Anda di halaman 1dari 3

Aditya Yoga Pratama

071001700003

KUIS HSE & CSR Kamis, 14 Mei 2O2O..

1. Apa yg Sdr. ketahui tentang AMDAL !

2. Ada empat tahapan yg dilakukan dalam studi AMDAL. Salah satunya adlh yg disebut dg Kerangka
Acuan ( KA) ANDAL. Sdr dapat lihat pada Lampiran I sd IV peraturan menteri LH no. 27 tahun 2O12
tentang penyusunan dokumen LH. Tolong Sdr tuliskan tahapan yg dimaksudkan secara urut !

3. Untuk mendapatkan ijin dari pemerintah dlm hal ini Menteri ESDM beberapa kegiatan migas wajib
melengkapi dg dokumen dari studi AMDAL. Hal ini disebab kan skala atau besaran kegiatan tsb.
memberikan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Sebutkan kegiatan yg diwajibkan
AMDAL tsb. ( lihat permen LH no. 38 tahun 2O19 pada Lampiran 1, K.2).

4. Kegiatan Migas yang meliputi eksplorasi produksi (ep) migas baik di on shore maupun off shore
berpotensi menghasilkan limbah cair atau air limbah. Fasilitas eksplorasi produksi migas di on shore
menghasilkan air terproduksi dg kadar air lebih dari 9O % dan membuangnya ke laut. Coba Sdr jelaskan
jenis air limbah disertai kadar nya yg boleh dibuang masing2 untuk Air Limbah dari Eksplorasi produksi
off shore dan on shore..

5. Apa yg Sdr ketahui tentang CSR (Corporate Social Responsibility). Referensi: ptk bp migas no 17
tahun 2OO5 Buku 2 tentang pengembangan madyarakat (Community Development, CD).

6. Sebutkan langkah langkah dari CD tsb.


1. Analisis dampak lingkungan atau Analisis mengenai dampak lingkungan adalah kajian
mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada
lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat perencanaan
suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap lingkungan hidup di
sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek abiotik, biotik dan kultural.
Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang
"Izin Lingkungan Hidup" yang merupakan pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal. Amdal
telah dilaksanakan sejak 1982 di Indonesia.

Dalam kondisi ini, AMDAL di dunia perminyakan sangatlah penting karena setiap proyek yang
dilakukan harus dipertimbangkan agar tidak mengganggu atau memberikan dapak buruk bagi
lingkungan sekitar. AMDAL melakukan analisis yang melingkupi berbagai macam faktor
seperti ialah fisik, kimia, sosial ekonomi, biologi dan sosial budaya.

2. Kerangka Acuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf a memuat:


a. pendahuluan;
b. pelingkupan;
c. metode studi;
d. daftar pustaka; dan
e. lampiran.

3. Kegiatan wajib AMDAL bidanga ESDM khususnya migas :


1) Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi serta pengembangan produksi
2) Pipanisasi minyak bumi, gas bumi dan bahan bakar minyak di laut
3) Pembangunan Kilang
4) Terminal regasifikasi LNG (darat/laut)
5) Kilang minyak pelumas (termasuk fasilitas penunjang)
6) Pengembangan lapangan Coal Bed Methane (CBM)/Gas Metana Batubara pada tahap
eksploitasi dan pengembangan produksi yang mencakup: a. Pemboran sumur produksi; b.
Pembangunan fasilitas produksi dan fasilitas pendukung; c. Kegiatan operasi produksi;
dan d. Pasca operasi

4. On shore: Air limbah drainase usaha dan/atau kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan
gas bumi fasilitas darat adalah semua air limbah yang berasal dari pencucian, tumpahan,
selokan dan tetesan-tetesan minyak yang berasal dari tangki dan area kerja, dan air hujan
yang bersinggungan langsung dengan semua bahan baku produk antara, produk akhir dan
produk sampingan atau limbah yang berlokasi dalam wilayah kegiatan eksplorasi dan
eksploitasi minyak bumi fasilitas darat.
Off shore: Air limbah drainase usaha dan/atau kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi
adalah semua air limbah yang berasal dari pencucian, tumpahan, selokan dan tetesan-tetesan
minyak yang berasal dari tangki dan area kerja, dan air hujan yang bersinggungan langsung
dengan semua bahan baku produk antara, produk akhir dan produk sampingan atau limbah
yang berlokasi dalam wilayah kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi.
5. CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh
perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap social maupun lingkungan
sekitar dimana perusahaan itu berada, seperti melakukan suatu kegiatan yang dapat
meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga lingkungan, memberikan
beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut, dana untuk pemeliharaan fasilitas
umum, sumbangan untuk membangun desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan
berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan
tersebut berada.
6.
• Kontraktor KKS mengajukan rencana program dan anggaran CD secara rinci kepada
Dnas Hupmas untuk mendapat persetujuan berdasarkan WP&B yang telah disetujui
BPMIGAS.
• Rencana program dan anggaran CD dibuat per kwartal berjalan, sesuai dengan format
pada lampiran II.
• Perubahan dari rencana program dan anggaran CD yang telah disetujui, harus
disetujui kembali oleh Dinas Hupmas BPMIGAS.