Anda di halaman 1dari 28

Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya

interaksi keruangan yaitu saling melengkapi (complementarity), kesempatan


antara (intervening opportunity) dan keadaan dapat diserahkan/dipindahkan
(transferability).

B. Capaian Pembelajaran
Capaian pembelajaran dalam modul ini adalah.
1. KB 1 Letak dan Kondisi Geografis Indonesia serta hubungannya dengan
SDA. Peserta PPG mampu menguasai konsep lokasi geografis Indonesia
dalam kaitannya dengan potensi sumberdaya alam
KB 1: Sub Capaian Pembelajaran
a) Menjelaskan konsep lokasi geografis Indonesia.
b) Menjelaskan potensi sumberdaya alam Indonesia.
c) Menjelaskan hubungan lokasi geografis Indonesia dalam kaitannya
dengan potensi sumberdaya alam.
2. KB 2: konsep kondisi geologis Indonesia dan pengaruhnya terhadap
kehidupan manusia, flora dan fauna.
Peserta PPG mampu menguasai berbagai konsep kondisi geologis Indonesia
dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, flora dan fauna.
KB 2: Sub Capaian Pembelajaran
a) Menjelaskan kondisi geologis Indonesia
b) Menjelaskan kondisi geologis Indonesia pengaruhnya terhadap
kehidupan manusia
c) Menjelaskan kondisi geologis Indonesia pengaruhnya terhadap
kehidupan flora dan fauna di Indonesia
3. KB 3 Interaksi antar wilayah dan Pengaruhnya terhadap perdagangan dan
mobilitas penduduk.
Peserta PPG mampu menguasai berbagai konsep interaksi antar wilayah dan
Pengaruhnya terhadap perdagangan dan mobilitas penduduk.
KB 3. Sub Capaian Pembelajaran
a) Menjelaskan konsep interaksi antarwilayah.

vii
b) Menjelaskan pengaruh kondisi wilayah Indonesia terhadap perdagangan.
c) Menjelaskan pengaruh kondisi wilayah Indonesia terhadap mobilitas
penduduk
4. KB 4 Strategi pembelajaran IPS pada materi Konsep ruang dan interaksi
antar ruang di Indonesia serta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.
Peserta PPG mampu menguasai praktik Strategi pembelajaran IPS pada
materi Konsep ruang dan interaksi antar ruang di Indonesia serta
pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.
KB 4. Sub Capaian Pembelajaran
a) Perumusan indikator pencapaian kompetensi dan penanaman nilai
karakter.
b) Pendekatan, model, dan metode pembelajaran.
c) Media dan bahan pembelajaran.
d) Evaluasi pembelajaran
e) Rencana pelaksanaan pembelajaran.
C. Peta Kompetensi

Gambar 1. Peta Kompetensi Modul


KEGIATAN BELAJAR 1
LETAK DAN KONDISI GEOGRAFIS INDONESIA SERTA
HUBUNGANNYA DENGAN SUMBER DAYA ALAM

A. PENDAHULUAN
Dalam modul 5 KB 1 ini, anda akan diajak untuk berpikir secara kritis
terkait pemahaman tentang letak dan kondisi geografis Indonesia serta
hubungannya dengan SDA. Berbagai materi dan ilustrasi yang disajikan menjadi
sumber inspirasi serta semakin menguatkan motivasi anda untuk menjadi guru
IPS yang profesional.
Kegiatan Pembelajaran ini akan membahas letak dan kondisi geografis
Indonesia serta hubungannya dengan SDA. Materi ini akan memberikan bekal
bagi peserta tantang konsep lokasi geografis Indonesia, potensi sumberdaya
alam Indonesia, dan hubungan lokasi geografis Indonesia dalam kaitannya
dengan potensi sumberdaya alam.
Sebelum anda mempelajari KB 1 ini, ada beberapa hal yang harus anda
lakukan untuk mempermudah pemahaman anda tentang isi KB 1 ini. Beberapa
langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut;
1. Pahamilah terlebih dahulu mengenai berbagai kegiatan dan tahapan penting
dalam diklat mulai tahap awal sampai akhir.
2. Lakukan kajian permulaan terhadap tema interaksi antar wilayah dan
pengaruhnya terhadap perdagangan dan mobilitas penduduk dengan mencari
beberapa referensi yang relevan.
3. Pelajari terlebih dahulu langkah dan tahapan KB 1 pada modul 5 untuk
memudahkan dalam memahami isi KB 1.
4. Keberhasilan proses pembelajaran anda dalam mata diklat ini sangat
tergantung kepada kesungguhan anda dalam mengerjakan tes formatif.
Untuk itu, berlatihlah secara mandiri atau berkelompok dengan teman
sejawat, berkaitan dengan latihan soal yang telah disediakan pada KB 1 ini.

1
5. Bila Anda menemui kesulitan, silakan berdiskusi dengan sejawat, atau
bertanya kepada instruktur atau fasilitator yang mengajar mata diklat ini.
Selamat belajar dan beraktivitas dalam mata kegiatan ini, semoga seluruh
capaian pembelajaran dalam kegiatan ini dapat Saudara pahami secara
maksimal, sehingga dapat menjadi bekal untuk bertugas menjadi guru yang
profesional.

B. CAPAIAN PEMBELAJARAN
Setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran ini, diharapkan mampu
menguasai menguasai konsep lokasi geografis Indonesia dalam kaitannya dengan
potensi sumberdaya alam.

C. SUB CAPAIAN PEMBELAJARAN


Sub capaian pembelajaran yang akan dicapai apabila peserta telah
memiliki kemampuan berikut;
1. Menjelaskan konsep lokasi geografis Indonesia.
2. Menjelaskan potensi sumberdaya alam Indonesia.
3. Menjelaskan hubungan lokasi geografis Indonesia dalam kaitannya dengan
potensi sumberdaya alam.

D. URAIAN MATERI
Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki pulau dan
wilayah yang amat strategis. Karena Negara Indonesia berada pada posisi
geografis yang menguntungkan baik pada aspek ekonomi, komunikasi, sosial
budaya, transportasi, ataupun pariwisata. Menurut posisi geografisnya, maka
Indonesia ada di antara 2 benua di dunia yakni Benua Asia dan Benua Australia.
Gambar 2. Letak Geografis Indonesia
Sumber: https://informazone.com/letak-geografis-indonesia/ diunduh tangal 15
April 2018 pukul 15.22 WIB

Negara Indonesia sangat diuntungkan dengan posisi geografisnya, sebab


dapat terbentuknya lalu lintas perdagangan dunia. Tidak hanya segi perdagangan
saja, kondisi iklim serta cuaca di Indonesia juga dipengaruhi oleh posisi
tersebut. Dengan terapit antara 2 benua tersebut faktanya, wilayah di Indonesia
beriklim laut, hal ini dapat terjadi karena dipengaruhi kondisi alam sekeliling.
Berdasarkan Gambar 2 di atas, letak Indonesia berada pada Benua Asia,
lebih tepatnya di Asia bagian tenggara. Indonesia termasuk salah satu dari
pendiri ASEAN (Association of South East Asian Nations) pada 8 Agustus 1967
di Bangkok, Thailand.

1. Letak Indonesia
Negara kepulauan Indonesia berada diantara 6oLU-11oLS dan 95oBT-
141oBT. Garis lintang 6oLU melalui Pulau Weh yang termasuk pulau paling utara
Indonesia, garis lintang 11oLS melalui Pulau Roti pulau paling selatan. Selain
garis lintang 6oLU melalui Pulau Weh, garis bujur 95oBT juga melalui pulau
tersebut. Batas Papua dengan Negara Papua dilalui garis bujur 141oBT.
Faktor-faktor letak dan sifat kepulauan menentukan 4 sifat dasar iklim
Indonesia, yaitu;
a. Terletak dekat dengan khatulistiwa mengakibatkan suhu rata-rata tahunan
tinggi.
b. Perbedaan tekanan udara di daratan dan lautan mengakibatkan hembusan
angin musim yang membawa musim hujan dan musim kemarau.
c. Kepulauan Indonesia sebagian besar terletak tidak lebih dari 10 oLU/10oLS
mengakibatkan bebas dari hembusan angina taufan.
d. Sifat kepulauan yang mengakibatkan kadar kelembaban udara senantiasa
tinggi. Jumlah penguapan yang selalu tinggi diakibatkan karena luasnya
lautan dan selat-selat serta suhu yang selalu tinggi.
Letak astronomis Indonesia menimbulkan beberapa pengaruh, yang
antara lain dapat dibagi berdasarkan:
a. Garis Lintang
1) Karena letak Indonesia yang terletak pada lintang rendah,
mengakibatkan seluruh wilayah Indonesia terletak di daerah beriklim
tropik (panas).
2) Pulau di Indonesia mudah dipengaruhi peredaran udara yang dating dari
laut-laut yang mengelilinginya, sehingga banyak menerima hujan, hal ini
menyebabkan kelembaban udara rata-rata tinggi.
3) Negara Indonesia kaya akan flora dan fauna, karena menerima banyak
hujan.
b. Garis Bujur
1) Berada pada bagian bumi sebelah timur letak Negara Indonesia.
2) Aktivitas penduduk dipengaruhi oleh adanya perbedaan waktu tiap
daerah. Dimana penduduk yang berada di daerah bagian barat lebih akhir
melakukan aktivitas dibanding penduduk yang berada di bagian timur.
Terletak diantara dua samudera dan dua benua, yaitu Samudera Pasifik
dan Samudera Hindia, serta Benua Asia dan Benua Australia menupakan letak
geografis Indonesia. Pengaruh Letak Geografis;
a. Asia dan Australia mempengaruhi adanya iklim musim.
b. Letak Indonesia yang berada pada posisi silang mengakibatkan terjadinya
aktivitas perdagangan, dimana letak ini merupakan jalur lalu lintas
internasional dan menjadi tempat persinggahan kapal laut yang menempuh
pelayaran antara Asia Timur dengan Asia Selatan, Asia Barat dengan Afrika
dan Eropa.
c. Letak kepulauan Indonesia yang berdekatan dengan Benua Asia yang
menyebabkan sosial budaya masyarakat Indonesia yang beragam, sehingga
dengan sendirinya menerima pengaruh dari benua tersebut. Benua
Eropa dan Benua Amerika juga mempengaruhi keragaman sosial budaya.
Kehidupan masyarakat Indonesia, sangat dipengaruhi oleh topografi
wilayah Indonesia sangat bervariasi. Dua sirkum pegunungan dunia yaitu
Sirkum Pasifik dan Sirkum Mediterania melalui Indonesia. Dimana pegunungan
Sirkum Pasifik ialah pegunungan-pegunungan yang berada disekitar Samudera
Pasifik (Lautan Teduh) mulai dari Pegunungan Andes di Amerika Selatan,
pegunungan- pegunungan di Amerika Tengah, Rocky Mountains (Amerika
Serikat), pegunungan-pegunungan di Kanada, Alaska, Kepulauan Aleut,
Kepulauan Kuril, Jepang, Filipina, Papua dan Selandia Baru. Sedangkan
Pegunungan Mediterania (Laut Tengah), lalu ke Pegunungan-Pegunungan
Kaukasus, Himalaya, Burma, Andaman, Nikobar, Sumatera, Jawa, Nusa
Tenggara, sampai Kepulauan Banda. Kedua rangkaian pegunungan ini bertemu
di Laut Banda.
Daerah pegunungan di Indonesia terdiri dari tiga barisan, yaitu;
a. Busur Indonesia Selatan atau Busur Sunda yaitu barisan pegunungan
sepanjang Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, terakhir di bagian timur
dan utara Laut Banda.
b. Busur Indonesia Timur atau Busur Papua, yaitu sepanjang Papua dan bagian
utara Maluku.
c. Busur Indonesia Utara, tersebar di Sulawesi dan Kalimantan.
Indonesia bagian barat (Dataran Sunda) dan bagian timur topografinya
lebih tinggi baik daratannya maupun lautannya. Namun bagian tengahnya
merupakan laut dalam dan datarannya rendah (Nusa Tenggara, Sulawesi, dan
Maluku), hal tersebut berpengaruh terhadap aktivitas penduduk dan bencana
alam. Gejala geologi yang sangat berkaitan erat dengan pembentukan
Kepulauan Nusantara yaitu gempa dan gejala gunung api. Rutten yang
kemudian juga didukung oleh Van Gemmelen mengatakan bahwa asal
pembentukan Kepulauan
Nusantara, yang masih bisa ditelusuri dengan bukti-bukti dimulai dengan
tenggelamnya Zone Anambas yang merupakan kontinen asal, dan diperkirakan
terjadi pada 300 tahun yang lalu, pada kurun waktu geologi Devon.
Tenggelamnya Zone Anambas tersebut mengakibatkan wilayah sebelah
menyebelahnya bergerak ke arah keseimbangan. Dalam waktu mencari
keseimbangan itulah berturut-turut bagian-bagian dari muka bumi ada yang
timbul dan ada yang tenggelam secara perlahan-lahan dalam kurun waktu
geologi masing-masing sampai pada bentuknya sekarang, landas kontinen telah
mengalami 8 kali pembentukan daratan atau orogenesa.
Indonesia bagian timur, kejadiannya hampir sama dengan Indonesia
bagian barat. Kontinen asal bagian timur disebut Centeral Banda Basin yang
oleh Van Gemmelen atau yang dikenal dengan Laut Banda. Sedangkan bagian
barat Indonesia, pada “Banda Sistem” terdapat hanya 7 tahap, dibandingkan
dengan 8 tahap yang terdapat pada “Sunda Sistem”. Indonesia merupakan titik
temu dari tiga Gerakan muka bumi, hal ini disebabkan oleh perkembangan
Geologi. Ketiga Gerakan tersebut antara lain yaitu;
a. Gerakan dari sistem Sunda Barat.
b. Gerakan dari sistem pegunungan Asia Timur.
c. Gerakan dari sistem Sirkum Australia.
Vulkanisme dan gempa diakibatkan oleh ketiga gerakan bagian muka
bumi ini, hal ini sangat mempengaruhi kehidupan/manusia Indonesia.
Kehidupan masyarakat Indonesia dipengaruhi oleh salah satu unsur alam yaitu
gunung api (vulkanisme). Terdapat ± 100 buah gunung api di Indonesia,
dikelompokkan dalam 3 golongan, yaitu:
a. Yang padam.
b. Yang istirahat.
c. Yang masih giat.
Keunikan yang dimiliki Indonesia yaitu gunung api terdapat dalam satu
rangkaian yang mengikuti garis lengkung, dari Pulau Weh sampai ke Indonesia
bagian timur (Maluku) dan juga Sulawesi, sampai ke Kepulauan Sargin Talaud.
Indonesia memiliki banyak gunung yang tinggi dengan ketinggian 3.000
meter dpl, jadi gunung-gunung di Indonesia termasuk gunung-gunung tinggi.
Negara Indonesia juga mempunyai gunung tertinggi, dengan ketinggian
melebihi
4.400 meter yang menjadi batas salju di daerah tropika yang puncaknya selalu
bersalju, salah satunya yang terkenal adalah Puncak Jaya Wijaya di Papua
dengan ketinggian 5030 meter dpl.
Terdapat lebih kurang 400 buah jumlah gunung berapi yang masih aktif
maupun yang sudah tidak aktif dalam rangkaian pegunungan Sirkum Pasifik dan
Mediterania, gunung berapi yang masih aktif jumlahnya diperkirakan 80 buah.
Gunung berapi di Indonesia mempunyai ciri khas yaitu bentuknya yang seperti
kerucut, hal ini terjadi karena tumpukan berlapis-lapis dari bahan-bahan yang
dimuntahkan gunung-gunung itu dari masa ke masa, gunung api semacam ini
dinamakan gunung api Strato (berlapis-lapis).

Gambar 3. Peta Persebaran Gunung Api di Indonesia


Sumber: http://rahmatkusnadi6.blogspot.com/2010/03/penyebaran-gunung-api-di-
indonesia.html diunduh 4 September 2019 Pukul 19.29 WIB

Kehidupan masyarakat Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh gempa.


Terjadinya tebing runtuh/longsor, vulkanisme ataupun tektonik mengakibatkan
terjadinya suatu getaran, getaran tersebut yang dikenal dengan istilah gempa.
Selain menyebabkan malapetaka, vulkanisme juga menimbulkan manfaat,
berbeda dengan gempa yang hanya menimbulkan kerusakan. Adapun daerah
pusat gempa terdapat berderet dalam bentuk busur sepanjang jajaran kepulauan
Indonesia, terkecuali Pulau Kalimantan yang letaknya jauh dari pusat gempa
sehingga jika terjadi gerakan muka dampak yang diakibatkan tidak terlalu besar.
Terbagi menjadi dataran tinggi dan dataran rendah, menyebabkan
Indonesia termasuk kedalam daerah dataran. Dataran tinggi terletak diantara
pegunungan atau gunung-gunung, dimana pada dataran tinggi pada umumnya
merupakan daerah yang padat penduduknya, hal ini disebabkan oleh tanahnya
yang subur dan udara yang nyaman/sejuk. Adapun beberapa datarn tinggi di
Indonesia adalah dataran tinggi Bandung dan dataran tinggi Malang di Pulau
Jawa, dataran tinggi Agam, Karo, dan Gaya di Pulau Sumatera, dataran tinggi
Toraja di Pulau Sulawesi, dataran tinggi Madi di Pulau Kalimantan.
Dataran rendah letaknya tidak lebih dari 200 meter dpl yang merupakan
pusat kegiatan perdagangan dan industri, hal ini dikarenakan transportasi darat
maupun laut lebih mudah. Dataran rendah di bagian timur Pulau Sumatera yang
sebagian merupakan rawa-rawa lebih luas daripada dataran rendah di bagian
barat, karena letak Pegunungan Bukit Barisan yang lebih dekat ke pantai barat.
Dataran rendah Kalimantan penuh ditumbuhi hutan-hutan lebat,
sedangkan daerah pertanian lebih sempit dari pada pulau Sumatera. Di Pulau
Jawa bagian utara memiliki dataran rendah yang sangat luas dibandingkan
dengan daerah sebelah selatan, begitu pula dengan Pulau Nusa Tenggara dan
Maluku serta Papua. Di Nusa Tenggara tanahnya bagus/baik untuk peternakan,
karena sebagian besar merupakan padang rumput, kecuali di Pulau Sulawesi
yang “kurus” bentuknya tidak terdapat dataran rendah yang luas seperti di
Sumatera, Kalimantan, dan Jawa.

Letak Sosial Budaya


Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk, dimana
Indonesia memiliki berbagai macam bahasa, agama, mata pencaharian, suku
bangsa, dan lain-lain. Keadaan tersebut disebabkan oleh berbagai macam faktor,
diantaranya adalah letak wilayah. Secara astronomis Indonesia terletak diantara
6oLU-11oLS dan 95oBT-141oBT. Sedangkan secara geografis Indonesia terletak
di antara dua benua dan dua samudera yaitu Benua Asia dan Benua Australia
juga Samudera Hindia dan Samudera Pasifik. Letak wilayah Indonesia ternyata
banyak berpengaruh pada kehidupan masyarakatnya.
Pengaruh tersebut telah sejak lama terjadi, hal ini bisa terlihat dari
adanya migrasi yang dilakukan orang-orang yang bersasal dari Benua Asia pada
jaman prasejarah dimana pada waktu itu bangsa Austronesia dari Burma
(Myanmar), Muangthai dan Malaka mendiami kepulauan Indonesia. Sampai
abad ke 9 SM, Indonesia menerima pengaruh dari Hindia Muka, baik di bidang
ekonomi, politik, maupun kebudayaan. Saudagar dari India berdatangan untuk
berdagang, bersamaan dengan mereka masuk pula agama dan kebudayaan
Hindu dan Budha yang kemudian berdiri kerajaan-kerajaan Hindu dan Budha.
Agama Islam beserta kebudayaan Arabnya yang dibawa terutama oleh para
pedagang dari Gujarat dan persi sekitar abad ke 32 penyebarannya sangat cepat
meluas terutama di kawasan pantai sejak abad ke 16 bangsa barat mulai
merambah ke kepulauan Nusantara dengan berbagai tujuan antara lain
perdagangan, kolonisasi, misi-misi keagamaan yang menyebarkan agama
Nasrani.
Letak astronomis Indonesia ternyata berpengaruh pada mata pencaharian
penduduk Indonesia. Keuntungan dari letak astronomis tersebut diataranya
adalah memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, curah
hujan yang cukup tinggi, selain itu karena Indonesia dilalui garis Khatulistiwa
maka wilayah Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Keadaan
itu tentu sangat berpengaruh terutama dalam bidang pertanian selain ditunjang
juga oleh tanahnya yang subur. Sehingga hal tersebut menyebabkan penduduk
Indonesia yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Dari dulu
sampai sekarang sektor pertanian masih merupakan sektor perekonomian yang
paling banyak menyerap tenaga kerja. Tanaman pangan utamanya adalah padi.
Pengaruh lainnya juga dapat dilihat dari seni budaya yang sangat
beragam antara lain hasil seni bangunan, seni kerajinan, seni pentas, seni tari,
seni musik.
Seni dapat dilihat pada rumah adat dan bangunan monumental. Bangunan-
bangunan monumentalya seperti candi-candi yang tersebar di Jawa Tengah dan
Jawa Timur contoh lain juga seperti rumah ibadah umat Islam yaitu masjid yang
memiliki arsitektur yang sangat unik dimana bangunan masjid tersebut dibangun
dengan perpaduan seni dari berbagai negara seperti Arab, China, dan lain-lain.
Selain mendapat pengaruh dari Benua Asia seperti yang telah
dikemukakan di atas, Indonesia mendapat pengaruh dari Benua Australia
terutama dengan wilayah Indonesia yang berdekatan dengan Australia.
Kehidupan masyarakat di Benua Asia tentu saja sangat berbeda dengan
kehidupan masyarakat di Benua Australia. Masyarakat di Benua Asia masih
mengangkat/menjunjung kebudayaan dan tradisi yang ada. Mereka memiliki
norma-norma yang dipegang kukuh dalam kehidupannya. Sedangkan
masyarakat Australia lebih condong ke barat dimana kebebasan menjadi yang
utama.

2. Potensi Sumber Daya Alam Indonesia


Dalam menentukan letak dan unsur geografi ada aturan-aturan yang
harus diikuti. Hal tersebut sudah merupakan suatu konvensi atau keputusan
bersama. Aturan-aturan tersebut adalah sebagai berikut.
a. Pengertian Sumber Daya Alam
Sebelum membahas materi tentang sumber daya alam, terlebih dahulu
dapat melihat video 1 berikut ini!

Video 1. Pembelajaran Sumber Daya Alam


Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=oLvvsZFVBqE diunduh tanggal 14
April 2018 pukul 8.17 WIB

10
Sumber daya alam ada yang jumlahnya banyak, sedikit, dan ada yang
terbatas. Demikian juga penyebarannya, ada sumber daya alam yang terdapat di
semua daerah (udara dan sinar matahari), ada pula yang terbatas pada daerah
tertentu dengan jumlah terbatas (misalnya barang tambang seperti emas, batu
bara, dan minyak bumi).
Sumber daya alam ada yang tersedia di alam dengan sendirinya (lautan,
hutan belantara, batu bara, tanah, udara, dan emas), namun ada pula yang
sengaja diusahakan oleh manusia (perkebunan, pertanian, dan peternakan). Jadi
pengertian sumber daya alam yaitu semua kekayaan alam yang berwujud benda
mati atau benda hidup yang ada pada suatu tempat serta dapat dimanfaatkan
untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Sumber daya alam dapat diklasifikasikan menjadi:
1) Sumber Daya Alam Berdasarkan Asalnya
a) Sumber daya alam organik (biotik), yaitu sumber daya alam yang
berasal dari kehidupan.
Contoh: batu bara, minyak bumi.
b) Sumber daya alam anorganik (abiotik), yaitu sumber daya alam yang
bukan dari kehidupan.
Contoh: timah, bauksit, besi, dan gas alam.
2) Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat Kelestariannya
a) Sumber daya alam yang dapat diperbarui (renewable resource), yaitu
sumber daya alam yang tidak akan habis karena bagian-bagian yang
telah terpakai dapat diganti dengan yang baru.
Contoh: udara, angin, tenaga air terjun, sinar matahari, tumbuh-
tumbuhan, dan hewan.
b) Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable
resources), yaitu sumber daya alam yang akan habis karena tidak dapat
dibuat yang baru.
Contoh: timah, besi, bauksit, batu bara, dan minyak bumi.
3) Sumber Daya Alam Berdasarkan Pemanfaatannya
a) Sumber daya alam ruang, yaitu tempat yang diperlukan manusia dalam
hidupnya. Makin besar kenaikan jumlah penduduk maka sumber daya
alam ruang makin sempit dan sulit diperoleh. Ruang dalam hal ini dapat
berarti ruang untuk areal peternakan, pertanian, perikanan, ruang tempat
tinggal, ruang arena bermain anak-anak, dan sebagainya.
b) Sumber daya alam materi, yaitu bila yang dimanfaatkan oleh manusia
adalah materi sumber daya alam itu sendiri. Contoh: Mineral magnetit,
hematit, limonit, siderit, dan pasir kuarsa dapat dilebur menjadi besi/baja
yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, diantaranya untuk
kerangka beton, kendaraan, alat rumah tangga, dan lain-lain.
c) Sumber daya alam energi, yaitu energi yang terkandung dalam sumber
daya alam. Bahan bakar minyak (bensin, solar, minyak tanah), batu bara,
gas alam, dan kayu bakar merupakan sumber daya alam energi karena
manusia menggunakan energinya untuk memasak, menggerakkan
kendaraan, dan mesin industri.
d) Sumber daya alam hayati, yaitu sumber daya alam berbentuk makhluk
hidup, yaitu hewan dan tumbuhan. Sumber daya alam tumbuh-tumbuhan
disebut sumber daya alam nabati, sedangkan sumber daya hewan disebut
sumber daya hewani.

b. Pengelolaan Sumber Daya Alam


1) Pengelolaan Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbarui
Disebut sebagai sumber daya alam yang dapat diperbarui, sebab alam
mampu mengadakan pembentukan sumber daya alam baru dalam waktu relatif
cepat. Dengan demikian, sumber daya alam ini tidak habis. Prinsip utama
pengelolaan sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah menjaga
keseimbangan antara produksi dengan proteksi, artinya pemanfaatan sumber
daya alam dengan memperhatikan pelestariannya. Usaha untuk memaksimalkan
hasil jika tidak dilandasi dengan pandangan jauh ke depan tentang kemungkinan
kerusakan lingkungan akan menyebabkan bencana. Tindakan tersebut akan

12
memberikan dampak negatif, yang akhirnya akan merugikan lingkungan fisik
maupun lingkungan manusia itu sendiri.
Usaha pengelolaan sumber daya alam dapat dilaksanakan sebagai berikut:
a) Pengelolaan sumber daya alam dibidang pertanian.
b) Pengelolaan sumber daya alam dibidang kehutanan.
c) Pengelolaan sumber daya alam dibidang perikanan.
2) Pengelolaan Sumber Daya Alam Yang Dapat Diperbarui
Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui terdapat dalam jumlah
yang relatif tetap, sebab tidak ada penambahan dan pembentukannya sangat
lambat dibandingkan dengan umur manusia. Pembentukannya kembali
memerlukan waktu ratusan bahkan jutaan tahun. Akibat pemakaian yang terus
menerus, maka sumber daya alam ini dapat cepat habis.

c. Pemanfaatan Sumber Daya Alam Secara Arif


Cara pemanfaatan secara arif pertama kita harus disesuaikan dengan
jenis sumber daya alam yang akan dimanfaatkan. Jika sumber daya alam
tersebut dapat diperbaharui, maka salah satu langkah yang paling arif adalah
dengan bagaimana menjaga lingkungan satu langkah yang paling arif adalah
dengan bagaimana menjaga lingkungan hidup sumber daya alam tersebut agar
memungkinkan tetap tumbuh dan lestari. Jika semua langkah itu ditempuh,
maka dapat dikatakan bahwa sumber daya alam secara arif adalah sama dengan
konsep pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Pemanfaatan
sumber daya alam yang berkelanjutan adalah upaya pemenuhan kebutuhan
sumber daya alam di masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi
mendatang, untuk memenuhi kebutuhan sumber daya alam tersebut. Prinsipnya
adalah untung meningkatkan kesejahteraan dengan menggunakan sumber daya
alam secara bijaksana, sehingga sumber daya alam terbarukan dapat dilindungi
dan penggunaan sumber daya alam yang dapat habis pada tingkat dimana
kebutuhan untuk generasi mendatang dapat terpenuhi.
Langkah-langkah yang dapat diambil dalam proses produksi suatu
industri dalam menerapkan prinsip eko-efisiensi adalah sebagai berikut:
1) Meminimalkan penggunaan bahan baku dan energi.
2) Meminimalkan pelepasan limbah beracun ke lingkungan.
3) Menghasilkan produk yang dapat didaur ulang.
4) Pemanfaatan sumber daya alam yang dapat diperbaharui.
5) Mampu menghasilkan produk yang tahan lama.
Dalam pembangunan berkelanjutan perlu dilakukan berbagai upaya, antara
lain:
1) Menyatukan persepsi tentang pelestarian /konservasi biosfer.
2) Menstabilkan populasi bumi, baik didarat maupun dilaut.
3) Melanjutkan dan mengamankan penggunaa sumber daya alam.
4) Menggunakan sumber daya alam secara efisien dan tidak membahayakan
biosfer.
5) Mengembangkan dan menerapkan teknologi maju untuk mendukung
pengelolaan dan pengembangan lingkungan.
6) Mendukung program ekonomi baru yang memiliki strategi berkelanjutan
dalam pengelolaan dan pengembangan lingkungan.
7) Mengefektifkan implementasi peraturan-peraturan konservasi
keanekaragaman hayati.

d. Pelestarian Sumber Daya Alam


Sumber daya alam yang terdapat di Indonesia perlu kita lestarikan
keberadaanya. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut
seperti tayangan video 2.
Video 2. Minus One Project Save paper. Help the forests
Sumber: https://youtu.be/KThJoYt4ml8 diunduh tanggal 14 April 2018 pukul
10.00 WIB

Video di atas, merupakan salah satu dampak dan beberapa upaya dalam
pelestarian salah satu sumber daya alam yang kita miliki. Berikut ini, akan
dijelaskan beberapa upaya lebih lagi mengenai pelestarian sumber daya alam.
Peningkatan populasi manusia dan inovasi teknologi, telah membawa
manusia pada era eksploitasi SDA sehingga persediaannya semakin terbatas.
Jika eksploitasi tersebut berlangsung secara terus-menerus, SDA lama kelamaan
akan habis. Beberapa kegiatan manusia yang berpengaruh negatif terhadap
SDA, antara lain:
1) Ladang berpindah.
2) Perburuan liar dan penangkapan ikan dengan cara yang tidak tepat.
3) Penebangan liar, pembukaan hutan, dan kegiatan lainnya yang merusak hutan.
4) Industrialisasi, dapat mengurangi area hutan dan menyebabkan polusi.
Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya pelestarian SDA seperti berikut:
1) Penghijauan
2) Pelestarian hutan.
3) Pemupukan.
4) Sengkedan.
5) Pengendalian daerah aliran sungai (DAS).
6) Pengolahan air limbah dan penertiban pembuangan sampah.
e. Bentuk Konservasi Sumber Daya Alam
Beberapa contoh bentuk-bentuk konservasi sumber daya alam antara lain.
1) Kawasan Suaka Alam
Kriteria penetapan fungsi Kawasan Suaka Alam (KSA) dimuat oleh PP
nomor 28 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan
Kawasan Pelstarian Alam (KPA). Kawasan Suaka Alam adalah kawasan dengan
ciri khas tertentu, baik di daratan maupun di perairan yang mempunyai fungsi
pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta
ekosistemnya yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga
kehidupan. Kawasan Suaka Alam terbagi menjadi 2, yaitu kawasan Cagar Alam
(CA) dan kawasan Suaka Margasatwa (SM). Kedua kategori kawasan tersebut
dilindungi secara ketat, sehingga tidak boleh ada sedikitpun campur tangan
manusia dalam proses-proses alami yang terjadi di dalam kawasan tersebut.
Kawasan ini hanya diperuntukkan bagi keperluan ilmu pengetahuan dan
pendidikan.
2) Taman Nasional
Taman Nasional adalah Kawasan Pelestarian Alam yang mempunyai
ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan
penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan
rekreasi.
Kriteria suatu wilayah dapat ditunjuk dan ditetapkan sebagai kawasan
taman nasional meliputi:
a) memiliki sumber daya alam hayati dan ekosistem yang khas dan unik yang
masih utuh dan alami serta gejala alam yang unik;
b) memiliki satu atau beberapa ekosistem yang masih utuh;
c) mempunyai luas yang cukup untuk menjamin kelangsungan proses ekologis
secara alami; dan
d) merupakan wilayah yang dapat dibagi kedalam zona inti, zona pemanfaatan,
zona rimba, dan/atau zona lainnya sesuai dengan keperluan.
Taman nasional dapat dimanfaatkan untuk kegiatan:
a) penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan; misalnya: tempat
penelitian, uji coba, pengamatan fenomena alam.
b) pendidikan dan peningkatan kesadartahuan konservasi alam; misalnya:
tempat praktek lapang, perkemahan, out bond, ekowisata.
c) penyimpanan dan/atau penyerapan karbon, pemanfaatan air serta energi air,
panas, dan angin serta wisata alam; misalnya: pemanfaatan air untuk industri
air kemasan, obyek wisata alam, pembangkit listrik (mikrohidro/pikohidro).
d) pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar; misalnya: penangkaran rusa, buaya,
anggrek, obat-obatan.
e) pemanfaatan sumber plasma nutfah untuk penunjang budidaya; misalnya:
kebun benih, bibit, perbanyakan biji.
f) pemanfaatan tradisional. Pemanfaatan tradisional dapat berupa kegiatan
pemungutan hasil hutan bukan kayu, budidaya tradisional, serta perburuan
tradisional terbatas untuk jenis yang tidak dilindungi.
Mekanisme pemanfaatan bersama pihak ketiga: terlebih dahulu
membangun kesepahaman/kesepakatan/kolaborasi dengan pengelola Taman
Nasional dalam rangka pemanfaatan potensi kawasan (sesuai Permenhut nomor
P19/ Menhut/2004). Terhadap masyarakat di sekitar Taman Nasional dilakukan
kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat di sekitar
Taman Nasional dilakukan melalui:
a) pengembangan desa konservasi;
b) pemberian izin untuk memungut hasil hutan bukan kayu di zona atau blok
pemanfaatan, izin pemanfaatan tradisional, serta izin pengusahaan jasa
wisata alam;
c) fasilitasi kemitraan pemegang izin pemanfaatan hutan dengan masyarakat.
3) Taman Hutan Raya
Taman Hutan Raya adalah kawasan pelestarian alam untuk tujuan
koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau bukan alami, jenis asli dan
atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan umum sebagai tujuan
penelitian, ilmu pengetahuan dan pendidikan. Juga sebagai fasilitas yang
menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.
Taman hutan raya merupakan bagian dari jenis kawasan konservasi di
Indonesia berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1990.[1]Adapun
kriteria yang ditetapkan sebagai penunjukkan kawasan Taman hutan raya,
adalah sebagai berikut :
a) Merupakan kawasan yang memiliki suatu ciri khas tersendiri, baik asli
maupun buatan. Yang mana bisa terdapat pada kawasan yang ekosistemnya
masih utuh ataupun kawasan yang ekosistemnya sudah berubah.
b) Memiliki keindahan alam dan atau mempunyai gejala alam, misalnyanya
ada terdapat sumber air panas bumi.
c) Mempunyai luas yang memungkinkan untuk pembangunan koleksi
tumbuhan dan atau satwa baik jenis asli dan ataupun bukan asli.
Kawasan Taman hutan raya dikelola oleh pemerintah, dalam hal ini di
Indonesia dikelola oleh Kementerian Kehutanan R.I. dan dikelola dengan upaya
pengawetan keanekaragaman hayati dan satwa beserta ekosistemnya. Suatu
kawasan taman hutan raya dikelola berdasarkan satu rencana pengelolaan yang
disusun berdasarkan kajian aspek-aspek ekologi, teknis, ekonomis dan sosial
budaya.
4) Taman Wisata Alam
Taman wisata alam merupakan suatu kawasan pelestarian alam yang
digunakan sebagai objek pariwisata dan rekreasi alam yang memanfatkan
berbagai potensi sumber daya alam dan ekosistemnya, baik itu dalam bentuk
alami ataupun perpaduan hasil buatan manusia. Di Indonesia sudah banyak
didirikan taman wisata alam. Mulai dari Aceh hingga Papua. Contohnya:
Gunung Gamping di Yogyakarta, Pulau Weh di Aceh, Sungai Liku di
Kalimantan Barat, dan masih banyak lagi.

5) Cagar Alam
Cagar alam adalah sebuah tanah atau lahan atau hutan yang dijadikan
sebagai kawasan konservasi. Kawasan ini diperuntukkan untuk melindungi dan
membudidayakan flora dan fauna yang hampir mengalami kepunahan. Cagar
alam
di bangun pada habitat aslinya, dengan kata lain cagar alam termasuk dalam
metode insitu. Metode insitu adalah metode konservasi yang dilakukan di alam.
Sebagai kawasan konservasi, cagar alam juga dipakai untuk dunia ilmu
pengetahuan. Dimana para ilmuwan dapat mempelajari dan membudidayakan
jenis fauna dan flora yang langka. Karena diperuntukkan sebagai kawasan
konservasi, cagar alam di larang dijadikan sebagai tempat wisata atau tujuan
komersil. Sebuah ekosistem, dapat menjadi cagar alam jika memenuhi syarat
berikut:
a) Memiliki ekosistem yang unik
b) Terdapat jenis fauna dan flora yang dilindungi
c) Ekosistem belum mengalami kerusakan parah atau kehancuran
d) Ekosistem masih bersifat alami
e) Memiliki luas yang cukup
Indonesia sendiri sebagai negara yang di apit dua benua dan dua
samudra, memiliki banyak jenis fauna dan flora. Beberapa jenis fauna dan flora
di Indonesia, dianggap langka atau punah. Oleh karena itu, indonesia sendiri
memiliki banyak cagar alam yang tersebar di seluruh indonesia. Total terdapat
237 cagar alam yang ada di Indonesia, dengat total luasnya mencapai 4.730.704
hektar. Beberapa contoh cagar alam yang ada di Indonesia adalah:
a) Bukit Kelam, Kalimantan Barat. Yang dilindungi adalah pohon meranti,
angrek dan bangeris.
b) Arjuni, Jawa Timur. Yang dilindungi adalah hutan alpina dan hutan cemara.
c) Krakatau, Selat Sunda. Yang dilindingi adalah jenis jamur dan paku-pakuan.
d) Reflesia, Bengkulu. Yang dilindungi adalah bunga raflesia
e) Taman Laut, Maluku. Yang dilindungi adalah terumbu karang.
f) Sibolangit, Sumatra Utara. Yang dilindungi adalah bunga lebah dan bunga
bangkai.
g) Padang Luwai, Kalimantan Timur. Yang dilindungi adalah angrek hitam.
Gambar 4. Rafflesia Arnoldi Mekar di Cagar Alam Bengkulu
Sumber: http://www.beritasatu.com/kesra/293857-rafflesia-arnoldi-mekar-di-
cagar-alam-bengkulu.html

6) Suaka Margasatwa
Suaka marga satwa adalah sebuat lahan, tanah, atau hutan yang
diperuntukkan untuk melindungi hewan- hewan yang terancam punah. Suaka
marga satwa dapat dilakukan di dalam habitat aslinya, atau dengan mambuat
habitat buatan yang sangat mirip dengan habitat aslinya. Suaka marga satwa
buatan terpaksa dilakukan, jika habitat asli fauna tersebut tidak dapat di
perbaiki, atau dalam proses perbaikan.
Berbeda dengan cagar alam yang melakukan konservasi pada fauna dan
flora, dalam suaka marga satwa lebih dikhususkan pada konservasi jenis- jenis
fauna yang terancam punah. Selain untuk konservasi, suaka marga satwa juga
diperuntukkan untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan di
pakai untuk dapat mempelajari pola perilaku hewan juga untuk mengembang
biakan jenis satwa- satwa yang langka. Daerah suaka marga satwa, juga tidak
dapat dijadikan sebagai tempat wisata atau dengan tujuan komersil. Sebuah
ekosistem dapat dijadikan sebagai suaka marga satwa, jika memenuhi syarat
berikut:
a) Terdapat satwa yang langka.
b) Sebagai tempat berkembang biak satwa langka
c) Keanekaragaman hatai masih tinggi
d) Masih menjadi tempat untuk bermigrasi bagi hewan

20
e) Memiliki luas yang cukup
f) Ekosistem belum mengalami kerusakan parah atau masih alami
Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna.
Beberapa fauna adalah hewan endemik yang terancam punah. Di indonesia
sendiri, memiliki total 75 macam suaka marga satwa. Ke 75 macam suaka
marga satwa ini dibagi menjadi 2, yaitu 71 untuk jenis suaka marga satwa di
darat, dan 4 untuk jenis suaka marga satwa di perairan atau laut. Suaka marga
satwa melindungi segala betuk fauna. Mulai dari fauna di darat, fauna yang bisa
terbang, dan fauna yang habitatnya di air. Beberapa contoh suaka marga satwa
yang ada di Indonesia antara lain:
a) Buruman, Sumatra Utara. Melindungi gajah dan harimau Sumatra.
b) Danau Pulau Besar, Riau. Melindungi ikan arwana.
c) Dangku, Riau. Melindungi harimau, beruang madu, rusa, dan burung rangko.
d) Bukit batu, Riau. Melindungi orang utan, tapir, dan harimau.
e) Pulau Bawean, Jawa Timur. Melindungi rusa.
f) Meru Betiri, Jawa Timur. Melindungi penyu hijau, penyu blimbing, rusa dan
banteng.
g) Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Melindungi kera hidung panjang dan
orang utan.
h) Lore Lindu, Sulawesi Tenggara. Melindungi anoa, rusa, dan babi hutan.

7) Cagar Biosfer
Cagar biosfer adalah suatu kawasan ekosistem yang keberadaannya
diakui dunia internasional sebagai bagian dari program Man and Biosphere
Badan Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-bangsa. Keberadaan
cagar biosfer bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara melestarikan
keanekaragaman hayati, pembangunan ekonomi dan kebudayaan.
Program Man and Biosphere pertama kali dicetuskan pada tahun 1971.
Kemudian pada tahun 1976 mulai terbentuk jaringan cagar biosfer yang diiukti
oleh banyak negara. Setelah diadakannya KTT Bumi dan Konvensi
Keanekaragaman Hayati, cagar biosfer didorong untuk mendukung proses
implementasi konvensi tersebut.
8) Kawasan Pelestarian Alam
Kawasan pelestarian alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu yang
mempunyai fungsi perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan
keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatannya secara lestari
sumber daya alam dan ekosistemnya.
Dari pengertian di atas dapat dilihat betapa pentingnya alam untuk dijaga
dan dipelihara. Wilayah pesisir dalam Undang-undang No. 27 Tahun 2007
Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil adalah daerah
peralihan antara ekosistem darat dan laut yang dipengaruhi oleh perubahan di
darat dan laut. Keragaman hayati yang dikandung laut seperti terumbu karang,
seagrasses (tumbuhan yang ada dalam laut), hutan mangrove, seaweed (rumput
laut), dan lainnya merupakan kekayaan yang harus dijaga kelestariannya.
Kemudian, kegiatan-kegiatan pengelolaan kawasan hutan misalnya, yang
mencakup dalam kegiatan konservasi alam mencakup:
a) Kegiatan pemancangan batas
b) Pemeliharaan batas
c) Mempertahankan luas dan fungsi
d) Pengendalian kebakaran
e) Reboisasi dalam rangka rehabilitasi lahan kritis pada kawasan hutan
f) Pemanfaatan jasa lingkungan
f. Hasil-Hasil Kekayaan Sumber Daya Alam Yang Diekspor Dan Diimpor
Negara-negara tujuan utama ekspor Indonesia adalah Jepang, Amerika
Serikat, ASEAN, dan MEE yang secara keseluruhan mencakup lebih dari 80%
total ekspor setiap tahunnya. Hasil kekayaan sumber daya alam yang diekspor
antara lain:
1) Kayu lapis, kayu bulat, dan rotan.
2) Karet, kopi, teh, dan minyak kelapa sawit.
3) Tembakau, merica, dan lada.
4) Semen, alumunium, pupuk urea, alat-alat listrik, besi, batu bara, dan gas alam.

22
5) Udang, ikan, dan kuda.
6) Barang-barang tekstil, metal, industri rumah tangga, barang-barang anyam-
anyaman dan ukir-ukiran.
Hasil kekayaan sumber daya alam yang diimpor antara lain:
1) Bahan baku industri pangan dan minuman.
2) Suku cadang dan perlengkapan sepeda, motor, mobil, kereta api, kapal laut,
kapal udara.
3) Mesin-mesin pembangkit listrik.
4) Alat-alat telekomunikasi dan peralatan mesin-mesin industry.
5) Alat-alat perang, kapal perang, senjata api, panserm tank.
6) Pelumas mesin.

3. Hubungan lokasi geografis Indonesia dalam kaitannya dengan potensi


sumberdaya alam
Berdasarkan karakteristik wilayah Indonesia sebenarnya dapat dibagi
menjadi 3 potensi wilayah, yaitu:
a. Potensi wilayah dataran tinggi
Dataran tinggi merupakan dataran yang berada pada ketinggian di atas
200 m dari permukaan laut. Dataran tinggi sering dimanfaatkan untuk usaha
perkebunan dan tempat wisata pendakian. Tumbuhan yang cocok untuk dataran
tinggi ini adalah teh, kopi, sayuran, dan buah-buahan seperti strawberry. Daerah
yang termasuk dataran tinggi di indonesia adalah dataran tinggi dieng, dataran
tinggi alas, dan dataran tinggi kerinci.
b. Potensi wilayah dataran rendah
Dataran rendah merupakan dataran yang berada pada ketinggian 0-200 m
di atas permukaan air laut. Dataran ini yang biasanya dimanfaatkan untuk
pemukiman pendudukan, pertanian, pertambangan hingga perdagangan.
Tanaman yang biasa tumbuh pada dataran ini antara lain padi dan palawija.
c. Potensi wilayah perairan laut
Luas perairan indonesia sebesar 5,8 juta km2. Dengan perairan yang
seluas itu, sumber daya ikan laut di seluruh perairan Indonesia diperkirakan
menghasilkan 6,26 juta ton per tahun. Selain itu, wilayah perairan laut indonesia
juga menjadi tempat wisata bahari.
Kondisi faktor ini terjadi ketika ada wilayah-wilayah yang berbeda
dalam ketersediaan dan kemampuan sumber daya yang dihasilkannya. Misalnya,
wilayah A merupakan penghasil sayuran, sedangkan wilayah B merupakan
penghasil ikan. Wilayah A membutuhkan ikan, sedangkan wilayah B
membutuhkan sayuran. Maka kedua wilayah ini dapat melakukan interaksi
melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

Gambar 5. Kesempatan
Antara Sumber: Ruang
Guru
Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif
lebih baik sebagai tempat asal maupun tempat tujuan. Contohnya adalah
wilayah A biasanya membeli ikan ke wilayah B, namun baru diketahui wilayah
C juga penghasil ikan. Alhasil karena wilayah C lebih dekat dengan wilayah A,
maka pembeli ikan dari wilayah A akan beralih membeli ikan ke wilayah C.
Akibatnya, interaksi antara wilayah A dan B menjadi melemah.

E. RANGKUMAN
Letak suatu wilayah dapat dilihat dari letak geografis dan letak
astronomis. Letak geografis merupakan letak wilayah dilihat dari daerah sekitar
wilayah tersebut, sedangkan letak astronomis merupakan letak yang berdasarkan
koordinat dari garis lintang dan garis bujur.