Anda di halaman 1dari 10

Daring ke- :4

Hari/Tanggal : Sabtu,22 Agustus 2020


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi : Menyampaikan Pidato Persuasif
Kompetensi Dasar :
1. Mengidentifikasi Informasi tentang Pidato Persuasif
2. Menelaah Pidato Persuasif

Pengertian Pidato Persuasif


Pidato persuasif adalah pidato yang digunakan untuk meyakinkan audiensi atau
pendengar agar percaya hingga mau melakukan sesuatu dalam suatu topik tertentu.
Persuasi adalah bagian dari eksposisi. Eksposisi digunakan untuk meyakinkan
pendengar atau pembaca dengan menyajikan argumen dari satu sudut pandang yang
dibuktikan kebenarannya.

Lalu seperti apa pidato persuasif? Berikut adalah salah satu contoh terbaik dari
pidato yang dibuat untuk memersuasi orang-orang untuk ikut bergerak memperhatikan
dan menyelesaikan masalah pemanasan global (global warming) yang dibawakan oleh
Greta Thunberg di 2019 UN Climate Action Summit atau KTT Iklim yang diadakan di
kantor pusat PBB.

Contoh Pidato Persuasif Greta Thunberg: Pemanasan Global


Aktivis remaja Swedia Greta Thunberg menimbulkan kegemparan di PBB pada
hari Senin, 23 September 2019, pidatonya sempat viral karena kritik pedasnya atas
kurangnya tindakan para pemimpin dunia terhadap perubahan iklim yang disebabkan
oleh pemanasan global. Berikut adalah naskah pidatonya dipilah berdasarkan unsur dan
struktur isi teks pidato.

Pembukaan
Jika Anda bertanya pada saya, apa pesan saya, maka pesan saya adalah bahwa
kami akan mengawasi Anda. Ini semua salah. Saya seharusnya tidak di sini. Saya
seharusnya berada di kelas sekolah, di seberang lautan sana. Namun Anda semua
datang kepada kami, kaum muda untuk menaruh harapan. Beraninya kau!

Anda telah mencuri impian dan masa kecil saya dengan omong kosong Anda.
Namun saya salah satu orang yang masih beruntung. Sementara di luar sana, orang-
orang menderita, orang-orang sekarat, seluruh ekosistem runtuh. Kita berada di awal
kepunahan massal, sementara yang bisa Anda bicarakan hanyalah uang dan dongeng
tentang pertumbuhan ekonomi abadi. Beraninya kau!

Isi
Pernyataan posisi
Selama lebih dari 30 tahun, sains sudah membuktikan dengan sangat jelas.
Berani-beraninya Anda terus memalingkan muka dan datang ke sini mengatakan bahwa
Anda sudah melakukan hal yang cukup, ketika jalan politik dan solusi yang dibutuhkan
masih tidak terlihat.

Anda mengatakan bahwa Anda mendengar kami dan bahwa Anda memahami
urgensi iklim. Tetapi tidak peduli betapa sedih dan marahnya saya, saya tidak
mempercayai semua itu. Karena jika Anda benar-benar memahami situasinya dan
masih terus gagal bertindak, maka Anda semua adalah orang jahat. Dan saya tetap
menolak untuk percaya.

Tahap Argumen
Gagasan populer untuk memangkas emisi udara hingga setengahnya dalam 10
tahun hanya memberi kita peluang 50% untuk tetap berada di bawah suhu 1,5 derajat
Celsius, dan memiliki risiko untuk memicu reaksi berantai yang tidak dapat diubah di
luar kendali manusia.

Lima puluh persen mungkin dapat diterima oleh Anda. Tetapi angka-angka itu
tidak termasuk titik kritis, sebagian besar putaran umpan balik, dan pemanasan
tambahan lainnya yang disebabkan oleh polusi udara beracun yang merupakan aspek
keadilan dan hukum iklim. Mereka juga mengandalkan generasi saya yang harus
menghisap ratusan miliar ton CO2 dari udara dengan teknologi yang nyaris tidak ada.

Jadi, risiko 50% sama sekali tidak dapat diterima oleh kami yang harus hidup
dengan konsekuensinya.

Untuk memiliki peluang 67% agar tetap berada di bawah kenaikan suhu global
1,5 derajat, usaha terbaik yang diberikan oleh Panel Antarpemerintah tentang
Perubahan Iklim, dunia masih memiliki 420 gigaton CO2 yang tersisa untuk dipancarkan
kembali pada 1 Januari 2018. Bahkan, saat ini angka itu sudah turun hingga kurang dari
350 gigaton saja.

Penguatan Pernyataan Posisi


Beraninya Anda berpura-pura bahwa ini semua dapat diselesaikan hanya
dengan “bisnis seperti biasa” dan beber apa solusi teknis kecil lainnya? Dengan tingkat
emisi saat ini, sisa anggaran CO2 akan sepenuhnya hilang dalam waktu kurang dari
delapan setengah tahun.

Tidak akan ada solusi atau rencana yang disajikan sesuai dengan angka-angka
ini, di sini, hari ini, karena angka-angka ini tidaklah cukup. Anda semua seakan masih
belum cukup dewasa untuk mengatakannya dengan apa adanya.

Penutup
Anda mengecewakan kami. Tetapi para pemuda mulai memahami
pengkhianatan Anda. Mata semua generasi mengenai masa depan menuju pada Anda.
Dan jika Anda memilih untuk mengecewakan kami, saya katakan: Kami tidak akan
pernah memaafkan Anda.

Kami tidak akan membiarkan Anda lolos begitu saja. Di sini, saat ini adalah di
mana kita menarik garis. Dunia sedang bangun. Dan perubahan akan datang, suka
ataupun tidak.
Terima kasih.

Analisis Contoh Pidato


Luar biasa menggugah bukan? Poin penting dari pidato di atas, selain
menggunakan data yang akurat untuk menyokong argumen persuasinya adalah
bagaimana Greta memanfaatkan kecaman sebagai motivasi terhadap semua kalangan.

Motivasi tersebut berupa ajakan untuk ikut berjuang terhadap kaum muda dan
kritik tajam yang objektif terhadap para pemimpin yang tidak hanya menyudutkan
seseorang atau suatu instansi saja. Sehingga, dapat disimpulkan pesan terhadap keduk
generasi sama saja, tidak ada yang disudutkan.

Pidato persuasif Greta pada intinya adalah motivasi ajakan yang menggugah
emosi namun disampaikan melalui cara yang berbeda bagi kedua audiensi. Yakni
berupa ajakan untuk berjuang bersama bagi generasi muda dan kritik tajam bagi
generasi mapan yang telah menjadi pemimpin negara.

Terkadang, pidato yang terlalu menggebu-gebu seperti itu kurang cocok atau
pantas untuk dibawakan. Kita dapat melakukan pendekatan lain, misalnya justru tidak
menggugah emosi, namun menggunakan etika melalu sendirian halus yang lebih elegan
namun tetap mengena. Gunakan gaya yang menurut kita lebih cocok digunakan dengan
karakter diri kita sendiri.

Terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk memersuasi


seseorang atau audiensi selain menggugah emosinya. Berikut adalah penjelasannya.

Cara Memersuasi
Berikut adalah beberapa pendekatan untuk memersuasi audiensi.

1. Etika, gunakan pendekatan etika yang berarti menyentuh audiensi lewat nilai-nilai
moral dan kebenaran yang harus ditegakkan.
2. Emosi, sentuh perasaan audiensi dengan cara membakar semangatnya atau justru
membuat pendengar merasa terharu akan suatu kenyataan.
3. Logika, berarti memanfaatkan logika untuk memberikan efek setuju karena argumen
masuk akal dan dapat dibuktikan secara ilmiah (Kemdikbud, 2017, hlm.37).

Pada akhirnya, Greta juga menggunakan eksposisi yang berusaha mengubah sikap
atau pandangan seseorang mengenai suatu hal. Dalam hal ini, pandangan dan sikap
tersebut adalah mengenai isu pemanasan global.

Jenis Eksposisi
Selain eksposisi yang digunakan dalam pidato persuasif Greta, terdapat jenis
eksposisi lain pula. Berikut adalah jenis-jenis eksposisi yang dapat digunakan dalam
pidato persuasif.

1. Eksposisi yang dapat mengubah sikap orang atau mengubah pandangan orang
tentant suatu hal.
2. Eksposisi yang dimanfaatkan untuk mempromosikan atau menjual produk, jasa
hingga suatu kegiatan atau aktivitas (konser amal, pentas seni, dsb).
3. Eksposisi yang digunakan untuk membela suatu kasus tertentu.

Tujuan Pidato Persuasif


Pidato persuasif bertujuan untuk meyakinkan pendengar atau audiensi untuk
melakukan sesuatu. Contoh nyatanya adalah bagaimana pidato Greta di atas
menginginkan audiensinya agar mengubah pandangan, sikap dan tindakan para
pemimpin agar lebih memperhatikan kembali mengenai isu pemanasan global. Pidato
persuasif adalah cara yang efektif untuk mengubah dan menggugah audiensi.

Unsur Pidato Persuasif


Untuk mencapai tujuan pidato persuasif, dibutuhkan keutuhan unsur-unsur yang
membentuk pidato itu sendiri. Berikut adalah unsur-unsur yang harus diperhatikan agar
menciptakan pidato persuasif yang baik. Tentunya, unsur-unsur ini juga dapat dikaji jika
kita ingin menyimpulkan dan mengidentifikasi pidato persuasif (reverse engineering).

1. Pembukaan
Misalnya, apakah pidato yang kita buat memiliki pembukaan kuat yang dapat menarik
perhatian pendengar? Terdapat lima aspek yang harus diperhatikan dari pembukaan:

 Merebut perhatian
Merebut perhatian audiensi tetap harus dilakukan agar pesan yang kita sampaikan
benar-benar didengar dengan seksama.
 Hubungan dengan audiensi
Berarti menggunakan sesuatu (kisah) yang membuat audiensi terkait dan merasakan
apa yang dimaksud oleh pembawa pidato (relatable).
 Kelayakan
Tunjukkan bahwa kita sebagai pembicara pidato layak berbicara mengenai topik
yang dibawakan. Beri tahu pengalaman atau kemampuan yang kita miliki dengan
cara yang santun dan data nyata tanpa menjadi sombong.
 Tujuan
Jelaskan apa yang kita harapkan setelah pidato selesai dibawakan atau dibacakan.
 Peta jalan
Berarti memberitahukan apa sajak pokok pikiran yang akan dibawakan dalam pidato.

2. Isi
Pastikan setiap isi terpilah sebagai pokok pikiran yang selalu disertai alasan logis,
meyakinkan dan didukung oleh data yang memadai dan valid. Susun secara logis,
gunakan sumber tepercaya, contoh nyata yang membuat audiensi terkait dengan
kehidupan sehari-harinya (relatable).

3. Penutup
Penutup sebaiknya dibuat dengan menarik dan mampu meninggalkan kesan, sehingga
isi pidato akan diingat dengan lebih baik oleh audiensi (Kemdikbud, 2017, hlm.38).

Struktur Isi Pidato Persuasif


Karena pidato persuasif termasuk ke dalam teks eksposisi. Maka dari itu, teks ini
umumnya dimulai dengan pendahuluan yang memberikan pernyataan posisi yang
memberikan pendapat atau sudut pandang pengarang. Berikut adalah penjelasan dari
masing-masing strukturnya.
1. Pernyataan posisi
Merupakan pendapat atau pendirian yang digunakan penulis untuk mengulas suatu
persoalan. Misalnya, apa posisi pelaku pidato terhadap suatu persoalan? apakah
menjadi korban, ahli, atau hanya seseorang yang peduli terhadap persoalan itu? Untuk
membuat pernyataan posisi yang kuat, kita dapat mempertanyakan beberapa poin di
bawah ini.

 Siapa yang akan diyakinkan?


 Apa yang akan diyakinkan? (mengubah pandangan? sikap? perilaku?)
 Jenis argumen apa yang akan menarik perhatian mereka? (etika akan jauh lebih
berpengaruh pada kaum tertentu di masyarakat, sementara untuk kalangan
akademik harus lebih logis dan realistis).
 Apakah pernyataan sudah menyatakan posisi dengan jelas?

2. Tahap Argumen
Argumen yang dibuat harus diterangkan secara logis dan dibuktikan dengan alasan,
contoh, bukti pakar, dan data atau informasi statistik yang kuat.

3. Penguatan Pernyataan Posisi


Berarti Pada bagian ini, letak argumen ditonjolkan. Simpulan posisi berdasarkan
argumen yang telah disajikan memperkuat posisi. Tahapannya mencakup:

 Memperkuat pernyataan posisi dan menekankan pikiran utama dengan penggunaan


suara, nada tinggi-rendah, mimik, bahasa tubuh, dan gestur yang sesuai dengan
argumen.
 Argumen dikembangkan secara logis dan didukung oleh bukti-bukti, tidak hanya
berdasarkan emosi dan intuisi.
 Tabel, gambar, diagram atau foto bukti dari data sumber dapat digunakan untuk
menghasilkan pernyataan yang lebih kuat (Kemdikbud, 2017, hlm.45).

Ciri-Ciri Kebahasaan Pidato Persuasif (Teks Eksposisi)


Lagi-lagi, karena teks pidato persuasif adalah bagian dari teks eksposisi, maka
ciri kebahasaan juga berdasarkan ciri kebahasaan teks eksposisi. Berikut adalah
penjabaran ciri ciri kebahasaan pidato persuasif.

1. Nominalisasi (Pembendaan)
Nominalisasi adalah proses tata bahasa yang mengubah kata benda, kerja, dan sifat
menjadi kata benda. Proses ini berfungsi untuk menghubungkan makna antarkalimat.
Contohnya: (a) Pemerintah akan memberlakukan Undang-Undang Antikekerasan. (b).
Pemberlakuan tersebut melegakan banyak pihak di negeri ini. Kalimat (a) dan (b) saling
berhubungan melalui kata memberlakukan-pemberlakuan.

2. Bentuk Pasif dan Kata Ganti Orang


Teks eksposisi umumnya ditulis tidak menggunakan bentuk orang pertama (aku),
namun menggambarkan sebagai anggota masyarakat atau yang berwenang dalam
suatu tatanan masyarakat (hamba masyarakat). Misalnya: “Ini harus dihentikan” agar
terdengar formal dan tidak menjadi pihak yang angkuh dan dapat menghentikannya
sendiri.Kata ganti orang juga dihilangkan, agar tidak menyudutkan salah satu orang
atau instansi tertentu. Biasanya, kata ganti orang yang digunakan adalah: “dia, mereka,
bangsa, warga negara”.
3. Kosa Kata

 Kosakata yang sering digunakan adalah istilah teknis, kemudian sinonim sering
digunakan untuk menghindari pengulangan kata yang membuat kalimat terlalu kaku.
 Rantai kata, berarti banyak menggunakan pasangan kata (sinonim dan antonim),
serta rumpun kata yang berkaitan satu saa lain seperti tanah, regenarsi, dan sumber
daya alam.
 Kata benda abstrak, seperti kegembiraan, takut dan kata teknis seperti spesies dan
genus.
kata emotif digunakan untuk memancing perasaan audien seperti: menghancurkan,
luar biasa, menyedihkan, dsb.
 Kata tugas, sebagai konjungsi seperti: sebagai tambahan, karena, sebab, sebagai
hasil dari, di pihak lain, dsb.
 Kata tugas, sebagai pencipta kohesi atau keterpautan bentuk seperti: seperti, sebab,
oleh karena itu, maka, dsb.
 Alasan untuk tindakan berupa konjungsi antarkalimat: hal yang mirip, bagaimanapun,
alasan pertama.

Langkah Menulis Pidato Persuasif (Persiapan Menulis Pidato Persuasif)


Menulis pidato persuasif berarti melaksanakan persiapan yang matang sebelum
menulisnya. Berikut adalah persiapan menulis pidato persuasif.

1. Pelajari Topik
Ketahui dan pelajari topik yang akan disampaikan. Lakukan kajian sebanyak
mungkin hal-hal yang berkaitan dengan topik tersebut. Luangkan waktu untuk
membaca buku mengenai topik yang akan disampaikan. Catat berbagai data dan
sumber penting yang dapat digunakan untuk memperkuat argumen.
2. Pahami Tujuan
Pastikan tujuan yang ingin dicapai dapat dipahami dan sesuai dengan urgensi topik.
3. Pahami Audiensi
Pelajari siapa audiensi yang akan mendengarkan pidato, setiap audiensi memiliki
kebutuhan tersendiri.

Tugas
Catatlah materi Pidato Persuasif di buku catatan !
DAFTAR NILAI DARING KE-1
Kelas 9.1
No Nama Nilai
1 Aat Ariska
2 Adi Saputra
3 Aini Salsa Bila
4 Arya Ageng Prasetio
5 Dhea Adelia 95
6 Dia Setia Widi
7 Dinda Alisa Pertiwi
8 Fajar Wahyudi
9 Fresia Aprila 95
10 Gery Chencko Putra
11 Irham Firmansyah
12 Julius Firnando
13 Muhammad Akbar Rosyidu
14 Muhammad Fahrul Ikhsan 85
15 Nazila Nur Anisah
16 Nimal Maulawani 90
17 Nurul Agustin Hidaya
18 Raja Noval Nasution
19 Rangga Alpiasaputra
20 Refi Lurista
21 Riana Puspa Sari 90
22 Riefky Ramanda Putra 95
23 Riska Wahyu Ningsih
24 Ronauli Pretty Mutiara Mani
25 Satria Nurmansa
26 Tini Adelia
27 Zacky Ramdani
Kelas 9.2
No Nama Nilai
1 Ade Aldiyansyah
2 Agustina
3 Aliyah Syafitri
4 Bela Sopiani Miranda
5 Chitya Mulyadi
6 Dhafin Martha 95
7 Dhea Pratiwi
8 Febri Yansyah Putra
9 Galang Cahya Adinata
10 Indah Junita Santri Aulia
11 Intan Maisari
12 Intan Qoinita Sari
13 M. Rendi Putra Deya 90
14 Muhammad Aldo Falefi
15 Muhammad Dzaki Alfarizi
16 Muhammad Saban
17 Nabil Julianto
18 Richa Meylinda
19 Rintan Ayu Lestari 95
20 Salwa Azzila Azzahra
21 Sandri Saputra
22 Sella Agustin
23 Tessa Karinnia
24 Thomas Andrean
25 Tri Septian
26 Vidi Ratu Chosiyah
27 Waldi Wansyah
Kelas 9.3
No Nama Nilai
1 Aldinata Putra
2 Ana Saputri
3 Celvyn Fiir Dana
4 Chelsea Amelia
5 Danu Dwi Yanto
6 Darus Firmansyah
7 Dea Putri Sari
8 Destia Citra Anggraini
9 Ferdian Saputra
10 Intan Erlani
11 Khoirul Imam
12 Lorenza Tiwi Saputri 85
13 Muhammad Afrizal
14 Muhammad Ilyas
15 Parel Pramana Putra 90
16 Putri Ambar Wati 95
17 Putri Rachmadani 95
18 Putri Wulandari
19 Rangga Fachrudin Indra 90
20 Rendhard Simamora
21 Rila Ardana 95
22 Rizky Abipramana
23 Rizky Dwi Rivaldo 90
24 Setia Waty
25 Sinta
26 Vinky Amelia
27 Sastiani
Kelas 9.4
No Nama Nilai
1 Amel Yanti
2 Andri Prayoga
3 Anggun Destriana Fransiska
4 Aninda Novita
5 Armansyah
6 Audy Adestria
7 Daniel Djibriel Ryan 95
8 Diana Saputri
9 Eko Rizki Kurniawan
10 Ilham Ustadi
11 Indi Nurhasanah 90
12 Indra Rama Abimayu
13 Lu’lu Febria Utamie
14 M. Ridwan
15 M. Tegar Nanda Putra
16 Novi Fitriyanti
17 Nurgia 95
18 Panca Wira Agustian
19 Rahmadi Sabda
20 Rendra Aditia Pratama
21 Reno Sastrio
22 Rizki Apriani
23 Rizki Rahmad Dani
24 Searen Zahara Devi 95
25 Selvi Yuliana
26 Sokhbatin Karimah 95
27 Tyara Monica 95