Anda di halaman 1dari 12

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

HAMBATAN DAN TANTANGAN PEMBELAJARAN


BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI

Erwin Sawitri1, Made Sumiati Astiti2, dan Yessi Fitriani3


1
SMK AL Ikhmah Makarti Mulya, 2SMK Bina Sriwijaya Indonesia Palembang,
3
Universitas PGRI Palembang
e-mail: erwin.sawitri93@gmail.com

Abstrak— Seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang
semakin pesat, kebutuhan akan suatu konsep dan mekanisme belajar mengajar (pendidik)
berbasis TIK menjadi tidak terelakan lagi. Konsep yang kemudian terkenal dengan sebutan e-
learning ini membawa pengaruh terjadinya proses transformasi pendidikan konvesional
kedalam bentuk digital, baik secara isi (contents) dan sistemnya. E-learning sebagai model
pembelajaran baru dalam pendidikan memberikan peran dan fungsi yang besar bagi dunia
pendidikan yang selama ini dibebankan dengan banyaknya kekurangan dan kelemahan
pendidikan diantaranya adalah keterbatasan ruangan dan waktu dalam proses pendidikan. E-
learning adalah istilah yang digunakan untuk pembelajaran yang memanfaatkan teknologi
komunikasi dan informasi dengan berbagai cara untuk mendukung dan meningkatkan proses
pembelajaran. Ada berbagai macam teknologi yang dapat digunakan, mulai dari aplikasi
komputer online maupun offline, teknologi presentasi seperti aplikasi Microsoft PowerPoint atau
proyektor, World Wide Web, web-conference, materi multimedia seperti foto atau animasi, tools
untuk menilai pekerjaan siswa, permainan, dan masih banyak lagi. Dalam pelaksananya
pembelajaran berbasis TIK menemui banyak tantangan dan hambatan. Salah satu yang
menjadi tantangan sekaligus hambatan dalam penerapan pembelajaran berbasis TIK adalah
Belum meratanya infrastuktur yang mendukung penerapan TIK di bidang pendidikan
merupakan permasalahan awal yang harus segera diselesaikan oleh pihak yang berwenang,
karena tanpa adanya infrastruktur yang mendukung maka penerapan TIK di bidang pendidikan
hanya akan menjadi impian semata.

Kata Kunci— Tik, Tantangan dan Hambatan.

Abstract— Along with the development of Information and Communication Technology (ICT)
that is increasingly rapid, the need for a concept and mechanism for ICT-based teaching and
learning (educators) becomes inevitable. The concept which was later known as e-learning
brought the influence of the process of converting conventional education into digital form, both
in terms of contents and systems. E-learning as a new learning model in education provides a
great role and function for the world of education which has been charged with the many
shortcomings and weaknesses of education, including limited space and time in the education
process. E-learning is a term used for learning that utilizes communication and information
technology in various ways to support and improve the learning process. There are various
kinds of technologies that can be used, ranging from online and offline computer applications,
presentation technologies such as Microsoft PowerPoint applications or projectors, World Wide
Web, web conferences, multimedia materials such as photos or animations, tools to assess
student work, games, and still much more. In implementing ICT-based learning, there are many
challenges and obstacles. One of the challenges and obstacles in the application of ICT-based
learning is that the inequality of infrastructure that supports the application of ICT in the
education sector is an initial problem that must be resolved by the authorities, because without
the infrastructure that supports the implementation of ICT in education mere dreams.

Keywords— Tik, Challenges and Obstacles.

——————————  ——————————

202
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

PENDAHULUAN
Pendidikan di era digital merupakan E-learning sebagai model
pendidikan yang harus mengintegrasikan pembelajaran baru dalam pendidikan
Teknologi Informasi dan Komunikasi ke memberikan peran dan fungsi yang besar
dalam seluruh mata pelajaran (Kristiawan, bagi dunia pendidikan yang selama ini
2014). Dengan berkembangnya pendidikan dibebankan dengan banyaknya kekurangan
era digital maka memungkinkan siswa dan kelemahan pendidikan diantaranya
mendapatkan pengetahuan yang berlimpah adalah keterbatasan ruangan dan waktu
ruah serta cepat dan mudah. Menjawab dalam proses pendidikan. E-learning adalah
tantangan pendidikan di era digital ini, maka istilah yang digunakan untuk pembelajaran
guru dan siswa di abad 21 harus mampu yang memanfaatkan teknologi komunikasi
berkomunikasi dan beradaptasi mengikuti dan informasi dengan berbagai cara untuk
perkembangan jaman, dalam hal ini adalah mendukung dan meningkatkan proses
perkembangan teknologi, selain itu dengan pembelajaran. Ada berbagai macam
terus berkembangnya jaman, maka teknologi yang dapat digunakan, mulai dari
berbanding lurus dengan berkembangnya aplikasi komputer online maupun offline,
permasalahan-permasalahan yang teknologi presentasi seperti aplikasi
membutuhkan penyelesaian dengan Microsoft PowerPoint atau proyektor, World
pemikiran tingkat tinggi. Wide Web, web-conference, materi
Permasalahan yang dihadapi adalah multimedia seperti foto atau animasi, tools
globalisasi, pertumbuhan perekonomian, untuk menilai pekerjaan siswa, permainan,
kompetisi internasional, permasalahan dan masih banyak lagi.
lingkungan, budaya, dan politik, Sistem pembelajaran elektronik atau
permasalahan kompleks ini menyebabkan e-pembelajaran (electronic learning
sangat pentingnya mengembangkan disingkat e-learning) dapat dapat
kemampuan dan pengetahuan untuk sukses didefinisikan sebagai sebuah bentuk
di abad ke 21. Seiring dengan teknologi informasi yang diterapkan dibidang
perkembangan Teknologi Informasi dan pendidikan.. E-learming merupakan dasar
Komunikasi (TIK) yang semakin pesat, dan konsekuensi logis dari perkembangan
kebutuhan akan suatu konsep dan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan
mekanisme belajar mengajar (pendidik) e-learning, perserta ajar (murid) tidak perlu
berbasis TIK menjadi tidak terelakan lagi. duduk manis di ruang kelas untuk menyimak
Konsep yang kemudian terkenal dengan setiap ucapan dari seorang guru secara
sebutan e-learning ini membawa pengaruh langsung. E-learning juga dapat
terjadinya proses transformasi pendidikan mempersingkat jadwal target waktu
konvesional kedalam bentuk digital, baik pembelajaran, dan tentu saja menghemat
secara isi (contents) dan sistemnya biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah
(Kristiawan, 2014). program studi atau program pendidikan.

203
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

Dalam pendidikan konvensional fungsi e- desain untuk alat bantu tindakan yang
learning bukan untuk mengganti, melainkan mengurangi ketidak pastian dalam
memperkuat model pembelajaran hubungan sebab akibat dalam mencapai
konvensional. Dalam hal ini fungsi e- suatu hasil yang diinginkan. Informasi
learning sebagai berikut: E-learning adalah fakta atau apa pun yang dapat
merupakan penyampaian informasi, digunakan sebagai input dalam
komunikasi, pendidikan, pelatihan secara menghasilkan informasi. Komunikasi adalah
on-line. E-learning menyediakan suatu proses penyampaian pesan
seperangkat alat yang dapat memperkaya (ide,gagasan,materi pelajaran) dari satu
nilai belajar secara konvensional (model pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di
belajar konvensional, kajian terhadap buku antara keduanya.
teks, CD-ROM, dan pelatihan berbasis Teknologi Informasi adalah ilmu yang
komputer) sehingga dapat menjawab diperlukan untuk mengelola informasi agar
tantangan perkembangan globalisasi. E- informasi tersebut dapat dicari dengan
learning tidak berarti menggantikan model mudah dan akurat, informasi dapat
belajar konvensional di dalam kelas, tetapi dikatakan sebagai data yang telah diolah.
memperkuat model belajar tersebut melalui Data atau informasi tersebut dapat berupa
pengayaan content dan pengembangan tulisan, suara, gambar, video dan
teknologi pendidikan. sebagainya, menurut Darmawan (2012).
Information and Communication Technology
PEMBAHASAN (ICT) dalam konteks bahasa Indonesia
Pengertian Teknologi Informasi dan disebut Teknologi Informasi dan Komunikasi
Komunikasi (TIK) (TIK) dalam waktu yang sangat singkat telah
Teknologi berasal dari bahasa Yunani menjadi satu bahan bangunan penting
yaitu Technologia menurut Webster dalam perkembangan kehidupan
Dictionary berarti systematic treatment atau masyarakat modern. Di banyak negara
penanganan sesuatu secara sistematis, menganggap bahwa memahami TIK,
sedangkan techne sebagai dasar kata menguasai keterampilan dasar TIK serta
Teknologi berarti skill, science atau memiliki konsep TIK merupakan bagian dari
keahlian, keterampilan, ilmu. Kata teknologi inti pendidikan, sejajar dengan membaca,
secara harfiah berasal dari bahasa latin menulis, dan numerasi.
texere yang berarti menyusun atau Pengertian lain dari Teknologi
membangun, sehingga istilah teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dikutip
seharusnya tidak terbatas pada penggunaan dalam Rusman, dkk (2011) adalah
mesin, meskipun dalam arti sempit hal sebagian dari ilmu Pengetahuan dan
tersebut sering digunakan dalam kehidupan Teknologi (IPTEK) secara umum adalah
sehari-hari. Menurut Rusman, dkk (2011) semua teknologi yang berhubungan dengan
teknologi adalah suatu rancangan atau pengambilan, pengumpulan, pengolahan,

204
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

penyimpanan, penyebaran, dan penyajian bidang sosial, ekonomi, budaya dan


informasi. Tercakup dengan defenisi tentunya pendidikan.
tersebut semua perangkat keras, perangkat Pada tingkat global perkembangan
lunak, kandungan isi, dan infrastruktur TIK telah memengaruhi seluruh bidang
komputer maupun komunikasi. UNESCO kehidupan umat manusia. Intruksi TIK ke
menyatakan bahwa semua negara maju dan dalam bidang-bidang teknologi lain telah
berkembang, perlu mendapatkan akses TIK sedemikian jauh, sehingga tiada satu pun
dan menyediakan fasilitas pendidikan yang peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak
terbaik, sehingga diperoleh generasi muda memanfaatkan perangkat TIK.
yang siap berperan penuh dalam Ruang lingkup TIK
masyarakat modern mampu berperan dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi
negara pengetahuan. Karena mencakup dua aspek, Menurut puskur
perkembangan TIK yang pesat, perubahan kemendiknas (dalam Rusman, dkk (2011)
terus menerus menjadi tantangan berbagai yaitu:
pihak, dari kementrian pendidikan, pengajar 1. Teknologi Informasi adalah meliputi
dan penerbit. Keterbatasan sumber daya segala hal yang berkaitan dengan
mengungkung sistem pendidikan. Namun proses, penggunaan sebagai alat bantu,
TIK demikian pentingnya bagi sehatnya manipulasi, dan pengelolaan informasi.
industri dan komersial dimasa depan 2. Teknologi komunikasi adalah segala hal
negara, sehingga investasi dalam peralatan, yang berkaitan dengan penggunaan alat
pendidikan guru, serta layanan pendukung bantu untuk memproses dan
untuk kurikulum berdasarkan TIK mentransfer data dari perangkat yang
seharusnya prioritas pemerintah. satu ke lainya.
Pemanfaatan teknologi dan
komunikasi dalam bidang pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi
menurut Munir (2009, pemanfaatan terdiri dari dua konsep yaitu teknologi
komputer dan jaringan komputer informasi dan teknologi komunikasi.
memberikan kesempatan kepada setiap Teknologi Informasi meliputi segala hal yang
pembelajaran untuk mengakses materi berkaitan dengan proses, penggunaan
pembelajaran yang disajikan dalam bentuk sebagai alat bantu, manipulasi, pengelolaan,
interaktif melalui jaringan komputer. Dari dan transfer atau pemindahan informasi
penjelasan tersebut dapat dimaknai bahwa antarmedia. Teknologi komunikasi adalah
TIK merupakan media yang berupa segala hal yang berkaitan dengan
teknologi seperti komputer beserta penggunaan alat bantu untuk memproses
jaringanya yang dapat digunakan untuk dan menstransfer data dari perangkat yang
proses pengolahan dan pemprosesan data satu ke yang lainya. Jadi Teknologi
yang berguna untuk pemanfaatan berbagai Komunikasi adalah perangkat-perangkat
teknologi yang terdiri dari hardware,

205
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

software, proses, dan sistem, yang Komputer awalnya digunakan amat


digunakan untuk membantu proses terbatas, hanya untuk keperluan menghitung
komunikasi yang bertujuan agar komunikasi dalam kegiatan administrasi saja, tetapi
berhasil. Oleh karena itu, Teknologi sekarang aplikasi komputer tidak lagi hanya
Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah digunakan sebagai sarana komputasi dan
dua buah konsep yang tidak terpisahkan. pengolahan kata (word processor) tetapi
Jadi Teknologi Informasi dan Komunikasi juga sangat memungkinkan sebagai sarana
mengandung pengertian luas, yaitu segala belajar untuk keperluan pendidikan, menurut
kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, Rusman, dkk (2011). Kecendrungan
manipulasi, pengelolaan, pemindahan menggunakan media komputer dalam
informasi antarmedia. bidang pendidikan sudah mulai tanpak
Berdasarkan penjelasan di atas maka sekitar pada tahun 1970-an, kini
dapat disimpulkan bahwa Teknologi pemanfaatan teknologi komputer telah
Informasi dan Komunikasi adalah banyak memberikan kontribusi terhadap
merupakan peralatan elektronika yang terdiri proses pembelajaran salah satunya adalah
dari perangkat keras dan perangkat lunak dengan penerapan pembelajaran berbasis
serta segala kegiatan yang terkait dengan komputer. Penggunaan komputer dalam
pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan pembelajaran memungkinkan
transfer atau pemindahan informasi berlangsungnya proses pembelajaran
antarmedia. secara individual (individual learning)
Media Pembelajaran dengan menumbuhkan kemandirian dalam
Pemanfaatan Teknologi Informasi proses belajar, sehingga siswa akan
sebagai media pembelajaran dapat melalui mengalami proses yang jauh lebih
pemanfaatan internet dalam e-learning bermakna dibandingkan dengan
maupun penggunaan komputer sebagai pembelajaran konvensional. Manfaat
media interaktif. komputer untuk tujuan pendidikan menurut
Diharapkan dengan penggunaan Arsyad (2005) yaitu :
media ini dapat merangsang pikiran, a) Komputer dapat mengakomodasi siswa
perasaan, minat serta perhatian peserta yang lamban menerima pelajaran
didik sedemikian rupa sehingga proses karena dapat memberikan iklim yang
pembelajaran dapat terjadi. Selain itu, lebih bersifat afektif dengan cara yang
proses pembelajaran akan lebih efektif lebih individual, tidak pernah lupa, tidak
karena penggunaan media pembelajaran pernah bosan, sangat sabar dalam
memungkinkan teratasinya hambatan dalam menjalankan instruksi seperti yang
proses komunikasi guru-peserta didik seperti diinginkan program yang digunakan.
hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan b) Komputer dapat merangsang siswa
lingkungan. untuk mengerjakan latihan, melakukan
kegiatan laboratorium atau simulasi

206
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

karena tersedianya animasi grafik, mengimplementasikan program


warna, dan musik yang dapat pembelajaran di sekolah, melalui komputer
menambahkan realisme. siswa dapat menjalankan aplikasi program
c) Kendali berada di tangan siswa, yang di dukung juga dengan fasilitas
sehingga tingkat kecepatan belajar penunjang lain yang saat ini berkembang
siswa dapat disesuaikan dengan tingkat yaitu internet.
penguasaanya. Dengan kata lain, Perkembangan teknologi yang sangat
komputer dapat berinteraksi dengan pesat telah memiliki peranan yang dapat
siswa secara individual misalnya dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan
dengan bertanya dan menilai jawaban. termasuk di dalamnya untuk pendidikan atau
d) Kemampuan merekam aktivitas siswa pembelajaran. Internet sebagai hasil dari
selama menggunakan program perkembangan teknologi tentunya memiliki
pembelajaran, memberikan kesempatan pengaruh dalam dunia pendidikan. Secara
lebih baik untuk pembelajaran secara tidak langsung internet mendorong dunia
perorangan dan perkembangan setiap pendidikan untuk menyesuaikan dengan
siswa selalu dapat dipantau. arus informasi globalisasi, secara langsung
e) Dapat berhubungan dengan, dan internet dapat dimanfaatkan sebagai sumber
mengendalikan peralatan lain seperti dan media pembelajaran bagi para peserta
CD Interaktif, video, dan lain-lain didik dalam mengembangkan ilmu
dengan program pengendali dari pengetahuan.
komputer. Kekayaan informasi yang sekarang
tersedia di internet telah lebih mencapai
Pada masa sekarang aplikasi-aplikasi harapan dan bahkan imajinasi para penemu
pada komputer terus berkembang bahkan sistemnya. Melalui internet dapat di akses
pemakai komputer atau user juga sumber-sumber informasi tanpa batas dan
dimungkinkan untuk dapat melakukan aktual dengan sangat cepat. Adanya internet
interaksi langsung dengan sumber informasi memungkinkan seseorang di indonesia
baik secara online maupun offline. Berbagai untuk mengakses perpustakaan di Amerika
bentuk interaksi pembelajaran dapat serikat dalam bentuk Digital Library. Tukar
berlangsung dengan tersedianya medium menukar informasi atau tanya jawab dengan
komputer. pakar dapat juga dilakukan melalui internet.
Pemanfaatan ini di dasarkan pada Manfaat internet menurut Hardjito (2002)
kemampuan yang dimiliki oleh komputer menyatakan bahwa internet lebih banyak
dalam memberikan umpan balik (feedback) disebabkan oleh kecepatan, kemudahan,
yang segera kepada pemakainya. murah dan canggih. Namun pemakai lebih
Peranan komputer sebagai media cendrung menggunakanya untuk kebutuhan
pembelajaran adalah menjadi sumber utama e-mail dan browsing. Padahal kemampuan
(major resource) dalam dan fasilitas dari internet lebih dari itu.

207
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

Dari pernyataan di atas, bagi siswa, audio, videotape, transmisi satelit atau
internet dapat dimanfaatkan secara positif. komputer. Seperti kursus atau pendidikan
Namun manfaat internet dalam dengan media pembelajaran jarak jauh
pembelajaran bukan hanya sebagai alat (distance learning) dan cyber classroom.
pembelajaran saja bagi peserta didik, tetapi Berdasarkan beberapa pengertian di
juga bermanfaat bagi para pengajar untuk atas, maka dapat disimpulkan bahwa e-
meningkatkan keilmuan mereka ke arah learning adalah pembelajaran dengan
profesionalitas. memanfaatkan jasa teknologi. Ada berbagai
Di dunia pendidikan dan pelatihan macam jasa teknologi yang dapat digunakan
sekarang, banyak sekali praktik yang dalam pembelajaran e-learning, akan tetapi
disebut e-learning. Sampai saat ini dalam makalah ini penulis memberikan
pemakaian kata e-learning sering digunakan batasan pada jasa teknologi internet.
pada semua kegiatan pendidikan yang Internet dalam hal ini berfungsi sebagai
menggunakan media komputer dan atau media yang menghubungkan antara
internet. Banyak pula penggunaan pembelajar dengan pelajar.
terminologi yang memiliki arti hampir sama Teknologi merupakan salah satu
dengan e-learning. Web-based learning, media pendukung sebagai sarana untuk
computer-based training/learning,distance menyampaikan dan mengembangkan ilmu
learning, computer aided instruction, dan pengetahuan yang bertujuan untuk
lain sebagainya, adalah terminologi yang memudahkan siswa dalam belajar dan
sering digunakan untuk menggantikan e- meningkatkan kualitas kegiatan
learing.Terminologi e-learning sendiri dapat pembelajaran. Bates dalam Hartoyo (2012)
mengacu pada semua kegiatan pelatihan mengemukakan bahwa tujuan
yang menggunakan media elektronik atau diterapkannya pendekatan e-learning adalah
teknologi informasi (Effendi, dkk., 2005: 6-7). sebagai berikut ;
Sa’ud (2008: 184-185) memberikan  Meningkatkan akses terhadap
pandangan yang mengarah pada definisi e- kesempatan belajar (increase access to
learning diantaranya adalah konvergensi learning opportunity) dan fleksibelitas
antara belajar dan internet (Bank of America siswa dalam belajar. Dalam hal ini, e-
Securities) serta penggunaan jalinan kerja learning mampu meningkatkan
teknologi untuk mendesain, menngirim, kesempatan belajar dan fleksibilitas
memilih, dan mengorganisir pembelajaran siswa dalam belajar melalui berbagai
(Elliut Masie). sarana dan metode pembelajaran yang
Sedangkan Faridi (2009) digunakan.
mengemukakan bahwa e-learning atau  Meningkatkan kualitas pembelajaran
pembelajaran melalui online adalah (enhance general quality).
pembelajaran yang pelaksanaannya  Mengembangkan keterampilan dan
didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, kompetensi (develop skills and

208
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

competencies) yang diperlukan siswa lebih jauh lagi yaitu industri, nasional,
serta memberikan bekal kecakapan internasional, dan lain-lain.
digital yang diperlukan dalam bidang  Infoware (document - embodied
ilmu, profesi, atau karir mereka. technology). Komponen yang berkaitan
 Mengakomodasi beragamnya gaya atau dengan wujud informasi serta
cara belajar (to meet the learning spesifikasi, penggunaan, generalisasi,
sytles/needs) siswa. cara-cara memperoleh data dan
 Meningkatkan efektivitas dana (cost informasi, serta kegiatan lainnya yang
effectivinees), terutama pada tataran berkaitan dengan usaha untuk
pendidikan menengah. menghasilkan informasi yang akurat
secara efektif dan efisien.
Susanto dalam Hartoyo (2012)
mengatakan bahwa keberhasilan Pengajaran berbasis E-learning dalam
pemanfaatan teknologi ditentukan oleh bahasa Indonesia dapat dilakukan ketika
empat komponen yang saling berkaitan, proses pembelajaran di laboratorium
ketidakhadiran atau kurang optimalnya bahasa. Untuk mengajarkan keterampilan
kualitas salah satu komponen saja dapat berbicara dapat menggunakan program
menyebabkan keseluruhan sistem tidak audio yang terkoneksi satu dengan yang
dapat berfungsi dengan baik. Keempat lainnya. Guru hanya mengawasi dan
komponen itu adalah: membimbing siswa.
 Technoware (object-embodied Pemanfaatan E-learning dalam
technology). Komponen ini berkaitan Pembelajaran Bahasa Indonesia ketika
dengan wujud peralatan seperti manual, proses pembelajaran berlangsung.
peralatan elektronik, mesin-mesin, serta Misalnya, ketika siswa praktik membaca
fasilitas lain yang terintegrasi. berita lewat program audio, siswa yang lain
 Humanware (person-embodied akan menyimak, mencermati, dan mencatat
technology). Komponen ini berkaitan apa yang dianggap penting. Setelah itu
dengan kualitas sumber daya manusia siswa akan saling" berinteraksi (tanya
serta kemampuan pemasangan, jawab) melalui microphone yang sudah
pengoperasian, perbaikan, dan terkoneksi dengan dipandu oleh guru. Siswa
pemeliharaan. akan lebih antusias dan respon terhadap
 Orgaware (intution-embodied pembelajaran di laboratorium bahasa
technology). Komponen ini berkaitan tersebut.
dengan wujud organisasi atau institusi Contoh lain pembelajaran BI dengan
pendidikan seperti keterkaitan menggunakan E-learning adalah berdiskusi
hubungan individual, kolektif, (group) dengan temannya. Kelompok belajar
departemental, atau lingkungan yang ini dapat membentuk komunitas,
berkolaborasi, dan membentuk jaringan

209
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

online yang dapat dilakukan secara masing untuk disampaikan pada guru.
langsung, dan tidak langsung. Siswa dapat Forum "tanya jawab" dapat digunakan
selalu berkomunikasi dengan temannya sebagai ajang tanya jawab antara pendidik
membahas pembelajaran BI, yang sudah' dengan peserta didik mengenai segala hal
dilakukan di sekolah. Apapun yang yang berkaitan dengan pembelajaran.
mendukting pembelajaran BI dapat dibahas Peserta didik akan lebih leluasa bertanya
dalam jaringan online. kepada pendidik terhadap sesuatu yang
Penerapan, sistem E-learning belum mereka ketahui. Pertanyaan dan
dirancang, untuk dapat meningkatkan jawaban dapat, diakses oleh peserta didik
keaktifan, dan kekreatifansiswa dalam secara online. Forum "diskusi" untuk
pembelajaran, serta kemampuan untuk mendiskusikan masalah secara terbuka
menggunakan teknologi elektronik dengan melalui website antara guru dan siswa
baik. Dalam pelaksanaannya, program tentang tema yang sudah ditentukan. Siswa
website E-learning dapat dikemas sesuai akan lebih,dominan dalam memberikan
dengan tujuan, sasaran, materi, metode, pendapat dan gagasan. Guru hanya
keterbukaan dan output yang akan bertugas mengarahkan pada tema yang
dihasilkan. Didalam program E-learning didiskusikan agar tidak melenceng dari
dapat berisi tentang forum refleksi, tanya tema. Siswa akan berlomba-Iomba
jawab, diskusi, penugasan (share file), tnemberikan solusiyang terbaik terhadap
pengumuman, dan informasi lainnya. Setiap tema yang dibahas.
forum tersebut digunakan berdasarkan Pada saat ini, Teknologi Informasi dan
tujuan dan hasil yang akan diperoleh oleh Komunikasi (TIK) memegang peranan yang
pendidik ataupun peserta didik. penting dalam berbagai bidang, termasuk
Misalnya forum refleksi dapat dalam bidang pendidikan. Salah satu
digunakan peserta didik untuk penerapan TIK dalam bidang pendidikan
mengungkapkan apa yang dirasakan ketika antara lain pemanfaatan sarana multimedia
mengikuti pembelajaran dengan dan media Internet dalam proses
memberikan kritikan, saran, pendapat, pembelajaran. Pemanfaatan sarana
argumen, dan masukan secara tertulis. multimedia dalam proses pembelajaran
Masukan dan pendapat yang ditulis siswa diwujudkan melalui modul-modul
secara tidak langsung dapat bermanfaat pembelajaran yang lebih interaktif dan
sebagai media pembelajaran keterampilan menarik minat pembelajar, misalnya
menulis. Peserta didik akan lebih terbuka penggunaan flash, adanya penjelasan
dengan pendidik dalam menjalin interaksi melalui media suara/ audio dan
terhadap sistem pembelajaran yang sudah penambahan fitur-fitur yang dapat
dilaksanakan. Mereka akan terbiasa menulis meningkatkan partisipasi aktif dari
terhadap sesuatu yang menjadi problem pembelajar. Sedangkan dengan
atau ide yang ada dalam pikiran masing- pemanfaatan media Internet dalam proses

210
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

pembelajaran diharapkan akan Indonesia pada umumnya, sehingga


mempermudah pembelajar dalam diperoleh prosesdiskusi yang interaktif dan
mendapatkan informasi yang dibutuhkan, kreatif didalam website.
sehingga diharapkan pembelajar akan aktif Forum "share file" dimanfaatkan untuk
mencari informasi dan pengetahuan yang pengiriman tugas siswa yang berbentuk
dibutuhkan. nonpaper kepada guru yang mengampu
Namun pada kenyataannya, mata pelajaran bahasa Indonesia. Tugas-
penerapan TIK dalam bidang pendidikan di tugas mahasiswa dapat dikirimkan melalui
Indonesia masih dalam tahap awal dan forum share file dengan waktu yang relatif
masih belum termanfaatkan secara singkat. Selain itu, forum ini dapat
maksimal. Kendala-kendala penerapan TIK digunakan guru dan siswa untuk upload
di bidang pendidikan antara lain disebabkan maupun download materi kuliah bahasa
oleh : Indonesia.
Belum meratanya infrastuktur yang Kendala lainnya yang perlu
mendukung penerapan TIK di bidang diselesaikan adalah ketidak siapan sumber
pendidikan merupakan permasalahan awal daya manusia untuk memanfaatkan TIK
yang harus segera diselesaikan oleh pihak dalam proses pembelajaran. Ketidak siapan
yang berwenang, karena tanpa adanya ini dikarenakan pola kebiasaan
infrastruktur yang mendukung maka pembelajaran yang masih belum
penerapan TIK di bidang pendidikan hanya menganggap penting peranan TIK dalam
akan menjadi impian semata. Infrastruktur meningkatkan kualitas pembelajaran.
merupakan komponen yang sangat penting Mereka cenderung sudah merasa puas akan
yang berfungsi sebagai modal awal dan materi yang telah diberikan oleh pengajar
utama dalam penerapan TIK di bidang secara langsung, sehingga menyebabkan
pendidikan. Pada saat ini, terdapat mereka tidak mau/ malas untuk mencari
kecenderungan bahwa hanya daerah informasi tambahan yang ada di Internet
tertentu saja yang mendapatkan akses TIK. walaupun sarana dan infrastruktur sudah
Hal ini dikarenakan masih banyak daerah mendukung dalam penerapan TIK.
yang bahkan untuk memilki akses telepon Terkadang kendala ini jauh lebih
saja tidak ada, apalagi untuk akses terhadap susah untuk dipecahkan daripada tidak
Internet. Padahal sesungguhnya banyak adanya infrastruktur yang mendukung TIK,
sekali potensi sumber daya manusia unggul hal ini karena biasanya lebih susah untuk
yang dimiliki oleh daerah tersebut. Jika hal mengubah pola tingkah laku/ kebiasaan dari
ini terus berlangsung seperti ini maka seseorang. Oleh karena itu, perlu adanya
dikhawatirkan bahwa potensi sumber daya kesadaran dari setiap individu pembelajar
manusia yang dimiliki daerah tersebut akan untuk memanfaatkan dan menerapkan TIK
terbuang dengan percuma dan tidak dapat dalam metode pembelajarannya.
dimanfaatkan untuk kemajuan bangsa

211
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

Hambatan-hambatan pengintegrasian menggunakan computer dalam kelas


TIK dalam pembelajaran, dapat disimpulkan mereka.
dengan dua kelompok, yaitu : c. Sikap guru dan resistensi yang melekat
1. Secara Fisik terhadap perubahan. Sikap dan
Secara fisik dapat berupa sarana dan resistensi guru untuk mengubah tentang
prasarana yang belum memadai terutama penggunaan strategi baru yaitu dengan
untuk sekolah-sekolah yang berlokasi di integrasi TIK dalam PBM. Hal ini
pelosok. kalaupun sudah ada sarana dan dimaksudkan dengan sikap guru bahwa
prasarana, tetapi masih sangat minim baik penggunaan TIK dalam PBM tidak
dari segi jumlah maupun segi mutu memiliki mamfaat atau keuntungan
peralatan tersebut.Masih digunakannya yang jelas.
perangkat multimedia bekas di lembaga-
lembaga pendidikan yang terdapat di daerah Dalam Era Teknologi, Informasi, dan
pedesaan. Komonikasi (TIK) atau Information,
Perangkat multimedia bekas ini Comunications, and Technology (ICT), pada
tentunya masih menggunakan spesifikasi saat ini ICT di kelas sangat penting untuk
yang sudah tertinggal jamannya. Sehingga memberikan kesempatan bagi keberhasilan
penggunaannya tidak mampu bersaing belajar siswa pada era tahun informasi saat
dengan laju perkembangan TIK yang begitu ini. Dengan menggunakan ICT maka
pesat. hambatan dalam pembelajaran dapat
2. Secara Non-fisik teratasi.
a. Kepercayaan diri guru kurang dalam Temuan menunjukkan bahwa guru
menggunakan TIK dalam melaksanakan memiliki keinginan yang kuat untuk
proses PBM. Guru takut gagal mengajar mengintegrasikan TIK ke dalam pendidikan,
melalui penggunaan TIK yang saat ini tapi itu, mereka menemui banyak hambatan.
sangat disarankan. Walaupun Hambatan utama adalah :
penggunaannya ICT dalam proses 1. Kurangnya confidence,/ kepercayaan.
pembelajarn sangat disarankan oleh 2. Kurangnya kompetensi.
para ahli. 3. Kurangnya akses ke sumber daya.
b. Kurangnya kompetensi guru, yang Teknologi informasi dan komunikasi
dimaksud disini adalah kurangnya (TIK) telah menjadi bagian penting dari
kompetensi guru dalam kebanyakan organisasi dan bisnis.
mengintegrasikan TIK kedalam Komputer mulai ditempatkan di sekolah-
pedagogis praktek, yaitu tidak memiliki sekolah pada awal 1980 an, dan beberapa
pengetahuan dan keterampilan dalam peneliti menunjukkan bahwa ICT merupakan
menggunakan komputer dan tidak bagian penting dari pendidikan untuk
antusias tentang perubahan dan generasi berikutnya. Teknologi modern (ICT)
integrasi dengan belajar yang banyak menawarkan di dunia pendidikan,

212
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS PGRI PALEMBANG 03 MEI 2019

yakni meningkatkan pengajaran dan tercapai dengan baik. Tetapi, banyak sekali
pembelajaran di kelas; Pandangan bahwa tantangan dan hambantan dalam
teknologi baru potensi untuk mendukung menerapkan pemembelajaran berbasis TIK
pendidikan di seluruh kurikulum; dan tersebut. Khususnya, bagi daerah-daerah
Memberikan kesempatan untuk komunikasi terpencil yang tidak tidak bias mengases
yang efektif antara guru dan siswa dengan internet.
cara yang belum mungkin dilakukan
sebelumnya. Upaya menerapkan TIK dalam SARAN
Dunia Pendidikan. Adapun saran yang dapat penulis
sampaikan yaitu sebagai seorang pendidik
KESIMPULAN baiknya kita dapat memanfaat pembelajaran
Pemanfaatan e-learning di institusi e-learning. Karena, dengan pembelajaran e-
pendidikan terbukti memberikan andil dan learning mempermudah, mempercepat
peran yang sangat penting di dalamnya. Hal pelaksanaan pembelajaran bahasa
tersebut salah satunya dapat dilihat dalam Indonesia sesuai dengan kurikulum yang
pembelajaran bahasa Indonesia, yang berlaku.
sekarang ini sudah sangat membutuhkan
media teknologi elektronik sebagai media. DAFTAR PUSTAKA
berbagai macam jenis materi dan 1. Choy, S. 2007. Benefit of E-learning
Benchanks: Australia Case Studies. The
penugasan sudah menggunakan media
Electronic Journal of E-learning, Volume
elektronik (internet). Peran dan fungsi 5 Issue 1, PP 11-120, available online at
www.ejel.org.
tersebut untuk mempermudah,
2. Hartoyo. 2012. Teknologi Informasi dan
mempercepat pelaksanaan pembelajaran Komunikasi (TIK) dalam Pembelajaran
Bahasa. Semarang: Pelita Insani
bahasa Indonesia sesuai dengan kurikulum
Semarang.
yang berlaku. http://id.wikipedia.org/wiki/Pembelajaran
_elektronik
Penerapan e-learning sekarang ini,
3. Kristiawan, M. (2014). A Model for
sudah dapat dirasakan manfaatnya Upgrading Teachers Competence on
Operating Computer as Assistant of
sehingga guru dan siswa merasa perlu
Instruction. Global Journal of Human-
untuk mengaji mempelajarinya secara Social Science Research.
4. Effendi, Empy dkk. 2005. E-Learning
mendalam. Segala upaya perlu dibenahi
Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Andi.
agar pembelajaran bebasis e-learning dapat 5. Prakoso, Kukuh Setyo. 2005.
Membangun E-Learning dengan
terlaksana dengan baik. Pembenahan
Moodle. Yogyakarta: Andi.
tersebut dapat dilakukan pada sumber daya 6. Sa’ud, Udin Saefudin. 2008. Inovasi
Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
manusia, sarana prasarana, kurikulum, dan
7. Singh, G, dkk. 2005. Astudy Into The
kebijakan-kebijakan yang berlaku. Jika Effects of eLearning on Hinger
Education. Available online at
pembenahan pada aspek-aspek tersebut
http://www.jutlp.uow.edu.au
sudah terlaksana, pastilah pembelajaran
bahasa Indnesia berbasis e-learning akan

213