Anda di halaman 1dari 10

1.

Macam-macam metode
a. Metode Konsumi

Metode konsumsi didasarkan pada data konsumsi


sediaan farmasi. Metode konsumsi menggunakan data dari
konsumsi periode sebelumnya dengan penyesuaian yang
dibutuhkan. Untuk menghitung jumlah sediaan farmasi yang
dibutuhkan berdasarkan metoda konsumsi perlu
diperhatikan hal sebagai berikut:
o Pengumpulan dan pengolahan data.
o Analisa data untuk informasi dan evaluasi.
o Perhitungan perkiraan kebutuhan sediaan farmasi.
o Penyesuaian jumlah kebutuhan Sediaan Farmasi dengan
alokasi dana.
Data yang perlu dipersiapkan untuk perhitungan metode
konsumsi adalah:
● Daftar nama sediaan farmasi.
● Stok awal.
● Penerimaan.
● Pengeluaran.
● Sisa stok.
● Daftar sediaan farmasi hilang, rusak, kadaluarsa.
● Kekosongan sediaan farmasi.
● Pemakaian rata-rata sediaan farmasi per tahun.
● Waktu tunggu (lead time ).
● Stok pengaman (buffer stock ).
● Pola kunjungan.
Rumus metode konsumsi

A=(B+C+D)-E

A = Rencana Pengadaan
B = Pemakaian rata-rata per bulan
C = Buffer stock (tergantung dengan kelompok Pareto)
D = Lead time stock
E = Sisa stok

Contoh perhitungan dengan metode konsumsi:


Selama tahun 2018 (Januari–Desember) pemakaian
Parasetamol tablet sebanyak 300.000 tablet. Sisa stok per 31
Desember 2018 adalah 10.000
JAWAB; Pemakaian rata-rata (B) Paracetamol tablet
perbulan selama tahun 2018 adalah 300.000 : 12 = 25.000
tablet perbulan. Pemakaian perminggu 6.250 tablet.
Misalkan berdasarkan evaluasi data buffer stock ditetapkan
buffer 20% = 20% x 25.000 tablet = 5.000 tablet. Misalkan
lead time stock diperkirakan 1 minggu = 1 x 6.250 tablet=
6.250 tablet.Sehingga kebutuhan Paracetamol bulan Januari
tahun 2019 (A) adalah B + C + D, yaitu: 25.000 tablet + 5.000
tablet + 6.250 tablet= 36.250 tablet. Jika sisa stock adalah
10.000 tablet, maka rencana pengadaan Paracetamol untuk
bulan Januari tahun 2019 adalah: A = (B + C + D)- E = 36.250
tablet – 10.000 tablet = 26.250 tablet.Untuk bulan berikutnya
perhitungan menyesuaikan dengan sisa stok bulan
sebelumnya.

b. Metode morbiditas

Metode morbiditas adalah perhitungan kebutuhan obat


berdasarkan pola penyakit. Metode morbiditas
memperkirakan keperluan obat s/d obat tertentu
berdasarkan dari jumlah, kejadian penyakit dan
mempertimbangkan pola standar pengobatan untuk penyakit
tertentu.

Contoh metode morbiditas

1. Perkiraan jumlah populasi.


Komposisi demografi dari populasi yang akan diklasifikasikan
berdasarkan jenis kelamin untuk umur antara:
- 0 s.d. 4 tahun
- 4 s.d. 14 tahun
- 15 s.d. 44 tahun
- >45 tahun
- atau ditetapkan berdasarkan kelompok dewasa (> 12
tahun)
- dan anak (1 s/d 12 tahun)
2. Pola morbiditas penyakit
- jenis penyakit pertahun untuk seluruh populasi pada
kelompok umur yang ada.
- frekuensi kejadian masing-masing penyakit pertahun
untuk seluruh populasi pada kelompok umur yang
ada.

c. Metode Proxy konsumsi


Metode proxy consumption adalah metode perhitungan
kebutuhan obat menggunakan data kejadian penyakit,
konsumsi obat, permintaan, atau penggunaan, atau
pengeluaran obat dari Apotek yang telah memiliki sistem
pengelolaan obat dan mengekstrapolasikan konsumsi atau
tingkat kebutuhan berdasarkan cakupan populasi atau
tingkat layanan yang diberikan.

d. Service-level projection of budget requirement

Hostmand (2010, 2) menyebutkan bahwa proyeksi keuangan


adalah kombinasi statistik dan pengetahuan untuk
membangun perkiraan yang dapat diterima organisasi dalam
perencaan bisnisnya. Proyeksi dilakukan secara ilmiah bukan
pertimbangan , yaitu harus dengan metode yang jelas dan
terukur.

Metode umum dalam proyeksi penganggaran menurut


GFOA (Government Finance Officer Association), yaitu:

1. Ektrapoltasi , yaitu dengan menggunakan data historis


untuk memprediksi masa depan dengan melihat tren.
2. Regeresi / Ekonometrika yaitu analistatistika
berdasarkan hubungan anatara variabel independent
dan variabel dependent
3. Proyeksi gabungan (hybdri) dengan mengabungan
anatara proyesi berdasarkan pengetahuan cenderung
pada pengalaman danperasaan terhadap situasi
tertentu.

2. Pemilihan adalah kegiatan untuk menetapkan jenis


Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis
Pakai sesuai dengan kebutuhan. Pemilihan Sediaan Farmasi,
Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakai ini
berdasarkan:
▪ formularium dan standar pengobatan/pedoman
diagnosa dan terapi.
▪ standar Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan
Medis Habis Pakai yang telah ditetapkan.
▪ pola penyakit.
▪ efektifitas dan keamanan.
▪ pengobatan berbasis bukti.
▪ mutu.
▪ harga.
▪ ketersediaan di pasaran.

Pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasikan


kebutuhan yang telah direncanakan dan disetujui, melalui
pembelian. Untuk menjamin kualitas pelayanan kefarmasian
maka pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan BMHP
harus melalui jalur resmi sesuai ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan BMHP di
apotek dilaksanakan dengan pembelian. Pembelian
merupakan suatu metode penting untuk mencapai
keseimbangan yang tepat antara mutu dan harga.
Apabila ada dua atau lebih pemasok, apoteker harus
mendasarkan pada kriteria berikut: mutu produk (kualitas
produk terjamin ada NIE/Nomor Izin Edar), reputasi produsen
(distributor berijin dengan penanggungjawab Apoteker dan
mampu memenuhi jumlah pesanan), harga, berbagai syarat,
ketepatan waktu pengiriman (lead time cepat), mutu
pelayanan pemasok, dapat dipercaya, kebijakan tentang
barang yang dikembalikan, dan pengemasan

Pengadaan harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:


⮚ Sediaan farmasi diperoleh dari Pedagang Besar Farmasi
(PBF) yang memiliki izin.
⮚ Alat Kesehatan dan BMHP diperoleh dari Penyalur Alat
Kesehatan (PAK) yang memiliki izin.
⮚ Terjaminnya keaslian, legalitas dan kualitas setiap
sediaan farmasi, alat kesehatan dan BMHP yang dibeli.
⮚ sediaan farmasi, alat kesehatan dan BMHP yang dipesan
datang tepat waktu.
⮚ Dokumen terkait sediaan farmasi, alat kesehatan dan
BMHP mudah ditelusuri
⮚ Sediaan farmasi, alat kesehatan dan BMHP lengkap
sesuai dengan perencanaan

Waktu pengadaan obat dilakukan berdasarkan kebutuhan


dengan mempertimbangkan hasi analisa dari data:
- Sisa stok dengan memperhatikan waktu (tingkat
kecukupan obat dan perbekalan kesehatan.
- Kapasitas sarana penyimpanan.
- Waktu tunggu.

3.Supply chain mempengaruhi pharmacy inventory


managemen.
✔ karena perusahaan industri tidak bisa berdiri sendiri
untuk menyapa pasar dan terutama menjangkau
konsumen yang merupakan target utama dan peran
penting dalam kesuksesan sebuah bisnis. Itulah
mengapa membangun relasi dan kolaberasi itu sangat
penting .
✔ Produk murah, distribusi cepat dan berkualitas adalah
alasan di balik lahirnya konsep Supply Chain
Menegement (SCM), sehingga mengandeng beberpa
pihak seperti perusahaan transfortasi, supplier, jaringan
distributor, retailer dan lainnya itu mampu dengan tepat
sasaran memasarkan produk ke konsumen yang
nantinya akan saling memberikan keuntungan tanpa
mengabaikan kepuasan konsumen.
✔ Dalam industri kesehatan , rantai pasokan yang terkait
dengan produk farmasi sangat penting dalam
memastikan satndar yang tinggi perawatan untuk pasien
dan memberikan kecukupan pasokan obat untuk
apotek. (Mustafa and Potter,2009) .

✔ Gambar alur supply chain


DAFTAR PUSTAKA
Febreani, Stella Herliantine dan Chalidyanto, Djazuly.2016. PENGELOLAAN
SEDIAAN OBAT PADA LOGISTIK FARMASI RUMAH SAKIT UMUM
TIPE B DI JAWA TIMUR, Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia
Volume 4 Nomor 2 Juli- Desember 2016 Pp136-145.

Dzulquarnain, Abi Hanif , Usman, Indrianawati dan Lestari, Yetty Dwi .2016.
RANCANGAN PEMENUHAN PROSES PERMINTAAN INTERNAL DAN
PENDISTRIBUSIAN SEDIAAN FARMASI (OBAT DAN PERBEKALAN
KESEHATAN) PADA JASA LAYANAN KESEHATAN DI KOTA
SURABAYA. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Tahun XXVI, No. 2 Agustus
2016.

Kementrian Kesehatan R.I., 2019.PETUNJUK TEKHNIS SENTANDAR PELAYANAN


KEFARMASIAN DI APOTEK,2019. Departemen Kesehatan R.I.

https://bbs.binus.ac.id/ibm/2018/05/pentingnya-suppy-chain-bagi
perusahaan-retail-Nasional