merupakan obat...


A. Ekstrak belladonae
B. Klordiazepoksid
C. Papaverin
D. Antropin sulfat
E. Dimetilpolisiloksan

Pembahasan :
Antropin merupakan obat yang digunakan untuk menangani spasme pada perut dan
usus, kandung kemih, dan saluran empedu. jika Antropin sulfat dicampur atau
dikombinasikan dengan anatsida maka akan membentuk sifat sedativ pada kedua obat
tersebut

9. Sedativ - hipnotik yang diproduksi oleh Up John yang berisi Nitrazepam adalah ...
A. Halcion
B. Mogadon
C. Tegretol
D. Dumolid
E. Esilgen

Pembahasan :
Mogadon merupakan obat tidur dari kelas benzodiazepin, sering dipakai pada serorang
yang cemas berleihan dan mengalami insomnia. Obat ini digunakan dalam dalam jangka
waktu pendek. Obat ini bersifat sedatif , amnestik , hipnotik serta antikonvulsan.

10. Obat TBC yang sering dikombinasikan dengan Vitamin B6 untuk mencegah neuritis
adalah ...
A. Rifampisin
B. Ethambutol
C. Pyrazinamid
D. Isoniazid
E. PAS

Pembahasan :
Cukup jelas, Isoniazid merupakan obat TBC yang sering dikombinasikan dengan Vitamin
B6 untuk mencegah neuritis

11. Sebuah Industri farmasi dapat memproduksi sediaan tetes mata tetrahidrozolin HCl
berdasarkan persyaratan cpob proses produksi dilakukan pada kelas tertentu. Apakah
kelas tertentu yang dimaksud diatas ?

a. kelas C
b. kelas A
c. kelas B
d. kelas E
e. kelas D

Pembahasan :
Kelas A: Zona untuk kegiatan yang berisiko tinggi, misal zona pengisian, wadah tutup
karet, ampul dan vial terbuka, penyambungan secara aseptis. Umumnya kondisi ini
dicapai dengan memasang unit aliran udara laminar (laminar air flow) di tempat kerja.
Sistem udara laminar hendaklah mengalirkan udara dengan kecepatan merata berkisar
0,36 - 0,54 m/detik (nilai acuan) pada posisi kerja dalam ruang bersih terbuka.
Keadaan laminar yang selalu terjaga hendaklah dibuktikan dan divalidasi. Aliran udara
searah berkecepatan lebih rendah dapat digunakan pada isolator tertutup dan kotak
bersarung tangan.
Kelas B: Untuk pembuatan dan pengisian secara aseptis, Kelas ini adalah lingkungan
latar belakang untuk zona Kelas A. Kelas C dan D: Area bersih untuk melakukan tahap
proses pembuatan yang mengandung risiko lebih rendah.
CPOB 2012 membawa perubahan yang cukup significant, terutama untuk persyaratan
fasilitas produksi sediaan steril. Yang paling mencolok adalah adanya perubahan
persyaratan bahwa untuk PEMBUATAN dan PENGISIAN salep, krim, suspensi dan
emulsi umumnya HARUS dilakukan di ruangan kelas C, sebelum disterilisasi akhir.
Sedangkan CPOB : 2006, proses pembuatan dan pengisian sediaan salep/krim untuk
mata, cukup di kelas D. Perubahan ini membawa dampak yang sangat luar biasa,
sehingga banyak industri farmasi yang menutup fasilitas produksi sediaan salep/krim
untuk mata, karena membutuhkan biaya investasi yang sangat besar.

12. Seorang pasien laki-laki yang mengaku masih muda dan jomblo padahal sudah
berkepala 3 dengan usia 32 dibawa ke rumah sakit dengan gejala mual muntah.
berdasarkan hasil wawancara pasien tersebut diduga akibat over dosis penggunaan
paracetamol. dokter meminta terapi antidotum diberikan pada pasien tersebut. Apakah
jenis antidotum yang dapat diberikan ke pasien laki-laki diatas ?

a. atropin
b. dimekaprol
c. EDTA
d. metilen biru
e. N-asetilsistein

Pembahasan :
Beberapa tindakan yang dapat dilakukan sebagai pertolongan pertama saat menemukan
korban yang dicurigai keracunan parasetamol adalah sebagai berikut:
Rangsang muntah (tindakan ini hanya efektif bila parasetamol baru ditelan atau
peristiwa tersebut terjadi kurang dari 1 jam sebelum diketahui)
Berikan arang aktif dengan dosis 100 gram dalam 200 ml air untuk orang dewasa dan
larutan 1 g/kg bb untuk anak-anak.
Bila kadar serum parasetamol di atas garis toksik (lihat nomogram) maka N-asetilsistein
dapat mulai diberikan dengan loading dose 140mg/kg BB secara oral, lalu dosis
berikutnya 40 mg/kg BB diberikan setiap 4 jam. Larutkan asetilsistein ke dalam air, jus
atau larutan soda. Bila terjadi muntah spontan, maka pemberian asetilsistein dapat
dilakukan melalui sonde lambung (nasogastric tube) atau berikan metoklopramid pada
pasien untuk mengatasi kondisi muntah tersebut.
Terapi asetilsistein paling efektif bila diberikan dalam waktu 8-10 jam pasca penelanan
parasetamol. N-asetilsistein harus diberikan secara hati-hati dengan memperhatikan
kontraindikasi dan riwayat alergi pada korban, terutama riwayat asthma bronkiale.
13. Seorang wanita dewasa yang masih cantik, putih, manis, berisi, tinggi, ramah dan
sangat lembut dengan usia 21 tahun datang ke Apotek K dengan membawa resep obat
diazepam 2 mg untuk dirinya. Bagaimana penandaan obat tersebut ?

A. Lingkaran biru tepi hitam


B. Lingkaran putih tepi biru dg tulisan KB biru
C. Lingkaran hijau tepi hitam
D. Lingkaran merah tepi hitam dengan huruf K
E. Palang merah dengan tepi warna merah

Pembahasan :
Diazepam termasuk dalam daftar psikotropika golongan IV. Berdasarkan UU no 5 tahun
1997 tentang psikotropika menyatakan bahwa Psikotropika disebut juga sebagai Obat
Keras Tertentu (OKT), sehingga penandaannnya yaitu Lingkaran merah tepi hitam
dengan huruf K.

* Lingkaran biru tepi hitam = Penandaan untuk obat bebas terbatas


* Lingkaran putih tepi biru dengan tulisan KB biru = Lambang satuan karya Keluarga
Berencana
* Lingkaran hijau tepi hitam = Penandaan untuk obat-obat bebas
* Lingkaran merah tepi hitam dengan huruf K = Penandaan untuk obat-obat daftar G /
obat keras
* Palang merah dengan tepi warna merah = Penandaan untuk obat-obat narkotika

14. Seorang laki laki yang berusia 66 tahun bernama Tn.S sebelumnya dimasukkan
penjara karena kasus korpusi KTP, namun saat ini ia menderita kanker stadium akhir,
dokterpun akan memulai pengobatan morfin peroral. Bioavailabilitas morfin peroral 25%
dengan volume distribusi 250 L. Konsentrasi plasma efektif morfin sebagai analgetik
yaitu 50 mikrogram/L. Berapakah dosis awal morfin yang diberikan kepada pasien Tn.S
tersebut ?

A. 10-20 mg
B. 20-30 mg
C. 30-40 mg
D. 40-50 mg
E. 50-60 mg

Pembahasan :
Bioavaibilitas morfin = 25%
Konsentrasi plasma efektif = 50 mikrogram/ L
Volume distribusi = 250 L

50 mikrogram/ L -> 12.500 mikrogram/ 250 L


Konsentrasi yang harus dicapai berarti = 12,5 mg/ 250 L
25% = 12,5 mg
100 % = 50 mg

15. Seorang Apoteker mudah sebagai pemilik Apotek berstatus sebagai pengusaha
kena pajak (PKP) yang diwajibkan membayar pajak omzet antibiotik menurut PP No. 46
Tahun 2013 sebesar 1% dari omzet/keuntungan bruto. Keuntungan yang diperoleh pada
tahun 2018 rata-rata sebesar 90.000.000 per bulan. Berapa pajak penghasilan yang
harus dibayarkan apoteker tersebut pada tahun 2018?

a. 900.000
b. 1.080.000
c. 9.000.000
d. 10.800.000
e. 90.000.000

Pembahasan :
Omzet/keuntungan bruto tahun 2018 = 90.000.000 / bulan x 12 bulan = 1.080.000.000
Pajak penghasilan tahun 2018 = 1/100 x 1.080.000.000= 10.800.000

16. Kotrimoksazol merupakan obat kombinasi yang terdiri dari trimetoprim dan
sulfametoksazol. Tujuan dari kombinasi obat ini adalah untuk ....

a. Mengurangi efek samping


b. Mendapatkan potensiasi
c. Agar harga lebih murah
d. Menghindari resistensi
e. Mengurangi toksisitas

Pembahasan :
Kotrimoksazol adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati berbagai infeksi
bakteri, seperti bronkitis, otitis media, dan infeksi saluran kemih. Kotrimoksazol adalah
obat kombinasi antara trimetoprim dan sulfametoksazol.

17. Cara kerja dari omeprazol yang merupakan golongan antasida yaitu ...

a. Menetralkan asam lambung


b. Mengurangi produksi asam lambung
c. Menghambat pompa proton
d. Mematikan bakteri pada tukak lambung
e. Melindungi lambung

Pembahasan :
Omeprazol bekerja dengan cara menghambat pompa proton. Penghambat pompa
proton atau proton pump inhibitor (PPI) adalah golongan obat yang dipakai untuk
menurunkan kadar asam lambung. Contoh dari obat PPI yaitu omeprazol, rabeprazol,
lansoprazol, esomeprazol, dan pantoprazol.

18. Amoksisilin injeksi pada literatur 20mg/mL dgn dosis terbagi setiap 8 jam. yang
tersedia 50mg/mL. Berapa mL pemberian setiap kalinya ?

a. 0,1 mL
b. 0,5 mL
c. 1,0 mL
d. 1,5 mL
e. 2,0 mL

Pembahasan :
asumsi berdasarkan logika yg jawab, Pada pemberian obat dosis terbagi, jumlah obat
yang masuk tiap jam harusnya tetap, supaya konsentrasi dlm tubuh tetap. Jadi kalo
menganggap volume injeksi 5 mL, perhitungan jadi: 20 mg/mL.5 mL = 50 mg/mL.X
(Rumus M1V1=M2V2) => X = 2 mL

19. Rumah sakit yang memiliki bed 150, hanya memiliki 1 apoteker. Akhirnya banyak
obat yang ED, contohnya amlodipin 10 mg/tab, berdasarkan PMK no 58 tahun 2014
apoteker harus berjumlah berapa?

a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
e. 6

Pembahasan:
Berdasarkan PMK No. 58 tahun 2014 perhitungan beban kerja pada pelayanan
keefarmasian di rawat inap yang meliputi pelayanan manajerial dan farmasi klinik
dibutuhkan tenaga apoteker dengan rasio 1 Apoteker untuk 30 pasien. Maka dari itu
untuk 150 bed dengan asumsi 150 pasien rawat inap dibutuhkan 150 : 30 = 5 apoteker

20. Seorang laki-laki usia 25 tahun datang ke RS dengan keluhan diare berat, konsistensi
cair seperti air cucian beras, muntah, hipotensi, dehidrasi. Hasil kultur tinja menyatakan
adanya bakteri vibrio kholera. Apakah antibiotik yang tepat untuk pasien ?

a) Metronidazol
b) Doksisiklin
c) Seftriaxon
d) Amoxicilin
e) Eritromisin

Pembahasan :
Reference: Applied Therapeutics: The Clinical Use Of Drugs, 9th Edition. Editors: Koda-
Kimble, Mary Anne; Young, Lloyd Yee; Alldredge, Brian K.; Corelli, Robin L.; Guglielmo, B.
Joseph; Kradjan, Wayne A.; Williams, Bradley R

21. Seorang pasien laki-laki yang berusia 66 tahun tiba berobat ke rumah sakit dengan
keluhan pusing, dan tegang pada bab leher, serta perasaan ingin jatuh ketika berjalan.
Setelah dilakukan investigasi tekanan darah pasien tersebut ternyata 150/100 mmHg.
Berdasarkan hasil pengkajian riwayat penyakitnya, pasien mengalami gangguan pada
ginjal selama 6 tahun.

Regimen pengobatan yang paling sempurna diberikan pada pasien tersebut adalah

A. Klortalidon
B. Diltiazem
C. Metoprolol
D. Candesartan

Pembahasan :
Candesartan merupakan sebuah obat penghambat reseptor angiotensin II (ARB) yang
sangat bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah seseorang. Dengan diturunkannya
tekanan darah, maka komplikasi hipertensi, sepertigagal ginjal, stroke, dan juga
serangan jantung, sanggup dicegah dan mengurangi dampaknya
22. Seorang perempuan berusia 40 tahun tiba ke sebuah Apotek.X untuk membeli obat.
Perempuan tersebut membawa resep untuk ibunya (71 tahun) yang mengalami Asma
yang disertai dengan sakit kepala, lalu dokter menuliskan resep sebagai berikut:

R/ Salbutamol sulfat 3 mg
Paracetamol 250 mg
m.f. pul. dtd No. XII
S.3.dd. pulv I p.r.n.

Untuk memenuhi resep tersebut di atas, berapakah tablet salbutamol 4 mg yang


diperlukan?

A. 18
B. 9
C. 12
D. 10

Pembahasan :
Tablet salbutamol 4 mg ialah sebuah obat yang mengandung Salbutamol Sulfate. Tablet
salbutamol 4 mg digunakan dalam mengobati penyakit asma, asma bronkial, bronkitis
asmatis dan PPOK. Untuk remaja dosisnay yaitu 3 hingga 4 kali sehari, namun lebih
dianjurkan untuk 3 kali sehari

23. Seorang laki-laki yang berusia 42 tahun tiba ke sebuah Apotek. F untuk
melaksanakan konseling dengan seorang Apoteker. Ia sebelumnya mengeluhkan
penurunan daya tahan badan yang menciptakan ia gampang mengalami penyakit.
Berdasarkan info dari orang terdekat, bahwa ia menambahkan bawang putih sebagai
aksesori pada masakan yang ia konsumsi dan menghasilkan imbas peningkatan daya
tahan badan pada pasien.

Berdasarkan pengetahuan dalam bidang keilmuan anda sebagai apoteker, kandungan


apa yang terdapat dalam bawang putih yang menjadikan hal tersebut

A. Selenium
B. Sinistrin
C. Asam nikotinat
D. Ajoene

Pembahasan :
Ajoene ialah salah satu zat yang terkandung didalam bawang putih yang berguna
sebagai antikoagulan, anti bakterial

24. Seseorang perempuan berusia 35 tahun yang sedang menjalani pengobatan


tuberculosis (OAT) tiba ke sebuah Apotek.Y untuk melaksanakan konseling dengan
apoteker. Wanita tersebut mengeluhkan obat kontrasepsi oral yang Ia konsumsi tidak
berefek meskipun penggunaannya secara teratur.
Menurut anda sebagai apoteker, apakah yang menjadikan obat kontrasepsi oral tersebut
tidak berefek?

A. Isoniazid
B. Etambutol
C. Rifampisin
D. Pirazinamid

Pembahasan :
Rifampisin sanggup menetralkan atau menurunkan obat kontrasepsi oral, sehingga obat
kontrasepsi oral lebih tidak dianjurkan pada pasien yang kengkonsumsi Rifampisin

25. Sebagai seorang apoteker yang sangat professional dan cekatan serta sebagai
panutan, bagaimanakah cara menindaklanjuti resep tersebut?

A. Hanya menunjukkan salah satu dari kedua obat tersebut


B. Mengatakan bahwa stock obat di apotek habis
C. Memberikan info kepada pasien perihal klarifikasi reaksi pemakaian kedua obat
tersebut 
D. Langsung menghubungi dokter dan memberikan info interaksi kedua obat tersebut

Pembahasan :
Inform consent sangat penting dalam setiap tindakan terhadap pasien, sehingga
sebelum menunjukkan pengobatan ada baiknya apoteker menunjukkan inform consent
atau klarifikasi mengenai reaksi obat dan imbas pemakaiannya

26. Seseorang pasien laki-laki berusia 53 tahun dengan diagnosa medis diabetes
melitus tipe 2. Pasien menyampaikan ia mengalami DM selama 12 tahun terakhir,
seminggu terakhir pasien sering mengalami pusing dan pandangannya sering kali
berkunang-kunang. Setelah diperiksa ternyata hasil investigasi tekanan darahnya yaitu
160/80 mmHg
Sebagai seorang apoteker, obat antihipertensi apa yang menjadi pilihan utama terhadap
kondisi pasien?

A. Captopril
B. Propanolol
C. Nifedipin
D. Hidroklorotiazid

Pembahasan :
Captopril merupakan pilihan pertama dalam menurunkan tekanan darah, selain cepat
dan murah, captopril merupakan obat yang sering dipakai dalam menurunkan tekanan
darah penderita dan mempunyai sedikit imbas samping

27. Seseorang pasien laki-laki berumur 59 tahun dengan riwayat obesitas (IMT 35.6
kg/m2) dan juga hipertensi tiba ke rumah sakit untuk melaksanakan investigasi rutin
bulanan. Dari hasil investigasi diperoleh TD=150/90 mmHg, HR=76 x/menit dan profil
lipid puasa yaitu Kolesterol total 262 mg/dl, LDL=171 mg/dl, HDL=38 mg/dl, TG=289
mg/dl.
Bagaimana regimen pengobatan yang sanggup diberikan pada pasien tersebut ?

A. Gemfibrosil + Losartan
B. Rosulvastatin + Enalapril
C. Kolestiramin + Spironolakton
D. Kolestipol + Verapamil
Pembahasan :
Rosuvastatin atau simvastatin + Enalapril ialah kombinasi yang pas dalam mengobati
pasien dengan obesitas dan hipertensi. Rosuvastatin merupakan obat yang bekerja
dengan cara menurunkan LDL, trigliserida dan meningkatkan HDL. Sementara itu
Enalapril merupakan obat untuk pasien hipertensi yang cocok dikombinasikan dengan
rosuvastatin.

28. Seseroang pasien pria dengan usia 50 tahun dirawat inap klinik, didiagnosa ketika ini
yaitu DBD,tanpa adanya pendarahan masif dan syok. Ketika diukur, ternyata suhu badan
37, 7 'C, Hb dan Hct normal, hitung trombosit <100.000/ul. Dokter lalu memperlihatkan
terapi untuk mengembalikan keseimbangan cairan badan pasien.

Cairan suplemen apa yang dimaksud oleh dokter tersebut untuk diberikan kepada
pasien diatas?

a. Ringer laktat
b. Dekstrosa 5%
c. NaCl 3%
d. Manitol
e. Bikarbonat 8,4%

Pembahasan :
Lihat di : Dengue Guidelines for Diagnosis, Treatment, Prevention and Control, WHO
(World Health Organization) and The Special Program for Research and Training in
Tropical Disease.
penatalaksanaan DBD dengan infus Ringer laktat
algoritma penatalaksanaan Pasien DBD

29. Sebuah industri farmasi sedang melaksanakan uji disolusi terbanding terhadap
tablet furosemit pada 3 pH yg berbeda.
Berapakah pH tersebut?

a. pH 1,2; pH 3,0; pH 5,0


b. pH 1,2; pH 4,0; pH 6,0
c. pH 1,2; pH 4,5; pH 6,5
d. pH 1,2; pH 4,5; pH 6,8
e. pH 1,2; pH 4,5; pH 7,0

Pembahasan :
Disolusi terbanding furosemid dilakukan dengan memakai metode basket 100 rpm, atau
paddle 50 rpm. 1,2 (larutan Hcl), 4,5 (buffer sitrat), 6,8 (buffer fosfat) (USP)

30. Seseorang perjaka yang gagah berani dan pejantan tangguh sedang membawa
sebuah resep obat yang berisi triheksifenidill.

Langkah awal apa yang dilakukan oleh seorang apoteker profesional yang bijaksana
pada ketika perjaka mendapatkan resep tersebut ?

a. pastikan pasien menerima harga yang obat yang terjangkau


b. memastikan pasien mendapatkan isu obat dengan benar
c. memastikan isi resep lengkap, legal, dan autentik
d. memastikan obat tersebut tidak kontraindikasi dengan pasien
e. Memastikan Obat tersebut tidak berinteraksi dengan obat lain

Pembahasan :
Triheksifenidil merupakan obat antiparkinson dan antikolinergik. Langkah awal yang
perlu dilakukan oleh apoteker ialah memastikanisireseplengkap, legal, danautentik. Hal
ini dikarenakan imbas samping dari penggunaan obat ini ialah sedasi, dan imbas
antikkolinergik lainnya (30-50%) sehingga dikhawatirkan akan disalahgunakan.

31. Seorang apoteker yang bekerja pada bagian R&D suatu industri farmasi akan
merancang formula sediaan tablet kunyah antasida dengan komposisi bahan tambahan
manitol, PVP, crospovidon, sucralose, Mg Stearat. Apakah bahan tambahan yang
berfungsi sebagai pemanis dalam formula?

a. Crospovidon
b. Manitol
c. Mg Stearat
d. PVP
e. Sukralose

Pembahasan :
- Crospovidon = Bahan Pengikat
- Manitol = Bahan Pengisi
- Mg Stearat = Bahan Pelicin
- PVP = Bahan Pengikat
- Sukralose = Pemanis
Sukralose merupakan senyawa berbentuk kristal, berwarna putih, tidak berbau, mudah
larut dalam air, metanol, alkohol, sedikit larut dalam etil asetat serta berasa manis tanpa
purna rasa yang tidak diinginkan. Sukralose memiliki tingkat kemanisan yang relative
sebesar 600 kali tingkat kemanisan sukrosa dengan tanpa nilai kalori (SNI No. 995)

32. Seorang pasien, laki-laki usia 49 tahun penderita hiperkolesterol menerima obat yang
diresepkan dokter di suatu Apotek. Pasien mendengarkan penjelasan Apoteker tentang
kegunaan obatnya, salah satunya adalah ezetimibe 10 mg (S1 dd 1 tab dc pagi).
Bagaimanakah mekanisme aksi obat tersebut?

a. Menghambat sterol transporter NPCiL 1 di usus halus


b. Menghambat aktivitas enzim LDL
c. Menghambat aktivitas enzim HMG-Coa Reductase
d. Menghambat sekresi VLDL dari hati
e. Meningkatkan aktivitas enzim LDL

Pembahasan :
(Dipiro, Pharmacoteraphy 9th Ed, Chapter 8 : Dyslipidemia, Page 69)

33. Seorang pasien (perempuan, usia 27 tahun, berat badan 56 Kg, hamil usia 12
minggu) mengalami demam thypoid. Pasien mendapatkan antibiotik azitromisin
(Kategori B) dengan dosis 9 mg/Kg/hari. Bagaimanakah aturan pakai obat yang tepat
untuk diinformasikan kepada pasien?
a. 250 mg 1 kali sehari
b. 500 mg 1 kali sehari
c. 500 mg 2 kali sehari
d. 500 mg 3 kali sehari
e. 600 mg 1 kali sehari

Pembahasan :
Dosis = 9 mg/Kg/hari X 56 Kg = 504 mg/hari

34. Seorang perempuan berusia 43 tahun, baru saja didiagnosa mengalami ulkus
peptikum. Salah satu obat yang diberikan pada pasien tersebut adalah obat golongan
pelapis mukosa. Apakah obat yang diberikan oleh dokter pada pasien tersebut?
a. Simetidin
b. Antasida
c. Sukralfat
d. Misoprostol
e. Omeprazol

Pembahasan :
- Simetidin : Menghambat kerja histamine H-2 pada sel parietal dan mengurangi sekresi
- Antasida : Menetralkan asam lambung
- Sukralfat : melapisi dinding mukosa dengan membentuk polimerisasi pada pH dibawah
4 untuk menghasilkan gel yang sangat lengket dan melekat kuat pada dasar ulkus dan
kemudian dilapisi oleh lapisan pelindung kompleks polimer glikoprotein
- Misoprostol : Penghambat pompa proton H+/K+ ATPase
- Omeprazol : Penghambat pompa proton H+/K+ ATPase

35. Seorang pasien laki-laki usia 23 tahun datang ke Apotek membawa resep dokter
yang berisi antibiotik untuk mengobati penyakit gonorrhea yang dideritanya. Pada saat
dilakukan skrining resep, apoteker tidak menemukan adanya SIP dokter. Apakah
tindakan yang tepat untuk dilakukan oleh apoteker tersebut?
a. Menolak resep karena dicurigai resep tersebut ilegal
b. Menyiapkan obat sesuai yang tertera didalam resep
c. Menghubungi/menelpon dokter penulis resep
d. Meminta pasien menanyakan SIP kepada dokter
e. Meminta pasien menebus resep di apotek lain.

Pembahasan :
Dalam suatu resep harus memuat :
- Nama, alamat dan nomor izin praktek dokter, dokter gigi dan dokter hewan
- Tanggal penulisan resep (inscriptio)
- Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep
- Nama setiap obat atau tanda komposisi obat (invocatio)
- Aturan pemakaian obat yang tertulis (signature)
- Tanda tangan atau paraf dokter penulis resep (subscriptio)
- Tanda seru dan paraf dokter untuk resep yang mengandung obat yang jumlahnya
melebihi dosis maksimal
Apabila resep tersebut tidak memiliki SIP maka tindakan pertama harus menghubungi
dokter apabila tertera nomor telepon dokter. Apabila tidak ada maka apoteker dapat
menolak resep tersebut karena obat yang dibeli termasuk obat keras.

36. Seorang dokter di Rumah Sakit akan memberikan sediaan salbutamol untuk seorang
pasien laki-laki 17 tahun penderita asma akut parah dengan nilai PEF 28%. Dokter
meminta saran kepada apoteker mengenai bentuk sediaan yang tepat diresepkan untuk
meredakan serangan akut. Apakah bentuk salbutamol yang tepat disarankan?
a. Tablet MR
b. Injeksi
c. Inhalasi
d. Nebulizer
e. Kapsul

Pembahasan :
Dapat dilihat di www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-
asma.pdf

37. Seorang pasien laki-laki usia 49 tahun, BB 82 Kg, penderita hipertensi (TD 160/95
mm Hg) dengan riwayat penyakit DM tipe-2 datang ke instalasi farmasi rawat jalan
untuk menebus resep dengan obat metformin tablet 500 mg (S2 dd dc) dan captopril
tablet 25 mg (S2 dd pc). Apoteker melakukan skrining pada resep yang diserahkan
pasien tersebut. Apakah permasalahan yang terdapat dalam resep tersebut?

a. Metformin tidak tepat untuk penderita DM tipe-2 dengan penyakit hipertensi


b. Captopril tidak tepat untuk penderita hipertensi dengan penyakit DM tipe-2
c. Waktu pakai metformin tidak tepat, harusnya sebelum makan
d. Waktu pakai captopril tidak tepat, harusnya 1 jam sebelum makan
e. Dosis captopril terlalu tinggi, harusnya 12,5 mg 1 kali sehari

Pembahasan :
Penggunaan Captopril yang tepat adalah 1 jam sebelum makan (Medscape)
38. Seorang DM tipe-2 (laki-laki, usia 52 tahun) dirawat pada suatu rumah sakit dengan
hasil pemeriksaan laboratorium. Pasien saat ini adalah HbA1C:8,5% ; GDP 190 mg/dL.
Pasien mendapatkan resep obat tablet metformin XR 500 mg No. XXI (S3 dd 1 tab dc)
dan tablet glibenklamid 5 mg No. VII (S1 dd 1 tab dc). Apoteker melakukan skrining
terhadap pasien. Apakah permasalahan yang terdapat dalam resep pasien?

a. Pasien belum memerlukan pengobatan kombinasi


b. Aturan pakai glibenclamid tidak tepat, harusnya 3 kali sehari
c. Tablet glibenclamid terlalu tinggi, harusnya 2,5 mg 1 kali sehari
d. Aturan pakai metformin XR tidak tepat, harusnya 1 kali sehari
e. Dosis metformin XR 500 dalam 3 kali 1 hari

Pembahasan :
Aturan pakai metformin XR 500 mg yaitu awal dosis 1 tab/hari, dapat ditingkatkan s/d
maks 2000 mg/hari dengan penambahan dosis maks 500 (Mims Indonesia)

39. Seorang perempuan usia 18 tahun datang ke apotek membeli obat untuk meredakan
nyeri perut karena sedang mengalami menstruasi. Apakah obat yang tepat untuk
diberikan kepada pasien tersebut?

a. Kodein
b. Asam mefenamat
c. Kalium Diklofenak
d. Ketorolac
e. Ibuprofen

Pembahasan :
Pada kasus dismenore primer dosis awal adalah 500 mg PO dilanjutkan 250 mg/6 jam
selama nyeri, biasanya terjadi tidak lebih dari 3 hari (Medscape)

40. Seorang pasien perempuan usia 27 tahun mengalami kondisi gawat darurat karena
keracunan produk insektisida dan dibawa ke IDG di suatu Rumah Sakit. Pasien
memerlukan atropin sulfat sebanyak 1 mg sebagai antidote untuk mengurangi intensitas
efek toksik senyawa organophosphat yang terdapat dalam produk insektisida tersebut.
Ampul yang tersedia mengandung 0,5 atropin 0,5 mg/mL. berapakah jumlah sediaan
atropin sulfat yang diambil dan diberikan kepada pasien tersebut?

a. 0,5 mL
b. 1 mL
c. 1,5 mL
d. 2 mL
e. 2,5 mL

Pembahasan :
Volume Atropin Sulfat = 1 mg : 0,5 mg/ml = 2 ml

41. Suatu industri farmasi mengembangkan sediaan tablet amoksisilin 500 mg. Hasil
pengujian sifat fisik menunjukkan tablet hancur selama 14 menit dan laju disolusi tablet
mendekati batas bawah spesifikasi yang ditentukan. Jika dilakukan reformulasi tablet
tersebut, apakah bahan tambahan yang harus ditingkatkan konsentrasinya?

a. Bahan pengisi
b. Bahan pelicin
c. Bahan pengikat
d. Bahan pewarna
e. Bahan penghancur

Pembahasan :
- Disolusi merupakan proses melarutnya suatu zat kimia atau senyawa obat dari sediaan
padat kedalam suatu medium tertentu. Uji disolusi berguna untuk mengetahui seberapa
banyak obat yang melarut dalam medium asam atau basa (lambung dan usus).
- Bahan pengisi ditambahkan dengan tujuan untuk memperbesar volume dan berat
tablet.
- Bahan pengikat membantu perlekatan partikel dalam formulasi, memungkikan granul
dibuat dan dijaga keterpaduan hasil akhir tabletnya.
- Bahan penghancur ditambahkan untuk memudahkan pecahnya atau hancurnya tablet
ketika kontak dengan cairan saluran cerna. Bahan penghancur akan menarik air dalam
tablet, mengembang dan menyebabkan tabletnya pecah menjadi bagian-bagian kecil
sehingga memungkinkan larutnya obat dan tercapainya bioavaibilitas yang diharapkan.
42. Seorang pasien laki-laki usia 53 tahun datang ke Apotek menebus resep dokter
dengan obat atenolol untuk pencegahan serangan angina pectoris yang dideritanya.
Bagaimanakah prinsip kerja obat ini dalam pencegahan serangan angina pectoris pada
pasien?

a. Menurunkan kebutuhan oksigen sel otot jantung


b. Meningkatkan kebutuhan oksigen sel otot jantung
c. Menurunkan suplai oksigen sel otot jantung
d. Meningkatkan suplai oksigen sel otot jantung
e. Meningkatkan aliran oksigen pada sel otot jantung

Pembahasan :

(Dipiro, pharmacotherapy 7th Ed., Section 2 : Cardiovascular Disorders : Ischemic Heart


Disease Page 134)

43. Sebuah industri farmasi akan memproduksi sirup kurkuma dengan menggunakan
serbuk sirup simplisia kering rimpang kunyit sebagai bahan baku utama. Apoteker
melakukan pemeriksaan keaslian serbuk simplisia kunyit yang dipasok oleh supplier
bahan baku. Apakah senyawa aktif yang tepat untuk dijadikan sebagai senyawa
penanda (marker) pada proses pemeriksaan tersebut?

a. Kursetin
b. Caffeine
c. Marmin
d. Kurkumin
e. Andrografolide

Pembahasan :
Zat warna kurkumin merupakan komponen aktif dari kunyit yang berperan untuk warna
kuning dan terdiri dari kurkumin I (94%). Kurkumin II (6%) dan kurkumin III (0,3%)
(Fitrikaniawati, 2012).

44. Seorang pasien anak laki-laki usia 6 tahun mengalami diare cair disertai nyeri perut
dan mual datang ke apotek bersama orang tuanya membawa selembar resep ke apotek
yang berisi :
R/ Eristromisin 200 mg
mf la Pulv dtd no. XX
R/ Oralit sach no. XX
S.prn sach I
Berapakah jumlah eristromisin 500 mg yang disiapkan untuk membuat resep tersebut?

a. 6 tablet
b. 7 tablet
c. 8 tablet
d. 9 tablet
e. 10 tablet

Pembahasan :
Jumlah Tablet = (200 mg X 20) / 500 mg
Jumlah Tablet = 4000 mg / 500 mg
Jumlah Tablet = 8

45. Seorang apoteker di apotek menerima pesanan obat berupa vitamin B komplek yang
dipesan oleh suatu PBF. Salah satu metode penyimpanan obat di apotek tersebut
adalah berdasarkan golongan obat. Dimanakah obat tersebut disimpan?

a. Rak obat bebas


b. Rak obat bebas terbatas
c. Rak obat keras
d. Rak obat keras tertentu
e. Rak obat wajib apotek

Pembahasan :
Vitamin termasuk golongan obat bebas dengan logo bulat berwarna hijau dengan garis
tepi berwarna hitam.

46. Seorang apoteker di suatu IFRS akan membuat perencanaan tetes mata
kloramfenikol dengan cara yang sederhana. Penggunaan sediaan tersebut 3 tahun
terakhir berturut-turut sebesar 990, 1010, dan 1000 botol. Rencana stok pengamanan
adalah sebanyak 300 botol, dan sisa stok saat ini adalah 100 botol. Berapakah jumlah
tetes mata kloramfenikol yang akan diadakan untuk tahun depan?

a. 1000 botol
b. 1100 botol
c. 1200 botol
d. 1300 botol
e. 1400 botol

Pembahasan :
Jumlah tetes mata kloramfenikol yang akan diadakan untuk tahun depan adalah
sebanyak 1200 botol.

47. Seorang Apoteker di apotek sedang menghitung kebutuhan obat amlodipin. Rata-
rata permintaan amlodipin perbulannya adalah 750 tablet. Waktu tunggu yang
dibutuhkan untuk sekali pemesanan adalah 3 hari. Apoteker harus memastikan tidak
terjadi kekosongan amlodipin karena merupakan obat pemakaian terbesar di apotek
tersebut. Berapakah stok penanganan/safety stock yang dibutuhkan agar ketersediaan
obat tetap terjaga?

a. 25 tablet
b. 37 tablet
c. 40 tablet
d. 63 tablet
e. 75 tablet

Pembahasan :
750 tablet/bulan
750 tablet / 30 hari
25 tablet/hari
Waktu tunggu 3 hari sekali pemesanan
Safety stock agar tidak terjadi kekosongan
3 hari X 25 tablet = 75 tablet

48. Seorang pasien laki-laki usia 47 tahun baru saja terdiagnosa mengalami hipertiroid.
Pasien dinyatakan mengalami krisis tiroid karena semua gejala klinik terlihat pada
pasien dengan kadar T3 dan T4 bebas 3 kali lipat lebih besar daripada kadar normalnya.
Dokter akan meresepkan PTU untuk pasien ini dan meminta pendapat apoteker untuk
regimen dosisnya. Bagaimanakah regimen penggunaan PTU yang tepat untuk pasien
tersebut?

a. Tablet 50 mg 2 kali sehari 1 tablet


b. Tablet 50 mg 3 kali sehari 1 tablet
c. Tablet 50 mg 3 kali sehari 3 tablet
d. Tablet 100 mg 3 kali sehari 1 tablet
e. Tablet 100 mg 3 kali sehari 2 tablet

Pembahasan :
300-450 mg/hari penggunaan secara oral. Sehari 3 kali tiap 8 jam. Sehingga
penggunaan obat PTU yaitu 100-150 mg 3 kali sehari 1 tablet.

49. Seorang pasien perempuan usia 33 tahun datang ke IGD karena mengeluh lemas
dan demam, Pasien memiliki riwayat toxoplasmadan saat ini masih mengkonsumsi
pyrimetamin dan sulfadiazine. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar
hemoglobin 7 dan pasien juga mengalami trombositopenia dan leukopenia. Apakah obat
yang harus ditambahkan dalam pengobatan pasien tersebut?
a. Leucovorin
b. Asam folat
c. Ferro sulfat
d. Ferro glukonat
e. Curcumin

Pembahasan :

A combination of pyrimethamine, sulfadiazine, and folinic acid should be offered as


treatment for women in whom fetal infection has been confirmed or is highly suspected
(usually by a positive amniotic fluid polymerase chain reaction).
(Toxoplasmosis in Pregnancy: Prevention, Screening, and Treatment. Paquet, C. SOGC
Clinical Practice Guideline. No. 285, January 2013)

50. Seorang pasien laki-laki usia 30 tahun dibawa ke UGD dengan diagnose keracunan
narkotika jenis morfin. Dokter akan memberikan antidote untuk pasien tersebut agar
segera tertangani. Apakah antidote yang tepat untuk penanganan kasus keracunan
pasie tersebut?

a. Asetilsistein
b. Nalokson
c. Diazepam
d. Karbon aktif
e. Desferioksamin

Pembahasan :
Nalokson adalah obat yang digunakan untuk pengobatan darurat narkotika yang telah
diketahui atau diduga overdosis. Naloxone dilaporkan efektif pada dosis 0,06-0,4 mg,
bila belum ada respon maka dosis dinaikkan hingga 2,4 mg. Nalokson merupakan
antagonis opioid utama tidak mempunyai atau hanya sedikit mempunyai aktivitas
agonis.
Jawaban merupakan referensi pribadi, bila soal diberikan bersamaan dengan jawaban,
setiap jawaban harus dicek kembali dan bila ada penjelasan yang kurang tepat mohon
saling membantu diberikan penjelasan yang benar di kolom komentar.

Anda mungkin juga menyukai