Anda di halaman 1dari 8

ANALISA PROSES INTERAKSI

PASIEN DENGAN PERLAKU KEKERASAN

Nama mahasiswa : Hana Zilpah

Inisial klien : Tn. J

Status interaksi perawat-klien : Pertemuan ke 1

Lingkungan : Tenang, posisi duduk berdampingan ± 1 meter, di ruang


tamu / meja makan

Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien mampu membina hubungan saling percaya,

mengenal perawat dan mengungkapkan secara terbuka

permasalahannya.

Ruang : Sadewa

Waktu : Senin, 24-08-2020 jam 16.00

Deskripsi klien : Afek datar, tatapan mata tajam, kontak mata ada namun
focus mudah beralih, selalu mengulang – ulang menceritakan masa lalunya.
KOMUNIKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT
KOMUNIKASI VERBAL RASIONAL
VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : “Selamat siang..pak Joko P : Memandang pasien dan Perawat dalam kondisi Klien tampak tenang Klien mulai menerima
ya?” tersenyum tenang dalam memulai sehingga proses interaksi kehadiran perawat.
K : Duduk dan diam pembicaraan atau interaksi. lancar dan kooperatif
memulai interaksi.
K : “Iya mbak” K : Ekspresi datar
P : Fokus pada pembica-raan
P : “Perkenalkan nama saya P : Tampak rileks, terse- Perawat merasa bahwa klien Klien masih memberikan Memperkenalkan diri dapat
Hana pak, saya mahasiswa nyum ke arah klien harus diberikan penjelasan tanggapan secara ragu-ragu menciptakan rasa percaya
yang praktek disini selama 2 K : Tampak rileks tentang kedatangan perawat klien terhadap perawat
minggu ke depan”

K : (diam) K : Kontak mata cukup


P : Kontak mata baik, per-
hatian penuh pada klien
P : “Bagaimana kalau kita P : Fokus, kontak mata baik Perawat memulai Klien menunjukkan kesedi- Kontrak awal sangat penting
ngobrol-ngobrol pak? Sekitar K : Mendengar dengan pembicaraan dengan klien annya untuk terbuka dan dalam interaksi untuk
20 menit bagaimana?” seksama disertai kontrak terlebih berinteraksi. menunjang hubu-ngan saling
dahulu. percaya.
K : “iya mbak gak apa-apa” K : Tampak lelah dan
mengantuk
P : Mendegarkan dengan
seksama
P : “Bagaimana perasaan pak P : Kontak mata baik, Perawat berusaha meng- Klien mau mengungkapkan Eksplorasi perasaan klien
Joko hari ini? Apa aja yang perhatian penuh terhadap eksplorasi apa yang apa yang ia rasakan kepada penting untuk mengetahui
sudah Bapak lakukan mulai klien dirasakan klien. perawat. apa yang dirasakan klien.
dari tadi pagi?” K : Badan condong ke depan,
mendengarkan perawat
dengan seksama

K : “Biasa aja. Tadi pagi K : Fokus pada pembicara-an


bangun jam setengah 5 mandi P : Diam sejenak memikir-
trus bersih-bersih, makan, kan bagaimana cara me-
tidur-tiduran, makan kajang nyampaikan pada klien
ijo, makan siang kemudian
santai-santai di tempat tidur”
P : “Oh begitu. Coba pak Joko P : Fokus pada klien Perawat berusaha me-nggali Klien tampak terbuka dan Daya ingat pasien dapat
ceritakan awal mula bapak K : Kontak mata baik alasan masuk klien dan mau mengungkapkan dikaji dengan menanyakan
masuk sini?” menggali daya ingat klien kronologi klien masuk ke RS data-data pasien yang
sederhana
K : “Saya di rumah ngamuk- K : Berbicara menghadap
ngamuk, saya melempar perawat sambil membena-hi
barang-barang, menedang ibu posisi duduk
dan adik saya terus saya P : Badan condong ke depan,
langsung dibawa ke RS sama ekspresi wajah tenang, sikap
keluarga saya” terbuka
P : Pak Joko ingat sekarang P : Eskpresi tenang, tetap Perawat mencoba Klien dapat menyebutkan Daya ingat pasien dapat
dimana dan tanggal berapa? mempertahankan kontak mengorientasikan waktu dan tempat dimana ia sekarang dikaji dengan menanyakan
mata dengan klien, tempat terhadap klien tapi klien tampak kesulitan data-data pasien yang
tersenyum saat akan menyebutkan waktu sederhana
K : badan condong ke arah
perawat, fokus pada
pembicaraan
K : “Ini di RS Jiwa mbak ya. K : Serius memandang
Ehmm, lupa mbak sekarang perawat sambil mengung-
tanggal berapa.” kapkan keinginannya
P : Mendengarkan apa yang
di ungkapkan klien
P : ”Sekarang itu hari Senin P : Menjelaskan kepada klien Perawat mencoba mengkaji Klien berusaha mengingat- Umur mempengaruhi daya
tanggal 24 agustus 2020 pak. dengan penuh perha-tian daya ingat klien ingat ingat klien
Pak Joko ingat sekarang umur sambil menggerak-gerakkan
berapa?” tangannya
K : Mengangguk-anggukan
kepala mendegarkan
penjelasan perawat

K : “Ehhmmm, saya umur 35 K : Menjawab pertanyaan


tahun mbak” sambil menunduk
P : Fokus pada pembicaraan
P : “Apa yang menyebabkan P : Tersenyum, memper- Perawat mencoba menggali Klien dapat menjawab alas an Menggali alasan dari perilaku
pak Joko sering melempar tahankan kontak mata penyebab klien melakukan dari perilaku amuknya amuk sangat penting untuk
barang-barang?” dengan klien perilaku kekerasan menentukan penyebab dan
K : Menunduk, klien tam-pak menentukan intervensi
lelah

K : awalnya saya suka marah- K : Klien tampak sedih


marah karena minta uang buat dengan kondisinya
beli rokok ga di kasih, saya P : Fokus pada pembi-
mendengar suara bisik-bisik caraan, mengangguk-
yang menyuruh saya untuk anggukkan kepala
melempar barang-barang.”
P : ”Biasanya pada saat apa P : Empati pada klien, badan Perawat mencoba menggali Klien mencoba mengingat- Penggalian terhadap
Pak Joko mendengarkan hal itu condong ke arah klien frekuensi, situasi, dan respon ingat halusinasi klien penting
kemudian apa yang bapak K : Tampak lelah dan klien terhadap halusinasi untuk mengetahui koping
lakukan?” mengantuk yang dulu dilakukan klien

K : Memandang perawat
K : “Biasanya pada saat P : Kontak mata baik
melamun sendirian di rumah
kemudian saya menuruti suara-
suara itu.”
P : “Menurut Pak Joko, bagian P : tersenyum, melihat jam Perawat menggali gambaran Klien tampak terbuka Konsep diri menunjukkan
tubuh mana yang disukai, tangan, badan terbuka diri klien menyampaikan hal-hal yang gambaran diri klien yang
bapak anak keberapa, dan apa K : sedikit tersenyum dan ditanya oleh perawat meliputi citra tubuh, identitas
yang pak Joko memperhatikan perawat diri, peran, ideal diri, dan
inginkan/harapkan sekarang? harga diri klien
Kalau dirumah bapak dekat
dengan siapa?”

K : “Saya menyukai semua K : Memandang perawat


bagian tubuh saya, saya P : Fokus pada klien
bersyukur atas semuanya. Saya
ini anak kedua dari 3
bersaudara Saya dirumah
tinggal dengan bapak, ibu dan
adik saya. Saat ini saya ingin
cepat sembuh dan pulang.
Kalau dirumah saya dekat
dengan bapak Saya”
P : “Pak Joko agamanya apa? P : Menunjukkan perhatian Perawat menggal nilai dan Klien dapat menyebutkan Nilai dan keyakinan sangat
Biasanya dirumah sholat? K : Menunduk sambil keyakinan klien terkait kegiatan ibadah yang biasa penting untuk menentukan
Kalau disini sholatmys memandang kakinya spiritual serta kegiatan ibadah dilakukan baik pada saat di apakah terdapat masalah
bagaimana? yang biasa dilakukan rumah atupun di RS terkait dengan spiritual klien

K : “Saya Islam mbak, kalau K : Masih menunduk


dirumah saya sholatnya P : Memperhatikan
kadang-kadang, kalau disini
malah jarang sholat mbak…”
P : “pak Joko ingat disini sudah P : Memandang klien sambil Perawat mengkaji data Klien berpikir dan berusaha Lama rawat menentukan
berapa hari?” tersenyum umum dan daya ingat pasien mengingat apakah klien kronis atau akut
K : Menunduk

K : “Saya sudah 14 hari di Rs K : Bicara tanpa menoleh


mbak, 6 hari awal saya di Perawat
Ruang Camar, jadi sisanya P : Memandang klien
saya di Ruang Sadewa.”
P : “Oya pak, kalau misalnya P : Empati pada klien, badan Perawat menggali Klien dapat memberikkan Kemampuan penilaian
bapak disuruh milih antara condong ke arah klien kemampuan penilaian klien penilaian terhadap hal-hal terhadap hal-hal yang
mandi dan makan, mana yang K : focus pada pembicaraan terhadap hal-hal yang yang sederhana sederhana dapat
Mas pilih?” sederhana menunjukkan adanya
K : Memandang perawat gangguan atau tidak.
P : Kontak mata baik
K : “Saya milih mandi dulu
Mbak”
P : “Wah, pak Joko pintar… P : badan condong ke arah Perawat mencoba menggali Klien tampak bersemangat Penguatan terhadap klien atas
Oya, pak kan tau kalau klien, kontak mata baik harapan klien untuk segera ingin pulang kemampuannya sa-ngat
sekarang pak Joko ini di RS, K : Tampak lelah dan memberikan semangat cepat membantu untuk
berarti bapak tau kalau bapak mengantuk sembuh meningkatkan kemampuan
sakit, terus bagaimana perasaan dirinya.
pak Joko?

K : “Iya saya tau Mbak kalau K : Memandang perawat


sakit, jadi saya menerima P : Mendengarkan dengan
penyakit saya dan ingin segera seksama
pulang kembali.
P : “Mengapa pak kalau di P : Menunjukkan perhatian Perawat mencoba menggali Klien dapat mengungkapkan Identifikasi penyebab
rumah lebih suka menyendiri K : Menunduk sambil alasan klien suka menyendiri alasannya menarik diri sangat penting
jarang keluar rumah?” memandang kakinya di rumah untuk mengetahui
penyebabnya
K : “Saya kadang merasa malu K : Masih menunduk
Mbak, tapi sebenarnya saya P : Memperhatikan
lebih senang kalau punya
teman”
P : “Baik Pak, ini sudah 20 P : tersenyum, melihat jam Perawat mengakhiri kontrak Klien tampak memahami apa Penguatan terhadap klien atas
menit kita berbincang-bincang tangan, badan terbuka dan membuat kontrak baru yang disampaikan perawat. kemampuannya sa-ngat
jadi kita akhiri saja ya? Besok K : sedikit tersenyum dan membantu untuk
kita bertemu lagi bagaimana?” memperhatikan perawat meningkatkan kemampuan
dirinya.
K : “Iya”
K : Menganggukkan kepala
P : Fokus pada klien
P : “Baiklah saya permisi dulu. P : Tersenyum, jabat ta-ngan Perawat mengakhiri inte-raksi Klien berespon untuk Klien sepakat untuk
pak bisa beristirahat lagi. K : Menerima jabat tangan dengan baik. mengakhiri interaksi dengan menindaklanjuti pertemu-an.
dari perawat baik. Hal ini menunjukkan bahwa
antara klien dan perawat
K : “Iya mbak” K : Berdiri telah terjadi trust. Hal ini
P : Berdiri sambil memper- sesuai dengan teori bahwa
silahkan klien untuk ber- aspek utama untuk
istirahat kembali mempertahankan hubu-ngan
adalah adanya hubungan
saling percaya.

KESAN PERAWAT :

Fase awal yaitu fase I (perkenalan) dapat dilaksanakan dengan baik.Klien cukup kooperatif walaupun sering terganggu dengan efek
perilaku kekerasannya. Data yang tergali adalah data mengenai perilaku kekerasan, koping individu tidak efektif, koping keluarga
kurang efektif, flight of ideas dan ideal diri yang tinggi. Kontrak selanjutnya telah dilaksanakan dan pasien menerima kontrak tersebut.
Secara umum proses interaksi sudah dapat dilanjutkan dengan fase berikutnya yaitu fase kerja.