Anda di halaman 1dari 3

A.

Analisis Laporan Kuangan PT Garuda Indonesia Tahun 2014 Pendekatan Rasio

1. Analisis Rasio Likuiditas


- Rasio Lancar (Current Ratio) Rasio lancar merupakan rasio untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang
yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan.

Aset Lancar
Analisis = x 100 %
Hutang Lancar

810.514 ..943
= x 100 %
1.219.365 .356

= 66.47 %

- Rasio Kas (Cash Ratio) Cash ratio merupakan alat yang digunakan untuk
mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar utang.

Kas
Analisis = x 100 %
Hutang Lancar

434.327 .498
= x 100 %
1.219.365 .356

= 35,61 %

2. Analisis Rasio Profitablitas


- Return on Investment (ROI) merupakan suatu ukuran tentang efektivitas
manajemen dalam mengelola investasinya.

Laba Setelah Pajak


Analisis = x 100 %
Total Asset

(371.974 .942)
= x 100 %
3.100.815 .978

= (12 %)

- Hasil Pengembalian Ekuitas (Return on Equity/ROE) merupakan rasio untuk


mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri.

Laba Setelah Pajak


Analisis = x 100 %
Total Modal
(371.974 .942)
= x 100 %
916.712 .520

= ( 40,58 %)

3. Rasio Solvabilitas
- Debt to Assets Ratio mrupakan rasio untuk mengukur prosentase besarnya dana
yang berasal dari hutang.

Total Hutang
Analisis = x 100 %
Total Asset

2.184 .103.458
= x 100 %
3.100 .815.978

= 70,43 %

- Total Debt to Equity Ratio, rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan
dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.

Total Hutang
Analisis= x 100 %
Total Modal Sendiri

2.184 .103.458
= x 100 %
916.712.520

= 238,25 %

4. Rasio Aktivitas
- Total Assets Turn Over Rasio merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
perputaran semua aktiva yang dimiliki perusahaan dan mengukur berapa jumlah
penjualan yang diperoleh dari rupiah aktiva.

Total Pendapatan
Analisis = x 100 %
Total Aktiva

3.933.530 .272
= x 100 %
3.100.815 .978

= 126,85 %
Indikator 2013 2014
Imbalan kepada 1% (40,58 %)
pemegan saham
(ROE)
Imbalan Investasi 0,38 % (12,00%)
(ROI)
Rasio kas 48,30 % 35,61%
Rasio lancar 83,25 % 66,47%
Debt to Assets 61,37 % 70,43 %
Ratio
Total Debt to 163,14 % 238,25 %
Equity Ratio
Total Assets Turn 125,80 % 126,85 %
Over

Kesimpulan :
Dari hasil analisis keuangan PT. Garuda Indonesia dengan pendekatan rasio, dapat
dikatakan bahwa :
- Tren Rasio Likuiditas bertujuan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam melunasi
kewajiban jangka pendeknya. Penurunan yang terjadi pada rasio lancar dari tahun 2013 –
2014 yaitu sebesar 17% menunjukkan perusahaan berada dalam masalah likuiditas, di
mana aset lancar tidak mampu memenuhi kewajiban lancarnya. Apabila dikaitkan dengan
modal kerja perusahaan, maka PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tidak memiliki modal
kerja yang cukup untuk membiayai kebutuhan operasionalnya. Ini terjadi karena modal
yang ditanam ke dalam aktiva tidak lancar terlalu besar. Tren yang ditunjukkan oleh rasio
kas juga menurun sebesar 13%. Namun hal ini menunjukkan kondisi kecukupan kas
perusahaan masih memadai, karena masih dalam rasio 35%.

- Tren Rasio Profitabilitas bertujuan untuk menunjukan kemampuan memperoleh laba yang
berasal dari sumber daya yang dimiliki. Tren yang semakin menurun disebabkan laba
bersih yang didapat perusahaan terus menurun setiap tahunnya. Bahkan pada tahun 2014
perusahaan mengalami kerugian. Selain itu, penurunan ini disebabkan
aktiva yang dimiliki perusahaan tidak mampu menghasilkan laba yang tinggi. Hal ini
menunjukan bahwa manajemen tidak efektif memanfaatkan asetnya dalam rangka
memperoleh keuntungan.

- Tren Rasio Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi


segala kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Debt to Asset
ratio yang semakin tinggi dari tahun 2013-2014 menunjukan bahwa perolehan dana
kebanyakan berasal dari hutang. Terbukti dengan rasionya yang mencapai 70%. Tren
Debt to Equity juga semakin tinggi ditahun 2014 mencapai 238,25 %. Hal ini tidak
baik karena hutang melebihi modal yang ada. Jumlah modal yang dimiliki dari tahun
ketahun semakin berkurang, sementara total aset bertambah setiap tahunnya. Ini
menunjukkan masih tingginya jumlah modal bergerak perusahaan..