Anda di halaman 1dari 9

YEASTS (Jamur kecil bersel-tunggal)

Yeasts adalah organisme yang membentuk kuncup bersel-tunggal. Mereka tidak


memproduksi miselia. Koloninya biasanya tampak pada piringan dalam waktu 24-48
jam. Koloni mereka lunak, lembab lebih menyerupai kultur bakteri dibandingkan dengan
jamur. Ada beberapa spesies yeasts yang dapat bersifat patogen terhadap manusia. Kita
akan mendiskusikan hanya dua spesies yang paling signifikan: Candida albicans dan
Cryptococcus neoformans.

Gambar 1

Brewer's yeast (dikenal sebagai Baker's yeast) dengan kuncup dan parut kuncup (Saccharomyces cerevisiae). ©
Dennis Kunkel Microscopy, Inc. Used with permission

A. CANDIDIASIS (Candida albicans)


Ada beberapa spesies dari genus Candida yang menyebabkan penyakit. Infeksi
yang disebabkan oleh semua spesies Candida disebut candidiasis. Candida
albicans (gambar 2 dan 3) adalah organisme endogen. Dapat ditemukan pada
40%-80% manusia normal. Dia ada di mulut (gambar 4), saluran pencernaan, dan
vagina. Dia tampak sebagai organisme komensal atau patogen. Infeksi akibat
Candida biasanya terjadi bila pasien mengalami perubahan pada imunitas
selularnya, flora normal atau fisiologi normal. Pasien dengan penurunan imunitas
selular memiliki daya tahan yang menurun terhadap infeksi jamur. Penggunaan
antibiotik dalam waktu lama atau terapi steroid merusakkan keseimbangan flora
normal di dalam usus sehingga memungkinkan Candida endogen untuk
mengalahkan hospes. Prosedur yang invasif, seperti pembedahan jantung dan
pemasukan kateter, menyebabkan perubahan pada fisiologi hospes dan sebagian
dari pasien ini akan menderita infeksi Candida. Meskipun seringkali menginfeksi
kulit dan mukosa, Candida dapat menyebabkan pneumonia, septikemia atau
endokarditis pada pasien yang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Semakin
buruk kondisi hospes, semakin invasif penyakitnya. Bahan klinis yang dikirim ke
laboratorium bergantung pada keberadaan dari penyakit: kultur darah, cairan

Page 1 of 9
vagina, urin, tinja, potongan kuku atau bahan dari kulit atau lesi mukokutaneus.
Candida adalah yeasts yang polimorfik, misanya menghasilkan sel yeasts, hifa
dan pseudohifa. Telah dibuktikan bahwa Candida membutuhkan penekan
transkripsi untuk mempertahankan bentuk yeasts. Kemampuan memiliki berbagai
macam bentuk mungkin berhubungan degnan patogenisitas dari organisme
tersebut. Diameter yeasts adalah 10-12 mikron, gram positif, dan tumbuh sangat
cepat pada media bakteri dan jamur. Dia juga menghasilkan tabung germinal
(gambar 9 dan 10), dan pseudo hifa (gambar 6 dan 7) dapat dibentuk dari sel
yeasts yang memiliki kuncup yang tetap menempel satu sama lain. Spora dapat
dibentuk oleh pseudomiselium. Spora ini disebut klamidospora dan dapat
digunakan untuk mengidentifikasi spesies yang berbeda dari Candida. Sebagian
mikologis berpikir bahwa pseudomiselia mewakili bentuk organisme yang lebih
invasif. Spesies diidentifikasi dengan reaksi biokimia. Organisme ini ada di
seluruh dunia. Obat pilihan untuk infeksi sistemik adalah itraconazole dan
fluconazole. Jika sebuah katup jantung atau pemasangan kateter terinfeksi, dia
harus diganti. Terapi obat saja tidak akan menekan organisme jika benda asing
tetapi di dalam hospes. Resistensi ini berhubungan dengan biofilm yang akan kita
diskusikan kemudian.

Gambar 2

Candida albicans – tahap yeast dand hifa. Jamur seperti yeasts biasanya terjadi pada kulit manusia, pada
saluran pernapasan atas, saluran pencernaan dan saluran genital wanita. Jamur ini memiliki siklus hidup
dimorfik dengan tahap yeasts dan hifa. Yeast menghasilkan hifa (strands) dan pseudohifa. Pseudohifa
dapat meningkatkan sel yeast dengan penguncupan apikal atau lateral. Menyebabkan kandidiasis yang
termasuk di dalamnya thrush (infeksi mulut dan vagina) dan vulvo-vaginitis. © Dennis Kunkel Microscopy, Inc. Used
with permission

Page 2 of 9
Gambar 3

Sel yeast yang mengalami penguncupan berbentuk oval dari Candida albicans. Pewarnaan dengan antibodi
yang berfluoresen.
CDC/Maxine Jalbert, Dr. Leo Kaufman. lek1@cdc.gov

Gambar 4

Oral thrush. CDC

Gambar 5

Gross patologi dari lesi pada ginjal kelinci akibat infeksi Candida albicans eksperimental. Kelinci diterapi
dengan cortisone. CDC

Page 3 of 9
Gambar 6

Apusan sputum dari pasien dengan candidiasis paru. Pewarnaan Gram. CDC

Gambar 7

Histopatologi dari infeksi Candida albicans. Pewarnaan Methenamine perak. Pseudohifa dan hifa sejati.
ASCP

Page 4 of 9
Gambar 8

Histopatologi dari esofagitis Candida. Pewarnaan Methenamine perak (diwarnai secara digital). CDC

Gambar 9

Candida albicans menunjukkan tabung germinal. Pewarnaan Calcofluor putih dalam media pepton. Produksi
tabung germinal merupakan gambaran diagnostik dari C. albicans. CDC/Mercy Hospital, Toledo, OH/Dr. Brian
Harrington

Gambar 10

Candida albicans menunjukkan produksi produksi tabung germinal dalam serum. Pewarnaan Gram.
CDC/Dr. Lucille K. Georg

Page 5 of 9
Gambar 11

Pewarnaan Gram menunjukkan sel epitel Candida albicans dan banyak batang gram-negatif. (1,000X oil) ©
Danny L. Wiedbrauk, Warde Medical Laboratories, Ann Arbor, Michigan and The MicrobeLibrary

B. CRIPTOCOCCOSIS (Cryptococcus neoformans)


Cryptococcosis bermanifestasi dirinya umumnya sebagai meningitis tetapi akhir-
akhir ini banyak kasus penyakit paru ditemukan. C. neoformans adalah yeast
yang sangat berbeda. Selnya berbentuk sferis dan berdiameter 3-7 mikron
(gambar 12), menghasilkan kuncup yang merupakan karakteristik dan organisme
dikelilingi oleh kapsul polisakarida (gambar 14). Ada bukti bahwa kapsul dapat
menekan fungsi sel-T dan merupakan faktor virulensi. Lingkungan ekologi dari
C. Neoformans adalah kotoran burung merpati dan ayam. Meskipun demikian,
meskipun organisme ini dapat secara mudah keluar dari kotoran burung merpati,
jalur epidemiologi langsung harus ada antara paparan terhadap kotoran burung
merpati dan infeksi manusia yang khusus. Produksi infeksi dan penyakit
merupakan properti dari organisme yang tidak memiliki hospes. Sumber dari
infeksi pada manusia tidak jelas. Organisme ini ada dimana-mana, khususnya di
daerah seperti gedung yang terbengkalai yang terkontaminasi dengan kotoran
burung merpati. Pintu masuknya adalah sistem pernapasan. Bukti sedang
dikembangkan yang mengindikasikan bahwa paparan awal dapat terjadi beberapa
tahun sebelum manifestasi penyakit. Organisme ini sekarang dapat diisolasi.
Infeksi dapat berupa subakut atau kronik. Meningoensefalitis yang sangat
mematikan yang disebabkan oleh C. neoformans mempunyai evolusi yang
berlanjut selama beberapa bulan. Gejala-gejala pasien dapat dimulai dengan
masalah penglihatan dan sakit kepala, yang mana kemudian berkembang menjadi
delirium, kaku kuduk, mengarah ke koma dan kematian kecuali jika dokter
memikirkan tentang cryptococcus dan melakukan pungsi spinal untuk diagnosis
dan memberikan terapi yang agresif. Cairan serebrospinal diperiksa karakteristik
kimianya (peningkatan protein dan penurunan glukosa), sel (biasanya monosit),
dan adanya organisme. Yang terakhir diperiksa dengan demonstrasi visual dari
organisme (sediaan tinta India) atau oleh serologic assay untuk antigen dari C.
neoformans. Tes tinta India, yang menunjukkan kapsul dari organisme ini,
dilengkapi dengan tes aglutinasi latex untuk antigen yang lebih sensitif dan lebih
spesifik. Tes Agglutinasi Latex mengukur antigen, bukan antibodi. Penurunan

Page 6 of 9
titer menunjukkan prognosis yang baik, sedangkan peningkatan titer mempunyai
prognosis yang buruk. Bila anda menduga Cryptococcosis, pikirkan kapsul dan
penyakit susunan saraf pusat. Selain menyebabkan meningitis, C. neoformans
juga menginfeksi paru (gambar 15) dan kulit. Penyakit paru dan kulit ditandai
dengan pembentukan reaksi granulomatosa dengan sel raksasa. Sebagaimana
penyakit jamur yang lain ada peningkatan dalam infeksi paru yang diketahui.
Yeast dapat juga membentuk sebuah masalah dalam mediastinum yang disebut
cryptococcoma. Distribusi geografis dari organisme ini adalah di seluruh dunia.
Bahan klinis yang dikirim ke laboratorium adalah cairan serebrospinal, bahan
biopsi, dan urin (untuk alasan yang tidak dapat dijelaskan organisme dapat
diisolasi dari urin baik pada infeksi susunan saraf pusat dan sistemik). Organisme
ini akan tumbuh sangat cepat pada media bakteri dan jamur pada suhu 37oC,
tetapi pertumbuhan agak lambat pada suhu kamar. Dalam kultur, organisme
tumbuh seperti koloni yang memiliki krim, putih, mukoid (karena kapsul).
Pertumbuhan dalam kultur biasanya terlihat dalam waktu 24 sampai 48 jam. Bila
kultur sudah lama, dia akan menjadi coklat karena produksi melanin oleh
phenoloxidase. Organisme ini berbentuk bundar, bersel tunggal, yeast dikelilingi
kapsul. Identifikasi berdasarkan pada reaksi fisiologis. Patologis menggunakan
pewarnaan mucicarmine, yang mewarnai kapsul, untuk mengidentifikasi
organisme dalam potongan jaringan. Biasanya ada sedikit atau tidak ada reaksi
peradangan. Tes Direct Fluorescent Antibody mengidentifikasi organisme dalam
kultur atau potongan jaringan secara spesifik, dengan menyebabkan sel yeast
berwarna hijau. Untuk memeriksa serum pasien ada 3 tes serologi: Tes Indirect
Fluorescent Antibody, tes Tube Agglutination untuk antibodi, dan tes Latex
Agglutination untuk antigen. Tes latex agglutination dapat digunakan sebagai tes
prognosis. Bila pasien membaik, titer serum antigen juga akan menurun. Obat
pilihan untuk mengobati infeksi cryptococcus adalah amphotericin B dan 5-
Fluorocytosine (5-FC). 5-FC adalah obat oral. Jika diberikan sebagai terapi satu-
satunya, ada relaps, sehingga para dokter menggunakan kedua obat tersebut
secara simultan. Sebenarnya kedua obat ini bersifat sinergis, jadi, hubungan
keduanya sangat menguntungkan.

Page 7 of 9
Gambar 12

Jamur yeast patogen yang berkapsul (Cryptococcus neoformans). Fungus mirip-Yeast yang menghasilkan
kuncup. Kapsul mukopolisakarida yang asam membungkus jamur secara utuh. Itulah yang menyebabkan
penyakit ini dinamakan cryptococcosis; terutama pada manusia yang mengalami penurunan daya tahan
tubuh, seperti pasien dengan HIV/AIDS. Infeksi dapat menyebabkan peradangan di paru, kulit atau bagian
tubuh yang lain. Bentuk klinis yang paling lazim adalah meningoensefalitis. Penyakit ini disebabkan oleh
menghirup jamur yang ada di tanah yang terkontaminasi kotoran burung merpati. © Dennis Kunkel Microscopy, Inc.
Used with permission

Gambar 13

Cryptococcosis paru pada apsien dengan AIDS. Histopatologi dari paru menunjukkan melebarnya septum
alveolar yang mengandung sel-sel peradangan dan sejumlah yeast dari Cryptococcus neoformans CDC/Dr.
Edwin P. Ewing, Jr. epe1@cdc.gov

Page 8 of 9
Gambar 14

Cryptococcosis pada paru pasien dengan AIDS. Pewarnaan Mucicarmine. Histopatologi paru menunjukkan
melebarnya septum alveolar mengandung beberapa sel peradangan dan sejumlah yeasts dari
Cryptococcus neoformans. Lapisan lebih dalam dari kapsul yeast berwarna merah. CDC/Dr. Edwin P. Ewing, Jr.
epe1@cdc.gov

Gambar 15

Cryptococcosis paru pada pasien dengan AIDS. Pewarnaan Methenamine perak. Histopatologi dari paru
menunjukkan kuncup berdasar sempit dan bervariasi ukurannya yang merupakan karakteristik. CDC/Dr. Edwin
P. Ewing, Jr. epe1@cdc.gov

Page 9 of 9

Anda mungkin juga menyukai