Anda di halaman 1dari 9

BAB IV

METODE PENELITIAN

A. Desain Penelitian

Jenis penelitian ini adalah pre eksperiment yaitu menggunakan seluruh objek

dalam kelompok utuh untuk diberi perlakuan. Penelitian ini menggunakan dengan

pendekatan One-grup pretest and post test design yaitu mengungkapkan

hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Kelompok

diobservasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian diobservasi lagi setelah

intervensi (Nursalam, 2011).

Rancangan One-grup pretest and post test design


Subjek Pre test Intervensi Post test
K O1 X O2

Keterangan:
K = Subjek bayi BBLR
O1 = Pengukuran Suhu dan Berat badan sebelum melakukan metode kanguru

X = Intervensi metode kanguru

O2 = Pengukuran Suhu dan Berat badan setelah melakukan metode kanguru

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian yang telah diteliti.

Populasi dapat berupa orang, benda, gejala atau wilayah yang ingin diketahui

oleh peneliti (Kartika, 2017). Populasi telah diteliti adalah semua ibu pasien

28
29

yang memiliki bayi yang BBLR diruangan Perinatologi di Rumah Sakit Mitra

Medika Batanghari, Provinsi Jambi Tahun 2020.

2. Sampel

Sampel sebagian dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap

mewakili seluruh populasi Pengambilan sampel dilakukan dalam penelitian

ini purposivee sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan

tertentu Jumlah anggota sampling antara 16 responden. Besar rumus sampel

menggunakan rumus Federer. (Notoatmodjo, 2012):

(n-1) (t1)≥15
Keterangan : t = banyaknya kelompok perlakuan

n = jumlah sampel

(n-1 (2-1)≥ 15

= (n-1) 1 ≥ 15=

n ≥ 15+1 = n = ≥16

Berdasarkan rumus di atas, didapatkan jumlah subyek atau sampel

minimal yang dibutuhkan adalah 16 orang.

Adapun kriteria inklusi dan ekslusi sebagai berikut:

Kriteria inklusi subyek penelitian ini adalah:

1. Klien yang suhu tubuh 32-35˚C dan Berat Badan <2500 gram Berat bayi

lahir adalah berat badan bayi yang di timbang dalam waktu 1 jam pertama

setelah lahir

2. Ibu Klien bersedia menjadi responden secara tertulis

Kriteria Eksklusi subyek penelitian ini:

1. Pasien tidak kooperatif


30

2. Klien yang tidak bersedia menjadi responden secara tertulis

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan diruangan Perinatologi di Rumah Sakit

Mitra Medika Batanghari, Provinsi Jambi Tahun 2020. Waktu penelitian pada

bulan September 2020.

D. Etika Penelitian

Menurut Kartika (2017) Komite Nasional Etika Penelitian telah membagi

empat etika yang harus ada dalam melakukan penelitian kesehatan yaitu:

1. Menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity).

Peneliti telah mempertimbangkan hak-hak subyek untuk mendapatkan

informasi yang terbuka berkaitan dengan jalannya penelitian serta

berpartisipasi dalam kegiatan penelitian (autonomy). Beberapa tindakan yang

terkait dengan prinsip menghormati harkat dan martabat manusia adalah

peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subyek (informed consent).

2. Menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian (respect forprivacy

and confidentiality).

Setiap manusia memiliki hak-hak dasar individu termasuk privasi dan

kebebasan individu. Pada dasarnya penelitian akan memberikan akibat

terbukanya informasi individu termasuk informasi yang bersifat pribadi.

Sedangkan, tidak semua orang menginginkan informasinya diketahui

olehorang lain, sehingga peneliti perlu memperhatikan hak-hak dasar individu

tersebut. Dalam aplikasinya, peneliti tidak boleh menampilkan informasi

mengenai identitas baik nama maupun alamat asal subyek dalam kuesioner
31

untuk menjaga anonimitas dan kerahasiaan identitas subyek. Peneliti dapat

menggunakan koding (inisial atau identification number) sebagai pengganti

identitas responden.

3. Keadilan dan inklusivitas (respect for justice and inclusiveness).

Prinsip keadilan memiliki konotasi keterbukaan dan adil. Untuk

memenuhi prinsip keterbukaan, penelitian dilakukan secara jujur, hati-hati,

profesional, berperikemanusiaan, dan memperhatikan faktor-faktor ketepatan,

keseksamaan, kecermatan, intimitas, psikologis serta perasaan religius subyek

penelitian. Lingkungan penelitian dikondisikan agar memenuhi prinsip

keterbukaan yaitu kejelasan prosedur penelitian. Keadilan memiliki

bermacam-macam teori, namun yang terpenting adalah bagaimanakah

keuntungan dan beban harus didistribusikan diantara anggota kelompok

masyarakat. Prinsip keadilan menekankan sejauh mana kebijakan penelitian

membagikan keuntungan dan beban secara merata atau menurut kebutuhan,

kemampuan, kontribusi dan pilihan bebas masyarakat.

4. Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms

and benefits)

Peneliti telah melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur

penelitian guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin

bagi subyek penelitian dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi

(beneficence) Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi subyek

(nonmaleficence).
32

E. Alat Pengumpulan Data

Alat pengumpulan data atau Instrument penelitian yang akan digunakan

dalam penelitian ini adalah menggunakan Termometer, Timbangan Berat Badan

Bayi Lahir serta lembar observasi yang berisi pengkajian suhu dan berat badan

bayi lahir sebelum dan sesudah intervensi. Instrumen pengukuran yang digunakan

untuk pengumpulan data berupa termometer suhu aksila, kain, dan baju untuk

perawatan metode kanguru, air savlon, air sabun, aquades, tissue, kapas, DTT.

Selain itu juga menggunakan status pasien, lembar isian data sempel, lembar

kesediaan menjadi responden dan lembar observasi untuk mencatat hasil

pengukuran suhu badan bayi.

F. Prosedur Pengumpulan Data

a) Data primer

Data yang diperoleh langsung dari ibu responden, yaitu ibu yang

memiliki bayi BBLR yang akan dilakukan metode kanguru.

b) Data sekunder

Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan oleh peneliti dengan

tahap pertama mengumpulkan ibu responden dalam suatu tempat untuk

selanjutnya dilakukan perawatan metode Kanguru, kemudian peneliti

mengajarkan prosedur perawatan metode Kanguru, lalu melakukan

pengukuran suhu tubuh pada responden sebelum diberikan metode perawatan

metode Kanguru yang dicatat di lembar observasi, setelah itu melakukan

pemberian metode perawatan metode Kanguru sebanyak satu kali dalam

sehari dengan kurun waktu 15 menit sampai 30 menit terhadap responden.


33

Setelah selesai melakukan perawatan metode Kanguru, kembali melakukan

pengukuran suhu tubuh terhadap responden lalu dicatat di lembar observasi

untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh perawatan metode Kanguru pada

BBL.

c) Langkah-langkah pengumpulan data

1) Mengurus izin pengambilan data dan penelitian dari kampus kemudian

diberikan KeDinas Kesbangpol dan Rumah Sakit Mitra Medika

BatangHari Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi.

2) Menemui reponden yang memenuhi kriteria inklusi dan mengambil data

responden di Rumah Sakit Mitra Medika BatangHari Kabupaten

Batanghari, Provinsi Jambi diruangan Perinatologi.

3) Setelah itu peneliti memperkenalkan diri, maksud dan tujuan penelitian.

Peneliti meminta ibu responden menandatangani lembar informed consent

bagi responden yang bersedia.

4) Setelah klien bersedia menjadi responden kemudian melakukan kontrak

waktu dengan ibu responden yang akan dilakukan tindakan sebelum dan

sesudah melakukan Metode Kanguru pada responden tersebut.

5) Peneliti ini dibantu oleh 2 orang perawat yang bekerja di ruangan

perinatologi dan telah dijelaskan tentang Metode Kanguru tersebut.

6) melakukan pemberian perawatan metode Kanguru sebanyak satu kali

dalam sehari

7) Intervensi metode kanguru dengan kurun waktu 15 menit sampai 30 menit

terhadap responden
34

8) Setelah selesai melakukan perawatan metode Kanguru, kembali

melakukan pengukuran suhu tubuh terhadap responden dilakukan 1 menit

setelah diberikan intervensi lalu dicatat di lembar observasi untuk

mengetahui ada tidaknya pengaruh perawatan metode Kanguru pada BBL

G. Pengolahan Data dan Analisa Data

1. Pengolahan data

Data yang dikumpulkan dari hasil dokumentasi dari pengukuran

kemudian diolah dengan tahap-tahap sebagai berikut:

a. Editing

Langkah ini dilakukan dengan maksud mengantisipasi kesalahan dari

data yang dikumpulkan, juga memonitor jangan sampai terjadi

kekosongan dari data yang dibutuhkan.

b. Coding

Coding Merupakan usaha untuk mengelompokkan data menurut

variabel penelitian. Coding dilakukan untuk mempermudah dalam proses

tabulasi dan analisa data selanjutnya.

c. Proccesing

Proccesing Merupakan pemprosesan data yang dilakukan dengan

cara meng-entry data dari lembar observasi ke paket program computer.

d. Cleaning

Cleaning Merupakan pengecekan kembali data yang sudah di entry

dengan missing data, variasi data dan konsistensi data.


35

e. Tabulating

Kegiatan memasukkan data hasil penelitian kedalam tabel

kemudian diolah dengan bantuan komputer

2. Analisa Data

Analisa data merupakan analisis terhadap data yang berhasil

dikumpulkan oleh peneliti melalui perangkat metodelogi tertentu. Dalam

penelitian ini, data yang sudah terkumpul selanjutnya diolah dan dianalisis

dengan teknik statistik. Proses pemasukan data dan pengolahan data

menggunakan aplikasi perangkat lunak komputer.

a. Analisa Univariat

Analisa Univariat merupakan proses analisis data pada tiap

variabelnya. Pada penelitian ini analisis univariat dilakukan terhadap

variabel dari hasil penelitian, analisa ini akan menghasilkan distribusi dan

frekuensi dari tiap variabel yang diteliti.

b. Analisa Bivariat

Setelah data-data tersebut ditabulasi, maka dilakukan interpretasi

terhadap data yang terkumpul dengan menggunakan komputerisasi.

Untuk melihat pengaruh sebelum dan sesudah melakukan intervensi

metode kanguru terhadap suhu tubuh dan berat badan bayi BBLR

dilakukan dengan Paired t test (uji T dependen). Sebelum dilakukan

Paired t test data terlebih dahulu dilakukan uji normalitasnya. Uji

normalitas menggunakan uji saphiro-wilk karena termasuk penelitian uji

parametrik yang memiliki sampel kecil. Dan jika data tidak terdistribusi
36

dengan normal maka menggunakan uji nonparametrik yaitu rumus

statistik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji wilcoxon dengan

tingkat signifikasi <0,05. Uji ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah

ada pengaruh metode kanguru terhadap peningkaan suhu tubuh dan berat

badan bayi pada BBLR (Nursalam, 2011).