Anda di halaman 1dari 2

Ketika Haram dan Halal menjadi “Senjata” Musuh Islam.

Oleh: Abdurrahman MMD

Dunia internet kembali dihebohkan dengan berita mengenai Islam, ya... lebih tepatnya

berkaitan dengan Daftar Pekerjaan “Haram” yang diunggah oleh akun FB bernama

Abu Yahya Al Bustamy. Akun twitter dengan nama @narkosum membagikan foto

tangkapan layar tentang daftar 50 pekerjaan haram tersebut pada Selasa (18/8/2020).

Dia menguliskan dalam unggahannya, "Klo antum bekerja dengan profesi di salah

satu list ini, resign dan segera bertobatlah. Karena pekerjaan ini KARAM. Eh haram!"

tulis akun@narkosum.

Penelusuran yang sudah dilakukan oleh Tribunnewswiki, facebook dengan nama Abu

Yahya Al Bustamy tidak ditemukan. Ini menunjukan bahwa lagi-lagi sumber dari

berita viral tersebut tidak jelas, demikian juga apabila kita menganalisis perkataan dari

akun @narkosum sangat jelas sekali bagaimana dia bermain-main dengan kata-kata

“HARAM”. Penelusuran saya sendiri di twitter menemukan akun @narkosun yang

tweet-tweet-nya berisi politik praktis yang mengadu domba. Bahkan di depan akun-

nya tertulis perkataan dari Ali bin Abu Thalib yang ditulis dengan “Imam Ali”. Sangat

kuat dugannya bahwa akun ini sengaja menyebarkannya sebagai bentuk “main-main”

dengan haram dan halal, mengadu domba Islam dan ujungnya menghancurkan Islam.

Maka saya berkesimpulan bahwa berita viral ini adalah berasal dari musuh-musuh

Islam yang main-main dengan haram dan halal dalam Islam.

Bagaimana sebagai umat Islam menyikapi hal ini? Bersikap cerdas dan bijak dalam

menyikapinya. Cerdas dalam makna tidak mudah terprovokasi dengan berbagai berita

yang berasal dari mereka, bersikap lebih lembut dengan sesama muslim khususnya

ketika terjadi perbedaan pendapat dalam masalah fiqh. Bijak bermakna dapat
mengambil sikap dengan benar, lawan berita dengan berita, lawan tulisan dengan

tulisan dan saatnya berkontribusi untuk Islam dan muslimin. Mencerdaskan umat

dengan berbagai ide dan gagasan dalam tulisan atau disebarkan ke berbagai media

sosial, terus mendidik umat agar mereka terus belajar agamanya. Serta kuatkan

ukhuwah Islamiyah, karena di laur sana musuh-musuh Islam selalu siap

menghancurkan kita. Waspadalah...