Anda di halaman 1dari 3

Latihan 10-1.

 Basis Alokasi Departemen Pendukung

Departemen Basis Alokasi

Departemen Pendukung 1 Jumlah Karyawan


Departemen Pendukung 2 Luas lantai

A. Alokasi Biaya Departemen Pendukung Pada PT. Kreshna Yudha


a) Alokasi Biaya Departemen Pendukung 1

Departemen Jumlah Karyawan %


Dept. Produksi A 80 33%
Dept. Produksi B 120 50%
Dept. Pendukung 1 16 7%
Dept. Pendukung 2 24 10%
Jumlah 240 100 %

Jumla h karyawan suatudepartemen produksi


Alokasi Dept. Pendukung 1 = x Biaya
total jumla h karyawan untuk seluru h departemen produksi
Dept. 1

80
Alokasi Departemen Produksi A = x Rp 40.000.000 = Rp 13.333.333
240
120
Alokasi Departemen Produksi B = x Rp 40.000.000 = Rp 20.000.000
240
16
Alokasi Departemen Pendukung 1 = x Rp 40.000.000 = Rp 2.666.666
240
24
Alokasi Departemen Pendukung 2 = x Rp 40.000.000 = Rp 4.000.000
240

Departemen Produksi B menerima alokasi terbesar karena jumlah karyawan


( 120 orang ) merupakan yang terbanyak dibandingkan dengan jumlah karyawan pada
departemen produksi lainnya.

b) Alokasi Biaya Departemen Pendukung 2


Departemen Luas lantai %
Dept. Produksi A 600 28%
Dept. Produksi B 150 7%
Dept. Pendukung 1 800 37%
Dept. Pendukung 2 600 28%
Jumlah 2150 100 %

luas lantai suatu departemen produksi


Alokasi Dept. Produksi 2 = x Biaya Dept. 2
total luas lantai untuk seluru h departemen produksi

600
Alokasi Departemen Produksi A = x Rp 20.000.000 = Rp 5.581.395
2150
150
Alokasi Departemen Produksi B = x Rp 20.000.000 = Rp 1.395.348
2150
800
Alokasi Departemen Pendukung 1 = x Rp 20.000.000 = Rp 7.441.860
2150
600
Alokasi Departemen Pendukung 2 = x Rp 20.000.000 = Rp 5.581.395
2150

Berdasarkan luas lantai yang digunakan oleh setiap dept. produksi, maka dept.
Pendukung 2 memperoleh alokasi terbesar (Rp. 7.441.860) karena menggunakan
luas lantai yang terluas (800 m)

B. Alokasi Biaya Pendukung Dengan Metode Aljabar

Departemen Produksi Departemen Pendukung Jumlah


P1 P2 S1 S2
Biaya 180.000.000 140.000.000 40.000.000 20.000.000 380.000.000
overhead
sebelum
alokasi
Alokasi
biaya
departemen
pendukung
S1 13.333.333 20.000.000 2.666.666 4.000.000
S2 5.581.395 1.395.348 7.441.860 5.581.395
Biaya 198.981.395 161.395.348 50.108.526 29.581.395 360.376.743
overhead
pabrik
setelah
alokasi

1. a) Berdasarkan Jumlah Jam Mesin

 Tarif BOP untuk Dept. Produksi A adalah Rp. 33.163 (Rp. 198.981.395/6.000 jam)
 Tarif BOP untuk Dept. Produksi B adalah Rp. 80.697 (Rp. 161.395.348/2.000 jam)

b) Berdasarkan Jam Tenaga Kerja Langsung

 Tarif BOP untuk Dept. Produksi A adalah Rp. 66.327 (Rp. 198.981.395/3.000 jam)
 Tarif BOP untuk Dept. Produksi B adalah Rp. 16.139 (Rp. 161.395.348/10.000 jam)

2. a) Tarif BOP Tunggal berdasarkan jam mesin

 Dept. Produksi A = 12 x Rp. 33.163 = Rp. 397.956


 Dept. Produksi B = 4 x Rp. 80.697 = Rp. 322.788

b) Tarif BOP Tunggal Berdasarkan Jam tenaga kerja langsung

 Dept. Produksi A = 4 x Rp. 66.327 = Rp. 265.308


 Dept. Produksi B = 8 x Rp. 16.139 = Rp. 129.112