Anda di halaman 1dari 19

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

Sekolah : SMA
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/Semester : X /1
Materi Pokok : Pengenalan Ilmu Kimia
Alokasi Waktu : 3 Minggu x 4 Jam Pelajaran @45 Menit

A Tujuan Pembelajaran
.
Melalui model pembelajaran Discovery Learning dengan menggali informasi dari berbagai
sumber belajar, penyelidikan sederhana dan mengolah informasi, diharapkan peserta didik
terlibat aktif selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu, teliti
dalam melakukan pengamatan dan bertanggung jawab dalam menyampaikan pendapat,
menjawab pertanyaan, memberi saran dan kritik serta dapat menjelaskan metode ilmiah,
hakikat ilmu Kimia, keselamatan dan keamanan di laboratorium, serta peran kimia dalam
kehidupan serta menyajikan hasil rancangan dan hasilpercobaan ilmiah dengan benar,
terampil, dan sungguh-sungguh
B Kegiatan Pembelajaran
.
Pertemuan 1
 Peserta didik mengumpulkan informasi tentang peran ilmu kimia dalam
kehidupan melalui berbagai sumber seperti buku teks kimia dan link sumber
belajar berikut:
http://gg.gg/joebb
https://www.youtube.com/watch?v=Jvyxrxk08LE
 Melakukan tanya jawab dengan teman sebaya dan guru melalui platform e
learning
 Menguji pemahamannya dengan mengisi kuis online
Pertemuan 2
 Peserta didik mengumpulkan informasi tentang Metode ilmiah dan
Hakikat ilmu Kimia melalui berbagai sumber seperti buku teks kimia dan
link sumber belajar berikut :
http://gg.gg/joebb
https://www.youtube.com/watch?v=qKg9s_D-J6Q
https://youtu.be/c4e6LPh9gQ8 http://gg.gg/joea3
 Melakukan tanya jawab dengan teman sebaya dan guru melalui platform e
learning
 Menguji pemahamannya dengan mengisi kuis online
Pertemuan 3
 Peserta didik mengumpulkan informasi tentang keselamatan kerja di
laboratorium melalui berbagai sumber seperti buku teks kimia dan link sumber
belajar berikut
 http://gg.gg/joein
 https://www.youtube.com/watch?v=gc1pia3ooMs
https://www.youtube.com/watch?v=aopXfJKHbqc
 Melakukan tanya jawab dengan teman sebaya dan guru melalui platform e
learning
 Menguji pemahamannya dengan mengisi kuis online

C Penilaian
.

Pengetahuan Keterampilan Sikap


Evaluasi pengetahuan Penilaian pada Observasi terhadap sikap
melalui platform quizizz pembuatan poster tanggung jawab dalam
infografis pemenuhan tugas

Mengetahui Karangwareng, 13 Juli 2020


Plt. SMAN 1 Karangwareng Guru Mapel

Dr. H. Entris, M.Pd. Evi Rohimah, S.Pd


NIP. 19640106 198703 1 011

Lampiran: Materi Pembelajaran

Materi Pembelajaran Pertemuan ke-1

HAKIKAT ILMU KIMIA


Nama ilmu kimia berasal dari bahasa Arab, yaitu al-kimia yang artinya perubahan materi, oleh
ilmuwan Arab Jabir ibn Hayyan (tahun 700-778). Ini berarti, ilmu kimia secara singkat dapat diartikan
sebagai ilmu yang mempelajari rekayasa materi, yaitu mengubah materi menjadi materi lain. Secara
lengkapnya, ilmu kimia adalah ilmu mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, perubahan serta energi
yang menyertai perubahan suatu zat atau materi. Zat atau materi itu sendiri adalah segala sesuatu yang
menempati ruang dan mempunyai massa.
Susunan materi mencakup komponen-komponen pembentuk materi dan perbandingan tiap
komponen tersebut. Struktur materi mencakup struktur partikel-partikel penyusun suatu materi atau
menggambarkan bagaimana atom-atom penyusun materi tersebut saling berikatan. Sifat materi mencakup
sifat fisis (wujud dan penampilan) dan sifat kimia. Sifat suatu materi dipengaruhi oleh : susunan dan
struktur dari materi tersebut.  Perubahan materi meliputi perubahan fisis/fisika (wujud) dan perubahan
kimia (menghasilkan zat baru). Energi yang menyertai perubahan materi menyangkut banyaknya energi
yang menyertai sejumlah materi dan asal-usul energi itu.
Hakekat ilmu kimia adalah bahwa benda itu bisa mengalami perubahan bentuk, maupun susunan
partikelnya menjadi bentuk yang lain sehingga terjadi deformasi, perubahan letak susunan, ini
mempengaruhi sifat-sifat yang berbeda dengan wujud yang semula.
Fakta yang terdapat di alam mempunyai banyak hubungan dengan ilmu kimia. Dari ciri pemikiran
filsafat yang telah dipelajari mempunyai arti besar dalam menumbuhkan sikap kritis terhadap suatu fakta.
Sikap kritis ini merangsang otak untuk mengajukan berbagi pertanyaan terhadap fenomena yang ada.
Sebagai contoh ; fakta kimia yaitu larutan elektrolit dan non-elektrolit. Dari sikap kritis muncul pertanyaan
; apa yang menyebabkan larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik dan apa yang menyebabkan
larutan non-elektrolit tidak dapat menghantarkan arus listrik, bagaimana ciri-ciri larutan elektrolit dan
non-elektrolit, dan lain-lain.
Ilmu kimia diperlukan dan terlibat dalam kegiatan industri dan perdagangan, kesehatan, dan
berbagai bidang lain. Kedepan, Ilmu Kimia sangat berperan dalam penemuan dan pengembangan material
dan sumber energi baru yang lebih bermanfaat, bernilai ekonomis tinggi, dan lebih ramah lingkungan.
PERANAN ILMU KIMIA
Apa peranan ilmu kimia? Ilmu kimia banyak berperan bagi kehidupan dan bagi ilmu-ilmu
pengetahuan lain, misalnya sebagai berikut:
1). Dalam bidang pertanian
Bahan kimia diperlukan untuk pembuatan pupuk, insektisida, fungisida dan sebagainya. Bahan-
bahan ini digunakan untuk meningkatkan hasil panen. Dan dengan proses kimia juga dapat
menghasilkan bibit unggul.
2). Dalam bidang pakaian
Pada pembuatan serat sintetik. Misalnya tetoron, dakron, vamatex dan sebagainya.
3). Dalam bidang perumahan
Bahan kimia digunakan untuk pembuatan konstruksi bangunan, misalnya seng, cat, logam,
semen dan sebagainya.
4). Dalam bidang kesehatan
Pembuatan obat-obatan, seperti antibiotik, vitamin dan sebagainya. Memeriksa sampel darah,
131
radio isotop untuk mendeteksi berbagai penyakit seperti I digunakan untuk mendeteksi
67
kerusakan pada kelenjer tiroid. Ca digunakan untuk memeriksa kerusakan getah bening.
5). Dalam bidang transportasi
Bahan kimia digunakan untuk bodi kendaraan, seperti Aluminium untuk bodi pesawat dan bak
mobil, serta bahan bakar bensin premium dan pertamax.
6). Dalam bidang rumah tangga
Bahan kimia digunakan untuk alat-alat dapur seperti kuali, sendok, periuk dengan
menggunakan stainlesstil.
7). Dalam bidang kosmetik
Bahan kimia dalam bidang kosmetik seperti bedak, lipstik dan sebagainya.
8). Dalam bidang forensik
Para ilmuwan forensik menggunakan bahan kimia untuk memecahkan masalah-masalah
kriminal. Bahan kimia yang digunakan antara lain sianoakrilat, iodin, perak klorida, dan
ninhidrin.
9). Dalam bidang industri pangan
Ilmu kimia menjadi alat bantu meningkatkan mutu dan persediaan pangan dengan
menggunakan beragam zat aditif bagi industri makanan dan minuman. Benzoat digunakan
untuk mengawetkan makanan ringan, kecap, saus, selai, jeli dan sebagainya. Propionat
digunakan sebagai pengawet untuk roti dan keju. Sorbat digunakan untuk mengawetkan
margarin, sari buah, dan keju.
10). Dalam bidang seni
Industri kimia menghasilkan cat untuk memperindah suatu bahan atau bangunan. Bahan kimia
yang ada dalam cat tembok antara lain kalsium karbonat, titanium dioksida, polivenil akrilik,
kaolin, pigmen, dan air.

Materi Pembelajaran Pertemuan ke-2

METODE ILMIAH
Ada dua cara untuk menentukan IPA, yaitu secara kebetulan dan dengan metode ilmiah. Cara
pertama jarang terjadi dan tidak dapat diandalkan. Contohnya penemuan zat radioaktif oleh Hendri
Bacquerel dan penisilin oleh Alexander Fleming. Cara kedua memerlukan kerja keras yang cukup lama
dilaboratorium dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Langkah umum dalam metode ilmiah adalah
mengadakan pengamatan, merumuskan hipotesis, melakukan percobaan, menarik kesimpulan dan
membuat laporan.
1. Mengadakan pengamatan/merumuskan masalah
Dalam melakukan pengamatan, kita melakukan percobaan dengan keadaan yang dikendalikan agar
didapat data yang sama bila percobaan diulang. Data yang terkumpul kemudian disusun
sedemikian rupa sehingga ditemukan hal yang menarik, seperti keteraturan, kecendrungan atau
perbedaan. Hal ini diperluan untuk mencari gambaran umum tentang gejala alam sehingga mudah
dipahami.
2. Merumuskan hipotesis
hipotesis merupakan penjelasan sementara yang masuk akal dan telah teruji kebenaranya sehingga
dapat diterima. Hipotesis yang dibuat akan menentukan bentuk percobaan yang akan dilakukan
dan akhirnya mempengaruhi keberhailan menemukan teori yang dapat diandalkan. Merumuskan
hipotesis memerlukan pengetahuan dan penalaran, karen harus didasarkan pada teori yang
mapan.
3. Melakukan percobaan
Kebenaran hipotesis dapat diketahui setelah diuji dengan percobaan di laboratorium. Data yang
diperoleh mungkin sesuai denga hipotesis tetapi mungkin juga tidak. Jika tidak berarti kesalahan
mungkin saja terjadi pada percobaan atau hipotesis yang keliru. Kesulidan yang biasa timbul dalam
tahap ini adalah dalam merancang dan melakukan percobaan yang cocok dan layak dilaksanakan.
4. Menarik kesimpulan
Kesimpulan dari suatu penelitian adalah pernyataan yang merangkum apa yang sudah dilakukan
selama kegiatan penelitian. Dalam suatu kesimpulan perlu dibahas apakah data yang Anda
dapatkan dari hasil penelitian telah mendukung hipotesis yang anda buat atau tidak.
5. Membuat laporan
Langkah terakhir dari suatu penelitian adalah menyususn laporan ilmiah. Laporan ilmiah dibuat
agar peneliti dapat mengkomunikasikan hasil penemuannya. Dengan laporan tersebut diharapkan
pembaca dapat mengikuti, memahami, dan memberi kritik yang konstruktif (bersifat memperbaiki
dan membangun).

Materi Pembelajaran Pertemuan ke-3

KESELAMATAN KERJA DI LABORATORIUM


Keselamatan kerja laboratorium merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan.
Ibarat seseorang yang tengah berjalan di jalan raya, bekerja di laboratorium juga memerlukan rambu-
rambu sehingga selama dalam perjalanan dapat sampai tujuan dengan selamat. Kecelakaan kerja di
laboratorium bisa menimbulkan kerugian materi serta adanya korban manusia. Kecelakaan kerja dapat
menyebabkan korban mengalami luka, cacat fisik, gangguan kesehatan, trauma, bahkan dapat mengancam
nyawa seseorang. Semua kemungkinan ini dapat dicegah dengan memperhatikan pedoman keselamatan
kerja.
Kecelakaan kerja yang terjadi di laboratorium bisa saja terjadi setiap saat. Banyak alasan terjadinya
kecelakaan kerja, diantaranya adalah :
1. Faktor manusia
Kelalaian manusia yang kurang memperhatikan aspek keselamatan kerja sehingga dapat
merugikan diri sendiri dan orang lain. Kelalaian manusia juga dapat terjadi karena belum
memahami panduan keselamatan kerja dengan benar. Perilaku baik akan terbawa setiap saat jika
telah menjadi kebiasaan dalam kehidupan seseorang. Begitu pula budaya keselamatan kerja akan
terbangun apabila selalu ada pembiasaan dalam setiap aktivitas di laboratorium. Mengenakan
sepatu tertutup saat bekerja di laboratorium merupakan kebiasaan kecil. Jika sekali dua kali
bekerja dengan sepatu terbuka tetap aman, biasanya akan merasa sama saja mengenakan sepatu
terbuka atau tertutup sehingga tidak ada kekhawatiran lagi jika tumpahan atau percikan bahan
kimia setiap saat bisa terjadi.
2. Bahan kimia
Penanganan bahan kimia yang tidak sesuai menjadi salah satu faktor terjadinya kecelakaan
kerja. Penyimpanan bahan kimia harus mempertimbangkan kualifikasi dan sifat bahan. Bahan
kimia tidak harus disimpan sesuai dengan urutan abjad. Penyimpanan bahan cair dan padat harus
terpisah dan harus disesuaikan dengan sifatnya. Bahan cair yang telah diencerkan dan bahan padat
yang telah dibuat dalam larutan harus disimpan dalam wadah yang sesuai dan diberi label. Label
bahan kimia minimal menyertakan nama, konsentrasi, dan tanggal pembuatan. Bahan kimia yang
tidak mempunyai label harus disingkirkan dan tidak diperbolehkan untuk digunakan, jika perlu
ditelusur identitasnya.
Mereaksikan bahan kimia harus sesuai dengan prosedur kerja dengan memperhatikan sifat
bahan kimia yang digunakan. Sebelum mereaksikan atau mencampurkan bahan kimia, paling tidak
jumlah yang digunakan telah diketahui dengan pasti dan tersedia petunjuk teknik mereaksikan
atau pencampurannya. Mengenal sifat bahan kimia menjadi suatu keharusan sebelum berinteraksi
dengan bahan kimia.
3. Alat dan instrumentasi
Penggunaan alat-alat gelas laboratorium yang tidak sesuai dengan fungsi dan cara
pemakaian yang benar dapat menimbulkan resiko kecelakaan kerja. Menuangkan larutan asam ke
dalam buret tanpa bantuan corong gelas atau dengan menaiki meja kerja dapat menyebabkan
resiko percikan bahan kimia di wajah atau tangan. Alat gelas yang telah berkurang fungsi dan
kegunaannya, seperti ada bagian yang telah hilang, retak atau pecah sebaiknya tidak lagi
digunakan. Instrumentasi yang tidak layak pakai juga tidak digunakan, seperti necara yang telah
rusak sehingga menimbulkan kesalahan penimbangan, dapat berakibat kesalahan dalam
pembuatan bahan atau campuran reaksi. Sentrifuge yang rusak sebaiknya tidak digunakan. 
4. Sarana dan prasarana penunjang
Saluran air bersih di laboratorium harus tersedia dengan baik untuk keperluan kebersihan,
penanganan kecelakaan, sebagai pendingin proses distilasi, ekstraksi, atau refluks serta berbagai
keperluan lainnya. Saluran listrik yang digunakan selalu diperiksa secara rutin dan harus
dilengkapi pengontrol otomatis apabila terjadi hubungan arus pendek.

Berikut merupakan petunjuk/larangan umum yang harus diperhatikan setiap kali melakukan
percobaan.
1. Letakkan hanya alat dipergunakan diatas meja
2. Pergunakan kaca mata pengaman
3. Perhatikan cara memanaskan cairan dalam tabung reaksi. Hati-hati denga rambut anda (pakai ikat
rambut)
4. Jangan mengarahkan tabung yang dipanaskan ke orang lain
5. Perhatikan cara mencium gas yang benar (kipaskan gas kearah hidung dengan tangan sampai bau
tercium
6. Jangan buang zat dikeranjang sampah. (perhatikan jenis bahan yang tumpah, apakah asam, basa,
senyawa beracun, dsb. Laporkan kepada guru pembimbing)
7. Jangan mengembalikan zat sisa kedalam botol stok. Sediakan wadah, misalnya tabung reaksi untuk
mengumpulkan zat-zat sisa)

Apa-apa saja yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan percobaan di laboratorium? Hal-hal
yang perlu diperhatikan saat melaksanakan percobaan di laboratorium, antara lain:
1. Taati tata tertib laboratorium demi keamanan dan kelancaran kerja.
2. Pelajari lebih dahulu petunjuk eksperimen atau LKS (Lembar Kerja Peserta didik). Agar jelas
tujuan, masalah serta cara kerjanya, kerjakanlah menurut cara kerja itu!
3. Gunakanlah alat-alat pelindung, misalnya masker, kaca mata pelindung, gunakan jas lab, sepatu
buaya
4. Pahami jenis kegunaan dan cara penggunaan alat-alat laboratorium secara benar. Anda harus
memahami sifat dari alat-alat tersebut. Misalnya alat dari gelas mudah retak dan pecah. Pada tabel
berikut ada gambar alat serta kegunaannya.

Nama dan
No Gambar Metode Alat Fungsi Alat
Alat
1. Masukkan zat kimia yang berupa cairan  Wadah zat kimia baik padat
atau padatan kedalam gelas kimia. maupun cairan
 Media Pemanasan cairan

2. Letakkan kawat kasa di atas kaki tiga, lalu Diguanakan sebagai alas dalam
panaskan juga pembakar spirtus. penyebaran panas yang berasal
dari suatu pembakar.

3. Masukkan larutan yang akan diukur Untuk mengukur volume larutan


kedalam gelas ukur, lalu lakukanlah yang tidak memerlukan tingkat
pengukuran larutan tersebut. ketelitian tinggi dalam jumlah
tertentu.
4. Masukan campuran bahan kimia kedalam Untuk menyaring campuran kimia.
corong lalu saringlah bahan kimia
tersebut kedalam corong.

5. Aduklah larutan yang sudah tersedia di Digunakan untuk mengaduk cairan


gelas kimia menggunakan batang di dalam gelas kimia.
pengaduk.

6. letakkan kawat kasa diatas kaki tiga dan Digunakan untuk menahan kawat
pemanas spiritus di bagian bawahnya.. kasa dalam pemanasan.

7. Dalam percobaan letakan sample pada Digunakan untuk menguapkan


cawan petri. larutan.

8. Teteskan zat yang akan diuji pada bulatan Digunakan untuk menguji suatu zat
yang ada di plat tetes. dalam jumlah kecil.

Masukan zat kedalam tabung sentrifuge Untuk memisahkan endapan dan


9. kocok terlebih dahulu. larutan.

10 Simpan tabung reaksi di lubang rak Untuk menyimpan/meletakkan


. tabung reaksi. tabung reaksi

Masukan sampel pada tabung reaksi Digunakan untuk memindahkan


11 sambungkan pada pipa U sambungkan zat yang berupa gas.
. lagi tabung reaksi pada pipet.

12 Masukan suatu larutan lalu tutup Digunakan untuk menstabilkan


. termostat. suhu larutan.

13 Ambil pipa kapiler masukkan sampel pipa Berfungsi untuk pelelehan zat.
. kapiler, masukan pada alat untuk
pelelehan.

14 100 ml Masukan larutan kedalam labu ukur lalu Untuk membuat larutan dengan
. encerkan larutan hingga tanda batas di konsentrasi tertentu dan
leher labu ukur. mengencerkan larutan.
15 Letakkan kaca arloji diatas gelas kimia Sebagai penutup gelas kimia saat
. saat memanaskan sampel. memanaskan sampel, dan wadah
Letakkan kaca arloji di atas neraca saat untuk menimbang zat padat.
menimbang zat berupa padatan.

16 Semprotkan aquades ke alat yang akan Digunakan untuk menyimpan


. dibersihkan. aquades dan membersihkan antara
cairan dan padatan.

17 Ambilah larutan menggunakan spatula · Untuk mengambil bahan kimia


. lalu masukan kedalam gelas kimia dan yang berbentuk padatan
aduklah larutan menggunakan spatula. · Untuk mengaduk larutan yang
tidak bersifat asam

18 Masukan zat kedalam botol timbang tutup Digunaan untuk menimbang


. botol timbang agar tidak menguap, lalu larutan atau zat yang mudah
timbang menggunakan neraca. menguap atau hidrokopis.

19 Masukan pipet seukuran, tekan habis Digunakan untuk mengambil


. filler sampai kempis dengan cairan atau memompa cairan.
menggunakan bulatan A, sesudah pipet
dimasukan cairan tekan tombol s untuk
menyedot.

20 Ambil tanggrus lalu jepitkan pada gelas Digunakan untuk menjepit gelas
. kimia dalam keadaan panas. kimia dan cawan pada keadaan
panas.

Jepitkan buret pada klem dan juga Digunakan untuk menjepit buret.
21 jepitkan pada statif agar buret tegak
. lurus.

22 Masukan zat yang akan diuji biasanya Digunakan untuk menentukan


. berupa cairan timbang fiknometer pada berat jenis.
neraca.

23 Jepitkan tabung reaksi pada penjepit kayu Digunakan untuk menjepit tabung
. ketika tabung reaksi dalam keadaan reaksi.
panas.

24 Jepitkan buret pada klem buret dan juga Digunakan untuk menjepit klem
. jepitkan pada statif buret agar buret tegak yang menjepit buret supaya buret
lurus. tegak lurus.

25 Masukkan cawan yang sudah dipanaskan Untuk menguapkan air dari sampel
. kedalam desikator tunggu sampai 15 yang panas.
menit angkat lau timbang.
26 Simpanlah larutan kedalam labu Untuk wadah penampung larutan
. erlenmeyer kemudian panaskanlah hasil destilasi, wadah zat saat
larutan tersebut. memanaskan larutan, serta wadah
zat untuk titrasi.

27 Masukan bahan kimia yang berupa Digunakan untuk menghancurkan


. padatan ke dalam mortar lalu hancurkan dan mencampurkan padatan.
menggunakan pastle dan padatanpun
akan tercampur.

28 Letakkan pembakar spirtus diabawah Digunakan untuk memanaskan


. kaki tiga maka lakukannlah pemanasan bahan yang tidak bersifat mudah
bahan kimia. meledak/ terbakar dengan suhu
tinggi.

29 Keluarkan larutan dari dalam buret Untuk mengeluarkan larutan


. dengan cara membuka kran yang terdapat dengan volume terentu, biasanya
diburet. digunakan untuk titrasi.

30 Masukan termometer kedalam cairan Untuk mengukur suhu atau


. yang akan diukur suhunya, nanti akan perubahan suhu.
terlihat berapa ukuran suhunya.
Usahakan agar permukaan termometer
hanya mengenai cairan (objek yang
diamati) saja agar suhu yang terbaca
adalah suhu cairan tersebut.

5. Pahami sifat dari bahan-bahan kimia serta simbol dan makna simbol dari bahan kimia berbahaya
biasanya pada botol bahan kimia ditempel labelnya, antara lain dapat dilihat pada tabel berikut:
No. SIMBOL KETERANGAN
1. Explosive(mudah  Bersifat mudah meledak
meledak)  Bahaya : eksplosif pada kondisi tertentu
 Dapat meledak dengan pukulan/benturan, gesekan, pemanasan,
api dan sumber nyala lain bahkan tanpa oksigen atmosferik.
 Keamanan : hindari benturan, gesekan, loncatan api, dan panas
 Contoh : ammonium nitrat, nitroselulosa, TNT

2. Oxidizing (pengoksidasi)  Biasanya tidak mudah terbakar.


 Tetapi bila kontak dengan bahan mudah terbakar atau bahan
sangat mudah terbakar mereka dapat meningkatkan resiko
kebakaran secara signifikan
 Bahaya: oksidator dapat membakar bahan lain, penyebab
timbulnya api atau penyebab sulitnya pemadaman api
 Keamanan: hindari panas serta bahan mudah terbakar dan
reduktor
 Contoh: hidrogen peroksida, kalium perklorat
3. Flammable  Bahaya : mudah terbakar
(mudah terbakar) Meliputi :
1. zat terbakar langsung, contohnya aluminium alkil fosfor;
keamanan : hindari campuran dengan udara.
2. gas amat mudah terbakar. Contoh : butane, propane.
Keamanan : hindari campuran dengan udara dan hindari
sumber api.
3. Zat sensitive terhadap air, yakni zat yang membentuk gas
mudah terbakar bila kena air atau api.
4. Cairan mudah terbakar, cairan dengan titik bakar di bawah
21 0C. contoh : aseton dan benzene. Keamanan : jauhkan dari
sumber api dan loncatan bunga api.
4. Toxic  Bahaya: toksik; berbahaya bagi kesehatan bila terhisap, tertelan
(beracun) atau kontak dengan kulit, dan dapat mematikan.
 Kemananan: hindari kontak atau masuk dalam tubuh, segera
berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.
 Contoh: arsen triklorida, merkuri klorida

5. Harmful irritant Kode Xn:


(bahaya, iritasi)  Bahaya: menimbulkan kerusakan kecil pada tubuh,
 Contoh: peridin
 Kemanan: hindari kontak dengan tubuh atau hindari menghirup,
segera berobat ke dokter bila kemungkinan keracunan.
Kode Xi:
 Bahaya: iritasi terhadap kulit, mata, dan alat pernapasan
 Contoh: ammonia dan benzyl klorida
 Keamanan: hindari terhirup pernapasan, kontak dengan kulit dan
mata.

6. Corrosive  Bahaya: korosif atau merusak jaringan tubuh manusia


(korosif)  Contoh: klor, belerang dioksida
 Keamanan: hindari terhirup pernapasan, kontak dengan kulit dan
mata

7. Dangerous for  Bahaya: bagi lingkungan, gangguan ekologi


Enviromental  Contoh: tributil timah klorida, tetraklorometan, petroleum bensin
(Bahan berbahaya bagi  Keamanan : hindari pembuangan langsung ke lingkungan
lingkungan)

8. Simbol Iritant  Jika terjadi kontak secara langsung dan/atau terus menerus
dengan kulit atau selaput lendir dapat menyebabkan iritasi atau
peradangan atau alergi kulit
 juga menyebabkan iritasi pernafasan, mengantuk atau pusing
 Iritasi /kerusakan parah pada mata yang dapat menyebabkan
iritasi serius pada mata.
 Contoh : Asam Format
9. Simbol karsinogenik,  Bahan ini menyebabkan karsinogenik (yaitu penyebab sel kanker)
mutagenik, dan  Tetragenik (yaitu sifat bahan yang dapat mempengaruhi)
teratogenik pembentukan dan pertumbuhan embrio
 Mutagenik (yaitu sifat bahan yang menyebabkan perubahan
kromosom yang berarti dapat merubah genetika)
 Toksisitas sistemik terhadap organ sasaran spesifik; toksisitas
terhadap sistem reproduksi; dan/atau gangguan saluran
pernafasan.
 Contoh: Formaline
Lampiran: Instrumen Penilaian

INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP

No Waktu Nama Kejadian/Perilaku Butir sikap Positif/negatif Tindak lanjut


1
2
3
4
5
Dst.

INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN

SOAL PG
1. Ilmu kimia adalah cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji tentang....
A. Struktur, sifat, kekuatan dan massa jenis suatu materi
B. Energi, sifat, getaran, gelembung dan perubahan materi
C. Wujud, sifat, dan massa jenis materi
D. Kerapatan, daya hantaran dan keelektronegatifan suatu materi
E. Struktur, susunan, sifat dan perubahan materi serta energi yang menyertainya
2. Peranan kimia dalam bidang kedokteran, pertanian, dan biologi, kecuali....
A. Pembuatan pupuk
B. Pembuatan bahan-bahan kosmetika
C. Pembuatan pestisida
D. Proses pencernaan dalam lambung
E. Terapi dan pengobatan penyakit kanker

3. Para ilmuan mengembangkan ilmu kimia dengan metoda ilmiah. Langkah-langkah metoda ilmiah
sebagai berikut....
1) Merumuskan masalah 4) Menguji kembali kesimpulan dengan eksperimen
2) Membuat hipotesis 5) Melakukan percobaan
3) Menarik kesimpulan 6) Menyusun teori
Urutan yang benar adalah....
A. 1),2),3),4),5),6) D. 1),2),5),3),6),4)
B. 1),2),3),5),4),6) E. 1),2),5),4),3),6)
C. 1),2),5),3),4),6)
4. Seorang siswa ingin mengambil cairan kimia dari lemari bahan dengan volume tertentu. Maka alat
yang paling tepat yang dibutuhkan oleh siswa tersebut untuk mengukur cairan tersebun dengan
volume tertentu adalah…
A. Gelas kimia
B. Pipet tetes
C. Labu ukur
D. Gelas ukur
E. Labu erlenmeyer
5. Zat-zat kimia ada yang bersifat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Dari simbol/lambang di bawah
ini yang merupakan simbol mudah terbakar (flam mable) adalah....

A. B. C. D. E.

Kunci Jawaban
No Kunci Skor
Soal Jawaban
1 E 10
2 B 10
3 D 10
4 D 10
5 A 10
Skor Maksimal 50

Pedoman Penilaian
Skor yang diperoleh
Nilai Akhir = x 100
Skor Maksimum

INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN


INTRUMEN PENILAIAN OBSERVASI KEGIATAN DISKUSI

Jumlah Nilai
Indikator
score Ahir
No Nama
Gagasan Kebenaran konsep Kerja Keaktifan
sama

Dst.

Kriteria:

5 = sangat baik, 4 = baik, 3 = cukup, 2 = kurang, dan 1 = sangatkurang

Pengolahan Nilai

Jumlah Skor Perolehan


Nilai = ×100
skor maksimal
LEMBAR KERJA DISKUSI KELOMPOK
Nama Kelompok
Nama Anggota Kelompok 1.
2.
3.
4.
5.

Indikator:
3.1.1 Mengidentifikasi berbagai produk yang mengandung bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari
3.1.2 Menjelaskan hakikat ilmu kimia
3.1.3 Mendeskripsikan peran kimia dalam kehidupan
3.1.4 Mengelompokkan peran kimia dalam perkembangan ilmu lain (farmasi, geologi, pertanian,
kesehatan, dll)
Kegiatan 1
Setiap benda yang ada di alam semesta tersusun atas materi. Contohnya udara yang kita hirup tersusun
atas nitrogen, oksigen, dan lainya. Baju yang kuta pakai tersusun atas serat alami maupun buatan. Mater-
materi tersebut tersusun atas secara teratur karena adanya keteraturan Tuhan YME. Berdasarkan
pengamatan tersebut, diskusikanlah beberapa hal berikut:
1. Apa hubungan ilmu kimia dengan materi?

2. Bagaimana keterkaitan ilmu kimia dengan ilmu lainnya?

3. Jelaskan hakikat ilmu kimia!

Kegiatan 2
Amatiah gambar berikut:

Coba perhatikan semua benda-benda yang ada disekeliling kita, misalnya benda-benda yang ada di dapur
ada kompor gas, piring, sendok, panci, dan beberapa bahan makanan. Ada juga benda-benda yang sering
kita gunakan di kamar mandi yaitu, sabun mandi, pasta gigi, shampo, detergen dan pengharum pakaian.
Semua bahan tersebut termasuk kedalam bahan kimia. Berdasarkan gambar yang diamati, diskusikanlah
beberapa pertanyaan berikut:
1. Sebutkan bahan kimia-bahan kimia yang sering kamu temukan dalam produk-produk yang kamu
gunakan sehari-hari!
2. Apakah bahan yang telah disebutkan terjadi proses kimia dalam pembuatannya?

3. Apa peran ilmu kimia dalam pembuatan bahan yang telah disebutkan?

4. Kesimpulan apa yang didapat?

5. Dapatkah kamu menyebutkan peran ilmu kimia dalam bidang lainnya seperti farmasi, kedokteran,
pertanian, dan lain-lain!

PEDOMAN PENILAIAN :
Skor per item soal
Kriteria Skor
Jawaban lengkap dan tepat 5
Jawaban tepat dan kurang lengkap 4
Jawaban sebagian besar tepat 3
Jawaban sebagian kecil tepat 2
Jawaban tidak tepat 1
Tidak ada jawaban 0
Pedoman Pengolahan Nilai

Skor yang diperoleh


Skor Akhir = x 100
Skor Maksimum
LEMBAR KERJA DISKUSI KELOMPOK
Nama Kelompok
Nama Anggota Kelompok 1.
2.
3.
4.
5.

Indikator:
3.1.1 Mengidentifikasi cara kerja ilmuwan kimia dalam melakukan penelitian dengan menggunakan
metode ilmiah (membuat hipotesis, melakukan percobaan, dan menyimpulkan)

Kegiatan 1
Perhatikan gambar berikut:
Berikut adalah ilmuwan-ilmuwan yang berjasa dalam ilmu kimia yaitu menemukan teori/fakta/konsep
dalam ilmu kimia.

J. J. Thomson menemukan Robert A. John Dalton adalah penemu teori


elektron sebagai unit
Millikan menemukan muatan atom
penting elektron melalui percobaan
dalam arus listrik (atas), minyak
tetes (bawah).
Berdasarkan kegiatan pengamatan, dapatkah kamu merumuskan pertanyaan yang ingin
ditanyakan berkaitan dengan gambar yang dipaparkan?

Untuk menemukan jawaban dari pertanyaanmu, diskusikanlah beberapa hal berikut:


1. Apa yang dimaksud dengan metode ilmiah?

2. Sebutkah langkah-langkah pada metode ilmiah!

3. Kesimpulan apa yang didapat?

Kegiatan 2
Pada kegiatan ini, kamu akan membuat rancangan percobaan kimia sederhana serta menyajikan
hasil percobaannya dalam bentuk laporan percobaan. Untuk itu ikuti langkah-langkah berikut:

Judul percobaaan : Pengaruh suhu terhadap kelarutan gula dalam air


Tujuan : Mencari tahu pengaruh suhu terhadap kelarutan gula dalam air
Rumusan masalah:
Rancanglah rumusan masalah berdasarkan percobaan yang akan dilakukan:

Hipotesis:
Buatlah hipotesis berdasarkan rumusan masalah yang kamu rumuskan:

Melakukan Percobaan:
Menentukan variabel-variable dalam percobaan:
Variabel-variabel dalam eksperimen adalah massa gula, temperatur, volume air, dan waktu kelarutan
Kelompokkanlah variabel-variabel tersebut kedalam variabel terikat, variabel bebas, dan variabel kontrol:

Menentukan Alat dan Bahan:


Tentukanlah alat dan bahan yang kamu butuhkan:

Merancang langkah-langkah percobaan:


Buatlah langkah-langkah percobaan yang akan dilakukan berdasarkan tujuan percobaan yang diharapkan:

Melakukan percobaan
Lakukanlah percobaan dengan memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium. Amati
dan catatlah setiap perubahan yang terjadi!
Menganalisis Data
Mengolah data yang didapatkan dengan menggunakan bagan atau tabel!

Menyimpulkan
Ambillah kesimpulan berdasarkan hasil percobaan yang didapat!

Skor per item soal


Kriteria Skor
Jawaban lengkap dan tepat 5
Jawaban tepat dan kurang lengkap 4
Jawaban sebagian besar tepat 3
Jawaban sebagian kecil tepat 2
Jawaban tidak tepat 1
Tidak ada jawaban 0

Pedoman Pengolahan Nilai

Skor yang diperoleh


Nilai Akhir = x 100
Skor Maksimum

LEMBAR KERJA DISKUSI KELOMPOK


Nama Kelompok
Nama Anggota Kelompok 1.
2.
3.
4.
5.

Indikator:
3.1.1 Mengidentifikasi prosedur standar tentang keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium
3.1.2 Mengidentifikasi nama alat-alat kimia beserta fungsinya
Mengidentifikasi beberapa bahan kimia dan sifatnya (mudah meledak, mudah terbakar, beracun, penyebab
iritasi,

PENGANTAR
Dalam mempelajari kimia, tidak lepas dari percobaan kimia yang dilakukan di laboratorium menggunakan
berbagai alat dan bahan kimia. Untuk dapat mengenal cara kerja di laboratorium dan mengenal berbagai
alat serta bahan, ikutilah petunjuk di bawah ini:
1. Catatlah alat dan bahan kimia yang kamu temui di laboratorium

2. Buatlah tabel pengelompokkan alat-alat beserta kegunaanya dengan menggali informasi dari berbagai
sumber kedalam tabel berikut!
No Gambar Alat Fungsi Alat Metode Alat

3. Buatlah tabel pengelompokkan bahan-bahan kimia, serta tanda bahaya, dan juga makna tanda bahaya
dengan menggali informasi dari berbagai sumber kedalam tabel berikut!
Keterangan Tanda
No Nama Bahan Tanda Bahaya
Bahaya

4. Catatlah peraturan yang berlaku di laboratorium sekolahmu!

5. Dengan menggali informasi dari berbagai sumber, tuliksan prosedur standar keamanan dan
keselamatan kerja di laboratorium!

Skor per item soal


Kriteria Skor
Jawaban lengkap dan tepat 5
Jawaban tepat dan kurang lengkap 4
Jawaban sebagian besar tepat 3
Jawaban sebagian kecil tepat 2
Jawaban tidak tepat 1
Tidak ada jawaban 0
Pedoman Pengolahan Nilai

Skor yang diperoleh


Nilai Akhir = x 100
Skor Maksimum