Anda di halaman 1dari 12

Materi 2.

4
KLASIFIKASI LIMA KINGDOM

Diedit Oleh: Yudhi Wiyoko

Kata-kata kunci:
Monera, Protista, Fungi, Plantae, Animalia

1|Page
Pada awalnya makhluk hidup di bumi dibagi menjadi dua kingdom saja yaitu kingdom
tumbuhan dan kingdom hewan. Makhluk hidup yang mampu berfotosintesis dan tidak dapat
berpindah tempat dimasukkan kedalam kingdom tumbuhan, sedangkan makhluk hidup yang
tidak dapat berfotosintesis dan mampu berpindah tempat dimasukkan kedalam kingdom
hewan. Baik tumbuhan maupun hewan semuanya merupakan organisme bersel banyak.
Dengan adanya alat bantu mikroskop banyak ditemukan makhluk hidup berukuran
mikroskopis brsel satu yang mempunyai ciri-ciri tumbuhan dan hewan, sehingga
penggolongan makhluk hidup menjadi kingdom tumbuhan dan kingdom hewan saja tidak
mencukupi. Contohnya adalah Euglena yang dapat bergerak seperti hewan dan berklorofil
seperti tumbuhan.

Gambar 1 Euglena
A. Sistem klasifikasi lima kingdom
Menurut R.H. Whittaker yang didukung oleh banyak ahli biologi, pada tahun 1969
dikembangkan klasifikasi makhluk hidup menggunakan 5 kingdom yaitu Monera, Protista,
Fungi (jamur), Plantae (tumbuhan), dan Animalia (hewan). Ada empat dasar penempatan
makhluk hidup ke dalam salah satu kingdom, yaitu ada atau tidaknya membran inti sel,
banyaknya sel, cara pembuatan makanan, dan cara gerak makhluk hidup.
1. Kingdom Monera
Monera meliputi semua organisme yang memiliki struktur tubuh sangat sederhana, yaitu bersel
satu (uniseluler), tidak memiliki membran inti sel (prokariotik), dan mampu berkembang biak
dengan membelah diri. Organisme yang termasuk dalam kelompok monera adalah bakteri dan alga
biru.

Gambar 2 sel prokariotik tidak memiliki membrane inti

2|Page
a. Bakteri
Bakteri memiliki ciri-ciri antara lain bersel satu, berukuran tubuh 0,5-3 mikron dengan
diameter 0,1-0,2 mikron, umumnya tidak bergerak bebas. Reproduksi bakteri secara aseksual
dengan membelah diri. Secara umum bentuk bakteri ada 3 (tiga) macam, yaitu bulat (kokus),
batang (basil), spiral (spirilum). Peranan bakteri bagi kehidupan manusia ada yang
menguntungkan dan ada yang merugikan. Contoh bakteri yang bermanfaat yaitu bakteri
Escherichia coli yang berperan membantu memproduksi vitamin K melalui proses
pembusukan sisa makanan. Bakteri yang berperan dalam menyuburkan tanah yaitu
Clostridium pasteurianum dan Azotobacter chroococcum sebagai pengikat nitrogen yang
hidup bebas dalam tanah, Rhizobium radicicola yang yang hidup bersimbiosis dalam bintil
akar kacang-kacangan (polong-polongan), dan bakteri belerang mampu menguraikan zat-zat
kimia di dalam tanah menjadi zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan. Bakteri asam susu
digunakan dalam proses pembuatan mentega, keju, alkohol dan asam cuka.
Bakteri yang merugikan dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.
Contoh bakteri yang merugikan antara lain Salmonella typhosa menyebabkan penyakit tipus,
Mycobacterium tuberculosis menyebabkan penyakit TBC, Clostridium tetani menyebabkan
penyakit tetanus, dan Shigella dysentriae menyebabkan penyakit disentri.

Gambar 3 (a) Bakteri Mycobacterium tuberculosis dilihat dengan mikroskop cahaya dan (b) Bakteri
Mycobacterium tuberculosis dilihat dengan mikroskop elektron.

b. Alga biru (Cyanophyta)


Alga biru (Cyanophyta ) juga disebut sebagai Cyanobacteria karena organisme ini memiliki
sifat diantara bakteri dan alga, yaitu mampu berfotosintesis, namun memiliki struktur sel
seperti bakteri. Alga biru adalah satu satunya alga (ganggang) yang tergolong dalam kingdom
monera. Alga ini bersel tunggal atau berbentuk benang dengan struktur tubuh yang masih
sederhana dimana intinya masih prokaryotik. Alga biru bersifat autotrof (mampu membuat
makanan sendiri melalui proses fotosintesis) dan berkembang biak dengan membelah diri.
Alga biru mudah ditemukan di berbagai lingkungan karena dapat hidup di laut, danau, maupun
sungai air tawar dan juga pada kondisi-kondisi lingkungan ekstrim seperti keasaman tinggi dan
suhu tinggi. Kemampuan mengikat nitrogen dari udara menyebabkan alga biru mampu survive
di lingkungan yang miskin nutrisi sehingga terkenal sebagai mikroorganisme pionir. Alga biru
yang berkembang dominan di suatu perairan (blooming) memberikan warna hijau-biru pada
perairan tawar dan warna merah pada air laut, bergantung spesies yang dominan. Alga biru
yang bermanfaat antara lain Annabaena azollae yang digunakan sebagai pupuk, Spirulina
3|Page
sebagai bahan makanan yang mengandung protein tinggi, dan Nostoc yang membantu
penyediaan nitrogen bagi pertumbuhan padi.

Gambar 4 Nostoc Sp

2. Kingdom Protista
Protista merupakan kelompok organisme yang memiliki membran inti sel (eukariotik) paling
sederhana. Protista ada yang bersifat uniseluler (terdiri atas satu sel) dan ada yang berfsifat
multiseluler (terdiri atas banyak sel), ada autotrof (dapat membuat makanan sendiri dengan cara
fotosintesis) dan ada yang heterotrof (menyerap molekul organik atau memakan organisme lain).
Sebagian besar dari protista memiliki alat gerak yang berupa flagela (bulu cambuk ) atau silia
(rambut getar), namun ada juga yang tidak mempunyai alat gerak. Protista dapat dengan mudah
ditemukan karena hidup di berbagai habitat yang mengandung air seperti di tanah, sampah,
tumpukan dedaunan, air tawar, air laut, pasir, endapan lumpur, dan batu. Ada juga protista
yang hidup dengan bersimbiosis di dalam tubuh organisme lain secara parasit atau mutualisme.
Protista dibedakan menjadi tiga:
a. Protista yang menyerupai hewan yaitu golongan protozoa meliputi Rizhopoda (contoh:
Amoeba), Cilliata (contoh: Paramaecium), Flagellata (contoh: Euglena), dan Sporozoa
(contoh: Plasmodium, penyebab malaria).
b. Protista menyerupai jamur yaitu golongan jamur protista meliputi jamur lendir (Myxomycota)
dan jamur air (Oomycota). Jamur ini bersifat fagosit, yaitu menelan bakteri, hama, spora dan
komponen organik lain, serta dapat bergerak seperti Amoeba.
c. Protista yang menyerupai tumbuhan yaitu ganggang. Contoh Chlorella yang merupakan
ganggang bersel satu yang dapat diolah menjadi makanan berprotein tinggi), dan Euceuma
spinosum (alga merah) yang merupakan ganggang bersel banyak dapat dimanfaatkan sebagai
sumber makanan berupa agar-agar.

4|Page
.
Gambar 5 Beberapa contoh protista
3. Kingdom Fungi (Jamur)
Jamur (fungi), merupakan kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara
menguraikan bahan organik makhluk hidup yang sudah mati. Jamur tidak berklorofil, berspora,
tidak mempunyai akar, batang, dan daun. Jamur hidupnya di tempat yang lembab, bersifat saprofit
(organisme yang hidup dan makan dari bahan organik yang sudah mati atau yang sudah busuk)
dan parasit (organisme yang hidup dan mengisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya).
Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa saling bersambungan
membentuk miselium. Pada umumnya, jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan oleh
sporangium. Contoh makhluk hidup yang termasuk kelompok jamur adalah jamur roti, ragi tapai,
jamur tiram putih, dan jamur kayu. Fungi dibagi menjadi 4 divisi yaitu: Zygomycota, Ascomycota,
Basidiomycota, dan Deuteromycota.
a. Zygomycota, contoh Rhizhopus oryzae, digunakan untuk pembuatan tempe.
b. Ascomycota, contoh Saccaromyces cerreviceae, digunakan dalam pembuatan minuman
beralkohol. Contoh lain adalah Penicillium notatum jamur penghasil zat antibiotik yang
dikenal dengan penisilin, dan Penicillium camemberti (bahan pembuat keju)
c. Basidiomycota, contoh Volvariella volvacea sering dikenal dengan jamur merang, dan
Auricularia polytrica (jamur kuping)
d. Deuteromycota, contohnya Rhyzoctonia solani, menyebabkan penyakit pada Solanum sp
(kentang).
Beberapa contoh jamur yang merugikan antara lain Malassesia furfur penyebab penyakit panu,
Epidermophyton penyebab penyakit kurap, dan Aspergillus flavus yang menghasilkan racun.

.Gambar 6 Pembagian Kelompok Jamur.

Pernahkah kamu mendengar tentang lumut kerak? Lumut kerak terbentuk dari simbiosis
mutualisme (saling menguntungkan kedua belah pihak) antara jamur dengan ganggang. Jamur
memperoleh makanan dan oksigen dari hasil fotosintesis ganggang. Ganggang mendapatkan air
dan perlindungan dari kekeringan oleh jamur. Lumut kerak (Lichenes) hidup pada kulit pohon,

5|Page
batu-batuan, tembok, serta pegunungan yang kering/panas, bahkan di daerah kutub. Oleh sebab
itu, Lichenes disebut tumbuhan perintis (pelopor = pioner).

Gambar 6 Lumut kerak

4. Kingdom Plantea (Tumbuhan)


Kingdom Plantae merupakan organisme multiseluler dan eukariotik. Sel-selnya terlindung oleh
dinding sel dan mempunyai klorofil. Klorofil adalah pigmen yang mampu menyelenggarakan
fotosintesis, sehingga tumbuhan bersifat autotrof. Tumbuhan berkembang biak secara seksual dan
aseksual. Dunia tumbuhan digolongkan menjadi tumbuhan tak berpembuluh (lumut) dan
tumbuhan berpembuluh (paku-pakuan dan tumbuhan biji).
a. Lumut
Tumbuhan Lumut merupakan tumbuhan peralihan antara Thallophyta dan Cormophyta. Ciri-ciri
tumbuhan lumut secara umum sebagai berikut:
1) memiliki bentuk menyerupai akar (disebut rhizoid), batang dan daun, tetapi bukan akar,
batang dan daun sejati,
2) tidak ditemukan adanya jaringan pembuluh pada alat tubuhnya. Pengangkutan air dan garam
mineral berlangsung dari sel ke sel secara lambat,
3) habitatnya di tempat lembab atau basah,
4) tubuhnya berukuran 0,5 cm - 15 cm
5) daur hidupnya mengalami pergiliran keturunan antara fase kawin (gametofit) dan tak kawin
(sporofit), disebut metagenesis
Lumut dibedakan dalam dua kelompok, yakni lumut hati (Hepaticeae) dan lumut daun (Musci).
Contoh lumut hati adalah Marchantia polymorpha sebagai bahan yang digunakan untuk
mengobati panyakit radang hati. Contoh lumut daun yaitu Sphagnum fimbriatum (lumut gambut)
dan Pogonatum cirrhatum.

Gambar 7 Contoh Tumbuhan lumut


6|Page
Lumut mengalami pergiliran keturunan secara sederhana yang dapat digambarkan sebagai
berikut.
1) Spora lumut yang telah masak apabila jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi
tunas lumut atau protonema,
2) Protonema selanjutnya akan tumbuh menjadi tumbuhan lumut,
3) Setelah dewasa, tumbuhan lumut akan menghasilkan alat kelamin berupa anteridium dan
arkegonium. Alat tersebut masing-masing akan menghasilkan spermatozoid dan ovum.
Karena menghasilkan gamet maka tumbuhan lumut disebut gametofit.
4) Apabila terjadi pembuahan, akan dihasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi badan
penghasil spora (sporogonium). Karena penghasil spora, sporogonium disebut sporofit.
b. Tumbuhan Paku.
Tumbuhan paku merupakan kelompok tumbuhan berpembuluh (tumbuhan tingkat tinggi) karena
mempunyai pembuluh kayu (xilem) dan pembuluh tapis (floem). Tumbuhan ini mempunyai akar,
batang, dan daun sejati (Cormophyta) tidak berbunga, dan tidak berbiji. Ciri lain dari tumbuhan
paku adalah daun muda yang menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora
disebut sporofil dan ada pula daun yang tidak menghasilkan spora disebut tropofil. Daunnya
mengandung klorofil untuk fotosintesis. Tumbuhan paku dikelompokkan menjadi beberapa kelas,
diantaranya adalah paku ekor kuda (Equisetinae), paku kawat (Lycopodineae), dan paku benar
(Filicinae). Contoh tumbuhan paku adalah Equisetum debile digunakan sebagai penggosok,
Lycopodium clavatum yang digunakan sebagai bahan obat-obatan, Adiantum cuneatum (suplir)
untuk tanaman hias, Marcilea crenata (semanggi) dikonsumsi sebagai sayuran, dan Asplenium
nidus (paku sarang burung).

Gambar 8 Tumbuhan paku


Tumbuhan paku berkembang biak secara kawin dan tak kawin secara bergantian atau mengalami
pergiliran keturunan (metagenesis). Daur hidup tumbuhan paku selengkapnya adalah sebagai
berikut.
1) Spora paku yang telah masak apabila jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi
protalium,
2) Protalium selanjutnya akan menghasilkan alat kelamin berupa anteridium dan arkegonium.
Alat tersebut masing-masing akan menghasilkan spermatozoid dan ovum, karena merupakan
penghasil gamet disebut gametofit.
3) Apabila terjadi pembuahan, akan dihasilkan zigot yang tumbuh menjadi embrio dan
akhirnya menjadi tumbuhan paku.
4) Tumbuhan paku dewasa memiliki sporofil yang akan menghasilkan spora.

7|Page
c. Tumbuhan Biji (Spermatophyta)
Ciri tumbuhan biji secara umum memiliki akar, batang, dan daun sejati serta dapat menghasilkan
biji sebagai alat perkembangbiakan. Reproduksi Spermatophyta terjadi melalui peristiwa
penyerbukan (Polinasi) dan pembuahan (fertilisasi). Tumbuhan berbiji dibedakan menjadi
tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).
1) Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae)
Gymnospermae memiliki akar, batang, dan daun yang telah sempurna. Tumbuhan ini berakar
tunggang dan batangnya tumbuh tegak bercabang-cabang. Baik akar maupun batang memiliki
kambium sehingga dapat tumbuh membesar. Daun pada umumnya tunggal, kecil, kaku, dan
berwarna hijau. Tumbuhan berbiji terbuka mempunyai bakal biji yang terlindung oleh kulit
biji saja dan tidak terbungkus oleh daun buah sehingga disebut tumbuhan berbiji terbuka.
Organ yang berfungsi sebagai bunga disebut strobilus atau runjung. Runjung jantan
merupakan penghasil serbuk sari, sedangkan runjung betina menghasilkan sel kelamin betina.
Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi dengan bantuan angin. Contoh pakis haji (Cycas
rumphii), melinjo (Gnetum gnemon), tusam/ pinus (Pinus merkusii), damar (Agathis alba),
dan pohon balsam (Abies balsamea)

Gambar 9 Tumbuhan Pakis Haji (cylas rumphii)

2) Angiospermae (Tumbuhan Berbiji Tertutup)


Tumbuhan Angiospermae bijinya berada di dalam struktur yang tertutup oleh daun buah, dan
memiliki bunga. Tumbuhan berbiji tertutup dapat dibedakan lagi menjadi kelompok
tumbuhan berkeping satu (monokotil) dan kelompok tumbuhan berkeping dua (dikotil).
Tumbuhan berkeping satu (monokotil) memiliki satu keping daun lembaga, berakar serabut,
batang tidak berkambium, berkas pembuluh pengangkut tersebar, tulang daun sejajar atau
melengkung, dan kelopak bunga pada umumnya kelipatan tiga. Contoh tumbuhan monokotil
adalah tanaman jagung, tebu, dan kelapa.Tumbuhan berkeping dua (dikotil) memiliki dua
keping daun lembaga, berakar tunggang, batang berkambium, tulang daunnya menjari atau
menyirip, berkas pengangkut tersusun dalam satu lingkaran, dan kelopak bunga kelipatan
empat atau lima. Contoh tumbuhan dikotil adalah tanaman kacang, cabai, dan manga.
Perhatikan Tabel 1 berikut.

8|Page
Tabel 1 Perbedaan ciri antara monokotil dan dikotil
Bagian
No. Tanaman
Akar Daun Biji Keterangan

1. Jagung Akar serabut Biji berkeping Tumbuhan


(Monokotil) satu monokotil

Tulang daun
sejajar

2. Kacang Akar Biji berkeping Tumbuhan


tanah tunggang dua dikotil
(Dikotil)

Tulang daun
menyirip

5. Kingdom Animalia (Hewan)


Hewan merupakan organisme eukariotik dan multiseluler (terdiri dari banyak sel), tidak memiliki
dinding sel, tidak berkloroplas, dan tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof) sehingga
memerlukan organisme lain untuk mencukupi kebutuhan makannya. Hewan mampu bergerak
aktif, dan pada umumnya dapat berpindah tempat. Berdasarkan ada tidaknya tulang belakang,
Kingdom Animalia dibedakan menjadi dua kelompok besar, yaitu hewan tidak bertulang belakang
(Avertebrata) dan hewan bertulang belakang (Vertebrata).
Avertebrata dibagi menjadi delapan kelompok meliputi hewan berpori (Porifera), hewan berongga
(Coelenterata), cacing pipih (Platyheminthes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing berbuku-
buku (Annelida), hewan lunak (Mollusca), hewan dengan kaki beruas-ruas (Arthropoda), dan
hewan berkulit duri (Echinodermata)
1) Porifera adalah hewan yang mempunyai pori-pori. Hewan ini tubuhnya seperti spons.
Habitatnya di perairan, warna tubuhnya bermacam-macam seperti merah, kuning, dan hijau.
Contoh hewan Porifera, yaitu Spongilla, Euspongia, Poterion, dan Scypha. Perhatikan
Gambar 2.42.

Gambar 10 (a) Euspongia, (b) Poterion, (c) Scypha

2) Coelenterata adalah hewan berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa, pada
permukaan tentakel terdapat sel beracun yang menyengat. Tubuhnya ada yang berbentuk polip
9|Page
yang menempel pada tempat hidupnya, dan ada yang berbentuk medusa yang bergerak aktif
melayang-layang di air seperti payung. Ubur-ubur, bunga karang, Obelia, Hydra, dan Anemon
adalah contoh hewan Coelenterata. Perhatikan Gambar 2.42.

Gambar 11 (a) Bunga karang, (b) Obelia, (c) Hydra, (d) Anemon.

3) Cacing (vermes) adalah hewan bertubuh lunak, tak bercangkang, dan tubuhnya simetris
bilateral. Berdasarkan bentuk tubuhnya, ada tiga kelompok, yaitu cacing pipih
(Platyhelminthes) contohnya cacing hati dan cacing pita; cacing gilig (Nemathelminthes)
tubuhnya bulat panjang dan tidak bersegmen, contohnya: cacing perut, cacing kremi, dan
cacing tambang; cacing gelang (Annelida) tubuhnya beruas-ruas seperti cincin, contohnya
cacing tanah, lintah, dan pacet. Perhatikan Gambar 12.

Gambar 12 (a) cacing hati, (b) cacing perut, (c) cacing kremi, (d) cacing tambang,
(e) Lintah, (f ) Pacet.
4) Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, banyak lendirnya, dan terbungkus oleh mantel. Ada
yang memiliki cangkang yang berfungsi untuk melindungi tubuh. Habitatnya di darat dan air.
Contoh hewan Mollusca adalah cumi-cumi, gurita, siput, kerang, tiram, dan remis. Perhatikan
Gambar 13.

10 | P a g e
Gambar 13 (a) Gurita, (b) kerang dara, (c) siput, (d) siput laut

5) Arthropoda adalah hewan berbuku-buku, tubuhnya dibedakan atas kepala, dada, dan perut.
Tubuhnya terbungkus zat kitin yang keras, memiliki alat indra yang peka terhadap sentuhan
dan bau-bauan, memiliki mata faset, yaitu mata majemuk terdiri atas beribu-ribu mata kecil
berbentuk segi enam. Arthropoda ada 4 kelas, yaitu Insecta (serangga) contohnya belalang,
lebah, kumbang; Crustacea (udang-udangan) contohnya udang, kepiting, rajungan;
Arachnoidea (laba-laba) contohnya laba-laba, kalajengking, kutu, caplak; Myriapoda (lipan)
contohnya kelabang, kaki seribu. Perhatikan Gambar 14.

Gambar 15 (a) Belalang, (b) kumbang, (c) kepiting, (d) laba-laba, (e) kalajengking, (f) kutu,
(g) caplak, (h) kelabang, (i) kaki seribu.

6) Echinodermata adalah hewan yang tubuhnya diselimuti duri, ada lempengan zat kapur/zat
kitin yang keras. Tubuhnya simetri radial dengan lima lengan. Pada tubuhnya, terdapat sistem
ambulakral untuk alat gerak, bernapas, dan menangkap mangsa. Ada 5 kelas, yaitu Asteroidea
(contohnya bintang laut), Echinoidea (contoh landak laut, bulu babi), Ophiuroidea (contohnya
bintang ular), Crinoidea (contohnya lilia laut), Holothuroidea (contohnya teripang).

Gambar 16 (a) Bulu babi, (b) lilia laut, (c) bintang laut, (d) bintang ular, dan (e) teripang.

11 | P a g e
Hewan bertulang belakang (Vertebrata) dibagi menjadi lima kelompok yaitu: Pisces (ikan), Amfibi
(katak), Reptil (hewan melata), Aves (burung), dan Mammalia (hewan menyusui). Untuk
mengetahui ciri-ciri tiap kelompok hewan Vertebrata lakukanlah kegiatan berikut.

Kegiatan 2.4 Mengamati ciri-ciri tiap kelompok hewan vertebrata


1. Amatilah bentuk tubuh dari hewan-hewan: ikan mujair, bandeng, katak, ayam, itik, kura-
kura, ular, kelelawar, dan kambing seperti pada gambar berikut.

2. Lengkapilah diagram di bawah ini dengan jenis hewan-hewan tersebut.

3. Berdasarkan diagram yang kamu buat, tulislah ciri-ciri yang hewan Mamalia, Aves,
Pisces, Amphibia, dan Reptilia.

12 | P a g e