Anda di halaman 1dari 98

RADIOLOGI

SUDAH SIAP?
SISTEM SARAF
Urutan Penilaian
1. Struktur midline dan simetrisitas
2. Ventrikel
5. Tulang
3. Parenkim otak
6. Soft tissue
4. Sulkus

Contoh : Gambaran midline shifting


TRAUMA KEPALA • Epidural hematoma
• Interval lucid (talk and die)
• robeknya a.meningeal media
• Subdural hematoma
• Hemiparesis dan penurunan
kesadaran, cephalgia.
• Robeknya bridging vein.
• Subarachnoid hemorrhage (stroke)
– Thunderclap headache, tanda
meningeal, Penurunan kesadaran
– Etiologi: robeknya aneurysma
• Intracerebral hemorrhage (stroke)
• Paresis, hypesthesia, ataxia,
penurunan kesadaran
• Etiology: Hypertension
TRAUMA KEPALA
EPIDURAL HEMATOME
Adalah perdarahan extradural
diantara periosteum calvaria
dengan duramater.
• Ruptur a. meningea media
cabang a. maxillaris
• Terjadi pada daerah temporal
(bagian mobile)
• Lebih sering akibat coup
• Gejala : ditemukan lucid
interval (talk and die)
• Radiologis : Biconvex/lenticular
shape
Pasien post kecelakaan lalu lintas dengan
GCS 10 sempat sadar kemudian pingsan

1. Apa nama pemeriksaan radiologis


tersebut?
2. Deskripsikan kelainan yang tampak!
3. Apa diagnosis nya?

Tampak lesi hiperdens, berbatas tegas,


berbentuk bikonveks, pada regio
temporoparietalis sinistra disertai
hematom subgaleal pada regio
temporoparietalis dekstra
SUBDURAL HEMATOME

Adalah perdarahan diantara


duramater dan arachnoid mater.
• Ruptur dari bridging vein
• Terjadi pada daerah temporo-
occipital.
• Lebih sering akibat counter
coup
• Gejala : perlahan-lahan
menurun kesadaran
• Radiologis : semilunar shape.
Pasien post kecelakaan lalu lintas dengan
GCS 10

1. Apa nama pemeriksaan radiologis


tersebut?
2. Deskripsikan kelainan yang tampak!
3. Apa diagnosis nya?

Tampak lesi hiperdens, berbatas tegas,


berbentuk bulan sabit, pada regio
fronto-parietalis dextra
SUBARACHNOID HEMORRHAGE

Adalah perdarahan diantara arachnoid


mater dan piamater.

• Ruptur dari arteri biasanya akibat


pecahnya aneurima dan AVM.
• Terjadi pada daerah batang otak,
biasanya pada cabang arteria basilaris.
• Gejala : thunderclap headache, mimik
gejala stroke hemorrhagik, meningeal
sign (+)
• Radiologis : Filling the sulci, biasanya
diikuti adanya IVH.
INTRACEREBRAL
HEMORRHAGE

• Perdarahan pada parenkim otak.


• Biasanya pada stroke hemorrhagik.
Perdarahan intraparenkimal,
terdapat gambaran
hiperdensitas pada daerah
lobus temporal dextra.
Terdapat hematoma
subgaleal pada regio
temporal dextra
Stroke Infark
Urutan membaca foto MSK
ABCs
Systematic Evaluation

a.Alignment
b.Bone
c.Cartilage (joint space)
d.Soft tissue
Joint anatomy
FOTO POLOS
SYARAT :

1. 2 PROYEKSI

2. SATU/ DUA SENDI TERFOTO

3. BANDINGKAN YANG NORMAL DAN YANG SAKIT


FRAKTUR
Fraktur adalah hilangnya kontinuitas tulang baik bersifat total maupun
parsial. Dengan etiologi karena trauma langsung dan trauma tidak
langsung.

1. Lokasi
2. Tipe
3. Arah garis fraktur.
4. Alignment dan aposisi.
o Displacement.
o Angulasi.
o Rotasi.
o Overlapping – distraction.
LOKASI FRAKTUR
• Tulang apa, kanan-kiri
• Bagian dari tulang : Caput, colum, tochanter, supracondylar,
epicondylar
• Diafise : 1/3 tengah, 1/3 proksimal, 1/3 distal

Fraktur 1/3 Proksimal (a), 1/3


tengah (b). 1/3 distal (c)
supracondiler intraartikular
JENIS FRAKTUR
Fraktur komplit dan inkomplit.
• Fraktur komplit : garis patah melalui seluruh penampang tulang atau melalui
korteks tulang.
• Fraktur inkomplit : garis patah tidak melalui seluruh penampang tulang,
biasanya terjadi pada anak-anak karena periosteum masih tebal.

Hairline fracture Buckle fracture Greenstick fracture


• Fraktur Incomplete : Bowing, Torus, Greenstick

Torus
Bowing

Greenstick
ARAH FRAKTUR
Obliq Spiral Segmental
ALIGMENT DAN APOSISI
1. Displacement (pergeseran) : Medial, Lateral.
2. Angulasi: Apeks di lateral (varus)/ Apeks di medial (valgus).
3. Rotasi: interna, eksterna.
4. Ujung fragmen: overiding (overlapping), distraksi (menjauh)
FRAKTUR COLLES

Fraktur os radius bagian


distal dengan angulasi atau
dislokasi fragmen distal ke
DORSAL
FRAKTUR COLLES
FRAKTUR SMITH

Fraktur os radius bagian


distal dengan angulasi atau
dislokasi fragmen distal ke
ANTERIOR
Pasien post kecelakaan lalu
lintas mengeluhkan
pergelangan nyeri dan
bengkak

1. Apa nama pemeriksaan


radiologis tersebut?
2. Deskripsikan kelainan
yang tampak!
3. Apa diagnosis nya?
MUGR
Fraktur radius dan ulna
a. Fraktur Monteggia
fraktur ulna bagian
proximal dengan
dislokasi kaput radii
b. Fraktur Galeazzi
fraktur radius bagian
distal dengan
dislokasi ulna bagian
distal
Pasien post kecelakaan lalu
lintas mengeluhkan lengan
bawah dekat siku nyeri dan
bengkak

1. Apa nama pemeriksaan


radiologis tersebut?
2. Deskripsikan kelainan
yang tampak!
3. Apa diagnosis nya?
Pasien post kecelakaan lalu
lintas mengeluhkan lengan
bawah nyeri dan bengkak

1. Apa nama pemeriksaan


radiologis tersebut?
2. Deskripsikan kelainan
yang tampak!
3. Apa diagnosis nya?
SISTEM RESPIRASI
Urutan membaca foto thorax
• Identitas: nama, sex, usia, tgl foto, R/L, PA/AP
• Inspirasi cukup bila diafragma setinggi VThX, costa 6 anterior memotong
ABCDEFGHI
• Airway
• Bone
• Costophrenic angle
• Diafragma
• Edge of heart
• Field of lung
• Gastric bubble
• Hilum
• Instrument
Emphysema di puncak paru
Abnormalitas Black* Berbentuk Lubang Cavitas TB
*Radio-lucent Pneumothorax + Air-fluid
Abses
Batas Masih Cair
Pleural Meniscus Honey-comb appearance
Costophrenic Angle Bronchiectasis
Effusion
Batas Tak Beraturan, Organized
**Radio-opaque dibatasi fisura
Pocketed
White*
* Encapsulated (Fissura)

Tumor
Batas Tak + →Pneumonia
Mediastinum atau Within Lung Air Bronchogram
Jelas
Tumor Paru (jinak)
- →Bronchopneumonia
Batas Jelas
Tepi reguler

Tepi irreguler
Bentuk Garis Bentuk Milier Memenuhi Lobus Bentuk koin

Tumor Paru Tanda penarikan


(ganas) Metastasis
Divergen Tidak sesuai Horizontal Milliar Milliary
dari hilus vaskuler yTB Metastasis
Atelectasis Pneumonia

Bercabang Central Fibrosis Kerley Lines


spt. pohon Inverted S Fibrosis luas
Batwing Appearance Interstitial
Normal Lung Edema
Pulmonal Lung Edema
Vascularity
ATELEKTASIS

• Pasien datang dengan keluhan sesak


nafas, dengan hasil pemeriksaan fisik
sebagai berikut :
• Inspeksi : Asimetris, hemithoraks
tertinggal pada sinistra
• Palpasi : Deviasi trakea ke sinistra,
Fremitus sinistra turun
• Perkusi : Redup sinistra
• Auskultasi : Suara nafas menurun
pada sinistra
ATELEKTASIS

1. Nama pemeriksaan : X foto thoraks


proyeksi PA
2. Deskripsi :
Tampak gambaran OPAQUE HOMOGEN
BATAS TEGAS, pada seluruh Hemithorax
sinistra, disertai :
1. Penarikan trakea, bronkus,
jantung ke arah sinistra
2. Penyempitan sela iga
3. Diagnosis : Atelektasis sinistra
EFUSI PLEURA

• Pasien datang dengan keluhan


sesak nafas, dengan hasil
pemeriksaan fisik sebagai
berikut :
• Inspeksi : Asimetris,
hemithoraks tertinggal pada
sinistra
• Palpasi : Deviasi trakea ke
dextra, Fremitus sinistra turun
• Perkusi : Redup
• Auskultasi : Suara nafas
menurun, friction rub (+)
EFUSI PLEURA

• Nama pemeriksaan : X foto


thoraks proyeksi PA
• Deskripsi :
• Tampak gambaran OPAQUE
HOMOGEN BATAS TEGAS
pada seluruh Hemithorax
sinistra disertai :
• Pendorongan trakea,
bronkus, jantung, ke arah
dextra
• Sudut costrophrenicus
sinistra tampak tumpul
• Diagnosis : Efusi pleura sinistra
PNEUMONIA

• Pasien datang dengan


keluhan Batuk berdahak
dan Demam > 40oC, dengan
hasil pemeriksaan :
• Inspeksi : Asimetris, gerak
nafas menurun pada dextra
• Palpasi : Fremitus
meningkat
• Perkusi : Pekak (konsolidasi)
• Auskultasi : Ronki basah
halus (fine crackles)
PNEUMONIA

• Nama pemeriksaan : X foto


thoraks proyeksi PA
• Deskripsi :
• Tampak gambaran
KESURAMAN HOMOGEN
BATAS TIDAK TEGAS pada
lobus atas hemithoraks
dekstra, tidak disertai
penarikan maupun
pendorongan struktur sekitar
• Diagnosis : Pneumonia lobus
atas hemithoraks dekstra
TB PARU

• Pasien datang dengan


keluhan Batuk berdahak > 3
minggu, disertai sesak
nafas, keringat malam hari.
• Inspeksi : -
• Palpasi : -
• Perkusi : Redup
• Auskultasi : Ronki basah
(crackles)
Post primary TB
Linear parenchymal streaking extending
into both apices, with associated
retraction of both hila. The findings are of
bilateral upper lobe fibrosis.

Primary TB
Right paratracheal and left hilar
adenopathy
Post-primary tuberculosis.
A 53 year old man presents with night sweats and fever. A
close-up of a PA chest radiograph demonstrates
coalescence of poorly marginated reticular and nodular
opacities in the right upper lobe with an irregularly
margined moderately thick-walled cavity and small air–
fluid level
Miliary TB.

Multiple tiny nodules


scattered throughout
both lungs.
EMFISEMA

• Pasien datang dengan


keluhan sesak nafas
• Inspeksi : Barrel chest (+),
ekspansi menurun
• Palpasi : fremitus menurun
• Perkusi : Hipersonor
• Auskultasi : ekspirasi
memanjang
EMFISEMA

• Nama pemeriksaan : X foto


thoraks proyeksi PA
• Deskripsi :
• Tampak gambaran LUSEN
pada seluruh hemithorax
kanan dan kiri, disertai :
• Pelebaran sela iga
• Diafragma rendah
• Jantung pendulum
• Diagnosis : Emfisema
hemithoraks dextra dan
sinistra
Emphysema pulmonum
PNEUMOTORAKS

• Pasien datang dengan


keluhan sesak nafas
• Inspeksi : Asimetris, gerak
nafas menurun
• Palpasi : Fremitus menurun
• Perkusi : Hipersonor (+)
• Auskultasi : Suara nafas
menurun
PNEUMOTORAKS

• Nama pemeriksaan : X foto


thoraks proyeksi PA
• Deskripsi :
• Tampak gambaran LUSEN
pada seluruh hemithorax
sinistra disertai :
• Avascular pattern
• Pelebaran sela iga
• Pendorongan mediastinum
ke arah dextra
• Diagnosis : Pneumothoraks
hemithoraks sinistra
BRONKIEKTASIS

• Pasien datang dengan


keluhan batuk produktif
berdahak sputum 3 lapis
• Inspeksi : Dyspneu (sesak
nafas)
• Palpasi : -
• Perkusi : -
• Auskultasi : Ronki basah
kasar (coarse crackles)
BRONKIEKTASIS

• Nama pemeriksaan : X foto


thoraks proyeksi PA
• Deskripsi :
• Tampak gambaran LUSEN
pada seluruh hemithorax
kanan dan kiri, disertai :
• Honeycomb appearance
• Corakan bronkovaskular
kasar
• Diagnosis : Bronkiektasis
pada lobus bawah
hemithoraks dextra dan
sinistra
GASTROINTESTINAL
• Preperitoneal fat line dan Psoas line
• Pola udara saluran cerna
• udara bebas
• Kalsifikasi (+) / (-)
• Tulang
1. Supine (paling sering)
2. Prone
3. Left Lateral Dicubitus(LLD)
4. Erect atau semi erect
Pada kasus obstruktivus biasanya digunakan
proyeksi > 1 atau cukup 1 proyeksi erect dengan
sinar horisontal
• Lambung : Udara selalu (+)
• Usus kecil : terlihat 2-3 loop usus, tak ada
distensi.Diameter < 3cm
• Rectum dan Sigmoid : selalu terlihat
Udara dalam
lambung
Udara terlihat pada
bbrpa loop usus halus

Udara dalam Rectum &


Sigmoid
PNEUMOPERITONEUM

• Udara bebas intraperitoneum atau ekstraluminer


• Causa :
1. Robeknya dinding saluran cerna (trauma, iatrogenik, kelainan
di saluran cerna),
2. Tidakan melalui permukaan peritoneal (transperitoneal
manipulasi, endoscopic biopsy, abdominal needle biopsy)
3. Intraperitoneal ( gas forming peritonitis, ruptur abses )
PNEUMOPERITONEUM
Gambaran Radiologi :
• Cupula sign
• Foot ball sign
• Double wall sign /Rigler sign
• Ligamentum falciforum sign
• Umbilical sign
• Urachus sign
Proyeksi foto
PNEUMOPERITONEUM

Biasanya menggunakan 2 proyeksi foto :


- FPA supine
- X Torak erect atau left lateral decubitus
Cupula sign
Cupula sign
Air on both sides of bowel wall –
Rigler’s Sign

Free Intraperitoneal Air


Umbilical sign

Urachus sign
Pemeriksaan penunjang
Foto abdomen 3 posisi → supine, semierect,/erect, LLD

Step-ladder/air
FISHBONE Coil-spring app fluid level
Perbedaan SBO dan LBO
Large bowel Small Bowel
•Peripheral ( diameter 8 cm max) •Central ( diameter 5 cm max)
•Presence of haustration •Vulvulae coniventae
•Ileum: may appear tubeless
ABNORMALITAS POLA UDARA DALAM USUS

Air in Air in small bowel Air in large


Rectum/ bowel
Sigmoid

Localized Ileus + 2-3 distended loops Air in rectum/


(Sentinel Loop) sigmoid

Generalized Ileus + Multiple distended Distended


loop

SBO - Multiple dilated loop -

LBO - None-unless Dilated


Ileocecal valve
incompetent
GENERALIZED ILEUS

Supine
SBO

coil spring, herring


bone, dan step ladder
pattern
LBO
ENTEROHEPATIKA
KARSINOMA HEPATOSELULAR

SIROSIS HEPATIS
• Untuk imejing billier, USG sangat membantu untuk mendeteksi adanya batu gallbladder
dan komplikasinya. Komplikasi yang paling sering adalah infeksi atau cholecystitis yang
dengan mudah akan terdeteksi pada USG. Nyeri yang dialami pasien khas, seperti temuan
Murphy’s sign-nya.
• Cirrhosis dengan USG akan dapat menemukan gambaran yang spesifik untuk cirrosis, sbb.:
ukuran liver bisa mengecil (tidak selalu mengecil), permukaan irregular/
nodular/berdungkul kecil, diameter v. Porta melebar tanda hipertensi portal dengan flow
yang menurun pada pemeriksaan DOPPLER. Lien dapat juga ikut membesar.
KOLELITIASIS
UROGENITALIA
RADIOLOGI UROGENITAL
FOTO POLOS ABDOMEN KASUS UROGENITAL
• Tujuan : untuk melihat Batu Radiopaq

SYARAT FPA UROGENITAL:


• Usus dibersihkan dengan pencahar
• Pemotretan saat ekspirasi, agar ginjal sejajar dengan film
NEFROLITIASIS
VESIKOLITIASIS
NEFROLITIASIS USG
CYSTITIS

VESIKOLITIASIS
Urography Intravenous ( UIV )

Serial dari foto polos abdomen yang diambil setelah


injeksi kontras iodin water-soluable

Indikasi: gross-haematuria, renal and ureteric


calculi, ureteric fistulas and strictures and complex
UTI (termasuk TB)

Kontraindikasi: Absolut: Alergi; Relatif: Diabetes


insipidus, Multipel Mieloma, Hipotensi, Kehamilan
Urography Intravenous

Persiapan: puasa 4 jam, pembatasan cairan,


pemberian pencahar

Media kontras diinjeksikan dengan cepat, dosis


standar: 1 cc/ kg BB dengan konsentrasi 350-370
mg/ml

Potensi reaksi alergi (+), sehingga perlu ditanyakan mengenai


riwayat alergi pasien dan dimintakan informed concent, perlu
pula dipersiapakan obat emergensi, oksigen, dan peralatan
resusitasi
Urography Intravenous
• Nefrogram:
memperjelas kontur ginjal ~ ekskresi ginjal, sistem PCS ➔ 1
menit post injeksi kontras
• Pyelogram:
➢Fase dimana kontras sudah mengisi PCS dan ureter ➔ 5 -
15 menit post injeksi kontras
• Cystogram
➢menilai vesica urinaria ➔ 30-45 menit post injeksi kontras
➢Dinilai: dinding, filling defek, indentasi, additional shadow,
ekstravasasi kontras.
• Post miksi
➢Pasien disuruh kencing, setelah itu difoto.
➢Untuk melihat fungsi pengosongan
GRADE HIDRONEFROSIS

MILD HIDRONEFROSIS
Grade I : Dilatasi pelvis tanpa dilatasi
kaliks, tidak ada atrofi parenkimal
Grade II : Dilatasi pelvis dan kaliks,
tidak ada atrofi parenkim (Flattening)

MODERATE HIDRONEFROSIS
Grade III : Rounding/Clubbing pelvis
dan kaliks, penipisan korteks ringan

SEVERE HIDRONEFROSIS
Grade IV : Ballooning pelvis dan kaliks,
hilangnya batas antara pelvis dan
kaliks, penipisan korteks
FASE FASE IVP
FPA : Tampak gambaran opasitas berbentuk
bulat batas tegas tepi ireguler ukuran sekitar
2x1,5 cm di para vetebra kiri di VL 1-2
IVP : Tampak pelebaran PCS sinistra
berbentuk clubing , tampak sisa urin minimal
di VU.
Diagnosis : Nefrolitiasis sinistra disertai
Hidronefrosis ren sinistra grade 3
Deskripsi : Tampak gambaran radioopak
multiple berbatas tegas di ginjal kanan
setinggi VL 1-3. Tampak gambaran pelebaran
pcs ren dex, membentuk gambaran flatening
(grade II-III)
Diagnosis : Hidronefrosis dextra et causa
Nefrolitiasis dextra
SEMANGAT
JANGAN LUPA
TERUS LATIHAN!!