Anda di halaman 1dari 8

Mata Kuliah UMKM

PENDAHULUAN

Usaha Kecil dan Menengah mempunyai peran yang strategis dalam pembangunan ekonomi
nasional, oleh karena selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja juga
berperan dalam pendistribusian hasil-hasil pembangunan. Dalam krisis ekonomi yang terjadi di negara
kita sejak beberapa waktu yang lalu, dimana banyak usaha berskala yang mengalami stagnasi bahkan
berhenti aktifitasnya, sektor Usaha Kecil dan Menengah terbukti lebih tangguh dalam menghadapi krisis
tersebut. Mengingat pengalaman yang telah dihadapi oleh Indonesia selama krisis,kiranya tidak
berlebihan apabila pengembangan sektor swasta difokuskan pada UKM, terlebih lagi unit usaha ini
seringkali terabaikan hanya karena hasil produksi dalam skala kecil dan belum bersaing dengan unit
usaha lainnya.

Pengembangan UKM perlu mendapatkan perhatian yang besar baik dari pemerintah maupun
masyarakat agar dapat berkembang lebih kompetitif bersama pelaku ekonomi lainnya. Kebijakan
pemerintah ke depan perlu diupayakan lebih kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya UKM.
Pemerintah perlu meningkatkan perannya dalam memberdayakan UKM disamping mengembangkan
kemitraan usaha yang saling menguntungkan antara pengusaha besar dengan pengusaha kecil, dan
meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusianya.

Untuk mencapai kemajuan usaha di Indonesia, pemerintah harus memulainya dari daerah ke
daerah dan ini menjadi peranan pemerintah daerah yang harus lebih memperhatikan kegiatan usaha kecil
didaerahnya demi mencapai kemajuan ekonomi. Contohnya saja di daerah Jawa Barat yaitu Bandung.
Pemerintah kota Bandung harus lebih memperhatikan pedagang-pedagang atau usaha-usah kecil di
Bandung karena terdapat cukup banyak Usaha Kecil dan Menengah di Bandung yang membutuhkan
perhatian dan bantuan dari pemerintah untuk mengembangkan usaha mereka.

Usaha Kecil dan Menengah di Bandung pada saat ini cukup bervariasi dan kreatif karena para
pelaku usahanya mulai berkembang dan berfikir lebih maju untuk membangun maupun mengembangkan
usaha mereka menjadi usaha yang bervariasi dan berbeda dari usaha yang lain. Akan tetapi, peran
pemerintah masih saja kurang dan minim. Hal ini terbukti dari masih sulitnya pengusaha kecil
mendapatkan modal maupun pinjaman modal untuk membangun atau mengembangkan usahanya.
Mata Kuliah UMKM

TEORI PENGANTAR

Yang menjadi 4 fungsi Bisnis yaiu

1. Fungsi Marketing

Pada fungsi marketing,yang perlu diperlu dilakukan adalah

1) mengidentifikasi kebutuhan sebagai berikut :

 Jenis Produk/jasa

 Konsumen

 Spesifikasi

 Daya Beli

 Volume

 Saluran distribusi

2) Menyampaian Produk /Jasa dengan Marketing Mix yang terbagi menjadi :

 Product

 Price

 Promotion

 Place

2. Fungsi Produksi

Fungsi dari produksi yaitu menghasilkan produk sesuai dengan permintaan konsumen.
Dimana bagian produksi dalam menjalankan tugasnya tidaklah sendirian akan tetapi
bersama-sama dengan bagian-bagian lain seperti bagian pemasaran, bagian keuangan
serta bagian akuntansi.
Mata Kuliah UMKM

3. Fungsi Keuangan (Finance)

Fungsi Keuangan adalah mengelola aliran dana agar dapat terjamin kesediaannya.

4. Fungsi SDM

Fungsi SDM adalah menjamin ketersediaan tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan.

Strategi

 Mengumpulkan informasi dari konsumen

 Menyediakan alat survey seperti kotak kritik dan saran

 Mengevaluasi kebutuhan konsumen


Mata Kuliah UMKM

PEMBAHASAN

Seperti yang telah saya uraikan diatas bahwa Usaha Kecil dan Menengah di kota Bandung pada
saat ini masih belum mendapatkan fasilitas atau bantuan yang memadai untuk para pengusaha atau orang-
orang yang baru ingin memulai usaha, melakukan pengembangan atau perluasan usaha.

Pada kesempatan ini saya melakukan observasi atas Usaha Kecil dan Menengah pada makanan
khas atau tradisional Bandung yaitu Cireng. Cireng ( singkatan dari aci goreng, bahasa Sunda untuk
‘tepung kanji goreng’) adalah makanan ringan yang berasal dari daerah Sunda yang dibuat dengan cara
menggoreng campuran adonan berbahan utama tepung kanji.

Cireng merupakan makanan tradisional yang dijual murah dan dulunya hanya untuk jajanan anak
SD. Sudah jarang ada yang menjual makanan tradisional seperti Cireng pada saat sekarang ini, dan
semakin berkurangnya peminat dari makanan tradisional ini dikarenakan sudah banyaknya muncul
makanan baru yang menggiurkan dan kelihatan lebih lezat karena tampilan produk yang lebih modern.

Namun hebatnya, insting bisnis orang-orang Bandung yang semakin berkembang dan kreatif
sekarang ini menyebabkan Cireng ini naik kelas menjadi bisnis yang diwaralabakan. Makanan ini cukup
terkenal pada era 80-an. Bahan makanan ini antara lain terdiri dari tepung kanji,tepung terigu,air,merica
bubuk,garam, bawang putih,kedelai,daun bawang dan minyak goreng.

Dulunya, Cireng ini popular di daerah Priangan akan tetapi sekarang Cireng tidak hanya terdapat
di Priangan saja,tetapi sudah menyebar ke hampir seluruh penjuru Nusantara. Dan dulunya Cireng ini
dijual oleh pada para penjual dengan menaiki sepeda dengan peralatan membuat Cireng di bagian
belakang sepedanya. Para penjualnya sekarang menjual dengan menggunakan gerobak dorong yang
sudah tersebar di beberapa temapt di Bandung. Ada juga yang sudah menjual Cireng di tempat yang
memadai seperti ruko atau tempat yang sengaja disewa ataupun di rumah pribadi.

Perkembangan dan persaingan usaha kecil atau menengah khususnya pada usaha makanan
menyebabakaan pemilik atau penjual Cireng ini berfikir lebih maju dan kreatif sehingga Cireng sekarang
ini sudah menjadi salah satu komoditas makanan yang diwaralabakan dan tidak hanya di sekolah-sekolah
tetapi juga ada dibeberapa pusat perbelanjaan atau food court. Hal ini menyebabkan Cireng sudah
menjadi makanan tradisional yang lumayan berkelas yang dulunya hanya dijual dipinggir jalan oleh para
penjualnya melainkan makanan tradisional yang sekarang ini dapat ditemukan ditempat-tempat umum
Mata Kuliah UMKM

yang mewah dimana para konsumen dapat terbujuk untuk membeli karena image Cireng yang sudah
mulai berubah.

Setelah melakukan wawancara singkat yang saya lakukan terhadap penjualnya, maka saya dapat
melihat pengalikasian fungsi bisnis yang sederhana pada penjualan Cireng tersebut seperti berikut ini.

1. Fungsi Marketing

Jika dilihat dari marketing penjualan Cireng ini sangatlah sederhana. Para penjualnya
hanya melakukan beberapa hal sederhana seperti :

 Menjual Cireng di tempat-tempat ramai seperti sekolah-sekolah,kampus,pasar


ataupun di tempat perbelanjaan mewah dan tempat makan (food court)

 Membuat sablon yang dapat menarik pembeli

 Menambahkan varian bentuk seperti : bentuk kotak, daun, bulat, hingga


berbentuk cinta. Dan menambahkan varian rasa seperti rasa ayam, sapi, abon,
kornet, dan berbagai rasa lainnya.

 Mengemas Cireng dengan kemasan yang menarik.

 Menawarkan kerjasama kemitraan berbisnis

 Menerima pesanan

2. Fungsi Produksi

Pada penjualan Cireng, proses produksinya tidak terlalu mengalami perubahan dari dulu
pemprosesan masih dilakukan secara manual.Adonan yang masih diadon dengan
menggunakan tangan serta penggorengan yang masih menggunakan minyak dan
kompor.Hal ini dilakukan untuk menjaga cita rasa agar tidak berubah. Dalam produksi
yang berubah hanyalah jenis produk yang diproduksi menjadi semakin banyak dan
bervariasi untuk memuaskan permintaan konsumen dan setiap harinya Cireng yang
dhasilkan adalah sebesar 20.000 pcs.
Mata Kuliah UMKM

3. Fungsi Keuangan (Finance)

Pada awal menjual, modal yang dikeluarkan adalah sebesar Rp.1.000.000. Dan hasil yang
didapat dari penjualan belum terlalu besar dan juga modal yang dikeluarkan belum
kembali. Akan tetapi, pada sekarang ini omzet yang didapat sudah melebihi modal yang
dikeluarkan dulu. Sekarang ini, besarnya produksi yaitu 20.000 pcs/hari yang diual
sebesar Rp.2000/pcs. Jadi, keuntungan perhari berkisar Rp.40.000.000,-

4. Fungsi Sumber Daya Manusia (SDM)

Pada awalnya yang menjual Cireng ini adalah pemilik dan keluarganya atau para
kerabatnya.Akan tetapi sekarang, si pemilik sudah merekrut orang-orang dari luar
keluarganya untuk menjual Cireng ini seperti tetangganya ataupun orang-orang yang
datang mancari pekerjaan. Dan sekarang ini pemilik Cireng Bandung ini menawarkan
kemitraan bisnis atau kepada yang mau menjadi mitra bisnis.

Strategi

Sedangkan strategi bisnis yang dilakukan oleh para penjual cireng ini adalah dengan menawarkan
varian yang banyak kepada konsumennya dan memberikan pelayanan yang memuaskan kepada
konsumennya seperti menyediakan Cireng yang masih hangat atau baru selesai dimasak untuk dijual
kepada konsumennya. Dan juga mengemas Cireng yang akan dibeli konsumen dengan menggunakan
kemasan yang menarik. Memperluas lapangan usahanya ke berbagai daerah. Menerima pesanan untuk
arisan atau pesta juga merupakan salah satu strategi yang dilakukan penjual Cireng.
Mata Kuliah UMKM

KESIMPULAN

Berdasarkan observasi singkat yang saya lakukan terhadap Usaha Kecil dan Menengah ini saya
menyimpulkan bahwa makanan tradisional juga dapat dijadikan lahan usaha yang cukup menarik dan
menghasilkan. Dengan tidak menggunakan modal yang besar usaha kecil pun dapat berkembang luas.
Asalkan penjualnya memiliki kreatifitas ataupun kemampuan untuk mengembangkan dan melakukan
inovasi supaya makanan tradisional tersebut dapat laku dijual dan dapat disajikan menarik maka peluang
usaha akan mudah didapatkan. Selain itu, strategi yang dibutuhkan juga tidak terlalu sulit asalkan kita
dapat mengusai pasar dan mengetahui apa yang dibutuhkan konsumen pada masa sekarang ini.
Pengalaman yang cukup banyak juga dapat digunakan menjadi strategi bisnis untuk menjalankan suatu
usaha. Sumber daya manusia yang memadai dalam hal trampil dan sanggup menghasilkan hal baru
merupakan faktor penting dalam suatu bisnis oleh karena itu dibutuhkan juga pengembangan ketrampilan
pada setiap orang atau manusia.

Membuka usaha dalam bidang makan tradisional juga sangat berkompeten dalam memajukan
perekonomian daerah maupun nasional. Karena seperti yang saya lihat,masih banyak orang-orang yang
peduli terhadap makanan tradisional atau hal-hal yang berasal dari daerahnya sehingga hal ini dapat
dimanfaatkan secara positif untuk meningkatkan ekonomi ataupun untuk meningkatkan budaya daerah
dalam hal makanan tradisional.
Mata Kuliah UMKM

Beri Nilai