Anda di halaman 1dari 5

NAMA : RYAN FERNANDO

NIM: 071001700119

KUIS HSE & CSR

1. Apa yang anda ketahui tentang AMDAL !


Jawaban:
Analisis dampak lingkungan atau Analisis mengenai dampak lingkungan adalah kajian
mengenai dampak besar dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan
pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang
penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan di Indonesia. AMDAL ini dibuat saat
perencanaan suatu proyek yang diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap
lingkungan hidup di sekitarnya. Yang dimaksud lingkungan hidup di sini adalah aspek
abiotik, biotik dan kultural. Dasar hukum AMDAL di Indonesia adalah Peraturan
Pemerintah No. 27 Tahun 2012 tentang "Izin Lingkungan Hidup" yang merupakan
pengganti PP 27 Tahun 1999 tentang Amdal. Amdal telah dilaksanakan sejak 1982 di
Indonesia.

Kegunaan AMDAL pada Dunia Perminyakan: AMDAL di dunia perminyakan


sangatlah penting karena setiap proyek yang dilakukan harus dipertimbangkan agar
tidak mengganggu atau memberikan dapak buruk bagi lingkungan sekitar. AMDAL
melakukan analisis yang melingkupi berbagai macam faktor seperti ialah fisik, kimia,
sosial ekonomi, biologi dan sosial budaya.
Manfaatnya AMDAL: menjamin suatu usaha atau kegiatan pembangunan agar layak
secara lingkungan,dalam kegunaan bagi pemerintah dapat membantu dalam
menentukan kebijaksanaan dalam perencanaan

2. Ada empat tahapan yang dilakukan dalam studi AMDAL. Salah satunya adalah
yang disebut dengan Kerangka Acuan ( KA) ANDAL. Saudara dapat lihat pada
Lampiran I sd IV peraturan menteri LH no. 27 tahun 2O12 tentang penyusunan
dokumen LH. Tolong Sdr tuliskan tahapan yg dimaksudkan secara urut !
Jawaban:

Analogi Peraturan
Sumber Peraturan Internasional Sumber Peraturan Nasional
Bandar Udara
1. Dokumen AMDAL: Pelestarian
a) Kerangka Acuan (KA) b)Analis lingkungan berupa
Dampak
izin lingkungan: a)
Lingkungan Hidup AMDAL
1. Upaya pencegahan
b) KA-ANDAL c)
(ANDAL) ANDAL
c) Rencana Pengelolaan
d) RKL
Lingkungan Hidup - Rencana e) RPL
Pemantauan Lingkungan Hidup f) UKL
(RKL- RPL) g) UPL
2. Instrumen perlindungan dan h) Dokumen
pengelolaan lingkungan hidup Pengelolaan dan
berupa:
Pemantauan
2. Pembangunan berkelanjutan Lingkungan Hidup
a) Kajian lingkungan hidup
(AMDAL dan UKL-UPL) (DPPL)

b) Izin lingkungan
3.Kriteria kegiatan wajib AMDAL
3. AMDAL sebagai instrumen
adalah yang berdampak penting
nasional
bagi lingkungan
4. AMDAL dengan penetapan 4. Penyusun dokumen AMDAL
prosedur dan menggunakan wajib memiliki sertifikat
peraturan yang sesuai kompetensi

Dari table 4-1 tersebut dapat dideskripsikan bahwa kriteria AMDAL yang teridentifikasi pada
ketentuan peraturan internasional tentang lingkungan terdapat dua hal pokok yaitu untuk: (1)
upaya pencegahan kerusakan lingkungan dan (2) pembangunan yang berkelanjutan. Secara
khusus diamanatkan, prosedur pengaturan AMDAL adalah sebagai instrumen nasional,
penetapan prosedur dan menggunakan peraturan yang sesuai serta dilakukan sebelum proses
pengambilan putusan.

Pada peraturan nasional di Indonesia, telah menetapkan untuk persyaratan yang harus
dipenuhi untuk penyusunan AMDAL. Persyaratan tersebut telah dijelaskan secara rinci.
Dokumen-dokumen yang diperlukan berupa: a) Kerangka Acuan (KA); b) Analis Dampak
Lingkungan Hidup (ANDAL); dan c) Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup - Rencana
Pemantauan Lingkungan Hidup (RKL-RPL). AMDAL dan UKL-UPL merupakan instrumen
perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup berupa kajian lingkungan hidup serta izin
lingkungan yang juga merupakan salah satu dari instrumen tersebut. Selanjutnya, kegiatan-
kegiatan yang wajib untuk menyusun AMDAL adalah yang berdampak penting bagi
lingkungan. Penyusunan dokumen AMDAL dilakukan oleh seseorang yang telah memiliki
sertifikat kompetensi. Masyarakat pun dapat diikutsertakan dalam penyusunan AMDAL
khususnya masyarakat yang terkena dampak, pemerhati lingkungan dan yang terpengaruh
atas segala bentuk keputusan AMDAL.

3. Untuk mendapatkan ijin dari pemerintah dlm hal ini Menteri ESDM beberapa
kegiatan migas wajib melengkapi dg dokumen dari studi AMDAL. Hal ini
disebab kan skala atau besaran kegiatan tsb. memberikan dampak besar dan
penting terhadap lingkungan hidup. Sebutkan kegiatan yg diwajibkan
AMDAL tsb. ( lihat permen LH no. 38 tahun 2O19 pada Lampiran 1, K.2).

Jawaban:

 pengubahan bentuk lahan dan bentang alam, eksplorasi pertambangan migas dan panas
bumi
 eksploitasi sumber daya alam, baik yang terbarukan maupun yang tidak terbarukan;
termasuk migas dan panas bumi
 proses dan kegiatan yang secara potensial dapat menimbulkan pencemaran dan/atau
kerusakan lingkungan hidup serta pemborosan dan kemerosotan sumber daya alam dalam
pemanfaatannya; untuk melestarikan kawasan lindung
 proses dan kegiatan yang hasilnya dapat mempengaruhi lingkungan alam, lingkungan
buatan, serta lingkungan sosial dan budaya berdasarkan izin dari penduduk sekitar.
 proses dan kegiatan yang hasilnya akan mempengaruhi pelestarian kawasan konservasi
sumber daya alam dan/atau perlindungan cagar budaya
 introduksi jenis tumbuh-tumbuhan, hewan, dan jasad renik
 pembuatan dan penggunaan bahan hayati dan nonhayati yang harus di kaji lebih dulu
 penerapan teknologi yang diperkirakan mempunyai potensi besar untuk mempengaruhi
lingkungan hidup.

4. Kegiatan Migas yang meliputi eksplorasi produksi (ep) migas baik di on shore
maupun off shore berpotensi menghasilkan limbah cair atau air limbah. Fasilitas
eksplorasi produksi migas di on shore menghasilkan air terproduksi dg kadar air
lebih dari 9O % dan membuangnya ke laut. Coba Sdr jelaskan jenis air limbah
disertai kadar nya yg boleh dibuang masing2 untuk Air Limbah dari Eksplorasi
produksi off shore dan on shore..
Jawaban:
BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN
EKSPLORASI DAN PRODUKSI MIGAS

A. Baku Mutu Air Limbah dari Fasilitas Eksplorasi dan Produksi Migas di Lepas Pantai (Off-
Shore)(1).

METODE
NO. JENIS AIR LIMBAH PARAMETER KADAR
PENGUKURAN
1. Air Terproduksi Minyak dan Lemak 50 SNI 06-6989.10-2004
2. Air limbah drainase Minyak Bebas mg/L Visual(4)
3. dek Benda terapung dan buih Nihil(2) Visual(4)
4. Air limbah domestik busa Nihil(3) Standard Method 4500-
Air limbah saniter Residu Chlorine 2 mg/L Cl
Keterangan:
1. Fasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas lepas pantai (off-shore) adalah fasilitas yang
digunakan untuk kegiatan eksplorasi, pengeboran, sumur produksi, sumur injeksi, well
treatment, dan fasilitas pengolahan minyak dan gas dari industri minyak dan gas yang berlokasi
di laut.
2. Tidak mengandung minyak bebas, dalam pengertian menyebabkan terjadinya lapisan minyak
atau perubahan warna pada permukaan badan air penerima.
3. Tidak terdapat benda-benda yang terapung dan buih-buih busa.
4.Hasil pengamatan internal dicantumkan dalam logbook harian.

B. Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dari Fasilitas Darat (On- Shore)
Lama.

NO. JENIS AIR PARAMETER KADAR METODE


LIMBAH MAKSIMUM PENGUKURAN
SNI 06-6989:2-2004
atau
COD 300 mg/L SNI 06-6989:15-2004
atau
APHA 5220
Minyak dan Lemak 25 mg/L SNI 06-6989.10-2004
Sulfida Terlarut SNI 06-2470-1991
1 Air Terproduksi (sebagai H2S) 1 mg/L
atau APHA 4500-S2-
Amonia (sebagai SNI 06-6989.30-2005
10 mg/L
NH3-N) atau APHA 4500-NH3
Phenol Total 2 mg/L SNI 06-6989.21-2005
Temperatur 450 C SNI 06-6989.23-2005
pH 6-9 SNI 06-6989.11-2004
TDS(3) 4000 mg/L SNI 06-6989.27-2005
Minyak dan Lemak 15 mg/L SNI 06-6989.10-2004
Air Limbah
2 SNI 06-6989.28-2005
Drainase Karbon Organik Total 110 mg/L
atau APHA 5310
Keterangan:
1. Fasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas darat (on-shore) adalah fasilitas yang
digunakan untuk kegiatan eksplorasi, pengeboran, sumur produksi, sumur injeksi, well
treatment, dan fasilitas pengolahan minyak dan gas dari industri minyak dan gas yang berlokasi
di darat, termasuk fasilitas yang memiliki sumur produksi di laut tetapi proses pemisahan
minyak dan/atau gas dengan air terproduksi dilakukan di darat.
2. Fasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas darat (on-shore) lama adalah fasilitas yang
digunakan untuk kegiatan eksplorasi, pengeboran, sumur produksi, sumur injeksi, well
treatment, dan fasilitas pengolahan minyak dan gas dari industri minyak dan gas yang telah
beroperasi atau tahap perencanaannya dilakukan sebelum tahun 1996.
3. Apabila air limbah terproduksi dibuang ke laut parameter TDS tidak diberlakukan.

C. Baku Mutu Air Limbah Kegiatan Eksplorasi dan Produksi Migas dari Fasilitas Darat (On- Shore)
Baru.

JENIS AIR KADAR METODE


NO. PARAMETER
LIMBAH MAKSIMUM PENGUKURAN
SNI 06-6989:2-2004
atau
COD 200 mg/L SNI 06-6989:15-2004
atau
APHA 5220
Minyak dan Lemak 25 mg/L SNI 06-6989.10-2004
Sulfida Terlarut SNI 06-2470-1991
1 Air Terproduksi (sebagai H2S) 0,5 mg/L
atau APHA 4500-S2-
Amonia (sebagai SNI 06-6989.30-2005
5 mg/L
NH3-N) atau APHA 4500-NH3
Phenol Total 2 mg/L SNI 06-6989.21-2005
Temperatur 400 C SNI 06-6989.23-2005
pH 6-9 SNI 06-6989.11-2004
TDS(3) 4000 mg/L SNI 06-6989.27-2005
Minyak dan Lemak 15 mg/L SNI 06-6989.10-2004
Air Limbah
2 SNI 06-6989.28-2005
Drainase Karbon Organik Total 110 mg/L
atau APHA 5310
Keterangan:
1. Fasilitas eksplorasi dan produksi minyak dan gas darat (on-shore) baru adalah fasilitas yang
digunakan untuk kegiatan eksplorasi, pengeboran, sumur produksi, sumur injeksi, well
treatment, dan fasilitas pengolahan minyak dan gas dari industri minyak dan gas yang tahap
perencanaannya dilakukan setelah tahun 1996.
2. Apabila air limbah terproduksi dibuang ke laut parameter TDS tidak diberlakukan.
On shore: Air limbah drainase usaha dan/atau kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas
bumi fasilitas darat adalah semua air limbah yang berasal dari pencucian, tumpahan, selokan
dan tetesan-tetesan minyak yang berasal dari tangki dan area kerja, dan air hujan yang
bersinggungan langsung dengan semua bahan baku produk antara, produk akhir dan produk
sampingan atau limbah yang berlokasi dalam wilayah kegiatan eksplorasi dan eksploitasi
minyak bumi fasilitas darat.
Off shore: Air limbah drainase usaha dan/atau kegiatan eksplorasi dan produksi panas bumi
adalah semua air limbah yang berasal dari pencucian, tumpahan, selokan dan tetesan-tetesan
minyak yang berasal dari tangki dan area kerja.

5. Apa yg Sdr ketahui tentang CSR (Corporate Social Responsibility). Referensi: ptk
bp migas no 17 tahun 2OO5 Buku 2 tentang pengembangan madyarakat
(Community Development, CD).
Jawaban:
CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu konsep atau tindakan yang
dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap social
maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada, seperti melakukan suatu
kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan menjaga
lingkungan, memberikan beasiswa untuk anak tidak mampu di daerah tersebut, dana
untuk pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk membangun desa/fasilitas
masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya
masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

6. Sebutkan langkah langkah dari CD


tsb. Jawaban:
 Kontraktor KKS mengajukan rencana program dan anggaran CD secara rinci
kepada Dnas Hupmas untuk mendapat persetujuan berdasarkan WP&B yang
telah disetujui BPMIGAS.
 Rencana program dan anggaran CD dibuat per kwartal berjalan, sesuai dengan
format pada lampiran II.
 Perubahan dari rencana program dan anggaran CD yang telah disetujui, harus
disetujui kembali oleh Dinas Hupmas BPMIGAS.