Anda di halaman 1dari 13

Collecting Jurnal Keperawatan Ketoasidosis Diabetikum

NAMA : FARDATUL MUYASAROH

NIM : A11801747

KELAS : S1 KEPERAWATAN B

PROGRAM STUDI KEPERAWATAN PROGRAM SARJANA

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN MUHAMMADIYAH GOMBONG

2020
1. Judul Jurnal
a. Peningkatan Efektifitas Pola Napas Pada Pasien Ketoasidosis
Diabetik
Abstrak :
Ketoasidosis Diabetik (KAD) adalah keadaan darurat hiperglikemi
yang mengancam jiwa pasien dengan diabetes melitus dimana hasil
laboratorium menunjukkan pH, pCO2 dan HCO3 turun. Penulisan ini
bertujuan untuk memahami asuhan keperawatan pada pasien dengan
ketoasidosis diabetikum dengan pola napas tidak efektif di ICU
Rumah Sakit Roemani Muhammadiyah Semarang. Metode
menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan proses
keperawatan, tahapan studi dari pengkajian hingga evaluasi dengan
mengambil 2 pasien ketoasidosis diabetikum. Hasil dari intervensi
terapi oksigen dan 45o posisi semi fowler yaitu belum efektif untuk
pasien dengan masalah keperawatan pola napas tidak efektif. Hasil
proses keperawatan kedua pasien selama di ICU menunjukkan
masalah keperawatan pola nafas tidak efektif dan evaluasi
menunjukkan masalah dapat teratasi.

b. SUPPORT SYSTEM KELUARGA DALAM PENCEGAHAN


KETOASIDOSIS DIABETIK PADA ANAK DENGAN DM TIPE 1
Abstrak :
Ketoasidosis diabetik (KAD) merupakan komplikasi akut diabetes
melitus tipe 1 yang ditandai dengan dehidrasi, kehilangan elektrolit,
asidosis dan disebabkan oleh pembentukan keton yang berlebihan.
Keadaan ini merupakan gangguan metabolisme yang paling serius
dan mengancam jiwa. Namun demikian kejadian KAD dapat dicegah
dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan menejemen
diabetik yang benar. Penelitian bertujuan mengidentifikasidukungan
keluarga dalam mencegah ketoasidosis diabetik.Desain penelitian
kualitatif digunakan pada penelitian ini dengan pendekatan
phenomenology. Data dikumpulkan dengan tehnik wawancara tidak
terstruktur kemudian dianalisis dengan tehnik Van Manen.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa support sistem keluarga dapat
dilakukan dengan cara membawakan bekal makan atau minum untuk
kegiatan di luar rumah, mengkomunikasikan penyakit anak kepada
pihak lain di luar rumah (sekolah, tetangga, saudara), melakukan
injeksi insulin, pengawasan diet, serta kunjungan rutin ke rumah sakit.
Anak dengan DM tipe 1 berada pada usia yang sangat muda
sehingga dalam hal perawatan dan penatalaksanaan diabetesnya
sangat tergantung pada orang tua selaku penanggung jawab dalam
perawatan anak. Dukungan orang tua dalam perawatan anak dengan
DM tipe 1 sangat berdampak pada pencegahan terjadinya komplikasi
seperti ketoasidosis diabetik.

c. KORELASI GLUKOSA DAN KETON DARAH PADA PASIEN UNIT


GAWAT DARURAT DAN RAWAT INAP PENDERITA DIABETES
MELITUS TIPE 2 DI RSAU DR. ESNAWAN ANTARIKSA JAKARTA
Abstrak :
Secara epidemiologi diperkirakan pada tahun 2030 prevalensi
Diabetes Melitus (DM) di Indonesia mencapai 21,3 juta orang.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar tahun 2013, prevalensi DM
tertinggi terdapat di Yogyakarta (2,6%), DKI Jakarta (2,5%) dan
Sulawesi Utara (2,4%). Diabetes melitus merupakan penyakit kronik
yang menyebabkan gangguan pada metabolisme, disebabkan
kurangnya produksi insulin yang diperlukan dalam proses perubahan
glukosa menjadi energi. Ketika tubuh tidak memiliki cukup glukosa,
hati mengubah lemak menjadi keton. Berlebihnya keton yang ada di
dalam darah disebut ketosis. Diabetes melitus tipe 2 paling banyak
ditemukan di masyarakat. Terjadinya ketosis dan kemudian asidosis
dapat menyebabkan kegawatan pada penyandang DM (ketoasidosis).
Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui tingkat
ketoasidosis pada pasien DM tipe 2 di unit gawat daraurat (UGD) dan
rawat inap sehingga penanganannya dapat lebih tepat. Metode yang
dilakukan yaitu observasi potong lintang, subyek penelitian sebanyak
86 orang DM tipe 2 di UGD dan rawat inap berdasarkan rekam medik.
Hasil yang diperoleh korelasi lemah (r= 0,352, p= 0,007) pada pasien
UGD dan korelasi cukup (r= 0,570, p= 0,001) pada pasien rawat inap.
Pada pasien UGD tidak mengalami ketoasi dosis berat dibandingkan
dengan pasien rawat inap, antara lain berhubungan dengan durasi
patofisiologi. Kesimpulan dan Saran yaitu pasien rawat inap harus
dilakukan penatalaksanaan ketoasidosis yang lebih tepat.

Daftar Kumpulan Jurnal

No Author Tahun Sampel Metode Hasil Kesimpulan


1. Prema 2020 Asuhan Studi ini Hasil Pasien
Rinawati, keperawa menggunakan pengkajian Ketoasidosis
Chanif tan pada studi kuatitatif yang didapat Diabetik dirawat
Chanif dua Penulisan pada pasien dengan
pasien Karya Ilmiah Ny.R sebagai diagnosa medis
dengan Akhir Ners ini berikut, usia 69 KAD yang
diagnosa menggunakan tahun, didukung dari
medis studi deskriptif kesadaran hasil pengkajian
ketoasido dengan menurun, nafas pasien yaitu
sis pendekatan cepat dan masalah
diabetik asuhan dalam pernafasan, gula
dan keperawatan, (kusmaul), RR darah tinggi, dan
masalah tahapan studi 29 x/menit, memiliki riwayat
keperawa dari SpO2 98%, DM. Diagnosa
tan pengkajian pasien keperawatan
utama sampai mengalami utama yang
pola evaluasi. stroke, data diangkat pada
nafas Asuhan penunjang kasus ini adalah
tidak keperawatan keton positif, pola nafas tidak
efektif pada dua pH 7,2, dan efektif.
pasien dengan HCO3 18 Implementasi
diagnosa mmol/L, keperawatan
medis memiliki riwayat pada diagnosa
ketoasidosis hipertensi, TD pola nafas tidak
diabetik dan 201/105 mmHg. efektif berfokus
masalah Pada pasien pada terapi
keperawatan Ny.S dengan oksigen dan
utama pola usia 67 tahun, monitor tanda-
nafas tidak pasien tanda vital.
efektif, yang mengeluh Perawat juga
dikelola sesak nafas, memberikan
selama 2-3 nafas cepat dan tindakan
hari dalam nonfarmakologi
perawatan. (kusmaul), RR untuk mengatasi
31 x/menit, masalah
SpO2 96%, keperawatan
data penunjang tersebut.
keton postif, pH Evaluasi yang
7,1, HCO3 19 diperoleh dari
mmol/L, pasien kedua pasien
mengatakan selama di ICU
tidak memiliki masalah
riwayat keperawatan
hipertensi, TD pola nafas tidak
199/115 mmHg. efektif teratasi.
Pada kedua
pasien tidak
ada sumbatan
jalan nafas,
tidak terdapat
edema pada
ekstremitas.
2. Ana Fitria 2019 wawanca Penelitian ini Hasil Berdasarkan
Nusantara ra tidak menggunakan penelitianini hasil penelitian
,Sunanto , terstruktu metode akan didapatkan
Achmad r penelitian memaparkan kesimpulan
Kusyairi pada 24 kualitatif tentang bentuk bahwa
responde dengan support dukungan
n yang pendekatan systemkeluarga keluarga dalam
terdiri Phenomenolo yang dalam hal mencegah
dari 12 gy ini adalah orang kejadian KAD
orangtua Hermenuetic. tua baik ayah pada anak dapat
dan Dimana data ataupun ibu berupa tindakan
12 orang dikumpulkan dalam orang tua
anak menggunakan pencegahan membawakan
penderita metode terjadinya bekal makanan
DM Type wawancara ketoasidosis atau minuman
I tidak diabetik pada ketika anak di
terstruktur anak dengan luar rumah dan
pada 24 diabetes mengkomunikasi
responden melitus tipe 1. kan tentang
yang terdiri Data akan penyakit anak
dari 12 disajikan dalam pada pihak
orangtua dan bentuk tabel terkait di luar
12 orang anak dan narasi. rumah (sekolah,
penderita DM teman dan
Type I. tetangga).
Wawancara
berlangsung
selama 45-60
menit. Hasil
wawancara
ditranskrip dan
untuk
mendapatkan
tema, hasil
wawancara
dianalisis
menggunakan
Van Mannen.
3. Ellis 2018 sampel Rancangan Berdasarkan pasien DM tipe 2
Susanti, penelitian penelitian ini analisa hasil terbanyak
Dara adalah menggunakan penelitian diderita pasien
Masita, pasien metode sebanyak 86 perempuan yaitu
Imas penderita observasi pasien DM tipe 50 orang (58,1
Latifah DM tipe 2 potong lintang. 2 di UGD dan %).dengan usia
di Subyek rawat inap 61-80 tahun
RSPAU penelitian berdasarkan sebanyak 53
dr. sebanyak 86 rekam medic di orang (61,6%);
Esnawan pasien DM RSPAU dr. dari seluruh
Antariksa tipe 2 di UGD Esnawan pasien didapat
Jakarta dan rawat inap Antariksa pasien UGD
Timur berdasarkan Jakarta Timur yang memiliki
periode rekam medik. periode bulan nilai rata-rata
bulan Mei Populasi dan Mei 2015 GDS tertinggi
2015 sampel hingga bulan yaitu 385 mg/dl
hingga penelitian April 2016 dan Keton darah
bulan adalah pasien didapat hasil 2,4 mmol/L;
April penderita DM Distribusi Pada pasien
2016. tipe 2 di frekuensi UGD tidak
Teknik RSPAU dr. penderita DM mengalami
pengump Esnawan tipe 2 ketoasidosis
ulan data Antariksa berdasarkan berat
dilakukan Jakarta Timur usia,dengan dibandingkan
melalui periode bulan rentanga 37-79 dengan pasien
tahapan Mei 2015 tahun. Terdapat rawat inap; Pada
pendataa hingga bulan 5,8% pada usia pasien rawat
n April 2016. 20-40 tahun, inap harus
terhadap Teknik 32,5% pada dilakukan
pasien pengumpulan usia 41-60 penatalaksanaa
DM tipe 2 data dilakukan tahun dan n ketoasidosis
di UGD melalui 61,7% pada yang lebih tepat.
dan rawat tahapan usia 61-80
inap pendataan tahun.
RSPAU terhadap Jenis kelamin
dr. pasien DM penderita DM
Esnawan tipe 2 di UGD tipe 2 Distribusi
Antariksa dan rawat inap frekuensi
berdasar RSPAU dr. penderita DM
kan Esnawan tipe 2
rekam Antariksa berdasarkan
medik, berdasarkan jenis kelamin,
melakuka rekam medik, laki-laki
n melakukan sebanyak
pemeriks pemeriksaaan 41,8%
aaan glukosa darah sedangkan
glukosa sewaktu dan perempuan
darah keton darah sebanyak 58,2
sewaktu dan mengolah %.
dan keton data hasil Grafik Nilai
darah pemeriksaan. GDS penderita
dan Teknik statistik DM tipe 2 Data
mengolah berdasarkan pemeriksaan
data hasil perhitungan GDS terdapat
pemeriks persentase kadar sebanyak
aan. terhadap 27,9%.
distribusi Grafik Kadar
frekuensi Keton Darah
penderita DM penderita DM
tipe 2 tipe 2 Data
berdasarkan pemeriksaan
usia, jenis keton darah
kelamin. terdapat kadar
Kemudian 0,5-2,0 mmol/L
menghitung sebanyak
rentang dan 54,6%, kadar
rerata hasil 2,1-4,5 mmol/L
pemeriksaan sebanyak
glukosa dan 41,8% dan
keton serta kadar >4,6
terhadap nilai mmol/L
rujukan, sebanyak 3,4%;
menghitung Tabel 1 Data
rerata, rentang rata-rata hasil
dan pemeriksaan
persentase GDS pasien
hasil UGD yaitu 385
pemeriksaan mg/dl
glukosa darah sedangkan
sewaktu dan pada pasien
keton darah. rawat inap yaitu
Untuk 268 mg/dl. Dan
menentukan rata-rata hasil
korelasi, pemeriksaan
sebelumnya Keton darah
dilakuka uji pada pasien
normalitas. UGD yaitu 2,4
Sehubungan mmol/L
hasil sedangkan
berdistribusi pada pasien
normal maka rawat inap yaitu
dilanjutkan 1,4 mmol/L.
dengan korelasi GDS
menghitung dan Keton
korelasi Darah didapat
menggunakan korelasi lemah
uji korelasi (r= 0,352, p=
Pearson. 0,007) pada
pasien UGD
dan korelasi
cukup (r=
0,570, p=
0,001) pada
pasien rawat
inap.

Daftar Pustaka
Prema Rinawati, Chanif Chanif, 2020, Peningkatan Efektifitas Pola Napas Pada
Pasien Ketoasidosis Diabetik, Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas
Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Semarang

Ana Fitria Nusantara,Sunanto, Achmad Kusyairi, 2019, SUPPORT SYSTEM


KELUARGA DALAM PENCEGAHAN KETOASIDOSIS DIABETIK PADA ANAK
DENGAN DM TIPE 1, JI-KES: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 3, No. 1

Ellis Susanti, Dara Masita, Imas Latifah, 2018, KORELASI GLUKOSA DAN
KETON DARAH PADA PASIEN UNIT GAWAT DARURAT DAN RAWAT INAP
PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSAU DR. ESNAWAN
ANTARIKSA JAKARTA, Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 10 (2)

Lampiran Jurnal Asli