Anda di halaman 1dari 17

PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR KAWASAN WISATA

DAN UKIRAN KAYU MULYOHARJO JEPARA

ISA , DENI MUHAMMAD (2009) PERENCANAAN DAN PERANCANGAN


ARSITEKTUR KAWASAN WISATA DAN UKIRAN KAYU MULYOHARJO
JEPARA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
PDF
81Kb
PDF
Restricted to Repository staff only
13Mb

Image view: http://viewer.eprints.ums.ac.id/archive/etd/6647


Abstract

Kesenian ukiran kayu di Jepara sudah sangat terkenal sejak jaman dulu, menurut mitos
dari penduduk sekitar kota Jepara, kesenian ukiran kayu di Jepara berawal dari seorang
seniman yang bernama R. Sungging Adi Luwih yang di usir dari kerajaan majapahit
karena kesalah pahaman dengan raja kemudian R. Sungging Adi Luwih dihukum dengan
dinaikan ke atas layang-layang dan talinya di putus Konon pahat dan palunya jatuh di
daerah Jepara yaitu pada suatu tempat yang bernama “Belakang Gunung” dan sekarang
dikenal dengan nama Mulyoharjo. Kawasan pengukir kayu Mulyoharjo merupakan suatu
objek yang dirancang khusus untuk melestarikan kebudayaan kesenian ukiran kayu dan
untuk mengenalkan para wisatawan tentang kesenian ukiran kayu. Dalam kawasan
pengukir kayu Mulyoharjo banyak sekali terdapat pengrajin ukiran dan dari kegiatan itu
dapat di jadikan sebuah atraksi wisata yang tidak dapat di jumpai di tempat lain. Untuk
mendapatkan rancangan yang sesuai dengan karakteristik kawasan setempat maka di
perlukan opservasi secara langsung dan melakukan wawancara pada penduduk setempat
tentang cara atau proses pembuatan ukiran kayu. Dalam proses pengolahan data
dilakukan analisis-analisis makro maupun mikro agar dapat memudahkan dalam
perancangan dengan sketsa-sketsa gambar dan dokumentasi. Setelah melalui beberapa
proses analisis maka perancangan kawasan pengukir kayu Mulyoharjo ini diharapkan
dapat menjadi objek wisata kesenian di Jepara yang layak untuk dinikmati wisatawan dan
pengembangan kepariwisataan setempat serta pelestarian kebudayaan kesenian ukir kayu.
Item Type: Karya Ilmiah (Skripsi)
ID Number: D300050012
Uncontrolled Keywords: Ukiran Kayu, Perancangan, Wisata
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Fakultas Teknik > Teknik Arsitektur
ID Code: 6647
Deposited By: Gatiningsih Gatiningsih
Deposited On: 08 Mar 2010 15:18
Last Modified:08 Mar 2010 15:18
Skripsi Jurusan Teknik Informatika STMIK AMIKOM Yogyakarta, 2007
Home About Log In Register Search Current Archives
Home > 2007 > Sari
Font Size:
ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKSI WEBSITE SEBAGAI MEDIA
PROMOSI PRODUK SETIA FURNITURE UKIR JEPARA DI SLEMAN
YOGYAKARTA (2007)
Diana Catur Kartika Sari

Abstract

Salah satu keuntungan dalam membangun sistem informasi penjualan berbasis web
adalah dapat memanfaatkan beberapa peluang pasar. Keuntungan-keuntungan lainnya
antara lain:

Lebih efektif dan mudah karena dapat diakses tanpa ada batasan ruang, tempat dan
waktu. Pengembang dapat secara langsung miningkatkan kualitas pelayanan terhadap
pelanggan dan pendapatan bagi perusahaan.
Repository Staff Only: item con

Paper - Faculty of Economics, 2007


Home About Log In Register Search Current Archives
Home > 2007 > Lestari
Font Size:
ANALYSIS ON SELL PRICE DETERMINATION BASED ON ORDER RATES
USING FULL COSTING METHOD ON ANEKA UKIR JEPARA
Utami Puji Lestari, Bagus Nurcahyo

Abstract

Key Words : analysis, price, order rates, full costing, Aneka Ukir JeparaABSTRACT
:This research discussed about determination of the selling price for theproduction orders
on Aneka Ukir Jepara. The aim is to find out the size of thesale price is determined based
on the cost of the product according to thecompany and according to full costing. So it
can be known whether thecalculation of the cost of the company's products better when
compared withfull-costing method. In collecting the data, the writer used library research
andfield research. Library research is the source of the data obtained from variousbooks
and literature related to the cost of the product. While field researchmethods are required
to collect data directly from the source by interviewing theparties involved. From the
results of this study can be concluded that thecalculation of cost of goods as a
determinant of the product according to the fullsale price is more accurate costing in
analyzing production costs from thecalculation of the cost of the company's products.
That is why Aneka UkirJepara should use costing method as the basic to determine the
selling price willbe charged to the buyer.
Full Text: PDF

@ copyright 2009 Universitas Gunadarma

Jurnal Industri, Vol 1, No 2 (2000)


Home About Log In Register Search Current Archives
Home > Vol 1, No 2 (2000) > Soffa
Font Size:
Perancangan dan Pengembangan Produk Daun Pintu Ukiran yang Berorientasi pada
Preferensi Konsumen dengan Konsep Rekayasa Nilai
Titik Noorida, Soffa

Abstract

The grouith of Jepara traditional architecture that begins too advanced now days had
caused appearing ideas for the writer to creat design creation from Jepara architecture
building component that is modern traditional. Desaigning and developing Jepara
architecture component production is especiallied on a door carving only. The creation
that will be developed is the improvement of combination of the material usage that
becomes the basic material.

Full Text: pdf


Abstract: PDF

PERNYATAAN] Sejarah perkembangan seni ukir di Jepara


AD Karmadi, MS Kartadarmadja - 1985 - Departemen Pendidikan dan

PERSEPSI MASYARAKAT PERAJIN DAN INDUSTRI UKIR KAYU JEPARA


TERHADAP INVESTASI ASING DAN POSISI TAWAR-MENAWAR DALAM
PERJANJIAN KERJASAMA

KOENTI, ISHVIATI JOENAINI (1999) PERSEPSI MASYARAKAT PERAJIN DAN


INDUSTRI UKIR KAYU JEPARA TERHADAP INVESTASI ASING DAN POSISI
TAWAR-MENAWAR DALAM PERJANJIAN KERJASAMA. Masters thesis,
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO .
PDF - Published Version
4Mb

Abstract

ABSTRAK Terdapat beberapa permasalahan yang diangkat dalam tesis yang berjudul
"Persepsi Masyarakat Perajin dan Industri Ukir Kayu Jepara terhadap Investasi Asing dan
Posisi Tawar-Menawar dalam Perjanjian Kerjasama". Kajian sosiologi yang mencermati
feno asing pada kehidupan masyarakat Jepara, tidak ena sosial dari masuknya investor
hanya membawa implikasi dalam bidang ekonomi dan hukum saja, melainkan
mengimbas pula pada bidang kehidupan sosial budaya masyarakat setempat. Secara
sosiologi persepsi masyarakat rajin terhadap kehadiran investor asing dipengaruhi oleh
kepentingan dan pengalamannya. Kepentingan-kepentingan yang ada dalam masyarakat
perajin dan industri ukir kayu Jepara menimbulkan adanya kelompok-kelompok
masyarakat. Secara garis besar terdapat 2 kelompok yaitu kelompok yang menghendaki
kehadiran orang asing dan kelompok yang tidak menghendaki kehadiran orang asing,
dengan berbagai pertimbangan yang dipengaruhi oleh kepentingannya. Posisi tawar-
menawar pada perjanjian erjasama sangat dipengaruhi oleh pola kerjasama yang
dilakukan. Pada pola kerjasama dengan praktek Joint Venture di Jepara posisi para pihak
sudah mengacu pada peraturan yang sudah ada. Namun kondisi faktual menunjukan
bahwa kedudukan dan kewenangan para pihak dipengaruhi oleh komposisi saham,
padahal partner lokal justru yang memiliki kemampuan dan teknologi.Pola-pola
kerjasama yang dilakukan atas dasar hubungan sub-kontraktor atau kemitraan atau jual-
beli biasa, pada umumnya, kepentingan perajin dan "pengusaha rumahan" belum cukup
terlindungi. Oleh karena itu maka dibutuhkan peraturan¬peraturan yang sifatnya terbuka
terhadap perubahan-perubahan masyarakat namun tetap mengkaji secara hati-hati
perubahan-perubahan sosial masyarakat dengan maksud mengabdi pada usaha-usaha
memperingan beban kehidupan sosial dan memperhatikan harmonisasi masyarakat.
Potensi konflik kepentingan yang terdapat dalam kelompok-kelompok masyarakat dapat
dilihat sebagai konsekuensi-konsekuensi positif untuk memunculkan suasana dialektika
yang menguntungkan sistem. ABSTRAC There are set problems that be adapted in this
thesses there have his title "The Perception of Craftsman Community and Jepara Wood
Carving Industry to Foreign Investment and Bargaining Position Cooperation Contract"
The study of sociolegal that pay close attention to social phenomenon from arriving
foreign investmen in life of Jepara community is not only take an implication in economy
and law. It can also lead to effect in social culture. Perception of craftsman community
toward foreign investment was influenced by their importances bring and experiences
scoording to socilogy. Those importances bring about community group the one is a
group which want to receive foreigner and the other didn't want to. This in influenced by
their importance. Bargaining in cooperation contract is very influenced by cooperation
pattern. In cooperation pattern with Joint Venture in Jepara, all parties have refferced to
that rule. Local partner have ability and technology, but the factual condition of position
and competence of parties in influenced by stock composition. The cooperation pattern
based on relation of sub-contractor or partner or trade. Generally the importance of
craftsman and "home-industrialist" is not be protected yet. So it is important to have rules
is open toward changes in community but keep studying changes in community and pay
attention social life. Conflict of importance in groups is shown as positive consequencies
which can lead to dialectican situation It can be beneficial to system. vii Item Type:
Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Postgraduate Program > Master Program in Law
ID Code: 13705
Deposited By: Ms upt perpus3
Deposited On: 08 Jun 2010 08:56
Last Modified:08 Jun 2010 08:56
Repo

PEMBERDAYAAN USAHA KECIL MENENGAH MELALUI PERLINDUNGAN


HUKUM ATAS DESAIN INDUSTRI [KHUSUSNYA PADA PENGRAJIN MEBEL
UKIR DI KABUPATEN JEPARA]

NURHIDAYATI, SARI (2003) PEMBERDAYAAN USAHA KECIL MENENGAH


MELALUI PERLINDUNGAN HUKUM ATAS DESAIN INDUSTRI [KHUSUSNYA
PADA PENGRAJIN MEBEL UKIR DI KABUPATEN JEPARA]. Masters thesis,
Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
PDF - Published Version
6Mb

Abstract

UU No 9, 1995, Small Industries Act, talk about Empower for the small industries on the
some programs are important things and urgently, include the Intellectual Property Rights
[IPR] subject in this case we have Industrial Design. The small industries have the good
prospect, when we compered with big industris in Indonesia, at list the existence of a
small industries can give the real contribution for the Gross National Product. Empower
of a small industries by the law protection is a new issues in Indonesia because the
government have Industrial Design Act since December, 30, 2000 Registation of
Industrial Design, can give the law protection for the design product, and then this
situation will give conducive effect to empower for small industries. Acoording this case,
empower for smaal industries with the law protection of Industrial Design, distric
government should be give priority. Details for this research is to learn about that case
and analise for the barrier factor, of empower program for small industries in Industrial
Design Subject with qualitative and quantitative data. Details are: 1. District Goverment
aren't give the suported fer the empower for small industries by the law protection of
Industrial Design. 2. Dominant barrier factor of empower program for small industriesin
Industrial Design Subject are: First, the small and medium industries didn't have enough
knowladge abuot Industrial Design. Second, they didn't understand about the economic,
and juridical benefit-y of Industrial Design Regristation. Third, the socialization of
Industrial Design by goverment district and related institution. Fourth, influence of
cultural conception [communal] that have of small and medium indusrties Upaya
Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah [UKM] untuk selanjutnya penulis akan
menggunakan singkatan ini untuk penyebutan Usaha Kecil Menengah, di semua bidang
seperti yang termaktub dalam UU No 9 Tahun 1995 Tentang Usaha Kecil, termasuk di
bidang Hak Kekayaan Intelektual [Desain Industri] menjadi hal yang sangat penting dan
mendesak, mengingat keberadaan UKM memiliki potensi yang besar jika dibandingkan
dengan Usaha yang berskala besar di Indonesia, yang pada akhimya keberadaan UKM
akan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap 7perekonomian bangsa.
Pemberdayaan UKM melalui perlindungan hukum Desain Industri, pada pelaksanaannya
merupakan hal yang barn karena, keberadaan UU Desain Industri No 31 Tahun 2000
tentang Desain Industri yang baru disahkan dan berlaku efektif ! pada tanggal 30
Desember Tahun 2000. Dengan pendaftaran Desain Industri akan memberikan
perlindungan hukum __Man kepastian hukum terhadap desain dari produk yang
dihasilkan, yang selanjutnya ! Perlindungan hukum terhadap Desain Industri diharapkan
UKM akan lebih dapat i diberdayakan. Kabupaten Jepara memiliki potensi UKM dan
potensi Desain Industri 1 yang cukup besar, untuk itu pemberdayaan UKM melalui
perlindungan hukum ! terhadap Desain Industri, sehamnya mendapat prioritas yang
maksimal dari ! pemerintah daerah. Untuk mengetahui dan mengkaji lebih dalam [secara
yuridis empiris, kualitatif yang dibantu dengan data kuantitaif], upaya pemberdayaan
UKM melalui perlindungan hukum Desain Industri khususnya pengrajin mebel ukir di
Jepara, serta \--kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya pemberdayaan UKM melalui
perlindungan Desain Industri perlu dilakukan penelitian. Dui hasil penelitian terhadap
responden, dapat diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa: 1. Pemberdayaan UKM melalui
perlindungan Hukum Desain Industri di Kabupaten Jepara khususnya Desain Industri
mebel ukir belum mendapatkan perhatian yang maksimal dari Pemerintah Daerah, jika
dibandingkan dengan upaya pemberdayaan UKM di bidang lainnya [SDM, Manajemen,
Permodalan, Akses terhadap teknologi, Distribusi dan pemasaran Produk, Kemitraan,
Sarana dan Prasarana pendukung Usaha Kecil] 2. Faktor-faktor dominan yang
menghambat para pengusaha/pengrajin mebel di Kabupaten Jepara dalam upaya
pemberdayaan UKM melalui perlindungan hukum terhadap Desain Industri adalah
disebabkan karena antara lain Satu, para pengusaha kecil Menengah belum mengetahui
pemahaman tentang Desain Industri. Dua, belum mengerti dan memahami memafaat
secara ekonomis dan yuridis dari pendaftaran hak atas Desain Industri yang mereka
ciptakan. Tiga, kurangnya sosialisasi tentang Desain Industri dari Pemerintah Daerah dan
berbagai pihak yang terkait. Empat, Pengaruh konsep budaya [komunal] yang melekat
pada konsep berpikir Usaha Kecil Menengah. Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Postgraduate Program > Master Program in Notary
ID Code: 11236
Deposited By: Mr UPT Perpus 2
Deposited On: 24 May 2010 10:16
Last Modified:24 May 2010 10:16

Repository Staff Only: item control page

Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR) is powered by EPrints 3


which is developed by the School of E

PERJANJIAN MITRA USAHA ANTARA PENGUSAHA INDONESIA DENGAN


PENGUSAHA ASING DALAM BIDANG KAYU UKIR DI JEPARA

SURYANI , YUNITA (2008) PERJANJIAN MITRA USAHA ANTARA PENGUSAHA


INDONESIA DENGAN PENGUSAHA ASING DALAM BIDANG KAYU UKIR DI
JEPARA. Skripsi thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
PDF
73Kb
PDF
Restricted to Repository staff only
351Kb

Image view: http://viewer.eprints.ums.ac.id/archive/etd/4157


Abstract

Hukum perjanjian dalam dunia bisnis sangat diperlukan. Hukum perjanjian merupakan
tulang punggung yang sangat fundamental. Sebab bagaimanapun juga bisnis itu bermula
dari adanya perjanjian antara pelaku bisnis itu sendiri. Karena itu, dapat dipastikan bahwa
para pebisnis tidak dapat mengabaikan aspek-aspek hukum perjanjian dalam bisnisnya.
Ini dilakukan untuk menghindari hal-hal fatal yang mungkin akan terjadi. Perjanjian
Mitra Usaha yang dilakukan oleh warga negara asing dan warga negara Indonesia penting
dilakukan. Hal ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahwa tuntutan kepastian
hukum menjadi hal penting dalam melakukan perjanjian bisnis. Pelaksanaan Perjanjian
Mitra Usaha antar warga Negara yang berbeda yang dilakukan, tentunya tidak semata-
mata terbatas pada upaya tersebut. Namun perlu juga dalam pertimbangan budaya
masyarakat setempat bisa menjadi pertimbangan penting dalam rangka membentuk kerja
sama dalam usaha. Perjanjian Mitra Usaha antara pihak pengrajin dengan pemberi modal
dari warga asing tidak selamanya berjalan baik. Ada hambatan-hambatan yang ditemui.
Hambatan-hambatan tersebut biasanya berkaitan dengan hak dan kewajiban yang dimiliki
oleh masing-masing pihak dalam ikatan perjanjian. Hambatan-hambatan tersebut antara
lain, pemberian modal yang terlambat tidak sesuai dengan isi perjanjian.Item Type:
Karya Ilmiah (Skripsi)
ID Number: C100020201
Uncontrolled Keywords: Hukum Perjanjian
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Law
ID Code: 4157
Deposited By: Gatiningsih Gatiningsih
Deposited On: 21 Aug 2009 13:31
Last Modified:21 Aug 2009 13:31

Repository Staff Only: item control page

Perancangan komunikasi visual pendukung promosi kawasan industri kerajinan ukir di


kota Jepara

AGNES, TANESIA (2006) Perancangan komunikasi visual pendukung promosi kawasan


industri kerajinan ukir di kota Jepara . other thesis, Petra Christian University.

Full text not available from this repository.


Official URL: http://dewey.petra.ac.id/jiunkpe_dg_8550.html
Abstract

Sentra kerajinan patung dan ukir Mulyoharjo adalah sebuah kawasan di Jepara yang
memiliki potensi ukir yang besar. Karya yang dibuat meliputi patung, souvenir, mebel
ukir, hiasan interior, dan lainnya yang dipengaruhi aneka macam budaya. Keunikan dari
kawasan ini adalah karyanya terbuat dari satu kayu gelondongan tanpa terputus,
masyarakat yang ramah, serta hampir semua warganya bisa mengukir. Masyarakat luas
belum mengenal kawasan Mulyoharjo dan kerajinan Macan Kurungnya yang sudah
hampir punah. Karena itu diperlukan kampanye promosi. Promosi ini menggunakan tema
eksplorasi, dengan tujuan mengundang orang datang ke Kawasan Mulyoharjo sekaligus
memperkenalkan wisata di Jepara. Keseluruhan desain dibuat sedemikian rupa namun
tetap merupakan kesatuan yang utuh, disesuaikan dengan sasaran yang dituju.Item Type:
Thesis Other
Uncontrolled Keywords: carving industrial area, mulyoharjo, jepara, promotion,
design concept
Subjects: A General Works > AS Academies and learned societies (General)
ID Code: 6884
Deposited By: Ketut Bagiartha
Deposited On: 19 May 2009 16:12
Last Modified:02 Jun 2009 6:47

Repository Staff Only: item control page

IPB Information Resource Center >


Dissertations and Theses >
Undergraduate Theses >
UT - Faculty of Forestry >
UT - Forest Management > Please use this identifier to cite or link to this item:
http://hdl.handle.net/123456789/16967

Title: Pengendalian Bahan Baku Industri Mebel Di Jepara


Authors: Hatta, Mohammad
Issue Date: 2003
Publisher: IPB (Bogor Agricultural University)
Abstract: Ketersediaan kayu yang terdapat di PERHUTANI unit I Jawa Tengah
adalah lebih kecil dari keb~,:!whan kayu dari perigguna kayu di Jawa Tengah. Daerah
Jepara mempakan daerah pusat industri mebel dan ukiran yang membutuhkan bahan baku
kayu \ebih besar dari daerah lain di Jawa Tengah. Tujuan penelitian inl adalah untuk
m~ngetahui kebutuhan bahan baku dan cara pemenuhannya dikaitkan dengan tinglcal
keuntungan yang wajar dan resiko perusahaan serta untuk mengetahui harga pokok
produk industri mebel. Hipotesis penelitian Ini adalah perusahaan akan memenuhi
kebutuhan bahan bakunya dengan biaya produksi yang rendah untuk memperoleh
keuntungan. Pengambilan data penelitian ini dilakukan selama bulan Juni sampai Juli
2002 di Jepara. Tcknik pengambilan contoh dilakukan secara purposiv. Asumsi dasar
yang mempengaruhi dalam hipotesis ini adalah (I) Produsen akan memaksimumkan
keuntungan, salah satunya dengan menurunkan biaya produksi. (2) Biaya produksi yang
terbesar adalah biaya bahan baku. Metode yang digunakan untuk mengetahui pengaruh
harga bahan baku standal' PERHUT ANI terhadap tingkat pengcmbalian investasi adalah
dengan menggunakan analisis keuangan menurut sistem du Pont. lumlah industri mebel
dari tahun 1996 sampai tahun 1999 meningkat sebesar 18,45%. Pada tahun 2000 jumlah
perusahaan mebel· menu run, penurunan ini akibat banyaknya pungutan liar, keamamm
usaha menurun, dan semakin mahalnya tenaga kerja masyarakat ~tempat. Pada lahun 200
I produksi kayu PERHUT ANI unit I Jawa Tengah diserap oleh industri mebel Jepara
sebesar 78,69%. Pemakaian kayu dalam jumlah besar ini dikarenakan Jepara adala!!
pusal industri kayu dan mebe!. Bahan baku kayu merupakan kebutuhan utama
perusahaan mebe!. Biaya yang dikeluarkan oleh pcrusahaan unluk mcndapatkan bahan
baku hampir 75% dari binya produksi pcrusahaan. Kebutuhan bahan baku industri mehel
di Jepara seluruhnya dipenuhi oleh PERHUTANI. Pemenuhan total oleh PERHUT ANI
ini menjadikan ketergantungan pcrusahaan Icrhadap PERI-IUTANI. Selain
mcmpertimbangkan tujuan finansilll, PERHUTANI dalam menentukan harga kayu
ditentukan juga oleh faktor kelestarian hutan. Pcmbclian bahnn baku dari PERHUTANl,
dapat melalui pemhc1inll !:mgsung (DBT), yaitu 1'1·:RlllJTANI I11cnycdiakllll kayu
kcpadu induslri-induslri pcngguna kayu dUll mclnlui lclang haik Idullg kccil mnupun
kiting hcsar. llm.ga kayu yang tcrjual dalam pcnju:L1an kayu PERl1tJTANI mcrupakan
hurgt! yang lehih bcsar dari harga dasar kuyu penclapl:lf1 Dircksi. Pcnctllpan hurgtl
das.ar tcrschut mcnjadikun hiaya hahllil haku mcnjndi linggi, sehingga hany:tk
pcrusah:t:tn Icrpaksa mcnggunakan bahan baku ilegal walaupun dengan resiko yang lcbih
linggi. Resiko yang dihadapi jika menggunakan bahnn baku lIega/ adaluh ijin opcrasional
perusahaan dicabut dan mendapatkan denda akibat melanggar hukum perdata.. Selain itu
dengan menggunakan bahan baku ilegal, mska negara-negara pengguna mehel dalam
Forest Stewartship Cuoncil (FSq tidak dapat menerima produk kehutanan yang bukan
berasal dari pengelolaan hutan lestari. Perusahaan dengan menggunakan bahan baku
sesuai dengan Economic Order Quantity dapat men.. ~. rangi resiko kekul'8flgan bahan
baku atau kelebihan investasi dalam bahan baku. Pada perusahaan besar EOQ yang
dianjurkan adalah 44, 78ml , sedangkan untuk perusuhaan mem:ngah sebesar 25,78rn1 ,
Perusahaan besar, dengan menggunakan 100% bahan baku legal PERHUTANI, alean
didapatkan nilai ROI dan ROE sebesar 19,75% dan 16,71%, artinya investasi
perusa\"'.aan akan kernbali dalam waktu 5,06 tahun sedangkan modal perusahaan akan
kembali dalam 5,98 tahun. Pada perusahaan rnenengah akan didapatkan nHai ROI dan
ROE sebesar 19,58% dan 15,11%. pada perusahaan keeil akan didapatkan ROJ dan ROE
sebesar 147,48% dan 200,52%. I'ada pCllggunaan bahan baku i/egal 20%, perusahaan
bcsar akan rncndapatkan ROI dan ROE sebesar 32,35% dan 29,31%, pada'perusahaan
menengah rnendapatkan ROI dan ROE sebesar 33.30% dan ROE 28,83%, pada
perusahaan kecil rnendapatkan ROI dall ROE sebesar 264,96% dan 276,12%.
URI: http://hdl.handle.net/123456789/16967
Appears in Collections: UT - Forest Management

Files in This Item:FileDescription Size Format


E03mha_abstract.pdf Abstract 171.51 kB Adobe PDF View/Open
E03mha.pdf Full Text 1.4 MB Adobe PDF View/Open

Items in DSpace are protected by copyright, with all rights reserved, unless otherwise
indicated.

DSpace Software Copyright © 2002-2009 The DSpace Foundation – Feedback

PERANAN KERAJINAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL.

Suharto, . PERANAN KERAJINAN DALAM PEMBANGUNAN NASIONAL. -, - (-).


PDF
4Mb

Abstract

Aspek sosial budaya dalam karya kerajinan sangat berpengaruh menentukan hasil karya
kerajinan. Pengaruh alam, iklim, adat istiadat, kebiasaan, kepercayaan, dan engaruh dari
luar akan memberikan corak tersendiri atau terten pada hasil kerajinan. Departemen
Perindustrian, Perdagangan, DEKRANAS Pariwisata, dan IKlP Yogyakarta selalu
mendukung kesinambungan perkembangan kerajinan. Terutama bidang pendidikan,
nantinya diharapkan dapat membentuk jiwa anak untuk percaya diri dan dapat
menghargai karya orang lain, khususnya seni. . Prospek dan pemasaran karya kerajinan
merupakan bentuk kerja yang bersifat padat karya. Hal itu berarti akan banyak menyerap
tenaga kerja, sehingga perkembangannya mendominasi kegiatan industri kecil yang
merupakan sektor ekspor nonmigas tertinggi. Pangsa pasar pun cerah, baik di dalam
maupun di luar negeri.Tipe Item: Article
Subjects: Perpustakaan
Divisions: Perpustakaan
ID Code: 553
Deposited By: Journal Perpustakaan UNY
Deposited On: 30 Apr 2010 00:36
Last Modified:01 Jun 2010 09:01

Repository Staff Only: item control pag

MASJID AGUNG DEMAK "MASTER PIECE" WISATA RELIGIUS KOTA DEMAK

Ratih, Suzanna and Sukawi, Sukawi (2002) MASJID AGUNG DEMAK "MASTER
PIECE" WISATA RELIGIUS KOTA DEMAK. Jurnal Ilmiah Perancangan Kora Dan
Permukiman, 1 (2). p. 137.
PDF - Published Version
10Kb

Abstract

Demak sebagai salah satu pusat kerajaan Islam di Jawa pada masa lampau memiliki
potensi wisata yang cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari petilasan-petilasan yang
terdapat di kota Demak diantaranya adalah Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak
merupakan salah satu masjid yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun
mancanegara dan pada umumnya tujuan utama dari para wisatawan tersebut adalah untuk
melakukan wisata religius. Sebagai Master Piece Wisata Religius di kota Demak bahkan
di Jawa maka keberadaan Masjid Agung Demak perlu untuk di pertahankan
eksistensinya. Dengan menggugah rasa handarbeni dari seluruh warga Demak maka
diharapkan kota Demak dapat ditata dan dikembangkan menjadi kota ziarah Islami yang
pertama di Indonesia, yang dapat mendatangkan kesejahteraan dan kebanggaan seluruh
warga kota dan kabupaten Demak. Kata Kunci : Masjid Agung, Wisata Religius Item
Type: Article
Uncontrolled Keywords: Masjid Agung, Wisata Religius
Subjects: N Fine Arts > NX Arts in general
N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
Faculty of Engineering > Department of Architecture Engineering
ID Code: 829
Deposited By: Admin arsitek undip
Deposited On: 01 Oct 2009 13:44
Last Modified:21 Oct 2009 11:31

Repository Staff Only: item control pa

PERGESERAN GAYA PADA DESAIN FURNITUR INDONESIA ABAD KE-20 Studi


Mengenai Pemberdayaan Nilai Estetis Menghadapi
Agus Sachari
Dosen Program Pascasarjana, Program Studi Magister Desain , Institut Teknologi
Bandung

Abstract

The symptom of cultural openness is generally marked by the presence of a freedom of


cultural cross in various countries and this symptom has been observed for centuries. One
of the influences of this cultural openness is the transition from the traditional society
towards the modern society. The furniture is one of the daily artefacts that results during
this transition process. Through the observation of cultural transformation, the furniture
design works can be considered as the main variables to detect the synergic relationship
between the aesthetic values in the design and the other aspects that acts as the key
elements of the process of modernization, such as the change in the way of thinking,
lifestyle, economic wisdom and the development of technology that occurred in
Indonesia during the 20th century. This phenomenon in Indonesia is seen in the form of a
cultural 'synthesis' that, as a whole, has been a part of the process of cultural
transformation in the form of an aesthetic work that has been a significant mark in the
modern design worldview, as well as the conceptual thinking that in context bases
various design activities. Through observation of the movement of style in furniture
design at the 20th century, the aesthetic value can, in future, act as a model for the
development of aesthetic values in design works in Indonesia, especially in facing wider
aspects of cultural openness.

Abstract in Bahasa Indonesia :

Gejala keterbukaan budaya secara umum ditandai oleh adanya kebebasan pelintasan antar
budaya di berbagai negara dan hal itu telah berlangsung berabad-abad. Salah satu dampak
keterbukaan yang terjadi adalah perubahan dari masyarakat tradisional ke arah
masyarakat modern. Furnitur merupakan salah satu artifak sehari-hari yang dihasilkan
selama proses perubahan itu berlangsung. Melalui pengkajian transformasi budaya, karya
desain furnitur dapat dijadikan variabel utama untuk menditeksi hubungan sinergis antara
nilai-nilai estetis pada karya desain dengan aspek lain yang menjadi unsur-unsur kunci
proses modernisasi, seperti perubahan pola pikir, gaya hidup, kebijakan ekonomi dan
perkembangan teknologi yang terjadi di Indonesia di abad ke-20. Fenomena tersebut di
Indonesia teraga dalam bentuk 'sintesis' budaya yang telah menjadi bagian dari proses
transformasi budaya bangsa secara keseluruhan, baik dalam bentuk karya estetis yang
menjadi tanda penting dalam wacana desain modern, maupun pemikiran konseptual yang
melandasi berbagai kegiatan desain secara kontekstual. Berdasar pengamatan terhadap
pergeseran gaya desain furnitur diabad ke-20, nilai estetis dapat dijadikan model bagi
pengembangan nilai-nilai estetis pada karya desain di Indonesia untuk masa yang akan
datang, terutama dalam menghadapi aspek keterbukaan budaya yang lebih luas.

Kata kunci: pergeseran gaya, furnitur Indonesia, nilai estetis.

Subject / Keyword(s) :
movement of style, Indonesian furniture, aesthetic value.

References :

Buchori, Imam. 1999. Desain Memulihkan dan Mem- perkuat Perekonomia Nasional.
Jakarta: Pusat Desain Nasional.
---------------. 1999. Reorientasi Desain Produk Indus- tri dan Kerajinan Indonesia Dalam
Kerangka TRIPs dan Era
Pasar Global, Temu Wicara Nasional. Bandung: Lembaga Penelitian ITB.
Dormer, Peter. 1990. The Meaning of Modern Design. London: Thames and Hudson.
Gustami, SP. 2000. Seni Kerajinan Furnitur Ukir Jepara, Kajian Estetik Melalui
Pendekatan Multidisiplin. Yogyakarta:
Penerbit Kanasius.
Haryanto, Eko. 2004. Ragam Hias Kursi Kayu Tungal Jawa tengah abad ke 17-20. Tesis
Program Studi Desain, Institut Teknologi
Bandung. Bandung: ITB
Heskett, John, (1980), Industrial Design, Thames & Hudson, London.
Laporan Riset Unggulan-ITB. 2005. Transformasi Nilai Estetis Pada Desain Furnitur
Indonesia 1900-1966. Bandung:
LPPM-ITB.
Ham,Ong Hok. 1989. Runtuhnya Hindia Belanda. Jakarta: Gramedia
Sachari, Agus. 1999. Modernisme: Tinjauan Historis Desain Modern. Jakarta : Balai
Pustaka.
---------------. 2001. Transformasi Budaya Dalam De- sain dan kesenirupaan Indonesia.
Bandung: Penerbit ITB.
---------------. 2002. Sejarah Desain dan Kesenirupaan Indonesia. Bandung: Penerbit ITB.
Sahaan, Bisuk. 1996. Industrialisasi di Indonesia, Sejak Hutang Kehormatan Sampai
Banting Stir. Jakarta: Pustaka
Data.

Full Text: PDF

The Journal is published by The Institute of Research & Community Outreach - Petra
Christian University. It available online supported by Directorate General of Higher
Education - Ministry of National Education - Republic of Indonesia.

Bagaimana pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan kerja terhadap kinerja


Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara

Purnomo , Joko (2006) Bagaimana pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan


kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Jepara. Thesis thesis, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
PDF
47Kb
PDF
Restricted to Repository staff only
271Kb

Image view: http://viewer.eprints.ums.ac.id/archive/etd/6798


Abstract
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara mengelola hutan jati yang
merupakan salah satu sumber pendapatan yang potensial yang dapat memberikan
kontribusi terhadap pelaksanaan pemerintah dan pembangunan daerah. Dengan demikian,
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara harus meningkatkan kinerjanya
antara lain : kedisiplinan pegawai, pengawasan, kepemimpinan, motivasi, lingkungan
kerja, teknologi, kualitas SDM, dan lain- lain. Adapun masalah dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut: “Bagaimana pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan lingkungan
kerja terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan
Kabupaten Jepara”. Sedangkan hipotesa yang penulis ajukan adalah pertama, diduga ada
pengaruh yang signifikan antara variabel kepemimpinan terhadap kinerja Pegawai Negeri
Sipil Dinas Kehutanan dan Perkebunan di Kabupaten Jepara, kedua, diduga ada pengaruh
yang signifikan antara variable motivasi terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil Dinas
Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara, dan yang ketiga adalah diduga ada
pengaruh yang signifikan antara variabel lingkungan kerja terhadap kinerja Pegawai
Negeri Sipil Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Jepara. Sampel dalam
penelitian ini adalah sebagian jumlah pegawai pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan
yaitu 40 orang, adapun jumlah pegawai seluruhnya adalah 70 orang. Dari hasil analisis
data Uji Regresi Berganda maka didapatkan persamaan Y = 6,087 + 0,350X1 + 0,239X2
+ 0,206X3, variabel kepemimpinan (X1) t mempunyai hitung sebesar 2,080, variabel
motivasi (X2) t hitung sebesar 1,844 dan untuk variabel lingkungan (X3) t hitung sebesar
1,708. Dengan menggunakan taraf signifikansi alfa (10%) maka semua variabel dalam
penelitian ini secara statistik signifikan. Koefisien determinasi (R2 ) sebesar 0,445, hal ini
berarti bahwa variabel bebas dapat menjelaskan tentang variabel terikat sebesar 44,5%.
Uji statistik F ini menunjukkan sebesar 10,028 berarti variabel bebas secara bersama-
sama mempengaruhi terhadap kinerja pegawai negeri sipil pada Dinas Kehutanan dan
Perkebunan Kabupaten Jepara. Item Type: Karya Ilmiah (Thesis)
ID Number: P100030083
Uncontrolled Keywords: Kepemimpinan, Motivasi, Lingkungan Kerja, Kinerja.
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28
Management. Industrial Management
Divisions: Fakultas Pasca Sarjana > Magister Manajemen
ID Code: 6798
Deposited By: Gatiningsih Gatiningsih
Deposited On: 05 May 2010 15:13
Last Modified:05 May 2010 15:13

Repository Staff Only: item control page

RATU KALINYAMAT : RATU JEPARA YANG PEMBERANI

Dra. Chusnul, Hayati, M.S. (2010) RATU KALINYAMAT : RATU JEPARA YANG
PEMBERANI. Citra Leka dan Sabda .
Microsoft Word - Published Version
114Kb
PDF (Word to PDF conversion (via antiword) conversion from
application/msword to application/pdf)
78Kb

Abstract

Abstract Ratu Kalinyamat or Queen of Jepara was women Indonesian figure who had
important role in politic and economic activities in Nusantara in the 16th century. She
had original name was Retno Kencono. She was daughter of Sultan Trenggana, king of
Demak Kingdom who ruled in the medium of 16th century. In 1544 Sultan Trenggana
sent Ratu Kalinyamat to asked support from King Banten for territorial expansion of
Demak Kingdom in East Java. Ratu Kalinyamat ruled in Jepara since 1549, changed her
husband, Pangeran Hadiri, as king of Jepara. In 1551 she sent military expedition to
helped King of Johor attacked Portugis in Malaka. In 1574 she sent military expedition
again to drived away Portugis in Malaka fort helped King of Aceh. As long as ruled in
Jepara she developed Jepara as international harbor successfully. She also pioneered
carving as the specific art of Jepara, after that it’s become important economic activity in
Jepara. Ratu Kalinyamat died in 1579. Item Type: Article
Subjects: D History General and Old World > D History (General)
Divisions: Faculty of Humanities > Department of History
ID Code: 3238
Deposited By: mrs ilmu sejarah
Deposited On: 11 Jan 2010 12:00
Last Modified:11 Jan 2010 12:00

Repository Staff Only: item control p

ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN EKSPOR MELALUI PENGEMBANGAN


FAKTOR-FAKTOR INTERNAL Studi Pada Industri Mebel Kecil dan Menengah di
Kabupaten Jepara

Mustofa, Nur Chasan (2001) ANALISIS STRATEGI PENINGKATAN EKSPOR


MELALUI PENGEMBANGAN FAKTOR-FAKTOR INTERNAL Studi Pada Industri
Mebel Kecil dan Menengah di Kabupaten Jepara. Masters thesis, Program Pascasarjana
Universitas Diponegoro.
PDF - Published Version
3027Kb

Abstract

ABSTRACT The small and medium scale industries have the important role for the
regional and national economy. Therefore the small scale industries need of concern and
it can be further developed. One of the small and medium scale industries which has good
development is the furniture industry in Jepara Regency. It is indicated by increase of
wood carving furniture products year by year. It has the background of one condition that
Jepara furniture export may further expanded so the development of the enterprise is
significant enough. In order to test how the role of the internal factors of the enterprise
and its influence for export success, so the aim of this research is finding out how the
influence of the characteristic factors of the enterprise, organizational structure, export
attitude, export planning and strategy to get export success. This research is expected
giving the thinking contribution about management particularly in small and medium
scale industry and also for the practitioners in running the furniture enterprise in Jepara.
The object of the research is the small and medium scale furniture entrepreneurs in Jepara
Regency. The primary data used in the research are got by interview and using
questionnaire which previously have been tested the reliability and validity. The tool of
analysis is the Structural Equation Model (SEM). It aim to analyze of confirmatory
factors and testing causality among variables to test the research hypothesis which are
proposed. The result of the research shows that from eight hypothesis are proposed, four
of them are proved and the others are not proved. In testing the overall model, the model
show the degree of goodness of model is adequate fit. It is based on the values of P =
0.251, GFI = 0.867, AGFI = 0.833, TLI = 0.989, CFI = 0.990, RMSEA = 0.024 and
CMIND/DF = 1.065. It is expected from the research, that the furniture entrepreneurs in
Jepara raise the export ability through improvement of the enterprise attitude and
commitment to encounter export activities. Besides that it is necessary to improve the
implementation of the international marketing strategy by recognize the sales
environment ABSTRAKSI Peran industri kecil dan menengah bagi perekonomian daerah
maupun nasional adalah penting. Hal ini menjadikan industri kecil perlu diperhatikan dan
dapat Iebih dikembangkan. Salah satu industri kecil dan menengah yang memiliki
perkembangan yang balk adalah industri mebel di Kabupaten Jepara. Hal ini ditunjukkan
dengan meningkatnya ekspor produk kayu ukir atau mebel dari tahun ke tahun. Dengan
berlatar belakang satu kondisi bahwa ekspor mebel Jepara masih dapat dikembangkan
lagi, maka pengembangan perusahaan menjadi satu hal yang cukup penting. Untuk dapat
menguji bagaimana peran faktor-faktor internal perusahaan dalam memberi pengaruh
bagi keberhasilan ekspor, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
pengaruh faktor-faktor karaktenstik perusahaan, struktur organisasi, export attitude,
perencanaan ekspor dan strategi ekspor terhadap sukses ekspor. Dari hasil penelitian ini
diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran mengenai ilmu manajemen
khususnya industri kecil dan menengah serta bagi para praktisi dalam pengelolaan
perusahaan mebel di Jepara. Obyek penel tian adalah para pengusaha mebel kecil dan
menengah di Kabupaten Jepara. Data primer yang digunakan untuk penelitian diperoleh
dengan wawancara yang menggunakan daftar pertanyaan yang sebelumnya telah diuji
reliabilitias dan validitasnya. Alat analisis yang digunakan adalah Structural Equation
Mode/ (SEM), dengan tujuan untuk menguji konfirmatori dan menguji hubungan
kausalitas antar variabel untuk uji hipotesis penelitian yang diajukan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa dari delapan hipotesis yang diajukan, empat hipotesis dapat
dibuktikan dan empat hipotesis Iainnya tidak terbukti. Pada pengujian model
keseluruhan, model menunjukkan tingkat kebaikan model yang cukup balk (adequate fit),
yang didasarkan pada nilai-nilai P = 0.251, GFI = 0.867, AGFI =0.833, TLI = 0.989, CFI
= 0.990 RMSEA =10.024 dan CMIN/DF = 1.065. Dad hasil penelitian ini diharapkan
agar pars pengusaha mebel di Jepara dapat meningkatkan kemampuan ekspornya melalui
peningkatan komitmen perusahaan dalam menghadapi kegiatan ekspor. Selain itu perlu
ditingkatkan juga penerapan strategi pemasaran intemasional dengan mengenali
lingkungan pemasaran yang ade. Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: H Social Sciences > HG Finance
Divisions: Postgraduate Program > Master Program in Management
ID Code: 9188
Deposited By: Mr UPT Perpus 2
Deposited On: 23 Apr 2010 11:35
Last Modified:23 Apr 2010 11:35

Rep

[PERNYATAAN] Negara maritim Nusantara: jejak sejarah yang terhapus


MNA Ch, D Arbaningsih - 2008 - Tiara Wacana