Anda di halaman 1dari 5

KERANGKA ACUAN KEGIATAN ( TERM OF REFERENCE )

BANTUAN OPERASIONAL KESEHATANKABUPATEN/KOTA


PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT
DAK NON FISIK BIDANG KESEHATAN TAHUN 2021

Urusan : Kesehatan
Unit Organisasi : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga
Berencana Kab.Banggai Laut Sulawesi Tengah
Lokasi Kegiatan : Kabupaten Banggai Laut
Sasaran Program : Restoran / Rumah Makan, Jasa Boga, Makanan Jajanan,
Sentra Makanan Jajanan, Kantin, Depot Air Minum dan
Indsutri Pangan Rumah Tangga
Indikator Kinerja Program : Prosentase Tempat Pengolahan Makanan yang memenuhi
Syarat.
Kegiatan : Pembinaan, monitoring dan evaluasi kegiatan penyehatan
pangan, serta Mengikutsertakan peran individu, keluarga,
asosiasi dan masyarakat dalam peran pengawasan
Sasaran Kegiatan : Penjamah/pengelola Tempat Pengolahan Makanan (Rumah
makan, makanan jajanan, sentra makanan jajanan, jasa boga,
Depot air minum dan kantin) dan Masyarakat.
Indikator Kinerja Kegiatan : Indikator bidang Kesmas yang masuk dalam SPM, PIS-PK
dan Germas serta indikator kinerja di masing-masing
program/kegiatan
Keluaran( Output ) : Mencegah terjadinya kejadian penyakit yang disebabkan oleh
makanan dan tercapainya masyarakat sehat dam mandiri dan
berkeadilan serta makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat
aman, hygiene, bersih dan sehat.

A. LatarBelakang
1. DasarHukum
a). Undang – UndangRepublik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan
Keuanganantara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126);
b). Undang – UndangNomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, TambahanLembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5063);
c). Undang – UndangNomor 23 Tahun 2014tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
denganUndang – Undang nomor 9 Tahun 2015 tentang perubahan kedua atas
undang – uandang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5679);
d). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2019 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara Tahun 2020 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019Nomor198,
TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor6410);
e). Peraturan Pemerintah Nomor38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintah
anantara Pemerintah, Pemerintah Daerah ProvinsidanPemerintah Daerah
Kabupaten/ Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82,
TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
f). Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2015 tentang Kementrerian Kesehatan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 59)
g). Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2019 tentang Rincian Anggaran Pendapatan
Belanja Negara Tahun 2020 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019
Nomor 220)
h). Peraturan Menteri Keuangan No. 156/ PMK.07/ 2008 tentang Pedoman Pengelolaan
Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan.
i). Peraturan Menteri Keuangan No. 248/ PMK.07/ 2010 tentang Perubahanatas PMK
No. 156/ PMK. 07/ 2008 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan
Tugas Pembantuan.
j). Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 53/ PMK.02/ 2014 tentang
Standar Biaya Masukan Tahun Anggaran 2014;
k). PeraturanMenteriKesehatanNomor64 Tahun 2015tentangOrganisasidan Tata
KerjaKerjaKementerianKesehatan ( Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015
Nomor 1508) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 30 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor
64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan tata Kerja Kementrian Kesehatan ( Berita
Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 945) ;
l). Surat Sekretaris Jenderal Kementrian Kesehatan Nomor PR.01.01/1.3/814/2020
tanggal 28 Mei 2020, perihal Pedoman Penyampaian Usulan Dana Alokasi Khusus
Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 20201.
.
2. GambaranUmum

Keamanan makanan merupakan kebutuhan masyarakat, karena makanan yang aman


akan melindungi dan mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan lainnya.
Berdasarkan hasil pencapaian program penyehatan pangan tahun 2019 yaitu jumlah Tempat
Pengolahan Makanan di Kabupaten Banggai Laut sebanyak 507 TPM yang terdiri dari : jasa
boga 10, Restoran/rumah makan 47, Depot Air Minum 39, Kantin 42, Makanan Jajanan 92
dan TPM lainnya 49. Jumlah Tempat pengolahan Makanan yang di inspeksi kesehatan
lingkungan sebanyak 99 dengan hasil inspeksi Kesehatan Lingkungan yang memenuhi syarat
sebanyak 84 TPM. Selain itu jumlah TPM yang telah di uji petik sebanyak 26 TPM dengan
Prosentase sebesar 9,85%. Sedangkan jumlah Penjamah/Pengelola Makanan di Kabupaten
Banggai Laut yang telah di latih tentang Hygiene sanitasi Tempat Pengolahan Makanan
sebanyak 48 orang. Hal ini menunjukan bahwa perilaku penjamah makanan, baik secara
langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas makanan yang disajikan.
Pemeliharaan hygiene dan sanitasi perorangan merupakan kunci dalam pemeliharaan hygiene
dan sanitasi makanan. Sebagian besar kejadian pencemaran makanan disebabkan oleh tidak
terpeliharanya hygiene dan sanitasi pekerja yang terlibat dalam proses pengolahan, pemasakan
dan penyajian makanan. Sehingga masih perlu dilaksanakan kegiatan untuk meningkatkan
pengetahuan penjamah makanan dengan rutin mengadakan penyuluhan hygiene sanitasi
makanan , melengkapi sarana dan prasarana serta meningkatkan pengawasan   kinerja atau
perilaku penjamah makanan.

Oleh karena itu dengan adanya Bantuan Operasional Kesehatan secara tidak langsung
memberikan kontribusi dalam melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan
Minimal (SPM) bidang kesehatan melalui peningkatan kinerja pengengelola program di
Kabupaten / Kota dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan preventif dan promotif.

B. PenerimaManfaat
Penerima manfaat yaitu masyarakat dan petugas kesehatan
C. Jenis Kegiatan

BOK Kabupaten upaya deteksi dini, preventif, dan respon penyakit :


1. Rujukan pengujian spesimen suerveilans rutin, sentinel dan dugaan KLB, termasuk
yang dilksanakan oleh UPT Labkesda dinas kesehatan kabupaten/ kota ;
2. Pembinaan, pendmpingan dan bimbingan teknis terpadu P2P ke Puskesmas ( Bimtek,
Monev, Supervisi)
3. Kampanye, Sosialisi, advokasi tentang penyakit menular dan penyakit tidak menular
serta masalah kesehatan jiwa-napza di tingkat kabupaten/kota
4. Penyelidikan epidemiologi, pelacakan kasus, rumor, penanggulangan dan surveilans
penyakit berpotensial KLB serta masalah Kesehatan Jiwa
5. Pendampingan pemberdayaan masyarakat dalam rangka pembentukan kader P2P di
Puskesmas
6. Koordinasi terpadu lintas program / lintas sektor tentang program P2P secara berkala
7. Penyusunan dan penyediaan media KIE P2P dalam rangka kegiatan promotif dan
preventif penyakit menular dan tidak menular serta masalah kesehatan jiwa dan napza
8. Belanja Alat Pelindung Diri (APD) untuk surveilance pencegahan dan pengendalian
penyakit

D. StrategiPencapaianKeluaran
1. MetodePelaksanaan
a. Pelaksanaan kegiatan dilakukan masing-masing pengelola program / kegiatan
selama Januari sampai Desember tahun 2021
b. Khusus Rakontek bidang P2P dilakukan bersama dalam rangka persiapan evaluasi,
tindak lanjut dan pelaporan hasil monitoring dan evaluasi di masing-masing
kewenangan program/kegiatan bidang P2P.
2. TahapandanWaktuPelaksanaan
Kegiatandilaksanakansepanjangtahun 2021mulaidariJanuari sampai dengan Desember
2021sesuaidenganpengajuanusulanpemegang program BOK tingkatKabupatenyang
divalidasiolehDinasKesehatanKabupaten/Kota. Jeniskegiatan yang
diusulkanmendukungpencapaian SPM Kab./Kota yang
termasukkedalamupayakesehatanpromotifdanpreventif.
No Bulan
UraianKegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 Proses Persiapan

2 Pelaksanaan
kegiatan

3 Penyusunan
laporan

E. Biaya yang diperlukan


Perkiraan total biaya untuk pelaksanaan kegiatanini adalah sebesar
Rp 880.000.838,- (Delapan ratus delapan puluh juta delapan ratus tiga puluh delapan
ribu rupiah )Rincian lebih lanjut atas biaya tersebut disajikan tersendiri dalam Rencana
Anggaran Biaya (RAB).

Banggai, 24 Juni 2020


Kepala Dinas Kesehatan,
Pengendalian Penduduk dan KB

Dr. ZULKIFLI PANGGATO, ME


NIP. 19671022 200003 1 003