Anda di halaman 1dari 4

SMP NEGERI 3 CIPANAS

KELAS VIII SEMESTER I TAHUN PELAJARAN 2020/2021

Guru Mapel Bahasa Indonesia


Andri Firman Budiansah, S.T., M.Pd.

PEMERINTAHAN KABUPATEN CIANJUR


DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
2020

NAMA :

KELAS :

NO WHATSAPP :
LKPD membandingkan struktur teks berita ini diharapkan dapat membantu peserta
didik dalam melaksanakan pembelajaran Bahasa Indonesia untuk mencapai tujuan
yang diharapkan. Lembar kegiatan ini dikembangkan berdasarkan:
Kompetensi Dasar
3.2 Menelaah struktur dan kebahasaan teks berita (membanggakan dan
memotivasi) yang didengar dan dibaca.
Indikator
 Membandingkan struktur teks berita (membanggakan dan memotivasi)
yang didengar dan dibaca.
Petunjuk Kegiatan:
 Peserta didik membuka buku yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka
implementasi Kurikulum 2013 yaitu Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs
Kelas VIII. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta : Cetakan Ke-
2.2017. (Edisi Revisi).
 Peserta didik membaca dan menyimak buku tersebut pada halaman 12-15
atau yang dikutif pada bahan bacaan pada link yang tersedia.
 Tetap disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.
 Melaporkan hasil pada buku tugas atau lembaran portofolio. Bentuk laporan
cukup jawaban yang disertai pernyataan dari pertanyaan yang diajukan.
 Tulis Laporan LKPD, Nama, NIS/NISN dan kelas ananda pada LKPD.

Bacalah teks berikut dengan cermat!


Teks 1
Tuntaskan Rindu Sembari Tegakan Disiplin Diri
Para santri bersiap menjalani tes usap tenggorokan atau swab di Covid-19
Center, Stadion Watubelah, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis
(11/6/2020). Sebanyak 150 santri menjalani tes usap sebelum kembali ke
Pondok Pesantren Tanggir, Tuban, Jawa Timur, akhir pekan ini. Hasil tes usap
negatif Covid-19 merupakan salah satu syarat kembali ke pesantren. Pemkab
Cirebon menyiapkan 2.000 tes usap dan 15.000 tes cepat gratis untuk santri.
Pandemi Covid-19 meresahkan banyak orang, termasuk lingkungan pondok
pesantren. Para santri menahan rindu karena harus berpisah dengan kamar,
teman, dan guru di pesantren. Kini, di tengah persiapan menuju tatanan
normal baru, rasa rindu kembali segera terobati. Namun, tanpa protokol
kesehatan, ancaman Covid-19 bisa jadi nyata.
Di bawah terik mentari, Kamis (11/6/2020), sekitar 150 santri berkumpul di
lapangan sepak bola Stadion Watubelah, tempat Covid-19 Center Kabupaten
Cirebon, Jawa Barat. Mengenakan peci dan sarung, mereka tidak sedang
menghadiri pengajian atau kegiatan hari besar Islam.
Para santri yang sebagian besar menumpang mobil bak terbuka sewaan itu
datang mengikuti tes usap tenggorokan atau swab. Tes untuk mengidentifikasi
virus korona baru penyebab Covid-19 itu menjadi syarat bagi santri sebelum
kembali ke Pondok Pesantren Tanggir di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Seharusnya, para santri kembali beraktivitas di pesantren akhir Mei lalu,
pasca-Lebaran. Namun, pandemi Covid-19 mengharuskan mereka tinggal di
daerah asal lebih lama. Akhir pekan ini, mereka harus pulang. Selain hasil tes
usap yang menyatakan negatif Covid-19, santri juga harus membawa surat
keterangan dari pemerintah desa untuk kembali ke pondok.
”Sebagai santri, kami manut aturan pemerintah soal protokol kesehatan,
termasuk tes swab. Kami sudah kangen ngaji di pondok,” kata Agustian (22),
pengurus sekaligus santri di Ponpes Tanggir. Selama 10 tahun menjadi santri,
baru kali ini ia harus mengurus aneka persyaratan kesehatan sebelum kembali
ke pondok.
Selama pandemi, lanjutnya, aktivitas di pesantren seperti mengaji tetap
berjalan, tetapi terbatas untuk orang di sekitar pesantren. Padahal, jika
Ramadhan, ada tradisi ngaji pasaran. Orang dari sejumlah daerah datang ke
pesantren untuk ”belanja” ilmu. Saking ramainya, suasananya pun bak pasar.

https://bebas.kompas.id/baca/nusantara/2020/06/15/

Teks 2
Detik-detik Yanto Diseret Buaya di Hadapan Keluarganya
Sekitar pukul 17.00 WIB, Yanto bersama empat orang keluarganya tengah
mencari kerang. Tiba-tiba seekor buaya muncul di permukaan air dekat tempat
Yanto berpijak. Yanto yang sedang mencuci kerang langsung diterkam. Tubuh
Yanto pun diseret buaya ke tengah sungai. Sementara empat orang
keluarganya hanya bisa menyaksikan dan tak bisa berbuat apa-apa. “Setelah
itu keluarganya melapor ke kita dan sekarang masih dilakukan pencarian. Ada
empat orang saksi yang melihat korban diterkam buaya,” kata Kepala Basarnas
Palembang Hery Marantika saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu
(10/6/2020).
Hery mengatakan, hingga Rabu jasad pelaku masih belum ditemukan. Satu
unit kapal jenis RIB dan speedboat dikerahkan untuk menyisir korban. “Masih
belum ditemukan, sekarang proses pencarian diperluas 8 kilomter dari lokasi
tempat kejadian,” ujar Hery. Kejadian tersebut ternyata juga terjadi kepada
seorang nelayan di Kabupaten Banyuasin, Joni (30) pada beberapa waktu lalu.
Dia juga diterkam buaya saat sedang mencari kayu untuk membetulkan alat
tangkap ikan. Korban ditemukan masih berada dalam mulut buaya di perairan
Sungai Bungin, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera
Selatan.
Sumber: Kompas.com – 12/06/2020, 05:40 WIB

1. Berdasarkan teks berita tersebut, dikusikanlah bagian-bagian berita


tersebut dalam kelompokmu. Kerjakanlah latihan berikut!

Judul berita teks 1 : ….

Bagian-bagian berita

Kepala

Paragraf ke- : ….

Paparan Isi : ….

Tubuh

Paragraf ke- : ….

Paparan Isi : ….

Ekor

Paragraf ke- : ….

Paparan Isi : ….
Judul berita teks 2 : ….

Bagian-bagian berita

Kepala

Paragraf ke- : ….

Paparan Isi : ….

Tubuh

Paragraf ke- : ….

Paparan Isi : ….

Ekor

Paragraf ke- : ….

Paparan Isi : ….

2. Apa yang dapat kamu simpulkan setelah membandingkan struktur teks


berita dari kedua teks di atas?

Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Orang Tua/Wali Nilai

Andri Firman Budiansah, S.T., M.Pd. …………………………………………… ……………………………………………