Anda di halaman 1dari 3

BAB III

PEMBAHASAN
Jawaban atas pertanyaan:
A. Jelaskan prosedur dan perbedaan cara pengambilan, penyimpanan dan
pengiriman spesimen sputum dalam bidang mikrobiologi dan patologi
anatomi!
Sputum adalah sekret mukus yang dihasilkan dari paru-paru, bronkus dan
trakea. (Sumber: Petunjuk Laboratorium Diagnostik R. Gandasoebrata:176)
SECARA UMUM
Cara pengambilan sputum secara umum:
1.
Pengambilan sputum sebaiknya dilakukan pada pagi hari, dimana
kemungkinan untuk mendapat sputum bagian dalam lebih besar. Atau juga
bisa diambil?sputum sewaktu. Pengambilan sputum juga harus dilakukan
sebelum pasien menyikat gigi.
2.
Agar sputum mudah dikeluarkan, dianjurkan pasien mengonsumsi air
yang banyak pada malam sebelum pengambilan sputum.
3.
Jelaskan pada pasien apa yang dimaksud dengan sputum agar yang
dibatukkan benar-benar merupakan sputum, bukan air liur/saliva ataupun
campuran antara sputum dan saliva. Selanjutnya, jelaskan cara mengeluarkan
sputum.
4.
Sebelum mengeluarkan sputum, pasien disuruh untuk berkumur-kumur
dengan air dan pasien harus melepas gigi palsu(bila ada).
5.
Sputum diambil dari batukkan pertama(first cough).
6.
Cara membatukkan sputum:
Tarik nafas dalam dan kuat(dengan pernafasan dada)?batukkan kuat sputum
dari bronkus?trakea?mulut?wadah penampung.
Wadah penampung berupa pot steril bermulut besar dan berpenutup(Screw
Cap Medium).
7.
Periksa sputum yang dibatukkan, bila ternyata yang dibatukkan adalah
air liur/saliva, maka pasien harus mengulangi membatukkan sputum.
8.
Sebaiknya, pilih sputum yang mengandung unsur-unsur khusus,
seperti, butir keju, darah dan unsur-unsur lain.
9.
Bila sputum susah keluar?lakukan perawatan mulut
Perawatan mulut dilakukan dengan obat glyseril guayakolat(expectorant)
200 mg atau dengan mengonsumsi air teh manis saat malam sebelum
pengambilan sputum.
10.
Bila sputum juga tidak bisa didahakkan, sputum dapat diambil secara:
- Aspirasi transtracheal
- Bronchial lavage
- Lung biopsy
Cara penyimpanan sputum:
Yaitu berbeda-beda untuk masing-masing departemen.
Cara pengiriman spesimen:
Baik spesimen yang dikirim dalam pot maupun wadah harus disertai dengan
data/keterangan, baik mengenai kriteria spesimen maupun pasien. Ada 2 data
yang harus disertakan, yaitu:
1. Data 1:
Pot/wadah dilabel dengan menempelkan label pada dinding luar pot. Proses
direct labelling yang berisi data: nama, umur, jenis kelamin, jenis spesimen,
jenis tes yang diminta dan tanggal pengambilan.
2. Data 2:
Formulir/kertas/buku yang berisi data keterangan klinis: dokter yang
mengirim, riwayat anamnesis, riwayat pemberian antibiotik terakhir(minimal
3 hari harus dihentikan sebelum pengambilan spesimen), waktu pengambilan
spesimen, dan keterangan lebih lanjut mengenai biodata pasien.
Jadi, data mengenai spesimen harus jelas: label dan formulir.
Spesimen tidak akan diterima apabila:
- Tidak dilengkapi dengan data yang sesuai.
- Jumlah yang dibutuhkan untuk pemeriksaan kurang.
- Cara pengambilan tidak sesuai dengan prosedur yang ada.
DEPARTEMEN MIKROBIOLOGI
Cara pengambilan sputum:
1. Cara pengambilan sputum yaitu sama seperti cara pengambilan sputum secara
umum.
2. Ingat untuk tetap menjaga viabilitas bakteri.
3. Volume sputum yang diperlukan: minimal 1 ml, biasanya 2-3 ml, sesuai
keperluan.
4. Perlu diperhatikan perbedaan teknik dan prosedur pengambilan bakteri biasa
dengan bakteri tahan asam(BTA).
5. Dalam pengambilan sputum untuk bakteri biasa?cukup sekali pengambilan
sputum yang dilakukan pada pagi hari. Dan untuk prosedur dan cara
membatukkan sputum dapat dilihat pada cara pengambilan sputum secara
umum diatas.
6. Dalam pengambilan sputum untuk bakteri tahan asam(BTA)?diperlukan 3
kali pengambilan sputum yang disebut sputum SPS(Sewaktu Pagi Sewaktu).
Cara penyimpanan sputum:
1. Penyimpanan: < 24 jam pada suhu ruang.
2. Penyimpanan pada pot steril berpenutup.
Cara pengiriman sputum:
1. Pengiriman: < 2 jam pada suhu ruang.
2. Bila tidak memungkinkan, simpan dalam media transport.
3. Media transport yang digunakan untuk spesimen sputum:
Cara pengambilan sputum:
1. Sputum diambil sesuai dengan prosedur pengambilan sputum secara umum.
2. Sputum langsung dibatukkan dalam Screw Cap Medium.
Cara penyimpanan sputum:
1. Sputum ditangani pada bagian sitologi dan termasuk dalam kriteria kental, sel
cukup banyak sehingga langsung dibuat preparat hapusnya.
2. Sputum langsung dihapus ke objek gelas dan langsung difiksasi dengan
alkohol 50-70%?dengan metode fiksasi pelapis(coating fixative).
3. Fiksasi pelapis yaitu fiksasi dengan campuran alkohol basa yang memfiksasi se
l-sel dan bahan seperti lilin yang membentuk lapisan pelindung yang tipis diatas
sel.
4. Cara membuat preparat hapus:
Ambil dahak dengan ose steril?Hapus ke objek gelas dengan ukuran 2x3
cm?Fiksasi dengan alkohol 50-70% dengan perbangingan 1:1
5. Alternatif lain selain fiksasi: simpan dalam lemari es 4°C.
6. Simpan dalam lemari es bersuhu -70°C untuk penyimpanan selama bertahun-
tahun.