Anda di halaman 1dari 2

Gaiis bajunya pake seragam+almet ya  trs nanti vidionya kasih nama oke <3

Biru = anggia

Hijau = sella

Kuning = Refi

DEFINISI

 Pembidaian adalah tindakan memfixasi atau mengimobilisasi bagian tubuh yang


mengalami cedera, dengan menggunakan benda yang bersifat kaku maupun
fleksibel sebagai fixator/imobilisator.

TUJUAN

 Mencegah gerakan bagian yang stabil sehingga mengurangi nyeri dan mencegah
kerusakan lebih lanjut.
 Mempertahankan posisi yang nyaman.
 Mempermudah transportasi organ.
 Mengistirahatkan bagian tubuh yang cidera.
 Mempercepat penyembuhan.

DIGUNAKAN NYA BIDAI

- Adanya fraktur, baik terbuka /tertutup.


- Jika terdapat patah tulang pada ekstremitas

JENIS-JENIS BIDAI

 Bidai keras Merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam kesdaan
darurat.Contoh bidai kayu
 Bidai Traksi: Contoh bidai traksi tulang paha.
 Bidai improvisasi bahan cukup kuat dan ringan untuk menopang, pembuatannya
sangat tergantung dari bahan yang tersedia dan kemampuan improvisasi si
penolong.  Contoh : majalah, koran,karton.

CEDERA EKSTREMITAS ATAS DAN TELAPAK TANGAN

Tangan dapat dilakukan bidai temporer sesuai dengan fungsi anatomisnya dengan posisi
pergelangan tangan sedikit dorsofleksi dan jari-jari difleksikan 45 derajat pada
sendi metacarpophalangeal. Posisi ini biasanya akan dicapai dengan perlahan
mengimobilisasi tangan dengan kasa dan short arm splint
Siku biasanya diimobilisasi pada posisi fleksi, dengan menggunakan bidai yang diberikan
bantalan atau imobilisasi dengan menggunakan sling dan swath device. Lengan atas
biasanya diimobilisasi dengan membidainya ke tubuh atau
menggunakan sling/swath dengan perban thoracobrachial. Cedera bahu dapat
ditatalaksana dengan sling-and-swath atau velcro type dressing.

Pada pasien dengan carpal tunnel syndrome (CTS) derajat ringan sampai sedang,


disarankan untuk imobilisasi setiap malam dan pada pagi sampai sore hari sesering
mungkin dibantu dengan menggunakan soft splint yang terbuat dari bahan poliester.

Selain hal-hal tersebut di atas, perlu dilakukan penanganan nyeri dengan memberikan
analgesik terutama pada cedera sendi dan fraktur. Sedatif dan relaksasi otot dapat
diberikan secara hati-hati pada pasien dengan cedera ekstremitas yang terisolasi.