Anda di halaman 1dari 122

SURVEY MOTIVASI, PERSEPSI, SIKAP, RELIGIUSITAS WAKIF

KOTA TANGERANG SELATAN

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Untuk Memenuhi Syarat-syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi (S.E)

Oleh:
Ulfah Fauziah
NIM. 1113086000050

JURUSAN EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1438 H/2017 M
DAFTAR RIWAYAT HIDUP

I. IDENTITAS PRIBADI

1. Nama : Ulfah Fauziah

2. Nama Panggilan : Ulfah

3. Tempat & Tanggal Lahir : Tangerang, 20 Oktober 1995

4. Jenis Kelamin : Perempuan

5. Agama : Islam

6. Alamat : Jl.Merpati Raya No. 39 RT 002/01,

Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, 15413

7. Telepon : 085945041820

8. Email : Ulfahfauziah6@gmail.com

II. PENDIDIKAN

Tahun 2013-2017 : UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tahun 2010-2013 : SMAN 87 Jakarta

Tahun 2007-2010 : SMPN 178 Jakarta

Tahun 2001-2007 : SDN VI Ciputat

III. PENGALAMAN ORGANISASI

1. Staf Divisi Kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ)

Ekonomi Syariah periode 2015-2016

2. Staf Divisi Liaison Officer Sharia Economic Festival 2016

3. Bendahara KKN Gempita UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2016

vi
4. Anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas

Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Jakarta

5. Anggota tim bola basket SMPN 178 Jakarta periode 2007-2010

6. Osis SMP 178 Jakarta seksi Kesiswaan periode 2008-2009

IV. LATAR BELAKANG KELUARGA

1. Ayah : Haryono Limpuno

2. Tempat, Tanggal Lahir : Malang, 12 April 1954

3. Ibu : Mutia

4. Tempat, Tanggal Lahir : Tangerang, 14 Juni 1958

5. Alamat : Jl.Merpati Raya No. 39 RT 002/01,

Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, 15413

6. Anak ke : 5 dari 5 bersaudara

vii
ABSTRACT

This study aimed to analyze the factors that influence the waqf decision in South
Tangerang City. The data used are primary data by using questionnaires
technique distributed to 100 respondents waqf in South Tangerang City. There are
5 variables: motivation, perception, attitudes, religiosity, and decisions. The
method used is multiple linear regression analysis with SPSS Software version
20.0 and Microsoft Excel 2010. The results of this study indicate that the
variables of motivation, attitude, perception, and religiosity together significantly
influence the waqf decision with a significant value 0.000 which is smaller than
the significance used 5%. Then, with partially motivation, perception, attitude,
and religiosity have a significant effect on waqf decision. The prediction ability of
the four dependent variables on the independent variable is 46,9%. While the
remaining 53,1% influenced by other factors not included in this research
variable.

Keywords : Motivation, Perception, Attitude, Religiosity, and multiple


linear regression analysis

viii
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi


keputusan wakif Kota Tangerang Selatan. Data yang digunakan adalah data
primer dengan menggunakan teknik kuesioner yang disebarkan kepada 100
responden wakif Kota Tangerang Selatan. Jumlah variabel yang diteliti ada 5
variabel yaitu motivasi, persepsi, sikap, religiusitas, dan keputusan. Metode yang
digunakan adalah analisis regresi linear berganda dengan Software SPSS versi
20.0 dan Microsoft Excel 2010. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa
variabel motivasi, persepsi sikap, dan religiusitas secara bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap keputusan wakif dengan nilai signifikan sebesar
0.000 lebih kecil dari signifikansi yang digunakan yaitu 5%. Secara parsial
motivasi, persepsi, sikap, dan religiusitas berpengaruh signifikan terhadap
keputusan wakif. Kemampuan prediksi dari keempat variabel dependen terhadap
variabel independen adalah 46,9%. Sedangkan sisanya 53,1% dipengaruhi oleh
faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam variabel penelitian ini.

Kata kunci : Motivasi, Persepsi, Sikap, Religiusitas, dan Analisis Regresi


Linear Berganda

ix
KATA PENGANTAR

Assalamu‟alaikum Wr. Wb.


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan
rahmat, hidayah, dan karunia-Nya yang tidak terhingga sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Shalawat serta Salam semoga
tercurahkan kepada baginda Nabi Muhmammad SAW.
Skripsi ini berjudul “Survey Motivasi, Persepsi, Sikap, Religiusitas Wakif
Kota Tangerang Selatan”. Skripsi ini disusun dalam rangka untuk menyelesaikan
Program Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Syariah di Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Penulis berharap
semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat kepada semua pihak dan dapat
menambah wawasan serta pengetahuan kepada semua pihak. Maka, pada
kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. M. Arief Mufraini, Lc., M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan sebagai
dosen pembimbing skripsi yang telah meluangkan waktunya dengan penuh
kesabaran dan pengarahan dalam menyelesaikan skripsi ini. Serta, sebagai
dosen penasehat akademik yang selalu memberikan bimbingan selama
kegiatan perkuliahan berlangsung.
2. Bapak Yoghi Citra Pratama, SE., M.Sc selaku Ketua Jurusan Ekonomi
Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta yang juga selalu memberikan arahan dan motivasi
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
3. Ibu Endra Kasni Laila Yuda, S.Ag., M.Si selaku Sekretaris Jurusan Ekonomi
Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta yang selalu memberikan motivasi dan informasi kepada
penulis.
4. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Ekonomi Syariah yang telah memberikan ilmunya
tanpa lelah sehingga ilmu-ilmu yang telah disampaikan dapat bermanfaat bagi
penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan studi di Fakultas Ekonomi dan

x
Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatulah Jakarta. Serta, seluruh
staf akademik dan tata usaha yang telah membantu penulis dalam mengurus
segala kebutuhan adminstrasi penulis.
5. Kedua Orang Tua penulis, ayahanda tercinta Bapak Haryono Limpuno,
ibunda tercinta Ibu Mutia. Kakak tercinta Gunawan Wibisono, Hary
Widjayanto dan Endang P. beserta seluruh keluarga yang telah memberikan
dukungan lahir dan batin.
6. Seluruh teman-teman Ekonomi Syariah angkatan 2013 terutama Nurul
Hasanah, Putri Nurani, Nadya Zakiyah, Nabila Nur Rahmadyani, dan Puspa
Cahya Insani, sahabat yang telah menemani selama 4 tahun dan memberikan
semangat serta doa selama penulis menjalani skripsi sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan baik.
7. Putri Ayu Sahara, Sinthya Novianty, dan Arniati yang telah menyemangati
dan memberikan doa yang tak henti kepada penulis. Serta, adik tercinta Alifia
Zalfa dan Daanish Hussein yang telah memberikan semangat kepada penulis.
8. Bagi semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini semoga bantuan yang
telah diberikan baik berupa moril maupun materil dapat dibalas oleh Allah
SWT. Aamin yaa Robbal „Alamin.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini sepenuhnya masih jauh dari
kesempurnaan karena masih banyaknya kekurangan yang ada. Oleh karena itu,
penulis menerima dan mengharapkan segala kritik dan saran yang membangun
dari berbagai pihak. Demikian yang bisa penulis dapat sampaikan semoga skripsi
ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Aamin.
Wassalamu‟alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 27 Mei 2017


Penulis,

(Ulfah Fauziah)

xi
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI ................................................................. ii

LEMBAR PENGESAHAN UJI KOMPREHENSIF ........................................... iii

LEMBAR PENGESAHAN UJI SKRIPSI ........................................................... iv

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ............................. v

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ............................................................................. vi

ABSTRACT .........................................................................................................viii

ABSTRAK ........................................................................................................... ix

KATA PENGANTAR ......................................................................................... x

DAFTAR ISI ...................................................................................................... xii

DAFTAR TABEL ..............................................................................................xvi

DAFTAR GAMBAR .........................................................................................xvii

DAFTAR GRAFIK ......................................................................................... ..xviii

DAFTAR LAMPIRAN ......................................................................................xix

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1

A. Latar Belakang Penelitian ............................................................................. 1

B. Rumusan Masalah ......................................................................................... 9

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .................................................................... 9

1. Tujuan Penelitian .................................................................................. 9

2. Manfaat Penelitian ................................................................................ 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................... 11

A. Motivasi ...................................................................................................... 11

1. Pengertian Motivasi ............................................................................. 11

xii
2. Aspek Motivasi ..................................................................................... 13

B. Persepsi ....................................................................................................... 14

1. Pengertian Persepsi .............................................................................. 14

2. Aspek Persepsi ...................................................................................... 16

C. Sikap ........................................................................................................... 17

1. Pengertian Sikap .................................................................................. 17

2. Aspek Sikap .......................................................................................... 18

D. Religiusitas .................................................................................................. 19

1. Pengertian Religiusitas ........................................................................ 19

2. Aspek Religiusitas ............................................................................... 20

E. Pengambilan Keputusan ............................................................................. 22

1. Pengertian Pengambilan Keputusan .................................................... 22

2. Aspek Pengambilan Keputusan ........................................................... 25

F. Wakif .......................................................................................................... 26

1. Pengertian Wakif ................................................................................. 25

2. Dasar Hukum Wakaf ........................................................................... 25

G. Keterkaitan Antar Variabel Bebas dengan Variabel Terikat ...................... 29

H. Kerangka Pemikiran ................................................................................... 31

I. Penelitian Terdahulu ................................................................................... 33

J. Hipotesis ..................................................................................................... 37

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................. 38

A. Ruang Lingkup Penelitian .......................................................................... 38

B. Metode Penentuan Sampel ......................................................................... 38

xiii
1. Populasi .................................................................................................. 38

2. Sampel .................................................................................................... 39

C. Metode Pengumpulan Data ......................................................................... 40

1. Data Primer ............................................................................................ 40

2. Data Sekunder ........................................................................................ 41

D. Metode Analisis Data ................................................................................. 42

1. Uji Kualitas Data .................................................................................... 43

2. Uji Asumsi Klasik .................................................................................. 44

3. Uji Hipotesis .......................................................................................... 46

4. Analisis Regresi Linear Berganda ......................................................... 48

E. Operasional Variabel Penelitian ................................................................. 50

1. Variabel Dependen ................................................................................ 50

2. Variabel Independen .............................................................................. 50

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN ....................................................... 54

A. Gambaran Umum Objek Penelitian ............................................................ 54

B. Hasil dan Pembahasan ................................................................................ 56

1. Karakteristik Responden ........................................................................ 56

2. Uji Kualitas Data .................................................................................... 61

3. Uji Asumsi Klasik .................................................................................. 67

4. Uji Hipotesis .......................................................................................... 71

5. Uji Regresi Linear Berganda ................................................................. 75

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................... 80

A. Kesimpulan ............................................................................................ 80

xiv
B. Saran ...................................................................................................... 81

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 82

LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................................... 87

xv
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Pemanfaatan Wakaf ...................................................................... 2

Tabel 1.2 Potensi Wakaf Uang di Indonesia ................................................ 4

Tabel 1.3 Jumlah Tanah Wakaf di Kota Tangerang Selatan ........................ 8

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ..................................................................... 33

Tabel 3.1 Bobot/Skor Skala Likert ............................................................... 41

Tabel 3.2 Operasional Variabel .................................................................... 51

Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Motivasi .......................................................... 61

Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas Persepsi .......................................................... 62

Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Sikap .............................................................. 62

Tabel 4.4 Hasil Uji Validitas Religiusitas .................................................... 63

Tabel 4.5 Hasil Uji Validitas Keputusan ...................................................... 63

Tabel 4.6 Hasil Uji Reliabilitas Motivasi ..................................................... 64

Tabel 4.7 Hasil Uji Reliabilitas Persepsi ...................................................... 65

Tabel 4.8 Hasil Uji Reliabilitas Sikap .......................................................... 65

Tabel 4.9 Hasil Uji Reliabilitas Religiusitas ................................................ 66

Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas Keputusan .................................................. 66

Tabel 4.11 Hasil Uji Tests of Normality .......................................................... 68

Tabel 4.12 Hasil Uji Multikolinearitas ........................................................... 69

Tabel 4.13 Hasil Uji Adjusted R Square .......................................................... 71

Tabel 4.14 Hasil Uji Statistik F (Uji Signifikansi Secara Simultan) .............. 72

Tabel 4.15 Hasil Uji Statistik t (Uji Signifikansi Secara Parsial) ................... 73

Tabel 4.16 Hasil Regresi Linear Berganda ..................................................... 75

xvi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Model Sederhana Mengenai Keputusan Pembelian ..................... 22

Gambar 2.2 Kerangka Pemikiran ..................................................................... 32

Gambar 4.1 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual ............... 67

Gambar 4.2 Scatterplot ..................................................................................... 70

xvii
DAFTAR GRAFIK

Grafik 4.1 Usia Responden ............................................................................ 56

Grafik 4.2 Jenis Kelamin Responden ............................................................. 57

Grafik 4.3 Pendidikan Terakhir Responden ................................................... 58

Grafik 4.4 Pekerjaan Responden..................................................................... 59

Grafik 4.5 Pendapatan Responden ................................................................. 60

xviii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ..................................................................... 88

Lampiran 2 Tabulasi Data Responden .............................................................. 91

Lampiran 3 Hasil Uji Kualitas Data ................................................................. 96

Lampiran 4 Hasil Uji Regresi Linear Berganda ............................................... 99

Lampiran 5 Uji Multikolinearitas ..................................................................102

Lampiran 6 Uji Normalitas ............................................................................103

xix
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Di dalam Islam, terdapat instrumen-instrumen yang dapat digunakan dan

dimanfaatkan dalam mewujudkan kesejahteraan sosial diantaranya adalah

wakaf. Sebagai kelembagaan Islam, wakaf telah menjadi salah satu penunjang

perkembangan masyarakat Islam.

Wakaf adalah bentuk donasi yang diberikan seseorang dengan bersifat

sukarela dengan dana atau pokok wakafnya tetap terjaga dan terpelihara.

Misalkan, tanah yang diwakafkan haruslah bisa dikelola dan dipelihara sesuai

dengan tujuan yang ditentukan, bahkan lebih baik bila dapat dikembangkan

lebih luas, dan dapat memberikan hasil manfaat wakaf yang lebih besar.

Wakaf telah dikenal dan dilaksanakan sejak agama Islam masuk ke Indonesia.

Di Indonesia, luas tanah wakaf yang dimiliki berdasarkan Kementerian

Agama (2014) adalah 4.142.464.288 m² atau sekitar 4.142 km² dari sebagian

tanah Indonesia yaitu 1.904.569 km². Dengan 435.395 titik lokasi yang

tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

Apabila jumlah tanah wakaf tersebut dapat dimanfaatkan ketika

Indonesia saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi, wakaf sangat potensial

untuk dikembangkan guna membantu masyarakat yang kurang mampu.

Kekayaan wakaf yang jumlahnya begitu banyak, pada umumnya

pemanfaatanya masih bersifat konsumtif dan belum dikelola secara produktif

(Direktorat Pemberdayaan Wakaf, 2013).

1
Wakaf dikelola oleh nazhir yang memiliki kewajiban utama untuk

menjaga, mengelola dan mengembangkan harta wakaf tersebut, yang bisa

dimanfaatkan untuk membangun fasilitas sosial, seperti masjid dan lembaga

pendidikan atau digunakan untuk kegiatan di sektor riil, seperti pertokoan,

hotel, pertanian, dan masih banyak lagi lainnya. Sehingga, pada intinya wakaf

akan dapat mengatasi berbagai masalah penyebab utama dari kemiskinan

(Bank Indonesia, 2016).

Pemahaman wakaf di Indonesia saat ini masih terbatas karena

kebanyakan umat Islam di Indonesia pada umumnya menggunakan tanah

wakafnya untuk kepentingan ibadah atau membangun masjid-masjid dan

mushalla. Karena menurut mereka, pemanfaatan tanah wakaf seperti itu lebih

terasa manfaatnya dibandingkan dengan pemanfaatan yang lain. Dapat dilihat

di bawah ini berdasarkan Sistem Informasi Wakaf (2017) pemanfaatan dari

tanah wakaf, sebagai berikut:

Tabel. 1.1
Pemanfaatan Wakaf
No. Bangunan Jumlah
1. Masjid 44,99%
2. Mushalla 28,62%
3. Sekolah 10,45%
4. Sosial Lainnya 8,32%
5. Makam 4,61%
6. Pesantren 3,01%
Sumber: Sistem Informasi Wakaf (2017)

Saat ini, wakaf dapat dimanfaatkan untuk kepentingan yang bersifat

komersial maupun nirlaba. Pada umumnya, wakaf dipahami sebagai penyedia

infrastruktur bagi aktivitas-aktivitas nirlaba religius, seperti masjid. Namun,

pada kenyataanya, wakaf dapat dikelola sebagai investasi yang bersifat

2
komersial dan dapat menghasilkan laba. Laba yang dihasilkan dapat

digunakan untuk mendukung operasional sektor nirlaba, misalnya untuk

beasiswa atau bantuan bea premi BPJS bagi pasien di rumah sakit bagi kaum

dhuafa. Pada akhirnya apabila hal tersebut dapat dijalankan dengan baik maka

akan memberikan manfaat fiskal (Bank Indonesia, 2016).

Benda wakaf tidak hanya terbatas hanya pada benda yang tidak bergerak.

Saat ini, wakaf sudah berkembang, salah satunya adalah wakaf uang. Wakaf

uang dikategorikan ke dalam wakaf bergerak. Wakaf uang membuka peluang

untuk menciptakan investasi guna memberikan pelayanan kesehatan,

keagamaan, pendidikan dan pelayanan sosial ekonomi. Wakaf uang juga

dapat menjadi sebuah strategi untuk mensejahterakan dan melepaskan

ketergantungan Ekonomi (Nasution, 2005 dalam Nizar, 2014).

Berdasarkan Sutami (2012), Mustafa Edwin Nasution mencontohkan,

bila 10 juta umat muslim di Indonesia mewakafkan uangnya mulai dari Rp

1000,- sampai Rp 100.000,-/bulan, maka minimal dana wakaf uang yang akan

di dapat mencapai Rp 20 triliun. Kemudian, Direktur Tabungan Wakaf

Indonesia yaitu Zaim Saidi juga menyatakan bahwa potensi wakaf uang di

Indonesia dapat mencapai sepertiga kekayaan umat muslim jika potensi

tersebut diukur mengikuti anjuran untuk berwakaf dari sepertiga harta yang

dimiliki.

Menurut Nasution (2005), jumlah penduduk muslim kelas menengah di

Indonesia sebanyak 10 juta jiwa dengan rata-rata penghasilan perbulan antara

3
Rp 500.000 sampai Rp 10.0000.000 dan mempunyai potensi untuk

memperoleh dana wakaf, sebagai berikut:

Tabel. 1.2
Potensi Wakaf Uang di Indonesia
Tingkat Jumlah Tarif Potensi Potensi
Penghasilan / Muslim wakaf/bulan wakaf tunai / wakaf tunai
bulan bulan / tahun
Rp 500.000,00 4 juta Rp 5.000,00 Rp 20 milyar Rp 240
milyar
Rp 1 juta – Rp 3 juta Rp Rp 30 milyar Rp 360
2 juta 10.000,00 milyar
Rp 2 juta – Rp 2 juta Rp Rp 100 Rp 1,2
5 juta 50.000,00 milyar triliun
Rp 5 juta- Rp 1 juta Rp Rp 100 Rp 1,2
10 juta 100.000,00 milyar triliun
Total Rp 3 triliun
Sumber: Edwin Nasution (2005)

Di Indonesia, terdapat beberapa lembaga wakaf salah satunya Tabungan

Wakaf Indonesia yang tercatat pada tahun 2008, menyalurkan wakaf uangnya

mencapai Rp 10.031.099.801 yang diperuntukkan untuk beberapa sektor,

seperti sektor pendidikan, sektor kesehatan, sektor dakwah, dan sektor

ekonomi. Kemudian, Pondok Pesantren Gontor tahun 2008, dapat

menghimpun dana wakaf uang sebesar Rp 30.238.000.000. Bentuk

pemberdayaan yang dilakukan Gontor untuk mengoptimalkan sumber daya

wakafnya ialah dengan mendirikan beberapa usaha seperti penggilingan padi,

percetakan, toko kelontong, dll. (Bank Indonesia, 2016)

Lalu, Yayasan Wakaf Bangun Nurani Bangsa menerima wakaf uang

sebesar Rp 48 miliar dan disalurkan untuk pembelian saham PT Graha 165

sebesar Rp 31.000.000.000,- dan pembelian seluruh unit pada lantai 5 Menara

165 dengan nilai mencapai Rp 14.900.000.000,-. Kemudian, Rumah Wakaf

4
Indonesia juga telah menyalurkan wakafnya mencapai Rp 1.693.878.392

dengan disalurkan untuk investasi aset keuangan maupun sektor riil dan

proyek-proyek lainnya.

Sementara untuk perkembangan wakaf di dunia seperti Amerika Serikat

yang merupakan negara dengan minoritas Islamnya menurut Direktorat

Pemberdayaan Wakaf (2013), sudah mengelola wakaf secara profesional.

Lembaga wakaf yang mengelola wakaf di Amerika Serikat bernama The

Kuwait Awqaf Public Foundation dan bermarkas di New York. Nilai aset

wakaf yang dimiliki dibangun sebuah apartemen senilai US 85 juta di atas

tanah The Islamic Cultural Center. Sedangkan, di Bangladesh telah

mengembangkan wakaf nya di instrumen-instrumen keuangan di Pasar

Modal.

Wakaf di Indonesia saat ini dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia dan

bekerja sama dengan 100 lembaga (Nazhir) dan 15 bank disebut LKS-PWU

yang telah terdaftar sebagai penerima wakaf uang. Pembentukan BWI sendiri

memberikan sinyal positif bagi wakif-wakif yang ingin mewakafkan hartanya

dikarenakan sudah terbentuknya lembaga resmi wakaf yang dibentuk oleh

pemerintah Indonesia.

Wakaf di Indonesia telah diatur dalam Undang-undang tahun 2004

tepatnya undang-undang No. 41 tahun 2004 tentang Wakaf dan PP No. 42

tahun 2006 tentang pelaksanaannya. Dengan adanya badan hukum dan

hukum yang berlaku di Indonesia tentang wakaf menjadi angin segar bagi

para wakif untuk tidak takut dalam memproduktivitaskan wakafnya.

5
Kemudian, seiring dengan potensi yang dimiliki wakaf, akan dibentuk

sebuah Bank Wakaf Ventura. Bank Wakaf Ventura lebih memfokuskan

kepada penyaluran dana ke masyarakat melalui pesantren. Hal ini bertujuan

untuk meningkatkan pembangunan perekonomian Indonesia dan dapat

digunakan sebagai penyokong untuk pembangunan infrastruktur (ICMI,

2017).

Harta merupakan amanah yang diberikan oleh Allah kepada manusia.

Manusia hanyalah pemegang amanah yang mempunyai kewajiban untuk

memanfaatkan harta tersebut. Harta adalah bekal ibadah untuk melaksanakan

muamalah di antara sesama manusia melalui kegiatan zakat, infak, dan

sedekah (Hasan, 2014).

Wakaf diyakini dapat memberikan keberkahan serta menjauhkan wakif

dari segala bahaya. Rasulullah menyebutkan bahwa sebaik-baik manusia

adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya. Amalan wakaf menerapkan

keduanya, yaitu memperpanjang umur dan juga bentuk amalan yang baik.

Panjang umur yang dimaksud adalah bahwa sepeninggalan wakif, namanya

akan terus disebut-sebut oleh orang-orang yang merasakan hasil manfaat dari

wakafnya, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Maka dengan

berwakaf, meskipun secara fisik seorang wakif telah meninggal, namun

namanya selalu disebut, seolah-olah ia hidup di tengah-tengah mereka.

Keberadaan wakif sangat penting dan harus dipertahankan agar

dikemudian hari wakif tersebut akan tetap berwakaf. Kemudian, nazhir juga

berperan dalam mempertahankan wakif sehingga nazhir harus mempunyai

6
program yang inovatif agar wakif tidak beralih dan muncul wakif-wakif baru

yang akan tertarik untuk memproduktivkan harta wakafnya. Lalu, untuk

mempertahankan wakif yang ada perlu diterapkan unsur kehati-hatian.

Nazhir yang tidak mempunyai kinerja yang baik tentu akan

mengecewakan wakif. Sebagai konsekuensinya wakif akan pindah menuju

institusi lain. Selain mempertahankan wakif yang sudah ada, otoritas juga

mensyaratkan nazhir untuk melakukan sosialisasi dan program edukasi yang

cukup kepada masyarakat luas agar tercipta wakif-wakif baru. Sehingga

komunikasi antara wakif dan nazhir haruslah terlain dengan baik agar tidak

terjadi penyalahgunaan oleh nazhir itu sendiri (Bank Indonesia, 2016).

Menurut hasil penelitian Pusat Bahasa dan Budaya UIN Jakarta dan Ford

Foundation (2006) dalam Djalaluddin (2007), dalam hal wakaf 74% motivasi

wakif adalah agar mendapat pahala yang tetap mengalir (hak Allah SWT), 18

% untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, dan 7 % untuk membayar hak fakir

miskin.

Banten merupakan provinsi keempat di Indonesia yang memiliki

penduduk muslim terbanyak, yaitu sebesar 10.065.783 jiwa penduduk dan

Berdasarkan Siwak (2017), tanah wakaf yang berada di Banten berjumlah

13.207 dengan luas 946,49 Ha. Lalu, Kota Tangerang Selatan merupakan

salah satu kota yang terdapat di Provinsi Banten dan merupakan hasil

pemekaran dari Kota Tangerang yang memiliki jumlah tanah wakaf sebanyak

573 lokasi dengan luas 45,19 Ha.

7
Berdasarkan Tabel 1.3, Kecamatan Serpong memiliki tanah wakaf yang

paling banyak sebanyak 222 buah, Kedua Kecamatan Pondok Aren sebanyak

214 buah, dan Kecamatan Setu tidak memiliki tanah wakaf. Berikut rincian

dari jumlah tanah wakaf yang berada di Kota Tangerang Selatan:

Tabel. 1.3
Jumlah Tanah Wakaf di Kota Tangerang Selatan
No. Daerah Jumlah Tanah Wakaf
1. Serpong 222 buah
2. Serpong Utara 1 buah
3. Pondok Aren 214 buah
4. Ciputat 117 buah
5. Ciputat Timur 13 buah
6. Pamulang 6 buah
7. Setu -
Sumber: Sistem Informasi Wakaf (2017)

Metode dalam menyampaikan sosialisasi tentang wakaf harus

disesuaikan dengan calon wakif. Calon wakif juga harus dilengkapi dengan

motivasi-motivasi spiritual agar kesadaran untuk berwakaf akan datang

dengan sendirinya. Faktor psikologi secara umum sangat berpengaruh

terhadap keputusan seseorang untuk melakukan suatu tindakan dalam

menentukan pilihan. Sehingga, ketika nazhir mengetahui faktor apa yang

paling berpengaruh dalam keputusan wakif, maka metode tesebut dapat

disosialisasikan dengan tepat sesuai faktor yang paling berpengaruh dalam

keputusan wakif.

Berdasarkan permasalahan di atas maka peneliti tertarik untuk

melakukan suatu penelitian berjudul “Survey Motivasi, Persepsi, Sikap,

Religiusitas Wakif Kota Tangerang Selatan”.

8
B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang penelitian maka dapat dirumuskan masalah

sebagai berikut:

1. Bagaimana karakteristik wakif yang terdapat di Kota Tangerang Selatan?

2. Apakah terdapat pengaruh motivasi, persepsi, sikap, dan religiusitas

terhadap keputusan wakif?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah, maka penelitian ini dilakukan dengan

tujuan sebagai berikut:

a) Untuk mengetahui bagaimana karakteristik wakif yang terdapat di

Kota Tangerang Selatan.

b) Untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel

dependen (Motivasi, Persepsi, Sikap, dan Religiusitas) terhadap

variabel independen (keputusan wakif).

2. Manfaat Penelitian

a) Bagi Akademisi

Penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi bagi penelitian

selanjutnya yang berkaitan dengan penelitian ini.

b) Bagi penulis

Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pemahaman penulis

tentang hal perilaku wakif dan terkait lebih dalam lagi tentang wakaf

9
dan sebagai wadah untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh

selama ini.

c) Bagi Pemerintah

Penelitian ini dapat dijadikan sebagai pertimbangan untuk

menetapkan dan mendayagunakan wakaf dengan produktif dan dapat

dijadikan sebagai instrumen moneter yang dapat diandalkan di masa

depan.

d) Bagi Lembaga Wakaf

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi yang akan

memberikan wawasan dan pengetahuan untuk strategi pemasaran

wakaf sehingga dapat menambah wakif-wakif baru.

e) Wakif

Penelitian ini diharapkan menambah wawasan bagi yang sudah

berwakaf dan wakif baru sehingga dapat menjadi landasan untuk

mengambil keputusan untuk dapat mewakafkan harta.

10
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Motivasi

1. Pengertian Motivasi

Schiffman dan Kanuk (2008) berpendapat bahwa motivasi dapat

digambarkan sebagai tenaga pendorong dalam diri individu yang

memaksa mereka untuk bertindak. Tenaga pendorong tersebut

dihasilkan oleh keadaan tertekan, yang timbul sebagai akibat kebutuhan

yang tidak terpenuhi. Individu secara sadar maupun tanpa sadar

berjuang untuk mengurangi ketegangan ini melalui perilaku yang

mereka harapkan akan memenuhi kebutuhan mereka dengan demikian

akan membebaskan mereka dari tekanan yang mereka rasakan.

Terdapat tiga teori motivasi, yaitu:

 Teori motivasi Freud mengasumsikan bahwa kekuatan-kekuatan

psikologi yang membentuk perilaku pembeli sebagian besar berasal

dari bawah sadar.

 Teori motivasi Maslow mengatakan bahwa bila seseorang berhasil

dalam memuaskan suatu kebutuhan yang penting, maka kebutuhan

tersebut bukan merupakan motivasi lagi, dan orang tersebut akan

berusaha memuaskan kebutuhan yang paling penting berikutnya.

 Teori motivasi Herzberg mengembangkan teori motivasi menjadi

dua teori yaitu faktor-faktor yang menyebabkan ketidakpuasan dan

faktor-faktor yang menyebabkan kepuasan.

11
Kehendak seseorang dalam membeli suatu barang atau jasa

muncul karena faktor kebutuhan maupun keinginan. Kebutuhan adalah

segala sesuatu yang harus dipenuhi atau diperlukan. Sedangkan,

keinginan adalah hasrat atau harapan seseorang yang jika dipenuhi

belum tentu meningkatkan kesempurnaan fungsi manusia ataupun suatu

barang (Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam, 2008).

Mannan (1995) menjelaskan bahwa kebutuhan digolongkan

menjadi tiga golongan, yaitu: keperluan yang meliputi semua hal yang

diperlukan untuk memenuhi segala kebutuhan yang harus dipenuhi,

kesenangan yang didefinisikan sebagai komoditi yang penggunaannya

menambah efisiensi pekerja, dan kemewahan menunjuk kepada

komoditi serta jasa yang penggunaannya tidak menambah efisiensi

seseorang bahkan mungkin menguranginya. Dalam membandingkan

konsep kepuasan dengan pemenuhan kebutuhan perlu membandingkan

tingkatan-tingkatan, yaitu Darruriyah, Hajiyyah, Tahsiniyyah.

(Nasution, 2002).

Dapat disimpulkan bahwa motivasi merupakan suatu tindakan

yang diakibatkan adanya kebutuhan dan keinginan seseorang sehingga

memaksa mereka untuk bertindak. Kemudian dalam Islam kebutuhan

seseorang memiliki tingkatan yaitu Darruriyah, Hajiyyah, Tahsiniyyah.

12
2. Aspek Motivasi

Maslow menyusun teori motivasi manusia yang diterima secara

luas berdasarkan pada gagasan mengenai hierarki kebutuhan manusia

yang universal. Kebutuhan pada urutan yang lebih tinggi menjadi

kekuatan penggerak jika kebutuhan yang lebih rendah sudah terpuaskan

dan ketidakpuasan itu akan memotivasi perilaku. Hierarki tersebut

dijelaskan sebagai berikut (Schiffman dan Kanuk, 2008):

 Kebutuhan fisiologis

Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan yang paling dasar

dimana kebutuhan ini diperlukan untuk menunjang kehidupan

biologis. Menurut Maslow, kebutuhan fisiologis menonjol jika

kebutuhan tersebut terus-menerus tidak dapat dipenuhi. Bagi

kebanyakan orang kebutuhan biogenis pada umumnya telah

terpenuhi.

 Kebutuhan keselamatan dan keamanan

Kebutuhan akan keamanan dan perlindungan menjadi kekuatan

pendorong di belakang perilaku individu. Kebutuhan ini jauh

lebih besar dari sekedar keamanan fisik, meliputi ketertiban,

stabilitas kebiasaan sehari-hari, dan pengendalian atas kehidupan

diri dan lingkungan.

 Kebutuhan sosial

Kebutuhan ini meliputi cinta, kasih sayang, pemilikan, dan

penerimaan. Orang mencari kehangatan dan memenuhi kebutuhan

13
hubungan antar manusia dengan orang lain dan didorong oleh

cinta kepada keluarga mereka.

 Kebutuhan akan kepentingan diri sendiri

Kebutuhan ini dapat berorientasi ke dalam maupun ke luar diri,

atau kedua-duanya. Kebutuhan yang terarah ke dalam diri

mencerminkan kebutuhan individu akan penerimaan diri, harga

diri, dan kepuasan pribadi atas pekerjaan yang dilaksanakan

dengan baik. Sedangkan, kebutuhan yang terarah ke luar diri

meliputi kebutuhan akan martabat, nama baik, dan pengakuan

dari orang lain.

 Kebutuhan akan aktualisasi diri

Kebutuhan ini mengacu pada keinginan individu untuk

melengkapi kemampuannya untuk menjadi apa saja yang mampu

ia raih.

B. Persepsi

1. Pengertian Persepsi

Menurut Schiffman dan Kanuk (2008) persepsi didefinisikan

sebagai proses yang dilakukan individu untuk memilih, mengatur, dan

menafsirkan. Mowen (1998) menyatakan bahwa tahap pemaparan,

perhatian, dan pemahaman sebagai persepsi. Persepsi ini bersama

keterlibatan konsumen dan memori akan memengaruhi pengolahan

informasi. Persepsi adalah bagaimana seorang konsumen melihat

realitas di luar dirinya atau dunia sekelilingnya.

14
Menurut Stanton (2001) persepsi dapat didefiniskan sebagai makna

yang kita pertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu, stimuli yang

kita terima melalui lima indra. Menurut Hawkins dan Coney (2005)

persepsi adalah proses bagaimana stimulasi itu diseleksi, diorganisasi,

dan diinterpretasikan (Sangadji, 2013). Persepsi juga dibentuk oleh:

karakteristik dari stimuli, hubungan stimuli dengan sekelilingnya, dan

kondisi-kondisi dalam diri kita sendiri.

Selain itu, persepsi tidak hanya bergantung pada rangsangan fisik,

tapi juga pada rangsangan yang berhubungan dengan lingkungan sekitar

dan keadaan individu yang bersangkutan. Persepsi dapat sangat

beragam antara individu satu dengan yang lain yang mengalami realitas

yang sama. Persepsi itu lebih penting dari realitas, karena persepsi

itulah yang akan memengaruhi perilaku konsumen (Kotler, 2009).

Proses persepsi diawali dengan proses sensasi dan adanya sensasi

berupa diterimanya stimuli oleh indra, kemudian diikuti oleh proses

seleksi, organisasi, dan interpretasi oleh konsumen (Suryani, 2008).

Dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah proses individu dalam

memilih, memaknai, dan memahami suatu hal yang diperoleh

berdasarkan pengalaman di masa lalu, pengetahuan yang didapat, dan

pengaruh dari lingkungan sekitar.

15
2. Aspek Persepsi

a. Pengalaman

Pengalaman merupakan suatu kejadian yang pernah dialami,

dijalani, dirasai, ditanggung dan sebagainya. Pengalaman

konsumen sebelumnya akan mempengaruhi harapan-harapan

mereka.

b. Pengetahuan

Pengetahuan merupakan segala sesuatu yang diketahui yang

berkenaan dengan suatu hal. Pengetahuan ini diperoleh bisa didapat

dari membaca, diskusi, dari pengamatan, dan dari proses berpikir.

Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki

konsumen mengenai berbagai macam produk, dan jasa serta

pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut,

dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai

konsumen.

c. Lingkungan

Lingkungan konsumen dibagi menjadi dua macam, yaitu

lingkungan makro dan mikro. Lingkungan mikro adalah

lingkungan yang sangat dekat dengan konsumen yang berinteraksi

langsung dengan konsumen seperti ayah, ibu, adik, kakak dan

anggota keluarga yang lain yang tinggal bersama dengan

konsumen. Sedangkan, lingkungan makro adalah lingkungan yang

jauh dari konsumen yang bersifat umum dan berskala luas,

16
misalnya sistem politik dan hukum, kondisi ekonomi, dan budaya.

Maka dari itu memiliki pengaruh luas terhadap masyarakat.

C. Sikap

1. Pengertian Sikap

Menurut Schiffman dan Kanuk (2008) sikap merupakan

kecenderungan yang dipelajari untuk berperilaku dengan cara yang

tetap menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap suatu obyek

tertentu. Ada empat kategori besar model sikap yang sudah mendapat

perhatian. Salah satunya model sikap tiga komponen yang terdiri dari

bagian, yaitu komponen kognatif meliputi pengetahuan dan keyakinan

mengenai berbagai produk dan jasa. Komponen afektif memfokuskan

pada emosi atau perasaan konsumen terhadap produk atau jasa tertentu.

Komponen konatif yang berhubungan dengan kemungkinan bahwa

konsumen akan bertindak dengan cara tertentu.

Kotler (2009) berpendapat bahwa sikap adalah evaluasi, perasaan

emosi, dan kecenderungan tindakan yang menguntungkan atau tidak

menguntungkan dan bertahan lama pada seseorang terhadap objek

tertentu atau gagasan tertentu. Orang memiliki sikap terhadap hampir

semua hal, seperti agama, politik, pakaian. Sikap menempatkan semua

itu ke dalam kerangka pemikiran menyukai atau tidak menyukai objek

tertentu, yang bergerak menjauhi objek tersebut. Oleh karena itu, sikap

sangat sulit berubah atau konsisten.

17
Engel (1995) mengemukakan bahwa sikap menunjukkan apa yang

konsumen sukai dan yang tidak disukai. Definisi tersebut

menggambarkan pandangan kognitif dari psikolog sosial dimana sikap

dianggap memiliki tiga unsur, yaitu kognitif, afektif, dan kognatif.

Berdasarkan pengertian sikap di atas, dapat disimpulkan bahwa

sikap merupakan tindakan seseorang dalam mengevaluasi, menyukai

atau tidak menyukai objek tertentu yang terdiri dari tiga komponen,

yaitu komponen kognitif, afektif, dan kognatif.

2. Aspek Sikap

Engel (1995) dalam Suwito (2007), berpendapat bahwa

karakteristik sikap terdapat lima dimensi didalamnya, yaitu:

a. Arah

Dimensi ini berkaitan dengan kecenderungan pada sikap ke arah

yang positif, negatif, atau netral.

b. Eksternitas

Dimensi ini berkaitan dengan perasaan suka atau tidak suka yang

memiliki tingkatan-tingkatan.

c. Resistensi

Dimensi ini berkaitan dengan kekuatan sikap untuk tidak berubah.

Sikap memiliki perbedaan konsistensi dimana ada sikap yang

mudah berubah dan nada yang sulit untuk berubah.

18
d. Persistensi

Dimensi ini berkaitan dengan perubahan sikap secara gradual yang

disebabkan oleh waktu. Karena, seiring dengan waktu sikap juga

mengalami perubahan.

e. Tingkat keyakinan

Dimensi ini berkaitan dengan seberapa yakin seseorang akan

kebenaran sikapnya. Dimensi ini sangat erat hubungannya dengan

perilaku.

D. Religiusitas

1. Pengertian Religiusitas

Menurut Jalaluddin (Azizah, 2006), kata religi berasal dari bahasa

latin yaitu religio yang berarti mengikat. Religi atau agama pada

umumnya terdapat aturan-aturan dan kewajiban-kewajiban yang harus

dilaksusanakan yang semua itu berfungsi untuk mengikat dan

mengutuhkan diri seseorang atau sekelompok orang dalam

hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia dan sekitarnya).

Ancok (2015) keberagaman atau religiusitas kehidupan manusia

diwujudukan dalam berbagai sisi kehidupan. Aktivitas beragam bukan

hanya terjadi ketika seseorang melakukan ibadah,tapi juga ketika

melakukan aktivitas lain yang didorong oleh kekuatan supranatural.

Bukan hanya berkaitan dengan aktivitas yang tampak dan dapat dilihat

mata, tapi juga aktivitas yang tak tampak dan terjadi dalam hati

19
seseorang. Dengan demikian, agama adalah sebuah sistem yang

berdimensi banyak.

Kemudian, religiusitas adalah sesuatu yang lebih menitikberatkan

pada masalah perilaku, sosial, dan merupakan sebuah doktrin dari setiap

agama atau golongan yang wajib diikuti oleh setiap pengikutnya

(Fetzer, 1999).

Dapat disimpulkan, bahwa religiusitas adalah suatu doktrin yang

dapat memengaruhi kehidupan seorang manusia yang memiliki aturan

dan kewajiban-kewajiban yang harus dilaksanakan oleh orang tersebut

di dalam setiap aktivitas yang ia lakukan yang tidak hanya berkaitan

dengan sesama manusia melainkan juga Tuhannya.

2. Aspek Religiusitas

Menurut Glock dan Stark dalam Ancok (2015), religiusitas

memiliki lima dimensi, yaitu:

a. Keyakinan

Dimensi ini berisi pengharapan-pengharapan dimana orang religius

berpegang teguh pada pandangan teologis tertentu dan mengakui

kebenaran doktrin tersebut. Setiap agama mempertahankan

seperangkat kepercayaan dimana para penganut diharapkan akan

taat.

b. Praktik Agama

Dimensi ini berisi perilaku pemujaan, ketaatan, dan hal-hal yang

dilakukan seseorang untuk menunjukkan komitmen terhadap

20
agama yang dianutnya. Praktik-praktik keagamaan ini terdiri dari

dua kelas penting, yaitu ritual dan ketaatan.

c. Pengalaman

Dimensi ini berisi fakta bahwa semua agama mengandung

pengharapan-pengharapan tertentu. Dimensi ini berkaitan dengan

pengalaman keberagamaan, perasaan-perasaan, persepsi-persepsi,

dan sensasi-sensasi yang dialami seseorang atau didefinisikan oleh

suatu kelompok keagamaan yang melihat komunikasi yaitu dengan

Tuhan

d. Pengetahuan Agama

Dimensi ini mengacu kepada harapan bahwa orang-orang yang

beragama paling tidak memiliki sejumlah mengenai dasar-dasar,

keyakinan, kitab suci, dan tradisi-tradisi. Dimensi pengetahuan dan

keyakinan saling berkaitan satu sama lain, karena pengetahuan

mengenai suatu keyakinan adalah syarat bagi penerimanya.

e. Pengamalan

Dimensi ini mengacu pada identifikasi akibat-akibat keyakinan

keagamaan, praktik, pengalaman, dan pengetahuan seseorang dari

hari ke hari. Walaupun agama banyak menggariskan bagaimana

pemeluknya seharusnya berpikir dan bertindak dalam kehidupan

sehari-hari dimana ada batas konsekuensi agama yang merupakan

bagian dari komitmen keagamaan.

21
E. Pengambilan Keputusan

1. Pengertian Pengambilan Keputusan

Schiffman dan Kanuk (2008) mendefinisikan keputusan adalah

pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif. Seorang

konsumen yang akan memutuskan pilihan maka ia harus memiliki

pilihan alternatif. Langkah-langkah dalam mengambil keputusan, yaitu

pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif yang

akhirnya bisa menuntun seseorang dalam mengambil keputusan. Tidak

semua situasi pengambilan keputusan konsumen menerima tingkat

pencarian informasi yang sama.

Schiffman dan Kanuk (2008) merancang hubungan yang

memberikan gambaran menyeluruh mengenai pengambilan keputusan.

Model tersebut mempunyai tiga komponen utama seperti yang disajikan

pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1
Model Sederhana Mengenai Keputusan Pembelian

Masukan Proses Keluaran


(Pengaruh (Pengambilan (Perilaku setelah
eksternal) keputusan) keputusan)

Sumber: Schiffman dan Kanuk (2008:491)

Berikut adalah penjelasan dari Gambar 2.1:

a. Masukan

Merupakan komponen yang memengaruhi berbagai pengaruh luar

yang berlaku sebagai sumber informasi mengenai produk tertentu

dan memengaruhi nilai-nilai, sikap, dan perilaku konsumen yang

22
berkaitan dengan produk. Terdapat dua masukan dimana masukan

pemasaran merupakan usaha langsung untuk mencapai,

memberikan informasi, dan membujuk konsumen untuk membeli

dan menggunakan produknya. Kemudian, Pengaruh kelas sosial,

budaya, dan subbudaya, walaupun kurang nyata, merupakan

faktor-faktor masukan yang penting yang dihayati dan diserap dan

memengaruhi bagaimana para konsumen akhirnya menilai

menerima atau mengolah produk.

b. Proses

Berhubungan dengan cara konsumen mengambil keputusan

Untuk memahami proses ini bidang psikologi mempengaruhi

dalam diri dalam proses pengambilan keputusan konsumen.

dibagi menjadi tiga tahap, yaitu:

 Pengenalan kebutuhan terjadi ketika konsumen dihadapkan

dengan suatu masalah. Di kalangan konsumen ada dua tipe

pengenalan kebutuhan, yaitu tipe keadaan yang sebenarnya

yang merasa bahwa mereka mempunyai masalah ketika

sebuah produk tidak dapat berfungsi secara memuaskan dan

tipe keadaan yang diinginkan, dimana bagi mereka keinginan

terhadap sesuatu yang baru dapat menggerakan proses

keputusan.

 Penelitian sebelum pembelian dilakukan ketika konsumen

biasanya mencoba mengingat sebelum mencari berbagai

23
informasi eksternal mengenai kebutuhan yang berhubungan

dengan konsumsi tersebut. Pengalaman yang lalu dianggap

sebagai sumber informasi internal kemudian terdapat juga

sumber informasi pemasaran dan informasi nonkomersial

sebagai sumber informasi eksternal seperti perbedaan gender,

harga.

 Penilaian alternatif konsumen cenderung menggunakan dua

macam informasi seperti daftar merk yang akan mereka

rencanakan untuk dipilih dan kriteria yang akan mereka

pergunakan untuk menilai setiap merk.

c. Porsi keluaran

Dalam mengambil keputusan konsumen menyangkut dua

kegiatan pasca pembelian yang berhubungan dengan perilaku

pembelian dan penilaian pasca pembelian, yaitu:

 Perilaku pembelian dimana konsumen melakukan tiga tipe

pembelian, yaitu pembelian percobaan, pembelian ulangan,

dan pembelian komitmen jangka panjang. Ketika konsumen

membeli suatu produk untuk pertama kalinya lebih sedikit

dari biasanya pembelian ini dianggap sebagai pembelian

percobaan. Pembelian ulang dilakukan ketika suatu merk

atau produk sudah mapan sehingga dapat memuaskan

dibanding merk-merk lain. Lalu, komitmen jangka panjang

dilakukan ketika konsumen tidak mungkin untuk

24
melakukan percobaan yang akhirnya mengubah penilaian

mereka.

 Penilaian pasca pembelian timbul ketika kinerja yang

sesungguhnya sesuai dengan harapan yang menimbulkan

perasaan netral, kinerja melebihi harapan, yang

menimbulkan apa yang dikenal sebagai pemenuhan harapan

secara positif, dan kinerja dibawah harapan yang

menimbulkan pemenuhan harapan secara negatif dan

ketidakpuasan.

2. Aspek Pengambilan Keputusan

Terdapat empat indikator keputusan menurut Kotler (1995:70),

yaitu:

a. Kemantapan pada sebuah produk

b. Kebiasaan dalam membeli produk

c. Memberikan rekomendasi kepada orang lain

d. Melakukan Pembelian Ulang

F. Wakif

1. Pengertian Wakif

Wakif bisa berupa badan hukum atau orang yang memiliki hak

penuh terhadap harta yang diwakafkan sebab menurut Kompilasi

Hukum Islam, badan hukum mempunyai hak penuh terhadap suatu

harta sebagaimana orang yang memiliki harta (Direktorat

Pemberdayaan Wakaf, 2013).

25
Selain itu, orang yang beragama non muslim juga bisa berwakaf

termasuk lembaga asing sehingga perlu dikembangkan atau dicarikan

format atau ketentuan yang cocok bagi warga negara atau lembaga

asing non muslim tersebut.

Di Indonesia, para wakif lebih banyak memilih untuk

mengikrarkan wakafnya bagi kepentingan ibadah sebagai hal yang

dapat membantu kepentingan umum. Karena masjid, mushalla, atau

langgar biasanya sangat terasa manfaatnya bagi umat muslim yang

menggunakannya.

Syarat-syarat dari wakif, sebagai berikut:

a) Orang dewasa, bukan anak-anak

b) Berakal sehat

c) Dalam keadaan sehat, bukan orang yang sedang sakit keras

d) Pemilik penuh terhadap harta yang diwakafkannya

e) Pemilik sah terhadap harta yang diwakafkannya

f) Orang cakap bertindak, bukan orang yang dibawah pengampuan

g) Tidak mempunyai hutang melebihi jumlah hartanya

h) Beragama Islam

Wakaf adalah menahan suatu benda yang kekal abadi secara fisik

yang dapat digunakan dan dimanfaatkan sehingga wakaf dapat menjadi

sumber bagi pembangunan ekonomi umat Islam. Harta wakaf memiliki

3 ciri-ciri, yaitu (Ichsan, 2016):

26
a) Keunikan pada konsep pemisahan antara hak pemilikan dan faedah

penggunanya.

b) Wakaf adalah sedekah berterusan dikarenakan wakif dapat

memperoleh pahala secara terus-menerus dan penerima wakaf

mendapat manfaatnya secara terus-menerus.

c) Penggunaan harta wakaf untuk kebajikan dan diharuskan sesuai

dengan syara’.

Berdasarkan Djalaluddin (2011), tujuan khusus dari wakaf berasal

dari motivasi orang-orang yang berwakaf (wakif). Di antara motivasi-

motivasi yang menjadi tujuan khusus itu, yaitu:

a) Motivasi agama, dimana wakif dalam mewakafkan hartanya karena

ada keinginan untuk memperoleh pahala atau dihapuskan dosa-

dosanya.

b) Motivasi gharizah, dimana seseorang dihadapkan pada dua

kecenderungan yaitu kecenderungan untuk tetap mempertahankan

harta yang dimiliki dan kekhawatiran kalau ternyata keturunannya

tidak mampu mengolah harta peninggalannya dengan baik.

c) Motivasi sosial, dimana seseorang merasakan adanya tanggung

jawab kepada masyarakat dan lingkungannya. Maka wakif

menyisihkan sebagian hartanya untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Djalaluddin (2011) ada tiga jenis wakaf dalam Islam,

yaitu:

27
a) Wakaf diny adalah mengkhususkan harta dan kekayaan untuk

kepentingan ibadah dalam arti terbatas, seperti tempat untuk shalat,

haji, dan sebagainya. Wakaf diny tidak hanya ada dalam tradisi

Islam, dalam agama lain pun juga ada.

b) Wakaf khairy (philanthropic) adalah mengkhususkan sebagian

kekayaan yang dimiliki untuk kepentingan kebajikan, seperti

kesehatan, pendidikan, kebudayaan, keamanan, sosial, dan Untuk

jenis ini, juga bukan hanya kaum muslimin yang mengenalnya,

umat lain juga memiliki tradisi ini, hanya saja Islam telah

melakukan pengembangan yang cukup penting.

c) Wakaf khas atau dzurry (family or posterity trust) adalah wakaf

yang diutamakan untuk keluarga dan untuk masyarakat luas. Wakaf

jenis ini pertama kali dikembangkan oleh umat Islam, yaitu ketika

Umar bin Khatthab mewakafkan tanahnya di Khaibar yang

kemudian diikuti oleh para sahabat dalam mewakafkan harta

mereka untuk keluarga dan masyarakat sebagainya.

2. Dasar Hukum Wakaf

Dasar hukum wakaf bersumber dari al-Qur’an dan Hadist. Dalam

al-Qur’an tidak ditemukan secara tekstual. Imam Muslim dari Abu

Hurairah juga menjelaskan bahwa wakaf merupakan salah satu amalan

yang tidak terputus imbalannya dari Allah SWT. meskipun pemberinya

telah meninggal.

28
“Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda: jika

seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga

perkara (yaitu): sedekah jariyah ilmu yang diamalkan, atau do‟a anak

yang shalih”.

Sedangkan di dalam hukum positif yang berlaku di Indonesia,

wakaf telah diatur dalam UU No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf dan PP

No. 42 Tahun 2006 tentang pelaksanannya.

Tujuan wakaf sebagai amalan kebaikan dijadikan dasar para ulama

dalam menerangkan konsep wakaf pada keumuman ayat-ayat al-Qur’an

yang memerintahkan manusia untuk berbuat baik dengan berinfak.

G. Keterkaitan Antar Variabel Bebas dengan Variabel Terikat

1. Motivasi Terhadap Keputusan

Motivasi merupakan proses timbulnya dorongan sehingga

konsumen tergerak untuk mengambil keputusan dalam membeli suatu

produk (Suryani, 2008). Penelitian yang dilakukan oleh Gutsche (2016),

menyatakan bahwa motivasi intrinsik atau ekstrinsik merupakan faktor

yang penting bagi pemberi amal untuk menyumbangkan hartanya.

Kamaruddin dkk (2015), Rizkia dkk (2014) menyatakan bahwa

motivasi seseorang berpengaruh terhadap keputusan muzakki.

Kurniawati (2015) menyatakan bahwa motivasi merupakan keinginan

seseorang untuk masa depannya yang membuat bersemangat dalam

mengerjakan sesuatu artinya bahwa orang yang membayar zakat adalah

orang yang selalu melihat manfaat di masa depan.

29
2. Persepsi Terhadap Keputusan

Dalam penelitian Ringim (2013), persepsi berkontribusi terhadap

keputusan pelanggan dalam memilih perbankan syariah. Rizkia dkk

(2014) menyatakan bahwa pemahaman atau persepsi dari para muzakki

berpengaruh signifikan tentang zakat. Tetapi, harus ditingkatkan lagi

mengenai pemahaman tentang zakat emas, peternakan dll.

3. Sikap Terhadap Keputusan

Sikap merupakan fungsi penilaian konsumen untuk menilai apakah

produk tersebut memberikan manfaat atau kegunaan bagi dirinya

(Suryani, 2008). Dalam penelitian Aji (2014), bahwa hasil dari variabel

sikap menjadi perhatian terhadap setiap lembaga zakat untuk terus

menerus mengedukasi khususnya yang tergolong muzakki seperti

efektifitas, bentuk program-program, transparansi yang merupakan

salah satu strategi untuk menumbuhkan sikap positif masyarakat dalam

membayar zakat. Teah dkk (2014), menyatakan bahwa sikap memiliki

pengaruh signifikan terhadap keputusan untuk berwakaf.

Saad (2016) menyatakan bahwa sikap memberikan hubungan yang

positif terhadap niat untuk membayar zakat. Sedangkan Amin (2013)

menyatakan sikap berperan penting dalam niat atau keputusan perilaku

untuk melakukan pembiayaan rumah.

4. Religiusitas Terhadap Keputusan

Menurut Schiffman dan Kanuk (2008) agama menjadikan seorang

konsumen untuk mengambil keputusan membeli yang dipengaruhi oleh

30
identitas agama. Worthington (2015) telah melakukan penelitian

hubungan antara religiusitas dan keputusan untuk memilih keuangan

Islam. Kemudian, penelitian Hussein dkk (2015), Usman dkk (2017)

menyatakan bahwa religiusitas mempengaruhi dalam pemilihan bank

syariah. Siswantoro (2016) menyatakan bahwa religiusitas seseorang

berpengaruh terhadap keputusan muzakki maupun keputusan untuk

beramal. Maulida (2013) menyatakan bahwa variabel religiusitas

berpengaruh terhadap keputusan dalam beramal. Sedangkan, dalam

penelitian Mukmin (2015) faktor religiusitas paling dipertimbangkan

oleh konsumen ketika memilih BMT.

H. Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran merupakan model konseptual tentang bagaimana

teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai

masalah yang penting. Kerangka berpikir yang baik, memuat hal-hal, seperti

variabel-variabel yang akan diteliti dan dijelaskan, diskusi dalam kerangka

berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan pertautan atau hubungan

antar variabel yang diteliti, dan ada teori yang mendasari, diskusi juga harus

dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu

positif atau negatif, kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan

dalam bentuk diagram, sehingga pihak lain dapat memahami kerangka

berpikir yang dikemukakan dalam penelitian (Muis, 2008).

31
Gambar 2.2
Kerangka Berpikir
Survey Motivasi, Persepsi, Sikap, Religiusitas Wakif Kota Tangerang Selatan

Motivasi Persepsi Sikap Religiusitas


(X1) (X2) (X3) (X4)

Keputusan Wakif (Y)

Uji Reliabilitas dan Uji Validitas

Uji Asumsi Klasik

Uji Normalitas Uji Multikolinearitas Uji Heterokedastisitas

Analisis Regresi Linear Berganda

Uji Hipotesis

Uji F Uji t Uji Adjusted R2

Interpretasi

Kesimpulan dan Saran

32
I. Penelitian Terdahulu

Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
Metode Hasil
No. Nama Peneliti Judul
Analisis Penelitian
1. Hastomo Aji Intensi Tabulasi Secara simultan
(2014) Muzakki silang dengan variabel sikap,
Membayar regresi norma subjektif,
Zakat berganda kendali perilaku dan
Pendekatan strategi marketing
Teori Planned mempunyai
Behavior pengaruh yang
Modifikasi signifikan terhadap
(Studi intensi muzakki
Terhadap dalam membayar
Pegawai zakat dan secara
Kementerian parsial variabel sikap
Agama Pusat) dan kendali perilaku
berpengaruh
signifikan terhadap
intensi muzakki
membayar zakat.
2. N. Kurniawati Preferensi Analisis faktor Faktor yang
dan A. Sukma Masyarakat mempengaruhi
(2015) Kabupaten keputusan membayar
Sukabumi zakat melalui
Dalam lembaga zakat adalah
Pengambilan faktor pertama yaitu
Keputusan faktor psikologi, dan
Membayar faktor sosial, terdiri
Zakat dari keyakinan,
komunikasi,
keluarga,
pengetahuan, dan
motivasi. Faktor
kedua adalah faktor
sosial, terdiri dari
interaksi, pekerjaan,
dan prestasi. Faktor
ketiga adalah faktor
sosial yaitu gaya
hidup. Faktor
keempat yaitu
budaya.

33
3. Andi Martina Faktor-Faktor Analisis jalur Motivasi,
Kamaruddin, yang pemahaman, kualitas
H. Zamruddin Mempengaruhi layanan berpengaruh
Hasid, Hj. Isna Keputusan secara signifikan
Yuningsih Berzakat dan terhadap keputusan
(2015) Loyalitas berzakat profesi.
Muzakki Motivasi,
Terhadap LAZ pemahaman, kualitas
Rumah Zakat layanan tidak
Kota berpengaruh secara
Samarinda langsung terhadap
loyalitas muzakki
dalam berzakat
profesi. Keputusan
berzakat muzakki
berpengaruh secara
langsung terhadap
loyalitas muzakki.
4. Sri Maulida Pengaruh Analisis Variabel Religiusitas
(2013) Religiusitas Regresi berpengaruh
Terhadap Sederhana signifikan terhadap
Perilaku perilaku beramal
Beramal
(Charitable
Behavior)
Masyarakat
Kota
Yogyakarta
5. Eka Satrio dan Analisis SMARTPLS Variabel pendapatan,
Dodik Faktor kepercayaan, dan
Siswantoro Pendapatan, religiusitas
(2016) Kepercayaan, berpengaruh secara
dan signifikan terhadap
Religiusitas minat muzakki
dalam berzakat melalui
Mempengaruhi lembaga amil zakat.
Minat
Muzakki
Untuk
Membayar
Zakat
Penghasilan
melalui
Lembaga Amil
Zakat

34
6. Rina Rizkia, Pengaruh Regresi Setiap variabel bebas
Muhammad Faktor logistic binary yaitu budaya,
Arfan, dan M.Budaya, logit motivasi, regulasi,
Shabri (2014)Motivasi, dan pemahaman
Regulasi, dan berpengaruh dengan
Pemahaman variabel terikat.
Tentang Zakat Variabel motivasi
Terhadap berpengaruh positif
Keputusan dan signifikan
Muzakki terhadap keputusan
Untuk muzakki untuk
Membayar membayar zakat di
Zakat Maal Kota Sabang.
`7. Min Teah dan Moderating Factor Sikap dan
Michael Win Role of Analysis, kepercayaan agama
(2014) Religious Regression memiliki pengaruh
Beliefs on Analaysis signifikan terhadap
Attitudes keputusan untuk
Towards berwakaf
Charities and
Motivation to
Donate
8. Alsadek Gait Attitudes of Discriminant Religius memiliki
Andrew Libyan retail Analysis pengaruh yang
Worthington consumers paling tinggi dalam
(2015) toward Islamic keputusan untuk
methods of menggunakan
finance metode Islam dalam
keuangan.
9. Kabiru Jinjiri Perception of PLS Persepsi memiliki
Ringim (2014) Nigerian hubungan yang
Muslim positif terhadap
account keputusan pemegang
holders in saham dalam
conventional memilih produk di
banks toward perbankan syariah
Islamic
banking
products
10. Ram Al Jaffri Determinants Multiple Sikap memberikan
Saad dan of zakah Regression hubungan yang
Roszaini (Islamic Analysis. positif terhadap niat
Haniffa (2016) tax) untuk membayar
compliance zakat.
behavior

35
11. Hanudin Amin, Theory of PLS sikap berperan
Abdul-Rahim Islamic penting dalam niat
Abdul- consumer atau keputusan
Rahman, dan behaviour perilaku untuk
Dzuljastri An empirical melakukan
Abdul Razak study of pembiayaan rumah.
(2014) consumer
behaviour of
Islamic
mortgage in
Malaysia
12. Mariam Effects of Factor
Mourad religiosity on analysis
Hussein Abou- consumer
Youssef Wael attitudes
Kortam Ehab toward Islamic
Abou-Aish banking in
Noha El- Egypt
Bassiouny
(2015),
13. Hardius The role of Two-Way
Usman, religious Analysis of
Prijono norms, Variance
Tjiptoherijanto, trust, (ANOVA)
Tengku Ezni importance of
Balqiah, I attributes, and
Gusti Ngurah information
Agung (2017) sources in the
relationship
between
religiosity and
selection of the
Islamic
bank

36
J. Hipotesis

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian, oleh karena itu rumusan masalah penelitian biasanya disusun

dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban

yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan

pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi,

hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan

masalah penelitian, belum jawaban yang empiris.

Hipotesis kerja ( ) disusun berdasarkan atas teori yang dipandang

handal, sedangkan hipotesis nol ( ) dirumuskan karena yang digunakan

masih diragukan kehandalannya (Muis, 2009). Adapun hipotesis yng

dirumuskan dalam penelitian ini, sebagai berikut:

1. : Karakterisitik wakif tidak berpengaruh terhadap keputusan wakif

di Kota Tangerang Selatan

: Karakterisitik wakif berpengaruh terhadap keputusan wakif di

Kota Tangerang Selatan

2. : Motivasi, persepsi, sikap, dan religiusitas tidak berpengaruh

terhadap keputusan wakif Kota Tangerang Selatan

: Motivasi, persepsi, sikap, dan religiusitas berpengaruh terhadap

keputusan wakif Kota Tangerang Selatan

37
BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian ini membahas tentang perilaku wakif dalam

keputusannya untuk berwakaf. Dalam penelitian ini motivasi, persepsi,

sikap, dan religiusitas merupakan variabel bebas (independen) dan

keputusan merupakan variabel terikat (dependen). Penelitian ini dilakukan

untuk mengetahui apakah variabel independen dapat mempengaruhi

variabel dependen. Objek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang

sudah pernah berwakaf (wakif) yang tinggal di wilayah Kota Tangerang

Selatan.

B. Metode Penentuan Sampel

1. Populasi

Muis (2009) mendefiniskan populasi yaitu sekelompok orang,

kejadian, atau gejala sesuatu yang mempunyai karakteristik tertentu.

Anggota populasi disebut dengan elemen populasi. Masalah populasi

timbul terutama pada penelitian opini yang menggunakan metode survei

sebagai teknik pengumpulan data. Populasi bukan hanya terpaku pada

manusia, tetapi juga bisa berupa obyek atau subyek yang dipelajari,

tetapi meliputi seluruh karakteristik atau sifat yang dimiliki oleh obyek

atau subyek itu (Mufraini, 2013). Berdasarkan laporan tahunan Kota

Tangerang Selatan (2016), jumlah populasi masyarakat di Kota

Tangerang Selatan adalah sebesar 1.543.209 jiwa.

38
2. Sampel

Menurut Supriyadi (2014) sampel merupakan sebagian dari

populasi yang diteliti. Sampel merupakan sebagai perwakilan dari

populasi sehingga hasil penelitian yang berhasil diperoleh dari sampel

dapat digeneralisasikan pada populasi. Penarikan sampel diperlukan

jika populasi yang diambil sangat besar dan peneliti memiliki

keterbatasan untuk menjangkau seluruh populasi tersebut.

Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non

probability sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana setiap

anggota populasi tidak memiliki kesempatan yang sama sebagai

sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling

Menurut Muis (2009). Purposive Sampling yaitu merupakan teknik

penarikan sampel yang dilakukan karena tujuan penelitian hanya

dimaksudkan untuk mengungkap variabel sebatas dalam sampel itu

saja. Sedangkan Mufraini (2013) menyatakan bahwa Purposive

Sampling yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu

sesuai dengan tujuan dari peneliti agar tujuan tersebut dapat terpenuhi.

Roscoe dalam Supriyadi (2014) memberikan acuan umum untuk

menentukan ukuran sampel:

a) Dalam penelitian multivariate (termasuk analisis regresi berganda),

ukuran sampel sebaiknya 10 kali lebih besar dari jumlah variabel

dalam penelitian.

39
b) Analisis SEM ukuran sampel 5 (lima) kali jumlah indicator atau

berkisar 100 sampel sampai 200 sampel.

c) Ukuran sampel lebih dari 30 orang dan kurang dari 500 adalah

tepat untuk kebanyakan penelitian

d) Pada umumnya penentuan sampel tergantung biaya yang ada,

makin besar jumlah sampel lebih baik dari sedikit sampel.

Tingkat Keyakinan 95% adalah tingkat lazim yang digunakan.

makna dari keyakinan 95% (alpha 0,05) ini adalah setidaknya ada 95

dari 100 taksiran sampel akan mencerminkan populasi yang

sebenarnya. Sehingga berdasarkan pernyataan di atas, bahwa di dalam

penelitian ini sampel yang digunakan adalah sebesar 100 responden

wakif di Kota Tangerang Selatan dengan tingkat kepercayaan 95%.

C. Metode Pengumpulan Data

Metode dalam mengumpulkan data yang akan digunakan dalam

penelitian ini adalah dengan menggunakan data primer dan sekunder.

1. Data Primer

Data primer adalah merupakan data yang bersumber dari responden

secara langsung dan bukan dalam bentuk file-file (Sarwono, 2006).

Dengan kata lain data primer merupakan data yang secara langsung

berhubungan dengan responden. Untuk mendapatkan data primer

peneliti harus mengumpulkannya secara langsung. Teknik yang dapat

digunakan peneliti untuk mengumpulkan data primer antara lain FGD

dan penyebaran kuesioner (Mufraini, 2013).

40
Tipe skala pengukuran yang digunakan adalah skala likert. Skala

likert digunakan untuk mengukur sikap, persepsi, dan pendapat

seseorang. Biasanya cara pengisian kuesioner jenis ini dengan

menggunakan ceklis atau pilihan ganda. Kemudian untuk masing-

masing sikap kemudian diberi bobot (Mufraini 2013). Bobot/skor dari

skala likert, sebagai berikut:

Tabel 3.1
Bobot/Skor Skala Likert
Sangat Setuju Netral Tidak setuju Sangat tidak
setuju (S) (N) (TS) setuju
(SS) (STS)
5 4 3 2 1
Sumber: Mufraini (2013)

Dalam penelitian ini, data primer yang digunakan oleh peneliti

berupa data yang diperoleh berdasarkan jawaban kuesioner yang

dibagikan kepada 100 responden wakif yang berada di Kota Tangerang

Selatan.

2. Data Sekunder

Menurut Sarwono (2006), data sekunder merupakan data yang

sudah tersedia sehingga peneliti tinggal mencari dan menggunakan data

tersebut. Menurut Mufraini (2013) data sekunder dapat diperoleh dari

berbagai sumber seperti Biro Pusat Statistik (BPS), buku, laporan,

jurnal, dan lain-lain.

Data sekunder yang digunakan pada penelitian ini, yaitu dengan

melakukan riset kepustakaan. Peneliti melakukan studi kepustakaan,

yang diperoleh dengan membaca buku-buku teori yang berhubungan

41
dengan permasalahan penelitian untuk memperoleh landasan teori yang

berada di Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,

Perpustakaan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, KUA Ciputat, serta

masjid-masjid, mushalla, dan panti asuhan yang menerima wakaf di

Kota Tangerang Selatan. Kemudian, peneliti juga mengumpulkan data

yang berasal dari artikel, jurnal, dan data dari internet.

D. Metode Analisis Data

Metode penelitian ini merupakan metode kuantitatif yang juga disebut

sebagai metode positivistic dikarenakan, berdasarkan pada filsafat

positivisme. Fakta atau fenomena yang diamati memiliki realitas objektif

yang bisa diukur. Kemudian tujuan penelitian kuantitatif ini digunakan

untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antar variabel yang diteliti

(Supriyadi, 2014).

Dalam penelitian ini menggunakan dua macam statistik untuk

menganalisis data, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik

deskriptif adalah metode mengatur, merangkum, dan mempresentasikan

data dengan cara yang formatif. Sedangkan, statistik inferensial merupakan

metode yang digunakan untuk mengestimasi sifat populasi berdasarkan

sampel (Lind dkk, 2007).

Untuk menguji hipotesis dari variabel, peneliti menggunakan teknik

analisis regresi linier berganda dikarenakan variabel bebas (independen)

yang digunakan lebih dari satu yang memengaruhi satu variabel terikat

(dependen).

42
1. Uji Kualitas Data

a) Uji Validitas

Validitas data penelitian ditentukan oleh proses pengukuran

yang akurat (Muis, 2009). Validitas adalah tingkat kemampuan

instrumen penelitian untuk mengungkapkan data sesuai dengan

masalah yang hendak diharapkan. Dengan kata lain, validitas

menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur itu dapat digunakan

untuk mengukur apa yang seharusnya diukur.

Secara konseptual validitas terbagi menjadi 3 (tiga) macam,

yaitu (Mufraini, 2013):

 Validitas isi, merupakan sebuah fungsi yang menunjukkan

seberapa baik dimensi dan elemen sebuah konsep digambarkan

 Criterion related validity, menunjukkan kemampuan sebuah

instrumen pengukuran dalam membedakan individu.

 Validitas konstruk, membuktikan seberapa bagus hasil yang

diperoleh dari penggunaan ukuran sesuai dengan teori dimana

pengujian dirancang.

Dalam uji validitas bisa dilakukan dengan melihat nilai

dan . Dengan ketentuan jika nilai lebih besar

dari maka dikatakan valid dan sebaliknya jika lebih kecil

dikatakan tidak valid dan harus dibuang dari pengolahan data

(Supriyadi, 2014).

43
b) Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah mengetahui konsistensi atau keteraturan

hasil pengukuran suatu instrumen apabila instrumen tersebut

digunakan lagi sebagai alat ukur suatu objek atau responden. Hasil

uji reliabilitas dapat mencerminkan dipercaya atau tidaknya suatu

instrumen penelitian berdasarkan tingkat pemantapan dan ketepatan

suatu alat ukur dalam pengertian bahwa hasil pengukuran yang

didapatkan merupakan ukuran yang benar dari suatu yang diukur.

Salah satu metode pengujian reliabilitas adalah dengan

menggunakan metode Alpha Cronbach yang digunakan dalam

menentukan reliabel. Tingkat realibilitas dengan metode Alpha

Cronbach diukur berdasarkan skala 0 sampai 100, jika nilai Alpha

Cronbach diatas 70% maka dikatakan reliabel atau jika Alpha

Cronbach > 0,70 (Supriyadi, 2014).

2. Uji Asumsi Klasik

a) Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan prasyarat kebanyakan prosedur

statistika inferential. Ada beberapa cara untuk mengeksplorasi

asumsi normalitas diantaranya dengan uji Kolmogorov Smirnov,

Shapiro-Wilk atau uji lainnya atau dengan melihat grafik. Dalam

Software SPSS 20.0 disajikan grafik uji Normal Probability Plot

yang dapat dilihat dengan melihat titik-titik nilai data yang akan

terletak kurang lebih dalam suatu garis lurus (Uyanto, 2006).

44
b) Uji Multikolinearitas

Menurut Muis (2009), multikolineritas pada dasarnya adanya

suatu hubungan linear yang sempurna (mendekati sempurna) antara

beberapa atau semua variabel bebas. Asumsi yang digunakan

dalam uji multikolinearitas adalah tidak ada hubungan yang kuat

antara variabel bebas dalam model. Untuk menguji

multikolinearitas dapat dilihat dari nilai VIF untuk semua variabel

independen. Dimana jika nilai VIF < 5 atau VIF < 10 dapat

dikatakan bahwa persamaan regresi tidak terdapat gejala

multikolinearitas (Supriyadi, 2014).

c) Uji Heteroskedastisitas

Asumsi yang melandasi model regresi linear adalah varians

yang bersifat homogen atau lebih dikenal dengan istilah

homoskedastisitas. Cara mendeteksinya adalah dengan metode

grafik. Salah satu cara yang digunakan dengan membuat grafik

antara variabel dependen sebagai sumbu datar dengan nilai variabel

sisaan atau residual sebagai sumbu tegak. Dapat dilihat di grafik

Scatterplot, jika tidak terlihat suatu pola yang sistematis atau

dikatakan random maka persamaan regresi tersebut memenuhi

syarat uji heteroskedastisitas (Supriyadi, 2014).

45
3. Uji Hipotesis

a) Koefisien Determinasi (Adjusted R2 )

Koefisien Determinasi (adjusted R2 ) menunjukkan besarnya

nilai R dan adjusted R2 . Nilai R berhubungan dengan besaran

korelasi antara seluruh variabel independen dengan variabel

dependen. Sedangkan adjusted R2 memberi arti besarnya

kontribusi variabel independen kepada variabel dependen

(Supriyadi, 2014).

b) Uji Simultan (Uji F)

Uji simultan merupakan uji yang menunjukkan apakah ada

pengaruh antara seluruh variabel dependen dengan variabel

independen. Pada signifikan p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil

dari p-value 0,05 atau 0,10 atau 0,01 dapat dikatakan bahwa

seluruh variabel independen mempunyai pengaruh yang signifikan

terhadap variabel dependen (Supriyadi, 2014).

Maka hipotesis statistiknya dapat dirumuskan, sebagai

berikut:

 artinya variabel independen (motivasi, persepsi,

sikap, dan religiusitas) tidak mempunyai pengaruh secara

simultan terhadap variabel dependen (keputusan wakif Kota

Tangerang Selatan)

 artinya variabel independen (motivasi, persepsi,

sikap, dan religiusitas) mempunyai pengaruh secara simultan

46
terhadap variabel dependen (keputusan wakif Kota Tangerang

Selatan)

c) Uji Parsial (Uji T)

Uji parsial merupakan uji yang menunjukkan apakah masing-

masing variabel independen berpengaruh terhadap variabel

dependen. Variabel yang memiliki nilai signifikan p-value lebih

kecil dari nilai Alpha p-value sebesar 0,05 atau 0,10 atau 0,01 dapat

dikatakan bahwa variabel independen tersebut berpengaruh

terhadap variabel dependen (Supriyadi, 2014).

Maka hipotesis statistiknya dapat dirumuskan, sebagai

berikut:

1) Variabel Motivasi

 artinya variabel motivasi tidak mempunyai

pengaruh secara parsial terhadap keputusan wakif Kota

Tangerang Selatan.

 artinya variabel motivasi mempunyai

pengaruh secara parsial terhadap keputusan wakif Kota

Tangerang Selatan.

2) Variabel Persepsi

 artinya variabel persepsi tidak mempunyai

pengaruh secara parsial terhadap keputusan wakif Kota

Tangerang Selatan.

47
 artinya variabel persepsi mempunyai

pengaruh secara parsial terhadap keputusan wakif Kota

Tangerang Selatan.

3) Variabel Sikap

 artinya variabel sikap tidak mempunyai

pengaruh secara parsial terhadap keputusan wakif Kota

Tangerang Selatan.

 artinya variabel sikap mempunyai pengaruh

secara parsial terhadap keputusan wakif Kota Tangerang

Selatan.

4) Variabel Religiusitas

 artinya variabel religiusitas tidak

mempunyai pengaruh secara parsial terhadap keputusan

wakif Kota Tangerang Selatan.

 artinya variabel religiusitas mempunyai

pengaruh secara parsial terhadap keputusan wakif Kota

Tangerang Selatan.

4. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda merupakan pengembangan dari

analisis regresi sederhana dimana terdapat lebih dari satu variabel

independen bebas (Uyanto, 2006).

Regresi adalah ketergantungan satu variabel dependen dengan satu

atau lebih variabel independen dengan tujuan untuk mengestimasi

48
dan/atau memprediksi rata-rata populasi atau nilai rata-rata variabel

dependen berdasarkan nilai variabel independen yang diketahui (Muis,

2009).

Regresi berganda adalah hubungan antara satu dependen variabel

dengan lebih satu independen variabel (Supriyadi, 2014).

Persamaan regresi linear berganda yang digunakan, sebagai

berikut:

Y =𝐁𝟎 + 𝐁𝟏 𝐗 𝟏 + 𝐁𝟐 𝐗 𝟐 + 𝐁𝟑 𝐗 𝟑 + 𝐁𝟒 𝐗 𝟒 + 𝐞

Keterangan:

Y = Variabel dependen atau terikat (Keputusan Wakif)

= Konstanta

= koefisien regresi motivasi

= koefisien regresi persepsi

= koefisien regresi sikap

= koefisien regresi religiusitas

= motivasi

= persepsi

= sikap

=religiusitas

= Standar error

49
E. Operasional Variabel Penelitian

Menurut Hamid (2007) operasional variabel adalah batasan dari

variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian, dengan maksud untuk

menghindari kemungkinan adanya makna ganda, sekaligus mendefinisikan

variabel-variabel sampai dengan kemungkinan pengukuran dan cara

pengukurannya. Dalam penelitian ini terdapat 5 (lima) variabel dimana 4

(empat) variabel independen dan 1 (satu) variabel dependen. Berikut ini

adalah variabel independen dan dependen (Supriyadi 2014):

1. Variabel terikat (dependent variable)

Variabel terikat adalah variabel yang mengalami perubahan dengan

pola teratur dan dipengaruhi oleh variabel bebas. Dalam penelitian ini

variabel terikat adalah keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang

Selatan.

2. Variabel bebas (independent variable)

Variabel bebas adalah variabel yang sengaja mengalami perlakuan

atau sengaja diubah dan dapat menentukan variabel lainnya (variabel

terikat). Dalam penelitian ini variabel bebas yaitu motivasi, persepsi,

sikap, dan religiusitas.

50
Tabel 3.2
Operasional Variabel
Variabel Konsep Indikator Butir Pertanyaan
Motivasi Maslow dalam 1. Kebutuhan 1. Saya berwakaf
(X1) Schiffman dan akan karena bentuk
Kanuk (2008), aktualisasi aktualisasi diri
kebutuhan pada diri saya terhadap
urutan yang 2. Kebutuhan lingkungan
lebih tinggi akan sekitar.
menjadi kepentingan 2. Saya termotivasi
kekuatan diri sendiri untuk berwakaf
penggerak jika 3. Kebutuhan karena bisa
kebutuhan sosial mendorong rasa
yang lebih 4. Kebutuhan percaya diri saya
rendah sudah keselamatan di lingkungan
terpuaskan dan sosial.
yang akan keamanan 3. Saya termotivasi
memotivasi 5. Kebutuhan untuk berwakaf
perilaku. fisiologi karena
kepedulian saya
terhadap
lingkungan sosial
4. Saya berwakaf
karena adanya
fasilitas yang
mendukung saya
untuk berwakaf
dengan aman.
5. Saya berwakaf
karena kebutuhan
saya telah
terpenuhi.
Persepsi Mowen (1998), 1. Pengalaman 1. Saya berwakaf
(X2) persepsi 2. Pengetahuan karena keluarga
merupakan 3. Lingkungan saya ada yang
tahap sudah pernah
pemaparan, berwakaf
pemahaman, 2. Saya berwakaf
perhatian, dan berdasarkan
bagaiamana pengetahuan dan
seorang pendidikan yang
konsumen saya miliki
melihat realitas 3. Saya berwakaf
di luar dirinya karena ada
atau dunia kerabat atau
sekelilingnya. teman di

51
lingkungan saya
yang sudah
pernah berwakaf
4. Saya berwakaf
karena
berdasarkan
pengalaman
pribadi yang saya
miliki
Sikap Engel (1995), 1. Arah 1. Saya yakin wakaf
(X3) sikap 2. Eksternitas adalah sikap yang
menunjukkan 3. Resistensi positif
apa yang 4. Persistensi 2. Saya suka
konsumen 5. Tingkat berwakaf
sukai dan tidak keyakinan 3. Saya akan terus
sukai yang berwakaf seiring
memiliki tiga pendapatan yang
unsur, yaitu saya miliki
kognitif, 4. Saya yakin wakaf
afektif, dan dapat berguna
kognatif bagi diri saya
sendiri, masa
depan saya, dan
keturunan saya
5. Saya berwakaf
karena keyakinan
agama yang saya
miliki
Religiusitas Glock dan 1. Keyakinan 1. Saya selalu
(X4) Stark dalam 2. Praktik menjalankan
Jalaludin agama ibadah yang telah
(2004), 3. Pengalaman ditentukan
religiusitas 4. Pengetahuan 2. Saya berwakaf
adalah agama karena ingin
keseluruhan 5. Pengamalan memberikan
dari fungsi jiwa sebagian harta
individu yang saya miliki
mencakup kepada orang
keyakinan, yang
perasaan, dan membutuhkan
perilaku pada 3. Saya selalu
ajaran melaksanakan
agamanya yang perintah agama di
secara sadar setiap aktivitas
dikerjakan. yang saya jalani
4. Saya selalu

52
mengutamakan
agama dalam
mempertimbangk
an suatu hal.
5. Saya selalu
berusaha untuk
mempelajari
agama secara
mendalam
6. Saya selalu
meluangkan
waktu untuk
beribadah di sela-
sela waktu
kesibukan saya
Keputusan Schiffman dan 1. Kemantapan 1. Saya telah
(Y) Kanuk (2008), pada sebuah memantapkan
keputusan produk hati saya untuk
adalah 2. Kebiasaan berwakaf
pemilihan dalam 2. Saya telah
suatu tindakan membeli terbiasa untuk
dari dua atau produk berwakaf
lebih pilihan 3. Memberikan 3. Saya akan
alternatif. rekomendasi merekomendasik
kepada orang an wakaf kepada
lain orang lain
4. Melakukan 4. Saya akan
pembelian berwakaf lagi di
ulang. kemudian hari

53
BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Objek Penelitian

Kota Tangerang Selatan merupakan daerah yang baru resmi

memisahkan diri dari Kabupaten Tangerang pada tahun 2008 dan terletak di

bagian timur Provinsi Banten. Secara administratif Kota Tangerang Selatan

terdiri dari 7 kecamatan, yaitu Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren,

Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, dan Setu serta 45 kelurahan. Wilayah

kota Tangerang Selatan mempunyai batas administrasi di sebelah utara

berbatasan dengan Kota Tangerang dan DKI Jakarta, sebelah timur

berbatasan dengan Kota Depok dan DKI Jakarta, sebelah selatan berbatasan

dengan Kabupaten Bogor dan Kota Depok, dan sebelah barat berbatasan

dengan Kabupaten Tangerang. Sarana dan prasarana umum yang dimiliki

oleh Kota Tangerang Selatan cukup banyak. Berdasarkan Dinas Pendidikan

Kota Tangerang Selatan (2014) , sarana pendidikan yang dimiliki oleh Kota

Tangerang Selatan berjumlah 413 sekolah. Lalu, fasilitas kesehatan yang

dimiliki berjumlah 17 unit rumah sakit.

Jumlah penduduk di Kota Tangerang Selatan berjumlah 1.543.209

dengan 777.713 penduduk laki-laki dan 765.496 penduduk perempuan. Hal

ini menunjukkan bahwa Tangerang Selatan didominasi oleh laki-laki.

Sedangkan, untuk kelompok usia didominasi oleh usia 30-34 tahun dengan

jumlah 150.592 jiwa. Kemudian, jumlah penduduk miskin yang berada di

kota Tangerang Selatan untuk tahun 2015 sebesar 25.890. Jumlah ini

54
meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu 25.290.

Pendidikan terakhir yang dimiliki oleh masyarakat Tangerang Selatan

didominasi oleh tingkat sarjana yaitu sebesar 4.387 dengan mayoritas

perempuan sebesar 2.490 sarjana.

Lalu, jumlah angkatan kerja yang bekerja pada tahun 2015 berjumlah

685.752 jiwa dengan pengangguran berjumlah 42.058 dan bukan angkatan

kerja berjumlah 474.269. Untuk jumlah angkatan kerja yang bekerja

didominasi oleh laki-laki berjumlah 450.303 dan perempuan berjumlah

425.945.

Jumlah penduduk muslim di Kota Tangerang Selatan sebesar 1.093.969

atau sebesar 89.20% dan sisanya 10.8% merupakan penduduk non-muslim.

Kemudian, jumlah masjid dan mushalla di Kota Tangerang Selatan masing-

masing sebesar 537 unit dan 933 unit dan sarana peribadatan muslim di

Kota Tangerang Selatan mendominasi dibandingkan dengan sarana

peribadatan yang dimiliki oleh non-muslim di Kota Tangerang Selatan.

Hal ini berarti bahwa mayoritas penduduk di Kota Tangerang Selatan

adalah muslim. (Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan, 2016).

Sehingga, aktivitas perilaku konsumen dalam beramal yang dilakukan oleh

umat muslim di Tangerang Selatan dapat berpengaruh terhadap Kota

Tangerang Selatan.

55
B. Hasil dan Pembahasan

1. Karakteristik Responden

Uji deskriptif responden digunakan untuk mendeskripsikan data

dan meringkas data yang diobservasi (Uyanto, 2006). Sehingga, dapat

memberikan gambaran mengenai karakteristik responden berdasarkan

jenis kelamin, umur, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan pendapatan

yang diukur menggunakan skala nominal dan diuji dengan SPSS 20.0.

Untuk gambaran mengenai karakteristik responden wakif yang

berada di Kota Tangerang Selatan, sebagai berikut:

a) Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Grafik 4.1
Usia Responden

Usia Usia
20-29
17%

Usia
>50 Usia
41% 30-39
10%

Usia
40-49
32%

Sumber: Data primer diolah (2017)

Pengolahan data primer ini menggunakan SPSS 20.0 dan

Microsoft Excel 2010. Dari 100 responden wakif yang berada di

Kota Tangerang Selatan, berdasarkan Grafik 4.1 menunjukkan

bahwa responden wakif yang memiliki usia 20-29 tahun berjumlah

56
17 responden atau sebesar 17%, jumlah responden yang memiliki

usia 30-39 berjumlah 10 responden atau sebesar 10%, jumlah

responden yang memiliki usia 40-49 berjumlah 32 responden atau

sebesar 32%, dan jumlah responden yang memiliki usia >50

berjumlah 41 responden atau sebesar 41%. Sehingga, jumlah

responden wakif Kota Tangerang Selatan yang diteliti mayoritas

berusia >50 tahun dengan persentase sebesar 41%.

b) Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Grafik 4.2
Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin

Pria
Wanita 46%
54%

Sumber: Data primer diolah (2017)

Pengolahan data primer ini menggunakan SPSS 20.0 dan

Microsoft Excel 2010. Dari 100 responden wakif yang berada di

Kota Tangerang Selatan, berdasarkan Grafik 4.2, menunjukkan

bahwa responden wakif yang berjenis kelamin pria berjumlah 46

responden atau sebesar 46% dan 54 responden yang berjenis

57
kelamin wanita atau sebesar 54%. Sehingga, mayoritas responden

wakif Kota Tangerang Selatan yang diteliti adalah wanita dengan

persentase sebesar 54%.

c) Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Grafik 4.3
Pendidikan Terakhir Responden

Pendidikan Terakhir

SMA
18% Sarjana
74%

SMP
3%
SD
5%

Sumber: Data primer diolah (2017)

Pengolahan data primer ini menggunakan SPSS 20.0 dan

Microsoft Excel 2010. Dari 100 responden wakif yang berada di

Kota Tangerang Selatan, berdasarkan Grafik 4.3 menunjukkan

bahwa responden wakif yang memiliki pendidikan terakhir SD

berjumlah 5 responden atau sebesar 5%, untuk pendidikan terakhir

SMP berjumlah 3 responden atau sebesar 3%, untuk pendidikan

terakhir SMA berjumlah 18 responden atau sebesar 18%, dan

pendidikan terakhir sarjana berjumlah 74 responden atau sebesar

74%. Sehingga, mayoritas responden wakif Kota Tangerang

58
Selatan yang diteliti memiliki pendidikan terakhir sebagai sarjana

dengan persentase sebesar 74%.

d) Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Grafik 4.4
Pekerjaan Responden

Pekerjaan

PNS
Lainnya 21%
30%

Karyawan
Wirausaha Swasta
20% 29%

Sumber: Data primer diolah (2017)

Dari 100 responden wakif yang berada di Kota Tangerang

Selatan, berdasarkan Grafik 4.4 menunjukkan bahwa responden

wakif yang memiliki pekerjaan sebagai PNS berjumlah 21

responden atau sebesar 21%, pekerjaan sebagai karyawan swasta

berjumlah 29 responden atau sebesar 29%, pekerjaan sebagai

wirausaha berjumlah 20 responden atau sebesar 20%, dan

pekerjaan lainnya berjumlah 30 responden atau sebesar 30%.

Sehingga, mayoritas responden wakif Kota Tangerang Selatan yang

diteliti memiliki pekerjaan yang beragam, yaitu sebagai guru

honorer, notaris, ibu rumah tangga, arsitek, dan pensiun (sudah

tidak bekerja) dengan persentase sebesar 30%.

59
e) Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan

Grafik. 4.5
Pendapatan Responden
Pendapatan
<1 juta
7%

1 juta -3 juta
19%
>5 juta
39%

3 juta - 5
juta
35%

Sumber: Data primer diolah (2017)

Dari 100 responden wakif yang berada di Kota Tangerang

Selatan, berdasarkan Grafik 4.5 menunjukkan bahwa responden

wakif yang memiliki pendapatan <1 juta rupiah berjumlah 7

responden atau sebesar 7%, pendapatan sebesar 1 juta sampai 3 juta

rupiah berjumlah 19 responden atau sebesar 19%, pendapatan

sebesar 3 juta-5 juta rupiah berjumlah 35 responden atau sebesar

35%, dan pendapatan sebesar >5 juta rupiah berjumlah 39

responden atau sebesar 39%. Sehingga, mayoritas responden wakif

Kota Tangerang Selatan yang diteliti memiliki pendapatan sebesar

>5 juta dengan persentase sebesar 39%.

60
2. Uji Kualitas Data

Untuk mengetahui validitas dan reliabilitas dalam suatu pertanyaan,

peneliti menyebarkan 100 kuesioner yang berisi 24 pertanyaan dengan

menggunakan skala ordinal kepada wakif yang berada di Kota

Tangerang Selatan.

a) Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk melihat sebuah instrumen dari

pertanyaan tersebut valid atau tidak. Pengujian ini dilakukan

dengan menggunakan Corrected Item-Total Correlation, dimana

jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid. Dengan n = 100

dan tingkat signifikansi 5%, maka diperoleh r tabel sebesar 0,165.

Sehingga, setiap item dari 24 butir pertanyaan yang dihasilkan

harus berada di atas 0,165 untuk menyatakan bahwa butir

pertanyaan tersebut valid

1) Variabel Motivasi

Tabel 4.1
Hasil Uji Validitas Motivasi
Pertanyaan Corrected Item-Total r tabel Keterangan
Correlation
X1.1 0,538 0,165 Valid
X1.2 0,508 0,165 Valid
X1.3 0,499 0,165 Valid
X1.4 0,535 0,165 Valid
X1.5 0,402 0,165 Valid
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0

Berdasarkan Tabel 4.1, menunjukkan bahwa untuk semua

butir pertanyaan pada variabel motivasi memiliki r hitung lebih

61
besar dari 0,165. Dengan demikian ,untuk semua butir

pertanyaan yang terdapat di variabel motivasi adalah valid dan

dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

2) Variabel Persepsi

Tabel 4.2
Hasil Uji Validitas Persepsi
Pertanyaan Corrected Item-Total r tabel Keterangan
Correlation
X2.1 0,506 0,165 Valid
X2.2 0,441 0,165 Valid
X2.3 0,656 0,165 Valid
X2.4 0,581 0,165 Valid
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0

Berdasarkan Tabel 4.2, dapat dilihat bahwa untuk semua

butir pertanyaan pada variabel persepsi memiliki r hitung lebih

besar dari 0,165. Dengan demikian, untuk semua butir

pertanyaan yang terdapat di variabel motivasi adalah valid dan

dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

3) Variabel Sikap

Tabel 4.3
Hasil Uji Validitas Sikap
Pertanyaan Corrected Item-Total r tabel Keterangan
Correlation
X3.1 0,480 0,165 Valid
X3.2 0,387 0,165 Valid
X3.3 0,531 0,165 Valid
X3.4 0,500 0,165 Valid
X3.5 0,497 0,165 Valid
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0

Berdasarkan Tabel 4.3 menunjukkan bahwa untuk semua butir

pertanyaan pada variabel sikap memiliki r hitung lebih besar dari

62
0,165. Dengan demikian, untuk semua butir pertanyaan yang

terdapat di variabel motivasi adalah valid dan dapat dilanjutkan ke

tahap selanjutnya.

4) Variabel Religiusitas

Tabel 4.4
Hasil Uji Validitas Religiusitas
Pertanyaan Corrected Item-Total r tabel Keterangan
Correlation
X4.1 0,631 0,165 Valid
X4.2 0,540 0,165 Valid
X4.3 0,651 0,165 Valid
X4.4 0,650 0,165 Valid
X4.5 0,621 0,165 Valid
X4.6 0,507 0,165 Valid
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0

Berdasarkan Tabel 4.4, dapat dilihat bahwa untuk semua

butir pertanyaan pada variabel religiusitas memiliki r hitung lebih

besar dari 0,165. Dengan demikian, untuk semua butir

pertanyaan yang terdapat di variabel motivasi adalah valid dan

dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

5) Variabel Keputusan

Tabel 4.5
Hasil Uji Validitas Keputusan
Pertanyaan Corrected Item-Total r tabel Keterangan
Correlation
Y1.1 0,500 0,165 Valid
Y1.2 0,665 0,165 Valid
Y1.3 0,576 0,165 Valid
Y1.4 0,557 0,165 Valid
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0

Berdasarkan Tabel 4.5, dapat dilihat bahwa untuk semua

butir pertanyaan pada variabel keputusan memiliki r hitung lebih

63
besar dari 0,165. Dengan demikian, untuk semua butir

pertanyaan yang terdapat di variabel keputusan adalah valid dan

dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

b) Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas bertujuan untuk mengukur konsisten tidaknya

jawaban seseorang terhadap item pertanyaan di dalam sebuah

kuesioner (Sarjono, 2011). Penelitian ini menggunakan Software

SPSS 20.0, dengan metode Cronbach‟s Alpha. Metode Cronbach‟s

Alpha.merupakan salah satu koefisien yang paling sering digunakan.

Menurut Nunnally (1978) dalam Uyanto (2006), skala pengukuran

yang reliabel sebaiknya memiliki nilai Cronbach‟s Alpha minimal

0,70

Hasil uji reliabilitas dari variabel motivasi, persepsi, sikap,

religiusitas, dan keputusan dengan 100 responden dapat dilihat,

sebagai berikut:

1) Variabel Motivasi

Tabel 4.6
Hasil Uji Reliabilitas Motivasi
Motivasi
Cronbach's N of Items
Alpha
.734 5
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Tabel 4.6, menunjukkan bahwa nilai

Cronbach‟s Alpha pada variabel motivasi memiliki nilai sebesar

0,734. Dengan demikian, pertanyaan dalam kuesioner ini adalah

64
reliabel karena memiliki nilai Cronbach‟s Alpha lebih besar dari

0,70 dan dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

2) Variabel Persepsi

Tabel 4.7
Hasil Uji Reliabilitas Persepsi
Persepsi
Cronbach's N of Items
Alpha
.749 4
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Tabel 4.7, menunjukkan bahwa nilai

Cronbach‟s Alpha pada variabel persepsi memiliki nilai sebesar

0,749. Dengan demikian, pertanyaan dalam kuesioner ini adalah

reliabel karena memiliki nilai Cronbach‟s Alpha lebih besar dari

0,70 dan dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

3) Variabel Sikap

Tabel 4.8
Hasil Uji Reliabilitas Sikap
Sikap
Cronbach’s N of Items
Alpha
.718 5
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Tabel 4.8, menunjukkan bahwa nilai

Cronbach‟s Alpha pada variabel sikap memiliki nilai sebesar

0,718. Dengan demikian, pertanyaan dalam kuesioner ini adalah

65eliable karena memiliki nilai Cronbach‟s Alpha lebih besar

dari 0,70 dan dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

65
4) Variabel Religiusitas

Tabel 4.9
Hasil Uji Reliabilitas Religiusitas
Religiusitas
Cronbach's N of Items
Alpha
.827 6
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Tabel 4.9, menunjukkan bahwa nilai

Cronbach‟s Alpha pada variabel religiusitas memiliki nilai

sebesar 0,827. Dengan demikian, pertanyaan dalam kuesioner

ini adalah reliabel karena memiliki nilai Cronbach‟s Alpha lebih

besar dari 0,70 dan dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

5) Variabel Keputusan

Tabel 4.10
Hasil Uji Reliabilitas Keputusan
Keputusan Wakif
Cronbach's N of Items
Alpha
.772 4
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Tabel 4.10, dapat dilihat bahwa nilai

Cronbach‟s Alpha pada variabel keputusan memiliki nilai

sebesar 0,772. Dengan demikian, pertanyaan dalam kuesioner

ini adalah reliabel karena memiliki nilai Cronbach‟s Alpha lebih

besar dari 0,70 dan dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya.

66
3. Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik merupakan uji prasyarat statistik yang harus

dipenuhi dalam menggunakan analisis regresi linier. Uji asumsi klasik

terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas,

dan uji autokorelasi.

a) Uji Normalitas

Uji normalitas merupakan prasyarat dalam prosedur statisrika

inferential. Ada beberapa cara untuk melihat asumsi normalitas,

yaitu dengan Shapiro-Wilk atau dengan Kolmogorov-Smirnov. Jika,

nilai uji Kolomogorov Smirnov>0,05 maka menunjukkan data

terdistribusi normal.

Gambar 4.1
Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Gambar 4.1 di atas menunjukkan bahwa grafik

Normal P-Plot yang terdistribusi normal karena pola distribusi

67
dengan titik-titik menyebar berhimpit di sekitar diagonal dan tidak

tersebar terlalu jauh dari garis diagonal sehingga kedua hal ini

menunjukkan bahwa residual terdistribusi secara normal. Sehingga,

data responden wakif yang ada di dalam penelitian ini terdistribusi

normal dan dapat digunakan atau diteruskan dalam model regresi.

Tabel 4.11
Hasil Uji Tests of Normality
Tests of Normality
a
Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk
Statistic df Sig. Statistic Df Sig.
Unstandardized
.080 100 .116 .982 100 .197
Residual
a. Lilliefors Significance Correction
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan hasil pengolahan menggunakan SPSS 20.0, selain

dengan melihat grafik Normal P-Plot, alat analisis normalitas

lainnya adalah dengan menggunakan Uji Kolmogorov-Smirnov

dengan asumsi jika nilai sig. Kolmogorov-Smirnov>0,05 maka data

terdistribusi normal.

Berdasarkan Tabel 4.11, menunjukkan bahwa nilai

signifikansi uji Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,116 lebih besar dari

0,05. Sehingga data dalam penelitian ini terdistribusi dengan

normal.

b) Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan, untuk mengetahui apakah

hubungan di antara variabel bebas memiliki masalah multikorelasi

68
atau tidak (Sarjono: 2010). Jika nilai VIF <10 maka tidak terjadi

gejala multikolinearitas di antara variabel bebas.

Tabel 4.12
Hasil Uji Multikolinearitas

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF
(Constant)
Motivasi .588 1.699
1 Persepsi .715 1.399
Sikap .708 1.413
Religiusitas .740 1.351

Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Tabel 4.12 di atas, menunjukkan bahwa nilai VIF

dari variabel motivasi sebesar 1,699, nilai VIF dari variabel

persepsi sebesar 1,399, nilai VIF dari variabel sikap sebesar 1,413,

dan nilai VIF dari variabel religiusitas sebesar 1,351.

Nilai VIF yang didapat semua variabel menunjukkan nilai VIF

kurang dari angka 10 maka tidak terjadi gejala multikolinearitas di

antara variabel bebas dan asumsi terpenuhi dalam penelitian ini.

c) Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah di dalam

model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residu satu

pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik

adalah yang homokedastisitas. Uji heteroskedastisitas menunjukkan

bahwa varians-varians variabel tidak sama untuk semua pengamatan

observasi.

69
Uji heteroskedastisitas dilakukan dengan uji scatterplot dimana

titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 (nol) pada sumbu

Y dan tidak membuat pola yang jelas. Sehingga, jika terlihat pola

yang jelas yang dihasilkan oleh titik-titik tersebut maka terjadi

heteroskedastisitas antar variabel.

Gambar 4.2
Scatterplot

Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Gambar 4.2 pada Scatterplot di atas,

menunjukkan bahwa data atau titik-titik menyebar secara acak dan

tidak membentuk pola. Kemudian, titik-titik juga tersebar di atas

maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y. Sehingga, tidak terjadi

gejala heteroskedastisitas.

70
4. Uji Hipotesis

a. Uji Koefisien Determinasi (Adjusted R²)

Uji koefisien determinasi (Adjusted R²), mengukur seberapa

jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel

dependennya yang dilihat melalui R Square. Nilai R Adjusted

Square yang mendekati 1 (satu), berarti kemampuan variabel-

variabel memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan

untuk memprediksi variasi variabel independen.

Tabel 4.13
Hasil Uji Adjusted R Square
b
Model Summary
Model R R Square Adjusted Std. Error of the
R Square Estimate
a
1 .701 .491 .469 2.039942
a. Predictors: (Constant), Religiusitas, Persepsi, Sikap, Motivasi
b. Dependent Variable: Keputusan

Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Tabel 4.13, didapat bahwa nilai R Square sebesar

0,469 atau 46,9%. Hal ini berarti bahwa 46,9% perilaku responden

wakif Kota Tangerang Selatan dapat dipengaruhi dan diterangkan

oleh variabel independen berupa variabel motivasi, variabel

persepsi, variabel sikap, dan variabel religiusitas. Sedangkan

sisanya, sebesar 53,1% (100%-46,9%) perilaku wakif dapat

dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti dan disertakan

dalam penelitian ini.

71
b. Uji Statistik F

Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua

variabel independen (keputusan wakif) atau bebas yang

dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-

sama (simultan) terhadap variabel dependen.

Tabel 4.14
Hasil Uji Statistik F (Uji Signifikansi Secara Simultan)
a
ANOVA
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
b
Regression 381.086 4 95.271 22.894 .000
1 Residual 395.330 95 4.161
Total 776.415 99
a. Dependent Variable: Keputusan
b. Predictors: (Constant), Religiusitas, Persepsi, Sikap, Motivasi
Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan Tabel 4.14, dapat dilihat bahwa variabel

motivasi, persepsi, sikap, dan religiusitas mempunyai nilai

signifikansi sebesar 22,894 dengan nilai P-Value 0,000

lebih kecil dari tingkat signifikansi yang digunakan yaitu 5% atau

0,05. Hal ini berarti bahwa ditolak secara sangat

signifikan dan semua koefisien regresi tidak semuanya bernilai nol.

Sehingga variabel independen (motivasi, persepsi, sikap, dan

religiusitas mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel

dependen (keputusan wakif Kota Tangerang Selatan). Maka, model

regresi dapat digunakan untuk memprediksi keputusan wakif yang

berada di Kota Tangerang Selatan.

72
c. Uji Statistik t (Parsial)

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh

pengaruh satu variabel independen secara individual dalam

menerangkan variasi variabel motivasi, persepsi, sikap, dan

religiusitas (independen). Ketentuan untuk uji statistik parsial

adalah jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka menolak

dan menerima . Sedangkan, jika nilai probabilitas lebih besar

dari 0,05 maka menerima menolak .

Tabel 4.15
Hasil Uji Statistik t (Uji Signifikansi Secara Parsial)
a
Coefficients
Model Unstandardized Standardized T Sig.
Coefficients Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -.691 1.438 -.480 .632
Motivasi .182 .084 .206 2.156 .034
1 Persepsi .177 .087 .176 2.037 .044
Sikap .320 .085 .327 3.757 .000
Religiusitas .169 .064 .225 2.648 .009
a. Dependent Variable: Keputusan

Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

Berdasarkan hasil uji statistik t (secara parsial) yang berada

pada Tabel 4.15, untuk mengetahui besarnya pengaruh masing-

masing variabel motivasi, persepsi, sikap dan religiusitas (variabel

independen) secara parsial dapat dijelaskan, sebagai berikut:

1) Pengaruh Variabel Motivasi (X1) Terhadap Keputusan Wakif

(Y)

Berdasarkan pada Tabel 4.15, variabel motivasi memiliki nilai

t sebesar 2,156 dan nilai P-Value sebesar 0,034 lebih kecil dari

73
taraf signifikansi 0,05. Hal ini berarti bahwa uji hipotesis

menerima menolak Sehingga, secara

parsial variabel motivasi yaitu berpengaruh signifikan terhadap

variabel keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang

Selatan.

2) Pengaruh Variabel Persepsi (X2) Terhadap Keputusan Wakif

(Y)

Berdasarkan pada Tabel 4.15, variabel persepsi memiliki nilai

t sebesar 2,037 dan nilai P-Value sebesar 0,044 lebih kecil dari

taraf signifikansi 0,05. Hal ini berarti bahwa uji hipotesis

menolak . Sehingga, secara parsial

variabel persepsi berpengaruh signifikan terhadap variabel

keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan.

3) Pengaruh Variabel Sikap (X3) Terhadap Keputusan Wakif (Y)

Berdasarkan pada Tabel 4.15, variabel sikap memiliki nilai t

sebesar 3,757 dan nilai P-Value sebesar 0,000 lebih kecil dari

taraf signifikansi 0,05. Hal ini berarti bahwa uji hipotesis

menolak Sehingga. secara parsial

variabel sikap berpengaruh signifikan terhadap variabel

keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan.

74
4) Pengaruh Variabel Religiusitas (X4) Terhadap Keputusan

Wakif (Y)

Berdasarkan pada Tabel 4.15, variabel religiusitas memiliki

nilai t sebesar 2,648 dan nilai P-Value sebesar 0,009 lebih kecil

dari taraf signifikansi 0,05. Hal ini berarti bahwa uji hipotesis

menerima menolak . Sehingga secara

parsial, variabel religiusitas berpengaruh signifikan terhadap

variabel keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang

Selatan.

5. Uji Regresi Linear Berganda

Analisis regresi linear berganda merupakan pengembangan dari

analisis regresi sederhana dimana terdapat lebih dari satu variabel

independen x. Analisis regresi berganda digunakan untuk melihat

pengaruh sejumlah variabel independen terhadap variabel dependen y

atau juga unntuk memprediksi nilai suatu variabel dependen y

berdasarkan nilai variabel-variabel independen.

Tabel 4.16
Hasil Regresi Linear Berganda
a
Coefficients
Model Unstandardized Coefficients Standardized T Sig.
Coefficients
B Std. Error Beta
(Constant) -.691 1.438 -.480 .632
Motivasi .182 .084 .206 2.156 .034
1 Persepsi .177 .087 .176 2.037 .044
Sikap .320 .085 .327 3.757 .000
Religiusitas .169 .064 .225 2.648 .009
a. Dependent Variable: Keputusan

Sumber: Hasil Output SPSS 20.0 (2017)

75
Berdasarkan Tabel 4.16, dapat diperoleh persamaan regresi linear

berganda dari Tabel Coefficients sebagai berikut:

+ + + 0,320 +

Keterangan:

Y = Keputusan Wakif

= Motivasi

2 = Persepsi

= Sikap

= Religiusitas

Adapun interpretasi statistik pada model persamaan regresi di atas,

sebagai berikut:

a) Berdasarkan pada persamaan regresi di atas, nilai konstanta yang

diperoleh adalah sebesar -0,691 menyatakan jika nilai variabel

motivasi, persepsi, sikap, dan religiusitas dapat diartikan dengan

rata-rata kontribusi variabel lain di luar model memberikan dampak

negatif terhadap keputusan wakif.

b) Pengaruh Motivasi terhadap Keputusan Wakif

Pada persamaan regresi di atas, variabel motivasi memperoleh

nilai sebesar 0,182, menyatakan bahwa jika setiap kenaikan variabel

motivasi sebesar 1% maka akan menyebabkan meningkatnya

keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan sebesar

0,182% dengan variabel lain dianggap tetap atau konstan.

76
Berdasarkan Tabel 4.16, variabel motivasi mendapat nilai

signifikan 0,034 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti menerima .

Sehingga, variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap

keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan. Hasil

penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh

Kurniawati dan Sukma (2015), Kamaruddin dkk (2015), Rizkia dan

Shabri (2014) yang menyatakan bahwa motivasi seseorang

berpengaruh signifikan terhadap keputusan muzakki.

c) Pengaruh Persepsi terhadap Keputusan Wakif

Pada persamaan regresi di atas, variabel persepsi memperoleh

nilai sebesar 0,177, menyatakan bahwa jika setiap kenaikan variabel

motivasi sebesar 1% maka akan menyebabkan meningkatnya

keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan sebesar

0,177% dengan variabel lain dianggap tetap atau konstan.

Berdasarkan Tabel 4.16, variabel persepsi mendapat nilai

signifikan 0,044 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti menerima .

Sehingga, variabel persepsi berpengaruh signifikan terhadap

keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan. Hasil

penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh

Rizkia dkk (2014) yang menyimpulkan bahwa pemahaman atau

persepsi dari para muzakki berpengaruh signifikan terhadap zakat.

Tetapi, harus ditingkatkan lagi mengenai pemahaman tentan zakat

emas, peternakan, dll.

77
d) Pengaruh Sikap terhadap Keputusan Wakif

Pada persamaan regresi di atas, variabel sikap memperoleh nilai

sebesar 0,320, menyatakan bahwa jika setiap kenaikan variabel sikap

sebesar 1% maka akan menyebabkan meningkatnya keputusan wakif

yang berada di Kota Tangerang Selatan sebesar 0,320% dengan

variabel lain dianggap tetap atau konstan.

Berdasarkan Tabel 4.16, variabel sikap mendapat nilai

signifikan 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti menerima .

Sehingga, variabel sikap berpengaruh signifikan terhadap keputusan

wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan. Hasil penelitian ini

juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Aji (2014) yang

menyatakan bahwa hasil dari variabel sikap berpengaruh signifikan

terhadap keputusan muzakki.

Sehingga, variabel sikap menjadi perhatian bagi setiap lembaga

zakat untuk terus menerus mengedukasi setiap masyarakat

khususnya muzakki. Edukasi tersebut dapat menumbuhkan sikap

positif masyarakat dalam membayar zakat.

e) Pengaruh Religiusitas terhadap Keputusan Wakif

Pada persamaan regresi di atas, variabel religiusitas memperoleh

nilai sebesar 0,169, menyatakan bahwa jika setiap kenaikan variabel

religiusitas sebesar 1% maka akan menyebabkan meningkatnya

keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan sebesar

0,169% dengan variabel lain dianggap tetap atau konstan.

78
Berdasarkan Tabel 4.16, variabel religiusitas mendapat nilai

signifikan 0,009 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti menerima .

Sehingga, variabel religiusitas berpengaruh signifikan terhadap

keputusan wakif yang berada di Kota Tangerang Selatan. Hasil

penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh

Satrio dan Siswantoro (2016), Maulida (2013) yang menyatakan

bahwa variabel religiusitas berpengaruh signifikan terhadap

keputusan muzakki maupun untuk keputusan beramal.

79
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis dan pembahasan dari yang telah dilakukan

terhadap survey motivasi, persepsi, sikap, religiusitas wakif di Kota

Tangerang Selatan menunjukkan hasil penelitian yang telah diuji dan

dijelaskan pada bab sebelumnya dengan melakukan pengujian hipotesis

menggunakan analisis regresi linear berganda, maka dapat ditarik

kesimpulan, sebagai berikut:

1. Karakteristik wakif yang berada di kota Tangerang Selatan rata-rata

berusia lebih dari 50 tahun dengan mayoritas wanita dan pendidikan

terakhir yang dimiliki adalah sebagai sarjana. Pekerjaan yang dimiliki

wakif saat ini sangat beragam, seperti guru honorer, ibu rumah tangga,

pensiunan, notaris, arsitek dan sebagainya. Lalu, pendapatan wakif yang

mendominasi saat ini lebih dari Rp 5.000.000,-.

2. Variabel motivasi, persepsi, sikap, dan religiusitas secara bersama-sama

berpengaruh signifikan terhadap keputusan wakif sehingga mampu

menjelaskan variabel dependen sebesar 46,9% dan sisanya 53,1%

dijelaskan oleh variabel lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

Kemudian, secara parsial variabel motivasi, persepsi, sikap, dan

religiusitas juga berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan

wakif.

80
B. Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah diuraikan di atas, maka penulis

mencoba menyampaikan saran yang diharapkan dapat membantu dan

bermanfaat, diantaranya:

1. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat meneliti dengan variabel yang

berbeda karena dari hasil yang didapat masih ada variabel yang dapat

mempengaruhi keputusan wakif. Serta, diharapkan dapat meneliti

dengan sampel yang lebih besar lagi untuk dapat lebih mewakili

populasi tersebut.

2. Bagi lembaga wakaf, penelitian ini diharapkan dapat membantu atau

sebagai acuan untuk strategi dalam menarik wakif-wakif yang baru.

Sehingga, variabel motivasi, sikap persepsi, religiusitas dapat

digunakan sebagai strategi dalam pemasaran. Kemudian, edukasi

tentang wakaf terhadap masyarakat juga perlu dilakukan sebagai salah-

satu cara untuk memberikan pemahaman bahwa wakaf sangat

bermanfaat bagi kehidupan di masyarakat.

81
DAFTAR PUSTAKA

Aji, Hastomo. “Intensi Muzakki Membayar Zakat Pendekatan Teori Planned

Behaviour Modifikasi (Studi Terhadap Pegawai Kementerian Agama

Pusat)”, Vol. 7 No. 3, Jurnal Bimas Islam, 2014

Amin, Hanudin dkk. "Theory of Islamic Consumer Behaviour", Vol. 5 Iss 2,

Journal of Islamic Marketing, 2014

Ancok, Djamaludin dan Fuat Nashori Suroso. “Psikologi Islam: Solusi Islam Atas

Problem-problem Psikologi”, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2015

Azizah, Nur. “Perilaku Moral dan Religiusitas Siswa Berlatar Belakang

Pendidikan Umum dan Agama”, Volume 33, No. 2, Jurnal Psikologi

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, 2006

Bank Indonesia, “Wakaf: Pengaturan dan Tata Kelola Yang Efektif”, Bank

Indonesia, Jakarta, 2016

Djamil, Fathurrahman. “Standarisasi dan Profesionalisme Nazhir di Indonesia”,

Vol IV No. 4, Al-Awqaf, Jurnal Wakaf dan Ekonomi Islam, Jakarta, 2012

Djalaluddin, Ahmad. “Legitimasi Fiqih Bagi Optimalisasi dan Pendayagunaan

Wakaf”, Vol 3 No. 1, Iqtishaduna, 2011

Fauzia, Ika Yunia dan Abdul Kadir Riyadi. “Prinsip Dasar Ekonomi Islam:

Perspektif Maqasid al-Syariah’, Prenadamedia Group, Jakarta, 2014

Gutsche, Andrew Davies Sabrina. “Consumer Motivations for Mainstream

“Ethical” Consumption", Vol. 50 I, Journal of Marketing, European, 2016

Hamid, Abdul. “Pedoman Penulisan Skripsi”, FEIS, Jakarta, 2007

Hasan, Ali. “Marketing Bank Syariah”, Ghalia Indonesia, Bogor, 2010

82
Hasan, Nurul Ichsan. “Perbankan Syariah: Sebuah Pengantar”, Referensi (GP

Press Group), Jakarta, 2014

Hasan, Tholhah. “Pemberdayaan Nazhir”, Al-Awqaf, Jurnal Wakaf dan Ekonomi

Islam. Vol IV No. 4, Jakarta, 2012

Hussein, Mariam Mourad dkk. "Effects of Religiosity on Consumer Attitudes

Toward Islamic Banking in Egypt", International Journal of Bank

Marketing, 2015

Ichsan, Nurul. “Peluang dan Tantangan Inovasi Produk Asuransi Umum

Syariah”, Jurnal Ekonomi Islam, Vol. 7 No. 2, 2016

Kamaruddin, Andi Martina dkk. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan

Berzakat Profesi dan Loyalitas Muzakki Terhadap LAZ Rumah Zakat Kota

Samarinda”, Volume 12 No. 2, Jurnal Eksekutif, 2015

Kementerian Agama, “Penggunaan Tanah Wakaf”, artikel diakses tanggal 28 mei

2017, dari http://siwak.kemenag.go.id/index.php

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. “Manajemen Pemasaran”, PT Indeks,

Indonesia, 2009

Kurniawati, N. dan A. Sukma. “Preferensi Masyarakat Kabupaten Sukabumi

dalam Mengambil Keputusan Membayar Zakat”, Vol 1 No. 2, Jurnal

Syarikah, 2015

Lind, Douglas A et al. “Teknik-Teknik Statistika dalam Bisnis dan Ekonomi

Menggunakan Kelompok Data Global Edisi 13”, Salemba Empat, Jakarta,

2007

83
Makmun, Syukron dan Ririn Tri Ratnasari. “Faktor Nasabah Memilih BMT

Mandiri Sejahtera Gresik”, Vol 2 No.8, JESST, 2015

Mannan, Abdul. “Teori dan Praktek Ekonomi Islam”, PT Verisia Yogya Grafika,

Yogyakarta, 1995

Maulida, Sri. “Pengaruh Religiusitas Terhadap Perilaku Beramal (Charitable

Behavior) Masyarakat Kota Yogyakarta”, Vol 3, No.1, Jurnal Ekonomi

Syariah, Indonesia, 2013

Muis, Moh. Sidiq Priadana Saludin. “Metodologi Penelitian Ekonomi dan

Bisnis”, Graha Ilmu, Yogyakarta, 2009

Mufraini, M. Arief. “Metodologi Penelitian Bidang Studi Ekonomi Islam”, UIN

Jakarta Press, Jakarta, 2013

Nasution, Mustafa Edwin. “Pengenalan Eksklusif: Ekonomi Islam”, Kencana

Prenada Media Group, Jakarta, 2007

Nizar, Ahmad. “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Persepsi Wakif Tentang

Wakaf Uang”, Vol. 4, No. 1, Esensi Jurnal Bisnis dan Manajemen, 2014

Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam Universitas Islam Indonesia

Yogyakarta dan Bank Indonesia, “Ekonomi Islam”, PT Rajagrafindo

Persada, Jakarta, 2008

Ringim, Kabiru Jinjiri, "Perception of Nigerian Muslim Account Holders in

Conventional Banks Toward Islamic Banking Products", Vol. 7 Iss 3,

International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and

Management, 2014

84
Rizkia, Rina dkk., “Pengaruh Faktor Budaya, Motivasi, Regulasi dan

Pemahaman Tentang Zakat Terhadap Keputusan Muzakki Untuk Membayar

Zakat (Studi Para Muzakki di Kota Sabang)”, Vol 7 No. 1, Jurnal Telaah &

Riset Akutansi, 2014

Saad, Ram Al Jaffri dan Roszaini Haniffa. "Determinants of Zakah (Islamic Tax)

Compliance Behavior", Vol. 5 Iss 2, Journal of Islamic Accounting and

Business Research, 2014

Sangadji, Etta Mamang dan Sopiah. “Perilaku Konsumen Pendekatan Praktis

Disertasi Himpunan Jurnal Penelitian”, CV Andi Offset, Yogyakarta, 2013

Sarwono, Jonathan. “Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif”, Graha Ilmu,

Yogyakarta, 2006

Satrio, Eka dan dodik siswantoro. “Analisis Faktor Pendapatan, Kepercayaan,

dan Religiusitas dalam Mempengaruhi Minat Muzakki Untuk Membayar

Zakat Penghasilan Melalui Lembaga Amil Zakat”, Simposium Nasional

Akuntansi XIX, Lampung, 2016

Schiffman, Leon dan Leslie Lazar Kanuk, “Perilaku Konsumen”, PT Macana Jaya

Cemerlang, Klaten, 2008

Supriyadi, Edy. “SPSS + Amos”, In Media, Bogor, 2014

Suryani, Tatik. “Perilaku Konsumen: Implikasi Pada Strategi Pemasaran”, Graha

Ilmu, Yogyakarta, 2008

Sutami. “Perkembangan Wakaf di Indonesia”, Al-Awqaf, Jurnal Wakaf dan

Ekonomi Islam. Vol V, No. 2, Jakarta, 2012

85
Suwito, Arfian. “Pengaruh Sikap Terhadap Merek dan Sikap Iklan pada Minat

Beli Konsumen”, Skripsi Universitas Muhammadiah Surakarta, 2007

Tangerang Selatan. “Kota Tangerang Selatan Dalam Angka Tahun 2016”

dokumen terpublikasi di: https://tangselkota.bps.go.id

Teah, Min dkk., “Moderating Role of Religious Beliefs on Attitudes Towards

Charities and Motivation to Donate", Vol. 26 Iss 5, Asia Pacific Journal of

Marketing and Logistics, 2014

Thayyeb, Yuli Yasin. “Pengelolaan Wakaf di Mesir”, Al-Awqaf, Jurnal Wakaf

dan Ekonomi Islam. Vol V, No. 2, Jakarta 2012

Usman, Hardius, dkk. "The Role of Religious Norms, Trust, Importance of

Attributes, and Information Sources in The Relationship Between Religiosity

and Selection of The Islamic Bank", Vol. 8 Issue: 2, Journal of Islamic

Marketing, 2017

Uyanto, Stanislius S. “Pedoman Analisis Data Dengan SPSS”, Graha Ilmu,

Yogyakarta, 2006

Worthington, Alsadek Gait Andrew. "Attitudes of Libyan Retail Consumers

Toward Islamic Methods of Finance", Vol. 8 Iss 4, International Journal of

Islamic and Middle Eastern Finance and Management, 2015

86
LAMPIRAN-LAMPIRAN

87
Lampiran 1 : Kuesioner Penelitian

KUESIONER PENELITIAN
SURVEY MOTIVASI, PERSEPSI, SIKAP, RELIGIUSITAS WAKIF
KOTA TANGERANG SELATAN

I. Profil Responden
1. Nama : …………………………………………
2. Alamat :…………………………………………
3. Umur : 1. 20-29 tahun 2. 30-39 tahun
3. 40-49 tahun 4. >50 tahun
4. Jenis Kelamin : 1. Pria 2. Wanita
5. Pendidikan terakhir: 1. SD 2. SMP
3. SMA 4. Sarjana
6. Pekerjaan : 1. PNS 2. Karyawan Swasta
3. Wirausaha 4. Lainnya…………
7. Pendapatan : 1. <1 juta 2. 1.000.000 - 3.000.000
3. 3.000.000 – 5.000.000 4. > 5 juta

II. Isilah kuesioner ini dengan menandai (X) atau ceklis (V) pada
salah satu jawaban yang anda pilih di kolom yang telah tersedia

Keterangan :
SS = Sangat Setuju
S = Setuju
N = Netral
TS = Tidak Setuju
STS = Sangat Tidak Setuju

88
Kuesioner
A. Motivasi (X1)

No. Butir Kuesioner SS S N TS STS


1. Saya berwakaf karena bentuk aktualisasi diri
saya terhadap lingkungan sekitar.
2. Saya termotivasi untuk berwakaf karena bisa
mendorong rasa percaya diri saya di
lingkungan sosial.
3. Saya termotivasi untuk berwakaf karena
kepeduliaan saya terhadap lingkungan sosial
4. Saya berwakaf karena adanya fasilitas yang
mendukung saya untuk berwakaf dengan aman
5. Saya berwakaf karena kebutuhan saya telah
terpenuhi.

B. Persepsi (X2)

N Butir Kuesioner SS S N TS STS


o.
1. Saya berwakaf karena keluarga saya ada yang sudah
pernah berwakaf
2. Saya berwakaf berdasarkan pengetahuan dan
pendidikan yang saya miliki
3. Saya berwakaf karena ada kerabat atau teman di
lingkungan saya yang sudah pernah berwakaf
4. Saya berwakaf karena berdasarkan pengalaman
pribadi yang saya miliki

C. Sikap (X3)

No. Butir Kuesioner SS S N TS STS


1. Saya yakin wakaf adalah sikap yang positif
2. Saya suka berwakaf
3. Saya akan terus berwakaf seiring pendapatan
yang saya miliki
4. Saya yakin wakaf dapat berguna bagi diri saya
sendiri, masa depan saya, dan keturunan saya
5. Saya berwakaf karena keyakinan agama yang
saya miliki

89
D. Religiusitas (X4)

No. Butir Kuesioner SS S N TS STS


1. Saya selalu menjalankan ibadah yang telah
ditentukan
2. Saya berwakaf karena ingin memberikan
sebagian harta yang saya miliki kepada orang
yang membutuhkan
3. Saya selalu melaksanakan perintah agama di
setiap aktivitas yang saya jalani
4. Saya selalu mengutamakan agama dalam
mempertimbangkan suatu hal.
5. Saya selalu berusaha untuk mempelajari agama
secara mendalam
6. Saya selalu meluangkan waktu untuk beribadah
di sela-sela waktu kesibukan saya

E. Keputusan dalam berwakaf (Y)

No. Butir Kuesioner SS S N TS STS


1. Saya telah memantapkan hati saya untuk
berwakaf
2. Saya telah terbiasa untuk berwakaf
3. Saya akan merekomendasikan wakaf kepada
orang lain
4. Saya akan melakukan wakaf dikemudian hari

90
Lampiran 2: Tabulasi Data Responden

No. M1 M2 M3 M4 M5 P1 P2 P3 P4 S1 S2 S3 S4 S5
1 4 3 4 3 3 3 4 3 4 5 5 5 5 5
2 5 5 5 4 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5
3 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
4 5 4 5 5 3 3 3 3 3 5 5 5 4 5
5 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 4 4
6 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4
7 5 4 5 5 4 5 4 3 4 5 5 5 5 5
8 5 4 4 5 5 4 4 5 4 5 4 3 4 5
9 5 3 5 5 4 4 5 4 4 5 5 5 4 5
10 4 5 3 3 3 3 3 3 3 5 4 4 4 4
11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
12 4 4 5 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5
13 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 5
14 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 5
15 3 3 4 4 4 4 4 4 4 5 4 5 5 5
16 4 3 4 3 4 3 4 3 3 5 3 3 4 5
17 3 2 4 4 2 4 4 4 4 4 4 4 4 5
18 2 2 4 4 4 4 4 3 4 5 4 4 4 5
19 4 5 4 5 5 4 4 4 5 5 4 5 5 5
20 4 4 4 4 4 3 4 3 3 5 4 4 4 4
21 2 2 4 5 5 3 4 3 4 5 5 5 5 5
22 4 4 4 4 4 3 4 4 5 4 4 3 4 5
23 5 5 4 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5
24 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5 5 5 5
25 3 4 4 5 5 2 4 2 4 5 4 4 5 5
26 5 5 5 4 4 2 4 4 4 5 5 4 5 5
27 2 2 5 5 5 5 5 5 5 5 4 3 5 5
28 4 4 4 4 4 4 3 3 4 5 5 5 5 5
29 2 2 4 4 4 3 4 2 4 3 4 2 4 4
30 5 5 5 5 5 4 5 2 4 5 5 5 4 5
31 4 3 4 4 2 2 5 2 4 5 4 4 5 5
32 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 5 5 5 5
33 4 4 3 3 3 2 4 3 4 5 4 3 4 5
34 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4
35 5 4 4 4 3 3 4 3 4 5 5 5 5 5
36 2 3 5 4 5 3 5 3 5 5 5 5 5 5
37 5 4 5 4 5 2 4 4 5 4 5 4 5 5
38 5 4 4 5 4 3 4 5 4 5 4 5 5 5

91
39 4 3 4 4 4 4 5 4 4 5 4 4 3 5
40 4 5 4 3 3 5 5 5 4 5 5 4 4 4
41 5 4 4 5 4 3 4 5 4 5 5 4 5 4
42 4 5 4 4 5 3 4 5 4 5 4 5 5 5
43 3 3 4 4 5 2 4 3 3 4 3 4 4 5
44 5 4 4 4 5 2 5 4 4 5 2 5 4 4
45 4 5 4 3 3 5 5 5 4 5 5 4 4 4
46 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5
47 4 4 5 4 5 4 5 5 5 5 4 4 4 5
48 5 4 5 4 4 4 4 5 5 5 4 5 4 5
49 5 4 5 5 4 4 4 4 5 5 4 5 4 5
50 5 5 4 5 5 4 5 5 4 5 5 4 4 5
51 5 4 5 4 4 4 5 4 4 5 4 5 5 4
52 4 4 4 5 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5
53 4 4 5 4 5 4 5 4 4 5 5 5 4 5
54 5 4 5 5 4 4 4 4 4 5 5 4 5 5
55 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 4 5 5 5
56 4 4 5 5 4 4 5 4 5 5 4 4 5 5
57 4 3 4 3 3 3 4 4 4 4 3 5 5 5
58 4 3 3 3 4 4 5 5 4 5 5 5 5 5
59 3 4 4 4 3 3 4 3 4 5 4 4 5 5
60 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 5 4 4 4
61 3 4 4 4 4 4 3 4 5 4 3 4 5 4
62 5 4 5 5 5 4 5 3 4 5 4 4 5 5
63 4 4 4 4 5 3 3 2 3 5 4 4 5 5
64 5 5 5 5 5 5 4 5 4 5 5 5 5 5
65 5 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5
66 5 5 4 4 4 5 5 5 5 5 4 4 4 5
67 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4
68 4 3 4 2 2 2 4 2 4 5 4 3 5 5
69 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 4 5 5
70 3 3 3 3 3 3 5 2 3 4 5 3 3 3
71 5 2 5 5 2 3 5 5 5 4 4 5 5 5
72 5 4 4 4 4 3 5 2 3 5 5 5 4 4
73 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 4
74 4 3 5 5 5 3 3 2 3 5 5 5 5 5
75 2 3 5 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 2
76 5 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5
77 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3
78 5 4 5 4 5 4 4 4 4 5 4 4 5 5
79 5 4 4 4 5 2 5 4 4 5 2 5 4 4

92
80 4 3 4 4 4 3 3 3 3 5 4 3 4 4
81 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5 4 4
82 5 4 5 4 5 5 4 4 5 5 5 5 5 5
83 4 5 4 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5 5
84 3 2 4 4 4 3 4 3 5 5 5 5 5 5
85 4 2 4 3 4 2 4 2 3 5 5 5 5 5
86 5 3 4 4 3 2 4 2 3 5 4 4 5 5
87 4 3 3 4 3 5 4 2 2 5 4 3 5 4
88 4 3 3 4 3 4 3 2 2 5 4 3 4 3
89 4 3 3 4 3 2 4 2 2 5 4 3 5 5
90 4 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
91 5 5 5 5 5 5 4 4 5 4 5 5 5 4
92 4 4 4 4 3 3 5 3 5 5 5 5 5 5
93 4 4 4 5 4 4 4 4 5 5 5 5 5 5
94 5 5 5 5 2 2 3 2 3 5 5 5 5 5
95 2 2 4 3 4 3 2 2 4 5 5 4 3 5
96 3 3 4 3 4 3 2 2 4 5 5 4 3 5
97 5 4 5 5 2 2 3 2 3 5 5 4 5 4
98 4 4 5 4 3 3 4 4 4 5 4 4 5 5
99 4 3 4 4 4 3 4 3 4 5 4 4 4 4
100 3 2 4 4 4 2 4 4 2 4 4 4 4 5

No. R1 R2 R3 R4 R5 R6 K1 K2 K3 K4
1 5 5 5 3 3 4 4 4 4 4
2 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
3 4 5 5 5 5 5 4 4 4 3
4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 3
5 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4
6 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
7 5 5 4 5 5 5 5 5 4 4
8 5 5 5 5 4 4 4 4 4 4
9 5 5 5 5 5 5 4 4 3 4
10 5 3 5 5 5 4 3 3 3 3
11 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
12 5 5 5 4 5 5 5 5 5 4
13 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
14 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
15 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
16 5 4 5 5 4 4 4 3 3 5
17 3 5 3 4 3 4 4 3 4 4

93
18 4 5 4 4 4 5 4 3 4 2
19 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5
20 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4
21 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4
22 4 5 4 4 4 4 4 2 3 4
23 5 5 4 5 5 5 5 5 5 5
24 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4
25 4 5 4 4 4 4 3 3 4 4
26 5 5 5 5 5 5 4 3 4 4
27 5 5 3 5 5 4 3 3 3 4
28 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
29 4 4 4 5 5 4 4 4 4 4
30 4 4 4 4 5 5 5 5 4 4
31 4 3 4 4 4 4 5 4 4 4
32 5 5 5 5 5 5 5 4 5 5
33 5 5 4 5 4 5 4 4 5 5
34 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4
35 5 5 5 4 5 5 4 4 4 4
36 5 5 4 5 4 5 5 5 4 5
37 5 5 5 4 5 5 4 5 5 4
38 5 5 5 4 5 4 4 5 5 4
39 5 5 4 5 5 4 4 3 4 4
40 4 4 4 4 5 3 4 3 3 3
41 5 5 5 5 5 5 5 4 4 5
42 5 5 4 5 5 4 5 4 5 5
43 5 4 5 5 4 4 3 3 4 3
44 5 4 4 5 4 5 4 3 4 4
45 4 4 4 4 5 3 4 3 3 3
46 4 5 4 5 5 5 4 4 4 4
47 4 4 4 4 5 4 4 4 4 5
48 5 5 4 5 5 4 4 4 4 5
49 4 5 4 5 5 4 4 4 5 5
50 4 5 5 4 5 5 5 4 4 5
51 4 5 4 4 5 5 5 4 5 4
52 4 5 4 4 5 4 4 4 4 5
53 5 5 4 4 5 4 5 4 4 5
54 4 5 5 4 5 4 4 4 5 4
55 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5
56 5 5 5 4 5 4 4 4 4 5
57 4 5 5 5 4 5 4 4 5 5
58 5 5 5 5 5 5 5 5 3 5

94
59 5 5 5 4 4 5 4 4 3 4
60 5 5 5 4 4 5 4 4 4 4
61 5 4 5 5 5 5 4 3 4 4
62 5 5 5 5 5 3 3 5 5 5
63 4 5 4 4 4 4 3 3 4 4
64 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
65 5 5 5 5 5 5 4 4 4 4
66 4 4 4 3 3 5 3 5 4 5
67 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5
68 3 4 3 4 4 4 4 3 4 5
69 4 5 4 5 5 5 4 4 4 4
70 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3
71 5 5 5 5 5 5 5 3 5 5
72 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4
73 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4
74 5 5 4 5 5 4 5 4 3 5
75 5 5 4 4 5 5 3 3 3 2
76 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4
77 4 4 4 4 4 4 3 3 3 3
78 5 5 4 5 5 4 5 4 4 4
79 5 4 4 5 4 5 4 3 4 4
80 4 4 3 3 3 4 4 3 3 4
81 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5
82 4 5 5 4 4 5 5 5 5 4
83 5 5 5 5 4 4 5 5 5 5
84 4 5 3 4 4 3 5 5 3 2
85 4 4 4 4 4 4 5 4 3 2
86 3 4 4 4 4 4 5 4 3 2
87 2 5 3 4 4 4 3 3 3 3
88 4 5 3 4 4 4 4 3 3 3
89 5 5 5 5 5 5 4 3 5 4
90 4 4 4 4 5 5 4 4 4 4
91 4 5 5 5 5 5 5 5 5 5
92 5 5 5 5 5 5 4 4 4 5
93 5 5 5 5 5 5 4 5 5 5
94 5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
95 5 5 5 5 5 4 4 3 3 3
96 5 5 5 5 5 4 4 3 3 3
97 5 5 5 5 5 4 5 4 3 4
98 4 5 5 5 5 5 3 3 4 4

95
99 5 5 4 4 5 4 4 3 2 4
100 4 5 5 5 5 5 4 3 2 4

Lampiran 3: Hasil Uji Kualitas Data

Lampiran 3.1 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Motivasi

Case Processing Summary


N %
Valid 100 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's N of Items
Alpha
.734 5

Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Alpha if Item
Deleted
M1 12.32333 6.644 .538 .672
M2 12.48678 6.681 .508 .684
M3 12.32352 6.979 .499 .687
M4 11.57624 6.725 .535 .673
M5 12.25613 7.161 .402 .724

Lampiran 3.2 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Persepsi

Case Processing Summary


N %
Valid 100 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

96
Reliability Statistics
Cronbach's N of Items
Alpha
.749 4

Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Alpha if Item
Deleted
P1 9.00355 4.830 .506 .713
P2 8.13738 5.209 .441 .746
P3 9.12998 4.359 .656 .626
P4 8.40351 4.664 .581 .670

Lampiran 3.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Sikap

Case Processing Summary


N %
Valid 100 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's N of Items
Alpha
.718 5

Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Alpha if Item
Deleted
S1 13.66893 5.913 .480 .671
S2 13.91365 5.759 .387 .708
S3 13.66924 5.200 .531 .647
S4 14.41658 5.465 .500 .661
S5 13.66940 5.689 .497 .663

97
Lampiran 3.4 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Religiusitas

Case Processing Summary


N %
Valid 100 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's N of Items
Alpha
.827 6

Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Alpha if Item
Deleted
R1 14.87511 9.852 .611 .797
R2 15.38615 10.464 .540 .811
R3 15.78578 9.564 .651 .788
R4 15.47783 9.679 .650 .788
R5 15.62257 9.875 .621 .795
R6 15.55551 10.306 .507 .818

Lampiran 3.5 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Keputusan

Case Processing Summary


N %
Valid 100 100.0
a
Cases Excluded 0 .0
Total 100 100.0
a. Listwise deletion based on all variables in the
procedure.

Reliability Statistics
Cronbach's N of Items
Alpha
.772 4

98
Item-Total Statistics
Scale Mean if Scale Variance Corrected Item- Cronbach's
Item Deleted if Item Deleted Total Correlation Alpha if Item
Deleted
K1 10.14813 5.063 .500 .754
K2 9.15050 4.439 .665 .667
K3 9.39470 4.694 .576 .716
K4 9.75314 4.794 .557 .726

Lampiran 4 : Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Descriptive Statistics
Mean Std. Deviation N
Keputusan 12.81575 2.800460 100
Motivasi 15.24179 3.165347 100
Persepsi 11.55775 2.796173 100
Sikap 17.33474 2.860629 100
Religiusitas 18.54071 3.723292 100

Correlations

Keputusan Motivasi Persepsi Sikap Religiusitas

Keputusan 1.000 .543 .441 .574 .504

Motivasi .543 1.000 .530 .457 .418

Pearson Correlation Persepsi .441 .530 1.000 .296 .260

Sikap .574 .457 .296 1.000 .449

Religiusitas .504 .418 .260 .449 1.000


Keputusan . .000 .000 .000 .000
Motivasi .000 . .000 .000 .000
Sig. (1-tailed) Persepsi .000 .000 . .001 .004
Sikap .000 .000 .001 . .000
Religiusitas .000 .000 .004 .000 .
Keputusan 100 100 100 100 100

Motivasi 100 100 100 100 100

N Persepsi 100 100 100 100 100

Sikap 100 100 100 100 100

Religiusitas 100 100 100 100 100

99
b
Model Summary

Model R R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson


Square Estimate
a
1 .701 .491 .469 2.039942 1.449

a. Predictors: (Constant), Religiusitas, Persepsi, Sikap, Motivasi


b. Dependent Variable: Keputusan

Coefficientsa

Model Unstandardized Standardized t Sig. Correlations Collinearity


Coefficients Coefficients Statistics

B Std. Error Beta Zero- Partial Part Tolerance VIF

order

(Constant) -.691 1.438 -.480 .632

Motivasi .182 .084 .206 2.156 .034 .543 .216 .158 .588 1.699

1 Persepsi .177 .087 .176 2.037 .044 .441 .205 .149 .715 1.399

Sikap .320 .085 .327 3.757 .000 .574 .360 .275 .708 1.413

Religiusitas .169 .064 .225 2.648 .009 .504 .262 .194 .740 1.351

a. Dependent Variable: Keputusan

a
ANOVA

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.


b
Regression 381.086 4 95.271 22.894 .000

1 Residual 395.330 95 4.161

Total 776.415 99

a. Dependent Variable: Keputusan


b. Predictors: (Constant), Religiusitas, Persepsi, Sikap, Motivasi

100
101
Lampiran 5: Uji Multikolinearitas

a
Collinearity Diagnostics

Model Dimension Eigenvalue Condition Variance Proportions


Index (Constant) Motivasi Persepsi Sikap Religiusitas

1 4.909 1.000 .00 .00 .00 .00 .00

2 .039 11.249 .03 .02 .64 .04 .15


1 3 .020 15.568 .35 .16 .00 .12 .54

4 .019 15.957 .01 .74 .32 .03 .31

5 .013 19.631 .62 .08 .04 .81 .00

a. Dependent Variable: Keputusan

102
Lampiran 6: Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 100

a,b
Mean 0E-7
Normal Parameters
Std. Deviation 1.99830648
Absolute .080
Most Extreme Differences Positive .062
Negative -.080
Kolmogorov-Smirnov Z .799
Asymp. Sig. (2-tailed) .545

a. Test distribution is Normal.


b. Calculated from data.

103