Anda di halaman 1dari 10

BAB VI

PEMBAHASAN

A. Analisa Univariat

1. Rata-Rata suhu dan berat badan pada bayi BBLR sebelum dilakukan

perawatan metode kanguru (PMK) di Rumah Sakit Mitra Medika

Batanghari Provinsi Jambi

Hasil menunjukkan suhu dan berat badan sebelum dilakukan perawatan

metode kanguru (PMK) Pada Bayi BBLR di Rumah Sakit Mitra Medika

Batanghari Provinsi Jambi yaitu didapatkan rata-rata suhu dan berat badan

sebelum dilakukn perawataan metode kanguru (PMK) pada hari pertama

adalah pada pagi jam 09.00 wib adalah 35.000 dan berat badan pada bayi

BBLR pukul 09.00 adalah 2300.00 gram dikategorikan BBLR di Rumah

Sakit Mitra Medika Batanghari Provinsi Jambi Tahun 2020.

Penelitian ini didukung oleh penelitian Lydia (2019) yang berjudul

Pengaruh Perawatan Metode Kangguru Terhadap Kestabilan Suhu Tubuh

BBLR di Ruang Perinatologi RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

didapatkan 15 responden suhu tubuh sebelum dilakukan metode KMC berada

pada rentang sedang yaitu 32– 36,4 0 C (100 %)

Penelitian ini sejalan dengan penelitian Mustya (2017) yang berjudul

pengaruh metode KMC terhadap suhu tubuh pada BBL di RSU PKU

Muhammadiyah Bantul tahun 2017 yang menyatakan bahwa saat sebelum

63
dilakukan metode KMC sebagian besar mengalami tingkat suhu tubuh dengan

hipotermi ringan yaitu sebanyak 8 responden (53,3%) tingkat suhu tubuh

responden sebelum dilakukan metode KMC didapatkan hasil 32°C–36,4°C

(hipotermia ringan) dan jumlah 15 responden menunjukkan bahwa sebanyak

8 responden sebagian besar berusia < 24 jam dan sebagian terjadi pada bayi

dengan berat badan ≤ 3000 gram.

Suhu adalah pengukuran keseimbangan antara panas yang dihasilkan

oleh tubuh dan panas yang hilang dari tubuh. Suhu tubuh mencerminkan

keseimbangan antara produksi dan pengeluaran panas dari tubuh yang diukur

dalam unit panas yang disebut derajat. Suhu tubuh berubah disiang hari, suhu

tubuh biasanya lebih tinggi pada sore hari dari pada dini hari. Tingkatan suhu

tubuh manusia menurut Sodikin (2012) Tingkatan suhu keadaan kolaps (hipotermi,

suhu dibawah 25˚C), Subnormal (35˚C dan dibawahnya). Berat Badan Lahir Rendah

atau BBLR adalah berat saat lahir kurang dari 2500 gram (World Health

Organization, 2012).

Perawatan metode kangguru merupakan alternatif metode perawatan

bayi baru lahir. Metode ini adalah salah satu teknik yang tepat dan sederhana,

serta murah dan sangat dianjurkan untuk perawatan pada bayi BBLR. Metode

ini tidak hanya menggantikan inkubator, tetapi juga dapat memberikan

manfaat lebih yang tidak didapat dari pemberian inkubator. Pemberian

metode kangguru ini dirasa sangat efektif untuk memenuhi kebutuhan bayi

yang sangat mendasar seperti kehangatan, air susu ibu, perlindungan dari

infeksi, stimulasi, keselamatan dan kasih sayang (Maryunani, 2013).

64
Menurut Asumsi peneliti bahwa bayi responden pada saat kelahiran, bayi

mengalami perubahan dari lingkungan intra uterin yang hangat ke lingkungan

ekstra uterin yang relatif lebih dingin. Hal tersebut menyebabkan penurunan

suhu tubuh 20°C, terutama hilangnya panas karena evaporasi atau penguapan

cairan ketuban pada kulit bayi yang tidak segera dikeringkan. Kondisi

tersebut akan memacu tubuh menjadi dingin yang akan menyebabkan respon

metabolisme dan produksi panas. Sedangkan bayi dengan berat badan ≤ 3000

gram juga dapat mengalami hipotermia ringan karena suhu tubuh hampir

seluruhnya diatur oleh mekanisme persarafan, dan hampir semua mekanisme

ini terjadi melalui pusat pengaturan suhu yang terletak pada hipotalamus, luas

permukaan tubuh relatif luas sehingga resiko kehilangan panas lebih besar,

jaringan lemak subkutan lebih tipis sehingga kehilangan panas lebih besar.

Bayi baru lahir tidak dapat mengatur temperatur tubuhnya secara

memadai sehingga bayi cepat mengalami kedinginan bila tidak segera

ditangani bayi akan kehilangan panas. Bayi yang mengalami kehilangan

panas (hipotermia) berisiko tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal. Bayi

sebaiknya diselimuti atau digendong untuk mengurangi kejadian bayi

hipotermi, karena hipotermi dapat terjadi pada bayi yang basah meskipun

berada pada ruangan yang relatif hangat. Hipotermi adalah bayi baru lahir

dengan suhu tubuh sampai dibawah (36,5-37,5°C) dan berat badan kurang

dari 2500 gr terutama direkomendasikan untuk perawatan bekelanjutan bayi

dengan berat badan kurang dari 1800 gr yaitu Perawatan Metode Kanguru

(PMK). (Sudarti, 2013)

65
2. Rata-rata suhu dan berat badan pada bayi BBLR sesudah dilakukan

perawatan metode kanguru (PMK) di Rumah Sakit Mitra Medika

Batanghari Provinsi Jambi

Hasil didapatkan rata-rata suhu tubuh bayi sesudah dilakukan Perawatan

Metode Kanguru hari terakhir 17.00 WIB adalah 36.800 dikategorikan suhu

normal dan rata-rata berat badan bayi baru lahir hari terakhir 17.00 WIB

adalah 2550.00 gram dikategorikan berat badan normal di Rumah Sakit Mitra

Medika Batanghari Provinsi Jambi Tahun 2020.

Hal ini didukung oleh penelitian Heriyeni (2018) sesudah diintervensi

perawatan metode kanguru (PMK) dengan rata-rata Perinatologi Rumah Sakit

Umum Daerah Bengkalis sebesar 37,10°C . Hasil ini juga sejalan oleh

peneliti Mustya (2017) Tingkat suhu tubuh responden sesudah dilakukan

metode KMC (post-test) didapatkan hasil 36,5°C–37,5°C (normal) sebagian

besar mengalami tingkat suhu tubuh normal yaitu sebanyak 12 responden

(80%). Hasil ini rata-rata tingkat suhu tubuh sesudah dilakukan metode KMC

lebih baik dibandingkan dengan rata-rata sebelum dilakukan metode KMC,

yang sebelumnya sebagian besar mengalami hipotermia ringan menjadi

normal. Hal ini membuktikan bahwa metode KMC mempunyai manfaat

untuk mengurangi tingkat hipotermia yang dialami.

Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh

yang dilakukan oleh Proverawati dan Ismawati (2010), bahwa metode KMC

memiliki banyak keunggulan diantaranya adalah bayi mendapatkan sumber

panas alami (36-37°C) terus menerus dari kulit ibu. Selain itu dengan KMC

66
maka bayi akan lebih merasa nyaman karena dapat mendengar detak jantung

ibunya yang pada akhirnya metode KMC ini lebih cepat dalam memberikan

penambahan berat badan dan menstabilkan suhu tubuh bayi. Keuntungan dan

manfaat KMC yang lainnya adalah mempercepat pengeluaran Air Susu Ibu

(ASI) dan meningkatkan keberhasilan menyusui, perlindungan bayi dari

infeksi, memberikan stimulasi dini serta mengurangi biaya rumah sakit

karena lama perawatan yang pendek, serta efisiensi tenaga kesahatan karena

tidak memerlukan perawatan dengan inkubator.

Tujuan dari pemberian metode kangaroo mother care adalah untuk

menjaga agar bayi tetap hangat. Metode ini dapat dimulai segera setelah bayi

lahir atau setelah bayi stabil. Metode ini dapat dilakukan di rumah sakit

maupun di rumah. Pemberian metode ini dapat terus dilakukan meskipun bayi

belum bisa menyusui dan tindakan ini juga bertujuan untuk menstabilkan bayi

dengan berat badan kurang dari 2500gr terutama direkomendasikan untuk

perawatan bekelanjutan bayi dengan berat badan kurang dari 1800 gr.

(Sudarti, 2010).

Menurut asumsi peneliti bahwa responden yang telah diberikan

perawatan metode kanguru mengalami peningkatan suhu tubuh dan

peningkatan berat badan karena telah dilakukan perawatan metode kanguru

(PMK) bayi mendapatkan kehangatan dari dekapan kulit ibu yang menjadikan

bayi lebih nyaman serta mendengarkan detak jantung ibu dan merasakan

keselamatan dan kasih sayang serta intensif mendapatkan Air Susu Ibu (ASI)

pada akhirnya metode perawatan metode kanguru (PMK) ini lebih cepat

67
dalam memberikan penambahan berat badan dan menstabilkan suhu tubuh

bayi.

Ibu mampu mengontrol suhu tubuh bayi lebih baik daripada inkubator.

Perawatan Metode Kanguru (PMK) dapat menyebabkan suhu tubuh bisa

meningkat 2°C jika bayi kedinginan dan dapat menurunkan 1°C jika bayi

kepanasan. Perawatan dengan metode kanguru efektif dalam meningkatkan

suhu tubuh bayi, khususnya ketika peralatan dalam keadaan terbatas dan suhu

lingkungan dalam keadaan dingin dan memberikan penambahan berat badan

bayi (Mori, 2010).

B. Analisa Bivariat

1. Pengaruh metode kanguru terhadap peningkatan suhu tubuh dan

peningkatan berat badan pada BBLR di Rumah Sakit Mitra Medika

Batanghari Provinsi Jambi

Hasil analisis uji statistik non parametrik dengan menggunakan Wilcoxon

karena nilai Shapiro Wilk <0,05 diperoleh pada dengan tingkat kepercayaan

95% (< 0,05) yaitu 0.007 untuk suhu dan 0.000 untuk berat badan. Sebelum

dilakukan perawatan metode kanguru (PMK) hari I jam 09.00 WIB dengan

standart deviation 4.5364, Lower 33.733 dan Upper 35.785 dikategorikan

subnormal. Sesudah dilakukan perawatan kanguru (PMK) hari terakhir jam

17.30 WIB dengan standart deviation .2007, Lower 36.674 dan Upper 36.888

dikategorikan suhu normal, dengan nilai Z= -2690a, dengan demikian P value

(0.007 < 0.05).

68
Untuk berat badan pada hari pertama sebelum dilakukan perawatan

metode kanguru (PMK) jam 09.30 WIB dengan standart deviation 154.380,

Lower 2180.24 dan Upper 2344.76, dikategorikan BBLR dan sesudah

dilakukan perawatan metode kanguru (PMK) hari terakhir jam 18.00 WIB

dengan standart deviation 51.640, Lower 2522.48 dan Upper 2577.52,

dikategorikan berat badan bayi normal, dengan nilai Z=-3.570a, dengan

demikian P value (0.000<0.005) Maka Ha diterima. Berdasarkan analisis

tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode kanguru (PMK)

terhadap peningkatan suhu tubuh dan peningkatan berat badan pada bayi

BBLR di Rumah Sakit Mitra Medika Batanghari Provinsi Jambi Tahun 2020.

Hasil ini sama dengan penelitian Mustya (2017) dengan analisis data

menggunakan uji wilcoxon Metode KMC memiliki pengaruh terhadap suhu

tubuh pada BBL yang dibuktikan dengan hasil uji statistik non parametrik

dengan teknik Wilcoxon didapatkan hasil Asymp.Sig. (2-tailed) 0,025. Dapat

disimpulkan bahwa nilai Asymp.Sig. (2-tailed) < 0,05 yang berarti ada

pengaruh metode KMC terhadap suhu tubuh pada BBL di RSU PKU

Muhammadiyah Bantul tahun 2017.

Hasil penelitian ini di dukung juga penelitian Fatimah (2018)

menggunakan analisis uji wilcoxon dengan tingkat kepercayaan 95% Dengan

hasil p-value 0.002 terdapat pengaruh yang signifikan antara Peningkatan

Berat Badan pada Bayi Berat Lahir Rendah sebelum dan sesudah

mendapatkan KMC di RSUD Ulin Banjarmasin.

69
Metode Kanguru merupakan perawatan suportif yang dilakukan dengan

meletakkan bayi diantara kedua payudara ibu sehingga terjadi kontak langsung

kulit ibu dan kulit bayi. Metode Perawatan Metode Kanguru ini memiliki

keuntungan-keuntungan salah satunya menstabilkan suhu tubuh dan berat

badan bayi lebih baik. Dengan menggunakan Perawatan Metode Kanguru

kestabilan suhu BBLR dapat dijaga karena pada metode ini bayi ditempatkan

melekat dengan perut ibu yang berfungsi sebagai thermoregulator. Mekanisme

lain yang terjadi adalan kontak kulit dengan kulit antara ibu dengan bayi dapat

meningkatkan hormone kortisol pada bayi yang berdampak pada kualitas tidur

bayi meningkat. Selain meningkatkan BB dan menstabilkan suhu, Perawatan

Metode Kanguru juga dapat meningkatkan saturasi oksigen karena posisi bayi

yang tegak dapat mengoptimalkan fungsi respirasi yang dipengaruhi oleh

gravitasi bumi sehingga berefek pada ventilasi dan perfusi bayi. Hal tersebut

didukung oleh pernyataan bahwa dengan Perawatan Metode Kanguru mampu

mencegah hipotermia pada bayi dengan menurunkan kebutuhan metabolic dan

oksigen pada bayi (Maryunani, 2013).

Menurut asumsi peneliti, teknik Perawatan metode kanguru ini adalah

praktik menggendong bayi BBLR yang hanya mengenakan popok dan topi

pada dada telanjang ibu. Maka terjadilah kelekatan pada ibu dan bayi antara

kulit ke kulit kemudian bayi menghisap ASI lalu ibu mendekap bayi secara

benar dan terjadi lah termoregulasi ibu kepada bayi tersebut semakin banyak

bayi menghisap ASI maka akan terjadi peningkatan Berat Badan pada bayi

70
BBLR dan selama ibu melekatkan diri dan mendekapkan anak sesuai dengan

teknik perawatan metode kanguru suhu akan terjadi peningkatan dan

mencegah terjadinya hipotermi.

Hasil penelitian bahwa seluruh responden pada penelitian ini dapat

menerima dan menikmati metode kanguru ini, sehingga dapat terlihat

peningkatan suhu tubuh dan peningkatan berat badan pada bayi digunakan

dalam penelitian ini adalah metode kanguru. peneliti menghomogenkan

intervensi yang diberikan kepada responden. Hasil ini didukung oleh penelitian

lain yaitu Penelitian lain telah dilakukan dimana Penelitian ini dilaksanakan

terlebih dahulu dengan pre test dimana dilakukan pengukuran fisiologis bayi

(suhu tubuh, saturasi oksigen, denyut jantung bayi) sebelum intevensi metode

kanguru lalu dicatat di lembar observasi. Pada saat pelaksanaan penelitian

dilakukan selama minimal 1 jam dan lakukan pengukuran suhu, saturasi

oksigen dan denyut nadi setelah selesai pelaksanaan PMK. Adapun

pelaksanaan PMK selama 3 hari. Peningkatan respon fisiologis bayi setelah

dilakukan perawatan metode kanguru disebabkan karena mayoritas bayi

sebelum perawatan metode kanguru respon fisiologisnya masih rendah.

Artinya dengan perawatan metode kanguru ini dapat menstabilkan respon

fisiologis bayi BBLR.

Penambahan berat badan bayi dipengaruhi juga oleh usia bayi, pada

minggu pertama kelahiran pertambahan berat badan bayi pada perawatan

bayi normal belum optimal, begitu pun pada perawatan metode kanguru.

71
Namun metode kanguru mampu membantu dalam menstabilkan fungsi

fisiologis bayi (suhu tubuh, pernapasan, denyut nadi) yang akan membantu

dalam metabolisme tubuh (Putri, 2014), karena dalam metode kangaroo

posisi bayi langsung berlekatan dengan ibu sehingga kestabilan suhu bayi

terjaga dan mencegah dari resiko hipotermi.

Menurut asumsi peneliti bahwa metode kanguru ini dilakukan semakin

lama dan berkelanjutan sampai kerumah dilakukan maka suhu tubuh dan

berat badan bayi responden akan terjadi peningkatan sesuai dengan

ketentuan kenormalan suhu dan berat badan bayi, selain itu responden belum

terlalu familliar dengan tindakan metode kanguru ini dan ibu yang baru

pertama kali melakukannya sehingga ibu sangat berhati hati dalam melakukan

metode kanguru ini karena bila terjadi kesalahan dalam melakukan tindakan

Perawatan Metode Kanguru ini maka bisa mengakibatkan hal yang fatal bagi

bayi tersebut.

72