Anda di halaman 1dari 8

Mata kuliah : keperawatan dasar

Resume personal hygiene memandikan pasien di tempat tidur, vulva hygiene dan penis hygiene

A. Memandikan pasien di tempat tidur

1. Pengertian

Tindakan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu mandi secara mandiri dengan cara
memandikan di tempat tidur (Andi Sitti Jamilah dkk, 2018).

Memandikan pasien merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak
mampu mandi secara mandiri atau memerlukan bantuan dengan cara membersihkan pasien dengan
air dan sabun (Elly Purnamasari dkk, 2017).

2. Tujuan

a. Menjaga kebersihan tubuh dan menghilangkan bau badan

b. Mengurangi infeksi akibat kulit kotor

c. Mempelancar sistem peredaran darah

d. Menambah kenyamanan pasien dan memberikan perasaan segar

e. Mendidik pasien dalam kebersihan perorangan

3. Indikasi

a. Pasien yang tidak mampu mandi secara mandiri

b. Pada semua pasien baru bila kotor sekali dan keadaan memungkinkan

c. Pada semua pasien yang dirawat (rutin 2x sehari)

d. Segera pada post partum (setelah melahirkan)

e. Bila diperlukan sewaktu - waktu

4. Hal yang perlu diperhatikan:

a. Jangan menimbulkan perasaan malu pasien dan tetap menjaga kesopanan

b. Dalam bekerja harus cepat, rapi, dan penuh perhatian kepada pasien

c. Keadaan umum pasien dan kelainan-kelainan pada badannya

d. Usahakan bagian badan jangan banyak terbuka

e. Waslap dibasahkan secukupnya, jangan terlalu basah atau terlalu kering

f. Bila air kotor harus segera diganti


g. Membersihkan daerah genitalia, sebaiknya dibersihkan oleh pasien sendiri. Bila pasien
tidak sadar, post partum atau tidak dapat melakukan sendiri, dilakukan oleh perawat.

h. Pada pasien yang dapat mandi sendiri, perawat menyiapkan alat - alat dan
membantu seperlunya

5. P ersiapan alat

1. Pakaian bersih 1 stel


2. Baskom mandi 2 buah
3. Air panas dan dingin
4. Waslap 2 buah
5. Perlak dan handuk kecil 1 buah
6. Handuk besar 2 buah
7. Selimut mandi/kain penutup
8. Celemek plastic
9. Tempat tertutup untuk pakaian kotor
10. Sabun mandi
11. Bedak
12. Sarung tangan bersih
13. Pispot/urinal dan pengalas
14. Botol cebok

15. PROSEDUR PELAKSANAAN


a. Tahap Pra Interaksi
1. Melakukan verifikasi program pengobatan klien
2. Mencuci tangan
3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
b. Tahap Orientasi
1. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
c. Tahap Kerja
1. Menjaga privacy
2. Mencuci tangan
3. Mengganti selimut klien dengan selimut mandi
4. Melepas pakaian atas klien

 MEMBASUH MUKA
1. Membentangkan perlak kecil dan handuk kecil di bawah kepala
2. Menawarkan pasien menggunakan sabun atau tidak
3. Membersihkan muka, telinga dengan waslap lembab lali di keringkan
4. Menggulung perlak dan handuk

 MEMBASUH LENGAN
1. Menurunkan selimut mandi kebagian perut klien
2. Memasang handuk besar diatas dada klien secara melintang dan kedua tangan klien
diletakkan diatas handuk
3. Membasahi tangan klien dengan waslap air bersih, disabun, kemudian dibilas dengan air
hangat (lakukan mulai dari ekstremitas terjauh klien)

 MEMBASUH DADA DAN PERUT


1. Melepas pakaian bawah klien dan menurunkan selimut hingga perut bagian bawah, kedua
tangan diletakkan diatas bagian kepala, membentangkan handuk pada sisi klien
2. Membasuh ketiak dan dada serta perut dengan waslap basah, disabun, kemudian dibilas
dengan air hangat dan dikeringkan, kemudian menutup dengan handuk

 MEMBASUH PUNGGUNG
1. Memiringkan pasien kearah perawat
2. Membentangkan handuk di belakang punggung hingga bokong
3. Membasahi punggung hingga bokong dengan waslap, disabun, kemudian dibilas dengan air
hangat dan dikeringkan
4. Memberi bedak pada punggung
5. Mengembalikan ke posisi terlentang, kemudian membantu pasien mengenakan pakaian

 MEMBASUH KAKI
1. Mengeluarkan kaki pasien dari selimut mandi dengan benar
2. Membentangkan handuk dibawah kaki tersebut, menekuk lutut
3. Membasahi kaki mulai dari pergelangan sampai pangkal paha, disabun, dibilas dengan air
bersih, kemudian dikeringkan
4. Melakukan tindakan yang sama untuk kaki yang lain

 MEMBASUH DAERAH LIPAT PAHA DAN GENITAL


1. Membentangkan handuk dibawah bokong, kemudian selimut mandi bagian bawah dibuka
2. Membasahi daerah lipat paha dan genital dengan air, disabun, dibilas, kemudian dikeringkan
3. Mengangkat handuk, membantu mengenakan pakaian bawah klien
4. Merapikan klien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur

d. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi hasil tindakan
2. Berpamitan dengan pasien
3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
4. Mencuci tangan
5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan
B. Vulva hygiene
1. DEFINISI

Tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat untuk membersihkan alat kelamin wanita bagian
luar.

2. TUJUAN
a. menjaga kebersihan diri terutama perineal genital
b. mencegah infeksi
c. menghindari kelembapan berlebih
d. memberikan pengobatan
e. memberika rasa nyaman
3. INDIKASI
a. pasien dengan penurunan kesadaran
b. Pasien post partum
c. pasien dengan luka episiotomii
d. pasien dengan masalah pada genitalia
4. PERALATAN
1) Oleum coccus yang hangat (direndam dalam air hangat)
2) Kapas
3) Handuk besar: 2 buah
4) Peniti: 2 buah
5) Air hangat dan dingin dalam baskom
6) Waslap: 2 buah
7) Bengkok
5. PROSEDUR PELAKSANAAN

A. Tahap Pra Interaksi

1. Melakukan verifikasi program pengobatan klien

2. Mencuci tangan

3. Menyiapkan alat

B. Tahap Orientasi

1. Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien

2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada

klien/keluarga

3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum

kegiatan dilakukan

C. Tahap Kerja
1. Memasang sampiran/menjaga privacy

2. Memasang selimut mandi

3. Mengatur posisi pasien dorsal recumbent

4. Memasang alas dan perlak dibawah pantat

5. Gurita dibuka, celana dan pembalut dilepas bersamaan

dengan pemasangan pispot, sambil memperhatikan lochea.

Celana dan pembalut dimasukkan dalam tas plastic yang

berbeda

6. Pasien disuruh BAK/BAB

7. Perawat memakai sarung tangan kiri

8. Mengguyur vulva dengan air matang

9. Pispot diambil

10. Mendekatkan bengkok ke dekat pasien

11. Memakai sarung tangan kanan, kemudian mengambil

kapas basah. Membuka vulva dengan ibu jari dan jari

telunjuk kiri

12. Membersihkan vulva mulai dari labia mayora kiri, labia

mayora kanan, labia minora kiri, labia minora kanan,

vestibulum, perineum. Arah dari atas ke bawah dengan

kapas basah (1 kapas, 1 kali usap)

13. Perhatikan keadaan perineum. Bila ada jahitan, perhatikan

apakah lepas/longgar, bengkak/iritasi. Membersihkan luka

jahitan dengan kapas basah

14. Menutup luka dengan kassa yang telah diolesi

salep/betadine

15. Memasang celana dalam dan pembalut

16. Mengambil alas, perlak dan bengkok

17. Merapikan pasien, mengambil selimut mandi dan

memakaikan selimut pasien

D. Tahap Terminasi
1. Mengevaluasi hasil tindakan yang baru dilakukan

2. Berpamitan dengan pasien

3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

4. Mencuci tangan

5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

C. Penis Hygiene

A. DEFINISI

Tindakan yang dilakukan oleh seorang perawat untuk membersihkan alat kelamin pria bagian luar

B. TUJUAN

1. Menjaga kebersihan diri terutama bagian perineal genital


2. Mencegah infeksi
3. Memberikan pengobatan
4. Memberikan rasa nyaman

C. INDIKASI

1. Pasien dengan penurunan kesadaran


2. Pasien yang akan dipasang kateter
3. Pasien dengan masalah pada genetalia

D. PERSIAPAN ALAT

1. Kom steril berisi kapas savlon / kapas sublimat


2. Sarung tangan
3. Pinset anatomis
4. Korentang
5. Perlak
6. BengkokPispot

E. Pelaksanaan

 Tahap Pra Interaksi

1. Melakukan verifikasi program pengobatan klien

2. Mencuci tangan
3. Menyiapkan alat

 Tahap Orientasi

1. Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien

2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada

klien/keluarga

3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

 Tahap kerja

1. Pasang sampiran/privacy pasien

2. Dekatkan alat-alat

3. Atur posisi litotomi

4. Lepas celana dalam

5. Cuci tangan

6. Kenakan sarung tangan

7. Pasang perlak dan pispot

8. Tangan kiri memegang penis dengan gentle. Pada pasien yang belum dicircumisi Tarik preputium
sehingga glands penis terlihat. Tunda tindakan apabila pasien ereksi.

9. Dengan tangan kanan ambil kapas savlon dengan menggunanakan pinset

10.Usapkan kapas savlon pada metus uretra dengan gerakan memutar kearah luar. Buang kapas dan
ulangi sesuai prosedur. Keringkan

11. Cuci batang penis dengan perlahan namun kuat kearah bawah. Bilas dan keringkan

12. Bersihkan skrotum. Angkat testis dengan hati-hati dan cuci lipatan kulit dibawahnya. Bilas dan
keringkan

13. Rapikan alat

14. Kembalikan pasien pada posisi semula

15. Lepas sarung tangan dan cuci tangan

 Tahap terminasi

1. Mengevaluasi hasil tindakan yang baru dilakukan

2. Berpamitan dengan pasien

3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

4. Mencuci tangan

5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

Anda mungkin juga menyukai