Anda di halaman 1dari 6

Jurnal Peternakan Indonesia, Juni 2017 Vol.

19 (2): 79-84
ISSN 1907-1760 E-ISSN 2460-3716

Jumlah Coliform, BAL dan Total Bakteri Usus Halus Ayam Broiler yang Diberi Kunyit
(Curcuma domestica)

Total Coliform, Acid Bacteria and Total Bacteria in Intestine of Broiler Chicken Given
Turmeric

R. Halimatunnisroh*, T. Yudiarti dan Sugiharto


Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang, 50275
E-mail: halimatunnisrohrisa@gmail.com
(Diterima: 20 Maret 2017; Disetujui: 4 Mei 2017)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan kunyit terhadap total
bakteri coliform, bakteri asam laktat (BAL) dan total bakteri dalam usus halus ayam broiler. Materi yang
digunakan yaitu 200 ekor ayam broiler DOC (Day Old Chick), strain Lohman, bobot badan rata-rata
41,48 ± 0,99 g. Ternak dipelihara selama 35 hari dan perlakuan pemberian air rebusan kunyit pada air
minum mulai diberikan pada umur 11 hari. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 8 ekor. Perlakuan yang
digunakan yaitu T0 (100% air), T1 (25% air rebusan kunyit : 75% air), T2 (50% air rebusan kunyit : 50%
air), T3 (75% air rebusan kunyit : 25% air), dan T4 (100% air rebusan kunyit). Parameter yang diamati
yaitu jumlah coliform, BAL, dan total bakteri dalam usus halus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberian air rebusan kunyit pada air minum ayam broiler berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap jumlah
BAL dan total bakteri, tetapi tidak berpengaruh (p>0,05) terhadap jumlah coliform. Keimpulannya,
bahwa pemberian air rebusan kunyit tidak meningkatkan/menurunkan total bakteri coliform tetapi
menurunkan total bakteri dan meningkatkan total BAL.
Kata kunci: kunyit, ayam broiler, bakteri

ABSTRACT

The aim of this study was to investigate the effect of boiled turmeric water on total coliform
bacteria, lactic acid bacteria (BAL) and total bacteria in the small intestine of broiler chicken. 200 day-
old-chick (DOC) Lohman strain with the average initial body weight of 41,48 ± 0,99 g were used.
Chickens kept for 35 days and the treatment of turmeric water in drinking water start given at 11 days
old. The experimental design was Completely Randomized Design (RAL) were used with 5 treatments
and 5 replications, which each replication consist of 8 chicken. The treatments were T0 (100% water),
T1 (25% boiled turmeric water : 75% water), T3 (75% boiled turmeric water : 25% water), and T4
(100% boiled turmeric water). Parameters that investigated were total coliform, BAL, and total bacteria
in the small intestine. The results of boiled turmeric water in drinking water of broiler chicken small
intestine that shows significant different (p<0,05) on total BAL and total bacteria but showing no
different (p>0,05) on total coliform. Conclusion, that boiled turmeric water in drinking water not
increasing/decreasing total coliform but decreasing total bacteria and increasing BAL.
Keywords: tumeric, broiler, bacteria

PENDAHULUAN tidak membutuhkan tempat luas dalam


pemeliharaan, pertumbuhan cepat dan
Ayam broiler merupakan salah satu memiliki efisiensi pakan yang baik (Estancia
komoditas peternakan yang banyak diminati et al., 2012). Pertumbuhan dan produksi
oleh konsumen karena memiliki kandungan ayam broiler dapat dipengaruhi oleh
nutrisi yang tinggi dengan harga yang lebih beberapa faktor diantaranya yaitu kesehatan
murah dibandingkan dengan ternak lain. ayam broiler.
Ayam broiler memiliki sifat unggul yaitu

Jumlah Coliform, BAL dan « (Halimatunnisroh et al.) 79


Vol. 19 (2): 79-84

Saluran pencernaan merupakan organ 0,2% pada pakan mampu meningkatkan total
yang memiliki fungsi sebagai pencerna bakteri asam laktat pada usus halus ayam
pakan serta fungsi imunologis (sebagian broiler dari 13,99 log cfu/ml menjadi 17,09
besar sel-sel imun diproduksi di usus). log cfu/ml. Berdasarkan latar belakang
Terkait dengan fungsi pencerna pakan, diatas, maka dilakukan penelitian untuk
penyerapan nutrisi pakan dapat berlangsung melihat jumlah bakteri coliform, bakteri
optimal apabila kondisi usus dalam keadaan asam laktat, dan total bakteri dalam usus
sehat dan baik. Kesehatan usus salah satunya halus dari ayam broiler yang diberi air
dipengaruhi oleh populasi mikroba yang ada rebusan kunyit.
didalamnya diantaranya yaitu bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk
Bakteri menguntungkan yang ada di usus mengetahui jumlah bakteri coliform, bakteri
halus misalnya bakteri asam laktat (BAL) asam laktat, dan total bakteri dalam usus
sedangkan bakteri patogen misalnya bakteri halus dari ayam broiler yang diberi air
coliform. rebusan kunyit. Manfaat dari penelitian ini
Jumlah bakteri coliform dalam usus adalah memberikan informasi mengenai
halus dapat diminimalisir dengan potensi air rebusan kunyit sebagai alternatif
penambahan antibiotik yang merupakan pengganti antibiotik sintetik ayam broiler.
suatu zat yang dapat mengontrol
pertumbuhan bakteri patogen. Akan tetapi, METODE
antibiotik yang digunakan dalam waktu yang
panjang dapat menimbulkan residu antibiotik Tempat Penelitian
pada daging ayam broiler sehingga Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
berbahaya bagi konsumen dan menimbulkan Oktober±Desember 2016 di Kandang
resisten antibiotik (Anggitasari et al., 2016). Unggas, Laboratorium Produksi Ternak
Karena adanya dampak negatif yang timbul Unggas dan di Laboratorium Fisiologi dan
akibat penggunaan antibiotik, maka perlu Biokimia, Fakultas Peternakan dan
pengganti salah satunya yaitu kunyit. Pertanian, Universitas Diponegoro,
Kunyit (Curcuma domestica) dapat Semarang.
digunakan sebagai antibiotik alami karena Materi Penelitian
mengandung kurkumin yang mampu Penelitian menggunakan materi
menekan pertumbuhan mikroba patogen berupa 200 ekor ayam broiler DOC (Day
(Natsir et al., 2016). Kurkumin dapat Old Chick), strain Lohman jenis kelamin
mendenaturasi dan merusak membran sel jantan dan betina, bobot badan rata-rata
bakteri patogen sehingga proses 41,48 ± 0,99 g. Jumlah kandang yang
metabolismenya terganggu, pertumbuhan digunakan berjumlah 25 petak dengan alas
bakteri berkurang dan aktivitasnya menjadi berupa sekam, pemeliharaan ayam dilakukan
terhambat. Penurunan jumlah bakteri sampai umur 35 hari. Bahan pakan berupa
patogen akan meningkatkan jumlah bakteri pakan komersil yang berasal dari pabrik
non patogen diantaranya yaitu bakteri asam (Tabel 1.) dan bahan baku air minum berupa
laktat (BAL). Penambahan kunyit pada level

Tabel 1. Kandungan Nutrisi Pakan.


B±11S (Starter) BR±IAJ (Finisher)
Kandungan Nutrien
----------(%)----------
Kadar Air (Max.) 13,0 13,0
Protein 21,0 ± 23,0 20,5 ± 22,5
Lemak (Min.) 5,0 5,0
Serat Kasar (Max.) 5,0 5,0
Abu (Max.) 7,0 7,0
Kalsium (Min.) 0,9 0,9
Fosfor (Min.) 0,6 0,6

80 Jumlah Coliform, BAL dan « (Halimatunnisroh et al.)


Vol. 19 (2): 79-84

air dan kunyit. Kunyit diperoleh dari daerah pengujian. Sterilisasi alat, medium, dan
Tembalang, Semarang. Alat yang digunakan tabung reaksi yang berisi aquades 9 ml.
dalam kandang berupa tempat pakan dan Sterilisasi alat dengan menggunakan oven
minum, timbangan analitik, kompordan suhu 170ºC selama 1 jam sedangkan
termohygrometer. sterilisasi medium dan tabung reaksi
Alat yang digunakan untuk analisis menggunakan autoklaf selama 15 menit.
bakteri yaitu oven, autoklaf, erlenmeyer, Pengenceran sampel yaitu dengan cara
pipet, tabung reaksi, cawan petri, inkubator, 1 gr cairan digesta dimasukkan kedalam
dan hand counter. Medium yang digunakan tabung reaksi pertama yang berisi 9 ml
untuk menumbuhkan bakteri yaitu PDA aquades kemudian dilakukan homogenisasi
(Potato Dextrose Agar), Mac Conkey Agar, dan diperoleh pengenceran 10-1. 1 ml dari
dan MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar). tabung pertama kemudian dimasukkan ke
Pelaksanaan Penelitian tabung kedua, tabung tersebut dikocok
Penelitian menggunakan rancangan hingga homogen dan diperoleh pengenceran
acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 10-2, 1 ml dari tabung kedua kemudian
5 ulangan, tiap unit percobaan terdiri dari 8 dimasukkan ke tabung ketiga, tabung
ekor ayam broiler. Perlakuan pemberian air tersebut dikocok dan diperoleh pengenceran
rebusan kunyit dilakukan pada saat ayam 10-3, dilakukan pengenceran sampai 10-10.
berumur 11 hari hingga berumur 35 hari. Medium yang telah disterilisasi kemudian
Perlakuan yang diberikan adalah T0 = 100% dituangkan kedalam cawan petri dan
air biasa, T1 = 25% air rebusan kunyit + ditunggu sampai padat. Uji coliform
50% air biasa, T2 = 50% air rebusan kunyit menggunakan pengenceran 10-3 dan 10-4
+ 50% air biasa ,T3 = 75% air rebusan sebanyak 1 ml dan diteteskan pada cawan
kunyit + 25% air biasa, T4 = 100% air petri yang berbeda. Uji bakteri asam laktat
rebusan kunyit. menggunakan pengenceran 10-5 dan 10-6,
Air rebusan kunyit diperoleh dengan cawan petri ditambah anaerocult dan
cara 167 gram kunyit segar digeprek hingga dibungkus plastik untuk membuat suasana
halus, kemudian direbus selama 10 menit anaerob. Uji total bakteri menggunakan
dalam 10 liter air biasa yang telah mendidih pengenceran 10-9 dan 10-10. Cawan berisi
selanjutnya didinginkan. Pembuatan air sampel diinkubasi pada suhu 37ºC selama 24
minum dengan cara mencampur air rebusan jam untuk uji bakteri coliform serta total
kunyit dengan air biasa sesuai dengan bakteri dan suhu 37ºC selama 48 jam untuk
presentase perlakuan. uji bakteri asam laktat. Setelah diinkubasi
Komposisi dan kandungan nutrisi koloni dihitung berdasarkan jenis bakteri
pakan dapat dilihat pada Tabel 1. Tahap yang terlihat selanjutnya perhitungan jumlah
pelaksanaan penelitian dengan pemberian bakteri yang sesungguhnya menggunakan
pakan dan air minum setiap hari secara rumus excel.
adlibitum.Parameter yang diamati yaitu
jumlah bakteri coliform, bakteri asam laktat, HASIL DAN PEMBAHASAN
dan total bakteri pada usus halus.
Perhitungan total bakteri menggunakan Total bakteri, bakteri coliform, dan
metode TPC (Total Plate Count). Bakteri Asam Laktat (BAL) pada usus halus
Pengambilan sampel dilakukan ketika ayam broiler akibat pemberian air rebusan
ayam berumur 35 hari. Ayam diambil 1 ekor kunyit disajikan dalam Tabel 2.
secara acak dari masing-masing flok Total Bakteri pada Usus Halus Ayam
kemudian ayam disembelih dan diambil Broiler
bagian usus halusnya. Cairan digesta yang Hasil analisis ragam menunjukkan
ada di dalam usus halus diambil kemudian bahwa terdapat pengaruh perlakuan
diletakkan di dalam plastik klip selanjutnya pemberian air rebusan kunyit pada air
dibawa ke laboratorium untuk dilakukan minum terhadap total bakteri dalam usus

Jumlah Coliform, BAL dan « (Halimatunnisroh et al.) 81


Vol. 19 (2): 79-84

Tabel 2. Total bakteri, bakteri coliform, dan bakteri asam laktat pada usus halus ayam broiler
pada berbagai dosis penambahan air rebusan kunyit dalam air minum.
Perlakuan Total Bakteri Coliform BAL
........... (cfu/g) ..............
T0 4,2 x 1012 a 1,7 x 106 1,3 x 108 ab
12 ab 6
T1 2,2 x 10 0,7 x 10 4,2 x 108 a
12 bc 6
T2 0,8 x 10 1,6 x 10 1,1 x 108 b
12 bc 6
T3 1,1 x 10 1,3 x 10 2,5 x 108 ab
T4 0,4 x 1012 c 1,0 x 106 4,1 x 108 a
Keterangan: Superskrip yang berbeda pada kolom yang sama menunjukkan perbedaan nyata (P<0,05)

halus ayam broiler (P<0,05). Total bakteri jenis bakteri S. aureus, Trichophyton
menunjukkan jumlah semua bakteri yang ada gypseum, Salmonella paratyphi, dan
didalam usus halus ayam broiler baik bakteri Mycobacterium tuberculosis.
patogen maupun bakteri non patogen. Jumlah Bakteri Coliform pada Usus
Pemberian air rebusan kunyit pada penelitian Halus Ayam Broiler
ini dapat menurunkan total bakteri pada usus Jumlah bakteri coliform pada usus
halus ayam broiler (T0 vs T1, T2, T3 dan halus ayam broiler akibat pemberian air
T4). Hal ini sesuai dengan pendapat rebusan kunyit disajikan dalam Tabel 2.
Namagirilakshmi et al. (2010) bahwa Hasil perhitungan analisis ragam
penambahan kunyit dengan level 1% pada menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh
pakan mampu menurunkan total bakteri pada perlakuan pemberian air rebusan kunyit
usus halus ayam broiler sebanyak 48% (P>0,05) terhadap jumlah bakteri coliform
dibandingkan dengan kontrol. Penurunan pada usus halus ayam broiler. Total bakteri
total bakteri disebabkan karena kunyit coliform pada kontrol (T0) yaitu 1,7 x 106
mengandung senyawa kurkuminyang cfu/g (6,2 log cfu/ml). Khosravivar et al.
bersifat antimikroba, yaitu senyawa yang (2014) menyatakan bahwa jumlah bakteri
dapat menurunkan jumlahmikroba patogen coliform pada usus ayam broiler periode
termasuk didalamnya yaitu bakteri patogen. finisher yaitu 6,04 log cfu/g. Tidak
Sebagaimana pendapat Natsir et al. (2016) berpengaruhnya perlakuan terhadap jumlah
menyatakan bahwa kunyit dapat digunakan bakteri coliform diduga akibat senyawa
sebagai pengganti antibiotik sintetik karena antimikrobial kurkumin pada kunyit tidak
mengandung senyawa aktif kurkumin yang efektif menekan jumlah bakteri coliform,
mampu menekan mikroba patogenpada namun kurkumin mampu menurunkan
ayam broiler. jumlah bakteri patogen selain bakteri
Bakteri yang menurun dimungkinkan coliform. Moghadamtousi et al. (2014) dan
adalah bakteri patogen selain bakteri Selvam et al. (2012) menyatakan bahwa
coliform, karena hasil penelitian (Tabel 2) senyawakurkuminyang terdapat pada kunyit
menunjukkan tidak terdapat pengaruh mampu menurunkan total bakteri E.coli, P.
pemberian air rebusan kunyit terhadap Aeruginosa, Staph. auerus dan S. Epidermis,
jumlah bakteri coliform (P>0,05). Albazaz Pseudomonas auruginosa, Vibrio harveyi.
dan Bal (2014) menyatakan bahwa mikroba Enterococcus faecolis, S. lutea, Vibrio
yang ada didalam usus halus unggas cholera yang merupakan kelompok bakteri
diantaranya yaitu bakteri (predominan), patogen.
fungi, dan protozoa. Katukurunda et al. Pemberian air rebusan kunyit pada
(2015) menyatakan bahwa ekstrak kunyit ayam broiler penelitian ini bertujuan untuk
dapat digunakan sebagai antimikrobial yang menurunkan jumlah bakteri patogen dalam
akan melawan bakteri, fungi, virus, dan usus halus ayam broiler karena kunyit
kapang. Teow et al. (2016) menyatakan mengandung senyawa kurkumin yang
bahwa bakteri yang akan menurun akibat merupakan senyawa antibakteri. Prinsip
adanya senyawa kurkumin diantaranya yaitu kerja dari senyawa antibakteri yaitu

82 Jumlah Coliform, BAL dan « (Halimatunnisroh et al.)


Vol. 19 (2): 79-84

menghambat pertumbuhan suatu bakteri atau halus ayam broiler dibandingkan perlakuan
merusak sel bakteri sehingga bakteri tersebut lainnya (level 0,25%, 0,50%, 0,75%). Al-
mati. Penurunan jumlah bakteri patogen Mashhadani (2015) menyatakan bahwa
diharapkan mampu meningkatkan jumlah penambahan kunyit pada pakan mampu
bakteri menguntungkan pada usus halus meningkatkan total BAL terlihat dari data T1
ayam broiler. Sesuai dengan pendapat Natsir (kontrol) yaitu 13,99 log cfu/ml, T2 (0,2%)
et al. (2016) menyatakan bahwa kunyit yaitu 17,09 log cfu/ml, T3 (0,4%) yaitu
(Curcuma domestica) dapat digunakan 17,03 log cfu/ml dan T4 (0,6%) yaitu
sebagai antibiotik alami karena mengandung 16,81% log cfu/ml.
senyawa aktif kurkumin yang mampu Fluktuasi jumlah BAL berhubungan
menekan mikroba patogen. dengan jumlah bakteri coliform yaitu
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin sedikit jumlah bakteri coliform
total coliform pada usus halus ayam broiler cenderung meningkatkan jumlah BAL
tidak berbeda antar perlakuan (P>0,05). semakin meningkat dan begitu juga
Meskipun begitu, terdapat kecenderungan sebaliknya. Hal ini menunjukkan terjadinya
penambahan air rebusan kunyit mampu competitive ecxclusion yaitu kompetisi antar
menurunkan total bakteri coliform bakteri (dalam hal ini BAL dan bakteri
dibandingkan dengan T0 (tanpa perlakuan). coliform) untuk mendapatkan ruang dan
Sesuai dengan pendapat Yulika (2009) yang nutrisi dalam usus halus. Nevy dan Tafsin
menyatakan bahwa mekanisme kerja (2008) menyatakan bahwa salah satu faktor
senyawa antibakteri yaitu mempengaruhi yang mempengaruhi populasi bakteri dalam
sintesis dinding sel, mengganggu atau usus halus yaitu kemampuan berkompetisi
merusak fungsi membran, menghambat dalam mendapatkan nutrisi dan ruang dalam
sintesis asam nukleat, dan menghambat usus halus. Sesuai dengan pendapat Higgins
sistesis protein pada bakteri patogen. Gupta et al. (2007) menyatakan bahwa
et al. (2015) menyatakan bahwa hasil penambahan bakteri asam laktat pada seka
pemeriksaan mikroskopis menunjukkan ayam broiler mampu menurunkan jumlah
bahwa senyawa kurkumin yang ada pada bakteri patogen Salmonella dalam seka ayam
kunyit mampu mendeformasi morfologis sel broiler (3,40 log cfu/ml menjadi 1,87 log
bakteri patogen, yaitu dengan cfu/ml), hal ini menunjukkan adanya
merusaksitoplasma sehingga mengalami competitive exclusion antara bakteri asam
gangguan sel dan bakteri patogen mengalami laktat dan Salomonella untuk mendapatkan
lisis. ruang dalam seka.
Jumlah Bakteri Asam Laktat (BAL) pada
Usus Halus Ayam Broiler KESIMPULAN
Jumlah bakteri asam laktatpada usus
halus ayam broiler akibat pemberian air Berdasarkan hasil penelitian ini dapat
rebusan kunyit disajikan dalam Tabel 2. disimpulkan bahwa pemberian air rebusan
Hasil perhitungan analisis ragam kunyit mampu meningkatkan total bakteri
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh asam laktat dan memberikan hasil yang
(P<0,05) perlakuan terhadap jumlah BAL. terbaik pada perlakuan T1 yaitu 4,2 x 108
Total BAL pada penelitian ini yaitu 1,3 x 108 cfu/g. Perlakuan mampu menurunkan total
(cfu/g) (T0). Hasil penelitian menunjukkan bakteri dan memberikan hasil terbaik pada
bahwa perlakuan pemberian air rebusan perlakuan T4 yaitu 0,4 x 1012 cfu/g, tetapi
kunyit cenderung meningkatkan jumlah tidak menaikkan/menurunkan total bakteri
BAL pada usus halus ayam broiler (T0 vs coliform di dalam usus halus ayam broiler.
T1, T3, dan T4). Hal ini sesuai dengan
pendapat Namagirilakshmi et al. (2010) DAFTAR PUSTAKA
bahwa penambahan kunyit dengan level 1%
pada pakan mampu meningkatkan total Albazaz, R.I. dan E.B.B. Bal. 2014.
bakteri asam laktat paling tinggi pada usus Microflora of digestive tract in

Jumlah Coliform, BAL dan « (Halimatunnisroh et al.) 83


Vol. 19 (2): 79-84

poultry. KSU Doga Bil. Derg. 17 (1): Moghadamtousi, S.Z., A.K. Habsah, H.
39-42. Pouya, T. Hassan, A. Sazaly dan Z.
Almashhadani, H.E. 2015. Effect of different Keivan. 2014. A Review on
levels of turmeric (Curcuma longa) antibacterial, antiviral, and antifungal
supplementation on broiler activity of curcumin. Hindawi
performance, carcass characteristic Publishing Corporation BioMed
and bacterial count. Egypt. Poult. Sci. Research International. 1-12.
35 (1): 25-39. Namagirilakshmi, S., P. Selvaraj., K.
Anggitasari, S., O. Sjofan dan I.H. Djunaid. Nanjappan., S. Jayachandran dan P.
2016. Pengaruh beberapa jenis pakan Visha. 2010. Turmeric (Curcuma
komersil terhadap kinerja produksi Longa) as an alternative to in-feed
kuantitatif ayam pedaging. Buletin antibiotic on the gut health of broiler
Peternakan. 40 (3): 287-196. chickens. Tamilnadu Journal of
Estancia, K., Isroli dan Nurwantoro. 2012. Veterinary and Animal Sciences. 6
Pengaruh pemberian ekstrak kunyit (3): 148-150.
(Curcuma domestica) terhadap kadar Natsir, M. H., E. Widodo dan Muharlien.
air, protein dan lemak daging ayam 2016. Penggunaan kombinasi tepung
broiler. Animal Agriculture Journal. 1 kunyit (Curcuma domestica) dan jahe
(2): 31-39. (Zingiber officinale) bentuk
Gupta, A., S. Mahajan dan R. Sharma. 2015. enkapsulasi dan tanpa enkapsulasi
Evaluation of antimicrobial activity of terhadap karakteristik usus dan
Curcuma longa rhizome extract mikroflora usus ayam pedaging.
against Staphylococcus aureus. Buletin Peternakan. 40 (1): 1-10.
Biotechnology Reports. 6 : 51-55. Nevy, D.H. dan M. Tafsin. 2008.
Higgins, J.P., S.E. Higgins., J.L. Vicente., Penggunaan mannanoligosakaridas
A.D. Wolfenden., G. Tellez dan B.M. dari bungkil inti kelapa sawit sebagai
Hargis. 2007. Temporal Effects of pengendali Salmonella pada ternak
Lactic Acid Bacteria Probiotic Culture unggas. Fakultas Pertanian,
on Salmonella in Neonatal Broilers. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Poultry Science 86 : 1662-1666. (Karya Ilmiah).
Katukurunda, K.G.S.C., M.K.W. Gamage., Selvam, R., A.J.A.R. Singh dan K. Kalirajan.
H.A.A.Y. Buddhika., S.D. Prabhashini 2012. Anti-microbial activity of
dan D. Senaratna. 2015. Comparison turmeric natural dye against different
of microbial aspects, ammonia bacterial strains. J. of Applied
emission rates and properties of Pharmaceutical Science. 2 (6): 210-
broiler and layer litters after 212.
application of turmeric (Curcuma Teow, S., L. Kitson, A. A. Syed, S.K. Alan
longa) powder. IJIRT. 2 : 19-24. dan P. Suat-Cheng. 2016.
Khosravifar, O., Y. Ebrahimnezhad., N. Antibacterial action of curcumin
Maherisis., R.S.D. Nobar dan G. against Staphylococcus aureus: A
Galekandi. 2014. Effect of some Brief Review. Hindawi Publishing
medicinal plants as feed additive on Corporation Journal of Tropical
total coliform count of ileum in Medicine. 1-10.
Japanese quails (Coturnix coturnix Yulika, H. 2009. Pola Resistensi Bakteri
japonica). Int. J. Biosci. 2(4) : 211- yang Diisolasi dari Bangsal Bedah
220. Rumah Sakit. Fakultas Kedokteran,
Universitas Indonesia. (Skripsi).

84 Jumlah Coliform, BAL dan « (Halimatunnisroh et al.)