Anda di halaman 1dari 9

Listrik statis (elektrostatika)

1. Listrik statis dan muatan listrik

Listrik statis adalah kumpulan muatan listrik dalam jumlah tertentu yang


tetap (statis), ketidakseimbangan muatan listrik di dalam atau permukaan benda.

Muatan listrik akan tetap ada sampai benda kehilangan dengan cara sebuah arus
listrik melepaskan muatan listrik.

Disimpulkan dari hal ini bahwa listrik statis berhubungan dengan gejala kelistrikan
yang diam alias tidak mengalir.

Listrik statis tidak bisa mengalir dari satu tempat ke tempat lain atau hanya bisa ada
sekejap pada suatu tempat, berbeda dengan Listrik Dinamis.

Konsep Dasar Listrik Statis


Gambar elektron

Kejadian seperti kenapa potongan kertas kecil bisa berinteraksi dengan penggaris
yang telah digosok-gosok bisa dijelaskan dengan konsep dasar listrik
statis (muatan listrik) ini.

Karena berbicara mengenai listrik tentu tidak akan lepas dari muatan listrik, listrik
statis (electrostatic) membahas muatan listrik yang ada dalam keadaan statis
(diam).

Muatan listrik muncul karena adanya perpindahan elektron dari satu benda ke
benda lain. Terdapat 2 muatan listrik yaitu muatan positif dan muatan
negatif.

Dikatakan bermuatan positif apabila proton lebih banyak daripada


jumlah elektron, dan begitupun sebaliknya. Sedangkan benda yang tidak memiliki
muatan disebut netral.

Benda yang mempunyai muatan yang sejenis akan saling tolak-menolak ketika
didekatkan satu sama lain, sebaliknya benda yang mempunyai muatan yang berbeda
akan saling tarik-menarik.

Interaksi yang terjadi antar muatan listrik bisa dijelaskan dengan Gaya Coulomb,

2. Hukum Coulomb
Pengertian Hukum Coulomb
Ilmu Listrik dan Ilmu Elektronika adalah sebuah ilmu yang mempelajari mengenai
fenomena fisika yang berhubungan pada aliran muatan listrik. Muatan listrik adalah
muatan dasar yang berada pada suatu benda, yang membuat sebuah benda
tersebut mengalami gaya pada benda lain yang juga mempunyai muatan listrik dan
berada dalam jarak yang sangat berdekatan. Satuan Muatan Listrik ialah Coulomb
yang umumnya dilambangkan menggunakan huruf C. Sedangkan pada Muatan
Listrik dilambangkan dengan huruf Q pada Rumus-rumus Elektronika.

Istilah Coulomb berasal dari seorang ahli fisika Perancis yang menjadi penemunya
bernama Charles Augustin de Coulomb, bahwa dalam teorinya berisikan Muatan
listrik pada dasarnya terdiri dari dua jenis yakni muatan positif (+) dan muatan
negatif (-). Pada dua muatan tersebut akan terjadi sebuah interaksi tarik menarik
dalam muatan yang berbeda jenis sedangkan akan terjadi interaksi tolak-menolak
antara muatan yang sama jenis. Teori itulah sampai saat ini dikenal dengan Hukum
Coulomb (Coulomb Law). Hukum Coulumb ini lah pertama kali dipublikasikan pada
tahun 1784 oleh Charles Augustin de Coulumb seorang ahli fisika berasal dari
negara Perancis.

Bunyi Hukum Coulomb


Dari hasil percobaan yang telah dilakukan oleh Charles Augustin de Coulomb, yang
mengatakan bahwa:

Besarnya gaya tarik-menarik dan tolak-menolak oleh dua benda yang mempunyai
muatan listrik sejenis akan berbanding lurus pada muatan masing-masing benda
dan berbanding terbalik pada kuadrat jarak pada dua benda tersebut.

Gambar muatan

Pada saat dua muatan sejenis didekatkan satu sama lain, maka akan terdapat gaya
yang saling tolak menolak yang mencegah kedua muatan tersebut bersatu. Namun
berbeda dengan dua buah muatan yang berbeda muatan ketika didekatkan akan
muncul gaya saling tarik-menarik. Gaya tarik-menarik dan tolak-menolak ini sering
disebut dengan gaya elektrostatis.

Rumus Hukum Coulomb


Pertanyaan Charles Augustin de Coulomb saat ini telah dikenal dengan Hukum
Coulomb dengan persamaan sebagai berikut:

Gambar rumus coulomb

Keterangan:
Fc = gaya tarik-menarik atau tolak-menolak pada satuan Newton (N)
Q1 = besar muatan pertama pada satuan Coulomb (C)
Q2 = besar muatan kedua pada satuan Coulomb (C)
r = jarak antara 2 benda muatan pada satuan meter (m)
k = konstanta pembanding besarnya adalah 9 × 10 pangkat 9 Nm2/C2
3. Medan listrik

Pengertian Medan Listrik


Medan listrik, medan listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh adanya
muatan listrik, seperti elektron, ion atau proton dalam ruangan yang ada di
sekitarnya. Medan listrik memiliki satuan N/C (dibaca Newton/coulomb).

Medan listrik sering kali dipelajari dalam bidang fisika dan bidang terkait dan
secara tidak langsung juga di bidang elektronika yang telah memanfaatkan
medan listrik ini dalam kawat konduktor (kabel).

Sedangkan pengertian yang lain, medan listrik adalah ruangan di sekitar


benda bermuatan listrik, di mana jika suatu benda bermuatan listrik berada di
dalam ruangan tersebut akan mendapat gaya listrik (gaya Coulomb).

Medan listrik ini juga termasuk medan vektor, sehingga untuk menyatakan
arah medan listrik dinyatakan sama dengan arah gaya yang dialami oleh
muatan positif jika berada dalam sembarang tempat di dalam medan tersebut.

Adapun arah medan listrik yang ditimbulkan benda bermuatan positif


dinyatakan keluar dari benda, sedangkan arah medan listrik yang ditimbulkan
benda bermuatan negatif dinyatakan masuk ke benda.

Untuk menggambarkan medan listrik digunakan garis-garis gaya listrik, yaitu


garis lengkung yang dibayangkan sebagai intasan yang ditempuh oleh
muatan positif yang bergerak dalam medan listrik Dan Garis gaya listrik tidak
mungkin berpotongan, Karena garis gaya listrik merupakan garis khayal yang
berawal dari benda bermuatan positif dan akan berakhir di benda yang
bermuatan negatif. Gambar berikut ini menggambarkan garis-garis gaya listrik
di sekitar benda bermuatan listrik.

Gambar muatan

Kuat Medan Listrik


Kuat medan listrik yang berada di suatu titik dalam medan listrik didefinisikan
sebagai gaya per satuan muatan listrik di titik tersebut. Kuat medan listrik
dinyatakan dengan lambang E. Kuat medan listrik ini karena dipengaruhi oleh
besarnya muatan sumber dan jarak benda (muatan yang diuji).

Lalu, Kuat medan listrik di rumuskan sebagai besarnya gaya Coulomb untuk
setiap satuan muatan. Secara matematis rumus medan listrik yaitu:

Gambar rumus Medan listrik


Keterangan:
E = kuat medan listrik (N/C)
F = gaya coulomb (F)
q = muatan uji (C)

Dari arah kuat medan listrik yang dialami muatan uji bergantung pada jenis
muatan uji dan muatan sumber. Jika positif dan negatif bertemu maka akan
tarik menarik namun jika jenis muatannya sama akan tolak menolak. Berikut
ilustrasi selengkapnya:

Gambar ilustrasi Medan listrik

Rumus Medan Listrik


Apabila Diketahui rumus gaya coulomb antara muatan sumber Q dengan
muatan uji q adalah:

Rumus Medan listrik

Maka rumus medan listrik menjadi:

Rumus Medan listrik

Keterangan
E = kuat mendan litrik (N/C)
Q = muatan sumber (C)
r = . Jarak muatan uji dengan muatan sumber (m)

Kuat Medan Listrik Oleh Beberapa Muatan


Apabila suatu muatan uji ternyata dipengaruhi oleh beberapa muatan listrik,
bagaimana cara menghitung medan listrik total yang dialami oleh muatan uji
tersebut? yakni ada dua kemungkinan, muatan yang mempengaruhi muatan
uji bisa segaris atau membentuk sudut (tidak segaris).

 Resultan Medan Litrik yang Segaris


Apabila Titik B berada di antara muatan Q1 dan Q2 yang terletak segaris. Jadi
ada dua medan listik yang timbul masing-masing oleh Q1 dan Q2. E1
merupakan kuat medan listrik karena pengaruh muatan Q1 dirumuskan:

Rumus E1

E2 merupakan medan listrik karena pengaruh muatan Q2, dirumuskan:

Rumus E2
Besar kuat medan listrik yang dialami oleh B adalah merupakan resultan
vector dari E1 dan E2, dirumuskan:

Rumus Eb

Hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan rumus diatas yaitu jenis
muatan sumber dan muatan uji. Hal tersebut dapat menentukan (+) dan (–)
dari medan listrik yang dialami.

 Resultan Medan Listrik yang Tidak Segaris


Gambar resultan gaya

Dari gambar di atas, titik A berada dalam pengaruh medan listrik dari muatan
Q1 dan Q2, sehingga antara titik Q1, A, dan Q2 membentuk sebuah sudut
apit dengan nilai tertentu. Kemudian Total kuat medan listrik yang dialami oleh
titik A adalah resultan dari vector E1 dan E2. Untuk menentukan besarnya
digunakan rumus resultan vektor.

Gambar Ea

4. Energi potensial listrik dan potensial listrik

Energi Potensial Listrik

Besarnya energi yang diperlukan untuk memindahkan muatan dalam medan


listrik bergantung pada besar muatan yang dipindahkan dan jarak
perpindahannya.

Perhatikanerhatikan gambar berikut

Rumus potensial listrik statis

Muatan q2 terletak pada titik T dalam medan listrik yang dihasilkan oleh
muatan q1. Jarak antara titip T yang ditempai muatan q1 dengan muatan q2
adalah r.

Besarnya Energi potensial EP yang dimiliki oleh muatan q2 di titik T yang


berjarak r dari muatan q1 dapat dinyatakan dengan persamaan rumus berikut:
EP = k (q1 x q2)/r

Dengan keterangan:

EP = energi potensial di suatu titik T dalam medan listrik (Joule)

k = Konstanta = 9 × 109 N m2C-2

q1 = muatan listrik sebagai sumber medan listrik (Coulumb)

q2 = muatan listrik di suatu titik T dalam medan lsitrik (Coulumb)

r = jarak titik T ke muatan q1 (m)

Potensial Listrik

Energi potensial EP per satuan muatan positif disebut potensial listrik, dan
diberi lambang dengan huruf kapital V.

Perhatikan gambar berikut:

Gambar rumus potensial listrik

Potensial listrik pada suatu titik T dalam medan listrik yang berjarak r dari
muatan q1 dinyatakan dengan persamaan rumus berikut:

VP = EP/q2
Substitusikan persamaan Energi potensial EP ke persamaan potensial listrik
VP sehingga persamaan rumusnya menjadi seperti berikut:

VP = k (1/q2) x (q1 x q2)/r

Dengan demikian, potensial listrik VP di titip T dapat dinyatakan dengan


persamaan berikut

VP = k (q1/r)

Dengan keterangan:

VP = potensial listrik di suatu titik T (Joule/Coulomb = volt)

Dari persamaannya diketahui bahwa potensial listrik VP di titik T hanya


tergantung pada muatan q1 dan jarak r, tidak tergantung pada muatan q2. Ini
artinya potensial listrik di titik T adalah nilai potensial listrik dari muatau q1,
bukan potensial listrik dari muatan q2.

Dengan demikian, Walaupun muatan q2 diletakan tepat di titik T, namun nilai


potensi listrik VP dari muatan q1 di titik T tidak akan terpengaruh.

5. Kapasitor

Kapasitor adalah sebuah benda yang dapat menyimpan muatan listrik. Benda ini terdiri
dari dua pelat konduktor yang dipasang berdekatan satu sama lain tapi tidak sampai
bersentuhan. Benda ini dapat menyimpan tenaga listrik dan dapat menyalurkannya
kembali, kegunaannya dapat kamu temukan seperti pada lampu flash pada camera,
juga banyak dipakai pada papan sirkuit elektrik pada komputer yang kamu pakai
maupun pada berbagai peralatan elektronik.

Kapasitor [C] gambaran sederhananya terdiri dari dua keping sejajar yang memiliki
luasan [A] dan dipisahkan dengan jarak yang sempit sejauh [d]. Seringkali kedua keping
tersebut digulung menjadi silinder dengan sebuah insulator atau kertas sebagai pemisah
kedua keping. Pada gambar rangkaian listrik, simbolnya dinotasikan dengan:

[Simbol]

Berbagai tipe kapasitor, (kiri) keping sejajar, (tengah) silindris, (kanan) gambar beberapa
contoh asli yang digunakan pada peralatan elektronik.

Gambar tipe kapasitor

Perlu kamu ketahui bahwa walaupun memiliki fungsi yang hampir sama, namun baterai
berbeda dengan kapasitor. Kapasitor berfungsi hanya sebagai penyimpan muatan listrik
sementara, sedangkan baterai selain juga dapat menyimpan muatan listrik, baterai juga
merupakan salah satu sumber tegangan listrik. Karena baterai perbedaan itu, baterai
juga memiliki simbol yang berbeda pada rangkaian listrik. Simbol baterai dinotasikan
dengan:

[Simbol baterai]
Contoh penggunaan kedua simbol tersebut pada rangkaian listrik:

Kamu dapat mencari nilai kapasitas atau kapasitansi suatu kapasitor, yakni jumlah
muatan listrik yang tersimpan. Untuk bentuk paling umum yaitu keping sejajar,
persamaan kapasitansi dinotasikan dengan:

Dimana:
C = kapasitansi (F, Farad) (1 Farad = 1 Coulomb/Volt)
Q = muatan listrik (Coulomb)
V = beda potensial (Volt)
Nilai kapasitansi tidak selalu bergantung pada nilai   dan  . Besar nilai kapasitansi
bergantung pada ukuran, bentuk dan posisi kedua keping serta jenis material
pemisahnya (insulator). Nilai usaha dapat berupa positif atau negatif tergantung
arah gaya terhadap perpindahannya. Untuk jenis keping sejajar dimana keping sejajar
memiliki luasan [A] dan dipisahkan dengan jarak [d], dapat dinotasikan dengan rumus: X

Dimana:
A = luasan penampang keping (m2)
d = jarak antar keping (m)
 = permitivitas bahan penyekat ( )
Jika antara kedua keping hanya ada udara atau vakum (tidak terdapat bahan penyekat),
maka nilai permitivitasnya dipakai  .
Muatan sebelum disisipkan bahan penyekat ( ) sama dengan muatan setelah
disisipkan bahan penyekat ( ), sesuai prinsip bahwa muatan bersifat kekal. Beda
potensialnya dinotasikan dengan rumus:

Kapasitor menyimpan energi dalam bentuk medan listrik. Besar energi [W] yang


tersimpan pada dapat dicari menggunakan rumus: X

Dimana:
W = jumlah energi yang tersimpan dalam kapasitor (Joule)

Rangkaian Kapasitor
Dua kapasitor atau lebih dapat disusun secara seri maupun paralel dalam satu
rangkaian listrik. Rangkaian seri memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan rangkaian
paralel. Berikut diberikan tabel sifat-sifatnya pada rangkaian seri dan paralel.

Anda mungkin juga menyukai