Anda di halaman 1dari 18

Analisis Sensitivitas

Pendahuluan
• Hal-hal apa saja yg perlu dipertimbangkan ketika
melakukan investasi :
✓ Biaya investasi
✓ Benefit/pendapatan
✓ Biaya/pengeluaran
✓ Suku bunga
• Contoh : perhitungan biaya investasi diperoleh
melalui pengumpulan dan pengolahan data-data
yang relevan untuk itu (prediksi terhadap trend
pertumbuhan biaya)
Pendahuluan
• Parameter-parameter investasi tersebut pada kenyataannya
dapat berubah.
• Perubahan dapat terjadi karena adanya:
– Faktor situasi
– Kondisi selama investasi berjalan
– Fluktuasi harga di luar perkiraan.
• Apa dampaknya jika parameter-parameter investasi tersebut
berubah?
→ Dibutuhkan analisis sensitivitas untuk mengetahui sejauh
mana dampak parameter-parameter investasi yang telah
ditetapkan sebelumnya boleh berubah. (dikarenakan faktor
situasi, dan lainnya)
Analisis Sensitivitas
• Seberapa besar perubahan dan fluktuasi harga tersebut
dapat diabaikan?
• Seberapa besar dampak perubahan tersebut terhadap
hasil keputusan evaluasi ?
• Batasan nilai-nilai perubahan atau fluktuasi yang akan
mampu mengubah kembali keputusan investasi disebut
dengan tingkat sensitivitas.
• Dengan diketahuinya batasan nilai sensitivitas dari
masing-masing parameter suatu investasi
memungkinkan dilakukannya tindakan-tindakan
antisipatif di lapangan dengan tepat.
Analisis Sensitivitas
• Asumsi analisis sensitivitas : hanya ada satu
parameter saja yang berubah, sedangkan
parameter lainnya diasumsikan relatif tetap
dalam satu persamaan analisis.
• Untuk mengetahui sensitivitas parameter
lainnya, maka diperlukan persamaan kedua,
ketiga, dan seterusnya.
Analisis Sensitivitas
1. Sensitivitas terhadap dirinya sendiri,
→ sensitivitas pada kondisi break even point,
yaitu saat NPV = PWbenefit-PWcost= 0 atau
AE= AWbenefit-AWcost = 0
2. Sensitivitas terhadap alternative lain
→ ditemukan jika terdapat n alternatif yang harus
dipilih salah satunya untuk dilaksanakan.
Contoh sensitivitas terhadap diri sendiri
• Diketahui cashflow sbb :
Cash Flow
Investasi (I) 1000 juta
Annual Benefit 400 juta
(Ab)
Annual Cost (Ac) 50 juta
Nilai sisa (S) 700 juta
Umur Investasi 4 tahun
Suku Bunga (i) 10%
Jika yang dianalisis sensitivitas investasi

Sensitivitas Investasi terjadi saat NPV=0

NPV = – I +Ab(P/A,i,n) + S(P/F,i,n)-Ac(P/A,i,n)


0 = – I +400 (P/A,10%,4)+700 (P/F,10%,4)–
50(P/A,10%,4)
0 = – I+400 (3,170)-700 (0,6830) – 50 (3,170)
0 = – I +1587,6
I = Rp1587,6 juta
Jika yang dianalisis sensitivitas investasi

• Artinya investasi sensitif pada nilai Rp1587,6 juta,


dimana
– jika biaya investasi meningkat dari Rp1.000 juta
sampai Rp1587,6 juta
→ maka investasi tersebut masih tetap layak.
– jika kenaikan investasi telah melampaui angka
Rp1587,6 juta
→ maka investasi tersebut menjadi tidak layak.
Jika yang dianalisis sensitivitas benefit

Sensitivitas Investasi terjadi saat NPV=0

NPV = – I +Ab(P/A,i,n) + S(P/F,i,n)-Ac(P/A,i,n)


0 = – 1000+Ab(P/A,10%,4)+700(P/F,10%,4)–50(P/A,10%,4)
0 = – 1000+Ab (3,170)+700 (0,6830)– 50(3,170)
0 = Ab (3,170) – 680,4
Ab = Rp214,63 juta
Jika yang dianalisis sensitivitas benefit
• Artinya annual benefit sensitif pada nilai Rp214,63 juta,
dimana
– Jika realisasi benefit KURANG DARI Rp214,63 juta
→ maka investasi tersebut menjadi tidak layak.
– Jika realisasi benefit LEBIH DARI Rp214,63 juta
→ maka investasi tersebut tetap layak.

Jadi, penurunan benefit hanya dibenarkan sampai


angka Rp214,63 juta
Jika yang dianalisis sensitivitas cost

Sensitivitas Investasi terjadi saat NPV=0

NPV = – I +Ab(P/A,i,n) + S(P/F,i,n)-Ac(P/A,i,n)


0 = – 1000+400(P/A,10%,4)+700 (P/F,10%,4) – Ac(P/A,10%,4)
0 = – 1000+400 (3,170)+700 (0,6830) – Ac(3,170)
0 = Ac (3,170) + 746,1
Ac = Rp235,36 juta
Jika yang dianalisis sensitivitas cost
• Artinya operational cost sensitif pada nilai Rp235,36
juta, dimana
– Jika peningkatan biaya operasional MELEBIHI
Rp235,36 juta
→ maka investasi tersebut menjadi tidak layak.
– Jika peningkatan biaya operasional KURANG DARI
Rp235,36 juta
→ maka investasi tersebut menjadi tetap layak.
Jadi, peningkatan biaya operasional hanya bisa
ditoleransi sampai batas jumlah biaya Rp235,36
juta
Jika yang dianalisis sensitivitas suku bunga (i)

• Angka sensitivitas suku bunga sebetulnya adalah nilai


IRR dari investasi tersebut, karena IRR sendiri adalah
saat NPV investasi = 0.
→ oleh karena itu, prosedur mencari sensitivitas
perubahan suku bunga sama dengan prosedur
mencari IRR investasi. (interpolasi)

NPV = – I +Ab(P/A,i,n) + S(P/F,i,n)-Ac(P/A,i,n)


0 = – 1000+400(P/A,i,4)+700 (P/F,i,4) – 50(P/A,i,4)
Jika yang dianalisis sensitivitas suku bunga (i)
Dengan coba-coba memasukkan nilai “i” dicari nilai NPV
mendekati 0 :

Jika i = 30%
NPV = – 1000 + 400(P/A,30%,4) + 700 (P/F,30%,4) – 50(P/A,30%,4)
NPV = – 1000 + 400(2,166) + 700 (0,3501) – 50(2,166)
NPV = Rp 3,17 juta

Jika i = 40%
NPV = – 1000+400(P/A,35%,4)+700 (P/F,35%,4)– 50(P/A,35%,4)
NPV = – 1000+400(1,997)+700 (0,3011) – 50(1,997)
NPV = – Rp 90,28 juta
Jika yang dianalisis sensitivitas suku bunga (i)
i* NPV
30 % Rp 3,17 juta
X% 0
35% – Rp 90,28 juta

𝑥 − 30 0 − 3,17
=
35 − 30 −90,28 − 3,17
x = 30,16%
Jadi, investasi akan sensitif
pada kenaikan suku bunga
melebihi nilai 30,16%
Latihan soal
• Diketahui suatu usaha X membutuhkan total biaya
investasi sebesar $500.000. Hasil penjualan yang
didapatkan per tahun sebesar $90.000, dengan biaya
operasional per tahun sebesar $10.000. Jika nilai sisa
peralatan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut
sebesar $30.000 dan umur investasi 10 tahun, serta
i=8%. Lakukan perhitungan :
a. Nilai IRR
b. Analisis sensitivitas terhadap investasi
c. Analisis sensitivitas terhadap hasil penjualan
Thank you

Anda mungkin juga menyukai