Anda di halaman 1dari 8

ULASAN KONSEP: PENDEKATAN PSIKOLOGI INDIJINUS

Concept Review: Indigenous Psychology Approach

Lukman Nul Hakim


PusatPengkajian, Pengolahan Data danInformasi (P3DI)
Sekretariat Jenderal DPR

Naskah diterima: 1 Agustus 2014


Naskah dikoreksi: 5 November 2014
Naskah diterbitkan: 22 Desember 2014

Abstract: Psychological scientists from non western countries questioning the validity and relevance of
psychological theories built by European-American psychologist used to study the condition of non-western
societies. Psychology Theories from the west were built from western culture with respondents from medium
socio economic groups and mostly students, and it is considered incompatible with the conditions of non-
western societies. Therefore, there is a growing need for the contextually and culturally campatible pscyhology
theory and it manifests in the indigenous psychology movement, led by psychology scientists from non-western
countries. This article explained what is meant within digenous psychology, its difference with cross-cultural
psychology, and things need to be strengthened by indigenous psychology movement, so that it can stand in line
with established paradigms of psychology.
Keywords: Indigenous Psychology, Cross Cultural Psychology, Theory Study.

Abstrak: Para ilmuwan psikologi nonnegara barat mempertanyakan validitas dan relevansi penggunaan
teori-teori psikologi yang dibangun oleh ilmuwan psikologi barat (Eropa-Amerika) ketika digunakan untuk
mempelajari masyarakat nonbarat. Teori-teori psikologi dari Eropa-Amerika yang dibangun oleh budaya barat
dengan responden dari kelompok sosial ekonomi menengah dan kebanyakan mahasiswa, dianggap tidak sesuai
dengan kondisi masyarakat nonbarat. Karenanya, berkembang kebutuhan adanya teori psikologi yang dibangun
sesuai dengan konteks dan budaya masyarakatnya, sehingga muncullah gerakan psikologi indijinus (indigenous
psychology). Gerakan ini dimotori ilmuwan-ilmuwan psikologi dari negara-negara nonbarat. Dalam artikel ini,
dijelaskan apa yang dimaksud psikologi indijinus, perbedaannya dengan psikologi lintas budaya, dan hal-hal
yang harus diperkuat dari gerakan psikologi indijinus agar dapat berdiri sejajar dengan paradigma-paradigma
dalam psikologi yang sudah mapan.

Kata Kunci: Psikologi Indijinus, Psikologi Lintas Budaya, kajian teori.

Pendahuluan penting peran dari figur-figur di sekitar orang


A: “Saya percaya X karena dia orangnya tersebut.
berintegritas dan suka menolong.” Paragraf di atas merupakan gambaran bahwa
B: “Saya percaya X karena saya tahu persis bapak budaya dapat memengaruhi seseorang dalam
ibunya, bapaknya sahabat saya dari kecil.” mendefinisikan kata “percaya”. Ketika konsep
Dari kedua pernyataan di atas, pernyataan “percaya” versi barat digunakan sebagai alat untuk
mana yang menurut anda disampaikan oleh orang meneliti konsep “percaya” pada orang Indonesia,
Indonesia dan pernyataan mana yang disampaikan maka akan terjadi ketidakakuratan hasil. Akibatnya,
oleh orang barat? Menurut Prof. Faturochman, tujuan ilmu pengetahuan, yaitu to describe, to
MA, Guru Besar Psikologi Universitas Gadjah predict, and to control, tidak tercapai. Ilmu akan
Mada, pernyataan A milik orang barat, dan B gagal dalam memahami sebuah permasalahan,
milik orang Indonesia. Kedua pernyataan tersebut sehingga gagal memprediksi, dan akhirnya gagal
menggambarkan perbedaan orang dari dua budaya mengontrol permasalahan tersebut.
memaknai kata “percaya”. Budaya barat dengan Berdasarkan pemikiran tersebut, dalam
karakteristik individualistisnya menggunakan ilmu psikologi muncul gerakan untuk berupaya
kata percaya pada seseorang dengan melekatkan memahami manusia tanpa melepaskan konteks
kompetensi orang tersebut. Akan tetapi, orang munculnya perilaku tersebut, yang disebut sebagai
Indonesia dengan budaya kolektifnya memandang Indigenous Psychology Approach.

Lukman Nul Hakim, Ulasan Konsep: Pendekatan Psikologi Indijinus | 165


Pada tulisan ini, akan dibahas lebih mendalam Seiring dengan berjalannya waktu, kekuatan
mengenai dasar pemikiran kemunculan pendekatan ekonomi, politik, tata pemerintahan dan
indigenous psychology dan prospek kontribusinya kesejahteraan tersebar lebih merata. Muncul
bagi perkembangan ilmu psikologi secara umum. kekuatan-kekuatan baru dari negara-negara dunia
Penulis juga akan menuliskan manfaatnya bagi ketiga yang oleh beberapa pengamat diprediksi akan
perkembangan ilmu psikologi di Indonesia, serta mengalahkan dominasi barat dalam beberapa tahun
hal-hal yang penulis yakini akan memperkuat mendatang. Dari Asia, setidaknya tiga negara yang
posisi psikologi indijinus. Harapannya, tulisan paling menonjol yaitu Tiongkok, Jepang dan Korea
ini dapat berkontribusi terhadap perkembangan Selatan. Peningkatan kekuatan ekonomi, politik
pengetahuan ilmu psikologi, dan lebih dari itu turut dan kesejahtaraan masyarakat itu juga berdampak
berkontribusi dalam pengembangan ilmu psikologi kepada ilmuwan-ilmuwan psikologi di negara-
khususnya di Indonesia. negara tersebutsehingga memberikan rasa percaya
diri dan keberanian untuk lebih kritis terhadap
History is Written by The Victors
teori-teori psikologi yang telah berkembang saat
“Sejarah dibuat oleh sang pemenang”,
ini.
demikian dikatakan oleh Winston Churchill.
Kenyataannya adalah teori-teori psikologi
Kalimat tersebut relevan dalam berbagai konteks
yang ada saat ini dibuat oleh teoretikus-teoretikus
termasuk dalam konteks keilmuan, dan ilmu
yang berasal dari budaya Eropa dan Amerika.
psikologi bukanlah pengecualian. Teori-teori
Teori-teori psikologi itulah, yang saat ini menjadi
ilmu pengetahuan sosial yang ada saat ini seperti
perspektif arus utama (mainstream)1 dalam ilmu
sosiologi, hukum, ekonomi, dan termasuk psikologi
psikologi. Ironisnya, psikologi arus utama banyak
merupakan produk budaya negara-negara barat
membuat inferensi dan membangun teori-teorinya
yang merupakan negara-negara “pemenang”.
menggunakan sampel penelitian (responden/subjek
Pemenang dalam arti sempit adalah negara-negara
penelitian) dari: pertama, orang-orang yang berasal
kolonial atas negara jajahannya. Secara lebih luas
budaya Eropa-Amerika (Singh, 2002); kedua,
pemenang adalah negara-negara yang unggul
berasal dari kelas sosial ekonomi menengah (Singh,
secara ekonomi, politik, tata pemerintahan, dan
2002); ketiga, kebanyakan dari mereka adalah
kesejahteraan masyarakatnya.
mahasiswa-mahasiswa (Burton, Hughes & Victoria,
Ilustrasi negara-negara pemenang terlihat dari
2011). Pertanyaannya kemudian adalah seberapa
pembagian lima negara-negara pemegang hak veto
jauh mahasiswa dari budaya Eropa-Amerika
permanen di Perserikatan Bangsa-Bangsa yang
yang berasal dari kelas sosial ekonomi menengah
empat di antaranya yaitu Amerika Serikat, Inggris,
kompatibel dengan (misalkan) orang-orang yang
Perancis dan Rusia (meskipun Rusia berada di
tinggal di lereng Gunung Kidul di Yogyakarta?
dua kawasan yaitu barat dan asia) dan hanya
Sejauhmana sebuah teori yang dibangun dari hasil
menyisakan satu negara dari Asia yaitu Tiongkok.
penelitian terhadap mahasiswa dari budaya Eropa-
Dalam bukunya The Critique of Psychology,
Amerika yang berasal dari kelas sosial ekonomi
Thomas Teo, yang menyajikan berbagai kritik
menengah dapat digunakan untuk memahami
terhadap psikologi berdasarkan pembabakan
masyarakat Suku Badui Dalam? Pemikiran-
waktu, memasukkan psikologi indijinus dalam
pemikiran seperti itu meragukan ketepatan teori-
kategori kritik pada masa pasca kolonialisme (post
teori barat untuk digunakan sebagai tools dalam
colonialism). Menurut Teo (2005) istilah pasca
memahami beragam budaya di dunia yang begitu
kolonial memiliki arti deskriptif karena mengacu
luas dan kompleks, sehingga validitas generalisasi
pada periode waktu dimana masa kolonialisme
psikologi arus utama terhadap berbagai budaya di
terbuka telah berakhir setelah perang dunia kedua.
dunia dipertanyakan (Singh, 2002). Psikologi arus
Istilah tersebut juga memiliki arti normatif yang
menyatakan bahwa ide-ide dan praktik-praktik
1
Thomas Teo (2005) menyebut aliran psikologi yang
kolonial seharusnya tidak memainkan peran dalam ada saat ini sebagai psikologi tradisional (traditional
dunia akademi, sains dan psikologi. Semestinya psychology), atau kadang disebut psikologi umum (general
tidak ada penjajahan pola pikir dengan memaksakan psychology), sementara Singh (2002) menyebutnya arus
ide-ide dari negara kolonialis terhadap koloninya. utama (mainstream). Menurut penulis penggunaan istilah
arus utama lebih tepat, karena dikotominya adalah antara
Menurut Teo (2005), teori-teori yang muncul pasca
aliran psikologi yang meyakini bahwa semua konsep-
masa kolonial berasal dari garis luar (periphery), konsep psikologi berlaku universal dan saat ini menjadi
muncul dari pengalaman orang-orang yang aliran utama (mainstream), dan aliran psikologi yang
terpinggirkan. Psikologi indijinus lahir dari orang- meyakini bahwa psikologi merupakan hasil bentukan
orang yang berasal dari periphery, yaitu kolonis. sosial historis pada suatu budaya tertentu dan saat ini
secara jumlah belum memiliki banyak pengikut.

166 | Aspirasi Vol. 5 No. 2, Desember 2014


utama dianggap gagal menjelaskan fenomena- Perbedaan ontologis tersebut membuat adanya
fenomena psikologi yang khas pada budaya metodologi yang berbeda antara human science
tertentu. dan natural science (Dilthey dalam Teo, 2005).
Pada konteks Indonesia, ketidakpuasan Perbedaan antara psikologi arus utama
terhadap psikologi arus utama sangat relevan, dan psikologi indijinus, yaitu: psikologi arus
karena fitur sumber penelitian barat sangat utama berusaha mengungkap prinsip-prinsip
berbeda dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang dekontekstual, mekanistis, universal, dan
secara umum. Teori barat dimana fitur sumber berasumsi bahwa teori-teori psikologi yang ada
penelitiannya adalah mahasiswa, kelas ekonomi saat ini bersifat universal (Koch & Leary dalam
menengah dan budaya barat yang individualistis, Uichol, dkk, 2006). Sementara itu, psikologi
sangat berbeda dari masyarakat Asia, seperti indijinus mempertanyakan universalitas teori-
Indonesia yang mayoritas penduduknya masih teori psikologi yang ada saat ini, dan berusaha
berpendidikan rendah, kelas ekonomi bawah dan mengungkap universalitas psikologi dalam konteks
berasal dari budaya timur yang kolektif. sosial, budaya, dan ekologi (Kim & Berry dalam
Karena ketidakpuasan atas psikologi arus Uichol, dkk, 2006).
utama, sejak awal abad ke-21 mulai muncul Menurut Uichol (2006) psikologi indijinus
keinginan kuat agar ilmu psikologi lebih mendorong kajian atas pengetahuan, skill, dan nilai
memerhatikan faktor keunikan masing-masing yang dimiliki oleh orang-orang mengenai dirinya,
budaya dalam membangun teorinya (Singh, dan bagaimana semua itu berfungsi dalam konteks
2002). Sebagai bentuk ketidakpuasan tersebut, keluarga, sosial, budaya dan ekologi. Penekanan
muncullah gerakan Psikologi Indijinus (Indegenous psikologi indijinus adalah pada upaya mendapatkan
Psychology). Gerakan ini penting, karena aspek pemahaman deskriptif atas fungsi manusia dalam
epistemologis dari ilmu psikologi adalah untuk lebih konteks budaya.Sementara Gabrenya dkk (2006)
memahami manusia. Memahami semua manusia di menuliskan bahwa psikologi arus utama tidak
semua negara, dengan segala keunikannya masing- relevan bagi negara-negara nonbarat setidaknya
masing. Ilmu psikologi juga harus dapat melihat pada tiga hal yaitu topik, metodologi dan ideologi.
manusia dari segala perspektif. Oleh karenanya, Relevansi Topik. Topik-topik penelitian
perlu dilakukan kajian atas perilaku manusia yang arus utama yang tidak sesuai dengan budaya dan
didasarkan pada budaya-budaya yang berbeda dan kondisi material lokal. Peneliti-peneliti dapat
tidak hanya berdasarkan beberapa negara industri mengalami disonansi kognitif, ketika disatu sisi
tertentu (Singh, 2002). ingin mempublikasikan tulisannya di jurnal-jurnal
internasional yang saat ini dikuasai barat, sehingga
Psikologi Arus Utama vs Psikologi Indijinus ia harus mencari topik-topik yang sesuai dengan
Secara ontologis terdapat dua pendapat ekspektansi jurnal barat. Tetapi disisi lain topik
mengenai subject matter psikologi, yaitu mereka tersebut mungkin tidak sesuai dengan kebutuhan
yang memandang psikologi sebagai ilmu alam penelitian di negaranya.
(natural science) dan yang memandangnya Relevansi Metodologi. Relevansi metode
sebagai ilmu manusia (human science). Ide yang terkait kegunaan praktis dari sebuah metode yang
mengatakan bahwa seseorang dapat mengekspor digunakan di barat. Beberapa metode barat sulit
konsep-konsep Psikologi Eropa-Amerika ke untuk diterapkan di negara lain karena kurangnya
budaya lain didasarkan pada ontologis naturalis sarana dan prasarana. Misalkan tidak adanya
(Teo, 2005). Bagi mereka yang memandang ruang laboratorium yang canggih, peralatan-
psikologi dengan ontologis naturalis maka tidak peralatan yang kurang lengkap, ketidakmampuan
ada sekat-sekat budaya atas perilaku manusia. untuk membayar partisipan penelitian, sulitnya
Sebab psikologi dipandang sama dengan ilmu-ilmu mendapatkan waktu untuk fokus meneliti karena
alam lainnya, yang mempunyai hukum kausalitas harus berbagi waktu dengan kegiatan lain untuk
universal. Sebagai contoh, prinsip gravitasi berlaku mendapatkan penghasilan, bahkan sulitnya
sama diseluruh penjuru dunia. mendapatkan partner penelitian.
Tetapi, bagi yang memandang psikologi dengan Relevansi ideologi, yang menjadi panduan di
ontologis humanis, maka hukum-hukum psikologi Psikologi Barat adalah positivism (dalam bentuk
dilihat sebagai relatif, dan tidak berlaku pada naif). Namun demikian, psikologi indijinus
semua budaya. None fits to all. Mereka memandang mendefinisikan positivism sebagai pendekatan
terdapat perbedaan yang signifikan antara ilmu epistemologis yang menekankan universalitas,
alam dan ilmu manusia, dan subject matter ilmu empiris kuantitatif, hipotesis testing yang deduktif,
manusia adalah realitas sosio-historis (Teo, 2005). sains yang bebas nilai dan deterministis.

Lukman Nul Hakim, Ulasan Konsep: Pendekatan Psikologi Indijinus | 167


Psikologi Indijinus vs Psikologi Lintas Budaya yang ada, dan bahwa orang luar hanya memiliki
Psikologi indijinus seringkali dianggap pemahaman yang terbatas.
sama dengan psikologi lintas budaya, semata- 5. Psikologi Indijinus berbeda dengan Naive
mata karena kesamaan pada setting budaya. Psychology milik Heider.
Akan tetapi, sesungguhnya keduanya berbeda. 6. Konsep-konsep indijinus telah dianalisa
Jika pada psikologi indijinus penekanan pada sebagai contoh psikologi indijinus, meskipun
orisinalitas konsep-konsep psikologi yang ada pada konsep-konsep tersebut menarik tetapi
suatu budaya tertentu. Psikologi lintas budaya konsep tersebut memiliki nilai komunikatif
menggunakan konsep psikologi dan kacamata arus yang terbatas bagi orang yang tidak mengerti
utama, untuk melihat dan memahami psikologi bahasanya. Selain itu sulit untuk memastikan
pada suatu budaya tertentu. apakah konseptualisasinya akurat. Konsep-
Thomas Teo (2005) mengatakan bahwa konsep tersebut tidak didukung oleh bukti-
perbedaan psikologi pasca kolonial (Psikologi bukti empiris.
Indijinus) dengan psikologi lintas budaya (cross 7. Banyak ilmuwan psikologi mencari penjelasan
cultural psychology) adalah, pada yang terakhir fenomena indijinus.
dimulai dengan menerapkan kategorisasi dan 8. Psikologi indijinus merupakan bagian dari
metodologi barat terhadap budaya yang lain, tradisi sains budaya.
dan bukan untuk mempertanyakan fondasi 9. Psikologi indijinus mendorong keterkaitan
psikologi barat. Meskipun psikologi lintas budaya antara manusia dengan social sciences.
memperlihatkan pentingnya peran budaya dalam 10. Terdapat dua starting point dalam penelitian
kehidupan mental, akan tetapi tetap berdasarkan psikologi indijinus, yaitu indigenization from
pada ontologi dan epistemologi psikologi arus without and from within.
utama (Teo, 2005).
Lebih lanjut, psikologi indijinus, menurut Metodologi Penelitian Psikologi Indijinus
Kim & Berry (dalam Uichol, 2006), adalah sebuah Secara metodologi penelitian, psikologi
kajian ilmiah tentang perilaku atau pikiran manusia indijinus tidak memiliki konsep sendiri, melainkan
yang native, maksudnya tidak dibawa dari wilayah sama dengan psikologi mainstream. Posisi tersebut
lain, dan di desain untuk orang-orang daerah sama dengan perspektif psikologi feminis, psikologi
tersebut. Uichol (2006), menyatakan bahwa tujuan budaya, yang tidak mempertanyakan dasar
dasar psikologi indijinus adalah mengembangkan metodologi (Teo, 2005). Akan tetapi Gabranye
sistem pengetahuan ilmiah yang secara efektif (2006) memberikan pandangan yang berbeda,
merefleksikan, mendeskripsikan, atau memahami menurutnya metodologi merupakan isu penting
aktivitas psikologis dan perilaku di dalam konteks bagi psikologi indijinus. Barat memiliki perbedaan
native mereka dalam hal kerangka budaya yang dari nonbarat dalam hal ketersediaan sarana dan
relevan, serta kategori dan teori yang didapat prasarana untuk kepentingan penelitian. Kemajuan
dari budaya. Psikologi indijinus secara eksplisit di bidang ekonomi membuat penelitian di Barat
mengkaji isi dan konteks dari penelitian yang diperlengkapi dengan peralatan yang canggih dan
tujuannya untuk menciptakan universal science mahal. Sementara itu, di negara-negara nonbarat
yang lebih teliti dan sistematis, yang dapat di peralatan yang canggih belum tersedia, sehingga
verifikasi baik itu secara teoritis maupun empiris. ilmuwan psikologi harus menggunakan metode
Menurut Uichol (2006), terdapat 10 yang ada pada mereka.
karakteristik psikologi indijinus, yaitu: Dengan dasar pemikiran tersebut, metode
1. Psikologi indijinus menekankan pada kajian penelitian kualitatif dipandang lebih sesuai
terhadap fenomena psikologi dalam konteks untuk psikologi indijinus, karena lebih bersifat
keluarga, sosial, politik, filosofi, sejarah, universal dan dapat digunakan untuk mempelajari
agama, budaya, dan ekologi. karakteristik budaya (Gabranye, 2006). Selain
2. Psikologi indijinus bukan merupakan kajian relatif lebih murah, metode kualitatif dianggap
terhadap orang-orang suku asli (native), dapat memfasilitasi strategi penelitian emic (sudut
kelompok etnik, ataupun orang-orang yang pandang budaya) yang memberikan penekanan
tinggal di negara-negara dunia ketiga. pada interpretasi dari sudut pandang responden.
3. Psikologi Indijinus bukan berarti menggunakan
metode tertentu. Perkembangan Psikologi Indijinus di Indonesia
4. Diasumsikan bahwa hanya native atau orang Awal masuknya pendekatan psikologi indijinus
yang berasal dari budaya tersebut yang dapat di Indonesia tidak diketahui secara pasti, akan
memahami fenomena indijinus dan budaya tetapi terbentuknya Center for Indigenous and

168 | Aspirasi Vol. 5 No. 2, Desember 2014


Cultural Psychology (CICP) di Fakultas Psikologi Sebagai lembaga yang fokus pada psikologi
Universitas Gadjah Mada dapat dijadikan tonggak indijinus, saat ini CICP memfokuskan diri pada lima
awal kehadiran psikologi indijinus di Indonesia konsentrasi penelitian yaitu prestasi, kebahagiaan,
secara resmi yaitu pada bulan Januari 2010. kepercayaan, diri, dan hubungan interpersonal.
Pada tahun pertamanya, CICP telah berhasil Beberapa hasil penelitian yang didukung CICP
menyelenggarakan The First International telah diterbitkan di jurnal internasional, yaitu
conference of Indigenous and Cultural Psychology penelitian dengan fokus pada sadness (Putri,
(ICICP) di Yogyakarta, dan mendatangkan 306 Prawitasari, Hakim, Yuniarti, & Kim, 2012), trust
ilmuwan psikologi dari berbagai negara yang (Kurnianingsih, Yuniarti, & Kim, 2012; Hakim,
tertarik dengan psikologi indijinus. Kehadiran Thontowi, Yuniarti, & Kim, 2012; Tyas, Yuniarti,
CICP mendukung perkembangan ilmu psikologi & Kim, 2013), happiness (Primasari & Yuniarti,
pada umumnya dan psikologi indijinus pada 2012) dan anger (Thontowi, Wulandari, Hakim,
khususnya. Hakim (2013), menuliskan terdapat Moordiningsih, Yuniarti, dan Kim, 2014).
setidaknya empat dampak positif dari CICP, yaitu: Sejauh ini, perkembangan psikologi indijinus
Pertama, gerakan indigenisasi yang terprogram. di Indonesia sangat menjanjikan. Dengan kerjasama
Jika sebelumnya penelitian lebih bersifat individu dan dukungan yang baik antara peneliti dan kampus,
maka keberadaan lembaga memungkinkan peneliti maka diharapkan Indonesia dapat menjadi pusat
dapat menyusun program riset jangka panjang dan kajian psikologi indijinus dan budaya di dunia.
melibatkan lebih banyak peneliti.
Kedua, memperkuat perspektif internasional. Diskusi
Jika sebelumnya orientasi penelitian untuk Psikologi indijinus telah menjadi gerakan
kepentingan lokal dan nasional saja, maka kini (movement) yang semakin kuat. Bahkan cukup kuat
muncul keinginan mengkomunikasikan hasil untuk dikemudian hari menjelma menjadi paradigma
penelitian kepada audiens internasional. Hal ke-enam dalam ilmu psikologi setelah paradigma
ini tercermin dari keikutsertaan peserta dan biologis, behavioris, kognitif, psikodinamika dan
pemakalah dari Indonesia yang meningkat. Jika humanistik. Psikologi indijinus memiliki dasar
pada Bienneal Conference of Asian Association of ontologis, epistemologis dan aksiologis yang kuat
Social Psychology (BCAASP) ke-8 di India kurang sehingga menarik banyak ilmuwan psikologi untuk
dari 50 orang dari Indonesia yang hadir dengan 7 mendalaminya.
di antaranya sebagai pemakalah, maka pada forum Berdasarkan kajian atas beberapa jurnal tentang
yang sama dua tahun kemudian BCAASP ke-9 di psikologi indijinus, menurut penulis secara internal
Tiongkok, Indonesia menghadirkan 117 peserta ada beberapa hal yang masih harus dilakukan dalam
dengan lebih dari separuhnya menjadi pemakalah. rangka memperkuat posisi psikologi indijinus.
Ketiga, mendorong kerja-kerja riset kolaboratif Pertama, yang mendesak dilakukan adalah
antar universitas. CICP menginspirasi kalangan menyepakati di antara ilmuwan psikologi yang
akademisi psikologi Indonesia untuk bekerjasama berminat dengan psikologi indijinus tentang sifat
mengembangkan program riset Psikologi Indijinus ontologis psikologi indijinus. Apa yang dimaksud
di institusinya masing-masing. Telah terbentuk dengan psikologi indijinus? Psikologi indijinus
lima unit penelitian indigenous psychology yang sebaiknya tidak diartikan secara sempit. Tidak
saling bekerjasama satu sama lain, yaitu CICP di sekedar mengganti terminologi-terminologi
Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta; Center for psikologi barat menjadi bahasa lokal. Psikologi
Indigenous and Health Psychology (CIHP) di Prodi indijinus bukanlah masalah bahasa, melainkan
Psikologi Universitas Udayana, Denpasar; Center esensi dari suatu konsep yang dipandang dari
for Indigenous and Islamic Psychology (CIIP) di sudut pandang lokal. Sebagai contoh, yaitu konsep
Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah kepercayaan (trust) seperti dikutip pada awal
Surakarta; Center for Community and Indigenous tulisan ini. Psikologi indijinus berusaha memahami
Psychology (CCIP) Prodi Psikologi Universitas konsep-konsep dari sudut pandang budaya lokal.
Sebelas Maret, Surakarta; Pusat Pemberdayaan Contoh lain adalah penelitian Enriquez (dalam Pe-
dan Pengembangan Keluarga (PPPK) Universitas Pua, 2006) dari Filipina yang mendapati bahwa
Diponegoro, Semarang; dan Unit Penelitian konsep identitas bagi masyarakat Filipina bersifat
Indigenous Psychology, UIN Syarif Kasim, Riau. identitas bersama (shared identity).
Keempat, mendorong keterlibatan dan Kedua, yang juga penting untuk disepakati
pengembangan para peneliti muda. Hal ini adalah metode penelitian untuk psikologi indijinus.
tercermin dari pengurus lembaga-lembaga tersebut McCleland (2011) menggunakan metode penelitian
di atas yang berusia muda, dibawah 40 tahun. yang berbasis lokal, yaitu metode penelitian

Lukman Nul Hakim, Ulasan Konsep: Pendekatan Psikologi Indijinus | 169


Kaupapa Maori. Metode ini nampaknya sudah Untuk itu, menurut penulis, orang yang dapat
cukup mapan dilingkungan orang-orang Maori meneliti orang-orang indijinus adalah siapa saja
(suku asli yang berada di New Zealand). McCleland yang mempunyai ketertarikan akan topik tersebut.
menuliskan bahwa Kaupapa Maori merupakan Sebagai pertanggungjawaban akademik, maka
sebuah alat untuk mempromosikan secara aktif orang tersebut harus benar-benar memahami
dan valid dalam hubungan dengan budaya lain di budaya lokal. Sementara itu, orang yang berhak
New Zealand. McCleland juga menulis bahwa mengkritik artikel psikologi indijinus adalah siapa
dalam metode ini terkandung prinsip-prinsip, saja yang secara akademik telah berhak untuk
budaya dan filosofi menjadi orang Maori. Akan melakukan hal tersebut.
tetapi McCleland tidak menjelaskan bagaimana Psikologi indijinus mempunyai masa depan
penerapan metode penelitian Kaupapa Maori ini yang cerah. Untuk mencapai hal itu, maka psikologi
di lapangan. Dalam artikel tersebut, McCleland indijinus membutuhkan lebih banyak pengikut,
(2011) juga mempertanyakan siapa orang yang dan mempunyai jurnal-jurnal dengan impact factor
paling tepat untuk melakukan penelitian terhadap yang baik. Dalam pengamatan penulis, selama ini
orang-orang indijinus, serta siapa orang yang telah ada jurnal yang menjadi wadah untuk kajian-
paling tepat untuk mengkritik penelitian akademik kajian indijinus. Akan tetapi, jurnal tersebut bukan
dari penelitian psikologi indijinus. jurnal khusus psikologi, melainkan kajian indijinus
Menurut penulis, seharusnya tidak perlu ada dari berbagai perspektif, seperti politik, ekonomi,
metode penelitian yang khusus untuk psikologi dan termasuk di dalamnya ilmu psikologi. Selain
indijinus. Untuk metode penelitian cukup itu, satu hal yang juga penting, yaitu para ilmuwan
menggunakan berbagai metode penelitian yang psikologi indijinus harus membentuk organisasi
telah ada yang digunakan oleh psikologi arus khusus psikologi indijinus.
utama. Prinsip dari metode penelitian adalah Hal lain yang juga perlu didiskusikan secara
bagaimana cara peneliti mengumpulkan data untuk intens adalah, dimanakah posisi psikologi indijinus
ditarik inferensi. Sedangkan berbagai metode yang di antara dua kutub apakah lebih ke arah empiris
ada saat ini telah mengakomodir berbagai cara dan yang ketat ataukah pemahaman (verstehen). Jika
kebutuhan. empiris ketat maka penelitian-penelitian psikologi
Menurut penulis, McCleland telah kurang harus didukung data-data empiris secara ketat.
tepat memahami tentang prinsip dasar psikologi Sedangkan jika pemahaman maka memberi peluang
indijinus ketika ia menuliskan bahwa metode untuk melakukan kajian atas fenomena-fenomena
penelitian Kaupapa Maori telah dikembangkan yang bersifat unobservable. Diskusi mengenai isu
dari perspektif indijinus untuk memungkinkan ini tidak lepas dari perdebatan tentang subject
dilaksanakannya penelitian oleh Maori, bersama matter ilmu psikologi. Menurut Graham (dalam
Maori dan untuk Maori. Padahal, penekanan Gross, 2009) dikotomi pandangan tentang subject
psikologi indijinus seharusnya terletak pada upaya matter psikologi tercermin dari psikologi barat dan
mendapatkan pemahaman deskriptif atas fungsi timur. Psikologi barat lebih menekankan pada aspek
manusia dalam konteks budaya. Pemahaman material, pengalaman objektif, bersifat mekanistis,
bahwa yang dapat meneliti suatu kelompok impersonal dan observing from without. Psikologi
indijinus hanyalah orang-orang dari kelompok timur lebih menekankan pada aspek spiritual,
indijinus tersebut menjadi sangat naif. Memang pengalaman subjektif, observing from within.
ada asumsi bahwa orang yang mengetahui suatu Berbagai literatur modern umumnya menjadikan
budaya adalah orang dari budaya itu sendiri. Akan perilaku dan pengalaman subjektif sebagai subject
tetapi itu adalah logika yang tidak tepat, karena ada matter dalam psikologi. Ilmu psikologi seharusnya
banyak cara untuk orang memahami budaya suatu tidak hanya mempelajari overt behavior, tetapi
masyarakat, terlebih pada era teknologi seperti ini. juga covert behavior seperti pikiran, perasaan,
Logika McCleland menyisakan satu pertanyaan, kebahagiaan. Menurut G.E. Moore (2012) subject
apa yang dimaksud indijinus itu sendiri? Atau apa matter psikologi berisi semua isi semesta alam, dan
yang dimaksud orang-orang Maori? Apakah orang- bersifat mental ataupun fisikal. Seperti definisi
orang yang secara genetis lahir dari pasangan orang psikologi yang ditawarkan Glassman dan Haddad
tua yang dari kelompok Maori? Bagaimana dengan (2009), bahwa psikologi adalah kajian ilmiah
orang yang berasal dari suku lain, dan diadopsi tentang perilaku dan pengalaman. Sedangkan
sehingga dia sejak kecil hidup dalam lingkungan tawaran definisi yang berbeda diberikan oleh Gross
Maori. Bagaimana dengan anak yang Maori secara (2009) yang mendefinisikan psikologi sebagai the
genetis, akan tetapi tumbuh dan besar di budaya sum total of what people do, a (rather special)
lain? human activity. Menurut penulis pribadi, psikologi

170 | Aspirasi Vol. 5 No. 2, Desember 2014


indijinus seharusnya mencakup keduanya, baik itu Psikologi indijinus harus didukung semua
perilaku yang overt maupun yang covert, baik itu pihak. Pihak kampus dapat memulai dengan
pengalaman yang objektif maupun subjektif, baik itu membuka mata kuliah baru yaitu psikologi
tentang body ataupun mind. Karena sesungguhnya indijinus. Para penyandang dana penelitian juga
subject matter psikologi adalah manusia. Manusia sebaiknya mendukung penelitian-penelitian
dengan segala sisi yang melekat padanya. Kita psikologi indijinus. Psikologi indijinus juga
harus memahami manusia secara holistic, tidak memberikan kesempatan bagi ilmuwan-ilmuwan
bisa parsial. Pengalaman-pengalaman subjektif psikologi Indonesia untuk bisa berbicara banyak
merupakan hal yang membedakan manusia dari di panggung internasional mengingat sangat
hewan. Jika kita memandang manusia hanya beragamnya budaya Indonesia. Pengetahuan
sebagai sekumpulan perilaku, maka perbedaan ilmuwan psikologi Indonesia atas psikologi
yang mendasar antara manusia dan hewan tidak masyarakatnya akan meningkatkan pemahaman
ada lagi. Seperti dikatakan oleh Fromm (dalam kita terhadap karakteristik bangsa kita sendiri.
Gross, 2009) bahwa jika psikologi hanya terkait Dengan begitu, ilmu psikologi akan bermanfaat
tentang body, maka psikologi menjadi ilmu yang untuk penyelesaian-penyelesaian masalah yang
kehilangan subject matter utamanya, yaitu the soul. ada di masyarakat. Secara akademik hasil-hasil
Akan tetapi, yang membedakan psikologi penelitian yang indijinus akan memperkaya
indijinus dengan arus utama adalah psikologi kontribusi kepada psikologi sebagai ilmu.
indijinus membuka lebar-lebar kesempatan bagi
ilmuwan psikologi untuk mengeksplorasi secara
lebih luas dan mendalam tentang aspek covert dari
manusia. Penghargaan atas ‘dunia dalam’ ini, justru DAFTAR PUSTAKA
akan menjadikan kelebihan psikologi indijinus atas
psikolog arus utama. Sementara itu, psikologi arus
utama terkesan setengah hati untuk hal ini. Seperti
pendapat Graham (dalam Gross, 2009), bahwa Jurnal
psikologi timur lebih menekankan pada aspek Burton, E.M.H., Hughes, D.A., Victora, D.G. 2011. The
spiritual, pengalaman subjektif, observing from Behavioral Psychology of Elite Decision Making:
within. Implications for Political Science. Elsevier, 1-15.
Pada akhirnya psikologi indijinus akan dapat G.E.Moore. Proceedings of The Aristotelian Society.
berdiri sejajar dengan paradigma-paradigma www.jstor.org/ stable/ 10.2307/i4084. Diakses pada
dalam psikologi lainnya ketika di dalam American 20 Desember 2012.
Psychological Association (APA) ada divisi baru McCleland, Ann. 2011. Culturally Safe Nursing
yaitu Divisi Psikologi Indijinus. Research: Exploring the Use of an Indigenous
Research Methodology From an Indigenous
Penutup Researcher's Perspective. Journal of Transcultural
Sejarah ditulis oleh pemenang, namun Nursing, 2, 362.
demikian dengan bergulirnya waktu siapapun bisa
jadi pemenang. Psikologi barat telah meletakkan
Buku
pondasi berupa teori-teori bagi ilmu psikologi. Glassman, W.E., & Hadad, M. 2009. Approaches to
Sekarang adalah saatnya bagi ilmuwan psikologi Psychology. 5th edition. London: McGraw-Hills.
dari semua kawasan dan negara baik itu barat
maupun nonbarat untuk mengembangkan pondasi Gross, Richard. 2009. Themes, Issues & Debates in
Psychology. 3rd edition. London: Hodder Education.
tersebut menjadi bangunan yang kuat dan indah.
Sesuai dengan prinsip epistemologi ilmu psikologi Pe-Pua, Rogelia. 2006. From Deolonizing Psychology to
yaitu untuk dapat memahami manusia secara lebih the development of a Cross Indigenous Perspective
baik. Ketika semua pihak berkontribusi, maka akan in Methodology: The Phillipine Experience, dalam
berguna bagi akumulasi pengetahuan. Uichol, K., Yang, K.S., & Hwang, K.K, Indigenous
Ilmuwan psikologi saat ini tidak harus dipandu and Cultural Psychology: Understanding People in
Context. New York: Springer.
oleh teori-teori psikologi arus utama, justru mereka
dapat mengembangkan teori mereka sendiri untuk Singh, Arun Kumar. 2002. The Comprehensive History of
memberikan kontribusi yang signifikan kepada Psychology. Delhi: Motilal Banarsidass Publisher
berbagai cabang dalam psikologi. Saat ini psikologi Ltd.
sedang bergerak menuju era yang benar-benar Teo, Thomas. 2005. The Critique of Psychology: From
internasional dan interkultural (Singh, 2002). Kant to Postcolonial Theory. Canada: Springer.

Lukman Nul Hakim, Ulasan Konsep: Pendekatan Psikologi Indijinus | 171


Uichol, K., Yang, K.S., & Hwang, K.K. 2006. Indigenous Internet
and Cultural Psychology: Understanding People in “Western Indigenous Psychology dan Eastern Indigenous
Context. New York: Springer. Psychology.” http://www.ubaya.ac.id/2014/content/
articles_detail/140/Western-Indi-genous-Psychology-
dan-Eastern-Indigenous-Psychology.html. Diakses
Makalah tanggal 20 Juli 2014.
Hakim, M.A. 2013. Dari Lokal ke Global: Berfikir
kontekstual, indigenous psychology, dan masa “Message from The Head of CHIP.” http://chip.unud.
depan psikologi Indonesia di arena internasional. ac.id. Diakses tanggal 20 Juli 2014.
Makalah dipresentasikan pada kuliah umum Prodi “Kerja Keras Sebagai Tolok Ukur Kesuksesan Bangsa:
Psikologi Universitas Paramadina pada 2 Oktober Tinjauan Psikologi Islam dan Indigenous.” http://
2013 di Jakarta. ciip.psikologi.ums.ac.id/tag/ciip-ums/. Diakses
tanggal 20 Juli 2014.

172 | Aspirasi Vol. 5 No. 2, Desember 2014