Anda di halaman 1dari 4

1. Kategori kasus seperti apa triage ?

1. Merah
2. Kuning
3. Hijau
4. Hitam

Jawaban :

Triase adalah suatu sistem pembagian/klasifikasi prioritas klien berdasarkan berat


ringannya kondisi klien atau kegawatanya yang memerlukan tindakan segera. Dalam triage,
perawat dan dokter mempunyai batasan waktu (response time) untuk mengkaji keadaan dan
memberikan intervensi secepatnya yaitu < 10 menit.

1. Prioritas I (prioritas tertinggi) warna merah untuk berat dan biru untuk sangat berat.
Mengancam jiwa atau fungsi vital, perlu resusitasi dan tindakan bedah segera,
mempunyai kesempatan hidup yang besar. Penanganan dan pemindahan bersifat
segera yaitu gangguan pada jalan nafas, pernafasan dan sirkulasi. Contohnya
sumbatan jalan nafas, tension pneumothorak, syok hemoragik, luka terpotong pada
tangan dan kaki, combutio (luka bakar) tingkat II dan III > 25%.
2. Prioritas II (medium) warna kuning. Potensial mengancam nyawa atau fungsi vital
bila tidak segera ditangani dalam jangka waktu singkat. Penanganan dan
pemindahan bersifat jangan terlambat. Contoh: patah tulang besar, combutio (luka
bakar) tingkat II dan III < 25 %, trauma thorak/abdomen, laserasi luas, trauma bola
mata.
Prioritas III (rendah) warna hijau. Perlu penanganan seperti pelayanan biasa, tidak
perlu segera. Penanganan dan pemindahan bersifat terakhir. Contoh luka superficial,
luka-luka ringan.
3. Prioritas 0 warna Hitam. Kemungkinan untuk hidup sangat kecil, luka sangat parah.
Hanya perlu terapi suportif. Contoh henti jantung kritis, trauma kepala berat
(Carpenito, 2008)

2. Syarat pelaksana triage ?


 Banyak pengalaman menangani pasien luka luar, dll
 Pengetahuan tentang pertolongan pada saat bencana
 Daya kepemimpinan, keputusan yang tepat dan kreatif
 Kemampuan untuk berhumor
1. Kategori merah
Pasien dengan kategori merah adalah pasien prioritas pertama (area
resusitasi) yang butuh pertolongan segera. Kriteria pasien yang masuk dalam
kategori ini adalah mengalami kondisi kritis yang membutuhkan pertolongan
medis segera.
2. Kategori kuning
Pasien dalam kategori kuning merupakan prioritas kedua (area tindakan)
yang juga membutuhkan pertolongan segera. Hanya saja, pasien yang
termasuk kategori ini tidak dalam kondisi kritis.
3. Kategori hijau
Kategori ini termasuk dalam prioritas ketiga (area observasi). Pasien dalam
kategori ini umumnya mengalami cedera ringan dan biasanya masih mampu
berjalan atau mencari pertolongan sendiri.
4. Kategori hitam
Kategori hitam hanya diperuntukkan bagi pasien yang sudah tidak mungkin
ditolong lagi atau sudah meninggal.

3. Alur kerja metode triage ?


Langkah-langkah triage metode START dapat digunakan sebagai berikut

YA
Penderita Dapat HIJAU
Berjalan
TIDAK

TIDAK YA
Penderita
bernapas?

≥ 30X Frekuensi
YA
TIDAK Penderita YA
Pernapasan
bernapas setelah
jalan napas dibuka
< 30X

≥ 2 det
Waktu Pengisian
HITAM MERAH
Kapiler

< 2 det

Status Mental
TIDAK
Perintah
sederhana ?

YA

KUNING
Prosedur kerja Triase
 Prosedur triase dimulai ketika pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat.
Dokter akan langsung melakukan pemeriksaan singkat dan cepat untuk
menentukan kondisi pasien.
 Pemeriksaan singkat dan cepat ini meliputi pemeriksaan kondisi umum,
tanda-tanda vital (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan), kebutuhan
medis, dan kemungkinan bertahan hidup. Setelah melakukan pemeriksa
 an, dokter akan menentukan kategori warna triase yang sesuai untuk
kondisi pasien.
 Jika berada di kategori merah, pasien akan langsung diberikan tindakan
medis di ruang resusitasi, dan bila memerlukan tindakan medis lebih
lanjut, pasien akan dipindahkan ke ruang operasi atau dirujuk ke rumah
sakit lain.
 Jika berada di kategori kuning, pasien bisa dipindahkan ke ruang
observasi. Pasien dalam kategori ini akan ditangani setelah pasien
kategori merah selesai.
 Sedangkan pasien dengan kategori hijau dapat dipindahkan ke rawat
jalan, dan jika kondisinya memungkinkan pasien dapat diperbolehkan
untuk pulang.
 Untuk pasien yang sudah meninggal, yaitu kategori hitam, bisa langsung
dipindahkan ke ruang jenazah.
 Status triase ini akan dinilai ulang secara berkala, karena kondisi pasien
dapat berubah sewaktu-waktu. Apabila kondisi pasien berubah, dokter
juga akan segera melakukan triase ulang (retriase). Sebagai contoh,
pasien yang berada dalam kategori kuning bisa berpindah ke kategori
merah ketika kondisinya bertambah parah.
 8 KODE KEDARURATAN

KODE KEADAAN DARURAT


KODE BIRU (CODE BLUE)

Adalah kode warna untuk kegawatan resusitasi

KODE KUNING(CODE YELLOW)

Adalah kode warna untuk kedaruratan masal

KODE MERAH(CODE RED)

Adalah kode warna untuk kebakaran

KODE HITAM(CODE BLACK)

Adalah kode warna untuk ancaman pembunuhan

KODE UNGU(CODE PURPLE)

Adalah kode warna untuk evakuasi

KODE ABU-ABU(CODE GREY)

Adalah kode warna untuk kehilangan

KODE MERAH MUDA (CODE PINK)

Adalah Kode warna untuk Peculikan bayi

KODE ORANYE (CODE ORANGE)

Adalah Kode warna untuk Ancaman Bom