Anda di halaman 1dari 3

TUGAS M2

ALJABAR DAN PROGRAM LINEAR


NAMA : ALFRIDA, S.Pd
INSTANSI : SMA NEGERI 1 TEMINABUAN
KABUPATEN : SORONG SELATAN
Penyelesaian
1. a. Berdasarkan Teorema 2.1.6 (Algoritma Pembagian Bilangan Bulat)
1488 = 868.1 + 620
868 = 620.1 + 248
620 = 248.2 + 124
248 = 124.2 + 0
Sehingga didapat FPB (1488,868) adalah 124
b. Berdasarkan Teorema 2.1.9
124 = 620 – 248.2
124 = 620 – (868 – 620). 2
124 = 620. 3– 868. 2
124 = (1488 – 868.1).3 – 868.2
124 = 1488.3 – 868.5
Sehingga berdasarkan teorema diatas,
FPB (1488,868) = 124 >>>> 124 = 1488.3 – 868.5
Didapat m = 3 dan n = –5
c. Berdasarkan Teorema 2.1.14
1488 x 868
KPK [ 1488,868 ] =
FPB(1488,868)
1488 x 868
KPK [ 1488,868 ] =
124
KPK [ 1488,868 ] =10416
2. a. Akan ditunjukkan bahwa untuk setiap nilai a, maka SPL tersebut selalu konsisten.
 Untuk a = 0

SPL {ax−2 y=0


3 x + y=0
(0)x – 2y = 0 , sehingga y = 0
3x + 0 = 0 ,, sehingga x = 0
Ini berarti SPL diatas memiliki solusi x = 0 dan y = 0
 Untuk a ≠ 0

SPL {ax−2 y=0


3 x + y=0
2y
ax−2 y=0 ⇔ x=
a
substitusi ke persamaan ke 2:
3 x+ y=0

3 ( 2ay )+ y=0
6 y ay
+ =0
a a
y ( 6+ a )
=0
a
y=0
Ini berarti SPL diatas memiliki solusi x = 0 dan y = 0
Karena untuk kedua kondisi, yaitu untuk a = 0 dan a ≠ 0 SPL tersebut memiliki solusi, maka
SPL tersebut selalu konsisten.

b. Suatu SPL mempunyai solusi trivial apabila minimal mempunyai penyelesaian nol. Pada

bagian a telah diperlihatkan untuk a ≠ 0, SPL {ax−2 y=0


3 x + y=0
memiliki solusi x = 0 dan y = 0

Jadi SPL {ax−2 y=0


3 x + y=0
memiliki solusi trivial jika a ≠ 0

c. Suatu SPL mempunyai tak berhingga banyak solusi apabila determinan matriks
koefisiennya adalah 0.

Det A = |a3 −21 |


0=a−(−6)
a=−6

Jadi SPL {ax−2 y=0


3 x + y=0
akan mempunyai tak berhingga banyak solusi jika a = −¿6

3. Akan dibuktikan bahwa semua basis dari suatu ruang vektor berdimensi hingga mempunyai
banyak vektor yang sama.
Ambil sembarang vektor X, Y ∈V n sedemikian sehingga X dan Y merupakan basis dari V n
X ={ x 1 , x 2 , x 3 … x m } dan Y = { y 1 , y 2 , y 3 … y n } dengan X dan Y merupakan basis dari V n
X basis maka X bebas linear dan Y basis maka Y bebas linear

X basis dan Y bebas linear maka m≤n. .. .. .(i)

Y basis dan X bebas linear maka n≤m.....( ii )


Dari (i) dan (ii) maka m = n.
Karena banyak vector X = m sama dengan banyak vector Y = n, maka terbukti bahwa semua
basis dari suatu ruang vector berdimensi hingga mempunyai banyak vector yang sama.

4. Akan dibuktikan bahwa masalah program linear berikut ini merupakan kasus penyelesaian
tidak terbatas.
𝑀𝑎𝑘𝑠:𝑍 = 3𝑥 − 4𝑦 + 3𝑧
−𝑥 + 𝑦 + 𝑧 ≤ −3
h.m −2𝑥 − 3𝑦 + 4𝑧 ≤ −5
−3𝑥 + 2𝑦 − 𝑧 ≤ −3
𝑥,y,𝑧 ≥ 0
 Masukkan variable slack
Z= 3x – 4y + 3z + 0S1 + 0S2 + 0S3
–x + y + z + S1 + 0S2 + 0S3 = –3
–2x – 3y + 4z + 0S1 + S2 + 0S3 = –5
–3x + 2y – z + 0S1 + 0S2 + S3 = –3
 Membuat tabel simplex
Cj 3 -4 3 0 0 0 0

ć i x j x́ i x y z S1 S2 S3 bi Ri
0 S1 -1 1 1 1 0 0 -3 -3

0 S2 -2 -3 4 0 1 0 -5 5
3
0 S3 -3 2 -1 0 0 1 -3 −3
2
Zj 0 0 0 0 0 0 0

Z j−C j 3 -4 3 0 0 0 0

Operasi Baris Elementer :


B2= B2 +3B1 ; B3=B3−2 B1
5 y -1 1 1 1 0 0 -3

0 S2 -5 0 5 3 1 0 -14

0 S3 -1 0 -3 -2 0 1 3
Zj
-5 5 5 5 0 0 -15

Z j−C j -8 8 2 5 0 0 -15

Karena a ik  0 untuk setiap k, maka tabel tidak dapat diteruskan, program linier tidak mempunyai
penyelesaian optimum, fungsi sasaran Z tak terbatas.
5. Akan dibuktikan bahwa jika G grup komutatif dengan elemen identitas e, maka H = {x ∈ G |
x2 = e} merupakan subgrup G.
Karena e ∈G berarti e2 = e . e = e ∈ H jadi H tak kosong.
Ambil sembarang p, q ∈ H
Maka p2=e dan q 2=e
Akan ditunjukkan bahwa p q−1 ∈ H
Maka
2 2 −1
( p q−1 ) =( p q−1 )( p q−1 )= p2 ( q−1 ) = p2 ( q2 ) =e . e−1=e
Sehingga p q−1=e
terlihat e ∈ H
maka terbukti bahwa pq−1 ∈ H sehingga dapat disimpulkan bahwa H subgraf G.

Anda mungkin juga menyukai