Anda di halaman 1dari 6

PEKERJAAN

PENGADAAN MEUBELAIR

LOKASI

KANTOR DPRD KOTA PALANGKA RAYA

TAHUN ANGGARAN 2020


PELAKSANAAN PEKERJAAN

PASAL 1
UMUM
1) Pengelola Lapangan dari Kontraktor
a) Untuk menjamin kualitas, ukuran ukuran dan kinerja pekerjaan yang benar, kontraktor harus menyediakan
staf teknik berpengalaman yang cocok sebagaimana ditentukan dan memuaskan Direksi Teknik. Staf
teknik tersebut jika dan bilamana diminta harus mengatur pekerjaan lapangan, melakukan pengujian
lapangan untuk pengendalian mutu bahan bahan dan kecakapan kerja, mengendalikan dan
mengorganisasi tenaga kerja kontraktor dan memelihara catatan catatan serta dokumentasi kegiatan.
b) Personalia Organisasi Lapangan Kontraktor, minimal terdiri dari :
 Seorang Penanggung Jawab Kegiatan dalam hal ini Direktur Perusahaan atau kuasanya yang
menandatangani kontrak dengan pemilik.
 Tenaga Pelaksana Lapangan.
c) Penanggung Jawab Lapangan, Tenaga Ahli dan Pelaksana Lapangan harus mendapat kuasa penuh dari
Kontraktor untuk bertindak atas namanya dan senantiasa harus di tempat pekerjaan.
d) Dengan adanya Pelaksana, tidak berarti bahwa Kontraktor lepas dari tanggung jawab sebagian maupun
keseluruhan terhadap kewajibannya.
e) Kontraktor wajib memberi tahu secara tertulis kepada Tim Pengelola Teknis dan Direksi Teknik, nama dan
jabatan pelaksana untuk mendapatkan persetujuan.
f) Bila kemudian hari, menurut pendapat Tim Pengelola Teknis dan Direksi Teknik, Pelaksana kurang
mampu atau tidak cakap memimpin pekerjaan, maka akan diberitahukan kepada Kontraktor secara tertulis
untuk mengganti Pelaksana. Dalam jangka waktu 7 (tujuh) hari setelah dikeluarkan Surat Pemberitahuan,
Kontraktor harus sudah menunjukkan Pelaksana baru atau Kontraktor sendiri (Penanggung
Jawab/Direktur Perusahaan) yang akan memimpin pelaksanaan.

2) Tempat Tinggal (domisili) Kontrak dan Pelaksanaan.


Menjaga kemungkinan diperlukan kerja diluar jam kerja apabila terjadi hal-hal yang mendesak, Kontraktor dan
Pelaksana Wajib memberitahukan secara tertulis, alamat dan nomor telepon di lokasi kepada Tim Pengelola
dan Direksi Teknik.

3) Pemeriksaan Lapangan
a) Sebelum pematokan dan pengukuran di lapangan (setting out), Kontraktor harus mempelajari gambar
gambar kontrak dan bersama sama dengan Direksi Teknik mengadakan pemeriksaan daerah kegiatan,
dan khususnya mengukur/memasang lebar jalan, plan bangunan, dan jaringan utilitas, serta melakukan
satu pemeriksaan yang terinci terhadap semua bangunan yang ada.Perubahan tempat/volume dari
pemeriksaan tersebut di atas harus dicatat pada Shop Drawings. Shop Drawings ini harus diserahkan
dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sesudah Surat Perintah Kerja ditandatangani, kepada Direksi Teknik
b) Pada daerah daerah perkerasan dimana satu pekerjaan perataan dan/atau lapis permukaan harus
dibangun, satu profil memanjang sepanjang sumbu jalan harus diukur, serta penampang melintang
diambil pada interval tertentu untuk menentukan kelandaian dan kemiringan melintang, dan untuk
menentukan pengukuran ketebalan serta lebarnya konstruksi baru.
PASAL II
MEREK – MEREK DAGANG
Kecuali ditentukan lain, maka nama-nama atau merek-merek dagang dari bahan yang disebutkan
dalam Persyaratan Teknis ini ditujukan untuk maksud- maksud perbandingan terutama dalam hal mutu,
model, bentuk, jenis dan sebagainya setelah mendapat persetujuan Pejabat Pelaksana Kegiatan atau Dinas
Terkait.
Dalam hal dimana disebutkan 3 (tiga) merek dagang atau lebih untuk jenis bahan/pekerjaan yang
sama, maka Pemborong diharuskan untuk dapat menyediakan salah satu dari padanya sesuai dengan
persetujuan Pejabat Pelaksana Kegiatan atau Dinas Terkait

PASAL III
DATA UMUM LAPANGAN KERJA
1. TITIK – TITIK UKUR
Seluruh titik-titik ukur sehubungan dengan pekerjaan ini didasarkan pada ukuran gambar denah
unit hunian dan hasil pengukuran/marking masing- masing unit di lapangan
2. DATA FISIK
Data sehubungan dengan kegiatan-kegiatan yang ada, dan lain-lain yang diterapkan pada gambar-
gambar dimaksudkan sebagai informasi umum Penawaran yang diserahkan oleh Kontraktor, harus
sudah meliputi semua biaya untuk pelaksanaannya sesuai dengan yang ditentukan pada gambar-
gambar.

PASAL IV
PEMBERITAHUAN UNTUK MEMULAI PEKERJAAN
Dalam keadaan apapun tidak dibenarkan untuk memulai pekerjaan yang sifatnya permanen tanpa
terlebih dahulu mendapat persetujuan tertulis dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK)
Pemberitahuan yang lengkap dan jelas harus terlebih dahulu disampaikan kepada Pejabat
Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan dalam jangka waktu yang cukup, bila dipertimbangkan
bahwa perlu mengadakan penelitian dan pengujian terlebih dahulu atas persiapan pekerjaan
tersebut
PASAL V
PERINTAH UNTUK PELAKSANAAN
Jika saat Penyedia Jasa tidak berada ditempat . bermaksud untuk memberikan petunjuk-
petunjuknya, maka petunjuk-petunjuk harus diturut dan dilaksanakan oleh Pelaksana atau orang-
orang yang ditunjuk untuk itu oleh Penyedia Jasa. Pelaksanaan Pekerjaan dilaksanakan di lokasi
pabrik atau workshop
PASAL VI
PEKERJAAN MEUBELAIR
1. Ketentuan
Semua pekerjaan Kursi Kayu, pasangan Meja plywood lapis HPL, finishing harus dilaksanakan di
pabrik yang memenuhi standard dan dikerjakan menggunakan mesin, pekerjaan kecil-kecilan
serta penyetelan boleh dilakukan di lapangan
Jangan mengukur dengan skala gambar-gambar yang ada, pergunakanlah ukuran-ukuran yang sudah
tercantum di gambar detail, semua ukuran harus di cek ulang oleh penyedia jasa
Apabila terdapat perbedaan terhadap layout dengan gambar detail dan kondisi lapangan,
penyedia jasa wajib memberikan ke konsultan perencana/Management Konstruksi (MK) untuk
dapat dipecahkan bersama

2. Lingkup Kegiatan
Pekerjaan yang dimaksud dengan spesifikasi ini mencakup pengadaan kursi dan meja dengan
mencantumkan gambar layout.

3. Pengiriman, Penyimpanan serta Pengamanan


 Pengiriman, penyimpanan, serta penanganan satuan meubelair harus dilakukan sehingga
tidak mengakibatkan kerusakan. Setiap meubelair harus dikirim ke lapangan masing-masing
dalam keadaan terbungkus dan berlabel yang menunjukkan nama penyedia jasa dan
nomor gambar item meubelair.
 Meubelair harus disimpan hingga pekerjaan fisik sudah siap untuk menerimanya barang
di lapangan. Lindungi semua permukaan meubelair untuk mencegah kotoran, goresan serta
panas matahari dan hujan selama proses pengirimannya. Apabila setelah meubelair
ditempatkan di lapangan diperlukan finishing kembali, maka perbaikan/finishing ulang yang
timbul ditanggung penyedia jasa.
 Simpan ditempat yang bersih dan kering sehingga tidak merusak meubelair. Penyedia
jasa bertanggung jawab untuk menyediakan gudang atau tempat penyimpanan di pabrik
atau sekitarnya apabila bangunan belum benar-benar siap menerima pengiriman meubelair
untuk dirakit.
4. SPESIFIKASI TEKNIS

A PENGADAAN KURSI
I KURSI RAPAT RUANG RAPAT RUANG KOMISI

1 UKURAN  113 x 64 x62 Cm

2 BAHAN  Oscar (kulit sintentis)

3 MODEL  KURSI EKSEKUTIF, KURSI ANGKAT, KURSI PUTAR

4 FINISHING  Rapi dan Tidak Cacat

5 LAIN LAIN  -

II KURSI RAPAT RUANG RAPAT PARIPURNA


 Tinggi 110 Cm
1 UKURAN
 Tinggi kaki kaki ke dudukan 40 cm
2 BAHAN  Kayu Jati

3 MODEL  KURSI KAYU JATI

4 FINISHING  Politur

5 LAIN LAIN 

B MEJA RUANG RAPAT KOMISI

1 UKURAN  1800 x 600 x 800mm


 Plywood dengan Ketebalan bervariasi, mulai dari 3mm,
4mm, 9mm, dan 18mm dengan ukuran penampang
2 BAHAN standart yaitu 1200 mm x 2400 mm
 Paku Plywood
 Cable Outlet
3 MODEL  MEUBELAIR
 Finishing menggunakan HPL dengan ukuran penampang
4 FINISHING
standart yaitu 1200 mm x 2400 mm
5 LAIN LAIN  Terdapat pasangan craft talawang (Perisai Khas Dayak)
kebudayaan motif sungai dengan filsofi dayak Ukuran :
30 Cm x 110 Cm berbahan kayu benuas.
 Terdapat Logo Pemkot Palangka Raya bahan acrylic Uk.
21 x 28 Cm
 Terdapat Cable outlet untuk jalur kabel
KURSI TAMU RUANG
C
PIMPINAN WAKIL KETUA
1 UKURAN  Costume

2 BAHAN  Bahan Kayu dan Oscar (Kulit Sintetis)

3 MODEL  SOFA

4 FINISHING  Politur

5 LAIN LAIN  -

D MEJA RAPAT RUANG RAPAT PARIPURNA

1 UKURAN  1600 x 600 x 800mm


 Plywood dengan Ketebalan bervariasi, mulai dari 3mm,
2 BAHAN 4mm, 9mm, dan 18mm dengan ukuran penampang
standart yaitu 1200 mm x 2400 mm
3 MODEL  MEUBELAIR
 Finishing menggunakan HPL dengan ukuran penampang
4 FINISHING
standart yaitu 1200 mm x 2400 mm
5 LAIN LAIN  Terdapat Cable outlet untuk jalur kabel

E KURSI KERJA PIMPINAN WAKIL KETUA

1 UKURAN  123 x 76 x 43 Cm

2 BAHAN  Leather

3 MODEL  EKSEKUTIF/MANAJERIAL

4 FINISHING  Rapi dan Tidak Cacat

5 LAIN LAIN  -