Anda di halaman 1dari 6

Materi 3.

KARAKTERISTIK MATERI
ASAM, BASA DAN GARAM

Diedit Oleh Yudhi Wiyoko

Kata-kata kunci:
Asam, Basa, Garam, Indikator asam-basa

1|P a g e
Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari zat terlarut (solute) dan pelarut
(solvent). Larutan dapat dikelompokkan menjadi larutan yang bersifat asam, basa, atau garam.

A. Asam
Kata ”asam” berasal dari bahasa Latin “acidus” yang berarti masam. Asam adalah zat
(senyawa) yang menyebabkan rasa masam pada berbagai materi. Berikut ciri atau tanda dari
larutan asam.
(a) Rasanya asam (tidak boleh dicoba kecuali dalam makanan).
(b) Dapat menimbulkan korosi.
(c) Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.
Senyawa asam banyak ditemukan dikehidupan
sehari-hari. Pada saat memasak di dapur, tentu kamu
mengenal salah satu bahan penambah rasa makanan,
yaitu cuka dapur yang mengandung asam asetat. Aki
pada kendaraan bermotor mengandung asam sulfat.
Asam dalam lambung kita, yaitu asam klorida berfungsi
membantu proses pencernaan bahan makanan.

Tabel 1 Beberapa asam dan keberadaannya


No Nama asam Keberadaan
1 asam askobat (vitamin C) buah-buahan
2 asam sitrat buah jeruk
3 asam karbonat minuman bersoda (misalnya, fanta dll)
4 asam laktat susu yang sudah mengasam
5 asam asetat cuka
6 asam klorida cairan lambung
7 asam fosfat cat anti karat dan bahan pupuk
8 asam sulfat aki dan bahan pupuk

Selain banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, larutan asam dapat menimbulkan
dampak negatif bagi lingkungan, contohnya terjadinya hujan asam. Di beberapa wilayah tertentu,
terjadi hujan asam yang menyebabkan kerusakan pada bangunan gedung dan patung-patung
dalam kota. Mengapa dapat terjadi hujan asam? Bila terdapat kadar gas belerang dioksida (SO2)
dan nitrogen oksida (NO) di atmosfer sangat tinggi, maka gas ini akan bereaksi dengan air di
atmosfer dan membentuk asam sulfat, asam nitrat, dan senyawa asam lainnya. Ketika terjadi
hujan, air yang dihasilkan bersifat lebih asam dari keadaan normal. Air hujan inilah yang dikenal
dengan hujan asam. Gas belerang dioksida dan gas nitrogen oksida dihasilkan dari pembakaran
minyak bumi yang berasal dari buangan industri dan kendaraan bermotor. Selain merusak
gedung dan patung-patung, hujan asam tersebut dapat merusak tumbuh-tumbuhan dan dapat
menyebabkan kematian pada makhluk hidup yang ada di sungai apabila hujan asam tersebut
masuk ke sungai.

B. Basa

2|P a g e
Basa adalah zat-zat yang dapat menetralkan asam. Basa juga
banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Contoh benda yang
mengandung basa ialah sabun mandi, sabun cuci, sampo, pasta gigi,
obat mag, dan pupuk. Dalam penggunaan sehari-hari, umumnya basa
dicampur dengan zat lain. Berikut adalah sifat-sifat basa.
a. Mempunyai rasa agak pahit (tidak boleh dicoba).
b. Terasa licin di kulit.
c. Mengubah kertas lakmus merah menjadi biru.

Tabel 2 Beberapa basa beserta keberadaannya

No Nama basa Keberadaan


1 Kalsium hidroksida (KOH) Sabun mandi
2 Natrium hidroksida (NaOH) Sabun cuci, bahan pembersih oven
3 Magnesium hidroksida (Mg(OH)2) Obat maag
4 Aluminium hidroksida (Al(OH)3) Obat maag
5 Ammonia (NH3) Bahan pemutih dan pembuatan pupuk

Dalam kehidupan sehari-hari, larutan asam sering direaksikan dengan larutan basa untuk
menghasilkan senyawa netral atau dikenal dengan reaksi netralisasi. Pada reaksi netralisasi ini
akan dihasilkan garam dan air. Contoh penerapan reaksi netralisasi dalam kehidupan sehari-hari
adalah untuk pengobatan bagi penderita sakit mag. Dimana sakit mag (kondisi kadar asam
lambung yang tinggi) maka obat mag adalah senyawa yang bersifat basa (kandunganya
magnesium hidroksida atau aluminium hidroksida). Contoh lainnya adalah pengobatan akibat
sengatan serangga, perlindungan terhadap kerusakan gigi, dan pengolahan tanah pertanian.

C. Garam
Garam adalah suatu senyawa yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa. Reaksinya
disebut reaksi netralisasi. Pada reaksi netralisasi tersebut akan dihasilkan garam dan air.
Asam + Basa  Garam + Air
Garam yang dihasilkan dari reaksi ini dapat bersifat asam, bersifat basa, maupun bersifat netral.
Jenis senyawa garam yang paling dikenal adalah garam dapur atau nama senyawa kimianya
natrium klorida (NaCl). Garam secara luas digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antara lain
untuk industri pupuk, obat-obatan, pengolahan makanan, dan bahan pengawet.

Tabel 3 Berikut garam beserta keberadaannya

No Nama Garam Keberadaan


1 Ammonia (NH3) Pestisida
2 Natrium karbonat (Na2CO3) Bahan-bahan alat pembersih
3 Natrium hidrogen karbonat (NaHCO3) Soda kue
4 Natrium klorida (NaCl) Garam dapur

3|P a g e
D. Indikator Asam-Basa
Larutan asam dan larutan basa memiliki sifat-sifat yang khas. Salah satu cara untuk
membedakan asam atau basa dapat menggunakan indikator. Suatu indikator asam-basa adalah
suatu senyawa yang dapat menunjukkan perubahan warna apabila bereaksi dengan asam atau
basa. Indikator asam-basa dapat dibedakan menjadi indikator alami dan indikator buatan.
(1) Indikator Alami
Indikator alami merupakan indikator yang berasal dari bahan alam. Berbagai jenis
tumbuhan dapat digunakan sebagai indikator alami. Tumbuhan yang termasuk indikator
alami akan menunjukkan perubahan warna pada larutan asam ataupun basa. Beberapa
contoh tumbuhan yang dapat digunakan sebagai indikator alami adalah kunyit, bunga
mawar, kubis merah, kulit manggis, kubis ungu, daun bayam merah, dan bunga kembang
sepatu.

Gambar 3 Beberpa contoh indikator alami

Ekstrak kunyit akan memberikan warna kuning cerah pada larutan asam dan dalam larutan
basa akan memberikan warna jingga. Kubis (kol) merah mengandung suatu zat
indikator,yaitu antosianin. Zat ini berwarna merah pada asam, berwarna hijau pada basa
lemah, dan berwarna kuning pada basa kuat. Ekstrak bunga kembang sepatu akan
memberikan warna merah cerah jika diteteskan dalam larutan asam. Jika diteteskan dalam
larutan basa akan dihasilkan warna hijau.

(2) Indikator buatan


Indikator Buatan adalah indikator siap pakai yang sudah dibuat di laboratorium atau
pabrik alat-alat kimia. Contoh indikator buatan yaitu kertas lakmus, indikator universal, dan
pH meter.

Gambar 4 (a) Indikator universal, (b) Kertas lakmus, dan (c) pH meter

4|P a g e
Kertas lakmus ada dua jenis, yaitu lakmus biru dan lakmus merah. Dalam larutan asam,
lakmus biru berubah warnanya menjadi merah, sedangkan lakmus merah tetap merah.
Dalam larutan basa, lakmus merah berubah warnanya menjadi biru, sedangkan lakmus biru
tetap biru. Jika ke dalam suatu larutan kita masukkan kertas lakmus merah atau lakmus biru
dan ternyata tidak terjadi perubahan warna kertas lakmus, maka larutan tersebut bersifat
netral. Perhatikan perubahan warna kertas lakmus pada gambar di bawah ini.

Gambar 5 Perubahan warna kertas lakmus pada (a) larutan asam dan (b) larutan basa

Kertas lakmus dapat digunakan untuk mengidentifikasi sifat suatu larutan apakah asam,
basa, atau netral tetapi tidak dapat menentukan tingkat keasaman atau kebasaan larutan
tersebut. Untuk menentukan tingkat keasaman atau kebasaan suatu larutan dapat digunakan
indikator universal dan pH meter.
Tingkat keasaman atau kebasaan larutan dinyatakan sebagai pH (Power of Hydrogen),
yaitu derajat keasaman yang digunakan untuk menyatakan tingkat keasaman atau kebasaan
yang dimiliki oleh suatu larutan. Harga pH dinyatakan dengan skala antara 0 hingga 14 yang
terbagi menjadi tiga daerah yaitu asam, basa, dan netral. Larutan yang bersifat asam
memiliki pH < 7. Larutan yang bersifat netral memiliki pH = 7. Larutan yang bersifat basa
memiliki pH > 7

Gambar 4 Skala derajat keasaman (pH)

5|P a g e
Tugas 3.2
Amatilah video percobaan indikator alami kunyit pada video youtube berikut:
https://www.youtube.com/watch?v=HLg_-q7ylHQ
Buatlah kesimpulanmu bagaimana perubahan warna ekstrak kunyit pada larutan asam dan
larutan basa?

Untuk memperdalam pengetahuanmu kunjungi sumber belajar berikut:


https://www.youtube.com/watch?v=LVK8l_epti4
https://www.youtube.com/watch?v=IkcEIBCW72E

6|P a g e