Anda di halaman 1dari 131

PRAKTEK PENGELOLAAN WAKAF DI NEGARA MUSLIM

(STUDI PADA NEGARA BRUNEI DARUSSALAM)

SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.)

Oleh:

ULFAH SISI YATININGRUM


1113046000111

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
1438 H /2017 M
PRAKTEK PENGELOLAAN WAKAF DI NEGARA MUSLIM
(STUDI PADA NEGARA BRUNEI DARUSSALAM)

SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.)

Oleh:

ULFAH SISI YATININGRUM


NIM: 1113046000111

Pembimbing:

Dr. HENDRA KHOLID, M.A.

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
1438 H /2017 M

ii
LEMBAR PENGESAHAN

Hari ini Kamis, 28 September 2017 telah dilakukan Ujian Skripsi atas Mahasiswi:
1. Nama : Ulfah Sisi Yatiningrum
2. NIM : 1113046000111
3. Jurusan : Ekonomi Syariah
4. Judul Skripsi : Praktek Pengelolaan Wakaf di Negara Muslim (Studi
pada Negara Brunei Darussalam)
Setelah mencermati dan memperhatikan penampilan serta kemampuan yang
bersangkutan selama proses Ujian Skripsi, maka diputuskan bahwa mahasiswi
tersebut dinyatakan lulus dan skripi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 28 September 2017

PANITIA UJIAN SKRIPSI


1. Ketua : AM. Hasan Ali, M.A.
NIP. 19751201 100501 1 005 (.................................)

2. Sekretaris : Dr. Abdurrauf, M.A.


NIP. 19731215 200501 1 002 (.................................)

3. Pembimbing : Dr. Hendra Kholid, M.A.


(.................................)

4. Penguji I : H. M. Qosim Arsyadani, M.A.


NIP. 196906292008011016 (.................................)

5. Penguji II : Nurul Handayani, S. Pd, M. Pd


NIP. 19710113 199903 2 001 (.................................)

iii
LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa:


1. Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan untuk memenuhi gelar strata satu (S-1) di
Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya
cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam
Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya asli saya
atau merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia
menerima sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta.

Jakarta, 28 September 2017

Ulfah Sisi Yatiningrum

iv
ABSTRAK

Ulfah Sisi Yatiningrum, NIM: 1113046000111, Praktek Pengelolaan Wakaf Di


Negara Muslim (Studi: Negara Brunei Darussalam). Konsentrasi Ekonomi
Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta 1437 H/2017 M.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme praktek pengelolaan
wakaf di Negara Brunei Darussalam. Mulai dari peran Majlis Ugama Islam
Brunei terhadap pengelolaan wakaf. Sistem penghimpunan dan pengelolaan serta
Pemanfaatan hasil wakaf bagi masyarakat Brunei Darusssalam.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik
pengumpulan data bersifat deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini
diperoleh dari hasil observasi ketempat penelitian, wawancara langsung kepada
narasumber terkait, serta pengumpulan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan
data dalam penelitian.
Hasil penelitian ini menunjukkan, Pertama, Majlis Ugama Islam Brunei
berperan sebagai pemegang kekuasaan penuh terhadap pengelolaan wakaf yang
ada di Negara Brunei Darussalam baik wakaf khas dan wakaf ‘am.
Kedua,Pengelolaan wakaf di Negara Brunei Darussalam memiliki dua model
pengelolaan: 1) Model pengelolaan wakaf tradisional dimana kebanyakan benda-
benda wakaf diperuntukkan untuk kepentingan pembangunan fisik seperti masjid,
mushalla, kuburan dan sebagainya. 2) Model pengelolaan wakaf semi-profesional
yaitu pengelolaan wakaf yang secara umum masih seperti pengelolaan wakaf
secara tradisional namun dalam model pengelolaan ini sudah mulai dikembangkan
pola pemberdayaan wakaf produktif meskipun belum maksimal. Ketiga,
Pengelolaan wakaf di Negara Brunei Darussalam telah memberi dampak terhadap
kesejahteraan sosial bagi masyarakat Brunei Darussalam hanya saja belum
memberi dampak dari segi aspek ekonomi. Faktanya hampir 70% harta wakaf
dimanfaatkan untuk kepentingan ibadah seperti pembangunan masjid, mushalla,
tanah kuburan dan lain sebagainya.

Key word: Wakaf, Praktek Pengelolaan, Negara Muslim, Brunei Darussalam

v
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dalam
rangka memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi
(S.E) Program Studi Ekonomi Syariah Konsentrasi Manajemen Zakat dan Wakaf
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam penulisan skripsi ini, tentunya banyak pihak yang telah
memberikan bantuan baik moril maupun materil. Oleh karena itu penulis ingin
menyampaikan ucapan terimakasih yang tiada hingganya kepada:
1. Bapak Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A. selaku Dekan Fakultas Syariah dan
Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Dr. M. Arief Mufraini, Lc., MA selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak AM. Hasan Ali, M.A, dan Bapak Abdurrauf, Lc., M.A selaku Tim
Task Force Passing Out Muamalat Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
4. Bapak Yoghi Citra Pratama, M. Si selaku Ketua Program Studi Ekonomi
Syariah dan Ibu Endra Kasni Laila, M. Si selaku Sekretaris Program Studi
Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
5. Bapak Dr. Hendra Kholid, M.A., selaku dosen pembimbing penulis yang
telah bersedia meluangkan waktunya untuk memberikan arahan kepada
penulis selama proses penyelesaian skripsi ini.
6. Bapak Arip Purkon, M.A., selaku penasehat akademik penulis yang telah
membimbing selama perkuliahan.
7. Seluruh dosen yang selama ini telah memberikan ilmu yang bermanfaat
kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan jenjang pendidikan ini
dengan baik, dan tak lupa kepada staf akademik, karyawan Fakultas Syariah
dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

vi
8. Bapak Adly Kasyfullah selaku pengelola tunggal Bahagian Wakaf Majlis
Ugama Islam Brunei yang dalam kesibukannya secara ikhlas bersedia
menjadi interviewer dalam penelitian ini.
9. Kepada Akhi Jupri yang telah banyak membantu saya selama di Brunei
Darussalam.
10. Bapak dan Bunda, kupersembahkan skripsi ini untuk kedua orang tuaku
yang selalu memberikan motivasi untuk terus belajar. Untuk saudaraku,
Iqbal dan Hakim yang juga selalu memotivasiku.
11. Teman-teman di Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Lingkar Studi
Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2016/2017 terimakasih
atas dukungan, diskusi, ilmu dan nasihatnya.
12. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, hal itu tidak
akan mngurangi rasa terimakasih atas do’a dan dukungannya. Semoga
semua kebaikan yang diberikan Allah SWT dibalas dengan berlipat ganda.

vii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .............................................................................................. i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ..................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ............................................................... iii
LEMBAR PERNYATAAN ................................................................................. iv
ABSTRAK ..............................................................................................................v
KATA PENGANTAR .......................................................................................... vi
DAFTAR ISI ....................................................................................................... viii
DAFTAR TABEL ..................................................................................................x
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ xi
BAB I PENDAHULUAN .................................................................................1
A. Latar Belakang ...............................................................................1
B. Identifikasi Masalah .......................................................................6
C. Pembatasan dan Perumusan Masalah.............................................6
D. Tujuan dan Manfaat Penelitian ......................................................7
E. Metode Penelitian...........................................................................8
F. Sistematika Penulisan ..................................................................11
BAB II WAKAF DAN PENGELOLAAN WAKAF .....................................13
A. Kerangka Teori dan Konsep.........................................................13
B. Kajian Pustaka (Riview Studi Terdahulu)...................................14
C. Wakaf ...........................................................................................16
1. Pengertian Wakaf .............................................................16
2. Dasar Hukum Wakaf ........................................................19
3. Rukun dan Syarat Wakaf .................................................22
4. Macam-Macam Wakaf .....................................................26
5. Manfaat Wakaf .................................................................31
B. Pengelolaan Wakaf.......................................................................28
1. Pengertian Pengelolaan Wakaf ........................................28
2. Manfaat Pengelolaan Wakaf ............................................31
3. Dasar Hukum Pengelolaan Wakaf ...................................32
4. Strategi Pengelolaan Wakaf .............................................33

viii
BAB III PENGELOLAAN WAKAF DI BRUNEI DARUSSALAM ..........38
A. Sejarah dan Perkembangan Pengelola Wakaf
Di Negara Brunei Darussalam ...................................................38
B. Kedudukan dan Peran Majlis Ugama Islam Brunei Dalam
Pengelolaan Wakaf .....................................................................39
C. Struktur Organisasi dan Misi Majlis Ugama Islam Brunei.........41
D. Jenis dan Penghimpunan Wakaf Di Brunei Darussalam ............45
E. Pengelolaan Wakaf Di Brunei Darussalam ................................49
BAB IV ANALISIS PENGELOLAAN WAKAF DI NEGARA BRUNEI
DARUSSALAM.................................................................................52
A. MUIB dan Pengelolaan Wakaf Di Brunei Darussalam .............52
B. Mekanisme Pengelolaan Wakaf Di Brunei Darussalam ............53
C. Wakaf dan Kesejahteraan Masyarakat Brunei Darussalam .......61
BAB V PENUTUP ...........................................................................................64
A. Kesimpulan ..................................................................................64
B. Saran .............................................................................................64
DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................67
LAMPIRAN ..........................................................................................................70

ix
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Asset Wakaf Khas ................................................................................4


Tabel 1.2 Asset Wakaf A’m ..................................................................................5
Tabel 1.3 Asset Wakaf Uang .................................................................................5
Tabel 4.1 Tanah Wakaf Yang Berhasil Dibangun ..............................................56

x
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Teori dan Konsep .............................................................13


Gambar 3.1 Struktur Organisasi Majlis Ugama Islam Brunei .............................42
Gambar 4.1 Mekanisme Pengelolaan Wakaf Di Negara Brunei Darussalam ......55
Gambar 4.2 Presentase Hasil Pengelolaan Wakaf ................................................62

xi
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Wakaf merupakan ajaran Islam yang berdimensi sosial, yaitu menekankan
kesejahteraan umat dan pembangunan peradaban yang maju. Kemajuan
peradaban Islam pada masa lalu, tentu tak bisa dilepaskan dari peran wakaf.
Bahkan, wakaf diakui sebagai jenis filantropi dalam Islam yang berhasil
mendanai proyek mercusuar peradaban Islam dari masa ke masa.
Di tengah problem sosial masyarakat Indonesia dan tuntutan
akan kesejahteraan ekonomi akhir-akhir ini, keberadaan lembaga wakaf
menjadi sangat strategis. Disamping sebagai salah satu aspek ajaran Islam
yang berdimensial spiritual, wakaf juga merupakan ajaran yang menekankan
pentingnya kesejahteraan ekonomi (dimensi sosial). Karena itu, pendefinisian
ulang terhadap wakaf agar memiliki makna yang lebih relevan dengan kondisi
riil persoalan kesejahteraan menjadi sangat penting.1
Sistem manajemen pengelolaan wakaf merupakan salah satu aspek penting
dalam pengembangan wakaf. Kalau dalam paradigma lama wakaf selama ini
lebih menekankan pentingnya pelestarian dan keabadian benda wakaf, maka
dalam pengembangan paradigma baru wakaf lebih menitik beratkan pada
aspek pemanfaatan yang lebih nyata tanpa kehilangan eksistensi benda
wakaf itu sendiri. Untuk meningkatkan dan mengembangkan aspek
kemanfaatannya, tentu yang sangat berperan sentral adalah sistem
manajemen pengelolaan yang diterapkan.
Melalui institusi wakaf diharapkan akan terjadi proses distribusi manfaat
bagi masyarakat secara lebih luas, dari manfaat pribadi (private benefit)
menuju manfaat yang besar bagi perkembangan Islam dan kaum muslimin
(social benefit). Hal ini akan terjadi bila wakaf dikelola dengan baik dan

1
Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf, Paradigma Baru Wakaf di Indonesia,
(Jakarta: Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan Haji, 2004), h. 1.

1
2

profesional.2 Wakaf juga merupakan “economic corporation” yaitu wakaf


memiliki modal untuk dikembangkan yang keuntungannya bagi kepentingan
umat, sehingga wakaf merupakan kegiatan yang mengandung unsur investasi
masa depan dan pengembangan harta produktif untuk generasi yang akan
datang. Hal ini sesuai dengan tujuan wakaf, baik berupa pelayanan maupun
pemanfaatan hasilnya secara langsung.3
Wakaf juga berperan sebagai salah satu mata rantai potensi ekonomi umat
yang menghasilkan dana kesejahteraan umum. Berdasarkan pengalaman negara
yang lembaga wakaf nya sudah maju, seperti Mesir, Yordania, Saudi Arabia,
Bangladesh dan lain-lain, wakaf dapat dijadikan salah satu pilar ekonomi. Pada
umumnya di negara-negara tersebut, wakaf dikelola secara produktif. Kini
hampir semua negara yang dihuni umat Islam, wakaf pasti dipraktikkan di
sana, tak terkecuali di negara-negara kawasan Asia Tenggara. Indonesia
dikenal sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di
dunia. Jumlahnya mencapai 87.2 persen dari seluruh penduduk Indonesia yang
berkisar sekitar 207.2 juta jiwa.4 Jumlah penduduk muslim ini memiliki potensi
besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengembangan
perekonomian nasional.
Kelahiran Badan Wakaf Indonesia (BWI) merupakan perwujudan
amanat yang digariskan dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004
tentang Wakaf. Kehadiran BWI, adalah untuk memajukan dan
mengembangkan perwakafan di Indonesia. Untuk pertama kali, keanggotaan
BWI diangkat oleh Presiden Republik Indonesia, sesuai dengan
Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 75/M Tahun 2007, yang ditetapkan di
Jakarta, pada tanggal 13 Juli 2007. Badan Wakaf Indonesia adalah lembaga
independen untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia yang dalam

2
Ach. Bakhrul Muchtasib, Wakaf; Instrumen Kesejahteraan Ekonomi yang Terabaikan,
http://Www.Muamalat-Institute.Com/58-Wakaf-Instrumen-Kesejahteraan-Ekonomi-Yang
terabaikan.html, diakses pada tanggal 24 November 2016
3
Monzer Kahf, Manajemen Wakaf Wakaf Produktif, terj. Muhyiddin Mas Rida, (Jakarta:
Khalmifa, 2005), hlm. 59.
4
Indonesia-Investment, Penduduk Indonesia,
http://www.indonesiainvestments.com/id/budaya/penduduk/item67 diakses pada tanggal
8 Februari 2017
3

melaksanakan tugasnya bersifat bebas dari pengaruh kekuasaan manapun


serta bertanggung jawab kepada masyarakat.
Begitu juga dengan negara tetangga Indonesia seperti Malaysia,
Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand. Aset wakaf di sana cukup banyak
juga, begitu pula dengan manajemen pengelolaannya yang sudah cukup maju.
Malaysia misalanya, memiliki Johor Corporation yang mengelola harta wakaf
untuk diinvestasikan di berbagai sektor ekonomi. Selain itu, tentu masih
banyak lembaga wakaf lain yang pengelolaannya sudah berjalan dengan baik
begitu pula dengan Singapura, Majlis Ugama Islam Singapura (MUIS)
mempercayakan Waqaf Real Estate Singapore untuk mengelola aset wakaf
secara produktif untuk kepentingan pemberdayaan masyarakat.
Hal ini serupa dengan negara Brunei Darussalam yang mana pengelolaan
wakaf ditangani langsung oleh Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) yang di
kenal sebagai Dewan Agama Islam Brunei Darussalam. Salah satu negara
terkaya di dunia ini terkenal dalam penerapan syariat Islam di dalam kehidupan
sehari-harinya. Kerajaan mengawal ketat apa-apa yang berlaku bagi kehidupan
beragama rakyat Brunei. Di Negara Brunei Darussalam, segala urusan
mengenai wakaf adalah dikendalikan dan ditadbir oleh Majlis Ugama Islam
Brunei (MUIB) yaitu berdasarkan peruntukan undang-undang yang termaktub
dalam Undang-Undang Negara Brunei Darussalam yaitu Akta Majlis
Ugama Islam dan Mahkamah - Mahkamah Kadi Penggal 77 dalam bab
100. Akta tersebut telah memperuntukkan bahwa Majlis hendaklah menjadi
pemegang amanah tunggal bagi semua wakaf, Brunei juga membedakan
wakaf am atau wakaf khas. Berikut asset wakaf yang terdaftar di Brunei
Darussalam:
4

Tabel 1.1 Asset Wakaf Khas


Aset Wakaf Jenis Jumlah
Masjid 7
Tanah 22
Jalan Raya 2
Peralatan 19
Berkaitan Dengan Masjid
AC 28
W Lahan Parkir 2
A 4
Lain-lain
K
A Kendaraan
19
F
Tanah
Berkaitan Dengan Perkuburan 2
K
H Jalan Raya
2
A
S Tanah
Berkaitan Dengan Sekolah 1
Ugama
Peralatan 1
Lain-lain
4

Jumlah
113
5

Tabel 1.2 Aset Wakaf ‘Am


W Aset Wakaf Jenis Jumlah
A Rumah Kediaman 2
K Bangunan
1
A Tanah Komersial
F Masjid 1
Lain-lain 3
A
Jumlah 7
M

Tabel 1.3: Aset Wakaf Uang

Aset Wakaf Jenis Jumlah


W
A
Berkaitan Dengan
K Wakaf Khas $ 1,836,781,00
Masjid
A
F Wakaf ‘Am Lain-lain $ 400.00

U
A
Jumlah $ 1,837,181.00
N
G

Sumber: Jurnal Pemahaman Zakat Harta dan Jenis Awqaf Di Brunei Darussalam, Awangku Dr.
Haji Md. Hasnol Alwe Pengiran M. Salleh, 2016.

Berdasarkan data diatas asset wakaf Brunei Darussalam jika dibandingkan


dengan asset wakaf Indonesia memang jauh lebih banyak asset wakaf
Indonesia. Namun Brunei memiliki satu keunikan praktek wakaf yakni Majlis
Ugama Islam Brunei (MUIB) membolehkan wakaf terdaftar atau tidak
terdaftar. Jika terdaftar, para wakif mendaftarkan secara langsung harta mereka
kepada Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) dan mereka memiliki sertifikat
6

wakafnya, jika tidak terdaftar pewakif hanya memberikan pernyataan secara


lisan seperti uang atau benda. Hal ini lah yang menurut saya harus kita kaji
lebih dalam karena jika kita lihat di Indonesia yang mana Badan Wakaf
Indonesia sudah mengharuskan seluruh harta wakaf harus didaftarkan secara
resmi namun masih saja terjadi persengketaan harta wakaf.
Berdasarkan penjelasan diatas maka peneliti tertarik untuk mengkaji lebih
lanjut tentang manajemen pengelolaan wakaf yang ada di negara Brunei
Darussalam. Dengan latar belakang seperti yang telah diuraikan, penulis
menuangkan permasalahan dalam skripsi yang berjudul “Praktek Pengelolaan
Wakaf Di Negara Muslim (Studi Pada Negara Brunei Darussalam)”.

B. Identifikasi Masalah
Tema yang menjadi fokus bahasan penulis terkait dengan banyak faktor
yang mempengaruhinya. Terdapat beberapa masalah yang mempengaruhi
pembahasan tersebut:
1. Setiap negara muslim memiliki mekanisme berbeda dalam pengelolaan
wakaf.
2. Peningkatan asset wakaf di berbagai negara muslim setiap tahunnya.
3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang mekanisme pengelolaan
wakaf di berbagai negara muslim.

C. Pembatasan dan Permusan Masalah


1. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini terarah dan permasalahan yang dibahas tidak
meluas, maka penulis membatasi permasalahannya pada pelaksanaan wakaf
di negara muslim yang dalam hal ini studi kasus pada Negara Brunei
Darussalam. Masalah utama yang akan di bahas dalam penelitian ini adalah
bagaimana Brunei Darussalam sebagai salah satu Negara Muslim mengelola
wakaf di negaranya.
7

2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang penulis paparkan diatas, maka
penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Apa peran Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) di dalam pengelolaan
wakaf di Negara Brunei Darussalam?
2. Bagaimana model pengelolaan wakaf di Negara Brunei Darussalam?
3. Apa dampak dari pengelolaan wakaf di Brunei Darussalam terhadap
kesejahteraan masyarakat Brunei Darussalam.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian


Setelah memperhatikan judul dan latar belakang masalah diatas, maka
penelitian ini bertujuan untuk:
1. Mengkaji apa peran yang dilakukan Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB) di dalam pengelolaan wakaf
2. Mengkaji bagaimana praktek pengelolaan wakaf di Negara Brunei
Darussalam
3. Menjelaskan dampak dari pengelolaan wakaf di Brunei Darussalam
terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Brunei
Adapun tujuan akhir dan manfaat dari penelitian ini diharapkan akan berguna:
1. Bagi Akademisi
Bagi akademisi, membuka wawasan keilmuan yang dapat
menstimulus penulis dan peneliti lainnya untuk terus menggali
pengetahuan terutama dalam hal model pengelolaan wakaf yang ada di
berbagai negara muslim.
2. Bagi Praktisi
Bagi praktisi, penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan
positif dan informatif bagi semua pihak. Khususnya bagi pemerintah
maupun badan dan lembaga pengelola wakaf di Indonesia tetang
bagaimana negara muslim dapat mengelola wakaf dengan baik.
8

3. Bagi Masyarakat
Menambah pengetahuan masyarakat serta memberikan informasi
yang beramanfaat dalam bidang ZISWAF khususnya tentang
pengelolaan wakaf yang ada di negara muslim.

E. Metode Penelitian
Di dalam penelitian ini yang menjadi objek penelitian adalah Majelis
Ugama Islam Brunei (MUIB) Direktorat Haji dan Wakaf . Metode penelitian
yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode deskriptif kualitatif. Menurut
Mardalis: “Penelitian deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang
saat ini berlaku, didalamnya terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat analisis
dan menginterprestasikan kodisi-kondisi yang ada sekarang ini terjadi atau
ada”. Dengan kata lain penelitian deskriptif bertujuan untuk memperoleh
informasi-informasi mengenai keadaan saat ini dan melihat kaitan antara
variabel-variabel yang diteliti. Variabel ini tidak menguji hipotesa atau tidak
menggunakan hipotesa melainkan hanya mendeskripsikan informasi apa
adanya sesuai dengan variabel-variabel yang diteliti.5 Sedangkan menurut
Bogdan dan Tailor penelitian kualitatif seperti yang dikutip Lexy J Maleong
yaitu sebagai “prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa
kata-kata tertulis atau lisan dan orang-orang dan prilaku yang damai.6
1. Jenis Data
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data yang
bersifat kualitatif dengan menggunakan dua sumber data, yaitu:
a. Data primer
Merupakan data yang langsung diperoleh dari hasil
wawancara. Wawancara dapat dipandang sebagai metode
pengumpulan data sepihak yang dikerjakan secara sistematis

5
Mardalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi Aksara, 2002),
h. 25.
6
Lexy J Maleong, Metode Penelitian Kualitatif. (Bandung: PT. Remaja Rosda Karya,
2000). Cet ke-3, h.3.
9

berlandaskan tujuan penelitian.7 Wawancara dilakukan untuk


memperoleh data dengan tanya jawab yang dikerjakan
berlandaskan pada tujuan penelitian dengan menggunakan
panduan wawancara.8Data primer yang penulis peroleh adalah
data langsung dari pihak Majelis Ugama Islam Brunei.
Penelitian menggunakan wawancara dengan pengelola divisi
Haji dan Wakaf di Majelis Ugama Islam Brunei.
b. Data Sekunder :
Yaitu data yang diperoleh dalam bentuk sudah jadi, dan
sudah dikumpulkan.9Dalam hal ini penulis memperoleh data
yang memiliki relevansi dengan masalah sebagai bahan
penunjang penelitian.

2. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini,
adalah sebagai berikut:
a. Wawancara
Interview (Wawancara) dalam hal ini adalah teknik
tanya jawab secara lisan yang diarahkan kepada masalah
tertentu untuk mendapatkan informasi yang selengkap-
lengkapnya tanpa unsur paksaan kepada para informan yang
mengetahui dan berkecimpung langsung pada pihak yang
bersangkutan. Untuk pengumpulan data primer, digunakan
teknik wawancara yang dilakukan terhadap divisi haji dan
wakaf Majelis Ugama Islam Brunei.
b. Observasi
Observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan
jalan pengamatan secara langsung mengenai objek
penelitian. Metode ini penulis gunakan sebagai langkah
7
Sutrisno Hadi, Metodelogi Research, (Yogyakarta: Andi, 2004), Cet, 1, h.193.
8
Moh Nadzir, Metode Penelitian, Cet.1, (Bandung: Ghalia Indonesia, 2003), h.193
9
Muhammad, Metedologi Penelitian Ekonomi Islam, h. 5.
10

awal untuk mengetahui kondisi objektif mengenai objek


penelitian. Observasi dilakukan dengan secara langsung
mengamati pengelolaan wakaf yang diawasi langsung oleh
Majelis Ugama Islam Brunei.
c. Dokumentasi
Dokumentasi yaitu dokumen yang merupakan catatan
dari peristiwa yang sudah berlalu.10 Peneliti meminta data-
data yang sesuai dengan kebutuhan penelitian terkait
lembaga yang diteliti, dalam hal ini Majelis Ugama Islam
Brunei.
d. Studi Kepustakaan
Stusi kepustakaan yaitu dengan membaca buku-buku
serta menelusuri berbagai literatur yang relevan dengan
topik masalah dalam penelitian ini yang dapat dijadikan
sumber rujukan untuk menyusun karya ilmiah ini.

3. Teknik Analisis Data


Data penelitian yang telah diperoleh dapat dianalisa dengan metode
deskriptif, yaitu menggambarkan dan menjelaskan data yang di dapat
dari teori maupun hasil penelitian di lapangan sehingga mampu
menjawab permasalahan yang ada, dan mendeskripsikan masalah ini.
Teknik untuk membuat gambaran mengenai situasi atau kejadian yang
menerangkan hubungan, membuat prediksi, serta mendapatkan makna
dan implikasi dari suatu masalah yang ingin dipecahkan.11

4. Teknik Penulisan
Adapun teknik penulisan ini merujuk pada buku Pedoman
Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, Disertasi) yang diterbitkan

10
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: CV.
Alfabeta, 2009), Cetakan Ke-8, h.240.
11
Moh Nadzir, Metode Penelitian, ( Bogor : Ghalia Indonesia, 2011), h. 55
11

oleh Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif


Hidayatullah Jakarta tahun 2012.

F. Sistematika Penulisan
Di dalam pembuatan penelitian penulis akan memberikan gambaran
mengenai hal apa saja yang akan dilakukan, maka secara garis besar
gambaran tersebut dapat dilihat dalam sistematika skripsi dibawah ini:
BAB I PENDAHULUAN
Dalam bab ini, penulis menguraikan hal-hal yang terkait
dengan latar belakang masalah, identifikasi masalah,
pembatasan masalah dan perumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, metode penelitian, teknik penulisan dan
sistematika penulisan.

BAB II LANDASAN TEORITIS


Landasan teoritis, bab ini diawali dengan kerangka teori dan
konsep, kajian pustaka/riview studi terdahulu. Selanjutnya
membahas tentang kajian teori, yang meliputi; Pengertian
Wakaf, dasar hukum, sistem perwakafan dan manajemen
pengelolaan.

BAB III PENGELOLAAN WAKAF DI BRUNEI


DARUSSALAM
Berisi kedudukan dan peran Majelis Ugama Islam Brunei
(MUIB), struktur organisasi MUIB dan pengelola wakaf,
sejarah berdirinya badan wakaf Brunei Darussalam.

BAB IV HASIL PENELITIAN


Bab ini merupakan pembahasan tentang Temuan
Lapangan, yang meliputi analisa pembahasan tentang
bagaimana praktek wakaf di negara Brunei Darussalam
12

BAB V PENUTUP
Bab penutup ini mencakup kesimpulan dari keseluruhan
pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya
serta saran-saran yang dapat penulis sampaikan dalam
penulisan skripsi.
BAB II
WAKAF DAN PENGELOLAAN WAKAF

A. Kerangka Teori dan Konsep


Kerangka teori dan konsep dari masalah yang ada serta pemecahannya
digambarkan sebagai berikut:
Gambar 2.1 Kerangka Teori dan Konsep

Peran MUIB Di
Dalam Pengelolaan
Wakaf Negara
Brunei Darussalam

Analisis
Mekanisme
Praktek Pengelolaan Pengelolaan
Pengelolaan Wakaf
Wakaf Di Negara Wakaf
Negara Brunei
Muslim (Studi Negara Negara
Darussalam
Brunei Darussalam) Brunei
Darussalam
Dampak
Pengelolaan Wakaf
Negara Brunei
Darussalam

Data yang dikumpulkan berasal dari hasil hasil wawancara, dokumnetasi


serta laporan laporan terkait pengelolaan wakaf, serta informasi-informasi dari
pihak-pihak terkait. Menganalisis pengelolaan wakaf yang diterapkan di Negara
Brunei Darussalam. Apabila mekanisme yang baik dan memberikan manfaat bagi
masyarakat luas maka mekanisme tersebut perlu dipertahankan dan dijadikan
salah satu acuan bagi lembaga pengelola wakaf lainnya. Jika dalam
pengelolaannya belum menghasilkan manfaat bagi masyarakat luas maka Majlis
ugama Islam Brunei (MUIB) perlu mengadakan beberapa usaha di dalalm
peningkatan dan perkembangan pengelolaan wakaf.

13
14

B. Kajian Pustaka (Riview Studi Terdahulu)


Untuk menghindari penelitian dengan objek yang sama, maka diperlukan
kajian terdahulu. Sebelum membuat skipsi ini penulis melakukan kajian pustaka
yang berupa judul-judul skripsi yang telah ada sebagai pembanding dengan skripsi
ini. Antara lain sebagai berikut:
Nama penulis/Judul skripsi, Perbedaan
No Substansi
Jurnal/Tahun dengan Penulis
1 Febrianti/ Praktek Pengelolaan Skripsi ini Febrianti
Zakat di Negara Muslim (Studi membahas membahas
pada Negara Brunei bagaimana tentang
Darussalam)/ Fakultas Syariah pengelolaan zakat pengelolaan zakat
dan Hukum UIN Jakarta 2011 yang ada di Brunei yang ada di
Darussalam Brunei
Darussalam,
sedangkan
perbedaan yang
ada dalam
penelitian ini
ialah penulis ingin
mengkaji lebih
dalam tentang
pengelolaan
wakaf yang ada di
Brunei
Darussalam.
2 Dono Satrio/ Perbandingan Skripsi ini Bangladesh
Model Pengelolaan Wakaf membahas tentang merupakan negara
Uang di Bangladesh dan bagaimana sistem yang pertama kali
Indonesia/ Fakultas Syariah dan pengelolaan wakaf menerapkan
Hukum UIN Jakarta 2015 uang yang ada di wakaf uang, oleh
15

Indonesia dan karena itu Dono


Bangladesh melakukan
penelitian tentang
pengelolaan
wakaf uang yang
ada di
Bangladesh.
Sedangkan
penulis ingin
mengkaji lebih
dalam tentang
pengelolaan
wakaf yang ada di
negara muslim
Brunei
Darussalam.
3 Hajah Mas Nooraini binti Haji Jurnal ini Perbedaannya
Mohidin/ Jurnal Status Wakaf membahas tentang dengan penelitian
Tunai di Brunei Darussalam/ status wakaf tunai yang penulis tulis
Jurnal ICCW 2015 yang berkembang ialah jurnal ini
di Brunei lebih terkhusus
Darussalam membahas wakaf
tunai, sedangkan
penulis
membahas wakaf
secara
keseluruhan yang
ada di Brunei
Darussalam.
4 Datin Dr Hajah Mariah binti Jurnal ini Persamaan
16

Pehin Dato Haji Abdul Rahim/ membahas tentang dengan penelitian


Kesadaran Masyarakat kesadaran warga yang penulis tulis
Terhadap Wakaf Tunai Di negara Brunei ialah tentang
Brunei Darussalam/ Jurnal Darussalam wakaf yang ada di
ICCW 2105 terhadap wakaf Brunei
tunai yang Darussalam
berkembang di namun jurnal ini
negara tersebut. membahas
tentang
pengetahuan
warga negara
Brunei
Darussalam akan
wakaf tunai.

C. Wakaf
1. Pengertian Wakaf Secara Umum
Secara bahasa wakaf berasal dari kata “waqafa”atau “habasa”
yang bisa diartikan dengan menahan. Ia merupakan kata yang berbentuk
masdar yang pada dasarnya berarti menahan, berhenti, atau diam.
Apabila kata tersebut dihubungkan dengan harta seperti tanah, binatang
dan yang lain, ia berarti pembekuan hak milik untuk faedah tertentu. 12
Wakaf menurut syara` berarti penahanan hak milik atas materi benda
(al-‘ain) untuk tujuan menyedekahkan manfaat atau faedahnya (al-
manfa’ah) di jalan Allah. Adapun yang dimaksud dengan menahan dzat
(asal) benda adalah menahan barang yang diwakafkan agar tidak
diwariskan, digunakan dalam bentuk dijual, dihibahkan, digadaikan,
disewakan, dipinjamkan, dan sejenisnya.13

12
Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah jilid XIV. (Bandung:PT Alma‟arif, 1987), h. 153
13
Muhammad Jawad Mughniyah. Fiqh Lima Mazhab: Edisi Lengkap. (Jakarta : PT
Lentera Basritama 1996). h. 383
17

Sedangkan wakaf menurut istilah syara’ dikemukakan oleh beberapa


pendapat dari para ulama sebagai berikut:14

a. Menurut Sayyid Sabiq, menahan asal (pokok) harta dan


mendermakan hasilnya serta memanfaatkannya pada jalan
Allah. Makna menahan disini adalah karena wakaf ditahan dari
kerusakan, penjualan dan semua tindakan yang tidak sesuai
dengan tujuan wakaf. Dikatakan menahan juga karena manfaat
dan hasilnya ditahan dan dilarang bagi siapa pun selain dari
orang-orang yang berhak atas wakaf tersebut.
b. Menurut Jawad Mughniyah menyebutkan bahwa wakaf ialah
suatu bentuk pemberian yang menghendaki penahanan asal
harta dan mendermakan hasilnya pada jalan yang bermanfaat.
Para ahli fiqih pun dalam tataran pengertian wakaf yang lebih rinci
saling bersilang pendapat. Sehingga mereka berbeda pendapat pula dalam
memandang hakikat wakaf itu sendiri, baik ditinjau dari aspek kontinyuitas
waktu (ikrar), dzat yang di wakafkan (benda wakaf), pola pemberdayaan
dan pemanfaatan harta wakaf. Untuk itu, pandangan para ulama yang terkait
dengan wacana-wacana tersebut akan diuraikan sebagai berikut:15
a. Menurut Imam Abu Hanifah
Wakaf adalah menahan harta dari otoritas kepemilikan orang yang
mewakafkan dan menyedekahkan kemanfaatan barang wakaf tersebut
untuk tujuan kebaikan. Berdasarkan penngertian tersebut, wakaf tidak
memberikan konsekuensi hilangnya barang yang diwakafkan dari
kepemilikan orang yang mewakafkan. Pewakif boleh saja mencabut
wakaf tersebut, boleh juga menjualnya. Sebab, pendapat yang paling
shahih menurut Abu Hanifah adalah bahwa wakaf hukumnya ja’iz
(boleh), bukan lazim (wajib, mengandung hukum yang mengikat).

14
Drs. H. Abdul Halim, M.A., Hukukm Perwakafan Indonesia,(Ciputat: Ciputat Press,
2005), h. 8-9
15
Wahbah Az-Zuhaili, Fiqih Islam Wa Adillatuhui, (Jakarta: Gema Insani, 2011), h. 269-
272
18

b. Menurut Imam Malik


Madzhab Maliki berpendapat bahwa wakaf adalah si pemilik harta
menjadikan hasil dari harta yang dia miliki, meskipun kepemilikan itu
dengan cara menyewa atau menjadikan pengahasilan dari harta tersebut,
misalhnya dirham, kepada orang yang berhak dengan suatu sighat (akad,
pernyataan) untuk suatu tempo yang dipertimbangkan oleh orang yang
mewakafkan.
Artinya si pemilik harta menahan hartanya itu dari semua bentuk
pengelolaan kepemilikan, menyedekahkan hasil dari harta tersebut untuk
tujuan kebaikan, sementara harta tersebut masih utuh menjadi milik
orang yang mewakafkan, untuk suatu tempo tertentu. Wakaf disini tidak
diiyaratkan selamanya. Wakaf menurut Malikiyyah tidak memutus
(menghilangkan) hak kepemilikan barang yang diwakafkan, namun
hanya memutus hak pengelolaannya.
c. Menurut Imam Syafi’i dan Ahmad bin Hambal
Syafi’i dan Ahmad berpendapat bahwa wakaf ialah menahan harta
yang bisa dimanfaatkan sementara barang tersebut masih utuh, dengan
menghentikan sama sekali pengawasan terhadap barang tersebut dari
orang yang mewakafkan dan lainnya, untuk pengelolaan wakaf yang
lainnya dan riil atau pengelolaan wakaf revenue (penghasilan) barang
tersebut untuk tujuan kebaikan dan kebajikan demi mendekatkan
dirikepada Allah. Atas dasar ini, harta tersebut lepas dari kepemilikan
orang yang mewakafkan dan menjadi tertahan dengan dihukumi menjadi
milik Allah, orang yang mewakafkan terhalang untuk mengelolanya,
penghasilan dari barang tersebut harus disedekahkan sesuai dengan
tujuan pewakafan tersebut ”.
Adapun menurut Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 Bab I pasal I
huruf a, menyebutkan sebagai berikut: “ Wakaf adalah perbuatan hukum
wakif untuk memisahkan dan/ atau menyerahkan sebagian harta benda
miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu
19

sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau


16
kesejahteraan umum menurut syari’ah.
Menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia, wakaf ialah
memperuntukkan sesuatu bagi kepentingan umum, sebagai derma atau
kepentingan yang berhubungan dengan agama.17
Dari beberapa defenisi di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa
wakaf adalah suatu perbuatan hukum dari seorang muslim dengan kesadaran
diri memberikan harta benda yang dimilikinya untuk diambil manfaatnya
bagi kepentingan di jalan Allah. Selain itu, harta wakaf harus memenuhi
kriteria, diantaranya: benda yang diwakafkan kekal zatnya, terlepas dari
kekuasaan pemilik (yang berwakaf), tidak dapat dipindah tangankan kepada
pihak lain, dan diwakafkan untuk keperluan kebaikan sesuai ajaran Islam.

2. Dasar Hukum Wakaf


Para ulama mengemukakan beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits sebagai
dasar hukum adanya praktik wakaf, kendati ayat-ayat dan hadits tersebut
masih mengandung pengertian umum, yaitu antara lain:
a. Dasar Hukum dari Al-Qur’an
Q.S Ali-Imran: 3: 92

َ‫اَمنََشَئََفََِإنََاللَََبَِِهَعََلِيَم‬
َِ ‫اَتبَ َونَ جَ َومَاَتَنَ َِفقََو‬ َِ ‫ّتَتَنَ َِفقََو‬
َِ ‫اَمر‬ َ‫لَنََتَنَالَواَالَِرَبَحَ ر‬
Artinya : “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang
sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta
yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan dari
hal kebajikan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya”.

Ayat ini menganjurkan infak secara umum, namun para ulama ahli
fikih dari beberapa madzhab menjadikannya sebagai landasan hukum
wakaf, karena secara historis setelah ayat ini turun banyak sahabat Nabi
yang terdorong untuk melaksanakan wakaf.
16
Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf dan Peraturan Pemerintah No. 42
Tahun 2006 Tentang Pelaksanaannya, h.2
17
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 1990), h. 1006
20

Selain surat Ali Imran yang telah dijelaskan di atas terdapat surat
Al-Qur’an lain yang menganjurkan untuk berwakaf.

Q.S Al-Baqoroh:2:261

َ ِ َ َ‫اللََِكَمَثَ َِلَحََبرةَ َأَنَبَتَتَ َسَبَعَ َسَنَاَبِل‬


ََ‫ف َكَل‬ َ ِ َ َ‫مَثَلَ َاَلر َِذيَنَ َيَنَ َِفقَ َونَ َأَمََواَلَم‬
َ َ ‫ف َسََبِيَ َِل‬

َ‫اَسعََعََلِيَم‬
َِ ‫سَنَبَلَةَ َِمائَةَحََبرةَقلىََواللََيَضَا َِعفَََلِمَنَََيرشَآءَقلىََواللَََو‬
Artinya: “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang
yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan
sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap
bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa
yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi
Maha Mengetahui”.

Buya Hamka, pada kitab Tafsir Al-Azhar berpendapat “Perumpaan


orang-orang yang membelanjakan harta benda mereka pada jalan Allah
adalah laksana satu biji menumbuhkan tujuh arai”. Ingatlah arai pinang
atau arai kelapa, dan kalau pada padi disebut tangkai. Pada setiap satu
arai ada seratus biji. Dengan demikian diberikanlah targhib bahwasanya
satu kebajikan ditanamkan akan bergandalah hasilnya sampai tujuh kali
seratus. Dengan demikian dijelaskanlah bahwasanya pengorbanan
hartamenegakkan jalan Allah bukanlah merugikan, tetapi memberikan
untung.18
Demikian diantara beberapa nash Al-Qur’an yang dapat dijadikan
landasan utama disyariatkannya wakaf dalam Islam. Hanya saja dari
beberapa nash yang telah dituliskan masih tidak dijelaskan secara jelas
dan tegas mengenai disyariatkannya ajaran wakaf. Al-Qur’an hanya
menyebutkan dalam artian umum, bukan khusus dalam menggunakan
kata wakaf.

18
Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar juz’u 4 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983), h.41
21

b. Dasar Hukum dari As-Sunnah


Adapun dalil dari hadits yang secara khusus membahas tentang
wakaf sangat banyak. Sebagian ada yang membicarakan shadaqah secara
umum seperti hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda:

ََ‫َصدقةَجا ِريةَأَوََ ِعلمَي نت فعَبِِهَأَو‬:َ‫َاالنسانَإِن قطعَعملهَاِالرِمنَثالث‬


ِ ‫إِذاَمات‬

َ19.)‫ولدَصالِحَيدَعولهَ(رواهَمسلم‬

Artinya: “Apabila manusia mati, maka amalnya akan terputus kecuali


tiga perkara, shadaqah jariyah atau ilmu yang bermanfaat atau
anak saleh yang mendoakannya”. (HR. Muslim).

Para ulama juga menafsirkan sabda Rasulullah SAW sedekah


jariyah dengan wakaf, dalam sebuah hadits:

ُّ ‫ضاََلَأ ِصبَماالًَق‬ ِ
َ‫طَأَنَفس‬ ‫ضاَفأتىَالنِ ر‬
ً ‫رِبَف قالَأصبتَاَر‬ ً ‫أصابَعمرَِبيَبََأر‬
َ‫َشئَتَحبرستَأصلهاَوتص رَدقت َِِباَف تَصدرقَعمر‬
َِ ‫ِمنهَفكيفََتَأَمرِِنَبِِهَقالَإِن‬

ِ ‫أنرهَالَي بَاعَأَصلهاَوالَيوهبَوالَي وَرثَ ََِِفَالفقر ِاءَوالقرَبَوالرق‬


َ‫ابَوِِفَسبِي ِل‬
ِ ‫ف َواب ِن َال رسبِي ِل َال َجناح َعلىَمن َولِي هَا َأن َيأكل َِمن هاَبِالَعر‬
َ‫وف َأو‬ ِ ‫اللِ َوالضري‬
20
)‫َ(رواهَالبخاري‬.‫يطعِمََص ِدي ًقاَغي رَمَتم َوِلَفِي َِه‬
Artinya: Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, r.a bahwa Umar bin
Khathab mendapat sebidang tanah di Khaibar. Lalu ia
menghadap Rasulullah SAW untuk memohon petunjuknya,
apa yang sepatutnya dilakukan untuk tanah tersebut. Umar
berkata kepada Rasulullah SAW: “ Ya Rasulullah, saya

19
Imam Abi al-Husain Muslim al-hujjaj bin Mulim, Al-Jami’ al-Shahih al Musamma
Shahih Muslim, (Semaang; Toha Putera, juz 3 t.th) h. 73
20
Abi Abdillah Muhammad bin Ismail albukhari, Shahih Bukhari, (Semarang: Toha
Putera, Juz 3, t.th) h. 185
22

memperoleh sebidang tanah di Khaibar dan saya belum pernah


mendapat harta lebih baik dari tanah di Khaibar itu, karena itu
saya mohon petunjukmu tentang apa yang sepatutnya saya
lakukan pada tanah itu”. Rasulullah bersabda; “Jika engkau
mau, tahanlah zat (asal) bendanya dan sedekahkanlah
hasilnya”. Umar menyedekahkannya dan mewasiatkan bahwa
tanah tersebut tidak boleh dijual, tidak boleh dihibahkan dan
tidak boleh diwarisi. Umar menyalurkan hasil tanah itu bagi
orang-orang fakir, keluarganya, membebaskan budak, orang-
orang yang berjuang di jalan Allah, orang-orang yang
kehabisan bekal dalam perjalanan dan tamu. Tidak pula
berdosa bagi orang yang mengurusi harta wakaf tersebut
makan dari hasil wakaf tersebut dalam batas-batas kewajaran
atau memberi makan orang lain dari hasil wakaf tersebut.
Dengan demikian wakaf merupakan salah satu konsep fiqih
sebagai hasil ijtihad yang lahir dari pemahaman ulama
terhadap nash-nash yang menjelaskan tentang pembelajaran
harta, terutama dari hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar
tentang pernyataan Umar bin Khattab mengenai pemanfaatan
tanahnya di Khaibar (H.R Bukhari).

Jadi dapat disimpulkan bahwa melalui nash-nash haditslah ibadah


wakaf dapat dijelaskan dengan baik. Tentunya melalui ijtihad yang lahir dari
pemahaman para ulama terhadap nash-nash tersebut. Dari hadits di atas,
menjadi acuan ajaran berwakaf khususnya dengan tanah dan bangunan.

3. Rukun dan Syarat Wakaf


Kendati para Imam Mujtahid berbeda pendapat dalam memberikan
pandangan terhadap institusi wakaf, namun semuanya sependapat bahwa
untuk melakukan perbuatan wakaf diperlukan rukun dan syarat-syarat
wakaf. Rukun artinya sudut, tiang penyangga yang merupakan sendi utama
atau unsur pokok dalam pembentukan suatu hal. Tanpa rukun sesuatu itu
tidak akan tegak berdiri. Begitu pula syarat-syarat yang menentukan sah
atau tidaknya suatu wakaf.
Menurut jumhur ulama, rukun wakaf ada empat, yaitu:21
1) Wakif (orang yang melakukan wakaf)

21
Wahbah Az-Zuhaili, Fiqih Islam Wa Adillatuhui, (Jakarta: Gema Insani, 2011), h. 275-
312
23

Persyaratan seorang calon wakif agar sah adalah harus memiliki


kecakapan hukum atau kamalul ahliyah (legal competent) dalam
membelanjakan atau memanfaatkan hartanya, kecakapan disini
meliputi empat kriteria, yaitu:
a. Merdeka
b. Berakal sehat
c. Dewasa (Baligh)
d. Tidak berada di bawah pengampunan (boros/lalai).22
Adanya kriteria tersebut menandakan bahwa tidak sembarangan
wakif yang bisa mewakafkan hartanya. Tujuan adanya pesyaratan
tersebut adalah untuk memastikan bahwa harta yang diwakafkan
dilakukan secara rela sama rela dan mampu dilakukan pewakif.
2) Mauquf’alaih (orang yang menerima wakaf)
Mauquf ‘Alaih diisyaratkan harus hadir sewaktu penyerahan
wakaf, harus ahli untuk memiliki harta yang diwakafkan, tidak
orang yang durhaka terhadap Allah SWT dan orang yang menerima
wakaf itu harus jelas tidak diragui kebenarannya.23 Dengan adanya
kejelasan tersebut akan lebih memudahkan pewakif untuk
memantau perkembangan wakaf yang telah diserahkan.
3) Mauquf Bih (harta yang diwakafkan)
Benda yang diwakafkan atau Mauquf Bih merupakan hal yang
sangat penting dalam perwakafan. Namun ada beberapa persyaratan
agar sangat penting dalam perwakafan. Namun ada beberapa
persyaratan agar benda tersebut dapat diwakafkan, yaitu:
a. Benda harus memiliki nilai guna
b. Benda yang diwakafkan harus tertentu (diketahui) ketika terjadi
akad wakaf.

22
Proyek Pengembangan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat
Islam dan Penyelenggaraan haji, Paradigma Baru Wakaf di Indonesia (Jakarta: Departemen
Agama RI, 2006), h.32
23
Abdul Halim, Hukum Perwakafan di Indonesia (Jakarta: Ciputat Press, 2005) h. 18
24

c. Benda tetap atau bergerak yang dibenarkan untuk diwakafkan.


d. Benda yang diwakafkan benar-benar telah menjadi milik
sempurna (Al-milk At-Tamm) si wakif ketika terjadi akad
wakaf.24
4) Sighat (pernyataan wakif sebagai suatu kehendak untuk
mewakafkan harta bendanya)
Pernyataan wakif yang merupakan tanda penyerahan barang
atau benda yang diwakafkan itu, dengan lisan atau tulisan. Dengan
pernyataan itu, terlepaslah hak wakif atas benda yang diwakafkan.
Benda itu kembali menjadi hak milik mutlak Allah yang
dimanfaatkan oleh orang atau orang-orang yang tersebut dalam ikrar
wakaf tersebut. Karena tindakan mewakafkan sesuatu itu dipandang
sebagai perbuatan hukum sepihak. Maka dengan persyaratan wakif
yang merupakan ijab, perwakafan telah terjadi. Pernyataan dari
mauquf ‘alaih yakni orang atau orang-orang yang berhak menikmati
hasil wakaf itu tidak diperlukan. Dalam wakaf itu hanya ada ijab
tanpa qabul.25
Berdasarkan penjelasan di atas maka terdapat empat rukun wakaf,
yaitu wakif (orang yang berwakaf), mauquf bih (benda yang diwakafkan),
mauquf a’laih (penerima wakaf) dan shigat wakaf (ijab qabul wakaf).

4. Macam-Macam Wakaf
Perkembangan wakaf hingga saat ini sudah sangat pesat. Perkembangan
tersebut didukung oleh pengelolaan yang baik sehingga menghasilkan aset
wakaf yang terus bertambah. Aset wakaf tersebut berasal dari berbagai jenis
wakaf, berbagai macam bentuk, tujuan dan targetnya. Berikut macam-
macam wakaf tersebut:26

24
Proyek Peningkatan Zakat dan Wakaf Departemen Agama RI, Fiqih Wakaf (Jakarta:
Proyek Peningkatan Zakat dan Wakaf Departemen Agama Ri, 2003), h. 44
25
M. Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf (Jakarta: UI Press, 1998), h. 18
26
Mundzir Qahaf, Manajemen Wakaf Produktif, ( Jakarta: Khalifa, 2004) h. 161-162
25

a. Wakaf Berdasarkan Tujuan


Berdasarkan tujuannya, wakaf terbagi menjadi tiga macam, yaitu:
1. Wakaf sosial untuk kebaikan masyarakat (khairi atau ‘am), yaitu
apabila tujuan wakafnya untuk kepentingan umum;
2. Wakaf keluarga (dzurri/khas), yaitu apabila tujuan wakaf untuk
memberi manfaat kepada wakif, keluarganya, keturunannya dan
orang-orang tertentu tanpa melihat kaya atau miskin, sakit atau
sehat, serta tua atau muda;
3. Wakaf gabungan (musytarak), yaitu apabila tujuan wakafnya untuk
umum dan keluarga secara bersamaan.
b. Wakaf Berdasarkan Batasan Waktu
Berdasarkan batasan waktunya, wakaf terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Wakaf Abadi, yaitu wakaf yang barangnya bersifat abadi, seperti
tanah dan bangunan atau barang bergerak yang ditentukan oleh
wakif sebagai wakaf abadi dan produktif, yang sebagian hasilnya
untuk disalurkan sesuai tujuan wakaf, sedangkan sisanya untuk
biaya perawatan wakaf dan mengganti kerusakannya.
2. Wakaf sementara, yaitu wakaf yang barangnya berupa barang-
barang yang mudah rusak ketika dipergunakan tanpa memberi
syarat untuk mengganti bagian yang rusak. Wakaf sementara juga
bisa dikarenakan oleh keinginan wakif yang memberi batasan
waktu ketika mewakafkan barangnya.
c. Wakaf Berdasarkan Penggunaan
Berdasarkan penggunaannya, wakaf terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Wakaf langsung yaitu wakaf yang pokok barangnya digunakan
untuk mencapai tujuannya, seperti masjid untuk shalat, sekolah
untuk kegiatan belajar mengajar, rumah sakir dan lain sebagainya.
2. Wakaf produktif yaitu wakaf yang pokok barangnya digunakan
untuuk kegiatan produksi dan hasilnya diperuntukkan sesuai
dengan tujuan wakaf.
26

d. Wakaf Berdasarkan Jenis Barangnya


Berdasarkan jenis barangnya, wakaf terbagi menjadi dua macam, yaitu:
1. Wakaf benda tidak bergerak. Diantara benda wakaf tersebut adalah
wakaf pokok tetap berupa tanah pertanian dan bukan pertanian.
Seperti masjid, sekolah, rumah sakit dan perpustakaan.
2. Wakaf benda bergerak. Wakaf benda bergerak yang dijadikan
pokok tetap menurut pengertian ekonomi modern, juga banyak
dilakukan kaum muslimin, seperti alat-alat pertanian, mushaf Al-
Qur’an, sajadah untuk masjid, buku perpustakaan umum dan
perpustakaan masjid.27
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa wakaf memiliki arti yang
sangat luas. Wakaf pada masa kini tidak sebatas tanah dan masjid saja,
tetapi sudah berkembang hingga berbagai macam wakaf baik bergerak
ataupun tidak begerak. Hal tersebut lah yang menjadi tantangan sekaligus
peluang bagi lembaga wakaf dalam berinovasi mengembangkan wakafnya.

5. Manfaat Wakaf
Asas kemanfaatan benda wakaf menjadi landasan yang paling relevan
dengan keberadaan benda itu sendiri. Lebih-lebih ibadah wakaf oleh para
ulama dikategorikan sebagai amal ibadah shadaqah jariyah yang memiliki
nilai pahala yang terus mengalir walaupun yang melakukannya telah
meninggal dunia. Tentu saja, dalam pandangan yang paling sederhana
sekalipun, bahwa kontinyuitas pahala yang dimaksud itu karena terkait
dengan aspek kemanfaatan yang bisa diambil secara berkesinambungan oleh
pihak kebajikan (kepentingan masyarakat banyak).
Manfaat wakaf dalam kehidupan dapat dilihat dari segi hikmahnya,
setiap peraturan yang disyariatkan Allah kepada makhluknya baik berupa
perintah atau larangan, pasti mempunyai hikmah dan manfaat yang begitu
besar bagi kehidupan manusia khususnya bagi umat Islam. Diantara hikmah
27
H. Ahmad Shonhaji, Bahagiamu Lengkap Dengan Wakaf, (Ciputat: DD Publishing,
2016) h. 55-56
27

yang terkandung di dalam harta wakaf yang langsung dirasakan oleh


manusia diantaranya:
1. Pahala dan keuntungan bagi si waqif akan tetap mengalir walaupun
suatu ketika ia telah meninggal dunia, selagi benda wakaf itu masih ada
dan dapat dimanfaatkan, sepanjang itu pula pahala akan mengalir terus
dalam dirinya.
2. Wakaf merupakan salah satu sumber dana yang sangat besar manfaatnya
dalam kehidupan agama dan umat.28
3. Membantu orang-orang yang sedang kesulitan bisa keluar dari masalah.
Mengelola wakaf sesuai dengan manfaat yang sudah disepakati akan
membuat golongan atau masyarakat tertentu memiliki beban yang lebih
ringan.
4. Wakaf mempererat tali persaudaraan. Hubungan masyarakat antara
orang kaya dan miskin biasanya akan mengalami kesenjangan karena
perbedaan derajat yang masih dipandang oleh masyarakat. Ketika orang
yang kaya memberikan wakaf untuk digunakan secara umum. Tindakan
ini dapat membuat hubungan masyarakat yang lebih harmonis. Hal ini
juga diajarkan ketika kita menunaikan zakat.29
Dengan demikian wakaf mempunyai peranan yang sangat penting untuk
mewujudkan kesejahteraan ekonomi selain dari zakat, karena wakaf juga
dapat membantu masyarakat yang miskin, baik miskin dalam artian
ekonomi maupun tenaga, di lain pihak juga bertujuan untuk
meningkatkanpembangunan keagamaan, disamping itu wakaf juga dapat
membentuk jiwa sosial ditengah-tengah masyarkat, dapat juga mendidik
manusia agar manusia mempunyai tenggang rasa terhadap sesamanya.
Hal ini sejalan dengan Ahmad Jarjawi yang mengatakan “apabila
orang-orang kaya itu mewakafkan hartanya kepada orang-orang fakir, maka
akan diberi atas mereka pahala sedekah yang dapat menggembirakan pihak

28
Drs. Abdul Halim, Hukum Perwakafan Di Indonesia, (Ciputat: Ciputat Press, 2005), h.
40-42
29
Informasi Manfaat, 10 Manfaat Wakaf Bagi Masyarakat, Diri Sendiri dan Orang Lain,
http://manfaat.co.id/manfaat-wakaf , diakses pada 8 Maret 2017 pukul 11.50 WIB
28

fakir miskin karena telah mengeluarkan dari belenggu kesulitan dan


melepaskan mereka dari malapetaka yang menimpa mereka selama ini. Bagi
si waqif akan menerima kemuliaan dari Allah Azza Wa Jalla”.30

B. Pengelolaan Wakaf
1. Pengertian Pengelolaan Wakaf
Untuk mengelola harta wakaf maka dibutuhkan pengelola atau dalam
fiqh disebut dengan nadzir. Nadzir berasal dari kata kerja bahasa Arab
nadzara-yandzuru nadzaran yang mempunyai arti, menjaga, memelihara,
mengelola dan mengawasi. Adapun nadzir adalah isim fa'il dari kata nadzir
yang kemudian dapat diartikan dalam bahasa Indonesia dengan pengawas
(penjaga). Sedangkan nadzir wakaf atau biasa disebut nadzir adalah orang
yang diberi tugas untuk mengelola wakaf. Nadzir wakaf adalah orang atau
badan hukum yang memegang amanat untuk memelihara dan mengurus
harta wakaf sesuai dengan wujud dan tujuan wakaf tersebut.31 Nazhir wajib
mengelola dan mengembangkan harta benda wakaf sesuai dengan
tujuan, fungsi dan peruntukkannya yang dilaksanakan sesuai prinsip
syariah.32
Pada umumnya, para ulama telah bersepakat bahwa kekuasaan nadzir
wakaf hanya terbatas pada pengelolaan wakaf untuk dimanfaatkan sesuai
dengan tujuan wakaf yang dikehendaki wakif. Asaf A.A. Fyzee berpendapat,
sebagaimana dikutip oleh Dr. Uswatun Hasanah, bahwa kewajiban nadzir
adalah mengerjakan segala sesuatu yang layak untuk menjaga dan
mengelola harta. Dengan demikian nadzir berarti orang yang berhak untuk
bertindak atas harta wakaf, baik untuk mengurusnya, memelihara, dan
mendistribusikan hasil wakaf kepada orang yang berhak menerimanya,

30
Drs. Abdul Halim, Hukum Perwakafan Di Indonesia, (Ciputat: Ciputat Press, 2005), h.
43
31
Suparman usman, Hukum perwakafan di Indonesia, (Serang: Darul Ulum Press, 1994)
h. 33
32
Drs. H. Abdul Halim, M.A., Hukum Perwakafan di Indonesia, (Ciputat, Ciputat
Press, 2005), h. 139
29

ataupun mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan harta itu tumbuh


dengan baik dan kekal.33
Dahulu, pengelolaan dan praktek wakaf masih menggunakan kebiasaan-
kebiasaan keagamaan, seperti kebiasaan melakukan perbuatan hukum
perwakafan secara lisan atas dasar saling percaya kepada seseorang,
kebiasaan memandang wakaf sebagai amal shaleh yang mempunyai nilai
mulia, mereka menganggap wakaf merupakan harta milik Allah semata
yang siapa saja tidak akan berani menggangu gugat tanpa seizin Allah,
sehingga para pewakif mewakafkan hartanya tanpa harus melalui prosedur
administratif.
Namun saat ini seiring perkembangan zaman, banyak benda wakaf yang
hilang atau bersengketa dengan pihak ketiga akibat tidak adanya bukti
tertulis. Belajar dari hal tersebut para tokoh masyarakat, alim ulama
mengusahakan kepada pemerintah untuk turut andil dalam pengelolaan harta
wakaf, hal ini terbukti dengan dikeluarkannya Undang-Undang dan
dibentuknya suatu badan atau divisi resmi yang dibentuk oleh pemerintah
dalam mengatur pengelolaan praktek wakaf di negara tersebut. Setelah
dikeluarkannya Undang-Undang yang mengatur perwakafan maka setiap
masyarakat atau lembaga yang ingin turut andil dalam pengelolaan wakaf
harus memetauhi dan memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang yang
berlaku.
Menurut Eri Sudewo, CEO Dompet Dhuafa Republika, dari persyaratan
minimal seseorang atau lembaga nazhir dalam pandangan fikih tersebut bisa
dijabarkan sebagai berikut:34

33
Tubagus Sukron Tamimmi, Pengelolaan Harta Wakaf dan Syarat Pengelolaannya,
http://syirooz.blogspot.co.id/2012/11/pengelolaan-harta-wakaf-dan-syarat.html diakses pada 28
November 2016
34
Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf, Panduan Pemberdayaan Tanah Wakaf
Produktif Strategis Di Indonesia, Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji
Departemen Agama RI Tahun 2005
30

1. Syarat Moral
a. Paham tentang hukum wakaf dan ZIS, baik dalam tinjauan syari’ah
maupun perundang-undangan RI
b. Jujur, amanah, adil dan ihsan sehingga dapat dipercaya dalam
proses pengelolaan dan pentasharufan kepada sasaran wakaf
c. Tahan Godaan, terutama menyangkut perkembangan usaha
d. Pilihan, sungguh-sungguh dan suka tantangan
e. Punya kecerdasan, baik emosional mapun spiritual
2. Syarat Manajemen
a. Mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang baik dalam leadership
b. Visioner
c. Mempunyai kecerdasan yang baik secara intelektual, sosial dan
pemberdayaan
d. Profesional dalam bidang pengelolaan harta
3. Syarat Bisnis
a. Mempunyai keinginan
b. Mempunyai pengalaman dan atau siap untuk dimagangkan
c. Punya ketajaman melihat peluang usaha sebagaimana layaknya
entrepreneur
Dari persyaratan yang telah dikemukakan diatas, menunjukkan bahwa
nazhir menempati pada pos yang sangat sentral dalam pola pengelolaan
harta wakaf.35 Pengelolaan dapat diartikan sebagai tata pembukuan.
Sedang dalam arti luas mengandung arti pengurusan dan
pertanggungjawaban suatu lembaga terhadap penyandang dana, baik
individual maupun lembaga.36
Dalam mengelola wakaf lebih baik dilakukan pengawasan yang layak,
yaitu pengawasan administrasi dan keuangan, adapun selebihnya adalah

35
Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf, Panduan Pemberdayaan Tanah Wakaf
Produktif Strategis Di Indonesia, Direktorat Jenderal Bimas Islam dan Penyelenggaraan Haji
Departemen Agama RI Tahun 2005
36
Drs. H. M. Sulthon Masyhud. M. Pd, Manajemen Pondok Pesantren, (Jakarta,
Diva Pustaka, 2003), h. 187.
31

memberikan pelayanan dan support kepada pengurus harta wakaf.


Diantara bentuk pelayanan terpenting dalam hal ini adalah ikut serta dalam
membuat perencanaan dan investasi serta memberikan bantuan dana.
Dari penjabaran di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa
pengelolaan menempati posisi paling urgent dalam dunia perwakafan.
Karena yang paling menentukan benda wakaf itu terjaga dengan baik, lebih
bermanfaat atau tidak bagi masyarakat tergantung pada pola pengelolaan.

2. Manfaat Pengelolaan Wakaf


Manfaat wakaf dapat dilihat dan bergantung sistem pengelolaannya.
Pengelolaan secara tradisional dan modern memberikan manfaat yang
berbeda. Sama-sama bermanfaat, namun dampak manfaat itu diyakini
memiliki perbedaan mencolok.
Pengelolaan tradisional yang menempatkan kekekalan benda berada
pada posisi teratas kerap mengesampingkan inovasi pengelolaan. Adapun
pengelolaan modern dinilai mengedepankan aspek kemanfaatan benda
melalui pengelolaan produktif dengan tetap menjaga eksistensi bendanya
yakni tetap ada dan tidak berkurang.37
Perintah wakaf dinilai menekankan pentingnya menahan eksistensi
benda wakaf dengan cara mengelola secara profesional. Sementara hasilnya
untuk kepentingan kebajikan umum. Jadi substansi ajaran wakaf itu tidak
semata-mata terletak pada pemeliharaan bendanya, tapi jauh lebih penting
adalah nilai manfaat dari benda tersebut. Problemnya adalah masih ada
kalangan yang bersikukuh bahwa wakaf adalah menjaga keutuhan benda-
bendanya. Tidak mempertimbangkan apakah aset tersebut akan rusak atau
hilang kemanfaatannya di masa mendatang.
Manajemen pengelolaan menempati posisi paling urgent dalam dunia
perwakafan. Karena yang paling menentukan benda wakaf itu lebih
bermanfaat atau tidak tergantung pada pola pengelolaan, bagus atau buruk.
Kalau pengelolaan benda-benda wakaf selama ini hanya dikelola “seada-

37
Ismail A. Sad, The Power of Wakaf, (Ciputat: Dompet Dhuafa, 2013) h. 136
32

adanya” dengan menggunakan manajemen kepercayaan, maka dalam


pengelolaan wakaf secara modern harus menonjolkan sistem pengelolaan
yang lebih profesional. Asas profesionalitas ini harus dijadikan semangat
pengelolaan benda wakaf dalam rangka mengambil kemanfaatan yang lebih
luas dan lebih nyata untuk kepentingan masyarakat banyak.38
Dengan demikian manfaat pengelolaan wakaf akan dapat dirasakan bagi
masyarakat banyak apabila dikelola secara profesional. Dimana selain
menjaga eksistensi keberadaan benda wakaf tetapi juga dapat menghasilkan
manfaat bagi kebajikan umum.

3. Dasar Hukum Pengelolaan Wakaf


Perwakafan di Indonesia telah melembaga di masyarakat semenjak awal
masuknya Islam ke Nusantara akan tetapi belum diatur dalam peraturan
perundang-undangan sehingga belum dilindungi oleh kekuasaan. Setelah
Indonesia merdeka wakaf mulai diatur oleh pemerintah melalui Undang-
Undang. Adapun hukum positif Indonesia yang mengatur tentang wakaf
dapat dilihat dari beberapa peraturan di bawah ini, yaitu:
1. Undang-Undang No. 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-
Pokok Agraria, dimana Negara secara resmi menyatakan perlindungan
terhadap harta wakaf. Kemudian ditegaskan dalam Peraturan Pemerintah
No.10 tahun 1961 tentang perwakafan tanah milik.
2. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1997 tentang Perwakafan Tanah
Milik. Peraturan ini mengatur tentang proses terjadinya wakaf tanah
milik dan Istibdal tanah wakaf.
3. Instruksi Presiden No.1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam.
Instruksi tentang pembaharuan dalam pengelolaan wakaf.
4. Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 tentang wakaf. Undang-Undang
wakaf ini merupakan penyempurnaan dari beberapa peraturan
perundang-undangan wakaf yang sudah ada dengan menambahkan hal-

38
Direktorat Pemberdayaan Wakaf Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
Tahun 2006, Paradigma Baru Wakaf Di Indonesia, ( Jakarta : Departemen Agama, 2006) h.81
33

hal baru yang merupakan upaya memberdayakan wakaf secara produktif


dan akuntabel.
5. Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan UU No.
41 Tahun 2004 tentang wakaf yang meliputi ketentuan umum nadzir,
jenis harta benda wakaf, akta ikrar wakaf dan pejabat pembuat akta
wakaf.
Seperti halnya Indonesia, Praktek wakaf sudah ada sejak masa
penjajahan negara Inggris di Brunei Darussalam. Namun baru pada tahun
1955 pratek perwakafan yang ada diatur di dalam Undang-Undang Negara
Brunei Darussalam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77 pada
bahagian IV, Bab 98-111. Pada bab tersebut dijelaskan tentang segala
sesuatu yang berkaitan tentang wakaf dipegang penuh oleh Majlis Ugama
Islam.

4. Strategi Pengelolan Wakaf


Jika kita melihat sejarah pengelolaan wakaf, tentunya pengelolaan
wakaf telah mengalami perkembangan pada setiap periodenya. Paling tidak
ada tiga model pengeloaan wakaf diantaranya yang berkembang disetiap
periodenya, diantaranya:
1. Pengelolaan Wakaf Tradisional
Dalam periode ini, wakaf masih ditempakan sebagai ajaran yang
murni dimasukkan dalam kategori Ibadah Mahdhah (pokok), yaitu
kebanyakan benda-benda wakaf diperuntukkan untuk kepentingan
pembangunan fisik seperti masjid, mushalla, pesantren, kuburan,
yayasan dan sebagainya. Sehingga keberadaan wakaf belum
memberikan kontribusi sosial yang lebih luas karenanya banyak untuk
kepentingan yang bersifat konsumtif.39
2. Pengelolaan Wakaf Semi-Profesional

39
Achmad Djunaidi dan Thobieb al-Asyhar, Menuju Era wakaf Produktif, Cet. III (
Jakarta: Mitra Press, 2006), h.5
34

Periode Semi-Profesional adalah dimana pengelolaan wakaf secara


umum sama dengan periode tradisional, namun pada masa ini sudah
mulai dikembangkan pola pemberdayaan wakaf secara produktif,
meskipun belum maksimal. Sebagai contoh adalah pembangunan
masjid-masjid yang letaknya strategi dengan menambah gedung-gedung
untuk pertemuan, pernikahan, seminar dan acara lainnya seperti Masjid
Sunda Kelapa, Masjid Pondok Indah, Masid At-Taqwa Pasar Minggu
dan lain-lain. Selain itu juga sudah dimulai dikembangkannya
pemberdayaan tanah-tanah wakaf untuk bidang pertanian, pendirian
usaha-usaha kecil seperti toko-toko ritel, koperasi, penggilingan padi ,
usaha bengkel dan sebagainya yang hasilnya untuk kepentingan
pengembangan dibidang pendidikan (pondok pesantren), meski pola
pengelolaannya masih dikatakan tradisional. Pola pemberdayaan wakaf
seperti ini sudah ada di Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo.
Adapun secara khusus mengembangkan wakaf untuk kesehatan dan
pendidikan seperti yang dilakukan oleh yayasan wakaf Sultan Agung,
secara intensif terhadap pengembangan pemikiran Islam modern seperti
dilakukan oleh yayasan wakaf Paramadina dan seterusnya.40
3. Pengelolaan Wakaf Profesional
Periode pengelolaan wakaf secara profesional ditandai dengan
pemberdayaan potensi masyarakat secara produktif. Keprofesionalan
yang dilakukan meliputi aspek: Manajemen, SDM kenadziran, pola
kemitrausahaan, bentuk benda seperti uang, saham dan surat berharga
lainnya. Dalam mengelola wakaf secara profesional paling tidak ada tiga
filosofi dasar yang ditentukan ketika hendak memberdayakan wakaf
secara produktif. Pertama. Pola manajemennya harus dibingkai “Proyek
Terintegrasi”, bukan bagian dari biaya yang terpisah-pisah. Dengan
bingkai proyek, sesungguhnya dana wakaf akan dialokasikan untuk
program-program pemberdayaan dengan segala macam biaya yang

40
Achmad Djunaidi dan Thobieb al-Asyhar, Menuju Era wakaf Produktif, Cet. III (
Jakarta: Mitra Press, 2006)., h. 5-6
35

terangkum di dalamnya. Kedua, asas kesejahteraan Nadzir, sudah terlalu


lama nadzir diposisikan kerja asal-asalan alias lillahita’ala, oleh karena
itu saatnya nadzir sebagai profesi yang memberikan harapan kepada
lulusan terbaik umat dan profesi yang memberikan kesejahteraan di
akhirat, tetapi juga di dunia. Ketiga, asas Transparansi dan
Acountabilitas dimana badan wakaf dan lembaga yang dibantu harus
melaporkan tiap tahun akan proses pengelolaan dan kepada umat dalam
bentuk autided financial report termasuk kewajaran dan masing-masing
pos biayanya.41
Dewasa ini terbuka kesempatan untuk berwakaf dalam bentuk uang,
tetapi persoalannya bagaimana manfaat dana wakaf yang terhimpun.
Menurut Muhammad Abdullah Al Anshori “Uang wakaf akan bermanfaat
jika ia digunakan, untuk itu kita meninvestasikan dana tersebut dan labanya
kita sedekahkan”.42
Untuk menjembatani dalam hal pengelolaan asset wakaf, muncullah
lembaga keuangan syariah dengan prinsip bagi hasil, prinsip jual beli dan
prinsip sewa-menyewa. Maka semakin mempermudah nadzir selaku
manajemen investasi untuk menginvestasikan dana-dana wakaf yang
terhimpun sesuai dengan syariat Islam. Adapun diantara bentuk-bentuk
investasi yang dapat dilakukan oleh pengelola wakaf (Nadzir) ialah sebagai
berikut:
1. Investasi Mudharabah
Investasi Mudharabah merupakan salah satu alternatif yang
ditawarkan oleh penduduk keuangan syariah guna mengembangkan harta
wakaf. Salah satu contoh yang dapat dilakukan oleh pengelola wakaf
dengan sistem ini adalah mengembangkan sektor usaha kecil dan

41
Achmad Djunaidi dan Thobieb al-Asyhar, Menuju Era wakaf Produktif, Cet. III (
Jakarta: Mitra Press, 2006)., h. 7-8
42
Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam Direktorat
Pemberdayaan Wakaf, Bunga Rampai Perwakafan, ( Jakarta: Departemen Agama, 2006), h. 85
36

menengah dengan memberikan modal usaha kepada petani, nelayan,


pedagang kecil dan menengah.43
2. Investasi Musyarakah
Alternatif selanjutnya ialah investasi musyarakah. Investasi ini
hampir sama dengan investasi mudharabah. Hanya saja pada investasi
musyarakah ini resiko yang ditanggung oleh pengelola wakaf lebih
sedikit, oleh karena modal ditanggung secara bersama oleh dua pemilik
modal atau lebih.44
3. Investasi Ijarah
Salah satu contoh yang dapat dilakukan dengan sistem investas
Ijarah (sewa) adalah mendayagunakan tanah wakaf yang ada. Dalam hal
ini pengelolaan wakaf menyediakan dana untuk mendirikan bangunan di
atas tanah wakaf seperti pusat perbelanjaan (commercial center), rumah
sakit, apartemen dll. Kemudian pengelola harta wakaf menyewakan
gedung tersebut hingga dapat menutup modal pokok dan mengambil
keuntungan yang dikendaki.45
4. Investasi Murobahah
Dalam investasi murobahah, pengelola wakaf diharuskan berperan
sebagai entrepreneur yang membeli peralatan dan material yang
diperlukan melalui suatu kontrak murabahah. Adapun keuntungan dan
investasi ini adalah pengelola wakaf dapat mengambil keuntungan dari
selisih harga pembelian dan penjualan. Manfaat dari investasi ini adalah
pengelolaan wakaf dapat membantu pengusaha kecil yang membutuhkan
alat-alat produksi, misalnya tukang jahit yang membutuhkan mesin jahit.
Dengan adanya bentuk-bentuk investasi yang dapat digunakan dalam
pengembangan wakaf oleh para nadzir wakaf tersebut, diharapkan seluruh

43
Ibid, h. 86
44
Achmad Djunaidi dan Thobieb al-Asyhar, Menuju Era wakaf Produktif, Cet. III (
Jakarta: Mitra Press, 2006), h. 87
45
Achmad Djunaidi dan Thobieb al-Asyhar, Menuju Era wakaf Produktif, Cet. III (
Jakarta: Mitra Press, 2006), h. 87
37

pihak dapat membantu dan berperan dalam pengembangan aset wakaf, tak
terkecuali peran lembaga keuangan syariah yang dapat memberikan fasilitas
dalam penghimpunan wakaf uang dan akses dalam pembiayaan proyek
pengembangan wakaf.
Demikian teori-teori terkait yang dapat dijelaskan, baik yang
berhubungan langsung maupun tidak langsung mengenai pengelolaan
wakaf. Adapun teori-teori tersebut dapat menjadi dasar dalam memahami
pembahasan selanjutnya.
BAB III
Pengelolaan Wakaf Di Brunei Darussalam

A. Sejarah dan Perkembangan Pengelolaan Wakaf Di Brunei Darussalam


Negara Brunei Darussalam merupakan salah satu negara yang memiliki
mayoritas penduduk muslim walaupun bukan yang tertinggi di Asia Tenggara,
namun dapat dikatakan mempunyai kedudukan Islam yang paling tinggi. Hal ini
dapat dilihat dengan penerapan sistem Beraja Islam yang sekarang telah dirubah
menjadi Konsep Melayu Beraja Islam yang telah diterapkan sejak abad 14 M.
Dimana sistem ini menjadikan syariat Islam sebagai dasar, sistem dan falsafah
pembentukan Negara Brunei Darussalam.46
Kekuatan Negara Brunei Darussalam selain pada mayoritas penduduknya yang
beragama Islam, kekuatanya juga terletak pada madzhab yang dianut oleh
penduduk Islam Negara Brunei Darussalam yang tidak pernah berubah sejak awal
kedatangan Islam. Mereka semua berpegang kepada Madzhab Syafi’i di dalam
fiqih dan aqidah Ahli Sunnah waljama’ah di dalam akidah.
Praktik wakaf di Negara Brunei Darussalam telah ada sejak awal kesultanan
Brunei Darussalam. Hal ini tentunya tidak terlepas dari peranan sultan-sultan
terdahulu. Praktik pengelolaan wakaf pada awal kesultanan hingga masa
penjajahan Negara Inggris dilakukan secara tradisional yaitu para pewakif
menyerahkan wakaf mereka kepada ustadz atau guru agama, atau para tokoh
masyarakat yang nantinya akan bertindak sebagai nazhir.47 Belum ada undang-
undang resmi yang mengatur tentang praktik wakaf di Negara Brunei Darussalam.
Keberlanjutan praktik wakaf dan perkembangan pengelolaan wakaf di Negara
Brunei Darussalam dimulai pada tahun 1955 saat dikeluarkannya Undang-Undang
Negara Brunei Darussalam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77 yang
mengatur tetang wakaf.48 Sebelum ditetapkannya Undang-Undang Negara Brunei

46
Dr. Kamaru salam bin Yusof dan Dr. Fadzliwati binti Mohiddin, JurnalPendapat
Fuqoha dan Kesannya Dalam Pelaksanaan Inovasi Wakaf Di Brunei: Satu Tinjauan Awal.
47
Wawancara Pribadi dengan Adly Kasyfullah. Brunei Darussalam, 15 Maret 2017
48
‘Aisyah Radiah Binti Haji Gani, Perkembangan Wakaf Di Negara Brunei
Darussalam,Jurnal KUPUSB.

38
39

Darussalam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77 sebagai hukum dalam


pengelolaan wakaf, pihak kerajaan atau pihak tertentu tidak mempunyai hak
dalam mengurus dan mengelola harta wakaf di Brunei Darussalam kecuali pihak
yang ditunjuk langsung oleh para pewakif sebagai nadzir tanpa adanya
administrasi yang jelas. Hal inilah yang menyebabkan tidak adanya catatan resmi
tentang sejarah pengelolaan wakaf begitu pula dengan aset-aset wakaf terdahulu.
Salah satu wakaf yang dikelola secara profesional setelah dikeluarkannya
Undang-Undang Negara Brunei Darussalam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi
Penggal 77 yang mengatur tentang wakaf ialah wakaf Sultan Muhammad Tajudin
ibni Almarhum Sultan Omar Ali Saifuddien, beliau ialah Sultan Brunei yang ke-
19. Wakaf tersebut berupa penginapan khusus yang ditujukan untuk para calon
jemaah haji dan Haji Abdul Latif bin Haji Muhammad Taha sebagai nazir resmi
yang ditunjuk langsung oleh sultan.49
Berdasarkan paparan tersebut pengelolaan wakaf mulai dikelola oleh
pemerintah dibawah kendali Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) sejak tahun
1955 setelah di keluarkannya Undang-Undang yang mengatur tentang wakaf. Hal
tersebut membawa dampak positif terhadap pengelolaan wakaf khususnya dalam
pendataan aset wakaf.

B. Kedudukan dan Peran Majlis Ugama Islam Brunei Dalam Pengelolaan


Wakaf
Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) adalah sebuah badan di Negara Brunei
Darussalam yang memiliki kuasa dalam membuat ketentuan-ketentuan yang akan
digunakan untuk menentukan arah tujuan pengelolaan agama Islam di Negara
Brunei Darussalam. Sebelum diresmikan menjadi Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB) pada tahun 1955 oleh Sultan Omar Ali Saifuddin, terdapat sebuah badan
yang dinamakan Majlis Penasihat Syariah yang didirikan pada tahun 1948 yang
dikelola langsung oleh Sultan dan ahli-ahlinya.50

49
Ibid
50
Majlis Ugama Negara Brunei Darussalam, Kuasa, Tugas dan Tanggung
Jawab,(Berakas: Majlis Ugama Islam Brunei), h. 4
40

Seluruh aktivitas keagamaan diatur dalam Akta Majlis Ugama Islam dan
Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77. Semua urusan keagamaan masyarakat
Brunei Darussalam, seperti administrasi zakat baik dari pengumpulan ataupun
penyalurannya, sertifikasi halal, pengelolaan dan administrasi wakaf, pengelolaan
haji dan masjid.
Sebelum munculnya Undang-Undang Negara Brunei Darussalam dan
Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77 yang mengatur tentang wakaf,
administrasi pengelolaan tidak dikelola dengan baik dan hanya dikelola oleh para
nadzir yang ditunjuk langsung oleh para pewakif. Setelah disahkannya Undang-
Undang Negara Brunei Darussalam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77
pada tahun 1955, otoritas pengelolaan dan administrasi wakaf di Brunei
Darussalam tentunya menjadi tanggung jawab di bawah kendali MUIB. Seperti
yang termaktub di dalam Bab 100:51
“Dengan tidak menghiraukan mana-mana syarat yang bertentangan yang
terkandung dalam mana-mana surat cara atau akuan yang menguasai dan
menyentuh surat cara atau akuan tersebut, Majlis hendaklah menjadi
pemegang amanah yang tunggal bagi semua wakaf, sama ada wakaf am atau
wakaf khas, bagi semua nazar am dan semua amanah dan setiap jenis yang
membuat mana-mana amanah khairat bagi menyokong dan mengembangkan
ugama Islam menurut hukum syariat, seluruh harta benda yang terlibat
dengannya dan terletak di Negara Brunei Darussalam dan jika penduduk atau
orang lain yang membuat amanah, wakaf atau nazar am tersebut menetap di
Negara Brunei Darussalam, setakat semua harta benda yang terlibat
dengannya dimana sahaja letaknya.”

Bab ini menjelaskan bahwa Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) merupakan
pemegang amanah tunggal yang memegang tanggung jawab dalam mengurus dan
mengelola semua wakaf, baik berupa wakaf am atau wakaf khas. Adapun
tugasnya meliputi:52
1. Pemegang amanah yang tunggal bagi semua harta baitulmal, semua wakaf
baik wakaf am atau wakaf khas, semua nazar am dan semua amanah dari

51
Undang-Undang Negara Brunei Darusssalam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal
77
52
Aisyah Radiah Binti Haji Gani, Perkembangan Wakaf Di Negara Brunei Darussalam,
Jurnal KUPUSB.
41

setiap jenis yang membuat mana-mana amanah khairat bagi menyokong


dan mengembangkan Ugama Islam menurut hukum Syarak (Bab 100).
2. Menjadi nadzir dan pemegang amanah bagi semua masjid di Negara
Brunei Darussalam dan sebagai pemilik harta tak bertuan dan berkuasa
dalam membangun dan merobohkan masjid yang ada di Negara Brunei
Darussalam
Ditunjuknya Majlis Ugama Islam sebagai pengelola wakaf di Negara Brunei
Darussalam berdampak positif terhadap pengelolaan wakaf. Implementasi tersebut
membuahkan hasil pada pengelolaan wakaf yang semakin baik, dan Majlis Ugama
Islam Brunei (MUIB) memiliki data yang akurat mengenai wakaf baik dari
jumlahnya ataupun informasi terkait pada objek wakaf tersebut. Adapun informasi
tersebut sangat penting bagi manajemen yang efektif dan efisien dalam
pengelolaan wakaf.

C. Struktur Organisasi dan Misi Majlis Ugama Islam Brunei Darussalam


Sejak dikukuhkannya Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) pada tahun 1955
sebagai suatu badan yang memiliki kuasa di dalam membuat ketentuan-ketentuan
yang akan digunakan untuk menentukan arah tujuan pengelolaan agama Islam di
Negara Brunei Darussalam, Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) juga mengemban
satu tugas utama yaitu membantu dan menasehati Kebawah Duli Yang Maha
Mulia Paduka Seri Baginda Sultan dan Yang Di-Pertuan mengenai semua perkara
yang berhubungan dengan Ugama Islam. Seperti yang termaktub di dalam Bab
38:
“Majlis hendaklah, bagi pihak dan di bawah kuasa Kebawah Duli Yang Maha
Mulia sebagai Ketua Rasmi Negara Brunei Darussalam, membantu dan
menasihat Kebawah Duli Yang Maha Mulia dalam semua hal yang berkaitan
dengan agama rasmi Negara Brunei Darussalam.”

Adapun tugas Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) disini sama seperti MUI
di Indonesia, yaitu sebagai badan pembuat keputusan dan bertanggung jawab
dalam perumusan kebijakan dan rencana operasional dalam setiap urusan
Keagamaan Umat Islam di Brunei Darussalam. Selain itu tugas mereka mengatur
42

kegiatan Islam di Brunei Darussalam seperti mengeluarkan setifikat halal untuk


makanan, sebagai pihak yang mengatur perkawinan dan lain sebagainya.
Dalam struktur kepengurusannya Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB)
memiliki beberapa keistimewaan. Posisi Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB)
berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Duli Yang Maha Mulia
Paduka Seri Baginda Sultan. Dalam menjalankan tugas Majlis Ugama Islam
Brunei (MUIB) dibantu oleh Jabatan Majlis Ugama Islam dibawah pengawasan
Setia Usaha Majlis Ugama Islam di bawah naungan Kementrian Hal Ehwal
Ugama.

Gambar 1. Struktur Organisasi Majlis Ugama Islam Brunei


Sumber: Majlis Ugama Islam Brunei

Gambar di atas merupakan struktur organisasi Majlis Ugama Islam Brunei


Darussalam. Dimana Sultan sebagai pemberi titah tertinggi dan kemudian
dilanjutkan Majlis Ugama Islam sebaga badan tertinggi dalam mengatur segala
43

urusan keagamaan Brunei Darussalam. Selanjutnya untuk menjalankan setiap


tugas-tugasya Majlis Ugama Islam memiliki 6 bahagian yang memiliki tugas dan
tanggung jawabnya masing-masing yaitu: Bahagian Mesyuarat Majlis (Bagian
Sekretaris), Bahagian Pentadbiran, Bahagian Wakaf dan Baitulmal, Bahagian
Undang-Undang, Bahagian Undang-Undang dan Bahagian Kewangan dan
Perakauanan.53
Dalam struktur kepengurusan Bahagian Wakaf dan Baitulmal bahagian
tersebut hanya di kelola oleh dua orang pengurus saja. Dimana bahagian baitulmal
dikelola oleh satu orang begitu juga bahagian wakaf yang dikelola oleh Tuan Adly
Kasyfullah.54

Misi Jabatan
Mendukung usaha Majlis Ugama Islam sebagai penggubah dan penentu
dasar pengelolaan agama Islam yang baik dan berjaya di Negara Brunei
Darussalam.

Fungsi MUIB
Adapun fungsi utama MUIB adalah sebagai berikut:
1. Dalam memutuskan suatu ketentuan atau bertindak Majlis Ugama Islam harus
mengacu terhadap Undang-Undang yang berlaku di Negara Brunei
Darussalam dan hukum syara’
2. Pemegang amanah bagi suatu wasiat atau sebagai pengelola bagi harta pusaka
dan barang-barang yang diamanahkan. (Bab 9)
3. Pemegang amanah bagi semua harta baitulmal, waqaf dan nazar (Bab 100).
4. Mengumpulkan semua zakat dan fitrah dan bertugas mendistribusikannya
kepada seluruh asnaf (Bab 114-121)
5. Menjadi nadzir dan pemegang amanah bagi semua masjid di Negara Brunei
Darussalam (Bab 123-126)
6. Mendata orang-orang yang memeluk agama Islam (Muallaf) (Bab 164-166)

53
Majlis Ugama Negara Brunei Darussalam, Kuasa, Tugas dan Tanggung
Jawab,(Berakas: Majlis Ugama Islam Brunei), h. 18
54
Wawancara Pribadi dengan Adly Kasyfullah. Brunei Darussalam, 15 Maret 2017
44

7. Pengislaman dan Memelihara Muallaf (Bab 167-168)


8. Majlis berwenang untuk mengeluarkan kebenaran suatu pengajaran agama
Islam di Negara Brunei (Bab 122)
9. Membuat sokongan dan urusan bagi pelantikan amil-amil (Bab 5, Peraturan
Zakat dan Fitrah 1969)
10. Mengelurakan kebenaran mengajar suatu perkara yang berkaitan dengan
Ugama Islam (bab 229)
11. Mengeluarkan kebenaran mendirikan, mewakafkan atau membangun
masjid atau menggunakan bangunan yang ada sebagai sebuah masjid (bab
240)
12. Mengawasi pengumpulan zakat atau fitrah (bab 236-239)55
Selain dua belas fungsi di atas, MUIB memiliki fungsi khusus yang berkaitan
dengan pengelolaan wakaf yaitu:56
1. Menjalin hubungan dengan jabatan-jabatan lain seperti Mahkamah
Syariah, Jabatan Penguam Negara, Pejabat Tanah dan lain sebagainya.
2. Mengurus harta wakaf yang diwakafkan (tanah, bangunan dan
sebagainya).
3. Menyediakan data baitulmal dan data wakaf.
Dengan memiliki misi yang jelas MUIB menjadi satu-satunya badan yang
menaungi secara langsung aktivitas kehidupan beragama masyarakat Brunei
Darussalam sekaligus menjadi rujukan bagi masyarakat akan setiap fatwa yang
dikeluarkan terkait masalah yang ada.

55
Majlis Ugama Negara Brunei Darussalam, Kuasa, Tugas dan Tanggung
Jawab,(Berakas: Majlis Ugama Islam Brunei), h. 6-7
56
Majlis Ugama Negara Brunei Darussalam, Kuasa, Tugas dan Tanggung
Jawab,(Berakas: Majlis Ugama Islam Brunei), h. 24
45

D. Jenis dan Penghimpunan Wakaf Di Brunei Darussalam


1. Jenis-Jenis Harta Wakaf di Negara Brunei Darusalam
a. Wakaf Tanah
Tanah merupakan salah satu jenis harta wakaf yang paling erat
kaitannya dengan praktik wakaf. Tanah juga salah satu jenis harta
wakaf yang paling banyak diwakafkan oleh masyarakat Brunei setelah
uang. Namun tidak semua tanah yang diwakafkan dapat menerima
pengakuan dari Majlis Ugama Islam Brunei sebagai harta wakaf.
Terdapat beberapa kriteria tanah yang harus dipenuhi untuk menjadikan
tanah tersebut menjadi tanah wakaf. Prosedur perwakafan tanah
diantaranya sebagai berikut:57
1. Seseorang yang berniat untuk berwakaf, hendaklah menulis surat
kepada Setiausaha Majlis Ugama Islam yang menyatakan
keinginan untuk berwakaf serta melampirkan keterangan tanah
yang akan diwakafkan yang meliputi:
a. Lokasi dan status tanah
b. Luas tanah
c. Tujuan tanah yang akan diwakafkan
d. Foto copy setifikat tanah
2. Pegawai Majlis Ugama Islam selanjutnya akan melakukan
peninjauan lokasi tanah tersebut.
3. Pegawai Majlis Ugama Islam membuat laporan mengenai:
a. Lokasi dan status tanah
b. Akses menuju lokasi tanah
c. Keadaan tanah
d. Keadaan lingkungan sekitar tanah
4. Pegawai Majlis Ugama Islam melakukan perundingan dengan
jabatan-jabatan terkait (Jabatan Tanah, Jabatan Hal Ehwal Masjid,
Kementrian Pendidikan, Unit Perkuburan Hal Ehwal Ugama,
Badan Tanmiah Harta Majlis Ugama Islam).

57
Artikel Majlis Ugama Islam, Mewakafkan Harta Tanah
46

5. Pegawai mengeluarkan pengumuman atau hasil dari hasil


perundingan, apakah tanah tersebut diterima sesuai
peruntukannya apabila wakaf khas, jika tidak diterima, Majlis
akan menyarankan kepada pewakif untuk menjadikan wakaf am.
Pegawai juga akan mengumumkan jika tanah wakaf tidak
diterima.
6. Selanjutnya barulah pewakif melafazkan Ikrar Wakaf di depan
Setiausaha Majlis Ugama Islam atau wakilnya beserta dua saksi.
Waktu yang diperlukan mulai dari pendaftaran harta wakaf sampai
ditentukannya hari untuk melaksanakkan ikrar yakni tiga bulan
lamanya. Hal ini dikarenakan musyawarah Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB) dalam menentukan wakaf yang diterima hanya diadakan
sebulan sekali.
Apabila wakaf khas yang diajukan pewakif tidak disetujui Majlis
Ugama Islam Brunei (MUIB) maka pewakif disarankan untuk
menjadikannya menjadi wakaf ‘am dimana seluruh kebijakan
pemanfaatannya akan ditentukan oleh Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB). Setelah disetujui, pewakif harus mengucapkan ikrar wakaf.
Apabila dikemudian hari pewakif tidak setuju dengan kebijakan Majlis
Ugama Islam Brunei (MUIB) maka pewakif tidak bisa menggugat atau
membatalkan wakafnya.
b. Wakaf Bangunan
Jenis wakaf bangunan yang diwakafkan di negara ini hanya
diperuntukkan sebagai balai ibadah atau surau (masjid, musolah).
c. Wang Tunai
Perwakafan dalam bentuk uang tunai umumnya ditujukan untuk
pembangunan, penambahan dan pembelian peralatan perlengkapan dan
kelengkapan untuk masjid, surau, balai ibadah dan sekolah. Prosedur
wakaf tunai ialah:
1. Seseorang yang berniat melakukan wakaf uang hendaknya
menulis surat kepada Setiausaha Majlis Ugama Islam yang berisi
47

tentang keinginannya untuk berwakaf dan menjelaskan apakah ia


menentukan tujuan wakafnya atau tidak.
2. Bahagian wakaf dan Baitulmal akan menerima wakaf uang
tersebut. Selanjutnya pewakif akan menerima resit atau bukti
wakaf uang dari pegawai Bahagian wakaf dan Baitul Mal
3. Pewakif melafazkan Ikrar Wakaf 58
d. Wakaf Kendaraan
Sejauh ini wakaf kendaraan di negara ini berupa kendaraan yang
digunakan untuk membawa jenazah (mobil jenazah).
e. Wakaf Buku
Wakaf buku yang biasa di wakafkan di negara Brunei Darussalam
berupa naskah-naskah Al-Qur’an (kitab Al-Qur’an), kitab surat Yasin
dan buku-buku agama lainnya.
f. Peralatan dan Kelengkapan
Peralatan dan kelengkapan yang diwakafkan oleh suatu perusahaan
atau perseorangan biasanya dalam bentuk AC, peralatan komputer,
sound system bagi kegunaan masjid, surau dan balai ibadah selain itu
perlengkapan lainnya seperti meja, kursi, karpet dan lain-lain.59
Berdasarkan penjelasan di atas maka terdapat enam jenis benda wakaf
yang tercatat di Majlis Ugama Islam Brunei, yaitu wakaf tanah, wakaf
bangunan, wakaf tunai, wakaf kendaran, wakaf buku dan wakaf peralatan
dan perlengkapan.

2. Pelaksanaan Penghimpunan wakaf di Negara Brunei Darussalam


Penghimpunan wakaf yang dilakukan Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB)seluruhnya dikumpulkan di Bahagian Wakaf Majlis Ugama Islam
Brunei (MUIB)seperti wakaf tanah dan wakaf uang. Namun terdapat
beberapa lembaga yang ikut berkontribusi dalam penghimpunan sekaligus
pengelolaan wakaf di Negara Brunei Darussalam. Sebagai langkah untuk

58
Mohammad Adly Kashfullah, Harta Waqaf, Artikel Majlis Ugama Islam Brunei
59
Brosur Wakaf, MUIB
48

memaksimalkan penghimpunan aset wakaf, Majlis Ugama Islam Brunei


meluncurkan beberapa program diantaranya:
a. Program Wakaf Tarbiyah
Program wakaf tarbiyah merupakan program yang tercetus dari
salah satu lembaga pendidikan Kolej Universiti perguruan Ugama Seri
Begawan (KUPUSB) yang mendapat pengesahan dari Majlis Ugama
Islam Brunei (MUIB). Program wakaf merupakan salah satu bentuk
penghimpunan wakaf yang diadakan oleh Kolej Universiti Perguruan
Ugama Seri Begawan (KUPUSB). Harta wakaf yang terhimpun
seluruhnya akan disalurkan untuk kepentingan pendidikan baik itu
dalam bentuk pengadaan alat bantu mengajar, buku-buku pelajaran
dan beasiswa bagi para pelajar. Penghimpunan yang ada di wakaf
Kolej Universiti perguruan Ugama Seri Begawan (KUPUSB) ini pun
lebih bervariasi dibandingkan jika berwakaf ke Majlis Ugama Islam
Brunei (MUIB).60 Pewakif dapat menyalurkan wakafnya melalui
beberapa cara diantaranya:
1. Menyerahkan harta wakaf langsung ke kounter wakaf Kolej
Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPUSB).
Menyerahkan uang tunai melalui Bank Islam, baik itu melalui
kounter atau pun transfer via ATM
2. Mengirim uang melalui POS
3. Payroll system, yakni potongan gaji secara otomatis setiap
bulannya.
Selain itu Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan
(KUPUSB) juga mewajibkan para mahasiswa untuk turut andil dalam
berwakaf, yakni melalui potongan langsung ketika membayar biaya
perkuliahan setiap tahunnya. 61
b. Program Kumpulan Wang Wakaf

60
Bahagian Hal Ehwal Pelajar KUPUSB, Program Wakaf KUPUSB, (Bandar seri
Begawan: Bahagian hal ehwal Pelajar KUPUSB, 2011), h. 3
61
Bahagian Hal Ehwal Pelajar KUPUSB, Program Wakaf KUPUSB, (Bandar seri
Begawan: Bahagian hal ehwal Pelajar KUPUSB, 2011), h. 7
49

Pada tahun 2010 Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) atas perintah
Duli Yang Maha Mulia (DYMM) membuat satu program yaitu
Kumpulan Wang Wakaf (Kumpulan Uang Wakaf) yang bertujuan
mengumpulkan dan menyimpan wakaf dalam bentuk uang. Bagi
masyarakat yang ingin mewakafkan harta mereka dalam bentuk uang,
maka mereka dapat memberikan wakaf mereka dengan cara
mendaftarkan dan menyerahkannya langsung ke Bahagian Wakaf dan
Baitulmal, Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB).62
c. Program Wakaf Melalui Masjid
Masjid-Masjid yang ada diseluruh Brunei memiliki tugas untuk
menerima wakaf yang disalurkan para pewakif kepada pengurus
masjid. Kemudian pengurus masjid tersebut memiliki tanggung jawab
untuk melaporkannya kepada Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB)
sehingga wakaf-wakaf yang ada dapat tercatat di Majlis Ugama Islam
Brunei Darussalam. Wakaf yang banyak diterima melalui masjid ini
ialah wakaf peralatan dan kelengkapan masjid seperti sound system,
kipas angin, AC, mobil ambulance, buku-buku agama dan
sebagainya.63
Demikianlah beberapa program yang diluncurkan Majlis Ugama Islam
Brunei untuk memaksimalkan penghimpunan wakaf. Selain untuk
memaksimalkan penghimpunan wakaf, adanya program-program tersebut juga
bertujuan untuk memudahkan para pewakif dalam mewakafkan harta yang
akan mereka wakafkan sesuai dengan jenis dan tujuan wakafnya.

E. Pengelolaan Wakaf Di Brunei Darussalam


Pengelolaan wakaf merupakan hal yang wajib dilakukan setelah aset
wakaf terkumpul. Kegiatan ini menjadi tanggung jawab nadzir dalam
mengelola aset wakaf agar aset tersebut terpelihara dengan baik dan
menghasilkan manfaat bagi kebajikan umum.

62
Wawancara Pribadi dengan Adly Kasyfullah. Brunei Darussalam, 15 Maret 2017
63
Wawancara Pribadi dengan Adly Kasyfullah. Brunei Darussalam, 15 Maret 2017
50

Dalam pengelolaan wakaf, Majlis Ugama Islam Brunei membuat dua


sistem dalam pengelolaan wakaf diantaranya:
1. Wakaf Secara Terdaftar
Sistem perwakafan secara terdaftar ialah sistem perwakafan yang
terjadi apabila seorang hamba Allah mewakafkan jenis harta yang
memerlukan peralihan atas hak kepemilikan seperti tanah, bangunan dan
kendaraan. Oleh karena itu pewakif harus mendaftarkan wakaf tersebut
kepada Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB). Selanjutnya harta wakaf ini
akan diurus dan dikelola oleh Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) selaku
pemegang amanah wakaf.64
2. Wakaf Secara Tidak Terdaftar
Sistem perwakafan secara tidak terdaftar ialah sistem perwakafan
yang terjadi apabila seorang hamba Allah mewakafkan harta wakaf kepada
pihak-pihak tertentu seperti uang, peralatan dan lain-lain. Umumnya
praktik wakaf secara tidak terdaftar dilakukan di masjid-masjid yang di
beri kuasa oleh Majlis Ugama Islam Brunei.65

Setelah aset wakaf dibedakan menjadi wakaf secara terdaftar dan wakaf
secara tidak terdaftar. Selanjutnya wakaf dikelola sesuai dengan amanat para
pewakif. Pada umumnya dalam praktik wakaf yang ada di Brunei Darussalam,
para pewakif sudah menentukan kegunaan dari harta yang mereka wakafkan
kepada Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB). Oleh karena itu Majlis Ugama
Islam Brunei (MUIB) membedakan pengelolaan harta wakaf menjadi dua jenis,
yaitu:66
1. Wakaf Khas
Wakaf Khas merupakan wakaf yang dikelola sesuai dengan
amanat pewakif. Contohnya sebidang tanah yang telah diwakafkan

64
Majlis Ugama Negara Brunei Darussalam, Kuasa, Tugas dan Tanggung
Jawab,(Berakas: Majlis Ugama Islam Brunei), h. 50
65
Ibid,. h. 50
66
Ibid,. h. 51
51

oleh seorang hamba Allah dan tanah yang diwakafkannya tersebut


telah ditentukan kegunaanya, seperti ditujukan untuk pendirian
masjid. Sama halnya jika pewakif menentukan kepada siapa wakaf
tersebut akan diberikan, maka wakaf tersebut dikategorikan dengan
wakaf khas.
2. Wakaf A’m
Wakaf Am merupakan wakaf yang tidak ditentukan secara
khusus pengelolaannya oleh pewakif. Maka untuk wakaf am, Majlis
Ugama Islam Brunei (MUIB) yang berperan sebagai pihak yang
menentukan kegunaan dan penerima manfaat atas wakaf tersebut.
Demikian penjelesan dan uraian mengenai gambaran umum tentang
pengelolaan wakaf di Brunei Darussalam. Dengan penjelasan tersebut
diharapkan dapat memahami lebih mengenai kedudukan, misi serta peran
Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) dalam pengelolaan wakaf, selain itu
penjelasan diatas dapat memberi gambaran mengenai jenis benda wakaf dan
cara penghimpunan wakaf yang telah dipraktikkan di Brunei Darussalam.
BAB IV
ANALISIS PENGELOLAAN WAKAF DI BRUNEI DARUSSALAM

A. MUIB dan Pengelolaan Wakaf Di Brunei Darussalam


Negara Brunei Darussalam merupakan salah satu negara kaya yang berada
di wilayah Asia Tenggara selain Singapura. Brunei Darussalam merupakan
salah satu negara yang memiliki penduduk dengan mayoritas beragama Islam.
Dalam sistem pemerintahannya negara ini menganut sistem monarki dimana
sultanlah sebagai pemimpin tertinggi. Brunei Darussalam memiliki empat
wilayah persekutuan dan seluruh wilayah tersebut dinaungi oleh satu Majlis
Ugama Islam yang mengurus seluruh hal yang berkaitan dengan agama Islam
mulai dari peraturan, pembentukan perbadanan hingga pengelolaan zakat,
muallaf, wakaf dan lain sebagainya.
Sesuai dengan kebijakan sultan sebagai pemegang kuasa tertinggi, pada
tahun 1955 sultan mengeluaran kebijakan bahwasanya pengelolaan wakaf
berada dibawah pengawasan Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) dan
Bahagian Wakaf dan Baitulmal dengan tujuan pengelolaan wakaf di Brunei
menjadi lebih baik.
Dasar hukum mengenai wakaf di Brunei diatur dalam Undang-Undang
Negara Brunei Darussalam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77.
Perundangan tersebut berisikan ketentuan-ketentuan wakaf, kewajiban
pertanggung jawaban wakaf kepada DYMM dan batasan-batasan kekuasaan
wakaf. Berdasarkan bab 100 dalam undang-undang tersebut menyatakan
bahwa Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) berperan sebagai pemegang
amanah tunggal bagi seluruh wakaf, baik wakaf ‘am atau wakaf khas di
Negara Brunei Darussalam.
Namun ketentuan yang tertulis di dalam Undang-Undang Negara Brunei
Darussalam dan Mahkamah-Mahkamah Kadi Penggal 77 bahwasanya MUIB
berperan sebagai pemegang utama pengelolaan wakaf yang ada di Brunei
Darussalam, tidak menutup kemungkinan seseorang atau sebuah organisasi
berbadan hukum untuk mendirikan suatu lembaga dalam mengelola wakaf.

52
53

Namun dalam hal regulasi mereka diwajibkan untuk tetap patuh pada aturan
yang dikeluarkan oleh Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB), seperti harus
terdaftar di data base Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB), melakukan
pelaporan secara periodik dan transparansi dalam pemanfaatan hasil wakafnya.
Pengangkatan atau pemberhentian lembaga yang sah harus melalui persetujuan
Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB). Selanjutnya Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB) bertindak sebagai pengawas, ini diperlukan untuk memastikan bahwa
catatan dan pelaporan pengelolaan wakaf oleh para wali wakaf dilakukan
secara benar, prosedural dan terpusat.67
Hal ini membuktikan bahwa Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB)
menjalankan dua peranan penting di dalam pengelolaan wakaf. Selain berperan
dalam mengatur seluruh kegiatan pengelolaan wakaf yang ada di Brunei
Darussalam (regulator), Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) juga ikut turut
serata dalam pengelolaan wakaf yang ada (operator). Walaupun Majlis Ugama
Islam Brunei memainkan dua peranan penting, hal tersebut tidak menimbulkan
kesulitan yang berarti di dalam mengelola wakaf di Brunei Darussalam.
Terdapat beberapa hal yang menjadi alasan tidak adanya kendala dalam
menjalankan kedua peran tersebut diantaranya: Pertama, masyarakat Brunei
Darussalam merupakan warga negara yang taat akan segala peraturan yang
telah dibuat oleh Sultan dan pemerintah. Selama pemerintah bisa menjalankan
tugasnya, maka masyarakat merasa mereka tidak perlu ikut campur tangan.
Kedua, aset wakaf yang dikelola Majlis Ugama Islam tidak sebanyak aset
wakaf yang dikelola oleh Badan Wakaf Indonesia sehingga Majlis Ugama
Islam Brunei bisa fokus dalam mengelola dan mengawasi praktik pengelolaan
wakaf.

C. Mekanisme Pengelolaan Wakaf Di Negara Brunei Darussalam


Pengelolaan wakaf yang paling khas dari Negara Brunei Darussalam ialah
mereka menerapkan sistem wakaf secara terdaftar dan wakaf secara tidak
terdaftar. Masyarakat diberi kebebasan memilih untuk mendaftarkan atau tidak

67
Wawancara Pribadi dengan Adly Kasyfullah. Brunei Darussalam, 15 Maret 2017
54

mendaftarkan wakaf yang mereka lakukan. Namun hal ini tidak berlaku untuk
semua jenis wakaf. Khusus wakaf tanah, wakaf bangunan dan wakaf kendaraan
atau segala jenis harta yang memerlukan pengakuan pengalihan hak
kepemilikan wajib mendaftarkan wakafnya kepada Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB) atau lembaga yang mendapatkan pengakuan dari Majlis Ugama Islam
Brunei (MUIB). Ini menunjukkan terdapat tiga macam nadzir yang mengelola
wakaf di Brunei Darussalam. Pertama, Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB)
selaku nadzir resmi yang ditugaskan langsung oleh negara. Kedua, lembaga
berbadan hukum yaitu Kolej Universiti perguruan Ugama Seri Begawan
(KUPUSB) yang mengelola Wakaf Tarbiyah (pendidikan). Ketiga, nadzir
perorangan yaitu pengurus masjid yang tergabung di dalam program wakaf
melalui masjid.
Pengelolaan yang dilakukan para nadzir untuk menjadikan aset wakaf
sesuai dengan kebutuhan atau amanat para pewakif memiliki mekanisme yang
berbeda diantaranya:
1. MUIB
Pengelolaan wakaf yang dilakukan oleh Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB) dikelola oleh Bahagian Wakaf dan Baitulmal, salah satu bahagian
(divisi) yang berada dibawah kendali Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB).
Seluruh hal yang berhubungan dengan pengelolaan, pembangunan dan
pengembangan aset wakaf pertama kali diajukan pada Bahagian Wakaf dan
Baitulmal, kemudian akan diserahkan kepada beberapa bahagian (bagian)
yang bekerjasama dengan Bahagian wakaf dan Baitulmal sesuai dengan
jenis wakaf dan kegunaan sesuai amanat pewakif. Berikut mekanisme
pengelolaan wakaf Majlis Ugama Islam Brunei.68

68
Wawancara Pribadi dengan Adly Kasyfullah. Brunei Darussalam, 15 Maret 2017
55

Penghimpunan
Wakaf

Wakaf Khas dan


Wakaf Am

Wakaf
Bangunan Wakaf Uang Wakaf
Wakaf Tanah
Tunai Kendaraan
(masjid)

Bahagian Bahagian
Badan Tanmiah Jabatan Hal
Akuan dan Wakaf dan
Harta Ehwal Masjid
Perkembangan Baitulmal

Gambar 3.1: Mekanisme Pengelolaan Wakaf Di Negara Brunei Darussalam

Dari bagan tersebut dapat dipahamai mekanisme pengelolaan yang


digunakan bahagaian wakaf dalam mengelola aset wakaf yang terhimpun.
Dalam mengelola wakaf terhimpun Bahagian Wakaf dan Baitulmal tidak
sendiri. Bahagian Wakaf dan Baitulmal bekerja sama dengan bahagian
(divisi) lain yang masih berada di bawah naungan Majlis Ugama Islam
Brunei (MUIB). Setiap jenis wakaf yang terhimpun selanjutnya diserahkan
ke bahagian (divisi), maupun nadzir perorangan sesuai dengan jenis
wakafnya untuk dikelola sesuai dengan kebutuhan atau amanat para
pewakif. Berikut mekanisme pengelolaan wakaf oleh bahagian-bahagian
yang bekerjasama dengan Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB):
a. Wakaf Tanah
Dalam mengelola tanah wakaf, bahagian wakaf bekerjasama
dengan Badan Tanmiah dalam membangun dan mengembangkan
tanah wakaf. Badan Tanmiah bertugas mengkaji dan merancang tanah
wakaf khas maupun tanah wakaf ‘am. Sebagian besar tanah wakaf
khas dibangun sesuai dengan amanat para pewakif seperti masjid,
mushalla dan tanah perkuburan. Selanjutnya beberapa tanah wakaf
‘am berhasil di bangun untuk tujuan komersil diantaranya:
56

Tabel 3.1: Tanah Wakaf Yang Berhasil Di Bangun


Tujuan Tempat
Tahun Wilayah Keluasan Catatan
Wakaf Wakaf
1954 Wakaf EDR 12687 Brunei 0.2030
untuk Lot 11614 Muara Ekar
orang Kg Kota
Islam Batu
1954 Wakaf EDR 12686 Brunei 2.3760 Telah dirikan
untuk Lot 11613 Muara Ekar diatasnya 48 unit
orang Kg Kota bangunan komersial
Islam Batu perdagangan
1954 Wakaf EDR 12685 Brunei 1.6150 Telah didirikan
untuk Lot 11106 Muara Ekar diatasnya 24 unit Flat-
orang Kg Kota rumah pangsa dan
Islam Batu sekarang disewa oleh
Kementerian
Pertahanan
1954 Wakaf EDR 596 Brunei 1.6700
untuk Lot 659 Kg. Muara Ekar
orang Petagian
Islam
1954 Wakaf EDR 727 Brunei 1.9600
untuk Lot 658 Kg Muara Ekar
orang Petagian,
Islam Kota Batu
1968 Wakaf Lot 3850 Belait 0.078 Majlis Ugama Islam
untuk EDR: RK: Ekar telah bersetuju supaya
orang 55/81, Kg. rumah kediaman yang
Islam Melayu terdapat di atasnya
yang di Asli, Pekan dirobohkan dalam
57

jaga Kuala mesyuarat MUIB kali


Majlis (1) Tahun 1425/2005
Ugama
Islam
1992 Wakaf Lot EDR Brunei 0.97 Ada kaitan dengan
untuk 9607 5053 Muara Ekar pembinaan Masjid
orang Jln: Ban baru Kampung
Islam 3A,Kg Mulaut
Mulaut
Sumber: Data Wakaf Majlis Ugama Islam Brunei

Data diatas menjelaskan bahwa sampai saat ini Badan Tanmiah


telah berhasil membangun 48 unit rumah sewa dan 24 unit flat rumah.
Seluruh keuntungan dari hasil penyewaan bangunan tersebut
diserahkan kepada Bahagian Akuan dan Perkembangan Majlis Ugama
Islam Brunei yang akan menjadi uang wakaf ‘am. Seperti yang
termaktub pada Bab 103 ayat 2:
“ Pendapatan dari pada setiap wakaf lain dan setiap nazar ‘am
hendaklah dibayar kepada dan menjadi sebahagian dari pada
kumpulan wakaf ‘am”.
Keuntungan tersebut akan digunakan kembali sebagai dana untuk
pembangunan tanah wakaf selanjutnya. Beberapa tanah wakaf am di
atas belum dimanfaatkan menjadi sesuatu yang produktif. Penerapan
konsep Istibdal atau menukar harta benda wakaf dengan dengan harta
lain masih menjadi perdabatan yang cukup panjang, dimana para
ulama tidak sepakat dalam menerapkannya, dikarenakan madzhab
fikih yang mereka anut tidak memperbolehkan penerapan Istibdal,
seperti yang disampaikan Adly Kasyfullah:
“Penerapan konsep Istibdal di Brunei Darussalam masih kami
usahakan untuk mendapatkan persetujuan dari para ulama, karena para
58

ulama di negara ini berpegang teguh pada madzhab Imam Syafi’i yang
tidak memperbolehkan penerapan konsep Istibdal.”69
b. Wakaf Uang
Wakaf uang yang terhimpun, dikelola Bahagian Wakaf dan
Baitulmal bekerjasama dengan Bahagian Akuan dan Perkembangan.
Mekanisme pengelolaan wakaf uang yang ada di Brunei Darussalam
tentunya berbeda dengan wakaf uang yang ada di Indonesia. Di
Indonesia pengelolaan wakaf uang harus digunakan untuk kegiatan
produktif yang menghasilkan profit dengan persyaratan jumlah wakaf
uang tersebut tidak boleh berkurang atau habis. Berbeda dengan yang
ada di Brunei Darussalam, mekanisme pengelolaan wakaf uang yang
mereka terapkan lebih kita kenal dengan wakaf dengan uang yaitu
seluruh uang harus habis digunakan untuk kegiatan wakaf. Uang
wakaf tersebut sebagaian besar digunakan untuk membeli peralatan
masjid, mushalla dan untuk kegiatan keagamaan sesuai amat pewakif
atau dijadikan sumber pendanaan pembangunan dan pengembangan
aset wakaf.
Dengan demikian mekanisme pengelolaan wakaf uang yang
mereka terapkan tidak menjadikan wakaf ini termasuk ke dalam wakaf
produktif yang bisa menghasilkan profit.
c. Wakaf Bangunan
Wakaf Bangunan yang ada di Brunei Darussalam tentu sudah jelas
peruntukannya, yaitu diperuntukkan untuk kegiatan ibadah seperti
balai ibadah maupun masjid dan surau. Dalam proses
pembangunannya seluruh dana ditanggung oleh pihak pewakif.
Selanjutnya persoalan kepengurusan dan kemakmuran masjid
diserahkan kepada orang yang ditunjuk pewakif untuk mengurusinya.
Dana-dana operasional yang digunakan untuk kemakmuran masjid,
sesuai dengan perintah Menteri Agama Yang Berhormat Pehin Udana
Khatib Dato Paduka Seri Setia Ustaz Haji Awang Badaruddin bin

69
Wawancara Pribadi dengan Adly Kasyfullah. Brunei Darussalam, 15 Maret 2017
59

Pengarah Dato Paduka Haji Othman dana tersebut diambil dari dana
infak ataupun sedekah yang masuk ke masjid bersangkutan. 70
d. Wakaf Kendaraan
Wakaf Kendaraan yaang lazim dilakukan masyarakat Brunei ialah
wakaf mobil yang digunakan sebagai ambulance. Apabila wakaf ini
termasuk ke dalam kategori wakaf khas maka wakaf ini akan
diberikan kepada penerima manfaat sesuai amanat pewakif. Apabila
wakaf ‘am maka Bahagian Wakaf dan Baitulmal yang berkuasa
menentukan kepada siapa wakaf ini selanjutnya akan dikelola.
2. Nadzir Lembaga Berbadan Hukum
Pengelolaan wakaf terbesar selain wakaf di bidang keagamaan ialah
wakaf di bidang pendidikan. Kolej Universiti Peguruan Ugama Seri
Begawan (KUPUSB) ialah satu-satunya lembaga berbadan hukum yang
turut andil dalam pengelolaan wakaf khususnya wakaf melalui program
wakaf tarbiyah.
Mekanisme pengelolaan wakaf tarbiyah memiliki kesamaan dengan
mekanisme pengelolaan wakaf yang dilakukan Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB), barang wakaf yang terhimpun pada pihak Kolej Universiti
Peguruan Ugama Seri Begawan (KUPUSB) akan disalurkan kepada
bahagian (divisi) yang sesuai dengan jenis barang sehingga warga
KUPUSB dapat langsung mengambil manfaat dari wakaf tersebut,
diantarnya:71
a. Wakaf Buku
Wakaf buku disalurkan ke Bahagian Perpustakaan Kolej Universiti
Peguruan Ugama Seri Begawan (KUPUSB)
b. Wakaf Alat Elektronik
Wakaf alat elektronik yang umum di wakafkan masyarakat Brunei
ialah alat elektronik yang bermanfaat untuk menunjang kegiatan

70
Wan Mohammad Sahran dan Wan Ahmadi, 11 Buah Masjid Bakal Di Bina Di Bawah
RKN Ke-11, Pelita Brunei, Rabu 15 Maret 2017, h. 17
71
Bahagian Hal Ehwal Pelajar KUPUSB, Program Wakaf KUPUSB, (Bandar seri
Begawan: Bahagianhal ehwal Pelajar KUPUSB, 2011), h. 10
60

belajar mengajar. Alat-Alat elektronik yang terhimpun selanjutnya


menjadi tanggung jawab Bahagian Teknologi Maklumat Kolej
Universiti Peguruan Ugama Seri Begawan (KUPUSB) dalam
menentukan penempatan yang sesuai di lingkungan Kolej Universiti
Peguruan Ugama Seri Begawan (KUPUSB).
3. Nadzir Perorangan
Nadzir perorangan yang terdapat di negara ini tentunya juga mendapat
persetujuan dari pihak Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB). Nadzir-nadzir
tersebut tergabung dalam program wakaf melalui masjid. Nadzir perorangan
tidak lain ialah para pengurus masjid. Mekanisme pengelolaan yang mereka
lakukan tidak banyak, mereka hanya menerima barang wakaf, memastikan
barang wakaf terpelihara dengan baik dan tentunya membuat laporan
berkala kepada Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB).
Berdasarkan pembahasan di atas, pengelolaan yang dilakukan oleh
setiap nadzir, pada dasarnya memiliki mekanisme pengelolaan yang sama yaitu
mengelola wakaf sesuai dengan amanat para pewakif (wakaf khas) dan hanya
sebagian kecil wakaf yang dikelola untuk kegiatan produktif. Hal tersebut tidak
terlepas dari macam-macam wakaf yang diimplementasikan oleh Majlis
Ugama Islam Brunei (MUIB) yaitu mereka menerapkan wakaf khas dan wakaf
‘am sehingga sebagian besar wakaf ditujukan untuk kegiatan wakaf khas yang
erat dengan kegiatan keagamaan.
Dari semua paparan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pengelolaan
wakaf yang ada di Negara Brunei Darussalam termasuk ke dalam model
pengelolaan wakaf tradisional dan wakaf semi-profesional. Dimana wakaf
masih ditempatkan sebagai ajaran yang murni dimasukkan dalam kategori
Ibadah Madhah (pokok), yaitu sebagian besar wakaf diperuntukkan hanya
untuk kepentingan pembangunan fisik seperti masjid, musolah, kuburan, dan
hanya sebagian kecil wakaf yang dikelola untuk kegiatan produktif.
61

C. Wakaf dan Kesejahteraan Masyarakat Brunei Darussalam


Negara Brunei Darussalam adalah negara kecil di kawasan Asia Tenggara
yang terkenal sebagai negara makmur nan kaya. Letaknya dekat dengan
Negara Indonesia dan Malaysia dengan luas wilayah 5.765 km2 dengan garis
pantai seluruhnya menyentuh Laut Cina Selatan. Jumlah penduduk Brunei
sangatlah sedikit dengan perkiraan penduduk di tahun 2013 sekitar 415,717
penduduk dengan kepadatan 67,3/km2.72
Setelah Singapura, Brunei Darussalam memiliki Indeks Pembangunan
Manusia tertinggi kedua di Asia Tenggara dan termasuk sebagai negara maju
dan terkaya di dunia ke 5 dari 182 negara yang ada, dengan produk domestik
bruto (PDB) perkapita sekitar $B 36.607.73 Ekonomi di negara Brunei di
dominasi oleh industri minyak dan gas sejak 80 tahun yang lalu. Berdasarkan
jumlah produk domestik bruto (PDB) tersebut dapat diketahui hampir sebagian
besar penduduk negara Brunei memiliki kehidupan yang sangat tercukupi atau
dapat dikatakan memiliki kehidupan mewah. Namun bukan berarti tidak ada
penduduk miskin di negara ini, walaupun dengan tingkat yang relatif kecil.
Beberapa negara seperti Malaysia, Indonesia, Sudan, Turki, Mesir
menjadikan pengelolaan wakaf sebagai salah satu sumber dana untuk
mengatasi berbagai masalah di bidang sosial (agama, pendidikan kesehatan)
dan bidang ekonomi yang erat kaitannya dengan kemiskinan. Sayangnya hal
tersebut tidak terjadi pada pengelolaan wakaf di Negara Brunei Darussalam.

72
Saripedia, Brunei Darussalam, Negeri Islam yang Sangat Kaya dan Makmur,
https://saripedia.wordpress.com/tag/profile-negara-brueni/ diakses pada 19 April 2017 pukul 13.25
73
Wikipedia, Profil Negara Brunei Darussalam,
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Brunei_Darussalam diakses pada 30 April 2017 pukul 20.28
62

Gambar 4.1: Presentase Hasil Pengelolaan Wakaf

Sosial
1,1%

28%
Agama

70,9% Pendidikan
Lain-Lain

Diagram di atas menjelaskan bahwa manfaat hasil pengelolaan wakaf di


Negara Brunei Darussalam telah memberi dampak terhadap kesejahteraan
sosial namun belum memberi dampak pada aspek ekonomi. Hampir 70%
manfaat dari kesejahteraan sosial dirasakan pada aspek keagamaan. Hal ini
disebabkan oleh banyaknya pewakif yang menyalurkan wakafnya dengan
tujuan untuk kegiatan ibadah dan kepentingan masjid. Faktanya, penulis
melihat dan merasakan secara langsung hampir semua masjid dan mushalla
yang terdapat di Negara Brunei Darussalam memiliki fasilitas yang lengkap
sehingga menimbulkan rasa nyaman bagi para jema’ah masjid. Manfaat lain
yang dirasakan yaitu 28% pada aspek pendidikan, namun tidak semua
masyarakat Brunei bisa merasakannya karena manfaat ini hanya disalurkan
terpusat untuk warga Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan
(KUPUSB).
Penulis memiliki beberapa fakta mengapa pengelolaan wakaf tidak
menghasilkan manfaat di bidang ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Pertama,
dalam mengatasi masalah kemiskinan Negara Brunei Darussalam masih fokus
dalam menggunakan dana zakat yang mereka miliki. Kedua, dalam bidang
pendidikan seluruh masyarakat Brunei tidak dibebankan biaya untuk
mendapatkan fasilits pendidikan. Semua biaya pendidikan mereka ditanggung
oleh Duli Yang Maha Mulia (DYMM), dimulai dari taman kanak-kanak hingga
63

bangku perkuliahan. Ketiga, dalam bidang kesehatan pun masyarakat Brunei


tidak dibebankan biaya yang tinggi untuk mendapatkan fasilitas pengobatan,
semua pasien dengan segala jenis penyakit hanya perlu mengeluarkan biaya $B
1,00 atau sekitar Rp 9.500,-.74
Dengan demikian, fakta tersebut yang menjadi salah satu faktor tidak
berkembangnya praktek pengelolaan wakaf produktif di negara Brunei
Darussalam seperti di negara-negara lain, dimana praktek pengelolaan wakaf
dijadikan sebagai sumber penghasil dana untuk mengatasi berbagai
permasalahan yang ada di negara mereka seperti masalah kemiskinan,
pengangguran, pendidikan maupun kesehatan.

74
Jaelijera Kulaiger, Brunei:Kesehatan,
http://bruneidaeussalam.blogspot.co.id/2014/01/kesehatan.html?m=1 , diakses pada tanggal 29
April 2017 pukul 19.22 WIB
BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dalam penilitian ini, penulis uraikan sebagai berikut:
1. Segala hal yang berkaitan dengan wakaf di Negara Brunei Darussalam
dikendalikan oleh Majlis Ugama Islam Brunei seperti yang tertuang di
dalam Undang-Undang Negara Brunei Darussalam dan Mahkamah-
Mahkamah Kadi (Penggal 77) Bab 100. Di dalam bab tersebut dijelaskan
bahwa Majlis Ugama Islam Brunei berperan sebagai pemegang amanah
tunggal bagi semua wakaf am atau wakaf khas.
2. Pengelolaan wakaf di Negara Brunei Darussalam memiliki dua model
pengelolaan: 1) Model pengelolaan wakaf tradisional dimana kebanyakan
benda-benda wakaf diperuntukkan untuk kepentingan pembangunan fisik
seperti masjid, mushalla, kuburan dan sebagainya. 2) Model pengelolaan
wakaf semi-profesional yaitu pengelolaan wakaf yang secara umum masih
seperti pengelolaan wakaf secara tradisional namun dalam model
pengelolaan ini sudah mulai dikembangkan pola pemberdayaan wakaf
produktif meskipun belum maksimal.
3. Pengelolaan wakaf di Negara Brunei Darussalam telah memberi dampak
terhadap kesejahteraan sosial hanya saja belum memberi dampak pada
aspek ekonomi. Hampir 70% manfaat dari kesejahteraan sosial dirasakan
pada aspek keagamaan. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pewakif yang
menyalurkan wakafnya dengan tujuan untuk kegiatan ibadah seperti
pembangunan masjid, mushalla dan perlengkapan masjid.
B. Saran
Bekenaan dengan segala hal yang berhubungan dengan penelitian ini,
penulis ingin menyampaikan beberapa catatan dan saran-saran yang dianggap
perlu:
1. Salah satu mekanisme pengelolaan wakaf di Brunei yaitu bekerjasama
dengan beberapa bahagian MUIB diharapkan menjadi pertimbangan
lembaga pengelolaan wakaf di Indonesia untuk mengadaptasi dan

64
65

menginovasi mekanisme pengelolaan wakaf di Brunei untuk


mengembangkan wakaf di Indoneia.
2. Sebagai bentuk peningkatan dan perkembangan pengelolaan wakaf Majlis
Ugama Islam Brunei (MUIB) disarankan untuk mengadakan sosialisasi
akan pentingnya wakaf produktif kepada masyarakat Brunei Darussalam,
mengadakan pelatihan untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM)
yang ahli di bidang pengelolaan wakaf.
3. Bagi para pembaca skripsi ini, hendaklah melakukan pembacaan secara
kritis sehingga penulis berharap pembaca dapat memberikan masukan,
sarana dan kritik yang sangat berharga bagi penulis.
.
Daftar Pustaka
Al-Qur’an
A. Sad, Ismail. The Power of Wakaf, (Ciputat: Dompet Dhuafa, 2013)
Abdillah Muhammad bin Ismail albukhari, Abi. Shahih Bukhari,
(Semarang: Toha Putera, Juz 3, t.th)
Az-Zuhaili Wahbah, Fiqih Isma Wa Adillatuhu, (Jakarta: Gema Insani,
2011)
Abi al-Husain Muslim al-hujjaj bin Mulim, Imam. Al-Jami’ al-Shahih al
Muhamma Shahih Muslim, (Semaang; Toha Putera, juz 3 t.th)
Bahagian Hal Ehwal Pelajar KUPUSB, Program Wakaf KUPUSB,
(Bandar Seri Begawan: Bahagian Hal Ehwal Pelajar KUPUSB, 2011).
Daud Ali, M. Sistem Ekonomi Islam Zakat dan Wakaf (Jakarta: UI Press,
1998).
Departemen Agama RI Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
Direktorat Pemberdayaan Wakaf, Bunga Rampai Perwakafan, (Jakarta:
Departemen Agama, 2006).
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
(Jakarta: Balai Pustaka, 1990).
Direktorat Pemberdayaan Wakaf Direktorat Jendral Bimbingan
Masyarakat Islam Tahun 2006, Paradigma Baru Wakaf Di Indonesia, ( Jakarta :
Departemen Agama, 2006)
Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jenderal Bimas
Islam dan Penyelenggaraan Haji Departemen Agama RI Tahun 2015
Direktorat Pengembangan Zakat dan Wakaf, Paradigma Baru Wakaf di
Indonesia, (Jakarta: Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam dan
Penyelenggaraan Haji, 2004)
Djunaidi, Achmad dan Thobieb al-Asyhar. Menuju Era wakaf Produktif,
Cet. III ( Jakarta: Mitra Press, 2006).
Daftar harta wakaf Majlis Ugama Islam Brunei
Hadi, Sutrisno. Metodelogi Research, (Yogyakarta: Andi, 2004), Cet, 1.

67
68

Halim, Abdul. Hukum Perwakafan di Indonesia (Jakarta: Ciputat Press,


2005) .
Halim, Drs. Abdul. Hukum Perwakafan Di Indonesia, (Ciputat: Ciputat
Press, 2005).
Halim, Drs. Abdul. Hukum Perwakafan Di Indonesia, (Ciputat: Ciputat
Press, 2005).
Hamka, Buya. Tafsir Al-Azhar juzu’ 4 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1983).
J Maleong, Lexy. Metode Penelitian Kualitatif. (Bandung: PT. Remaja
Rosda Karya, 2000). Cet ke-3
Kahf, Monzer. Manajemen Wakaf Wakaf Produktif, terj. Muhyiddin Mas
Rida, (Jakarta: Khalmifa, 2005)
Majlis Ugama Negara Brunei Darussalam, Kuasa, Tugas dan Tanggung
Jawab,(Berakas: Majlis Ugama Islam Brunei)
Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal (Jakarta: Bumi
Aksara, 2002)
Masyhud. M. Pd, Drs. H. M. Sulthon. Manajemen Pondok
Pesantren, (Jakarta, Diva Pustaka, 2003).
Muhammad, Metedologi Penelitian Ekonomi Islam,
Mundzir Qahaf, Manajemen Wakaf Produktif, ( Jakarta: Khalifa, 2004)
Nadzir, Moh. Metode Penelitian, ( Bogor : Ghalia Indonesia, 2011)
Nadzir, Moh. Metode Penelitian, Cet.1, (Bandung: Ghalia Indonesia,
2003)
Proyek Pengembangan Zakat dan Wakaf, Direktorat Jendral Bimbingan
Masyarakat Islam dan Penyelenggaraan haji, Paradigma Baru Wakaf di Indonesia
(Jakarta: Departemen Agama RI, 2005).
Shonhaji, H. Ahmad. Bahagiamu Lengkap Dengan Wakaf, (Ciputat: DD
Publishing, 2016) .
Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung:
CV. Alfabeta, 2009), Cetakan Ke-8.
Usman, Suparman. Hukum perwakafan di Indonesia, (Serang: Darul Ulum
Press, 1994).
69

Jurnal
Adly Kashfullah, Mohammad. Harta Waqaf, Artikel Majlis Ugama Islam
Brunei
Adly Kashfullah, Mohammad. Harta Waqaf, Artikel Majlis Ugama Islam
Brunei
Artikel Majlis Ugama Islam, Mewakafkan Harta Tanah
Artikel Majlis Ugama Islam, Mewakafkan Harta Tanah
Brosur
Dr. Kamaru salam bin Yusof, Dr. Kamaru dan Dr. Fadzliwati binti
Mohiddin. JurnalPendapat Fuqoha dan Kesannya Dalam Pelaksanaan Inovasi
Wakaf Di Brunei: Satu Tinjauan Awal
Mohammad Sahran, Wan dan Wan Ahmadi, 11 Buah Masjid Bakal Di
Bina Di Bawah RKN Ke-11, Pelita Brunei, Rabu 15 Maret 2017
Mohammad Sahran, Wan dan Wan Ahmadi, 11 Buah Masjid Bakal Di
Bina Di Bawah RKN Ke-11, Pelita Brunei, Rabu 15 Maret 2017
Radiah Binti Haji Gani, Aisyah. Perkembangan Wakaf Di Negara Brunei
Darussalam, Jurnal KUPUSB.
Regulasi
Undang-Undang Negara Brunei Darussalam
Undang-Undang No. 41 Tahun 2004 Tentang Wakaf dan Peraturan
Pemerintah No. 42 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaannya.
Internet
Bakhrul Muchtasib, Ach. Wakaf; Instrumen Kesejahteraan Ekonomi yang
Terabaikan,http://Www.MuamalatInstitute.Com/58WakafInstrumenKesejahteraan
-Ekonomi-Yang terabaikan.html
Indonesia-Invesment, Penduduk Indonesia,
http://www.indonesiainvestments.com/id/budaya/penduduk/item67
Informasi Manfaat, 10 Manfaat Wakaf Bagi Masyarakat, Diri Sendiri dan
Orang Lain, http://manfaat.co.id/manfaat-wakaf
Jaelijera Kulaiger, Brunei:Kesehatan,
http://bruneidaeussalam.blogspot.co.id/2014/01/kesehatan.html?m=1
70

Saripedia, Brunei Darussalam, Negeri Islam yang Sangat Kaya dan


Makmur, https://saripedia.wordpress.com/tag/profile-negara-brueni/
Sukron Tamimmi, Tubagus. Pengelolaan Harta Wakaf dan Syarat
Pengelolaannya, http://syirooz.blogspot.co.id/2012/11/pengelolaan-harta-wakaf-
dan-syarat.html
Wikipedia, Profil Negara Brunei Darussalam,
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Brunei_Darussalam

Wawancara
Wawancara pribadi dengan Tuan Adly Kasyfullah, Pengelola Bahagian
Wakaf Majlis Ugama Islam Brunei
LAMPIRAN

70
71
72

Hasil wawancara penulis bersama Tuan Adly Kashfullah (Pengelola


Bahagian Wakaf Majlis Ugama Islam)
Pada tanggal 15 Maret 2017 di kantor Majlis Ugama Islam Brunei
1. Bagaimana sejarah pengelolaan wakaf?
Jawaban:
Pengelolaan wakaf di negara ini sudah ada sebelum zaman
penjajahan Inggris. Praktek wakaf pada zaman itu masih secara tradisional
dimana seseorang yang ingin menyerahkan wakafnya langsung
menyerahkan harta wakaf tersebut kepada ketua kampung, karena itu tidak
ada catatan jelas tentang harta-harta wakaf terdahulu karen hanya
dilakukan secara lisan. Barulah sejak dikeluarkannya akta tentang wakaf
pada tahun 1955 praktek pengelolaan wakaf didata secara profesional.
2. Bagaimana mekanisme pengelolaan wakaf di Brunei Darussalam?
Jawaban:
Pengelolaan wakaf di Negara Brunei Darussalam dikendalikan oleh
Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) dimana Majlis Ugama Islam Brunei
(MUIB) sebagai pihak yang bertanggung jawab dari segi administrasi dan
pembangunan harta wakaf. Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) dalam
pengelolaan wakafnya di bantu oleh Bahagian (bagian) wakaf dan
Baitulmal. Bahagian (bagian) wakaf tidak melakukan strategi-strategi
dalam mengumpulkan harta wakaf dari masyarakat Brunei, bahagian
wakaf sampai saat ini hanya sebagai pihak yang menunggu dan
mencatatkan harta wakaf dari para pewakif yang mendaftarkan wakaf
mereka.
Sistem perwakafan di Brunei Darussalam terbagi menjadi dua
yakni wakaf terdaftar dan wakaf tidak terdaftar, hanya saja terdapat
beberapa harta wakaf yang wajib didaftarkan seperti uang, tanah,
bangunan dan kendaraan. Harta wakaf lain seperti perlengkapan masjid,
buku, Al-Quran boleh saja langsung di serahkan dimana seorang tersebut
ingin mewakafkan. Dalam mewakafkan harta tanah Majlis Ugama Islam
memberikan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh pewakif dan
73

tanah yang diwakafkan pun harus memenuhi kriteria yang ditentukan


Majlis Ugama Islam. Salah satunya pewakif harus memiliki lebih dari satu
lokasi tanah kemudian luas tanah yang akan ia wakafkan maksimal harus
mencapai 5 eckar (hektar).
Selanjutnya harta wakaf yang terkumpul dikelola oleh bahagian
(bagian) wakaf bekerjasama dengan beberapa bagian di Majlis Ugama
Islam Brunei. Wakaf yang ada di negara ini sebagian besar disalurkan
untuk memenuhi fasilitas dalam hal keagamaan, namun terdapat beberapa
harta wakaf yang di bangun untuk kegiatan komersil. Hanya saja beberapa
dari bangunan tersebut disewa oleh pihak kerajaan dan orang awam yang
hasilnya dimasukkan ke bahagian (bagian) keuangan Majlis Ugama Islam
Brunei. Tidak seperti di negara-negara lain yang bisa mengambil beberapa
persen dari hasil keuntungan pengelolaan wakaf, di negara ini seluruh hasil
pengelolaan wakaf langsung di masukkan ke bahagian (bagian) keuangan
majlis untuk menghindari penyalahgunaan dalam hal keuangan. Dalam
pembangunan wakaf tanah yang ada, Majlis Ugama Islam Brunei
mendapatkan sumber dana dari pihak kerajaan maupun dari uang yang
terkumpul dari hasil penyewaan bangunan ataupun dari sumbangan orang
banyak.
3. Apa dampak bagi masyarakat muslim di Brunei Darussalam dari
hasil pengelolaan wakaf?
Jawaban:
Kemanfaatan yang dirasakan masyarakat Bunei dari hasil
pengelolaan wakaf masih terbatas dalam penyediaan fasilitas saja
dikarenakan banyak dari masyarakat Brunei yang lebih suka melihat hasil
dari wakaf ini dalam bentuk benda. Dalam mengurangi tingkat kemiskinan
Majli Ugama Islam Brunei (MUIB) masih memfokuskan melalui program
zakat yang dilakukan oleh Bahagian (bagian) Acuan Zakat.
74

4. Kendala apa saja yang dihadapi dalam pengelolaan wakaf?


Jawaban:
Perkembangan pengelolaan wakaf yang terjadi di negara ini jauh
tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Hal tersebut
tidak terlepas dari beberapa faktor penghambat diantaranya: Pertama,
Majlis Ugama Islam Brunei (MUIB) kekurangan sumber daya manusia
yang ahli dalam pengelolaan wakaf. Kedua, Adanya fatwa ulama yang
mempersempit ruang gerak pengelola wakaf dalam mengembangkan aset
wakaf yang dimiliki negara ini seperti, tidak diperbolehkannya
menerapkan konsep Istibdal. Ketiga, Paradigma wakaf yang salah tentang
wakaf. Banyak dari masyarakat Brunei yang masih berfikir bahwa
berwakaf itu hanya ditujukan untuk kegiatan kegiatan keagamaan saja,
padahal wakaf dapat digunakan untuk kegiatan sosial.
75

Masjid dan Bangunan Yang Berdiri Di Atas Tanah Wakaf

Masjid Al-Ameerah Al Hajah Mariam


Wakaf Pengiran Istri Hajah Mariam

Masjid Jame Asr Hassanil Bolkiah


Wakaf KDYMM Paduka Seri Baginda Sultan Haji Hassanal Bolkiah Muizzadin
Waddaulah Sultan Yang Di-Pertuan Negara Brunei Darussalam
76

Masjid Jubli Perak


Wakaf Yang Diberikan Pegawai Kerajaan

Bangunan Perdagangan Kota Batu, Brunei Darussalam


Wakaf A’m
77

Bangunan Perumahan Jalan Kota Batu, Brunei


Wakaf A’m

Rumah Sewa
Wakaf A’m
78
LAPORAN PENGHIMPUNAN DAN PENYALURAN WAKAF

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
1 HAMBA ALLAH BAGI MANA-MANA MANFAAT DAN KEKAL SELURUH $400.00
NEGARA
2 1/03/1989 HAMBA ALLAH PENAMBAHAN MASJID MASJID KG KILANAS BRUNEI $183,586.00
MUARA
3 1/01/1990 HAMBA ALLAH PENAMBAHAN MASJID MASJID KG SUNGAI BRUNEI $88,660.00
HANCING, MUARA
4 1/01/1990 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID MASJID KG.MENTIRI BRUNEI $40,000.00
MUARA
5 16/01/1990 HAMBA ALLAH NO: 53, PENAMBAHAN MASJID MASJID KG MASIN BRUNEI $80,000.00
SIMPANG 1113, MUARA
KAMPUNG
KILANAS.
6 12/07/1991 HAMBA ALLAH PENAMBAHAN MASJID MASJID KG PULAIE BRUNEI $250,000.00
MUARA
7 1/10/1991 HAMBA ALLAH NO: 53, PENAMBAHAN MASJID MASJID KG MASIN BRUNEI $120,000.00
SIMPANG 1113, MUARA
KAMPUNG
KILANAS
8 3/01/1992 HAMBA ALLAH PENAMBAHAN MASJID MASJID KG. TUTONG $25,000.00
LAMUNIN
9 1/03/1992 HAMBA ALLAH PENAMBAHAN MASJID MASJID TUTONG $400,000.00
MOHAMMAD
BOLKIAH
10 6/03/1992 HAMBA ALLAH PENAMBAHAN MASJID MASJID KG TELISAI TUTONG $150,000.00

11 1/04/1992 HAMBA ALLAH PENAMBAHAN MASJID MASJID KG BRUNEI $47,000.00


PELAMBAYAN MUARA

70
71

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
12 27/08/1992 HAMBA ALLAH NO: 703, PENAMBAHAN MASJID MASJID KAMPUNG BRUNEI $26,000.00
KAMPUNG KASAT MUARA
KASAT, BANDAR
SERI BEGAWAN
13 9/11/1994 HAMBA ALLAH NO:10,KG PEMBINAAN MASJID MASJID - MASJID $3,000.00
BURONG DINEGARA BRUNEI
PINGGAI DARUSSALAM
BERAKAS JALAN
RAMBUTAN
DAERAH BRUNEI
MUARA
14 29/11/1994 HAMBA ALLAH NO:10,KG PEMBINAAN MASJID MASJID - MASJID $1,000.00
BURONG DINEGARA BRUNEI
PINGGAI DARUSSALAM
BERAKAS JALAN
RAMBUTAN
DAERAH BRUNEI
MUARA
15 6/12/1996 HAMBA ALLAH KEPENTINGAN MASJID KAMPONG BRUNEI $10,000.00
TANJONG BUNUT MUARA
16 12/03/1998 HAMBA ALLAH PENAMBAHAN MASJID MASJID KAMPUNG BRUNEI $250,000.00
TANAH JAMBU MUARA
17 10/05/2001 HAMBA ALLAH 207, KG PENAMBAHAN MASJID MASJID $100,000.00
KUMBANG KG.PELAMBAYAN
PASANG,DAERAH MUKIM KOTA BATU
BRUNEI MUARA
18 5/06/2007 HAMBA ALLAH NO:55 JALAN 35, PEMBINAAN MASJID PEMBINAAN BRUNEI $4,000.00 PERBELANJAAN
RANCANGAN MASJID DI MANA- MUARA PEMASANGAN PAGAR
PERPINDAHAN MANA DAERAH BARU MASJID KG LABI
NEGARA (MASJID KG. PUTAT) BERJUMLAH $16,360 ,
KAMPONG PEMASANGAN
72

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
RIMBA GADONG KARPET BARU UNTUK
BE3319, NEGARA MASJID KG
BRUNEI PUDAK$400.00,
DARUSSALAM KERJA-KERJA
PEMBEKALAN SPLIT
A/C DAN PIPING
MASJID KG. SG MAU
$13,535.00
19 23/06/2007 HAMBA ALLAH KEPENTINGAN MASJID SELURUH $17,535.00 PERBELANJAAN
NEGARA PEMASANGAN PAGAR
BARU MASJID KG LABI
BERJUMLAH $16,360 ,
PEMASANGAN
KARPET BARU UNTUK
MASJID KG
PUDAK$400.00,
KERJA-KERJA
PEMBEKALAN SPLIT
A/C DAN PIPING
MASJID KG. SG MAU
$13,535.00
20 15/08/2007 HAMBA ALLAH NO; 47, LOT 64 KEBAJIKAN ORANG ISLAM PIHAK-PIHAK YANG $9,000.00 PERBELANJAAN
SIMPANG 637 – BERKENAAN PEMASANGAN PAGAR
35, STKRJ BARU MASJID KG LABI
LAMBAK KIRI, BERJUMLAH $16,360 ,
BB1114 NEGARA PEMASANGAN
BRUNEI KARPET BARU UNTUK
DARUSSLAM MASJID KG
PUDAK$400.00,
KERJA-KERJA
PEMBEKALAN SPLIT
A/C DAN PIPING
73

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
MASJID KG. SG MAU
$13,535.00
21 22/05/2008 HAMBA ALLAH NO.7 SIMPANG PEMBINAAN MASJID MASJID KAMPONG BRUNEI $20,000.00 WANG BERKENAAN
11-10 JALAN MADANG MUARA TELAHPUN
DAKWAH DISERAHKAN KEPADA
KAMPONG PENGARAH HAL
ANGGEREK DESA EHWAL MASJID -
MEMO:JM/A/97/97
22 3/09/2008 HAMBA ALLAH NO: 461, PEMBINAAN MASJID, SEKOLAH PIHAK-PIHAK YANG $2,000.00 PERBELANJAAN
KAMPONG BERKENAAN PEMASANGAN PAGAR
PELAMBAYAN, BARU MASJID KG LABI
JALAN KOTA BERJUMLAH $16,360 ,
BATU PEMASANGAN
KARPET BARU UNTUK
MASJID KG
PUDAK$400.00,
KERJA-KERJA
PEMBEKALAN SPLIT
A/C DAN PIPING
MASJID KG. SG MAU
$13,535.00
23 13/01/2010 HAMBA ALLAH DAERAH PERBELANJAAN BAGI PEMBINAAN SEBUAH PERKUBURAN $0.00 PERBELANJAAN BAGI
TUTONG TANGGA KONKRIT SUGAN PEKAN PEMBINAAN SEBUAH
TUTONG TANGGA KONKRIT
MENUJU KE
PERKUBURAN SUGAN
TUTONG TIDAK
DINYATAKAN OLEH
PEWAKAF
25 9/06/2010 HAMBA ALLAH PENTAKMIRAN, PEMBANGUNAN DAN SELURUH $10,000.00 TELAH DISERAHKAN
PEMELIHARAAN MASJID NEGARA KEPADA
JAWATANKUASA
74

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
TABUNG DANA BAGI
MEMBINA MASJID
KAMPONG MADANG
PADA 06/01/2011
26 20/06/2010 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID MANA-MANA SELURUH $500.00 NO.RESIT: 030005
MASJID NEGARA
27 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $41.11 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $785.02 PELAN TAKAFUL
28 EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
29 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $380.03 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
75

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
30 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $656.21 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
31 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $1,091.44 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
32 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $82.80 SALAH SEORANG
EHWAL MASJID PESERTA DARIPADA
PELAN TAKAFUL
76

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
33 20/09/2010 HAMBA ALLAH MASJID KAMPONG BERIBI MASJID KAMPONG BRUNEI $29.86 PESERTA PELAN
BERIBI MUARA TAKAFUL AMAL
JARIAH IBB
34 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $275.34 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
35 20/09/2010 HAMBA ALLAH MASJID KAMPONG KILANAS MASJID KAMPONG BRUNEI $109.99 PESERTA PELAN
KILANAS MUARA TAKAFUL AMAL
JARIAH IBB
36 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $730.10 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
DIKREDITKAN
77

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
37 20/09/2010 HAMBA ALLAH MASJID SHARIF ALI SENGKURONG BENGKURONG BRUNEI $158.58 PESERTA PELAN
MUARA TAKAFUL AMAL
JARIAH IBB
38 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $1,091.35 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
39 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $477.82 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
78

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
40 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $99.37 - PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89 -
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
41 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $1,582.45 - PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89-
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
42 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $4,520.96 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
79

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
PT.1
43 20/09/2010 HAMBA ALLAH BAHAGIAN MASJID-MASJID JABATAN HAL $1,527.89 PELAN TAKAFUL
EHWAL MASJID AMAL JARIAH IBB
BERJUMLAH
$13,341.89
DIKREDITKAN
KEPADA AKAUN
TABUNG MASJID KG.
MASJID/MADANG
BIBD
34/MU/JUB/02/1994
PT.1
44 30/05/2011 HAMBA ALLAH NO.66 KG. PERCETAKAN MUSHHAF NBD DAN PERLATAN PIHAK-PIHAK YANG $25,000.00 $20,000.00 BAGI
PANCHA DELIMA MASJID BERKENAAN PERCETAKAN
MUSHAF NBD DAN
$5,000.00 BAGI
PEMBELIAN
PERALATAN MASJID
YANG DIFIKIRKAN
SESUAI/PERCETAKAN
SUDAH
DILAKSANAKAN
45 9/06/2011 HAMBA ALLAH BUNGLAW # PENAMBAHAN MASJID MASJID KG. $25,000.00 PENAMBAHAN BAGI
10,SPG 52-80-25 JAMBU/MASJID- TEMPAT
JALAN MATA- MASJID DI NBD SEMBAHYANG
MATA GADONG JEMAAH PEREMPUAN
MASJID KG TANAH
JAMBU ATAU
PEMBAIKAN MASJID-
MASJID DI NEGARA
BRUNEI
DARUSSALAM/SUDAH
80

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
DILASANAKAN
DENGAN KERJASAMA
PIHAK J.H.E.M
46 24/09/2011 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID PEMBINAAN BRUNEI $1.9 juta
MASJID KAMPONG MUARA
MANGGIS DAN
KAMPONG
MADANG MUKIM
BERAKAS B
47 3/12/2011 HAMBA ALLAH N.12 SPG 414 KG PEMBINAAN MASJID PIHAK-PIHAK SELURUH $4,000.00 Dimasukkan ke dalam
LAMBAK JLN BERKENAAN NEGARA perbelanjaan
BERAKAS BB1714 PEMBINAAN MASJID
KAMPONG MANGGIS
DAN KAMPONG
MADANG MUKIM
BERAKAS B
48 15/02/2012 HAMBA ALLAH NO.7 SIMPANG PEMBINAAN MASJID PIHAK-PIHAK SELURUH $50,000.00 NO.RESIT: 033009
85 JALAN ONG BERKENAAN NEGARA Dimasukkan ke dalam
SUMPING perbelanjaan
BANDAR SERI PEMBINAAN MASJID
BEGAWAN KAMPONG MANGGIS
BA1311 DAN KAMPONG
MADANG MUKIM
BERAKAS B
49 14/05/2012 HAMBA ALLAH NO.31 SPG 180 PEMBINAAN MASJID MADANG PEMBINAAN BRUNEI $1,600.00 NO.RESIT: 030010
JLN BUANG MASJID MADANG MUARA Dimasukkan ke dalam
TENGKUROK KG perbelanjaan
LUMAPAS A PEMBINAAN MASJID
BRUNEI KAMPONG MANGGIS
DAN KAMPONG
MADANG MUKIM
BERAKAS B
81

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
50 11/06/2012 HAMBA ALLAH N0.15 SPG 490 WAKAF MASJID UMUM MANA-MANA SELURUH $7,700.00 NO.RESIT: 033012
KG KAPOK, MASJID NEGARA
BUKIT KABON
51 4/08/2012 HAMBA ALLAH NO.1 SPG 55, PEMBINAAN MASJID UMUM SELURUH $100.00 N0.RESIT 033013
JALAN NEGARA
SINARUBAI BF
2120 BRUNEI
52 7/08/2012 HAMBA ALLAH NO. 8 SPG 189- PEMBINAAN/PEMBAIKAN MASJID MANA-MANA SELURUH $2,000.00 NO.RESIT: 033014
16-9 KG MASJID NEGARA
MANGGIS DUA
JLN MADANG
BD3515
53 14/01/2013 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID MANA-MANA SELURUH $6,130.00 NO.RESIT: 033015
MASJID NEGARA
54 25/07/2013 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID DAN YANG BERKAITAN MANA-MANA SELURUH $5,000.00
DENGANNYA MASJID NEGARA
55 1/08/2013 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID DAN KEPENTINGAN $100.00
UMUM
56 9/09/2013 HAMBA ALLAH NO.4, SPG 185- KEPENTINGAN UMUM UMUM SELURUH $500.00 NO. RESIT: 030021
62-20 KG. KATOK NEGARA
TUNGKU,
GADONG
57 22/10/2013 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID PEMBINAAN BRUNEI $830.00 NO. RESIT: 030022
MASJID KAMPONG MUARA
MADANG
58 29/10/2013 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID UMUM SELURUH $3,000.00 NO. RESIT: 030023
NEGARA
59 7/11/2013 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID MASJID KG BRUNEI $1,020.00 NO. RESIT: 030025
MANGGIS/MADANG MUARA
82

WAQAF WANG TUNAI 2015


BIL TARIKH PEWAQAF ALAMAT TUJUAN MAUQUF ILAIHI DAERAH JUMLAH CATATAN
60 7/11/2013 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID UMUM SELURUH $365.00 NO. RESIT: 030026
NEGARA
61 25/11/2013 HAMBA ALLAH PEMBINAAN MASJID MASJID KG BRUNEI $1,000.00 NO. RESIT: 030027
MADANG/MANGGIS MUARA
62 5/02/2014 HAMBA ALLAH PEMBINAAN/PENUBAHSUAIAN/PENAMBAHAN UMUM SELURUH $1,000.00 NO. RESIT: 030028
MASJID NEGARA

63 27/03/2014 HAMBA ALLAH PEMBINAAN DAN PENAMBAHAN MASJID DAN UMUM SELURUH $3,000.00 NO. RESIT: 030029
SEBAGAINYA NEGARA
64 30/04/2014 HAMBA ALLAH PEMBINAAN DAN PENAMBAHAN MASJID DAN UMUM SELURUH $1,000.00 NO. RESIT: 030032
SEBAGAINYA NEGARA
65 12/07/2014 HAMBA ALLAH BAGI MEMPERBAIKI MASJID DI NEGARA UMUM SELURUH $2,000.00 NO. RESIT: 030036
BRUNEI DARUSSALAM NEGARA
66 77/07/2014 HAMBA ALLAH BAGI PEMBINAAN UMUM SELURUH $10,000.00 NO. RESIT: 030037
/PENEMBAHAN/MEMPERBAIKI MASJID DI NEGARA
NEGARA BRUNEI DARUSSALAM
67 29/09/2014 HAMBA ALLAH BAGI PEMBINAAN MASJID DI NEGARA BRUNEI UMUM SELURUH $2,000.00 NO. RESIT: 030039
DARUSSALAM NEGARA
68 01/05/2015 HAMBA ALLAH BAGI PEMBINAAN MASJID DI NEGARA BRUNEI UMUM SELURUH $30,372.27 NO. RESIT: 030046
DARUSSALAM NEGARA
83

WAKAF KHAS TANAH


JENIS KELUASAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TUJUAN WAKAF TEMPAT MAUQUF DAERAH CATATAN
WAQAF TANAH
2/02/1967 HAMBA KG. BOKOK KHAS TAPAK MASJID EDR. 294 KG BOKOK TEMBURONG ½ EKAR Tapak Masjid Pengiran Abu
ALLAH Bakar Kampong Bokok
13/05/1967 HAMBA KG. SUNGAI BESAR KHAS TAPAK MASJID LOT 9481 EDR. 8970 KG BRUNEI ¼ EKAR Tapak Masjid Kg Sungai Besar
ALLAH SUNGAI BESAR MUARA yang ada sekarang

3/07/1967 HAMBA KG SENGKURONG KHAS UNTUK TAPAK MASJID LOT.842 KG BRUNEI 0.08 EKAR untuk tambahan Masjid Sultan
ALLAH SENGKURONG MUARA Sharif Ali Kg Sengkurong

2/07/1968 HAMBA KG. SENGKURONG KHAS TAPAK MASJID EDR 1196 LOT: 1263 KG BRUNEI ½ EKAR Tapak Masjid Kg. Katimahar
ALLAH KATIMAHAR MUARA yang ada sekarang

21/12/1972 HAMBA KHAS TAPAK MASJID KG.MASIN BRUNEI 35 PLS Tapak lama Masjid Kg. Masin
ALLAH MUARA

17/02/1973 HAMBA KAMPUNG PENANJONG KHAS TAPAK MASJID EDR 227 KAMPUNG TUTONG ¼ EKAR
ALLAH PENANJONG

10/04/1973 HAMBA KHAS TAPAK MASJID KG. KASAT BRUNEI 0.30 EKAR Masjid yang ada sekarang
ALLAH MUARA

6/06/1973 HAMBA KHAS UNTUK TAPAK MASJID KG LAMUNIN TUTONG 0.25 EKAR Masjid yang ada sekarang
ALLAH

16/03/1974 HAMBA 1.KG. SINAUT TUTONG KHAS TAPAK MASJID LOT. 3133, KAMPONG TUTONG 0.44 EKAR Masjid yang ada sekarang
ALLAH 2.NO. 142 B KUALA BELAIT SINAUT
3. BERAKAS KEM, ASKAR
MELAYU DI RAJA BRUNEI
4.JALAN ISTANA DARUL
84

WAKAF KHAS TANAH


JENIS KELUASAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TUJUAN WAKAF TEMPAT MAUQUF DAERAH CATATAN
WAQAF TANAH
HANA, BSB.
20/06/1974 HAMBA KHAS TAPAK MASJID KG. TARAP BAU BRUNEI 0.50 EKAR Pembinaan masjid masuk
ALLAH MUARA dalam rancangan kemajuan
Negara yang ke- 6. Tapak
Masjid Perdana Wangsa Haji
Mohammad Kampong Tarap
Bau yang ada sekarang

7/06/1976 HAMBA KHAS TAPAK MASJID KG. PELAMBAYAN BRUNEI 0.38 EKAR Masjid yang ada sekarang
ALLAH MUARA

23/08/1976 HAMBA KHAS TAPAK MASJID KG .SUNGAI HANCHING BRUNEI 2 R 00.5 P


ALLAH MUARA

7/12/1977 HAMBA KG. SUNGAI KEDAYAN KHAS TAPAK MASJID EDR 11804 LOT 13007, BRUNEI 0.5 EKAR Masih dalam jagaan MUIB dan
ALLAH KG PENGKALAN MUARA belum ada apa-apa
GADONG pembangunan disebabkan
lokasi tanah terlalu kecil dan
kurang sesuai dibangunkan
surau atau masjid di atasnya.
4/10/1980 HAMBA KHAS TAPAK MASJID KG. TARAP BAU BRUNEI 0.17 EKAR Pembinaan masjid masuk
ALLAH MUARA dalam rancangan kemajuan
Negara yang ke- 6. Tapak
Masjid Perdana Wangsa Haji
Mohammad Kampong Tarap
Bau yang ada sekarang
9/02/1981 HAMBA KHAS TAPAK MASJID KG. BOKOK TEMBURONG 2 EKAR Tapak Masjid Pengiran Abu
Bakar Kampong Bokok
85

WAKAF KHAS TANAH


JENIS KELUASAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TUJUAN WAKAF TEMPAT MAUQUF DAERAH CATATAN
WAQAF TANAH
ALLAH

1/01/1984 HAMBA KHAS TANAH PERKUBURAN EDR 5748 LOT 6234 BRUNEI
ALLAH ORANG ISLAM KG.DOMBAK KILANAS MUARA

31/12/1984 HAMBA KHAS TAPAK MASJID EDR 751 LOT 7996 KG. BRUNEI 2 EKAR
ALLAH URUK ,JLN MUARA MUARA

23/11/1988 HAMBA KHAS UNTUK TAPAK MASJID KG. LUAGAN DUDUK TUTONG 0.59 EKAR Masjid Abdul Azim kampong
ALLAH Luagan Duduk

7/09/1989 HAMBA KHAS UNTUK TAPAK EDR 17392 LOT 18770 BRUNEI 2.26 EKAR Sekolah ugama Jerudong dan
ALLAH SEKOLAH UGAMA KG JERUDONG MUARA sekarang diambil alih oleh
Sekolah Persediaan Arab
Jerudong
9/01/1991 HAMBA KHAS UNTUK TAPAK MASJID LOT 6735 KG LUBUK BRUNEI 5 EKAR Urusan wakaf telah
ALLAH PADIAN,BEBATIK MUARA disempurnakan dan diedarkan
KILANAS kepada Pesuruhjaya Tanah
pada 2/4/1991 Bil:
102/MU/JUB/ 1964 pt:1

18/07/1991 HAMBA NO:715-722 KG SERDANG, KHAS JALAN LALUAN KE LOT.21869 EDR. 20330 BRUNEI 6.000 EKAR JALAN LALUAN ke Masjid
ALLAH JLN KOTA BATU, BRUNEI MASJID KG. LUPAK LUAS MUARA Perdana Wangsa Haji
DARUSSALAM Mohammad yang ada
sekarang
21/12/1991 HAMBA KG. LUAGAN DUDUK KHAS TAPAK MASJID KG. LUAGAN DUDUK TUTONG 4 EKAR Tapak tanah Masjid Abdul
ALLAH Azim, Kampong Luagan Duduk
86

WAKAF KHAS TANAH


JENIS KELUASAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TUJUAN WAKAF TEMPAT MAUQUF DAERAH CATATAN
WAQAF TANAH
7/11/1992 HAMBA KHAS UNTUK TAPAK MASJID EDR 5978 LOT 5884 KG. TUTONG 1 ½ EKAR Tanah ini bersempadan
ALLAH LUAGAN DUDUK dengan Tanah tapak masjid
yang ada sekarang
17/07/1993 HAMBA 61A, KG BUKIT MERIKAN, KHAS JALAN LALUAN KE 0.290/3480 U.S DARI BRUNEI 3.480 EKAR JALAN LALUAN ke Masjid Pehin
ALLAH BANDAR SERI BEGAWAN, MASJID EDR 100 LOT.114 KG. MUARA Orang Kaya Perdana Wangsa
BRUNEI DARUSSALAM TARAP BAU, Haji Mohammad yang ada
sekarang
21/04/1994 HAMBA NO: 43, KG MERANIT, KHAS KEPENTINGAN MASJID LOT: 1405, KG BUKIT TUTONG 0.50 EKAR untuk kepentangan Masjid
ALLAH SIMPANG 265, DAERAH UDAL Kampong Bukit Udal
TUTONG
28/09/1994 HAMBA NO:715-722 KG SERDANG, KHAS KEPENTINGAN MASJID BAKI TANAH YANG BRUNEI BAKI TANAH
ALLAH JLN KOTA BATU, BRUNEI TERHAK KE ATASNYA MUARA YANG TERHAK
DARUSSALAM DARI LOT. 21869 EDR KE ATASNYA
20330, KG. TARAP BAU DARI LOT. 21869
EDR 20330
27/10/1994 HAMBA NO:658 KG.SALAMBIGAR, KHAS KEPENTINGAN MASJID SEBAHAGIAN DARI BRUNEI 0.723 EKAR
ALLAH JALAN MUARA, BRUNEI LOT.5505, KG TANJUNG MUARA
DARUSSALAM 3895 BUNOT, JALAN TUTONG
1/01/2000 HAMBA KHAS KEPENTINGAN MASJID EDR 15729 LOT 14336 BRUNEI
ALLAH KG.KATI MAHAR MUARA

13/12/2008 HAMBA NO. 429 KAMPONG KHAS LALUAN KE TANAH LOT EDR 02732 EDR TUTONG 6 METER DARI Jalan laluan menuju ke Tanah
ALLAH MENENGAH, MUKIM PERKUBURAN ORANG 02770 (LOT LAMA) : SEMPADAN Perkuburan Islam Luagan
LAMUNIN TUTONG TG ISLAM LOT 16427 (BARU TANAH Kelumpang, Kampong Sinaut,
87

WAKAF KHAS TANAH


JENIS KELUASAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TUJUAN WAKAF TEMPAT MAUQUF DAERAH CATATAN
WAQAF TANAH
2743, NEGARA BRUNEI KAMPONG SINAUT, Daerah Tutong, Negara Brunei
DARUSSALAM MUKIM KERIAM 0.087 EKAR Darussalam - Lafaz waqaf
sudah diedarkan ke Jabatan
Tanah Tutong
13/12/2008 HAMBA DGA A , SIMPANG 872, KHAS UNTUK MENJADI LOT 38994, KG LUBUK BRUNEI 0.33 EKAR Untuk menjadi sebagai
ALLAH JALAN GADONG, SEBAGAI KAWASAN PADIAN,BEBATIK MUARA kawasan tambahan wakaf lot
KAMPONG JANGSAK TAMBAHAN WAKAF KILANAS tanah 38993 tapak masjid baru
LOT TANAH 38993 Mukim Kilanas Lafaz waqaf
TAPAK MASJID BARU sudah diedarkan kepada
MUKIM KILANAS Pesurujaya Tanah (Bahagian
Pengurusan dan Pelupusan)
13/12/2008 HAMBA NO: 514, KAMPONG KHAS LALUAN KE TANAH LOT 9473 KAMPONG BRUNEI SELUAS KIRA- UNTUK LALUAN JALAN
ALLAH LUMAPAS “A”, BANDAR PERKUBURAN ORANG SUNGAI ASAM, MUKIM MUARA KIRA 0.020 EKAR MENUJU KE TANAH
SERI BEGAWAN BB3324 ISLAM BURONG PINGAI AYER, PERKUBURAN ISLAM SUNGAI
NEGARA BRUNEI NEGARA BRUNEI ASAM Lafaz waqaf sudah
DARUSSALAM DARUSSALAM diedarkan ke Pesurujaya Tanah
(Bahagian Pengurusan dan
Pelupusan)
28/5/2012 HAMBA NO. 8 LOT 7126, SPG 93- KHAS LALUAN JALAN DAN EDR TU 07771 LOT TUTONG 0.068 EKAR LAFAZ WAKAF SUDAH
ALLAH 16-6, RPN KAMPONG LAIN-LAIN 07662 KAMPONG DIEDARKAN KE JABATAN
PANDAN, KUALA BELAIT KEPENTINGAN TANJONG MAYA TANAH
NEGARA BRUNEI
DARUSSALAM.

WAKAF TANAH KHAS: 32 LOT

46.25 EKAR
88

WAKAF AM TANAH
ALAMAT JENIS TUJUAN TEMPAT KELUASAN
TARIKH PEWAQAF DAERAH CATATAN FAIL RUJUKAN
PEWAQAF WAQAF WAKAF MAUQUF TANAH
1/01/1954 HAMBA ALLAH AM WAQAF EDR 12687 LOT BRUNEI 0.2030 BM/JUB/248/1968 5
UNTUK 11614 KG KOTA MUARA EKAR
ORANG BATU
ISLAM
1/01/1954 HAMBA ALLAH AM WAQAF EDR 12686 LOT BRUNEI 2.3760 Telah dirikan diatasnya 48 unit bangunan BM/JUB/248/1968 4
UNTUK 11613 KG KOTA MUARA EKAR komersial perdagangan
ORANG BATU
ISLAM
1/01/1954 HAMBA ALLAH AM WAQAF EDR 12685 LOT BRUNEI 1.6150 Telah didirikan diatasnya 24 unit Flat- BM/JUB/248/1968 3
UNTUK 11106 KG.KOTA MUARA EKAR rumah pangsa dan sekarang disewa oleh
ORANG BATU Kementerian Pertahanan
ISLAM
1/01/1954 HAMBA ALLAH AM WAQAF EDR 596 LOT BRUNEI 1.6700 BM/JUB/248/1968 2
UNTUK 659 MUARA EKAR
ORANG KG.PETAGIAN
ISLAM
1/01/1954 HAMBA ALLAH AM WAQAF EDR 727 LOT BRUNEI 1.9600 BM/JUB/248/1968
UNTUK 658 KG MUARA EKAR (1)
ORANG PETAGIAN
ISLAM ,KOTA BATU
19/06/1968 KERAJAAN AM UNTUK LOT 3850 EDR: BELAIT 0.078 EKAR Majlis Ugama Islam telah bersetuju BM/JUB/247/ 66
BRUNEI WAKAF RK: 55/81, KG. supaya rumah kediaman yang terdapat di
DARUSSALAM ISLAM MELAYU ASLI, atasnya dirobohkan dalam mesyuarat
YANG AKAN PEKAN KUALA MUIB kali (1) Tahun 1425/2005
DIJAGA
OLEH
MAJLIS
UGAMA
ISLAM
22/12/1992 HAMBA ALLAH NO:29 , KG AM WAQAF LOT EDR 9607 BRUNEI 0.97 EKAR Ada kaitan dengan pembinaan Masjid
89

WAKAF AM TANAH
ALAMAT JENIS TUJUAN TEMPAT KELUASAN
TARIKH PEWAQAF DAERAH CATATAN FAIL RUJUKAN
PEWAQAF WAQAF WAKAF MAUQUF TANAH
BUNUT, JALAN UNTUK 5053 JLN:BAN MUARA baru Kampung Mulaut
TUTONG, ORANG 3A,KG MULAUT
NEGARA BRUNEI ISLAM
DARUSSALAM
WAKAF AM TANAH: 7 LOT

10.536 EKAR

WAQAF MASJID
TAKSIRAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT DAERAH NAMA MASJID
HARGA
14/07/1994 KDYMM SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH ISTANA NURUL IMAN KAMPONG KIULAP BRUNEI JAME` ASR HASSANIL BOLKIAH $0.00
MUIZZADDIN WADAULLAH MUARA
28/01/1999 YANG MULIA PUAN HJH MARIAM BTE HAJI KAMPONG JERUDONG BRUNEI MASJID AL-AMEERAH HAJAH $0.00
ABDUL AZIZ MUARA MARIAM
20/10/1992 MALAI ABD. HAMID BIN HAJI MALAI LOT 5202, SPG 138, TOL NO: 2982, KG SUNGAI BELAIT MASJID AL-MASHOR $162,000.00
MASHOR MEWAKILI KELUARGA MALAI HAJI JALAN MAULANA, KUALA MAU, MUKIM BUKIT
MASHOR BIN MALAI HAJI DAMIT BELAIT SAWAT
29/04/1999 DERMA DARIPADA PEGAWAI-PEGAWAI DAN KERAJAAN NEGARA KAMPONG JANGSAK, BRUNEI MASJID JUBLI PERAK SULTAN $0.00
KAKITANGAN KERAJAAN NEGARA BRUNEI BRUNEI DARUSSALAM GADONG MUARA HAJI HASSANAL BOLKIAH
DARUSSALAM KAMPONG JANGSAK
10/09/1995 KDYMM SULTAN HAJI HASSANAL BOLKIAH ISTANA NURUL IMAN TANAH 5 EKAR DI BRUNEI MASJID UNIVERSITI BRUNEI $7,600,000.00
MUIZZADDIN WADAULLAH UNIVERSITI BRUNEI MUARA DARUSSALAM
DARUSSALAM
13/08/1992 HAJI ABDUL SAMAD BIN HAJI METUSIN LOT 2033, JALAN NO 4756 GAZETTE PLAN BELAIT MASJID ZAINAB $0.00
PERAKONG SERIA, BELAIT NO: 812, KG SUNGAI
TARING
1/02/1998 AWANG HAJI MOHD ZAIN BIN ARSHAD KAMPONG LONG MAYAN TUTONG SURAU HAJAH AMINAH $67,000.00
MASJID WAKAF: 7 BUAH
90

WAQAF PENGHAWA DINGIN


ID TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT MAUQUF DAERAH UNIT/JENIS PENGHAWA DINGIN HARGA CATATAN
1 30/03/1989 HAMBA MASJID KG. TUTONG I UNIT $1,400.00
ALLAH PENANJONG

2 1/01/1989 HAMBA BALAI IBADAT KG. TUTONG 6 UNIT $5,300.00


ALLAH SENGKARAI

3 14/03/1990 HAMBA MASJID KG. SUNGAI BELAIT 4 UNIT $5,400.00


ALLAH LIANG

4 1/04/1990 HAMBA MASJID KAMPONG BRUNEI 9 UNIT $20,000.00


ALLAH BUNUT MUARA

5 31/08/1990 HAMBA MASJID KG. PULAIE BRUNEI 13 UNIT $32,000.00


ALLAH MUARA

6 16/01/1991 HAMBA MASJID KG. PULAIE BRUNEI 9 UNIT $31,150.00


ALLAH MUARA

7 8/03/1991 HAMBA MASJID KG. KASAT BRUNEI 3 UNIT $3,795.00


ALLAH MUARA

8 1/03/1991 HAMBA MASJID KG. SUNGAI BRUNEI 1) 13 UNIT SPLIT AIRCOND $94,000.00
ALLAH HANCING MUARA 2)11 UNIT “WINDOW TYPE”

9 1/04/1991 HAMBA MASJID KG. BRUNEI 1) 14 “WINDOW UNIT” $70,000.00


ALLAH BENGKURONG MUARA 2) 1 “SPLIT UNIT”
3) 1 “WALL WOUNTED”
4) 1 “CEILING WOUNTED”
91

WAQAF PENGHAWA DINGIN


ID TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT MAUQUF DAERAH UNIT/JENIS PENGHAWA DINGIN HARGA CATATAN
10 15/04/1991 HAMBA MASJID KG. BERIBI BRUNEI $0.00
ALLAH GADONG MUARA

11 20/10/1991 HAMBA MASJID SUFRI BRUNEI 11 UNIT $55,000.00


ALLAH BOLKIAH, KG MUARA
PERPINDAHAN
BERAKAS
12 22/11/1991 HAMBA MASJID KG. PUTAT BRUNEI 5 UNIT $7,700.00
ALLAH MUARA

13 1/12/1991 HAMBA MASJID KG. BRUNEI 12 UNIT $30,000.00


ALLAH PERPINDAHAN MUARA
SERASA
14 1/10/1991 HAMBA SURAU MAKTAB BRUNEI 8 UNIT $18,000.00
ALLAH TEKNIK SULTAN MUARA
SAIFUL RIZAL
15 1/10/1991 HAMBA MASJID KG. BRUNEI 1) 8 “SPLIT UNIT” $21,550.00
ALLAH KILANAS MUARA
2) 1 “WINDOW TYPE”
16 1/03/1992 HAMBA MASJID KG. SUNGAI BRUNEI 4 UNIT $20,000.00
ALLAH BULOH MUARA

17 21/03/1992 HAMBA MASJID KG. SINAUT TUTONG 7 UNIT $15,465.00


ALLAH

18 27/03/1992 HAMBA MASJID KG. BRUNEI 4 UNIT $12,000.00


ALLAH MENTIRI MUARA
92

WAQAF PENGHAWA DINGIN


ID TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT MAUQUF DAERAH UNIT/JENIS PENGHAWA DINGIN HARGA CATATAN
19 4/04/1992 HAMBA BALAI IBADAT KG. BRUNEI 1 UNIT $3,560.00
ALLAH SETIA MUARA

20 4/04/1992 HAMBA BALAI IBADAT KG. BRUNEI 2 UNIT $2,800.00


ALLAH SETIA MUARA

21 16/04/1992 HAMBA KAMPONG TANAH MASJID KAMPONG BRUNEI 6 UNIT $0.00


ALLAH JAMBU TANAH JAMBU MUARA

22 1/04/1992 HAMBA MASJID KAMPONG BRUNEI 4 UNIT $15,000.00


ALLAH TANAH JAMBU MUARA

23 1/04/1992 HAMBA MASJID KG. BRUNEI 6 UNIT $24,000.00


ALLAH PELAMBAYAN MUARA

24 1/04/1992 HAMBA MASJID KG. BRUNEI 5 UNIT $10,000.00


ALLAH PANCHUR MURAI MUARA

25 27/08/1992 HAMBA NO: 703, KAMPUNG MASJID KAMPUNG BRUNEI 3 UNIT


ALLAH KASAT, BANDAR SERI KASAT MUARA
BEGAWAN
27 11/11/2003 HAMBA NO: 5, SPG 14 JLN MASJID KG BRUNEI 1) 2 UNIT 3 HORSE POWER SPLIT $5,000.00
ALLAH KIARONG,BRUNEI PENGKALAN BATU MUARA UNIT JENIS “HITACHI”
DARUSSLAM 2) 1 UNIT (DB) BARU BESERTA
WIRING AIR COND.
BALAI POLIS 3) 2 UNIT 2 HORSE POWER
SENGKURONG WINDOW TYPE JENIS “NATIONAL”
4) 1 UNIT 1 HORSE POWER
WINDOW TYPE JENIS “NATIONAL”
93

WAQAF PENGHAWA DINGIN


ID TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT MAUQUF DAERAH UNIT/JENIS PENGHAWA DINGIN HARGA CATATAN
28 1/03/2004 HAMBA MASJID KG. TANAH BRUNEI 2 UNIT $2,910.00
ALLAH JAMBU MUARA

29 18/01/2005 HAMBA MASJID KG. BRUNEI 2 UNIT ALAT PENGHAWA DINGIN $1,600.00
ALLAH MENUNGGOL MUARA 1.5 HORSE POWER JENIS
“TOSHIBA”
30 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W001/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
31 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W002/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
32 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W003/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
33 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W004/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
94

WAQAF PENGHAWA DINGIN


ID TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT MAUQUF DAERAH UNIT/JENIS PENGHAWA DINGIN HARGA CATATAN
34 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W005/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011

35 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W006/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
36 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W007/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
37 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W008/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
38 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W009/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
95

WAQAF PENGHAWA DINGIN


ID TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT MAUQUF DAERAH UNIT/JENIS PENGHAWA DINGIN HARGA CATATAN
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
39 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W010/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
40 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W011/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI (KOMPRESSOR TIDAK DIDAPATI) masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
41 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W012/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011
42 HAMBA MASJID AL- BRUNEI MITSUBSHI: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
ALLAH MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W0013/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011

43 HAMBA MASJID AL- BRUNEI NATIONAL: SERIAL NO. $0.00 DICADANGKAN UNTUK DIHAPUSKAN KERANA
MUHTADEE BILLAH MUARA JHEM/MAMB/W014/2001 TELAH ROSAK; dicadangkan untuk dijual jika
96

WAQAF PENGHAWA DINGIN


ID TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT MAUQUF DAERAH UNIT/JENIS PENGHAWA DINGIN HARGA CATATAN
ALLAH KAMPONG SUNGAI masih bernilai dan HASIL daripada penjualan
KEBUN tersebut boleh dimasukkan diserahkan untuk
kemalshahatan masjid sebagaimana FATWA
MUFTI KERAJAAN SIRI FATWA 11/2011

JUMLAH WAKAF PENGHAWA DINGIN: 198 UNIT


97

WAQAF KERETA JENAZAH


HARGA
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH JENIS KERETA LAIN-LAIN HAL
KERETA
20/10/2001 THE ISLAMIC BANK KEMENTERIAN HAL TEMPAT- MERCEDES BENZ $0.00
OF BRUNEI (IBB) EHWAL UGAMA BRUNEI TEMPAT YANG 510(A) PANEL VAN
DARUSSALAM MEMERLUKAN
10/05/2003 HAMBA ALLAH BANGUNAN MAHKAMAH MASJID KG LABI BELAIT NISSAN URVAN $30,000.00
BESAR,JALAN TUTONG WINDOW VAN
BA1910 BRUNEI
DARUSSALAM
19/08/2003 BRUNEI LNG LUMUT KC 2935 DAERAH MASJID KG. SUNGAI BELAIT TOYOTA MINI BAS $42,000.00
SENDIRIAN BERHAD BELAIT BRUNEI LIANG NO.PENDAFTARAN:
DARUSSALAM KD 2535
1/11/2003 HASIL KUTIPAN DARI MASJID KG.BUNUT BRUNEI MUARA NISSAN URVAN $30,000.00
ORANG RAMAI WINDOW VAN
MELALUI MASJID KG.
BUNUT
23/12/2003 HAMBA ALLAH MASJID RANCANGAN BELAIT MITSUBSHI ROSA $0.00
PERUMAHAN NEGARA NO.PENDAFTARAN:
KG. PANDAN BL2053
4/12/2004 HAMBA ALLAH MASJID JUBLI PERAK BRUNEI MUARA FORD TRANSSIT $47,000.00
SULTAN HAJI HASSANAL KOMBI 2.4
BOLKIAH,KG JANGSAK NO.PENDAFTARAN:
GADONG BY 4069
6/10/2005 ISLAMIC MASJID KAMPUNG BRUNEI MUARA KERETA VAN JENIS $29,500.00
DEVELOPMENT PERPINDAHAN MATA – KIA PREGIO
BANK OF BRUNEI MATA GADONG. BERDAFTAR
(IDBB) KG 6256
21/11/2005 HAMBA ALLAH MASJID KAMPUNG BELAIT KERETA VAN JENIS $29,500.00
SUNGAI LIANG KIA PREGIO
BERDAFTAR
BV 3994
98

WAQAF KERETA JENAZAH


HARGA
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH JENIS KERETA LAIN-LAIN HAL
KERETA
6/01/2006 HAMBA ALLAH PENGARAH PENGANGKUTAN MASJID RANCANGAN TEMBURONG KERETA JENIS”MNI $24,000.00
DARAT PERUMAHAN NEGARA BUS” MAZDA E2200
KEMENTERIAN KAMPUNG RATAIE (M) DIESEL
PEMBANGUNAN NO. PENDAFTARAN
NEGARA BRUNEI BN9060
DARUSSALAM
5/08/2006 HAMBA ALLAH NO: 236-51, KAMPONG MASJID KAMPONG BATU BRUNEI MUARA KERETA JENIS VAN $28,350.00
BATU MARANG, DAERAH MARANG ”MITSUBSHI L300”
BRUNEI MUARA NO. PENDAFTARAN:
KK2943
18/09/2006 HAMBA ALLAH NO:4, SKIM TANAH KURNIA MASJID PENGIRAN ANAK BRUNEI MUARA KERETA VAN JENIS $29,500.00
RAKYAT JATI TUNGKU HAJAH SALEHA, KIA PREGIO
GADONG KAMPONG RIMBA,
GADONG
12/10/2006 HAMBA ALLAH NO:8, SIMPANG 582, MASJID KAMPONG BRUNEI MUARA NISSAN URVAN $38,941.00
KAMPONG SUNGAI BESAR, SUNGAI BESAR MICRO 5 SPEED
MUKIM KOTA BATU NO. PENDAFTARAN:
KK7798
1/11/2006 HAMBA ALLAH NO:2 SPG: 88, LEBOH RAYA JAME` ASRI HASSANIL BRUNEI MUARA KERETA JENIS FORD $13,152.00
SULTAN HAJI HASSANAL BOKIAH, KAMPONG TRANSIT (KERETA
BOKIAH, KAMPONG KIULAP, KIULAP TERPAKAI)
BRUNEI
4/07/2007 HAMBA ALLAH BALAI IBADAT KAMPONG TUTONG FORD TRANSIT 2.2L $0.00
SENGKARAI
31/07/2007 HAMBA ALLAH NO:11, KAMPONG MASJID KAMPONG TUTONG KERETA VAN JENIS $29,500.00
TUMPUAN UGAS DANAU, DANAU KIA PREGIO
TUTONG KL 7913
23/10/2007 HAMBA ALLAH NO:125 KAMPONG TELISAI, MASJID KAMPONG TUTONG MAZDA E2200® $0.00
TUTONG TELISAI
99

WAQAF KERETA JENAZAH


HARGA
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH JENIS KERETA LAIN-LAIN HAL
KERETA
26/12/2007 HAMBA ALLAH MASJID HAJI ABD. AZIM, TUTONG KERETA VAN JENIS $29,500.00
LUAGAN DUDUK KIA PREGIO
KL 1852

30/04/2009 HAMBA ALLAH MASJID KAMPONG BRUNEI MUARA NISSAN URVAN KP $0.00
KILANAS (DIPINDAHKAN 2847
KE MASJID KAMPONG
MENUNGGOL)
18/04/2010 HAMBA ALLAH DJ-A DATARAN MASJID KAMPONG TUTONG MAZDA 15E 200 $6,615.00 Harga kerita setelah ditukar
JANGSAKSIMPANG 872, BUKIT BA269 enjin: $3500, Welding/cat dan
JALAN GADONG, KAMPONG lain-lain: $1,800, Ubahsuai
JANGSAK 3190 NBD menjadi kereta Jenazah:
$1,315
Mac 2013 SYARIKAT JAME` ASR HASSANIL BRUNEI MUARA VAN
BENGKEL BOLKIAH
BERAKAS

12/12/2013 HAMBA ALLAH KG. PANDAN DAERAH BELAIT MASJID MUHAMMAD BELAIT VAN JINBEI HAISE
JAMALUL ALAM , 2.2(M)
KUALA BELAIT
7/8/2014 HAMBA ALLAH MASJID PERUMAHAN TEMBURONG MITSUBISHI L300 $31,700.00
NEGARA KAMPONG WINDOW VAN (M)
RATAIE

JUMLAH KERETA JENAZAH WAKAF: 23 BUAH


100

WAQAF PERALATAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH PERALATAN YANG DIWAQAFKAN HARGA
HAMBA SEKOLAH UGAMA PAP HAFIZAH BRUNEI MUARA 1- 60 HELAI SEJADAH $0.00
ALLAH SURURUL BOLKIAH KG PERPINDAHAN
BERAKAS DAERAH BRUNEI MUARA 2- 29 PASANG TELEKUNG

3- BEBERAPA KITAB SURAH YASSIN


8/05/1982 HAMBA KEPERLUAN MASJID-MASJID DI DAERAH TUTONG 29 BUAH SURAH YASSIN $0.00
ALLAH TUTONG.

8/05/1982 HAMBA KEPERLUAN MASJID-MASJID DI DAERAH TUTONG 4 BUAH MUQADDAM $0.00


ALLAH TUTONG.

17/02/1987 HAMBA KG.SELAYUN MASJID-MASJID DAERAH BRUNEI MUARA BRUNEI MUARA 30 BUAH KITAB SUCI AL-QURAN DAN KITAB MAJMUK $0.00
ALLAH SENGKURONG SYARIF

8/01/1990 HAMBA MASJID KG JUNJUNGAN BRUNEI MUARA 1- SEBUAH JAM BERDIRI $2,890.00
ALLAH
2- 2 BIJI LAMPU “AUTOMATIC ON” (KUASA BATERI)

1-SEBUAH JAM BERDIRI 2-2 BIJI LAMPU “AUTOMATIC


ON” (KUASA BATERI)
3-100 BIJI KURSI UNTUK DILETAKAKAN DIBALAI
MASJID
1/05/1990 HAMBA MASJID KG KASAT BRUNEI MUARA 1 ALAT PEMBESAR SUARA (AMPLIFIER) $1,450.00
ALLAH

27/08/1992 HAMBA MASJID KG KASAT BRUNEI MUARA 1- TAMBAHAN MASJID BERUKURAN 25 KAKI $0.00
ALLAH PANJANG DAN 17 KAKI BUKA.

2- MEMBUAT SLIDING, PINTU DAN JENDELA MASJID.


20/05/1993 HAMBA MASJID KG SUNGAI BULOH BRUNEI MUARA SEBUAH ALAT PEMBESAR SUARA $0.00
101

WAQAF PERALATAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH PERALATAN YANG DIWAQAFKAN HARGA
ALLAH

15/10/1998 HAMBA MASJID KG SUKANG DAN MASJID KG BELAIT 11 GULUNG PERMAIDANI $0.00
ALLAH MELILAS

1/03/2004 HAMBA MASJID KG. TANAH JAMBU BRUNEI MUARA 1 UNIT VACUUM CLEANER $50.00
ALLAH

17/03/2004 HAMBA MASJID KG.BENUTAN TUTONG 1) SET COMPUTER JENIS “ACER” $2,845.00
ALLAH
2) 1 SET CLIP ON MIC

3) KABEL ELETRIK

4) LAMPU PAGAR

5) BUNGA HIDUP

6) DINDING ANGIN
20/03/2004 HAMBA MASJID KG. BUKIT TUTONG 1) UNIT KABINET BUKU $365.00
ALLAH
2) BUKU-BUKU UGAMA

3) BUKU-BUKU MENGENAI KOLEKSI MUSHAF,TASBIH


DAN TONGKAT KOLEKSI SULTAN HAJI HASSANAL
BOLKIAH
29/06/2004 HAMBA MASJID KG. PELAMBAYAN BRUNEI MUARA 250 BUAH KERUSI DAN 4 BUAH MEJA $0.00
ALLAH

29/06/2004 HAMBA KG. DATO GANDHI MASJID KG. PELAMBAYAN BRUNEI MUARA 4 BIJI KIPAS ANGIN DAN 9 BIJI LAMPU $0.00
102

WAQAF PERALATAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH PERALATAN YANG DIWAQAFKAN HARGA
ALLAH MUKIM KOTA BATU

14/07/2004 HAMBA MASJID PEKAN SERIA BELAIT TEMPAT PENYIMPANAN RISALAH –RISALAH $0.00
ALLAH DOA,RISALAH –RISALAH KHAS DAN KITAB KITAB
DITEPI SEJADAH IMAM
20/10/2004 HAMBA MASJID SULTAN SHARIFF ALI BRUNEI MUARA 1) 9 BUAH KERUSI JENIS “CONFRENCE CHAIR WITH $453.00
ALLAH WRITING TABLE”

2) I BUAH ALMARI JENIS “SWING DOOR CABINET”

3) 1 BUAH ALMARI JENIS “PIGEON HOLE”


22/11/2004 HAMBA MASJID JUBLI PERAK SULTAN HAJI BRUNEI MUARA 1 SET LAMPU KRISTAL BESAIZ KECIL $3,500.00
ALLAH HASSANAL BOLKIAH,KG JANGSAK MUKIM
GADONG
25/01/2005 HAMBA KETUA KAMPONG MASJID KG PEKAN SERIA BELAIT 1 UNIT HOT & COLD WATER DISPENC $160.00
ALLAH PEKAN SERIA
DAERAH BELAIT
20/06/2005 HAMBA MASJID JUBLI PERAK SULTAN HAJI BRUNEI MUARA 1 SET LAMPU KRISTAL BESAIZ BESAR $10,000.00
ALLAH HASSANAL BOLKIAH,KG JANGSAK MUKIM
GADONG
9/08/2008 HAMBA HUMAIRA TRAVEL UNTUK MASJID-MASJID, SURAU-SURAU MANA-MANA 174 BUAH KERUSI $0.00
ALLAH CENTRE (BORNEO) DAN BALAI-BALAI IBADAT SELURUH TEMPAT YANG
SDN. BHD NEGARA MEMERLUKAN

17/02/2011 HAMBA KAMPONG TASEK MASJID BARU KAMPONG KIUDANG TUTONG SEBUAH KERUSI DAN PODIUM BAGI MIMBAR $2,450.00
ALLAH MERADUN

9/06/2011 HAMBA NO.66 KG. PANCHA SEKOLAH UGAMA KAMPONG BRUNEI MUARA 25 NASKAH MUSHAF AL-QURAN EDISI KECIL NEGARA $625.00
103

WAQAF PERALATAN
TARIKH PEWAQAF ALAMAT PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH PERALATAN YANG DIWAQAFKAN HARGA
ALLAH DELIMA PENGKALAN BATU BRUNEI DARUSSALAM (PERBELANJAAN CETAKAN AL-
QURAN ADALAH SUMBANGAN PEWAQAF SEBANYAK
$20,000.00 DAN CETAKAN DAN PENGAGIHAN
DIURUSKAN OLEH JMUIB)
11/09/2011 HAMBA NO.66 KG. PANCHA SEKOLAH UGAMA KASAT BRUNEI MUARA 5 NASKAH MUSHAF AL-QURAN EDISI KECIL NEGARA $125.00
ALLAH DELIMA BRUNEI DARUSSALAM (PERBELANJAAN CETAKAN AL-
QURAN ADALAH SUMBANGAN PEWAQAF SEBANYAK
$20,000.00 DAN CETAKAN DAN PENGAGIHAN
DIURUSKAN OLEH JMUIB)
10/10/2011 HAMBA NO.66 KG. PANCHA SEKOLAH UGAMA MASIN BRUNEI MUARA 10 NASKAH MUSHAF AL-QURAN EDISI KECIL NEGARA $250.00
ALLAH DELIMA BRUNEI DARUSSALAM (PERBELANJAAN CETAKAN AL-
QURAN ADALAH SUMBANGAN PEWAQAF SEBANYAK
$20,000.00 DAN CETAKAN DAN PENGAGIHAN
DIURUSKAN OLEH JMUIB)
31/10/2011 HAMBA NO.66 KG. PANCHA JABATAN HAL EHWAL MASJID -MASJID SELURUH NEGARA 239 NASKAH MUSHAF AL-QURAN EDISI KECIL NEGARA $5,975.00
ALLAH DELIMA NEGARA(10)MASJID UTAMA(33)MASJID BRUNEI DARUSSALAM (PERBELANJAAN CETAKAN AL-
MUKIM(50)MASJID KAMPONG(108) QURAN ADALAH SUMBANGAN PEWAQAF SEBANYAK
SURAU(14)BALAI IBADAT(24) $20,000.00 DAN CETAKAN DAN PENGAGIHAN
DIURUSKAN OLEH JMUIB)
10/11/2011 HAMBA NO.66 KG. PANCHA SEKOLAH UGAMA PANCHOR MURAI BRUNEI MUARA 5 NASKAH MUSHAF AL-QURAN EDISI KECIL NEGARA $125.00
ALLAH DELIMA BRUNEI DARUSSALAM (PERBELANJAAN CETAKAN AL-
QURAN ADALAH SUMBANGAN PEWAQAF SEBANYAK
$20,000.00 DAN CETAKAN DAN PENGAGIHAN
DIURUSKAN OLEH JMUIB)
10/11/2011 HAMBA NO.66 KG. PANCHA SEKOLAH UGAMA PUTAT BRUNEI MUARA 5 NASKAH MUSHAF AL-QURAN EDISI KECIL NEGARA $125.00
ALLAH DELIMA BRUNEI DARUSSALAM (PERBELANJAAN CETAKAN AL-
QURAN ADALAH SUMBANGAN PEWAQAF SEBANYAK
$20,000.00 DAN CETAKAN DAN PENGAGIHAN
DIURUSKAN OLEH JMUIB)
104

WAQAF PERALATAN
ALAMAT PERALATAN YANG
FAIL TARIKH PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH HARGA
PEWAQAF DIWAQAFKAN
12/12/2011 HAJAH HABIBAH BINTI HAJI JUMAT DAN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 22 NASKAH BUKU $0.00
HAJAH MASNAH BINTI HAJAI MAT TAHIR DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 18/01/2012 JAKIM BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 14 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA ENSIKLOPEDIA ULAMA
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 12/02/2012 DR. HAJAH MASNONO BINTI HAJI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 11 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 IBRAHIM DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 3/10/2012 HAJI DURAMAN BIN KURUS BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 3 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 1/01/2013 LEPASAN GRADUAN KONVENSYEN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 98 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 PERTAMA KUPUSB DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 16/01/2013 DR. HAJAH MASNONO BINTI HAJI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 3 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 IBRAHIM DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 20/02/2013 DR. HAJI ABDULLAH BIN HAJI LAMPOH BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 100 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 30/03/2013 SITI SARIFAH BINTI HAJI DURAMAN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
KUPUSB
105

WAQAF PERALATAN
ALAMAT PERALATAN YANG
FAIL TARIKH PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH HARGA
PEWAQAF DIWAQAFKAN
MU/JUB/12/1972 29/07/2013 DR. ELRASHID YOUSIF BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 16 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 28/08/2013 LEPASAN GRADUAN KONVENSYEN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 47 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 PERTAMA KUPUSB DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 29/08/2013 DR. HAJI NORARFAN BIN HAJI ZAINAL BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 17 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 21/09/2013 DR. HAJAH MASNON BINTI HAJI IBRAHIM BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 2 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 23/09/2013 LEPASAN GRADUAN KONVENSYEN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 118 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 PERTAMA KUPUSB DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 17/10/2013 USTAZ RUDYMAN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 4 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 24/10/2013 DR. HAJAH MASNON BINTI HAJI IBRAHIM BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 3 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 9/11/2013 SITI AMINAH BINTI HAJI JULAIHI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 2 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/12/2013 LEPASAN GRADUAN KONVENSYEN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 124 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 KUPUSB 1435H/2013M DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 PG. CHUCHU BIN PG. HJ. MOHD DAUD BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 22 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
106

WAQAF PERALATAN
ALAMAT PERALATAN YANG
FAIL TARIKH PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH HARGA
PEWAQAF DIWAQAFKAN
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 KING ABDUL AZIZ UNIVERSITY BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 26 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DATO` PADUKA HAJI MUSTAJAB BIN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 9 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 SHAIN DAN ISTERI DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI MOHD SALLEH BIN HAJI OMAR BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 42 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI AHMAD BIN HAJI RAMLI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 2 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI NAIDI BIN HAJI MOHAMMED NOR BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 7 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 JABATAN MAJLIS UGAMA ISLAM NEGARA BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 7 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 BRUNEI DARUSSALAM DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA MENGENAI KUTIPAN
KUPUSB ZAKAT
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 PUSAT SUMBER MPUSB BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 17 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJAH NORAYA BINTI HAJI METALI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 4NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 AL-RASHID YUSOF MOHAMMAD BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 8 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 USTAZ HAJI KADIR BIN TALIB BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 51 NASKAH BUKU $0.00
107

WAQAF PERALATAN
ALAMAT PERALATAN YANG
FAIL TARIKH PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH HARGA
PEWAQAF DIWAQAFKAN
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAMBA ALLAH BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 19 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 MAHAAD ISLAM BRUNEI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 4NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJAH SALMIAH BINTI HAJI MATARSAD BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 JABATAN MUFTI KERAJAAN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 20 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJAH SA`ADIAH BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DR. GHAZALI BASRI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 48 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJAH JAMILAH BINTI HAJI UMAR BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 46 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DR. HAJAH MASNON BINTI HAJI IBRAHIM BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 230 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJAH KASMAH BINTI HAJI SIPUT BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 24 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
108

WAQAF PERALATAN
ALAMAT PERALATAN YANG
FAIL TARIKH PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH HARGA
PEWAQAF DIWAQAFKAN
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAMBA ALLAH MELALUI PAKEJ WAQAF BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 7 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 JABATAN MUFTI KERAJAAN DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 PERPUSTAKAAN KUPUSB BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 39 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAMBA ALLAH BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 13 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI RUDYMAN BIN PENGARAH HAJI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 28 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 ABDULLAH DAN KELUARGA DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 USTAZ HAJI ROSLAN BIN UNTONG BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 5 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 USTAZ ISMAIL MAHMOOD BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DAYANG PUSPASARI BINTI HAJI ALIAMAT BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DAN DAYANG FARIDAH BINTI HAJI DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
TUMAS KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DAYANG MARINI BTE AWANG KAMIS BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 26 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 AWANG AZLI BIN OMAR (MAHASISWA BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 4 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 KUPUSB) DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI MASRI BIN HAJI KAMBAR BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
109

WAQAF PERALATAN
ALAMAT PERALATAN YANG
FAIL TARIKH PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH HARGA
PEWAQAF DIWAQAFKAN
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 UMMU ATIAH BINTI AWANG MAHMUD BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DAN NURUL IFFIAH AMALINA BINTI DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
OMAR KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DR. HAJAH MASNONO BINTI HAJI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 400 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 IBRAHIM DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 ALLAHYARHAM HAJI TIMBANG BIN HAJI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 3 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 ISMAIL DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 JABATAN AL-QURAN DAN HADITH BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 14 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 AKADEMI PENGAJIAN ISLAM UNIVERSITI DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
MALAYA KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 PERPUSTAKAAN KEMENTERIAN HAL BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 14 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 EHWAL UGAMA NBD DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAMBA ALLAH MELALUI PAKEJ WAQAF BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 16 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 JABATAN MUFTI KERAJAAN DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 JABATAN MUFTI KERAJAAN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 3 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI METUDIN BIN HAJI METASSAN DAN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 4 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 KELUARGA DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DAYANG TIARA BINTI HAJI BASMAN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 9 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI ARPAN SHAHBUDIN BIN HAJI ABDUL BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 21 NASKAH BUKU $0.00
110

WAQAF PERALATAN
ALAMAT PERALATAN YANG
FAIL TARIKH PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH HARGA
PEWAQAF DIWAQAFKAN
PT.3 LATIF DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DR GHAZALI BASRI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 36 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI MUHAMMAD ALAI HAIHAM BIN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 41 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 HAJI SABAN DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DR ARIFFIN BIN OMAR BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 14 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAMBA ALLAH (PHA) BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 7 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 DR GHOZALI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 5 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI ISA BIN HAJI TAMIT BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 151 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 PUSTAKA NATIONAL PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 JABATAN HAL EHWAL MASJID BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 20 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 PHA BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
KUPUSB
111

WAQAF PERALATAN
ALAMAT PERALATAN YANG
FAIL TARIKH PEWAQAF TEMPAT DIWAQAFKAN DAERAH HARGA
PEWAQAF DIWAQAFKAN
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI METUDIN BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 17 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJAH ZABAIDAH AWANG HAJI CHEE BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 8 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA PELBAGAI TAJUK
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI AZMAN BIN HAJI SAID BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
KUPUSB
MU/JUB/12/1972 7/07/2014 HAJI ROSLAN DAN ISTERI BRUNEI PROGRAM WAQAF TARBIAH BRUNEI 1 NASKAH BUKU $0.00
PT.3 DARUSSALAM KUPUSB -PERPUSTAKAAN MUARA
KUPUSB