Anda di halaman 1dari 12

Model Sekolah Aman Bencana LITERASI Nisfi Anisah

ISSN: 2085-0344 (Print)


ISSN: 2503-1864 (Online)
Journal homepage: www.ejournal.almaata.ac.id/literasi
Journal Email: literasi_stia@yahoo.com

Model Sekolah Aman Bencana dalam Upaya Mewujudkan


Pendidikan Karakter di MIN 1 Bantul
Nisfi Anisah
Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
nisfianisah@gmail.com

Abstrak
Anak-anak seringkali menjadi korban kasus cidera saat terjadi kecelakaan maupun
bencana alam. Data terakhir dari United Nation International Strategy For Disaster, sebanyak 60
persen anak-anak di dunia ternyata merupakan korban bencana alam. Berbagai ancaman masih
mengintai anak seperti bencana alam. Ancaman tersebut diperparah dengan kondisi sekolah
yang kurang kondusif, bangunan yang tidak layak, sarana prasarana yang tidak memenuhi
standar. Merujuk data 15 tahun terakhir dari BNPB tahun 2017, terdapat 46.648 sekolah yang
terdampak bencana. MIN 1 Bantul telah merespon positif model sekolah yang aman bencana
dengan dinobatkan sebagai peringkat 3 SEAMEO Japan Education for Sustainable Development
(ESD) Award.
Hasil penelitian ini adalah (1) motivasi MIN 1 Bantul membentuk sekolah aman bencana
dilatarbelakangi gempa tahun 2006. Selain itu adanya kesadaran akan pentingnya pendidikan
keamanan bagi warga madrasah. (2) pelaksanaan program sekolah aman bencana di MIN 1
Bantul berupa sekolah siaga bencana sudah berjalan dengan baik. Program tersebut dilaksanakan
dengan memperhatikan kerangka kerja struktural dan non struktural serta mengacu 3 pilar
sekolah aman bencana yang meliputi fasilitas sekolah aman, manajemen bencana di sekolah,
dan pendidikan pencegahan. (3) Keterkaitan sekolah aman bencana dengan pendidikan karakter
adanya keselarasan pelaksanaan sekolah aman bencana dengan pembiasaan yang dilakukan
di MIN 1 Bantul.

Kata kunci: Sekolah Aman Bencana, Pendidikan Karakter, Nilai-nilai Karakter



Abstract
Children are often the victims of injuries during accidents and natural disasters. Latest
data from United Nation International Strategy For Disaster, as many as 60 percent of children
in the world turned out to be victims of natural disasters. Various threats are still lurking children
like natural disasters. The threats are exacerbated by the condition of schools that are less
conducive, inappropriate buildings, infrastructure that do not meet the standards. Referring to
the last 15 years data from BNPB 2017, there are 46,648 schools affected by the disaster. MIN
1 Bantul claimed positively as the safe disaster school model by being ranked 3rd SEAMEO
Japan Education for Sustainable Development (ESD) Award.
The result of this research are (1) motivation of establising is due of the eathquake disaster in
2006. It leads to awarness of the importance of safe education in madrasah (2) the implementation
of disaster-safe school program in MIN 1 Bantul in the form of disaster preparedness school has
been running well. The program is implemented with respect to structural and non-structural
frameworks and refers to the three pillars of disaster-safe schools that include safe school

LITERASI, Volume X, No. 1 2019 9


Nisfi Anisah Model Sekolah Aman Bencana

facilities, disaster management in schools, and preventive education. (3) The linkage of disaster-
safe schools with character education of harmony in the implementation of disaster-safe schools
with habituation conducted in MIN 1 Bantul.

Keyword: disaster-safe schools, character education, character values

PENDAHULUAN dipertahankan, kepala sekolah, guru, peserta


Anak-anak seringkali menjadi korban didik, dan orang tua yang tidak memahami
kasus cidera saat terjadi kecelakaan maupun hak anak, serta berbagai kerentanan lain yang
bencana alam. Data terakhir dari United Nation berisiko mengancam keamanan, keselamatan,
International Strategy For Disaster, sebanyak 60 dan kenyamanan anak untuk belajar dan tumbuh
persen anak-anak di dunia ternyata merupakan kembang optimal di sekolah.
korban bencana alam. Hal ini menjadi persoalan Selain itu, pentingnya pendidikan
serius karena pada 10-20 tahun mendatang keamanan (Safety Education) bagi sekolah
dampak bencana akan mempengaruhi fisik serta guna membekali peserta didik ketika terjadi
psikologi anak. Hal senada juga disampaikan bencana secara tiba-tiba. Menurut Dwi,
oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Kepala BPBD Kabupaten Bantul menyatakan
Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar bahwa “Edukasi di sekolah tidak cukup hanya
yang mengatakan anak perempuan dan lanjut dengan memasukkan kurikulum berbasis
usia merupakan kelompok paling rentan penanggulangan bencana, tetapi juga harus
menjadi korban bencana pada perayaan Hari menciptakan sekolah yang nyaman dan aman
Anak Perempuan Sedunia dengan tema “Anak bagi siswa dan pengajar ketika terjadi bencana
Perempuan dan Bencana” yang diselenggarakan alam, salah satunya gempa bumi. Sebab,
oleh Plan Indonesia di Gedung RRI. bencana alam seperti gempa bumi tidak dapat
Sekolah sebagai sebuah bentuk satuan diprediksi. Tidak menutup kemungkinan gempa
pendidikan formal seharusnya menjadi tempat bumi bisa saja terjadi pada jam-jam sekolah.
yang aman bagi anak. Senada dengan hal Untuk itu, salah satu hal yang terpenting adalah
tersebut, sekolah sebagai salah satu tempat menciptakan sekolah aman dan nyaman”.
dimana anak menghabiskan waktu lebih Hal senada juga diungkapkan oleh Disaster
lama. Sehari anak dapat menghabiskan waktu Risk Reduction (DRR) Project Manager Plan
selama ± 8 jam untuk aktivitas di sekolah. Indonesia Amin Magatani, “Cara pengurangan
Akan tetapi, data 15 tahun terakhir dari BNPB risiko bencana anak adalah menerapkan sekolah
tahun 2017 yang menyebutkan bahwa, terdapat aman di lokasi yang aman dan tepat. Tak hanya
46.648 sekolah yang terdampak bencana. itu saja, pengetahuan dan sikap anak harus
Hal ini menunjukan bahwa sekolah belum banyak didorong untuk penanggulangan risiko
sepenuhnya menjadi tempat yang aman, bersih, bencana”.
sehat, ramah anak, dan menyenangkan bagi anak Kabupaten Bantul merupakan salah satu
dan warga sekolah lainnya. Berbagai ancaman kawasan rawan bencana alam. Kabupaten
masih mengintai anak baik dari lingkungan Bantul pernah mengalami bencana gempa
sekitar seperti peristiwa alam yang dapat bumi di tahun 2006 dengan kekuatan 5,9 SR
menyebabkan bencana seperti banjir, longsor, yang memakan korban ribuan orang. Bahkan
gempa bumi, gunung api, kebakaran, dan lain hingga tahun 2018 ini, Kabupaten Bantul masih
sebagainya. Ancaman tersebut diperparah sering terjadi gempa dengan kekuatan yang
dengan kondisi sekolah yang kurang kondusif, relatif rendah. Kabupaten Bantul, DIY dan
bangunan yang tidak layak, dan sarana wilayah-wilyah berbatasan dengan samudera
prasarana yang tidak memenuhi standar masih Hindia dinyatakan rawan gempa bumi. Pasalnya

10 LITERASI, Volume X, No. 1 2019


Model Sekolah Aman Bencana Nisfi Anisah

berbatasan langsung dengan samudera Hindia MIN 1 Bantul merupakan salah satu
yang merupakan wilayah terdekat dengan madrasah yang mengalami kerusakan cukup
zona subduksi lempeng Australia dan Eurasia. parah akibat gempa bumi yang pernah
Selain itu, Bantul merupakan wilayah mengguncang di Kabupaten Bantul. Hal ini
yang berada pada dominasi struktur geologi memberikan dampak baik secara psikologis
Young Merapi Volcanic (Quartenary) bagian pada peserta didik MIN 1 Bantul. Merujuk
tengah dan Volcanic (Miocine dan oligo- data dokumentasi MIN 1 Bantul, sebanyak 42
micine) pada bagian timur. Secara struktural anak mengalami trauma dan memutuskan untuk
Kabupaten Bantul diapit oleh bukit patahan, keluar dari MIN 1 Bantul.
yaitu lereng barat Pegunungan Batur Agung Langkah preventif dan antisipatif
(Batur Agung Ranges) pada bagian timur yang dilakukan MIN 1 Bantul yaitu dengan
dan bagian Barat berupa bekas laguna. membentuk sekolah aman bencana. Langkah
Kejadian gempa bumi 27 Mei 2006 menguatkan ini bertujuan untuk memberikan informasi
predikat Kabupaten Bantul sebagai wilayah serta pendidikan bencana atau pendidikan
yang termasuk dalam kategori wilayah rawan pengurangan risiko bencana guna menyikapi
bencana gempa bumi. keadaan alam dan lingkungan sekitar yang
Salah satu langkah preventif yang rawan bencana alam, sehingga warga MIN 1
dilakukan Pemerintah guna mengurangi risiko Bantul dapat bersikap dan bertindak ketika
bencana dan melindungi anak saat kegiatan terjadi bencana alam khususnya gempa bumi.
belajar mengajar berlangsung pada satuan Program sekolah aman bencana yang
pendidikan yaitu dengan adanya program ada di MIN 1 Bantul tersebut dilaksanakan
sekolah aman bencana. Sekolah aman bencana pasca bencana gempa terjadi pada masa jabatan
merupakan sekolah sebagai tempat yang aman, Bapak Haris Mufika. Respon positif yang
nyaman, bersih, sehat, hijau, inklusif, dan dilakukan MIN 1 Bantul diiringi dengan prestasi
menyenangkan sebagai bentuk perwujudan dari yang membanggakan dimana MIN 1 Bantul
sekolah ramah anak telah dilakukan berbagai dinobatkan sebagai peringkat 3 SEAMEO-Japan
pihak lain (kementerian/lembaga/swasta/mitra Education for Sustainable Development (ESD)
pembangunan internasional) yang bekerja Award, sebuah penghargaan Internassional
sama dengan Kementerian Pendidikan dan Sekolah Siaga Bencana se-Asia Pasifik tahun
Kebudayaan. Sekolah aman bencana mencakup 2012. Penghargaan tersebut diselenggarakan
tiga pilar utama yang meliputi fasilitas sekolah oleh Organisasi Kementerian Pendidikan
aman, manajeman bencana di sekolah, dan Asia Tenggara (Southeast Asian Ministers
pendidikan pencegahan. Dilihat dari ketiga of Education Organization, SEAMEO) dan
pilar tersebut, penerapan sekolah aman bencana Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
tentunya tidak terlepas dari proses internalisasi Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang.
nilai-nilai karakter guna membentuk karakter Pelaksanaan program sekolah aman
kesiapsiagaan pada warga madrasah/sekolah. bencana memiliki kaitan erat dengan pendidikan
Selain itu, menyadari adanya risiko karakter. Hal ini karena salah satu tujuan dari
bencana, penting ditumbuhkan kesadaran dan pelaksanaan sekolah aman bencana yaitu
pembudayaan pengurangan risiko bencana menanamkan nilai karakter kesiapsiagaan pada
(PRB) di sekolah. Untuk mewujudkan hal warga madrasah/sekolah. Penanaman nilai-nilai
tersebut, Pemerintah juga mengeluarkan surat karakter pada program sekolah aman bencana
edaran Menteri Pendidikan Nasional No.70a/ dengan cara pembiasaan sepanjang waktu
MPN/SE/2010 tentang Pengarusutamaan pada warga madrasah/sekolah khususnya pada
Pengurungan Risiko Bencana di sekolah yang peserta didik. Berdasarkan kebijakan nasional
ditujukan kepada gubernur, bupati/walikota terdapat 4 pendekatan penanaman nilai-nilai
seluruh Indonesia. karakter pada satuan pendidikan yang meliputi

LITERASI, Volume X, No. 1 2019 11


Nisfi Anisah Model Sekolah Aman Bencana

(1) pendekatan terintegrasi dalam semua HASIL DAN PEMBAHASAN


mata pelajaran; (2) pengembangan budaya Motivasi MIN 1 Bantul Membentuk Sekolah
satuan pendidikan; (3) pelaksanaan kegiatan Aman Bencana
ekstrakurikuler, dan (4) pembiasaan perilaku Pendidikan berasal dari kata “education”
dalam kehidupan. Berdasarkan pemaparan yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia
tersebut, untuk itu peneliti mencoba mengkaji dengan “pendidikan. Sedangkan secara umum
lebih dalam tentang program sekolah aman keamanan diartikan sebagai keadaan terlindungi,
bencana dalam upaya mewujudkan pendidikan tidak terluka, karena bahaya, aman, tidak
karakter di MIN 1 Bantul. melibatkan risiko. Menurut Obioma bahwa
Berangkat dari kenyataan di atas, kajian seluruh keamanan yang diarahkan pada anak
ini dilandasi adanya kegelisahan terkait adalah agar anak tersebut tetap hidup dan aman,
pentingnya sekolah yang aman bencana. Oleh sebagai berikut:
karena itu, berdasarkan latar belakang tersebut “All safety directed to the child is to keep
kajian ini menfokusnya pada model sekolah him/her alive and secured. Examples, we
aman bencana dalam upaya mewujudkan ensure for the child: safety from harm,
pendidikan karakter. Kajian ini akan menjawab safety from abuse e.g. rape, safety from
disease, safety from malnutrition, safety
Bagaimana implementasi model sekolah aman from hazardous activities, like hawking,
bencana dalam upaya mewujudkan pendidikan street trading, bus conducting, street
karakter?. Dengan adanya kajian ini diharapkan begging etc, safety from substance abuse,
dapat memberikan solusi dan gambaran bagi and safety from road accidents”.
madrasah maupun sekolah terkait model
sekolah aman bencana. Pendidikan keamanan merupakan
pendidikan rangka mencegah, menghindari, atau
METODE PENELITIAN menanggulangi terjadinya kecelakaan, sehingga
Penelitian merupakan penelitian deskriptif tercipta kehidupan masyarakat yang selamat,
kualitatif dengan interpretasi mendalam terhadap bahagia dan sejahtera. Selain itu, pendidikan
temuan-temuan lapangan berdasarkan fakta keamanan dapat diartikan sebagai suatu
yang ada mengenai informasi model sekolah upaya pendidikan tentang penanggulangan,
aman bencana dalam upaya mewujudkan pencegahan, dan penghindaran dari terjadinya
pendidikan karakter di MIN 1 Bantul. Sumber kecelakaan, yang bertujuan agar memperoleh
data dalam penelitian ini meliputi kepala MIN keselamatan bagi manusia dan harta bendanya.
1 Bantul, guru MIN 1 Bantul serta peserta didik Sejalan dengan hal tersebut, pendidikan
MIN 1 Bantul. Oleh karena itu, penelitian ini keamanan merupakan wujud dari perlindungan
menggunakan teknik pengambilan sampel anak sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23
bertujuan (purposive sampling). Teknik yang Tahun 2002, yaitu segala kegiatan yanguntuk
digunakan untuk mengumpulkan data berupa menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya
wawancara, observasi dan dokumentasi. agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan
Teknik analisis data dilakukan dengan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan
menggunakan model analisis Miles dan harkat dan martabat kemanusiaan, serta
Huberman yang terdiri dari tiga komponen mendapat perlindungan dari kekerasan dan
pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan diskriminasi.
penarikan kesimpulan. Tiga komponen analisis Obioma sebagai Executive Secretary
tersebut saling berkaitan dan berinteraksi. NERDC, Abuja menyatakan bahwa terdapat
Untuk mengecek keabsahan data, penelitian dua pendekatan yang dapat dilakukan dalam
ini menggunakan triangulasi sumber dan pendidikan keamanan di sekolah yaitu:
triangulasi teknik.

12 LITERASI, Volume X, No. 1 2019


Model Sekolah Aman Bencana Nisfi Anisah

1. Curricular Approach dan bencana. Sekolah juga sebagai tempat


Here the concept, themes and messages berlangsungnya interaksi guru dan peserta
of Child Safety Education are structured didik untuk melaksanakan kegiatan belajar
and infused into carrier subjects (e.g. mengajar yang dilaksanakan dalam setiap hari.
English Studies, Social Studies, Cultural Program sekolah aman bencana merupakan
and Creative Arts, Physical and Health
salah satu program dari UNICEF. Program
Education) are taught in schools. It cannot
be a ‘Stand alone subject because the sekolah aman bencana ini merupakan kelanjutan
Curriculum is alreadyoverloaded. dari program-program terdahulu yang meliputi
2. Co-curricular Approach program sekolah sehat dan sekolah adiwiyata.
This will involve the Formation of Safety Program sekolah aman bencana memiliki
Clubs in schools. Peer educators would tujuan memberikan pendidikan kepada seluruh
be needed to educate their peers and the warga sekolah/madrasah baik peserta didik,
community members. pendidik, tenaga pendidik, kepala madrasah,
dan orang tua guna membekali pengetahuan
Pendidikan keamanan yang diterapkan di dan keterampilan (skill).
madrasah/sekolah tentunya memiliki beberapa MIN 1 Bantul yang dahulunya bernama
tujuan. Mengacu dari UNHCR, tujuan dari MIN Jejeran. MIN 1 Bantul sebagai salah
pendidikan keamanan diantaranya: satu madrasah yang terletak di Kecamatan
1. to save lives and ensure the effective Pleret Kabupaten Bantul. Kabupaten Bantul
protection of girls and boys of concern to sebagai salah satu wilayah yang rawan terjadi
UNHCR in learning environments.
gempa bumi. Tahun 2006 lalu, gempa sebesar
2. to ensure that learning environments provide
quality education. 5,9 SR mengguncang wilayah Kabupaten
3. to empower girls by ending gender Bantul. Gempa tersebut merusak sebagai
discrimination in school environments. besar sarana prasarana dan infrastruktur MIN
4. to increase school attendance, especially at 1 Bantul. Gempa bumi tersebut memberikan
the secondary level. dampak baik secara psikologis maupun fisik.
5. to help the search for durable solutions by Secara psikologis memberikan dampak rasa
promoting a culture of peace and dialogue. trauma, takut, panik pada warga MIN 1 Bantul.
6. to provide children with the skills to achieve Sedangkan secara fisik bencana gempa tersebut
self-reliance.
mengakibatkan cidera pada fisik. Mengacu data
7. to prevent all forms of sexual and gender-
based violence, guard children against dokumentasi MIN 1 Bantul, sebanyak 42 anak
sexually transmitted diseases-including HIV mengalami trauma sehingga keluar dari MIN
and AIDS - and reduce teenage pregnancies 1 Bantul.
and their associated risks. Langkah yang dilakukan MIN 1 Bantul
guna memberikan serta informasi tentang
Dengan demikian, pendidikan aman pendidikan kesiapsiagaan warga MIN 1
memiliki tujuan memberikan rasa aman dan Bantul yaitu dengan membentuk sekolah
terlindungi pada anak akan resiko bahaya yang yang aman bencana yang berupa sekolah
terjadi di rumah, di sekolah, di jalan dan tempat siaga bencana. Motivasi dan alasan MIN 1
lainnya. Wujud program pendidikan keamanan Bantul membentuk sekolah aman bencana
khususnya dilembaga pendidikan di Indonesia berupa sekolah siaga bencana dilatar belakangi
yaitu adanya sekolah aman peristiwa bencana gempa bumi tahun 2006
Sekolah sebagai suatu bentuk satuan lalu yang pernah melanda wilayah Kabupaten
pendidikan formal yang memberikan fasilitas Bantul. Selanjutnya pihak MIN 1 Bantul
keamanan dan kenyamanan bagi seluruh warga menyadari pentingnya pendidikan keamanan
belajar guna melindungi dari cidera bahaya dan pendidikan kesiapsiagaan yang harus
ditumbuhkan pada warga MIN 1 Bantul

LITERASI, Volume X, No. 1 2019 13


Nisfi Anisah Model Sekolah Aman Bencana

mengingat bencana alam khususnya gempa aman dapat diartikan sekolah yang didesain
terjadi secara tiba-tiba. Pendidikan tersebut guna menciptakan rasa aman dan memberikan
perlu diajarkan dan dibekalkan sejak dini pada perlindungan bagi seluruh warga madrasah/
warga MIN 1 Bantul agar bersikap lebih tenang sekolah.
ketika bencana terjadi. Sekolah aman bencana dilaksanakan
mengacu pada 3 pilar utama, yaitu:
Implementasi Sekolah Aman Bencana di (1) fasilitas sekolah aman, (2) manajemen
MIN 1 Bantul bencana di sekolah, dan (3) pendidikan
Sekolah aman dibagi menjadi tiga definisi, pencegahan dan pengurangan risiko bencana.
yaitu definisi umum, definisi khusus dan definisi Pilar pertama mencakup pemilihan lokasi
terkait pengurangan risiko bencana. Berikut madrasah/sekolah, standar bangunan, standar
rinciannya: kinerja, desain yang aman terhadap bencana,
1. Pengertian umum: sekolah aman adalah pelatihan bagi pembuat bangunan, pengawasan
sekolah yang mengakui dan melindungi konstruksi, kontrol terhadap kualitas, pemodelan
hak-hak anak dengan menyediakan suasana ulang atau renovasi, dan perkuatan.
dan lingkungan yang menjamin proses Pilar kedua mencakup pengkajian dan
pembelajaran, kesehatan, keselamatan, dan perencanaan perlindungan fisik dan lingkungan,
keamanan siswanya terjamin setiap saat. keterampilan dan perlengkapan respon, adanya
2. Pengertian khusus: sekolah aman adalah perwakilan komite manajemen bencana
sekolah yang menerapkan standar sarana di sekolah, adanya rencana keberlanjutan
dan prasarana yang mampu melindungi pendidikan, dan adanya prosedur tetap (PROTAP
warga sekolah dan lingkungan di sekitarnya atau SOP).
dari bahaya bencana. Pilar yang ketiga pendidikan pencegahan
3. Pengertian terkait PRB: sekolah aman adalah dan pengurangan risiko bencana mencakup PRB
komunitas pembelajar yang berkomitmen yang terintegrasi ke dalam kurikulum formal,
akan budaya aman dan sehat, sadar akan adanya pelatihan guru & pengembangan staff,
risiko, memiliki rencana yang matang dan dan adanya ekstrakurikuler dan pendidikan
mapan sebelum, saat, dan sesudah bencana, informal berbasis-masyarakat. Ketiga pilar ini
dan selalu siap untuk merespons pada saat mengacu pada modul sekolah aman dan antara
darurat dan bencana. satu dengan yang lain memiliki keterkaitan antara
satu dengan yang lainnya guna mewujudkan
Sekolah aman memiliki sasaran dalam madrasah/sekolah yang aman.
menghadapi bahaya yang sudah diperkirakan, Model sekolah aman bencana di MIN
baik yang alami ataupun buatan manusia, adalah 1 Bantul berupa sekolah siaga bencana.
untuk: Program sekolah siaga bencana sebagai
1. Melindungi peserta didik, guru dan tenaga upaya kesiapsiagaan madrasah/sekolah guna
kependidikan lainnya dari risiko kematian membangun kesadaran warga madrasah terkait
dan cedera di sekolah. pentingnya kesiapsiagaan madrasah/sekolah.
2. Merencanakan kesinambungan pendidikan Program tersebut merupakan respon terhadap
dalam menghadapi bahaya yang sudah bencana gempa bumi yang terjadi tahun 2006
diperkirakan. silam. Sejarah mencatat bahwa MIN 1 Bantul
3. Memperkuat ketangguhan warga komunitas pada tahun 2006 lalu sejak terjadi peristiwa
terhadap bencana melalui pendidikan. gempa terjadi kerusakan yang cukup berat
4. Melindungi investasi di sektor pendidikan. dimana gedung MIN 1 Bantul rata dengan tanah.
Melalui bantuan dari PLAN dan Kemenag,
Dari beberapa pengertian di atas dapat gedung-gedung MIN 1 Bantul dibangun
ditarik kesimpulan bahwasannya sekolah kembali dengan disetting untuk tahan gempa.

14 LITERASI, Volume X, No. 1 2019


Model Sekolah Aman Bencana Nisfi Anisah

Mengetahui pentingnya keselamatan dan dari organisasi PLAN, LINGKAR, BPBD, PMI,
keamanan, kepala MIN Bapak Haris Mufika dan FPRB. Organisasi tersebut yang merangkul
membuat program terkait sekolah aman MIN 1 Bantul untuk menerapkan program
bencana yaitu sekolah siaga bencana. Merujuk sekolah aman.
dokumentasi MIN 1 Bantul, program sekolah Selain itu, terdapat unsur/aspek lain
siaga bencana pernah meraih juara 3 tingkat yang mendukung sekolah aman yakni aspek
internasional sebagai sekolah siaga bencana struktural dan non struktural. Aspek struktural
dalam SMEAMEO Award tahun 2012. berupa konstruksi fisik sekolah/madrasah untuk
MIN 1 Bantul fokus pada program- mengurangi risiko bencana. Sedangkan aspek
program yang dikembangkan dan secara eksplisit non struktural berupa upaya mengurangi risiko
tertulis dalam visi sekolah. Visi tersebut sudah bencana yang tidak melibatkan konstruksi fisik.
mencermin salah satu program andalan MIN 1 Termasuk disini bisa berupa upaya pembuatan
Bantul yang terkaitan dengan model sekolah kebijakan seperti pembuatan suatu peraturan,
aman bencana yaitu sekolah siaga bencana. Visi legislasi, kampanye penyadaran masyarakat,
tersebut kemudian dikembangkan melalui misi membangun sikap dan tindakan kesiapsiagaan
madrasah yang memiliki kaitan dengan model kepada seluruh warga sekolah/madrasah dalam
sekolah aman bencana yang terdapat pada poin menghadapi bencana, yaitu penyiapan sumber
8 yaitu “Meningkatkan kesiapsiagaan warga daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.
madrasah menghadapi bencana”. Sedangkan
pada tujuan MIN 1 Bantul sesuai pada poin Keterkaitan Pelaksanaan Sekolah Aman
9 yaitu “Meningkatkan kesiapsiagaan warga Bencana dalam Mewujudkan Pendidikan
madrasah menghadapi bencana” dan poin 14 Karakter
“Mengkondisikan kesiapan warga madrasah Sekolah sebagai salah satu wadah strategis
dalam menghadapi bencana”. Berdasarkan visi, dan efektif guna mewujudkan pendiidkan
misi dan tujuan MIN 1 Bantul tersebut tentunya karakter. Pendidikan karakter di satuan
model sekolah aman diimplementasikan melalui pendidikan tidak hanya sebatas memberikan
budaya madrasah dan terintegrasi dalam pemahaman, tetapi juga mengajak peserta
pembelajaran. didik untuk mencintai perilaku kebaikan dan
Kesuksesan pelaksanaan sekolah aman menjadikan hal tersebut sebagai kebiasaan.
di MIN 1 Bantul tentunya melibatkan banyak Sebagai wadah yang strategis, sekolah
pihak. Madrasah mempunyai peran penting, sebagai satuan pendidikan dapat melakukan
dimana madrasah yang memfasilitasi segala pembinaan dan pengembangan karakter dengan
kegiatan pembelajaran serta fasilitas yang menggunakan pendekatan: (1) pendekatan
mendukung guna tercipta madrasah yang aman. terintegrasi dalam semua mata pelajaran; (2)
Kepala madrasah berperan sebagai orang yang pengembangan budaya satuan pendidikan; (3)
mengambil segala keputusan dalam setiap
kebijakan terkait kegiatan sekolah aman.
Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran
memiliki peran untuk terus menginovasi
kegiatan pembelajaran serta membimbing
peserta didik dalam memahami apa itu bencana,
apa saja akibat yang ditimbulkan dari bencana
tersebut, dan tindakan apa yang harus dilakukan
untuk menghadapi bencana tersebut. Selain itu,
tidak lepas peran orang tua yang mendukung
segi pendanaan dan lainnya agar terlaksananya
program sekolah aman di MIN 1 Bantul. Peran Gambar 1. Desain Pendidikan Karakter

LITERASI, Volume X, No. 1 2019 15


Nisfi Anisah Model Sekolah Aman Bencana

pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, dan (4) MIN 1 Bantul sebagai salah satu madrasah
pembiasaan perilaku dalam kehidupan sekolah. unggulan memiliki berbagai program madrasah
Berikut bagan konteks mikro pendidikan yang tertuang dalam visi dan misi madrasah.
karakter berdasarkan kebijakan nasional Program tersebut meliputi sekolah sehat,
pendidikan karakter. sekolah adiwiyata, sekolah ramah anak, sekolah
Implementasi pendidikan karakter di aman dan sekolah siaga bencana. Pelaksanaan
sekolah dikembangkan melalui pengalaman pendidikan karakter melalui sekolah aman di
belajar dan proses pembelajaran yang bermuara MIN 1 Bantul ini dilakukan melalui empat
pada pembentukan karakter dalam diri peserta pendekatan diantaranya: (1) pendekatan
didik. Pendidikan karakter dalam kegiatan terintegrasi dalam semua mata pelajaran; (2)
belajar mengajar di kelas, dilaksanakan pengembangan budaya satuan pendidikan;
menggunakan pendekatan terintegarsi dalam (3) pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, dan
semua mata pelajaran. Selain itu, pendidikan (4) pembiasaan perilaku dalam kehidupan
karakter juga dikembangkan melalui kegiatan madrasah. 2 Empat pendekatan pendidikan
peserta didik secara ekstrakurikuler. Kegiatan karakter tersebut untuk lebih jelasnya sebagai
pembinaan kesiswaan juga merupakan wadah berikut:
yang potensial untuk pendidikan karakter.
Pendidikan karakter di sekolah dapat juga dapat Terintegrasi dalam semua mata pelajaran
melalui pengelolaan sekolah.1 Pendekatan pendidikan karakter salah
Pendidikan karakter bertujuan membentuk satunya melalui integrasi mata pelajaran. MIN
kepribadian anak. Agar terlaksana penanaman 1 Bantul sudah mengintegrasikan pendidikan
pendidikan karakter, perlu adanya program- karakter dari program sekolah aman dalam
program sekolah yang melibatkan kerja semua mata pelajaran ataupun kurikulum,
sama antara guru dan kepala sekolah untuk dan tidak berdiri sendiri. Bahkan pendidikan
mengimplementasikannya dalam kegiatan karakter dari sekolah aman sudah melekat pada
belajar mengajar. Pendidikan karakter ini visi, misi dan tujuan MIN 1 Bantul. Untuk
berkaitan erat dengan “habit” atau kebiasaan itu, guru dalam kegiatan belajar mengajar
yang dilakukan. Pendidikan karakter diharapkan dituntut untuk memasukkan nilai karakter dari
dapat menyentuh ketiga domain (kognitif, sekolah aman dalam silabus dan RPP maupun
afektif, dan psikomotorik) sehingga peserta pelaksanaanya.
didik tidak sekadar tahu akan tetapi juga
mau dan mampu melaksanakan apa yang Pengembangan budaya di MIN 1 Bantul
mereka ketahui kebenarannya. Pelaksanaan MIN 1 Bantul Yogyakarta adalah
pendidikan memiliki tujuan penting untuk mempunyai budaya madrasah (school culture)
menanamkan nilai-nilai yang baik dan positif yang kokoh, dan tetap eksis. Budaya di
pada peserta didik agar menjadi sebuah karakter. MIN 1 Bantul diiantaranya yaitu salam dan
Pelaksanaan pendidikan karakter di lembaga senyum, salaman pagi, upacara bendera,
pendidikan khususnya madrasah/sekolah dapat tadarus dan dhuha, seragam madrasah, sholat
dilaksanakan melalui beberapa pendekatan. berjamaah, jum’at bersih , senam ceria, PHBI
Terdapat empat pendekatan yaitu kegiatan dan PHBN, doa bersama, sima’an qur’an,
belajar mengajar di kelas, adanya budaya madrasah sehat, kerja keras, cerdas, iklas,
madrasah/sekolah, adanya ekstrakurikuler dan infaq jum’at, kantin kejujuran, wisuda siswa,
kegiatan keseharian di rumah. ramadhan ceria, keteladanan, kotak temuan,
ekstrakurikuler, peduli sesama, pendampingan,
peduli lingkungan, dan siaga bencana.
1
Endah Sulistyowati, Implementasi Kurikulum
Pendidikan Karakter, (Yogyakarta: Citra Aji Prama,
2012), hlm.11-12. Sri Narwanti, Pendidikan Karakter, ... hlm.42.
2

16 LITERASI, Volume X, No. 1 2019


Model Sekolah Aman Bencana Nisfi Anisah

Penanaman budaya program sekolah aman nilai karakter pada peserta didik. Pembiasaan
di MIN 1 Bantul berdasarkan hasil observasi ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengajak
peneliti diantaranya seperti memarkirkan sepeda peserta didik agar terbiasa berperilaku atau
dan menata sepatu untuk selalu menghadap bertindak sesuai dengan aturan yang ada.
keluar, membuang sampah pada tempatnya. Pembiasaan dalam rangka menanamkan nilai
Guru dan karyawan pun juga memarkir karakter yang berkaitan dengan sekolah aman
kendaraan bermotornya dengan menghadap di MIN 1 Bantul mencakup pembiasaaan
keluar. Hal ini terbukti bahwasannya dengan memarkir sepeda dan sepeda motor dengan
kebiasaan tersebut sudah menjadikan budaya menghadapkan sepeda dan sepeda motor ke
di sekolah ini. Budaya untuk memarkirkan arah luar. Hal ini bertujuan untuk memudahkan
kendaraan untuk menghadap keluar juga warga madrasah baik guru maupun peserta didik
dilakukan oleh orang tua peserta didik MIN untuk menyelamatkan diri ketika bencana.
1 Bantul saat menjemput anak-anak pulang Selanjutnya peserta didik MIN 1 Bantul
sekolah. Para tamu yang datang ke MIN 1 dibiasakan untuk meletakkan sepatu dirak
Bantul juga mulai mengikuti budaya tesebut jika yang disediakan pihak madrasah dengan cara
bertamu ke MIN 1 Bantul. Hal ini dikarenakan menghadapkan sepatu keluar. Selanjutnya
pemasangan rambu “Parkir Menghadap Keluar” penanaman pendidikan karakter yang dilakukan
yang memiliki tujuan untuk memarkirkan di MIN 1 Bantul pada peserta didik tentunya
kendaraan menghadap keluar disemua area memiliki tujuan. Salah satu tujuannya guna
parkir, sehingga para tamu mengikuti peraturan membentuk peserta didik yang memiliki karakter
tersebut. Budaya siaga menjadikan ciri khas dari baik yang diaktualisasikan melalui sikap dan
madrasah ini dibandingkan dengan madrasah- perilaku di madrasah, di rumah maupun di
madrasah lain, sehingga pengembangan budaya lingkungan masyarakat. Proses aktualisasi
di MIN 1 Bantul ini sesuai dengan tujuan dari nilai-nilai karakter tersebut merupakan proses
sekolah aman sehingga program tersebut dapat yang keberlanjutan guna menerapkan atau
berjalan dengan pencapaian yang sangat baik. mengamalkan nilai-nilai karakter dalam
suatu perilaku. Nilai-nilai yang telah berhasil
Pelaksanaan ekstrakurikuler Pramuka diinternalisasikan kemudian diterapkan dalam
Kegiatan ekstrakurikuler sebagai kegiatan kehidupan sehari-hari.
diluar mata pelajaran yang membantu peserta Berikut nilai karakter yang diaktualisasikan
didik untuk mengembangkan bakat dan dalam sekolah aman bencana di MIN 1 Bantul
minatnya. Kegiatan esktrakurikuler di MIN 1 yaitu:
Bantul yang mendukung penanaman karakter
sekolah aman yaitu ekstrakurikuler pramuka. Disiplin
Ekstrakurikuler pramuka dapat membentuk Sikap disiplin yang ditanamkan pada
karakter peserta didik melalui keteladanan serta peserta didik MIN 1 Bantul dibangun dan
pembiasaan yang dilakukan dalam kegiatan ditanamkan melalui pembiasaan yang dilakukan
pramuka. Kegiatan Pramuka mampu melatih pihak MIN 1 Bantul. Misalnya adanya
peserta didik untuk disiplin, bertanggung jawab, pembiasaan memarkirkan sepeda pada peserta
tolong menolong, dan nilai karakter lainnya didik mampun membangun nilai karakter
yang memiliki kaitan erat dengan nilai karakter disiplin pada anak. Hal ini dapat terlihat ketika
pada sekolah aman. peserta didik yang mengendari sepeda ke
MIN 1 Bantul dengan sigap lalu memarkirkan
Pembiasaan perilaku dalam kehidupan sepedanya dengan menghadap keluar tanpa
madrasah/sekolah diingatkan guru atau pihak madrasah.3
Pembiasaan merupakan salah satu
pendekatan yang dilakukan untuk menanamkan 3
Hasil observasi pada Jumat, 6 Februari 2018 pukul

LITERASI, Volume X, No. 1 2019 17


Nisfi Anisah Model Sekolah Aman Bencana

Tanggung jawab serta menolong orang lain. Program untuk


Sikap tanggung jawab ditanamkan pada melatih sikap empati maupun tolong menolong
peserta didik MIN 1 Bantul melalui pembiasaan. yang sudah dilaksanakan di MIN 1 Bantul berupa
Misalnya adanya pembiasaan untuk menata dokter kecil dan tim penyelamat korban (satgas).
meja kursi kelas saat akan pulang. Penataan Program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan
meja dan kursi dilakukan sesuai jadwal piket langsung peserta didik MIN 1 Bantul.
kelas yang telah dibuat. Hal ini bertujuan selain Selain itu, berdasarkan hasil observasi
melatih nilai tanggung jawab juga melatih kerja terlihat ada salah satu peserta didik sakit
sama antar peserta didik. kemudian temannya merangkul dan
mengantarkan ke UKS kemudian yang lainnya
Saling percaya memberikan informasi guru bahwasannya
Sikap saling percaya ditanamkan melalui peserta didik tersebut sakit.4
kegiatan simulasi bencana alam. Simulasi
yang dilakukan meliputi 2 jenis simulasi yaitu Sikap siaga
simulasi mendadak dan simulasi terencana. Sikap siaga ini muncul ketika peserta didik
Kegiatan simulasi dilakukan biasanya saat sudah terbiasa dilatih dalam simulasi bencana.
peserta didik berada di kelas. Pelaksanaan Latihan simulasi bencana ini memiliki tujuan
simulasi yang pernah dilakukan di MIN 1 salah satunya agar peseta didik lebih tenang,
Bantul salah satunya simulasi bencama gempa. tidak panik, tidak teriak-teriak serta tetap siaga
Prosedur pelaksanaan simulasi bencana gempa ketika terjadi bencana. Sikap kesiapsigaan ini
meliputi (1) melindungi diri di kolong meja, (2) perlu ditumbuhkan sejak dini pada peserta didik
keluar dengan melindungi kepala menggunakan mengingat bencana dan bahaya dapat terjadi
benda misalnya tas, dan (3) berkumpul di tempat kapan saja, dimana saja. Untuk itu, peserta didik
evakuasi. Pada prosedur yang kedua yaitu MIN 1 Bantul dilatih simulasi bencana setiap
keluar dengan melindungi kepala menggunakan tahun minimal 2 kali.
benda, peserta didik diajarkan untuk tertib,
disiplin maupun saling percaya pada temannya. Religius
Sikap religius ini telah menjadi bagian
Kerjasama dari visi, misi serta tujuan MIN 1 Bantul. MIN 1
Nilai kerjasama ini muncul ketika Bantul menanamkan sikap religius mengadakan
pihak MIN 1 Bantul mengadakan kegiatan berbagai kegiatan ataupun rutinitas. Misalnya,
simulasi bencana. Pada saat kegiatan simulasi pembiasaan sebelum belajar berdoa, adanya
dilaksanakan tentunya memerlukan kerja sholat dhuha, tadarus bersama, serta adanya
sama baik dari peserta didik, guru, UKS, dan ziarah ke makam pendahulu MIN 1 Bantul.
sebagainya. Sikap kerjasama ini tentunya harus Beberapa peserta didik menjelaskan hari itu
terus ditanamkan pada peserta didik guna mereka mengikuti ziarah tokoh-tokoh MIN 1
membentuk karakter peserta didik dengan Bantul terdahulu guna memperingati harlah
memberikan pemahaman manusia itu saling ke-51 MIN 1 Bantul yang akan dilaksanakan
membutuhkan dan tolong menolong. pada hari Sabtu, 3 Februari 2018 di halaman
MIN 1 Bantul. MIN 1 Bantul sudah melakukan
Tolong menolong persiapan guna suksenya acara harlah tersebut
Sikap saling tolong menolong ini ditanamkan misalnya, sudah didirikannya tenda dan
sejak dini pada peserta didik. Melalui program pemasangan banner guna memeriahkan acara
sekolah aman bencana ini, peserta didik dilatih yang akan dilaksanakan.5
untuk menyelamatkan dirinya (menolong dirinya) 4
Hasil observasi di MIN 1 Bantul pada hari Senin,
6 Februari 2018 pukul 08.00 WIB.
06.45 WIB. 5
Hasil observasi di halaman MIN 1 Bantul pada

18 LITERASI, Volume X, No. 1 2019


Model Sekolah Aman Bencana Nisfi Anisah

Tabel 1. Aspek struktural dan non struktural MIN 1 Bantul


Sekolah Aman Bencana MIN 1 Bantul
Aspek
Pilar sekolah aman bencana Sarana prasarana/kebijakan/program
Struktural Pilar 1 Gedung yang kuat, Tempat Parkir, UKS, Green house, Halaman,
Fasilitas sekolah aman Tangga, Wastafel, Meja Peserta didik, Kursi Peserta didik, Meja
guru, Kursi guru, Rak sepatu, Peta jalur evakuasi, Petunjuk arah
evakuasi, Pemadam kebakaran (APAR), Kotak P3K, Sumber
air bersih, Warning tools (alarm peringatan), Papan visi misi,
Papan bertuliskan “Parkir menghadap keluar!”, Papan bertuliskan
“Dilarang merokok!”

Non struktural Pilar 2 Visi misi memuat sekolah aman


Manajemen kebijakan Mou dengan PLAN
Mou dengan LINGKAR
Mou dengan FPRB
Mou dengan Puskesmas Pleret
Membentuk komite sekolah
Adanya forum patembayan
Kerjasama dengan ahli psikologi

Non struktural Pilar 3 Dokter kecil


PRB Satgas atau tim penyelamat
Simulasi bencana sebanyak 2 kali setiap setahun
Pembelajaran yang terintegrasi dengan pendidikan pencegahan
risiko bencana
Ekstrakurikuler Pramuka

Secara keseluruhan melalui program 2. Model sekolah aman bencana di MIN


sekolah aman bencana di MIN 1 Bantul 1 Bantul berupa sekolah siaga bencana.
mampu dan berhasil menanamkan nilai-nilai Program tersebut sudah dilaksanakan secara
karakter pada peserta didik. Selain itu, melalui baik. Program sekolah aman bencana sudah
sekolah aman bencana MIN 1 Bantul mampu masuk dalam visi misi dan tujuan MIN
membentuk budaya kesiapsiagaan pada peserta 1 Bantul. Pelaksanaan program sekolah
didik, guru, karyawan, orang tua dan tamu MIN aman bencana di MIN 1 Bantul sudah
1 Bantul. Budaya kesiapsiagaan yang ada di sesuai dengan kerangka kerja struktural
MIN 1 Bantul harus dilakukan secara terus dan non struktural sekolah aman serta 3
menerus sehingga tidak hilang sebagai ciri khas pilar sekolah aman bencana yang meliputi
MIN 1 Bantul. fasilitas sekolah aman, manajemen bencana
di sekolah dan pendidikan pencegahan dan
KESIMPULAN pengurangan risiko bencana.
Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil 3. Keterkaitan program sekolah aman
kesimpulan sebagai berikut: bencana dalam pendidikan karakter yaitu
1. Motivasi MIN 1 Bantul membentuk sekolah program sekolah aman bencana MIN 1
aman bencana dilatarbelakangi gempa Bantul dilaksanakan melalui pembiasaan
tahun 2006. MIN 1 Bantul menyadari guna menanamkan nilai karakter yang
akan pentingnya pendidikan keamanan mencerminkan budaya sekolah aman
bagi warga madrasah. Untuk itu, MIN 1 bencana. Penanaman pendidikan karakter
Bantul mengadakan program sekolah aman dapat melalui berbagai program madrasah/
bencana. sekolah dengan menggunakan beberapa
p e n d e k a t a n a t a u m u l t i - a p p ro a c h .
Jumat, 2 Februari 2018 pukul 09.00 WIB.

LITERASI, Volume X, No. 1 2019 19


Nisfi Anisah Model Sekolah Aman Bencana

Penanaman nilai-nilai karakter melalui: Mardiani, Dewi, “Menteri: Anak Perempuan


(a) pendekatan terintegrasi dalam semua Rentan Jadi Korban Bencana”,
mata pelajaran, (b) pengembangan budaya Republika,dalamhttp://nasional.
satuan pendidikan, (c) pelaksanaan kegiatan republika.co.id/berita/nasional/
ekstrakurikuler pramuka, dan (d) pembiasaan umum/13/10/11/mui6hn-menteri-anak-
perilaku dalam kehidupan madrasah. perempuan-rentan-jadi-korban-bencana
Selain itu melalui pendekatan inkulkasi pada 14 Oktober 2017.
(inculcation), keteladanan (modeling), Narwanti, Sri, Pendidikan Karakter, Yogyakarta:
fasilitasi (facilitation), dan pengembangan Familia, 2011.
keterampilan (skill building). Nilai karakter Nufika,Abdul Haris, “Kunjungan Menteri-
yang teraktualisasikan dalam sekolah aman Menteri Se-Asia ke MIN Jejeran”,
bencana berupa nilai karakter disiplin, Kemenag Bantul, dalam www.bantul.
tanggung jawab, kerjasama, saling percaya, kemenag.go.id diakses tanggal 28 Mei
tolong menolong, sikap siaga, dan religius. 2017.
Obioma, Godswill, “Child Safety Education
DAFTAR PUSTAKA in Schools: Basis for Community
Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negeri Involvement in Safety Management in
Sekretariat Jenderal Kemendikbud, Nigeria”, Paper dipresentasikan dalam
Modul 2:Manajemen Bencana di Sekolah, Annual Corps Marshal Conference and
Jakarta: Kementerian Pendidikan dan the 19th Anniversary Celebration of
Kebudayaan bekerjasama dengan the Federal Road Safety Commission,
UNICEF, 2015. Abeokuta, 19 – 22 February, 2007.
Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negeri Peraturan Kepala Badan Nasional
Sekretariat Jenderal Kemendikbud, Modul Penanggulangan Bencana Nomor 04
1:Pilar 1 Fasilitas Sekolah Aman, Jakarta: Tahun 2012 tentang Pedoman Penerapan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sekolah/Madrasah Aman dari Bencana.
bekerjasama dengan UNICEF, 2015. Pramesti, Olivia Lewi,“60% Anak di Dunia
Biro Perencanaan Dan Kerjasama Luar Negeri Korban Bencana Alam”, “National
Sekretariat Jenderal Kemendikbud, Modul Geographic Indonesia”, dalam
1:Pilar 1 Fasilitas Sekolah Aman, Jakarta: http://nationalgeographic.co.id/
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berita/2012/10/60-anak-di-dunia-korban-
bekerjasama dengan UNICEF, 2015. bencana-alam diakses tanggal 20 Januari
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2017.
Republik Indonesia, Konsep dan Sulistyowati, Endah, Implementasi Kurikulum
Pedoman Penguatan Pendidikan Pendidikan Karakter, Yogyakarta: Citra
Karakter Tingkat Sekolah Dasar dan Aji Prama, 2012.
Sekolah Menengah Pertama, Jakarta: Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Perlindungan Anak.
Republik Indonesia, 2017. UNHCR, Safe Schools and Learning
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Environment: How to Prevent and Respond
P e n d i d i k a n Ta n g g u h B e n c a n a : to Violence in Refugee Schools, Geneva:
Mewujudkan Satuan Pendidikan Technical Support Section Division of
Aman Bencana di Indonesia, (Jakarta: Operational Services UNHCR, 2007.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
2017

20 LITERASI, Volume X, No. 1 2019