Anda di halaman 1dari 7

Pengertian Pidato Persuasif

Pidato persuasif adalah pidato yang digunakan untuk meyakinkan audiensi atau
pendengar agar percaya hingga mau melakukan sesuatu dalam suatu topik tertentu.
Persuasi adalah bagian dari eksposisi. Eksposisi digunakan untuk meyakinkan
pendengar atau pembaca dengan menyajikan argumen dari satu sudut pandang
yang dibuktikan kebenarannya.

Lalu seperti apa pidato persuasif? Berikut adalah salah satu contoh terbaik dari
pidato yang dibuat untuk memersuasi orang-orang untuk ikut bergerak
memperhatikan dan menyelesaikan masalah pemanasan global (global warming)
yang dibawakan oleh Greta Thunberg di 2019 UN Climate Action Summit atau KTT
Iklim yang diadakan di kantor pusat PBB.

Contoh Pidato Persuasif Greta Thunberg: Pemanasan Global


Aktivis remaja Swedia Greta Thunberg menimbulkan kegemparan di PBB pada hari
Senin, 23 September 2019. Pidatonya sempat viral karena kritik pedasnya atas
kurangnya tindakan para pemimpin dunia terhadap perubahan iklim yang
disebabkan oleh pemanasan global. Berikut adalah naskah pidatonya dipilah
berdasarkan unsur dan struktur isi teks pidato.

Pembukaan

Jika Anda bertanya pada saya, apa pesan saya, maka pesan saya adalah bahwa kami
akan mengawasi Anda. Ini semua salah. Saya seharusnya tidak di sini. Saya
seharusnya berada di kelas sekolah, di seberang lautan sana. Namun Anda semua
datang kepada kami, kaum muda untuk menaruh harapan. Beraninya kau!

Anda telah mencuri impian dan masa kecil saya melalui omong kosong Anda.
Namun Saya adalah salah satu orang yang masih beruntung. Sementara di luar sana,
orang-orang menderita, orang-orang sekarat, seluruh ekosistem runtuh. Kita berada
di awal kepunahan massal, sementara yang bisa Anda bicarakan hanyalah uang dan
dongeng tentang pertumbuhan ekonomi abadi. Beraninya kau!

Isi

Pernyataan posisi

Selama lebih dari 30 tahun, sains sudah membuktikan dengan sangat jelas. Berani-
beraninya Anda terus memalingkan muka dan datang ke sini mengatakan bahwa
Anda sudah melakukan hal yang cukup, ketika jalan politik dan solusi yang
dibutuhkan masih tidak terlihat.
Anda mengatakan bahwa Anda mendengar kami dan Anda memahami urgensi
perubahan iklim. Tetapi tak peduli betapa sedih dan marahnya Saya, Saya tidak
mempercayai semua itu. Karena jika Anda benar-benar memahami situasinya dan
masih terus gagal bertindak, maka Anda semua adalah orang jahat. Dan saya tetap
menolak untuk percaya.

Tahap Argumen

Gagasan populer untuk memangkas emisi udara hingga setengahnya dalam 10


tahun hanya memberi kita peluang 50% untuk tetap berada di bawah suhu 1,5
derajat Celsius, dan memiliki risiko untuk memicu reaksi berantai yang tidak dapat
diubah di luar kendali manusia.

Lima puluh persen mungkin dapat diterima oleh Anda. Tetapi angka-angka itu tidak
termasuk titik kritis, sebagian besar putaran umpan balik, dan pemanasan tambahan
lainnya yang disebabkan oleh polusi udara beracun yang merupakan aspek keadilan
dan hukum iklim. Mereka juga mengandalkan generasi saya yang harus menghisap
ratusan miliar ton CO2 dari udara dengan solusi teknologi yang nyaris tidak ada.

Jadi, risiko 50% sama sekali tidak dapat diterima oleh kami yang harus hidup dengan
konsekuensinya.

Untuk memiliki peluang 67% agar tetap berada di bawah kenaikan suhu global 1,5
derajat, usaha terbaik yang diberikan oleh Panel Antarpemerintah tentang
Perubahan Iklim, dunia masih memiliki 420 gigaton CO2 yang tersisa untuk
dipancarkan kembali pada 1 Januari 2018. Bahkan, saat ini angka itu sudah turun
hingga kurang dari 350 gigaton saja.

Penguatan Pernyataan Posisi

Beraninya Anda berpura-pura bahwa ini semua dapat diselesaikan hanya dengan
“bisnis seperti biasa” dan beberapa solusi teknis kecil lainnya? Dengan tingkat emisi
saat ini, sisa anggaran CO2 akan sepenuhnya hilang dalam waktu kurang dari
delapan setengah tahun.

Tidak akan ada solusi atau rencana yang disajikan sesuai dengan angka-angka ini, di
sini, hari ini, karena angka-angka ini tidaklah cukup. Anda semua seakan masih
belum cukup dewasa untuk mengatakannya dengan apa adanya.

Penutup

Anda mengecewakan kami. Tetapi para pemuda mulai memahami pengkhianatan


Anda. Mata semua generasi mengenai masa depan menuju pada Anda. Dan jika
Anda memilih untuk mengecewakan kami, saya katakan: Kami tidak akan pernah
memaafkan Anda.

Kami tidak akan membiarkan Anda lolos begitu saja. Di sini, saat ini adalah di mana
kita menarik garis. Dunia sedang bangun. Dan perubahan akan datang, suka ataupun
tidak.

Terima kasih.

Analisis Contoh Pidato


Luar biasa menggugah bukan? Poin penting dari pidato di atas, selain menggunakan
data yang akurat untuk menyokong argumen persuasinya adalah bagaimana Greta
memanfaatkan kecaman sebagai motivasi terhadap semua kalangan.

Pidato persuasif Greta pada intinya adalah motivasi ajakan yang menggugah emosi
namun disampaikan melalui cara yang berbeda bagi kedua audiensi. Yakni berupa
ajakan untuk berjuang bersama bagi generasi muda dan kecaman berupa kritik
tajam objektif (berdasarkan data) bagi generasi mapan yang telah menjadi pemimpin
negara.

Terkadang, pidato yang terlalu menggebu-gebu seperti itu kurang cocok atau
pantas untuk dibawakan. Kita dapat melakukan pendekatan lain, misalnya justru
tidak menggugah emosi, namun menggunakan etika melalu sendirian halus yang
lebih elegan namun tetap mengena. Gunakan gaya yang menurut kita lebih cocok
digunakan dengan karakter diri kita sendiri.

Terdapat beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk memersuasi seseorang


atau audiensi selain menggugah emosinya. Berikut adalah penjelasannya.

Cara Memersuasi
Berikut adalah beberapa pendekatan untuk memersuasi audiensi.

1. Etika, gunakan pendekatan etika yang berarti menyentuh audiensi lewat nilai-
nilai moral dan kebenaran yang harus ditegakkan.
2. Emosi, sentuh perasaan audiensi dengan cara membakar semangatnya atau
justru membuat pendengar merasa terharu akan suatu kenyataan.
3. Logika, berarti memanfaatkan logika untuk memberikan efek setuju karena
argumen masuk akal dan dapat dibuktikan secara ilmiah (Kemdikbud, 2017,
hlm.37).
Pada akhirnya, Greta juga sebetulnya menggunakan eksposisi yang berusaha
mengubah sikap atau pandangan seseorang mengenai suatu hal. Dalam hal ini,
pandangan dan sikap tersebut adalah mengenai isu pemanasan global.

Jenis Eksposisi
Selain eksposisi yang digunakan dalam pidato persuasif Greta, terdapat jenis
eksposisi lain pula. Berikut adalah jenis-jenis eksposisi yang dapat digunakan dalam
pidato persuasif.

1. Eposisi yang dapat mengubah sikap orang atau mengubah pandangan orang
tentang suatu hal.
2. Eksposisi yang dimanfaatkan untuk mempromosikan atau menjual produk, jasa
hingga suatu kegiatan atau aktivitas (konser amal, pentas seni, dsb).
3. Eksposisi yang digunakan untuk membela suatu kasus tertentu.

Tujuan Pidato Persuasif


Pidato persuasif bertujuan untuk meyakinkan pendengar atau audiensi untuk
melakukan sesuatu. Contoh nyatanya adalah bagaimana pidato Greta di atas
menginginkan audiensinya agar mengubah pandangan, sikap dan tindakan para
pemimpin agar lebih memperhatikan kembali mengenai isu pemanasan global.
Pidato persuasif adalah cara yang efektif untuk mengubah dan menggugah audiensi.

Unsur Pidato Persuasif


Untuk mencapai tujuan pidato persuasif, dibutuhkan keutuhan unsur-unsur yang
membentuk pidato itu sendiri. Berikut adalah unsur-unsur yang harus diperhatikan
agar menciptakan pidato persuasif yang baik. Tentunya, unsur-unsur ini juga dapat
dikaji jika kita ingin menyimpulkan dan mengidentifikasi pidato persuasif (reverse
engineering).

1. Pembukaan
Misalnya, apakah pidato yang kita buat memiliki pembukaan kuat yang dapat
menarik perhatian pendengar? Terdapat lima aspek yang harus diperhatikan dari
pembukaan:

 Merebut perhatian
Merebut perhatian audiensi tetap harus dilakukan agar pesan yang kita
sampaikan benar-benar didengar dengan seksama.
 Hubungan dengan audiensi
Berarti menggunakan sesuatu (kisah) yang membuat audiensi terkait dan
merasakan apa yang dimaksud oleh pembawa pidato (relatable).
 Kelayakan
Tunjukkan bahwa kita sebagai pembicara pidato layak berbicara mengenai topik
yang dibawakan. Beri tahu pengalaman atau kemampuan yang kita miliki dengan
cara yang santun dan data nyata tanpa menjadi sombong.
 Tujuan
Jelaskan apa yang kita harapkan setelah pidato selesai dibawakan atau dibacakan.
 Peta jalan
Berarti memberitahukan apa sajak pokok pikiran yang akan dibawakan dalam
pidato.

2. Isi
Pastikan setiap isi terpilah sebagai pokok pikiran yang selalu disertai alasan logis,
meyakinkan dan didukung oleh data yang memadai dan valid. Susun secara logis,
gunakan sumber tepercaya, contoh nyata yang membuat audiensi terkait dengan
kehidupan sehari-harinya (relatable).

3. Penutup
Penutup sebaiknya dibuat dengan menarik dan mampu meninggalkan kesan,
sehingga isi pidato akan diingat dengan lebih baik oleh audiensi (Kemdikbud, 2017,
hlm.38).

Struktur Isi Pidato Persuasif


Karena pidato persuasif termasuk ke dalam teks eksposisi. Maka dari itu, teks ini
umumnya dimulai dengan pendahuluan yang memberikan pernyataan posisi yang
memberikan pendapat atau sudut pandang pengarang. Berikut adalah penjelasan
dari masing-masing strukturnya.

1. Pernyataan posisi
Merupakan pendapat atau pendirian yang digunakan penulis untuk mengulas suatu
persoalan. Misalnya, apa posisi pelaku pidato terhadap suatu persoalan? apakah
menjadi korban, ahli, atau hanya seseorang yang peduli terhadap persoalan itu?
Untuk membuat pernyataan posisi yang kuat, kita dapat mempertanyakan beberapa
poin di bawah ini.

 Siapa yang akan diyakinkan?


 Apa yang akan diyakinkan? (mengubah pandangan? sikap? perilaku?)
 Jenis argumen apa yang akan menarik perhatian mereka? (etika akan jauh lebih
berpengaruh pada kaum tertentu di masyarakat, sementara untuk kalangan
akademik harus lebih logis dan realistis).
 Apakah pernyataan sudah menyatakan posisi dengan jelas?
2. Tahap Argumen
Argumen yang dibuat harus diterangkan secara logis dan dibuktikan dengan alasan,
contoh, bukti pakar, dan data atau informasi statistik yang kuat.

3. Penguatan Pernyataan Posisi


Berarti Pada bagian ini, letak argumen ditonjolkan. Simpulan posisi berdasarkan
argumen yang telah disajikan memperkuat posisi. Tahapannya mencakup:

 Memperkuat pernyataan posisi dan menekankan pikiran utama dengan


penggunaan suara, nada tinggi-rendah, mimik, bahasa tubuh, dan gestur yang
sesuai dengan argumen.
 Argumen dikembangkan secara logis dan didukung oleh bukti-bukti, tidak hanya
berdasarkan emosi dan intuisi.
 Tabel, gambar, diagram atau foto bukti dari data sumber dapat digunakan untuk
menghasilkan pernyataan yang lebih kuat (Kemdikbud, 2017, hlm.45).

Ciri-Ciri Kebahasaan Pidato Persuasif (Teks Eksposisi)


Lagi-lagi, karena teks pidato persuasif adalah bagian dari teks eksposisi, maka ciri
kebahasaan juga berdasarkan ciri kebahasaan teks eksposisi. Berikut adalah
penjabaran ciri ciri kebahasaan pidato persuasif dalam (Kemdikbud, 2017, hlm.46).

1. Nominalisasi (Pembendaan)
Nominalisasi adalah proses tata bahasa yang mengubah kata benda, kerja, dan sifat
menjadi kata benda. Proses ini berfungsi untuk menghubungkan makna
antarkalimat. Contohnya: (a) Pemerintah akan memberlakukan Undang-Undang
Antikekerasan. (b). Pemberlakuan tersebut melegakan banyak pihak di negeri ini.
Kalimat (a) dan (b) saling berhubungan melalui kata memberlakukan-pemberlakuan.

2. Bentuk Pasif dan Kata Ganti Orang


Teks eksposisi umumnya ditulis tidak menggunakan bentuk orang pertama (aku),
namun menggambarkan sebagai anggota masyarakat atau yang berwenang dalam
suatu tatanan masyarakat (hamba masyarakat). Misalnya: “Ini harus dihentikan” agar
terdengar formal dan tidak menjadi pihak yang angkuh dan dapat menghentikannya
sendiri.Kata ganti orang juga dihilangkan, agar tidak menyudutkan salah satu orang
atau instansi tertentu. Biasanya, kata ganti orang yang digunakan adalah: “dia,
mereka, bangsa, warga negara”.

3. Kosa Kata

 Kosakata yang sering digunakan adalah istilah teknis, kemudian sinonim sering
digunakan untuk menghindari pengulangan kata yang membuat kalimat terlalu
kaku.
 Rantai kata, berarti banyak menggunakan pasangan kata (sinonim dan antonim),
serta rumpun kata yang berkaitan satu saa lain seperti tanah, regenarsi, dan
sumber daya alam.
 Kata benda abstrak, seperti kegembiraan, takut dan kata teknis seperti spesies
dan genus.
kata emotif digunakan untuk memancing perasaan audien seperti:
menghancurkan, luar biasa, menyedihkan, dsb.
 Kata tugas, sebagai konjungsi seperti: sebagai tambahan, karena, sebab, sebagai
hasil dari, di pihak lain, dsb.
 Kata tugas, sebagai pencipta kohesi atau keterpautan bentuk seperti: seperti,
sebab, oleh karena itu, maka, dsb.
 Alasan untuk tindakan berupa konjungsi antarkalimat: hal yang mirip,
bagaimanapun, alasan pertama.

Langkah Menulis Pidato Persuasif (Persiapan Menulis Pidato


Persuasif)
Menulis pidato persuasif berarti melaksanakan persiapan yang matang sebelum
menulisnya. Berikut adalah persiapan menulis pidato persuasif.

1. Pelajari Topik
Ketahui dan pelajari topik yang akan disampaikan. Lakukan kajian sebanyak
mungkin hal-hal yang berkaitan dengan topik tersebut. Luangkan waktu untuk
membaca buku mengenai topik yang akan disampaikan. Catat berbagai data dan
sumber penting yang dapat digunakan untuk memperkuat argumen.
2. Pahami Tujuan
Pastikan tujuan yang ingin dicapai dapat dipahami dan sesuai dengan urgensi
topik.
3. Pahami Audiensi
Pelajari siapa audiensi yang akan mendengarkan pidato, setiap audiensi memiliki
kebutuhan tersendiri.