Anda di halaman 1dari 6

RPP KIMIA K13_KELAS XII SEMESTER

Penentuan kekuatan daya pengoksidasi dan


pereduksi

Nama :
Sekolah : Kelompok :
Anggota :
1. Muhammad Fauzan
Ghiffario (18)-XII
MIPA 3
2.
3.
PETUNJUK UNTUK PESERTA DIDIK
1. Baca kompetensi dasar dan indikator keberhasilan belajar yang tercantum dalam LKPD.
2. Dengan bimbingan guru, diskusikan materi prasyarat yang tercantum pada kolom
Informasi.
3. Berdasarkan pemahaman terhadap model dan informasi serta pengalaman hidup, maka
jawablah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam topik pertanyaan kunci.
4. Peserta didik yang telah menemukan jawaban dari suatu pertanyaan, bertanggung jawab
untuk menjelaskan jawabannya kepada teman yang belum paham dalam kelompoknya.
5. Peserta didik yang tidak mampu menjawab suatu pertanyaan, diharuskan membuat satu
atau lebih pertanyaan dengan kalimat yang baik (kalimat sendiri, jelas dan ringkas)
kepada anggota kelompok yang lain.
6. Untuk memperkuat ide-ide yang telah terbangun dan berlatih menerapkan ide-ide pada
situasi yang baru, maka kerjakanlah sejumlah latihan dan soal aplikasi yang diberikan.
7. Setiap kelompok diharuskan menyampaikan kesimpulan hasil kinerja kelompoknya dan
kelompok lain diminta untuk menanggapi, sedangkan guru melakukan penguatan sesuai
dengan tujuan pembelajaran.

Indikator Pencapaian Kompetensi :

1. Menentukan urutan kekuatan pengoksidasi atau pereduksi berdasarkan hasil percobaan


RPP KIMIA K13_KELAS XII SEMESTER
I

Orientasi

INFORMASI
Penyusunan unsur-unsur berdasarkan deret kereaktifan logam dikenal dengan deret
volta. Deret volta menggambarkan urutan kekuatan pendesakan suatu logam terhadap ion
logam yang lain. Unsur yang terletak di sebelah kiri hidrogen lebih mudah mengalami
oksidasi dibanding yang terletak di sebelah kanan hidrogen. Logam yang memiliki sifat
reduktor lebih kuat akan mendesak ion logam lain yang sifat reduktornya kecil. Adapun
unsur-unsur dalam deret volta adalah sebagai berikut.

Li-K-Ba-Ca-Na-Mg-Al-Mn (H2O) Zn-Cr-Fe-Cd-Co-Ni-Sn-Pb (H) Cu,Hg,Ag,Pt,Au


(dapat bereaksi dengan air, E0 Negatif) (tidak dapat bereaksi dengan air, E0 positif)

(dapat bereaksi dengan Hidrogen (H) ) (tidak dapat bereaksi


dengan Hidrogen)

Logam di sebelah kiri Hidrogen memiliki E° negatif, sedangkan di sebelah kanan H


memiliki E° positif. Di sebelah kiri H merupakan logam-logam yang aktif, sedangkan di
sebelah kanan H merupakan logam-logam mulia. Makin ke kanan sifat reduktor makin
lemah, makin ke kiri sifat reduktor makin kuat. Unsur-unsur dalam deret volta hanya mampu
mereduksi unsur-unsur di sebelah kanannya, tetapi tidak mampu mereduksi unsur-unsur di
sebelah kirinya.

Eksplorasi
MENGAMATI
RPP KIMIA K13_KELAS XII SEMESTER
I

Model 1 : Gambar. Perlindungan katodik pada besi

PERTANYAAN KUNCI

1. Besi jika teroksidasi oleh udara akan mengalami perkaratan. Berdasarkan model 1 apakah besi
tersebut juga mengalami perkaratan?
Jawab : Besi tidak mengalami perkaratan
2. Jika tidak mengalami perkaratan, mengapa hal tersebut bisa terjadi ? Adakah hubungannya
dengan logam Magnesium?!
Jawab :Ada,Besi mengalami reduksi,magnesium mengalamai oksidasi karena posisi Mg di
daerah volta lebih di kiri dari fe
3. Berdasarkan model 1, Apa fungsi dari logam magnesium yang dihubungkan pada besi!
Jawab :
Melindungi besi agar tidak teroksidasi/berkarat
4. Berdasarkan model 1 dan dikaitkan dengan deret volta yang ada pada informasi, jelaskan
kekuatan pengoksidasi dan pereduksi dari Fe dan Mg!
Jawab :
Kekuatan pengoksidasi : Fe>Mg
Kekuatan pereduksi :Mg>Fe
5. Tuliskan persamaan reaksi oksidasi dan reduksi yang terjadi pada model 1!
Jawab :
Fe2++Mg→Fe+Mg2+
6. Jelaskan kesimpulan sementara yang diperoleh dari pertanyaan kunci
Jawab :
Besi berkarat kalu teroksidasi,agar tidak teroksidasi/berkarat besi dilapisi dengan logam yang
deret voltanya berada lbeih kiri di deret volta dari Fe contoh:Mg

Setelah mendiskusikan dengan kelompok


mengenai pertanyaan pertanyaan kunci,
Diharapkan peserta diidik menemukan
konsep mengenai daya mengoksidasi dan
daya pereduksi.

Aplikasi
1. Perhatikan persamaan reaksi sel berikut:

1. Cu2+(aq) + Ni(s) → Ni2+(aq) + Cu(s) ; Eosel = +0,59 Volt


2. Zn2+(aq) + Ni(s) → Ni2+(aq) + Zn(s)  ; Eosel = –0,51 Volt
3. Cu2+(aq) + Zn(s) → Zn2+(aq) + Cu(s) ; Eosel = +1,10 Volt

Berdasarkan persamaan reaksi sel di atas, urutan kereatifan adalah .....

E○= E○Reduksi- E○Oksidasi

1.E○Cu>E○Ni

2.E○Ni>E○Zn

3.E○Cu>E○Zn

Oksidator: Cu>Ni>Zn

Reduktor:Zn>Ni>Cu

2. Diketahui beberapa reaksi:

1. 2A + 3B2+ → 2A3+ + 3B ; Eo = +0,38 Volt


2. B + 2D+ → B2+ + 2D ; Eo = +1,08 Volt
3. 3C + 2A3+ → 3C2+ + 2A ; Eo = –2,10 Volt

Susunlah unsur A, B, C, dan D berdasarkan daya pereduksinya dari paling kuat!

E○B> E○A

E○D> E○B

E○C> E○A

E0B- E0A=0,38

E0A- E0C= -2,10 +

E0B- E0C=-1.72

E○=D>C>B>A
Karena pereduksi paling kuat E0nya lebih kecil maka: A,B,C,D

3.Diketahui berbagai reaksi redoks sebagai berikut.


1. A(s) + B2+(aq) → A2+(aq) + B(s) E0 = +0,32 Volt
2. 2C(s) + 3D2+(aq) → 2C3+(aq) + 3D(s) E0 = +2,00 Volt
3. D(s) + B2+(aq) → D2+(aq) + B(s) E0 = –0,78 Volt

Berdasarkan data tersebut, urutan daya reduksi unsur A, B, C, dan D, dimulai dari pereduksi
paling lemah adalah .....  u

E0A< E0B
E0C< E0D
E0B< E0D

E0D- E0C=2,00
E0D- E0B=0,78 –
E0B- E0C=1,22

E0 =D>B>C>A
Karena peruduksi lemah E0nya lebih besar maka:D,B,C,A

Kesimpula

Apa yang bisa kamu simpulkan dari hasil kegiatan diatas ?


Tuliskan kesimpulanmu dibawah ini!

Sel volta (sel galvani) adalah sel elektrokimia di mana energi kimia
dari reaksi redoks spontan diubah menjadi energi listrik. Prinsip
kerja sel volta dalam menghasilkan arus listrik adalah aliran
transfer elektron dari reaksi oksidasi di anode ke reaksi reduksi di
katode melalui rangkaian luar.

Anda mungkin juga menyukai