Anda di halaman 1dari 14

Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

BAB III
TAHAPAN PRODUKSI

Secara umum tahapan atau metode produksi dibagi menjadi dua:


(1) Tahapan sembur alam (Natural Flowing)
(2) Tahapan sembur buatan (Artificial Lift), antara lain meliputi metode
yang umum:
- Gas lift
- Pompa hisap (sucker rod pump)
- Pompa benam (submergible pump)
Apabila tekanan reservoar cukup besar, sehingga mampu
mendorong fluida reservoar sampai ke permukaan disebut sebagai sumur
“sembur alam”. Keadaan demikian umumnya dapat ditemui pada awal
masa produksi suatu sumur, tetapi keadaan ini tidak dapat terus
dipertahankan, disebabkan tekanan reservoar yang akan terus menerus
berkurang dari waktu ke waktu.
“Sembur buatan” dilakukan dengan maksud untuk
mempertahankan tingkat produksi agar tetap tinggi, karena kemampuan
produksi suatu sumur akan terus berkurang dengan bertambahnya waktu.
Atau kemampuan sumur yang bersangkutan untuk berproduksi sejak awal
ditemukan sangat kecil, sehingga perlu dilakukan sembur buatan.

3.1. SEMBUR ALAM (NATURAL FLOWING)


Bila tekanan reservoar cukup besar, sehingga mampu mendorong
fluida reservoar sampai ke permukaan disebut sebagai “sumur sembur
alam”. Sumur sembur-alam dapat diproduksikan dengan atau tanpa
“jepitan” (choke) di permukaan. Sebagian besar sumur sembur-alam
menggunakan choke di permukaan dengan berbagai alasan, antara lain:
(1) Sebagai pengaman
(2) Untuk mempertahankan produksi, sebesar yang diinginkan
(3) Mempertahankan batas atas laju produksi, untuk mencegah
masuknya pasir.
(4) Untuk memproduksikan reservoar pada laju yang paling efisien
(5) Untuk mencegah water atau gas coning
Biasanya choke dipasang pada awal produksi (choke/bean performance),
kemudian dengan bertambahnya waktu ukuran choke akan bertambah,
dan pada akhirnya choke akan dilepaskan seluruhnya agar tetap diperoleh
laju produksi yang optimum.
Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam menentukan laju
produksi maupun menganalisa kelakuan sumur sembur alam, yaitu:
- Inflow Performance Relationship
- Tubing (Vertical Flow) Performance

Tahapan Produksi III - 1


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

- Sistim di permukaan
- Fasilitas peralatan di permukaan
- Fasilitas peralatan bawah permukaan
Semua faktor di atas berkaitan erat satu dengan yang lain, dan akan
mempengaruhi aliran minyak, gas dan air dari reservoar sampai ke
fasilitas di permukaan.
Fonseca (1972) memberikan diskusi berikut tentang fasilitas yang
ada di lapangan untuk melengkapi kontinuitas sistim dan cara kontrol
masing-masing:
(1) Antara batuan reservoar dan sumur minyak terdapat peralatan bawah
permukaan yang terdiri dari casing, tubing, packer, bridge plug,
bottom-hole choke, katup-katup, seating nipple, peralatan pengaman,
dan lain-lain. Semua peralatan yang dipasang ini disebut sebagai
kondisi mekanis suatu sumur dan didesain sedemikian rupa sehingga
akan terjadi hubungan antara reservoar dan sumur; dan
memungkinkan untuk melakukan kontrol yang efektif terhadap formasi
produktif, meliputi kemungkinan workover khusus, stimulasi, dan
operasi rekomplesi untuk problema produksi.
(2) Antara sumur minyak dan sistim flowline terdapat peralatan
permukaan untuk mengontrol sumur, meliputi fasilitas pengaman dan
fasilitas untuk memungkinkan dilakukannya operasi khusus
sehubungan dengan kelakuan sumur produksi. Komponen utama dari
sistim ini adalah flowline choke yang mengontrol tekanan aliran di
permukaan (tubing dan casing), dan pada dasar lubang.
(3) Antara flowline dan fasilitas permukaan, terdapat peralatan untuk
memisahkan fasa-fasa yang berbeda (gas, minyak dan air).
Gambar 3.1 memperlihatkan skema sistim aliran keseluruhan pada
sumur minyak.

Gambar 3.1. Skema Sistim Aliran Keseluruhan Pada


Sumur Minyak
Tahapan Produksi III - 2
Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

Gambar 3.2. Instalasi Sumur Sembur Alam

Tahapan Produksi III - 3


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

3.2. SEMBUR BUATAN

Maksud “sembur buatan” (artificial lift) adalah untuk


mempertahankan tekanan produksi dasar-sumur yang berkurang
sehingga formasi dapat memberikan fluida reservoar yang diinginkan.
Pada tahap awal suatu sumur dapat mampu melakukan tugas ini dengan
tenaganya sendiri. Pada tahap masa aliran yang lebih akhir, sumur hanya
mampu memproduksikan sebagian dari fluida yang diinginkan. Selama
tahap masa aliran sumur ini dan terutama sekali setelah sumur mati, suatu
metode sembur buatan yang sesuai harus dipasang sehingga tekanan
aliran dasar-sumur yang diperlukan dapat dipertahankan.
Mempertahankan tekanan aliran dasar-sumur yang diperlukan
adalah dasar untuk perencanaan (desain) setiap instalasi sembur buatan.
Jika suatu tekanan ”drawdown” yang ditentukan sebelumnya dapat
dipertahankan, sumur akan memproduksikan fluida yang diinginkan.
Banyak tipe metode sembur buatan yang tersedia, antara lain: (1)
pompa sucker-rod tipe beam, (2) pompa sucker-rod tipe piston, (3) pompa
hidrolik sumur-minyak, (4) pompa listrik sentrifugal submergible, (5)
pompa rod berputar, (6) plunger lift, (7) gas lift, dan lain-lain. Masing-
masing tipe sembur buatan mempunyai keuntungan dan kerugian.
Berikut ini hanya akan dibicarakan tiga tipe metode sembur buatan
(artificial lift), yaitu :
- Gas lift
- Pompa sucker-rod tipe beam
- Pompa listrik sentrifugal submergible

3.2.1. Gas Lift


Sumur-sumur minyak yang laju produksinya sudah rendah atau
bahkan sudah tidak mampu mengalirkan minyak ke permukaan dapat
ditingkatkan/di”hidup”kan lagi dengan menggunakan gas (gas lift) ataupun
pompa. Pemakaian pompa dan gas lift pada suatu lapangan perlu
memperhatikan karakteristik fluida yang akan diproduksikan, kemiringan
sumur, laju produksi yang diinginkan, kekompakan formasi, dan lain-lain.
Khususnya yang akan dibicarakan di bawah ini adalah cara produksi
dengan ”gas lift”, yaitu suatu metode fluida pengangkat di mana gas
tekanan relatif tinggi (minimum 250 psi) digunakan sebagai media
pengangkat melalui proses mekanis.
Gas-lift adalah proses pengangkatan fluida dari sumur dengan
menggunakan gas yang diinjeksikan ke dalam sumur. Proses
pengangkatan ini berlangsung karena:
(1) Penurunan gradien fluida dalam tubing
(2) Pengembangan gas yang diinjeksikan, dan/atau
(3) Pendorongan minyak oleh gas injeksi bertekanan tinggi

Tahapan Produksi III - 4


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

Gas-lift dapat diterapkan hampir pada setiap lapangan asalkan ada


cukup gas dan bukan minyak-berat. Ada dua metode gas-lift yang dapat
diterapkan, yaitu:
(1) Continuous gas lift. Dalam cara ini gas dengan tekanan dan volume
tertentu diinjeksikan ke dalam sumur secara terus-menerus (kontinyu)
selama proses pengangkatan minyak. Cara ini sesuai untuk sumur-
sumur yang mempunyai PI tinggi dan tekanan dasar-sumur tinggi.
(2) Intermittent gas lift. Dalam cara ini gas diinjeksikan secara periodik.
Waktu dari injeksi diatur oleh suatu alat di permukaan yang disebut
sebagai ”intermitter”, atau oleh katup (valve) yang dipasang pada
tubing dan sensitif terhadap perbedaan tekanan antara casing dan
tubing. Metode ini lebih cocok untuk sumur-sumur dengan tekanan
dasar-sumur rendah.
Beberapa kelebihan gas lift dibandingkan dengan metode sembur
buatan lain yaitu:
(1) Biaya peralatan awal untuk instalasi gas-lift biasanya lebih rendah,
terutama sekali untuk pengangkatan sumur dalam (deep lift).
(2) Pasir (bahan abrasif) yang ikut terproduksi tidak merusak kebanyakan
instalasi gas-lift.
(3) Gas-lift tidak tergantung/dipengaruhi oleh desain sumur.
(4) Umur peralatan lebih lama
(5) Biaya operasi biasanya lebih kecil, terutama sekali untuk deep lift.
(6) Ideal untuk sumur-sumur dengan GOR tinggi atau yang memproduksi-
kan buih gas (gas-cut foam).
Meskipun demikian metode gas-lift mempunyai batasan berikut:
(1) Gas harus tersedia
(2) Sentralisasi kompresor sulit untuk sumur-sumur dengan jarak terlalu
jauh.
(3) Gas injeksi yang tersedia sangat korosif, kecuali diolah sebelum
digunakan.

3.2.1.1. Continuous Gas Lift


Gambar 3.3 memperlihatkan tipe instalasi aliran kontinyu. Ada
enam katup (valve) di dalam sumur. Empat katup bagian atas digunakan
sebagai katup pengosongan sumur (unloading valve) dari fluida workover,
untuk mencapai katup operasi ke lima (operating valve). Satu katup
tambahan di bawah ”titik injeksi” (point of injection) ditambahkan untuk
kondisi keamanan dan/atau kondisi sumur yang berubah. Karena terdapat
satu katup di bawah katup operasi, permukaan fluida pemati sumur (kill
fluid) mencapai ”titik keseimbangan” (point of balance) antara tekanan
casing dan tekanan di dalam tubing. Tanpa katup ini di dalam sumur,
permukaan cairan di dalam casing akan tetap pada kedalaman katup-5
(operating valve). Empat katup pengosongan fluida tetap tidak beroperasi
sampai katup ini diperlukan untuk mengosongkan sumur lagi pada kasus
lain, seperti setelah penutupan sumur (shut-in).

Tahapan Produksi III - 5


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

Continuous gas-lift ini sering digunakan pada sumur-sumur yang


mempunyai kondisi:
(1) Produktivitas tinggi dan tekanan statik tinggi (permukaan fluida dalam
sumur pada saat statik dapat mencapai 70% dari kedalaman sumur).
(2) Productivity Index (PI) rendah, tetapi tekanan dasar sumur tinggi

Gambar 3.3. Operasi Gas-Lift Aliran Kontinyu

3.2.1.2. Intermittent Gas Lift


Pada metode ini gas diinjeksikan secara terputus yaitu gas
diinjeksikan selama beberapa saat, kemudian injeksi dihentikan selama
selang waktu tertentu, dan kemudian diinjeksikan lagi, dan seterusnya.
Pengaturan frekuensi atau siklus injeksi tesebut dapat dilakukan dengan
menggunakan:
(1) Surface-controller dengan menggunakan “jam” (clock)
(2) Choke, yang bekerja atas perubahan tekanan casing atau tubing.
Penghentian injeksi gas diperlukan untuk memberi kesempatan terhadap
cairan masuk dan terkumpul di dalam tubing di atas titik-injeksi. Setelah
terkumpul baru diinjeksikan gas dan gas akan mendorong fluida ke
permukaan dalam bentuk kolom cairan (slug). Lamanya penghentian

Tahapan Produksi III - 6


Gambar 3.4. Siklus Operasi Aliran Intermittent untuk Instalasi-Tertutup Konvensional
Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

tergantung pada produktivitas formasi. Jika produktivitas formasi besar,


maka lamanya penghentian injeksi kecil (singkat). Sedangkan bila
produktivitas sumur kecil, maka penghentian injeksi memerlukan waktu
yang lama.

Tahapan Produksi III - 7


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

Intermittent gas-lift dapat digunakan pada dua kondisi sumur, yaitu:


(1) PI tinggi ( 0.5) dengan tekanan dasar-sumur rendah, atau
(2) PI rendah dengan tekanan dasar-sumur rendah
Dalam metode intermittent pada Gambar 3.4, sebelum gas
dinjeksikan, minyak dibiarkan dulu membentuk kolom (slug) di atas katup
(gas lift) di dalam tubing. Karena gas diinjeksikan dan tekanan naik di
dalam anulus, maka katup membuka pada tekanan-bukanya yang diikuti
oleh aliran gas ke dalam tubing. Gas ini akan mendorong kolom minyak ke
atas. Selama pendorongan ini sebagian cairan akan mengalir kembali ke
bawah. Pada waktu kolom tadi mencapai permukaan, kolom berikutnya
telah terbentuk karena aliran dari formasi. Gas diinjeksikan, katup terbuka
sehingga gas akan mendorong kolom minyak dan demikian seterusnya
kolom demi kolom diangkat ke permukaan.

3.2.2. Pompa Sucker-rod Tipe Beam


Sekitar 80 – 90% dari semua sumur sembur buatan diproduksikan
dengan pemompaan sucker-rod, yang paling umum adalah sistim
pemompaan beam. Walaupun sistim sucker-rod beam secara mekanis
sederhana dan telah terbukti berumur lama (awet) dan ekonomis dalam
operasi, banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan
sistim yang tepat. Design engineer harus mengetahui sepenuhnya fungsi
dan segi yang rumit tiap bagian dari sistim keseluruhan jika kinerja
optimum yang diharapkan. Walaupun kelihatan sederhana, kelakuan
sistim beam dan sucker-rod kompleks sekali di dalam praktek lapangan.
Metode pemompaan sumur-minyak dapat dibagi ke dalam dua
kelompok utama, yaitu:
(1) Sistim rod, dimana gerakan peralatan pemompaan bawah-permukaan
berasal dari permukaan dan ditransmisikan ke pompa dengan
memakai rangkaian-rod (rod string).
(2) Sistim tanpa rod, dimana gerakan pemompaan dari pompa bawah-
permukaan dihasilkan dengan menggunakan selain sucker-rod.
Dari dua kelompok di atas, yang pertama diwakili sistim pemompaan
beam, dan yang kedua diwakili sistim pemompaan hidrolik dan sentrifugal.
Sistim pemompaan beam terdiri dari lima bagian, yaitu:
(1) Pompa penggerak sucker-rod bawah permukaan
(2) Rangkaian sucker-rod yang mentransmisikan gerakan pemompaan di
permukaan dan tenaga untuk pompa bawah permukaan (subsurface
pump). Juga termasuk rangkaian tubing dan/atau casing yang
diperlukan di dalam mana sucker-rod beroperasi dan menyalurkan
fluida yang dipompakan dari pompa ke permukaan.
(3) Peralatan pemompaan di permukaan yang merubah gerakan rotasi
dari penggerak utama (prime-mover) menjadi gerakan osilasi linier.
(4) Unit transmisi tenaga atau ”speed reducer”
(5) Prime-mover yang menyediakan tenaga yang diperlukan kepada
sistim.

Tahapan Produksi III - 8


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

Gambar 3.5 memperlihatkan berbagai komponen suatu sistim lengkap


pemompaan beam. Butir (3) dan (4) di atas menunjukkan unit
pemompaan beam.

Gambar 3.5. Sistim Pemompaan Beam

Gambar 3.6 memperlihatkan susunan peralatan di permukaan


(surface equipment) untuk tipe unit konvensional.
Gerakan rotasi dari ”crank arm” dirubah menjadi gerakan osilasi
(naik dan turun) dengan menggunakan ”walking beam”. Crank arm
dihubungkan ke walking beam dengan menggunakan ”pitman arm”, dan
walking beam disangga oleh ”sampson post” dan ”saddle bearing”.
”Horse head” dan ”briddle” (susunan kabel penggantung) diguna-
kan untuk memastikan bahwa pemasangan ”sucker rod string” (rangkaian
sucker-rod) adalah vertikal sepanjang waktu sehingga tidak ada momen-
lengkung yang dipergunakan terhadap bagian tersebut dari rangkaian
sucker-rod di atas ”stuffing box”. Kombinasi ”polished rod” dan stuffing-
box digunakan untuk mempertahankan sekat (seal) cairan yang baik pada
permukaan.

Tahapan Produksi III - 9


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

Gambar 3.6. Peralatan Permukaan Suatu Instalasi


Pemompaan Beam

Gambar 3.7. Tubing-Pump Bawah Permukaan

Tahapan Produksi III - 10


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

Gambar 3.7 adalah salah satu instalasi pompa bawah-permukaan


(subsurface pump) tipe ”tubing-pump”, yang terdiri dari empat elemen
dasar:
(1) Working barrel
(2) Plunger
(3) Katup hisap/masuk (standing valve)
(4) Katup buang/keluar (travelling valve)
Gambar di atas memperlihatkan lokasi standing valve dan traveling valve
pada saat langkah naik (upstroke), sebelah kiri; dan langkah turun
(downstroke), sebelah kanan.

3.2.3. Pompa Listrik Sentrifugal Submergible (ESP)


Electric Submergible Pump (ESP) merupakan pompa jenis
sentrifugal yang digerakkan oleh tenaga motor listrik. Pompa ini disebut
pompa submergible karena dalam operasinya pompa dan motor berada di
bawah fluid level atau tercelup di dalam fluida.
Pada mulanya pompa ini dikembangkan terutama untuk memompa
air di tambang, atau pada kapal. Perkembangan selanjutnya, pompa ESP
memungkinkan digunakan pada sumur dalam dan memberikan laju
produksi yang besar. Selain untuk sumur produksi, pompa ESP digunakan
pada proyek-proyek water-flooding dan pressure maintenance dimana
dipasang pada sumur-sumur injeksi. Selain itu dapat digunakan pada
sumur yang dikomplesi tidak menggunakan tubing (tubingless completion)
dan produksi dilakukan melalui casing.
Sistim pompa ESP atau pompa listrik sentrifugal terdiri dari tujuh
elemen dasar, yaitu:
(1) Motor listrik
(2) Protector
(3) Separator gas
(4) Pompa sentrifugal bertingkat banyak (multistage)
(5) Kabel listrik
(6) Switchboard
(7) Transformer
Pada pemakaian normal, pompa ESP atau sentrifugal dimasukkan ke
dalam tubing dan dicelupkan ke dalam fluida sumur. Instalasi ini dapat
dipakai pada lubang bengkok (crooked hole) atau sumur-sumur yang dibor
secara berarah (directional).
Keuntungan pompa ESP adalah biaya perawatan rendah, demikian
juga biaya pemasangan, terutama untuk lokasi yang jauh di pedalaman
dan pada operasi lepas pantai. Gambar 3.8 memperlihatkan unit pompa
listrik sentrifugal secara keseluruhan.
Pada dasarnya pompa ESP adalah pompa sentrifugal bertingkat
banyak, dimana poros pompa sentrifugal dihubungkan langsung dengan
motor penggerak. Motor penggerak menggunakan tenaga listrik yang
disuplai dari permukaan dengan perantaraan kabel listrik dan sumber

Tahapan Produksi III - 11


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

listrik diambil dari pembangkit tenaga listrik (power plant) setiap lapangan
minyak.
Sistim peralatan pompa ESP dibagi menjadi dua, yaitu:
- Peralatan bawah permukaan
- Peralatan permukaan

Gambar 3.8.
Unit Pemompaan ESP

Gambar 3.9.
Sistim Pompa ESP Bawah
Permukaan

Tahapan Produksi III - 12


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

Peralatan Bawah Permukaan


Lima komponen peralatan di bawah permukaan diperlihatkan pada
Gambar 3.9, terdiri dari:
(1) Motor listrik sebagai unit penggerak
(2) Protector
(3) Separator gas
(4) Pompa sentrifugal bertingkat banyak (multistage)
(5) Kabel listrik
 Motor Listrik
Sebagai unit penggerak pompa adalah tipe motor induksi tiga-fasa
yang berisi minyak untuk pendingin dan pelumas. Untuk pendinginan
dapat juga digunakan fluida sumur pada saat mengalir ke permukaan,
sehingga unit pompa dipasang di atas zona produksi.
 Protector
Sebagai bagian penyekat dan pada dasarnya mempunyai empat
fungsi berikut:
(1) Mencegah fluida sumur masuk ke dalam motor
(2) Menghubungkan pump housing dengan motor housing dengan
menyambung poros penggerak motor ke poros pompa.
(3) Tempat bantalan dorong pompa (pump thrust bearing) mengangkat
daya dorong axial yang dihasilkan pompa.
(4) Ruang tempat pengembangan dan penyusutan minyak-motor pada
saat unit dijalankan atau dimatikan.
 Separator Gas
Memisahkan gas bebas dari fluida dan mengarahkan keluar dari
pump intake. Merupakan bagian yang terpasang antara protector dan
pompa dan bertindak sebagai pump intake.
 Pompa Submergible
Adalah pompa sentrifugal bertingkat banyak dimana setiap tingkat
terdiri dari impeller berputar dan stationary diffuser. Tipe tingkat yang
digunakan menentukan volume fluida yang akan diproduksikan.
 Kabel Listrik
Mensuplai tenaga ke motor listrik. Kabel ini diisolasi dan tahan
pada temperatur sumur lebih dari 300 oF, tersedia dalam bentuk bulat atau
pipih; memiliki perisai (armor) dari baja, perunggu, atau monel tergantung
pada keperluan dan kondisi sumur.

Peralatan Permukaan
Peralatan di atas permukaan terdiri dari:
(1) Switchboard
(2) Transformer
(3) Junction box

Tahapan Produksi III - 13


Buku IV: Pengantar Teknik Produksi

 Switchboard
Terdiri dari unit sederhana tombol penghubung magnetik (push-
button magnetic contactor) dengan proteksi terhadap kelebihan-beban
(overload) hingga rangkaian yang lebih rumit dengan sekering pemutus-
hubungan (fused disconnect), pencatat ammeter, proteksi di bawah
voltase (under-voltage) dan proteksi kelebihan-beban, lampu sinyal,
pengatur waktu (timer) untuk pemompaan intermittent, dan instrumen
operasi otomatis kontrol jarak jauh.
 Transformer
Untuk mengubah voltase utama ke voltase yang diperlukan motor.
 Junction Box
Terletak antara kepala sumur (wellhead) dan swicthboard untuk
alasan keamanan, tahan cuaca dan di vent untuk mengeliminasi gerakan
gas. Gas dapat bergerak ke atas melalui kabel dan melewati permukaan
kabel ke swichboard yang menyebabkan bahaya kebakaran atau
kemampuan meledak (potential explosion).

Tahapan Produksi III - 14