Anda di halaman 1dari 3

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS


Angkatan : 34
Mata Pelatihan : Nasionalisme
Widyaiswara : Drs. Muhammad Winarno, M.M
Nama Peserta : Eka Wahyudi
Nomor Presensi : 11
Lembaga Penyelenggara Pelatihan : Pusdiklat Pegawai Kemendikbud

A. Pokok Pikiran
1. Pengertian
Nasionalisme adalah suatu sikap politik dari masyarakat suatu bangsa yang mempunyai kesamaan
kebudayaan, dan wilayah serta kesamaan cita-cita dan tujuan, dengan demikian masyarakat suatu
bangsa tersebut merasakan adanya kesetiaan yang mendalam terhadap bangsa itu sendiri.
ASN yang berorientasi pada kepentiangan publik. ASN merupakan aparatur profesional yang
berorientasi pelayanan publik dan aturan perundang-undangan dengan berdasarkan kompetensi yang
dimiliki.
Implementasi Pengertian Kebijakan Publik
a. Kebijakan publik berorientasi pencapaian tujuan
b. Kebijakan pola tindakan pemerintah
c. Kebijakan sebagai respon tuntutan kebijakan
d. Kebijakan secara aktual
e. Kebijakan publik bersifat positif dan negatif

2. Kualitas Pelayanan ASN


a. Ketepatan waktu
b. Akurat
c. Sopan dan ramah
d. Tanggung jawab
e. Lengkap
f. Kemudahan pelayanan
g. Variasi model
h. Pelayanan pribadi
i. Kenyamanan pelayanan
j. Atribut pendukung pelayanan

3. Kode Etik dan Prilaku ASN


a. Jujur, tanggung jawab, integritas tinggi
b. Cermat dan disiplin
c. Hormat, sopan dan tanpa tekanan
d. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan
e. Sesuai perintah atasan
f. Kerahasiaan
g. Penggunaan Barang milik negara dan kekayaan secara efektif dan efisien
h. Menghindari konflik kepentingan
i. Informasi yang akurat
j. Tidak menyalahkan jabatan
k. Menjaga reputasi dan integritas ASN
l. Melaksanakan perundangan disiplin ASN
4. Contoh Kasus dan Profil Tokoh

Nama Lengkap : Sutomo


Tempat Lahir : Surabaya, Jawa Timur
Tanggal Lahir : 03 Oktober 1920
Agama : Islam
Kebangsaan : Indonesia
Dikenal : Sebagai Pahlawan Indonesia

Bung Tomo adalah salah satu tokoh yang memiliki jiwa nasionalis yang sangat tinggi. Beliau
dibesarkan dalam keluarga kelas menengah, dan juga keluarga yang sangat menghargai dan
menjunjung tinggi pendidikan. Bung Tomo adalah pahlawan yang berasal dari kota Surabaya. Beliau
memiliki jasa besar terhadap upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, yaitu pada saat
melawan penjajah yang ingin kembali menjajah Indonesia tepatnya di kota Surabaya. Beliau berhasil
menjadi orator dan membakar semangat arek-arek Suroboyo untuk melawan kembalinya penjajah
yang kita kenal dengan pertempuran 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Beliau menjadi salah satu Pemimpin yang sangat penting, karena ia berhasil menggerakkan dan
membangkitkan semangat rakyat Surabaya, yang pada waktu itu Surabaya diserang habis-habisan
oleh pasukan Inggris yang mendarat untuk melucutkan senjata tentara pendudukan Jepang dan
membebaskan tawanan Eropa.
Nilai-nilai Nasionalisme yang tertanam pada beliau adalah:
1. Sosok yang sangat religius, hal ini tertanam di tengah keluarganya sejak kecil melahirkan
ketaatan dalam jiwa Bung Tomo kepada Allah SWT.
2. Hormat dan integritas tinggi sesuai perintah atasan
3. Bung Tomo juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Selama menjadi pejabat negara,
pahlawan Surabaya ini dikenal dekat dengan rakyat dan memiliki hidup yang sederhana. Bung
Tomo tidak mau menempati istana atau rumah dinas meskipun itu menjadi salah satu fasilitas
yang berhak diperolehnya. Bung Tomo tetap tinggal di rumahnya yang sederhana.
4. Sebagai tokoh nasionalis, beliau meminta nasehat dan berkonsultasi dengan para tokoh-tokoh
berpengaruh pada waktu itu.
5. Sosok Bung Tomo yang tangguh, pejuang andal, kritis dan cerdas juga tak lepas dari keluarga
yang peduli pendidikan. Pendidikan tersebut mulai dari gotong royong, tenggang rasa, agama,
umum, perjuangan, keikhlasan, termasuk kesederhanaan.
6. Sebagai kepemimpin pergerakan pemuda beliau mempunyai integritas yang tinggi, kata-katanya
jelas dan terarah dan tepat sasaran.
7. Penuh Semangat : beliau berjuang tanpa pamrih demi kepentingan bangsa dan negara.
8. Totalitas dan bersungguh-sungguh dalam meraih apa yang dicita-citakan.
9. Cinta Tanah air
10. Tidak menghalalkan segala cara ketika bertempur di medan perang, pahlawan Surabaya ini tidak
menghalakan segala cara untuk menang. Bung Tomo memerintahkan kepada pasukannya untuk
tidak menembak sebelum pihak musuh menembak lebih dulu. Sikap ini bisa kita aplikasi dalam
kehidupan sehari-hari, yaitu dengan tidak menyerang, memusuhi, atau bersikap buruk kepada
orang lain tanpa alasan tertentu serta menghindari konflik kepentingan.
B. Penerapan
Jurusan merupakan unsur pelaksana akademik utamanya di Politeknik Negeri Ketapang yang
menjalankan sebagian tugas dan fungsi Politeknik yang berada di bawah Direktur dan
bertanggungjawab langsung kepada Direktur serta pembinaan sehari-hari dilakukan oleh Wakil Direktur
1 bidang akademik.
Sebagai seorang dosen di Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Ketapang yang tugas utamanya
menjalankan Tri Dharma Perguruan tinggi yakni Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada
Masyarakat, dalam hal ini peserta (saya) diberikan amanah untuk menjalankan tugas tambahan yaitu
sebagai Ketua Jurusan di Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Ketapang.
Sebagai ketua jurusan harus mengamalkan nilai-nilai nasionalisme yang tertuang dalam pelaksana
kebijakan publik, sebagai pelayan publik dan sebagai perekat dan pemersatu bangsa.
1. Sebagai Pelaksana Kebijakan Publik
Pengabdian kepada negara bukan cita-cita melainkan amanah yang harus dijalan. Sebagai ketua
jurusan saya sebagia pelakasana akan melaksanakan hal-hal sebagai berikut:
a. Kebijakan publik dirumuskan dengan penuh tanggung jawab, jujur dan cermat
b. Selalu melakukan pengawasan dan penilaian
c. Harus mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat
d. Harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi kepentingan publik
e. Harus berintegritas tinggi
2. Sebagai Pelayan Publik
Dalam mengimplementasi pelayanan publik bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat saya sebagai
pelayan publik mengimplementasian kebijakan dilakukan sebagai berikut:
a. Mengedepankan aspek kejujuran, sopan, ramah, sederhana, tanggung jawab, integritas tinggi,
Cermat dan disiplin
b. Melayani sesuai dengan peraturan perundang-undangan, sesuai perintah atasan, informasi yang
akurat, tanggung jawab, kemudahan pelayanan dan kenyamanan pelayanan, ketepatan waktu, ,
dan pelayanan pribadi.
c. Menggunakan Barang milik negara dan kekayaan secara efektif dan efisien serta tidak
menyalahkan jabatan
d. Menghindari konflik kepentingan didalam internal Jurusan
e. Menjaga reputasi dan integritas sebagai ASN sesuai perundang-undangan yang berlaku ASN
3. Sebagai Perekat dan Pemersatu Bangsa
Sebagai dosen sekaligus ketua jurusan saya harus dapat menjaga dari sifat integritas dan egoisme,
tidak menyalahgunakan jabatan yang tidak merugikan orang lain. Wujud nyata perilaku dalam
kehidupan sehari-hari dilingkungan kerja yaitu :
a. Mengedepankan kejujuran, sopan, ramah, sederhana dalam berprilaku dikampus.
b. Mendorong terciptanya suasana kondusif dilingkungan jurusan
c. Bersikap adil tidak membeda-bedakan ras, suku, dan golongan dan menganggap rekan kerja
adalah keluarga.
d. Selalu mementing kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi

Sumber:
https://manado.tribunnews.com/2019/11/04/profil-bung-tomo-pahlawan-pembangkit-semangat-rakyat-
indonesia-pada-pertempuran-10-november-1945
https://id.wikipedia.org/wiki/Sutomo
https://sejarahlengkap.com/tokoh/biografi-bung-tomo
https://tawangsarikampoengsedjarah.wordpress.com/tag/biografi-bung-tomo-pahlawan-indonesia/
https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwj
3w_qQjsrrAhXEV30KHanHC50QFjANegQIBhAB&url=https%3A%2F%2Fwww.viva.co.id%2Fsiap
a%2Fread%2F157-sutomo&usg=AOvVaw2vFpby6jOybAc0F4OVrE-G

Anda mungkin juga menyukai