Anda di halaman 1dari 10

1.

Fungsi layanan pemerintah dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembangunan secara


umum dibagi menjadi dua kelompok besar, adalah..
a. Kegiatan pembangunan dan kegiatan perekonomian
b. Kegiatan operasional dan kegiatan pembangunan
c. Kegiatan operasional dan kegiatan perekonomian
d. Kegiatan pengadaan dan kegiatan pembangunan
e. Kegiatan pengadaan dan kegiatan perekonomian

2. Contoh dari kegiatan operasional sehari-hri yang sifatnya berulang secara terus menerus
dan mempunyai pola kebutuhan pengadaan tetap terkait operasi fungsi layanan
pemerintah ialah

a. Pembangunan Gedung Puskesmas


b. Pelatihan Keterampilan
c. Pengadaan pupuk pertanian
d. Pembelian alat tulis kantor
e. Kegiatan kontruksi jalan dan jembatan

3. Kegiatan pengadaan barang/jasa oleh Kementerian/Lembaga/Perangkat Daerah yang


dibiayai oleh APBN/APBD yang prosesnya dimulai dari identifikasi kebutuhan, sampai
dengan serah terima hasil pekerjaan merupakan pengertian dari
a. Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah
b. Pengelola Pengadaan Barang/Jasa
c. Fungsi Layanan Pemerintah dalam Konteks Pengadaan Barang/Jasa
d. Pengelola Barang/Jasa Pemerintah
e. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

4. Layanan publik yang diberikan sebagai fungsi layanan pemerintah, kecuali


a. Pembangunan fasilitas jalan dan jembatan
b. Distribusi raskin
c. Pembangunan sarana pendidikan
d. Penyediaan layanan kesehatan
e. Penjagaan keamanan

5. Secara umum, pengadaan barang/jasa dimulai dari secara berurutan.


a. Perencanaan pengadaan, persiapan pengadaan, pelaksanaan pengadaan
b. Penetapan barang/jasa, anggaran pengadaan barang/jasa, pelaksanaan kontrak
c. Perencanaan pengadaan, menetapkan HPS, jadwal pelaksanaan
d. Rencana kegiatan, penetapan sasaran, identifikasi kebutuhan
e. Perencanaan pengadaan, persiapan pengadaan, jadwal pelaksanaan

6. Yang termasuk tahapan dalam persiapan pengadaan untuk swakelola ialah


a. Penetapan sasaran, menetapkan HPS, rencana kegiatan
b. Penetapan sasaran, jadwal pelaksanaan, rencana kegiatan, pelaksanaan swakelola
c. Penetapan sasaran, jadwal pelaksanaan, rencana kegiatan, pelaksanaan pemilih, RAB
d. Penetapan sasaran, jadwal pelaksanaan, rencana kegiatan, RAB
e. Penetapan sasaran, jadwal pelaksanaan, penetapan barang/jasa

7. Yang termasuk tahapan perencanaan pengadaan ialah


a. Identifikasi kebutuhan, penetapan barang/jasa, cara, jadwal, anggaran pengadaan
barang/jasa, rencana kegiatan
b. Identifikasi kebutuhan, penetapan barang/jasa, cara, jadwal, anggaran pengadaan
barang/jasa, RAB
c. Identifikasi kebutuhan, penetapan barang/jasa, cara, jadwal, anggaran pengadaan
barang/jasa, menetapkan rancangan kontrak
d. Identifikasi kebutuhan, penetapan barang/jasa, jadwal, anggaran pengadaan
barang/jasa
e. Identifikasi kebutuhan, penetapan barang/jasa, cara, jadwal, anggaran pengadaan
barang/jasa

8. Yang merupakan tahapan persiapan pengadaan melalui penyedia yang dilakukan oleh
PPK ialah
a. Menetapkan HPS, menetapkan rancangan kontrak, menetapkan spesifikasi/KAK,
menetapkan uang muka, jaminan pelaksanaan, jaminan pemeliharaan, sertifikat
garansi dan/atau penyesuaian harga, persiapan pemilihan
b. Menetapkan HPS, menetapkan rancangan kontrak, menetapkan spesifikasi/KAK,
menetapkan uang muka, jaminan pelaksanaan, jaminan pemeliharaan,
c. Menetapkan HPS, menetapkan rancangan kontrak, menetapkan spesifikasi/KAK,
menetapkan uang muka, jaminan pelaksanaan, jaminan pemeliharaan, sertifikat
garansi dan/atau penyesuaian harga
d. Menetapkan HPS, menetapkan rancangan kontrak, menetapkan spesifikasi/KAK,
menetapkan uang muka, jaminan pelaksanaan, jaminan pemeliharaan, sertifikat
garansi dan/atau penyesuaian harga, rencana kegiatan
e. Menetapkan HPS, menetapkan rancangan kontrak, menetapkan spesifikasi/KAK,
jaminan pelaksanaan, jaminan pemeliharaan, sertifikat garansi dan/atau
penyesuaian harga

9. Yang merupakan tahapan persiapan pengadaan yang dilakukan oleh Pokja Pemilihan ialah
a. Menetapkan HPS
b. Persiapan pemiihan
c. Penetapan sasaran
d. Jadwal pelaksanaan
e. Persiapan pengadaan

10. Yang merupakan tahapan pelaksanaan pengadaan melalui swakelola ialah


a. Pelaksanaan swakelola (Tipe I,II,III, IV), pembayaran swakelola, pengawasan dan
pertanggungjawaban
b. Pelaksanaan swakelola (Tipe I,II,III, IV), pembayaran swakelola, pengawasan dan
pertanggungjawaban, pelaksanaan kontrak
c. Pelaksanaan swakelola (Tipe I,II,III, IV), pembayaran swakelola, pengawasan dan
pertanggungjawaban, pelaksanaan pemilihan
d. Pelaksanaan swakelola (Tipe I,II,III, IV), pembayaran swakelola, pelaksanaan
pemilihan dan pertanggungjawaban,
e. Pelaksanaan swakelola (Tipe I,II,III, IV), pembayaran swakelola, pengawasan dan
pertanggungjawaban, pelaksanaan kontrak

11. Yang merupakan tahapan pelaksanaan pengadaan melalui penyedia ialah


a. Pelaksanaan pemilihan, pelaksanaan kontrak, pengawasan dan
pertanggungjawaban, serah terima hasil kerja
b. Pelaksanaan pemilihan, serah terima hasil kerja
c. Pelaksanaan pemilihan, pelaksanaan kontrak, serah terima hasil kerja
d. Pelaksanaan pemilihan, penetapan sasaran, pelaksanaan kontrak, serah terima hasil
kerja
e. Pelaksanaan pemilihan, pelaksanaan kontrak, serah terima anggaran

12. Berdasarkan sudut pandang institusi pengguna barang/jasa pada ruang lingkup Perpres
No. 16 Tahun 2018, kecuali
a. Kementerian
b. Lembaga
c. unsur pembantu Kepala Daerah
d. DPRD
e. BUMN

13. Dari sudut pandang pembiayaan berdasarkan ruang lingkup Perpres No. 16 Tahun 2016
mencakup kecuali
a. Hibah
b. Pinjaman dalam negeri
c. APBN
d. CSR BUMN
e. APBD

14. Jenis pengadaan barang/jasa pemerintah sesuai dengan Perpres No. 16 Tahun 2016
mencakup, kecuali
a. Barang
b. Pembelian
c. Jasa Konsultansi
d. Pekerjaan Konstruksi
e. Jasa lainnya

15. Cara pengadaan barang/jasa pada PBJP secara garis besar dibagi menjadi dua yaitu
a. penunjukan langsung dan tender lelang
b. swakelola dan pemilihan penunjukan
c. swakelola dan pemilihan kontrak
d. swakelola dan pemilihan penyedia
e. swakelala dan penunjukan langsung penyedia

16. Swakelola yang direncanakan, dilaksanakan, dan diawasi oleh K/L/PD penanggung jawab
anggaran, penyelenggara tim swakelola terdiri dari tim persiapan, tim pelaksana, dan tim
pengawas ditetapkan oleh PA/KPA adalah tipe swakelola
a. Tipe I
b. Tipe II
c. Tipe III
d. Tipe Utama
e. Tipe A

17. Swakelola yang direncanakan dan diawasi oleh K/L/PD penanggung jawab anggaran dan
dilaksanakan oleh K/L/PD lain pelaksana swakelola
a. Tipe I
b. Tipe II
c. Tipe iII
d. Tipe IV
e. semua salah

18. Swakelola yang direncanakan oleh K/L/PD penanggung jawab anggaran dan/atau
berdasarkan usulan Kelompok Masyarakat, dan dilaksanakan serta diawasi oleh
Kelompok Masyarakat pelaksana Swakelola disebut swakelola
a. Tipe I
b. Tipe II
c. Tipe III
d. Tipe IV
e. Tipe V

19. Swakelola yang direncanakan dan diawasi oleh K/L/PD penanggung jawab anggaran dan
dilaksanakan oleh Ormas pelaksana swakelola; dan Penyelenggara Tim Swakelola; Tim
Persiapan dan Tim Pengawas ditetapkan oleh PA/KPA, dan Tim Pelaksana ditetapkan oleh
penanggung jawab Ormas pelaksana swakelola disebut swakelola
a. Tipe I
b. Tipe II
c. Tipe iII
d. Tipe IV
e. Tipe V

20. Contoh pengadaan swakelola Tipe III dan Tipe IV berurutan ialah
a. Pembinaan atlet oleh KONI dan pengelolaan sampah dipemukiman
b. Jasa sensus ekonomi dan kelompok kerajinan masyarakat penyandang disabilitas
c. Peremajaan kebun rakyat dan pembangunan jalan kampung
d. Pembinaan guru oleh PGRI dan seminar Undang-Undang terbaru
e. Pemeliharaan saluran irigasi kecil masyarahat dan pembangunan kantor kepala desa

21. Yang termasuk ruang lingkup pedoman swakelola secara berurutan ialah
a. Perencanaan swakelola, persiapan swakelola, pengawasan swakelola, pelaksanaan
swakelola, serah terima hasil pekerjaan
b. Perencanaan swakelola, persiapan swakelola, pelaksanaan swakelola, pengaturan
swakelola, serah terima hasil pekerjaan
c. Perencanaan swakelola, persiapan swakelola, pelaksanaan swakelola, pengawasan
swakelola, serah terima hasil pekerjaan
d. Perencanaan swakelola, persiapan swakelola, pelaksanaan swakelola, serah terima
hasil pekerjaan
e. Perencanaan swakelola, persiapan swakelola, penetapan swaakelola, pelaksanaan
swakelola, pengawasan swakelola, serah terima hasil pekerjaan

22. Adapun prosedur swakelola meliputi secara berurutan


a. Perencanaan, persiapan, penetapan, pengawasan dan pengendalian, penyerahan
swakelola, pelaporan dan pertanggungjawaban pekerjaan.
b. Perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengendalian, penyerahan swakelola,
pelaporan dan pertanggungjawaban pekerjaan.
c. Perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, penetapan
swakelola, penyerahan swakelola, pelaporan dan pertanggungjawaban pekerjaan.
d. Perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, penyerahan
swakelola, pelaporan dan pertanggungjawaban pekerjaan.
e. Perencanaan, persiapan, pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, pelaporan
dan pertanggungjawaban pekerjaan.

23. Setiap orang perorangan atau badan usaha, baik yang berbentuk badan hukum maupun
bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam
wilayah hukum Negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui
perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi disebut
a. Pelaku ekonomi
b. Pelaku usaha
c. Penyedia
d. Pelaksana usaha
e. Perusahaan

24. Proses dimulai pengadaan melalui penyedia meliputi secara berurutan


a. Perencanaan pengadaan, persiapan pengadaan, persiapan, pelaksanaan pemilihan,
pelaksanaan kontrak, serah terima hasil pekerjaan
b. Perencanaan pengadaan, persiapan pengadaan, penetapan, persiapan pemilihan,
pelaksanaan pemilihan, pelaksanaan kontrak, serah terima hasil pekerjaan
c. Perencanaan pengadaan, persiapan pemilihan, pelaksanaan pemilihan, pelaksanaan
kontrak, serah terima hasil pekerjaan
d. Perencanaan pengadaan, persiapan pemilihan, pelaksanaan pemilihan, pelaksanaan
kontrak, serah terima hasil pekerjaan
e. Perencanaan pengadaan, persiapan pengadaan, persiapan pemilihan, pelaksanaan
pemilihan, pelaksanaan kontrak, serah terima hasil pekerjaan

25. Adapun metode pemilihan B/PK/JL melalui penyedia ialah


a. e-purchasing, pengadaan langsung, penunjukan langsung, tender cepat, tender
b. e-purchasing, pengadaan langsung, swakelola, penunjukan langsung, tender cepat,
tender
c. e-purchasing, pengadaan langsung, penunjukan tender, tender cepat, tender
d. e-purchasing, pengadaan langsung, penunjukan langsung, tender tunggal, tender
e. e-purchasing, pengadaan langsung, penunjukan langsung, tender cepat, tender
tunggal

26. Adapun metode pemilihan jasa konsultansi melalui penyedia ialah


a. Seleksi, pengadaan langsung, penunjukan langsung
b. Seleksi, pengadaan jasa, penunjukan langsung
c. Seleksi, pengadaan langsung, penunjukan tender
d. Seleksi, pengadaan langsung, penunjukan langsung, tender
e. Seleksi, pengadaan langsung

27. Salah satu contoh yaitu pengadaan Sistem Informasi Teknologi untuk Vendor
Management System (VMS) termasuk jenis pengadaan
a. Barang
b. Pekerjaan Kontruksi
c. Jasa Konsultasi
d. Jasa Lainnya
e. Pengadaan Terintegrasi

28. Contoh jasa non-konsultasi atau jasa yang membutuhkan peralatan, metodologi khusus,
dan/atau keterampilan dalam suatu sistem tata kelola yang telah dikenal luas di dunia
usaha untuk menyelesaikan suatu pekerjaan
a. Riset Operasi
b. Surveyor
c. Cleaning Service
d. Pekerjaan instalasi air bersih
e. Pengadaan Mesin Pemeriksa Barang dengan Sinar X Ray

29. Latar belakang pengaturan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah antara lain, kecuali
a. PBJ pemerintah yang semakin kompleks dan nilainya semakin besar
b. Kondisi pasar dan lingkungan bisnis yang berkembang dengan cepat dan sangat
berbeda
c. Menjawab tantangan agar pengadaan pemerintah dapat menjadi instrumen
pembangunan
d. Bertujuan mendapatkan value for money
e. Mendorong pengembangan UMKM, penelitian, mempromosikan perdagangan serta
mendorong penggunaan produk dalam negeri

30. Yang bukan merupakan tugas PPK dalampersiapan PBJ melalui penyedia
a. Menetapkan HPS
b. Menetapkan rancangan Kontrak
c. Menetapkan spesifikasi teknis/KAK
d. Menetapkan uang muka
e. Persiapan pemilihan

31. BAB XI Peraturan Presiden No. 16 Tahun 2018


a. Usaha kecil, PDN, aspek berkelanjutan
b. Usaha kecil, PDN, aspek barang/jasa
c. Usaha kecil, PDN, aspek hasil barang/jasa
d. Usaha kecil, PDN, aspek berkelanjutan dalam pengelolaan

32. Dalam Pelaksanaan PBJ dalam keadaan Darurat pelaksanaan pekerjaan melalui Penyedia
dilakukan
a. setelah penerbitan SPMK/SPP
b. sebelum penerbitan SPMK/SPP
c. Setelah penerbitan SPPBJ
d. sebelum penerbitan SPPBJ
e. setelah serah terima lapangan

33. Identifikasi Jasa Lainnya yang diperlukan K/L/PD dilakukan dengan memperhatikan
beberapa hal, kecuali
a. Jenis kebutuhan JK
b. Fungsi JL yang dibutuhkan
c. Manfaat JL yang dibutuhkan
d. Target yang diharapkan
e. Waktu pelaksanaan pekerjaan JL

34. Menerima dan menjawab sanggah


a. Pokja Pemilihan
b. Pokja Pemulihan
c. PPK
d. Pejabat Pengadaan
e. Pengguna Anggaran
35. Penetapan sanksi kepada peserta pemilihan, penyedia dalam proses pemilihan penyedia
katalog dan e-purchasing ditetapkan oleh
a. K/L/PD
b. PPK
c. PA/KPA/Kepala Daerah
d. UKPBJ
e. Pokja Pemilihan

Answer Key
1.b
2.d
3.e
4.b
5.a
6.d
7.e
8.c
9.b
10.a
11.c
12.e
13.d
14.b
15.d
16.a
17.b
18.d
19.c
20.a
21.c
22.d
23.b
24.e
25.a
26.a
27.e
28.c
29.d
30.e
31.a
32.a
33.a
34.a
35.c

Beri Nilai