Anda di halaman 1dari 8

No. 01/09/91 Th.

III, 1 SEPTEMBER 2010

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI KOTA SORONG

™ Pada bulan Agustus 2010 Kota Sorong mengalami inflasi sebesar 1,61 persen dengan indeks harga konsumen
(IHK) sebesar 144,41. Dari 66 kota, 57 kota mengalami inflasi dan 9 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi
terjadi di Gorontalo 3,75 persen dan inflasi terendah terjadi di Mataram 0,05 persen. Deflasi tertinggi terjadi di
Pematang Siantar 0,75 persen dan deflasi terendah terjadi di Sibolga 0,02 persen.Kota Sorong menempati
peringkat ke sebelas inflasi di Indonesia.

™ Inflasi di kota sorong terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada
kelompok-kelompok barang dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 2,61 persen; kelompok
makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,56 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar
2,77 persen; kelompok sandang -0,21 persen; kelompok kesehatan 0,10 persen; kelompok pendidikan, rekreasi
dan olahraga -0,13 persen serta kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan -0,46 persen.

™ Laju inflasi tahun kalender (Agustus 2010 terhadap Desember 2009) 2010 di kota sorong sebesar 7,89 persen,
sedangkan laju inflasi “year on year” (Agustus 2010 terhadap Agustus 2009) di Kota Sorong sebesar 7,76

BULAN AGUSTUS 2010 DI KOTA SORONG TERJADI INFLASI SEBESAR 1,61 PERSEN

Perkembangan harga berbagai komoditas pada bulan Agustus 2010 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.
Berdasarkan hasil pemantauan BPS dengan menggunakan penghitungan dari tahun dasar baru (2007 = 100) di Kota
Sorong (hasil SBH 2007) pada bulan Agustus 2010 terjadi inflasi sebesar 1,61 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga
Konsumen (IHK) dari 142,12 pada bulan Juli 2010 menjadi 144,41 pada bulan Agustus 2010. Laju inflasi tahun kalender
2010 di Kota Sorong yaitu 7,89 persen, sedangkan inflasi “year on year” (Agustus 2010 terhadap Agustus 2009) adalah
7,76 persen.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok-kelompok barang
dan jasa sebagai berikut : kelompok bahan makanan 2,61 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau
0,56 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 2,77 persen; kelompok sandang -0,21 persen; kelompok
kesehatan 0,10 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga -0,13 persen serta kelompok transpor, komunikasi &
jasa keuangan -0,46 persen. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Agustus 2010 antara
lain Cabe Rawit, Cabe Merah, Udang Basah, Garam , dan Sirop. Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami
penurunan harga antara lain Ikan Merah Segar, Daun Singkong, Ikan Cakalang Segar, Jahe dan Bawang Merah.

Berita Resmi Statistik No. 01/09/91 Th. III, 1 September 2010 1


Tabel 1
Laju Inflasi Kota Sorong Agustus 2010, Tahun Kalender 2010 dan
Agustus 2010 Terhadap Agustus 2009 menurut Kelompok Pengeluaran (2007 = 100)

IHK IHK Inflasi Laju Inflasi


IHK Juli Inflasi Tahun
Kelompok Pengeluaran Agustus Agustus Agustus tahun Kalender
2010 ke Tahun ***)
2009 2010 2010 *) 2010 **)

[1] [2] [3] [4] [5] [6] [7]

U m u m 134.01 142.12 144.41 1.61 7.89 7.76


1 Bahan Makanan 155.61 165.24 169.55 2.61 10.57 8.96
2 Makanan Jadi, minuman, Rokok dan 151.62 172.13 173.10 0.56 11.77 14.17
Tembakau
3 Perumahan, Air, Listrik, Gas dan 121.58 124.08 127.52 2.77 4.32 4.89
Bahan bakar
4 Sandang 111.74 113.39 113.15 -0.21 0.48 1.26
5 Kesehatan 123.04 129.14 129.27 0.10 4.87 5.06
6 Pendidikan, Rekreasi dan Olah raga 108.63 121.23 121.07 -0.13 11.71 11.45
7 Transpor dan Komunikasi dan Jasa 107.31 110.77 110.26 -0.46 2.85 2.75
Keuangan

*) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2010 terhadap IHK bulan sebelumnya
**) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009
***) Persentase perubahan IHK bulan Agustus 2010 terhadap IHK bulan Agustus 2009

Berita Resmi Statistik No. 01/09/91 Th. III, 1 September 2010 2


Tabel 2
Sumbangan Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Sorong
Agustus 2010 (persen)

Andil Inflasi
Kelompok Pengeluaran
(%)
[1] [2]
UMUM 1.608
1. Bahan Makanan 1.043
CABE RAWIT 1.147
KANGKUNG 0.256
KACANG PANJANG 0.131
SAWI HIJAU 0.128
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau 0.093
ROKOK KRETEK FILTER 0.164
SIROP 0.038
IKAN BAKAR 0.022
GULA PASIR 0.010
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 0.541
TARIF LISTRIK 0.280
SEWA RUMAH 0.262
4. Sandang -0.010
EMAS PERHIASAN -0.010
5. Kesehatan 0.004
PARFUM 0.003
6. Pendidikan, Rekreasi & Olahraga -0.006
CD-TAPE-REC-RADIO -0.004
7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan -0.057
ANGKUTAN UDARA -0.056

Pada bulan Agustus 2010 kelompok-kelompok komoditi memberikan andil/sumbangan inflasi adalah sebagai berikut:
kelompok bahan makanan 1,043 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0.093 persen;
kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0.541 persen; kelompok sandang -0.010 persen; kelompok
kesehatan 0,004 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga -0,006 persen dan kelompok transpor, komunikasi &
jasa keuangan -0,057 persen.

Berita Resmi Statistik No. 01/09/91 Th. III, 1 September 2010 3


URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok bahan makanan pada bulan Agustus 2010 mengalami inflasi 2,61 persen atau terjadi kenaikan
indeks dari 165,24 pada Juli 2010 menjadi 169,55 pada Agustus 2010.
Dari 11 sub kelompok dalam kelompok bahan makanan 5 sub kelompok mengalami inflasi dan 6 sub
kelompok mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi pada sub kelompok bumbu-bumbuan 11,22 persen dan inflasi
terendah terjadi pada sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 1,38 persen. Deflasi tertinggi terjadi
pada sub kelompok ikan segar 7,19 persen dan deflasi terendah terjadi pada sub kelompok lemak dan minyak 0,26
persen.
Kelompok ini pada Agustus 2010 secara umum memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,043 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi antara lain adalah cabe rawit 1,147 persen dan kangkung
0,256 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini pada Agustus 2010 mengalami inflasi 0,56 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 172,13
pada Juli 2010 menjadi 173,10 pada Agustus 2010.
Dari 3 sub kelompok di kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau ini, 2 sub kelompok
mengalami inflasi dan 1 sub kelompok mengalami deflasi. Sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol
mengalami inflasi sebesar 4,80 persen dan sub kelompok makan jadi mengalami inflasi sebesar 0,42 persen,
sedangkan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami deflasi sebesar 2,38 persen.
Kelompok ini pada Agustus 2010 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,093 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah rokok kretek filter 0,16 persen dan sirop 0,038
persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Kelompok ini pada Agustus 2010 mengalami inflasi 2,77 persen atau terjadi kenaikan indeks 124,08 pada
Juli 2010 menjadi 127,52 pada Agustus 2010.
Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini 3 sub kelompok mengalami inflasi, yaitu sub kelompok bahan bakar,
penerangan dan air 4,78 persen , sub kelompok biaya tempat tinggal 2,60 persen, dan sub kelompok
penyelenggaraan rumah tangga sebesar 0,41 persen. Sedangkan sub kelompok perlengkapan rumah tangga
mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.

Berita Resmi Statistik No. 01/09/91 Th. III, 1 September 2010 4


Pada Agustus 2010 kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,54 persen. Komoditas yang
dominan memberikan sumbangan inflasi adalah tarif listrik sebesar 0,28 persen dan sewa rumah sebesar 0,26
persen.

4. S a n d a n g

Kelompok sandang pada Agustus 2010 mengalami deflasi 0,21 persen, atau terjadi penurunan indeks dari
113,39 pada Juli 2010 menjadi 113,15 pada Agustus 2010.
Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini 3 sub kelompok tidak mengalami perubahan yaitu sub kelompok
sandang laki-laki, sub kelompok sandang wanita, dan sub kelompok sandang anak-anak sedangkan 1 sub kelompok
yang mengalami deflasi, yaitu sub kelompok barang pribadi dan sandang lain mengalami deflasi sebesar 1,07
persen.
Kelompok ini pada Agustus 2010 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi 0,01 persen.
Komoditas dominan yang memberikan sumbangan deflasi adalah emas sebesar 0,01 persen.

5. K e s e h a t a n

Kelompok kesehatan pada Agustus 2010 mengalami inflasi 0,10 persen, atau terjadi kenaikan indeks dari
129,14 pada Juli 2010 menjadi 129,27 pada Agustus 2010.
Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini 3 sub kelompok tidak mengalami perubahan, yaitu sub kelompok
jasa kesehatan, sub kelompok jasa perawatan jasmani, dan sub kelompok obat-obatan. Sedangkan sub kelompok
perawatan jasmani dan kosmetika mengalami inflasi sebesar 0,20 persen.
Kelompok ini pada Agustus 2010 secara keseluruhan memberikan sumbangan inflasi 0,004 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi adalah parfum sebesar 0,003 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga pada Agustus 2010 mengalami deflasi 0,13 persen atau terjadi
penurunan indeks dari 121,23 pada bulan Juli 2010 menjadi 121,07 pada bulan Agustus 2010.
Dari 5 sub kelompok dalam kelompok ini 2 sub kelompok mengalami deflasi yaitu sub kelompok rekreasi
sebesar 0,44 persen dan sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,15 persen. Sedangkan untuk 3
sub kelompok lainnya yaitu, sub kelompok kursus-kursus/pelatihan, sub kelompok olahraga dan sub kelompok
pendidikan tidak mengalami perubahan.
Kelompok ini pada Agustus 2010 secara keseluruhan memberikan sumbangan deflasi 0,006 persen.
Komoditas yang dominan memberikan sumbangan deflasi adalah cd-tape rec-radio 0,004 persen.

Berita Resmi Statistik No. 01/09/91 Th. III, 1 September 2010 5


7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan pada Agustus 2010 mengalami deflasi 0,46 persen atau
terjadi penurunan indeks dari 110,77 pada Juli 2010 menjadi 110,26 pada Agustus 2010.
Dari 4 sub kelompok dalam kelompok ini 2 sub kelompok tidak mengalami perubahan yaitu sub kelompok
jasa keuangan dan sub kelompok komunikasi dan pengiriman. Sedangkan sub kelompok yang mengalami deflasi
yaitu sub kelompok sarana dan penunjang transportasi sebesar 0,34 persen dan sub kelompok transport sebesar
0,63 persen. Secara keseluruhan kelompok ini pada Agustus 2010 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,06
persen. Komoditas dominan yang memberikan sumbangan deflasi adalah angkutan udara 0,06 persen.

Berita Resmi Statistik No. 01/09/91 Th. III, 1 September 2010 6


Tabel 3
Indeks Harga Konsumen Kota Sorong, Laju Inflasi Bulanan, Laju Inflasi Tahun Kalender dan Laju
Inflasi Tahunan (Year on Year) pada Bulan Agustus 2010 (2007 = 100)

Inflasi
Inflasi
IHK IHK Inflasi Tahun
IHK Juli Tahunan
Kelompok/Sub Kelompok Agustus
2010
Agustus Agustus Kalender
Agustus
2009 2010 2010 Agustus
2010
2010

UMUM 134.01 142.12 144.41 1.61 7.89 7.76

I BAHAN MAKANAN 155.61 165.24 169.55 2.61 10.57 8.96


Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 107.47 117.45 119.07 1.38 13.71 10.79
Daging dan Hasil-hasilnya 118.96 107.33 110.33 2.80 -3.46 -7.25
Ikan Segar 180.60 151.96 141.04 -7.19 -2.77 -21.90
Ikan Diawetkan 190.51 173.66 187.10 7.74 -1.32 -1.79
Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 145.79 148.30 147.90 -0.27 -1.22 1.45
Sayur-sayuran 181.01 200.04 217.09 8.52 11.68 19.93
Kacang - kacangan 230.30 232.55 230.32 -0.96 -1.64 0.01
Buah - buahan 194.79 213.82 211.54 -1.07 -3.84 8.60
Bumbu - bumbuan 200.22 310.47 345.30 11.22 48.11 72.46
Lemak dan Minyak 137.05 136.33 135.97 -0.26 -1.57 -0.79
Bahan Makanan Lainnya 121.85 126.40 125.11 -1.02 2.52 2.68

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 151.62 172.13 173.10 0.56 11.77 14.17
Makanan Jadi 171.62 194.25 195.06 0.42 13.19 13.66
Minuman yang Tidak Beralkohol 133.26 148.18 144.66 -2.38 2.57 8.55
Tembakau dan Minuman Beralkohol 139.39 163.93 171.80 4.80 21.86 23.25

III PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR 121.58 124.08 127.52 2.77 4.32 4.89
Biaya Tempat Tinggal 124.63 127.39 130.70 2.60 4.64 4.87
Bahan Bakar, Penerangan dan Air 114.50 118.79 124.47 4.78 6.80 8.71
Perlengkapan Rumahtangga 107.89 110.25 110.20 -0.05 2.14 2.14
Penyelenggaraan Rumahtangga 130.55 125.34 125.85 0.41 -3.70 -3.60

IV SANDANG 111.74 113.39 113.15 -0.21 0.48 1.26


Sandang Laki-laki 104.24 104.22 104.22 0.00 -0.02 -0.02
Sandang Wanita 110.97 110.49 110.49 0.00 -0.67 -0.43
Sandang Anak-anak 100.87 100.87 100.87 0.00 0.00 0.00
Barang Pribadi dan Sandang Lain 153.22 166.63 164.84 -1.07 3.56 7.58

V KESEHATAN 123.04 129.14 129.27 0.10 4.87 5.06


Jasa Kesehatan 102.86 117.73 117.73 0.00 14.46 14.46
Obat-obatan 125.06 123.78 123.78 0.00 -1.02 -1.02
Jasa Perawatan Jasmani 111.87 126.98 126.98 0.00 11.73 13.51
Perawatan Jasmani dan Kosmetika 133.92 137.93 138.21 0.20 2.97 3.20

VI PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA 108.63 121.23 121.07 -0.13 11.71 11.45
Pendidikan 105.77 132.23 132.23 0.00 25.02 25.02
Kursus-kursus / Pelatihan 127.41 129.35 129.35 0.00 1.52 1.52
Perlengkapan / Peralatan Pendidikan 116.52 106.18 106.02 -0.15 -7.49 -9.01
Rekreasi 107.94 108.62 108.14 -0.44 0.08 0.19
Olahraga 119.61 119.53 119.53 0.00 -0.07 -0.07

VII TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN 107.31 110.77 110.26 -0.46 2.85 2.75
Transpor 110.98 114.02 113.30 -0.63 1.61 2.09
Komunikasi Dan Pengiriman 95.66 97.75 97.75 0.00 4.02 2.18
Sarana dan Penunjang Transpor 119.53 141.40 140.92 -0.34 19.00 17.90
Jasa Keuangan 105.57 105.57 105.57 0.00 0.00 0.00

Catatan :
a. Inflasi Agustus 2010 adalah persentase perubahan IHK bulan Agustus 2010 terhadap IHK bulan Juli 2010.
b. Inflasi Tahun Kalender Agustus 2010 adalah persentase perubahan IHK bulan Agustus 2010 terhadap IHK bulan Desember 2009.
c. Inflasi Tahunan Agustus 2010 adalah persentase perubahan IHK bulan Agustus 2010 terhadap IHK bulan Agustus 2009.

Berita Resmi Statistik No. 01/09/91 Th. III, 1 September 2010 7


Diterbitkan oleh :

Badan Pusat Statistik Kota Sorong


Jl. Angsa No 4 Remu Sorong
Telp. (0951) 321845, Fax. (0951) 333628
Email: sorongkota@bps.go.id
Website: http://sorongkota.bps.go.id
Contact Person :
J. Lekatompessy,S.E. (08124837550)
Harniaty, SST (081317604401)

Publikasi ini bisa diunduh (download) dan didapatkan update-nya setiap awal bulan di
http://sorongkota.bps.go.id

Berita Resmi Statistik No. 01/09/91 Th. III, 1 September 2010 8