Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

POST PARTUM NORMAL


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Stage Keperawatan Maternitas

PEMBIMBING
YENNI OKVITASARI, Ns., M.Kep
WIKA RISPADIYANI, Ns., M.Kep

Disususn Oleh :
Ria Nurliana Sari, S. Kep
NPM : 1914901210144

PROGRAM STUDI PROFESI NERS FAKULTAS KEPERAWATAN


DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
BANJARMASIN
2020/2021
LAPORAN PENDAHULUAN

POST PARTUM NORMAL

A. Definisi
Post partum adalah masa sesudah persalinan dapat juga disebut masanifas
(puerperium) yaitu masa sesudah persalinan yang diperlukan untuk  pulihnya kembali
alat kandungan yang lamanya 6 minggu.  Post partum adalah masa 6 minggu sejak
bayi lahir sampai organ-organ reproduksi sampai kembalike keadaan normal sebelum
hamil (Bobak, 2010).

B. Pathway

Definisi : Komplikasi :
Periode postpartum adalah waktu 1. Pembengkakan
penyembuhan dan perubahan, payudara
waktu kembali pada keadaan 2. Mastitis (peradangan
tidak hamil, serta penyesuaian pada payudara)
terhadap hadirnya anggota 3. Endometritis
keluarga baru (Mitayani, 2009) (peradangan pada
endometrium)
4. Post partum blues
Tanda dan gejala : 5. Infeksi puerperalis
1. Peningkatan perdarahan : ditandai dengan
bekuan darah dan keluarnya pembengkakan, rasa
jaringan nyeri, kemerahan
2. Keluar darah segar terus pada jaringan
menerus setelah ppersalinan terinfeksi atau
3. Nyeri yang hebat pengeluran cairan
4. Peningkatan suhu berbau dari jalan
5. Perasaan kandug kemih lahir selam
yang penuh dan persalinan atau
ketidakmampuan sesudah persalinan.
mengosongkan
6. Perluasan hematoma
7. Muka pucat,dingin, kulit
lembab,peningkatan HR, Penatalaksanaan :
batuk. 1. Observasi ketat 2 jam post
partum (adanya komplikasi
perdarahan)
Klasifikasi post partum :
2. 6-8 jam pasca persalinan :
1. Post partum dini
istirahat dan tidur tenang,
2. Post partum intermedial
usahakan miring kanan kiri
3. Post partum terlambat 3. Hari ke- 1-2 : memberikan
KIE kebersihan diri, cara
Penatalaksanaan :
menyusui yang benar dan
1. Observasi ketat 2 jam post partum (adanya komplikasi
perawatan payudara,
perdarahan)
perubahan-perubahan yang
2. 6-8 jam pasca persalinan : istirahat dan tidur tenang, usahakan
terjadi pada masa nifas,
miring kanan kiri
pemberian informasi
3. Hari ke- 1-2 : memberikan KIE kebersihan diri, cara menyusui
tentang senam nifas.
yang benar dan perawatan payudara, perubahan-perubahan yang
terjadi pada masa nifas, pemberian informasi tentang senam
nifas.
C. Rencana Asuhan Keperawatan Dengan Post Partum Normal
1. Riwayat Keperawatan
a. Riwayat kehamilan dan persalinan
Jenis Pesalinan: Spontan atau SC. Pada ibu nifas normal klien melahirkan
normal, komplikasi dalam persalinan : Untuk mengetahui selama persalinan
normal atau tidak., Placenta dilahirkan secara spontan atau tidak,
dilahirkanlengkap atau tidak, ada kelainan atau tidak, ada sisa placentaatau
tidak. Tali pusat :Normal atau tidak, normalnya 45-50 cm. Perineum :Untuk
mengetahui apakah perineum ada robekan atau tidak. Pada nifas normal
perineum dapat utuh atau adarobekan, pada nifas normal pun bisa juga
dilakukanepisotomi. Perdarahan :Untuk mengetahui jumlah darah yang keluar
pada kala I, II,III selama proses persalinan, pada nifas normal pendarahantidak
boleh lebih dari 500 cc. Proses persalinan Bayi, BBLR < 2500 gr, makrosomi
> 4000 gr. Cacat bawaan : bayi normal atau tidak. Air ketuban : Air
ketubannya normal atau tidak. Normalnya putih keruh. Banyaknya normal
atau tidak normalnya 500-1000 cc
2. Pemeriksaan fisik
a. Proses involuasi
Terjadi seger setelah ekpulsi plasenta dengan kontraksi otot polos , kala III 2
jari dibawah umbilicus, 12 jm setinggi pusat (sedikit dbwh pusat), Turun 1
hari 1 jari/cm, Estorgen & progestron turun akan terjd autolysis,
Subinvolusio=uterus gagal kembali seperti.
b. Nyeri post partum
Afterpain, karena distensi (bayi besar, kehamilan multi, polihidramnion),
pemberian oksitoksin eksogen.
c. Lochia
Jenis Komponen Waktu

Lochia Warna merah, bekuan darah kecil, desidual, 1- 3 hari


Rubra debris trofoblastik.
Lama kelamaan menjadi pucat
Lochia Warna pink atau coklat, berisi darah tua, 3- 4
Serosa lekosit, sisa jaringan (selama
mg II)
Lochia Warna kuning – putih, berisi lekosit, sel epitel, Hari ke 10
Alba mucus, serum dan bakteri – mg 6
d. Serviks
Teraba lunak stlh lahir, Estoserviks (bagian serviks yg msk dlm vagina)
terlihat memar, edema, terdpt laserasi kecil-kecil, Selama 12- 18 jm servik
memendek dan mengeras menutup perlahan-lahan hari 2 & 3 terbuka 2-3 cm 1
mg pp berdilatasi 1 cm, Ostium serviks eksternal tidak lagi seperti sebelum
hamil, bentuknya tidak lagi bulat, namun spt celah dsebut “mulut ikan”,
Laserasi kemungkinan menimbulkan jaringan parut.
e. Vagina dan perineum
Introitus vagina mengalami edema dn eritematosa, Terdapat
laserasi/episiotomi ,Rugae muncul kembali dlm 3 mg, Kadar estrogen normal
& lubrikan vagina kembali dlm 6-10 mg, Vagina menjadi kering & disparenia
(rasa tdk nyaman saat seksual) bs menerap spi terjd ovulasi, Episiotomi lhat
tanda REEDA, Hemoroid (varesis anus).
f. Abdomen
Setelah melahirkan abdomen akan menonjol tampak spt hamil, 2 minggu akan
berelaksasi, 6 minggu dinding abdomen kembali seperti sebelum hamil,
beberapa striae dapat menetap, Kadang tedapat diastasis rektus abdominis.
g. Payudara
Mengeluarkan kolostrom, Air susu keluar 3-4 hari, Payudara terasa hangat,
keras & agak nyeri, Jaringan payudara akan terasa bernodul (bedakan dg
penyakit fibrokistik), Dapat mengalami pembengkakan.
h. Kardiovaskuler
Tekanan darah dan volume darah kembali normal
i. Kandung kemih
Untuk mengetahui apakah kandung kemih teraba atau tidak, para ibunifas
normal kandung kemih tidak teraba.
j. Ekstremitas
Periksa adanya varices, tanda-tanda Homan. Edema, kekuatan otot
3. Pengkajian Psikologis
a. Adaptasi psikologis
- Fase taking in (fase ketergantungan)
- Fase taking hold (fase ketergantungan-mandiri)
- Fase letting go (mengambil tanggung jawab dan peran baru)
b. Umum: status emosi,gambaran diri dan tingkat kepercayaan
c. Spesifik: depresi postpartum.
d. Seksualitas: siklus menstruasi,pengeluaran ASI dan penurunan libido.

D. Pemeriksaan penunjang
1. Darah: Hemoglobin dan Hematokrit 12-24 jam postpartum (jika HB < 10 g%,
dibutuhkan suplemen FE), eritrosit, leukosit dan trombosit.

E. Diagnosa Keperawatan
1. Diagnosa I : Nyeri akut
a. Definisi : pengalaman sensorik dan emosional tidak menyenangkan berkaitan
dengan kerusakan jaringan actual atau potensial. Atau digambarkan sebagai
kerusakan, dan dengan durasi kurang dari 3 bulan.
b. Batasan karakteristik:
- Perubahan selera makan
- Perilaku distraksi
- Perilaku ekspresif
- Ekspresi wajah nyeri
- Sikap tubuh melindungi
- Focus menyempit
- Focus pada diri sendiri
- Keluhan tentang intensitas dengan skala nyeri
c. Faktor yang berhubungan :
- Agens cedera biologis
- Agens cedera kimiawi
- Agens cedera fisik
2. Diagnosa I : Resiko infeksi
a. Definisi : Rentan mengalami invasi dan multlipikasi organism patogenik yang
dapat mengganggu kesehatan
b. Faktor resiko :
- Gangguan peristalsis
- Gangguan integritas kulit
- Vaksinasi tidak adekuat
- Kurang pengetahuan untuk menghindari pathogen
- Malnutrisi
- Obesitas
- Merokok
- Statis cairan tubuh
c. Kondisi terkait :
- Penyakit kronis
- Penuruanan hemoglobin
- Imunosupresi
- Prosedur invasive
- Pecah ketuban dini
- Pecah ketuban lambat
- Supresi respons inflamasi

F. Perencanaan Keperawatan
1. Diagnosa I : Nyeri Akut
a. Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 9 jam diharapkan
menunjukan nyeri berkurang. Dengan kriteria hasil :
- Skala nyeri berkurang
- Tanda vital normal
- Terjadi perubahan ekspresi
- Meningkatnya rasa nyaman
b. Intervensi :
1) Lakukan pengkajian nyeri secara komprehensif termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas dan faktor presifitasi.
2) Monitor tanda-tanda vital
3) Ajarkan tentang teknik relaksasi nafas dalam
4) Kolaborasi dalam pemberian obat analgesic sesuai indikasi
2. Diagnosa II : Resiko Infeksi
a. Tujuan dan kriteria hasil:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x9 jam diharapkan tidak
terjadi infeksi. Dengan kriteria hasil:
- Tidak ada tanda-tanda infeksi
- Ttv dalam batas normal
- Leukosit dalam batas normal
b. Intervensi keperawatan dan rasional :
1) Monitor TTV
2) Kaji adanya tanda-tanda peradangan seperti adanya demam, bengkak,
kemerahan, hangat, dan kelemahan fungsi pada area pemasangan alat
invasive
3) Cuci tangan sebelum dansesudah kontak dengan pasien
4) Observasi hasil lab. Seperti leukosit
5) Kolaborasi pemberian antibiotic

G. Daftar Pustaka
Bobak. 2010. Buku Ajar Keperawatan Maternitas Edisi 4. Jakarta: EGC.

Herdman, 2018. NANDA-I Diagnosis Keperawatan, Definisi dan Klasifikasi 2018-


2020. Jakarta : EGC.

Mitayani. 2009. Asuhan Keperawatan Maternitas. Salemba Medika Jakarta.

Lowdermilk, Jense. 2012. Buku Ajar Keperawatan Maternitas. Jakarta: EGC.

Banjarmasin, Agustus 2020


Preseptor Klinik Preseptor Akademik

(Wika Rispadiyani, Ns., M.Kep) (Yenni Okvitasari, Ns., M.kep)

Anda mungkin juga menyukai