Anda di halaman 1dari 6

Rizqi Rahma Fitri (192FF05124)

A3

1. Jelaskan metode yang anda akan gunakan dalam industri farmasi, apakah stock
opname atau cycle counting, beserta argumen masing-masing?
Dibandingkan stock opname metode penyimpanan cycle counting lebih efisien terhadap
penyimpanan di gudang industri farmasi. Hal ini dikarenakan stock opname sangat
merepotkan dimana staff gudang harus mencocokan satu ratusan bahkan ribuan data
dengan stok fisik yang tersedia dengan menghitungnya satu per satu. Sedangkan cycle
counting perhitungan dilakukan terus menerus dan dapat dilakukan per hari atau per
minggu sesuai dengan preferensinya sehingga lebih mudah karena sama dengan mencicil
stock opname tiap bahan yang dimiliki daripada melakukan perhitungan secara
menyeluruh seklaigus.
Dengan metode cycle counting bahan-bahan yang tingkat kebutuhannya tinggi dapat
dihitung lebih sering atau diprioritaskan dibandingkan dengan bahan yang tingkat
kebutuhannya rendah. Maka data yang dimiliki lebih konsisten dan meminimalisir kerugian
karena adanya pengecekan dan penyesuaian secara berkala.

2. Jelaskan Semua Atribut Dalam Quadrant Analisis Strategis (1) Untuk Industri
Farmasi Di Indonesia
Rizqi Rahma Fitri (192FF05124)
A3

Market Development
Pengembangan pasar adalah nama yang diberikan kepada suatu strategi pertumbuhan, di mana
unit bisnis berusaha untuk menjual produk-produk yang telah ada di pasar-pasar yang baru.
Ada banyak cara untuk mengaplikasikan strategi ini, termasuk :
a. geografis pasar baru misalnya produk ekspor ke negara yang baru
b. dimensi atau kemasan produk yang baru
c. saluran distribusinya yang baru
d. menerapkan kebijakan harga yang berbeda untuk menarik pelanggan baru atau
membuat segmen pasar yang baru.

Market Penetration
Penetrasi pasar adalah nama yang diberikan kepada suatu strategi pertumbuhan di mana
perusahaan berfokus pada penjualan produk-produk yang ada di pasar-pasar yang telah ada
sebelumnya

Product development
Bila konsep produk lolos dari uji analisis usaha, konsep itu lalu menuju riset dan pengembangan
dan/atau rekayasa untuk dikembangkan menjadi. Bila konsep produk lolos dari uji analisis
usaha, konsep itu lalu menuju riset dan pengembangan dan/atau rekayasa untuk
dikembangkan menjadi produk fisik. Bagian riset dan pengembangan membuat satu atau
beberapa versi bentuk fisik dari konsep produk agar bisa menemukan sebuah prototipe yang
memenuhi konsep produk dan dapat diproduksi dengan biaya 

Forward Integration
Strategi integrasi ke depan adalah strategi yang dijalankan dengan meraih kendali atas jalur
distribusi, mulai dari distributor hingga retailer. Wujud dari kendali atas jalur distribusi adalah
dengan mendirikan sendiri jalur distribusi, memperoleh kepemilikan atas jalur distribusi atau
memperoleh kendali. Semakin meningkatnya jumlah manufaktur atau dalam hal ini pemasok
menyebabkan semakin meningkatnya penggunaan strategi integrasi ke depan oleh manufaktur,
Rizqi Rahma Fitri (192FF05124)
A3

E-commerce, franchise, factory outlet adalah bentuk pengembangan strategi integrasi ke depan
yang sedang tren saat ini.

Backward Integration
Strategi integrasi ke belakang digunakan dengan memperoleh kepemilikan atau meningkatkan
kendali atas perusahaan pemasok. Baik manufaktur maupun retailer membutuhkan bahan baku
dari pemasok.

Horizontal Integration
Strategi integrasi horizontal mengarah pada strategi yang memperoleh kepemilikan atau
meningkatkan kendali atas perusahaan pesaing. Merupakan strategiyang paling tren digunakan
secara signifikan dalam strategi pertumbuhan.

Diversifikasi / Diversification
Diversifikasi adalah nama yang diberikan kepada strategi pertumbuhan di mana sebuah bisnis,
produk-produknya baru dan di pasar-pasar yang baru pula. Ini merupakan langkah pemasaran
yang lebih berisiko karena, strategi bisnis yang bergerak dalam pasar yang baru memiliki sedikit
atau mungkin tidak ada pengalaman atas produk produk baru tersebut.
Bila sebuah unit bisnis akan mengaplikasikan strategi diversifikasi, maka harus memiliki visi
yang jelas tentang apa yang akan di dapatkan dari strategi yang jujur dan penilaian atas resiko
bilamana dalam faktanya menemui kegagalan.
Ada tiga tipe umum strategi diversifikasi yang sudah banyak diketahui dan diimplementasikan
menurut Fred R. David, yaitu concentric diversification, horizontal diversification, dan
conglomerate diversification. Secara keseluruhan kelompok strategi ini makin lama makin
kurang popular, paling tidak dari sisi tingginya tingkat keslitan manajemen dalam
mengendalikan aktivitas-aktivitas perusahaan yang berbeda-beda tersebut.
a. Concentric diversification strategy. Strategi ini dapat dilaksanakan dengan cara
menambah produk dan jasa yang baru tetapi masih saling berhubungan. Jadi, tujuan
strategi ini untuk membuat produk baru yang berhubungan untuk pasar yang sama. Hal
Rizqi Rahma Fitri (192FF05124)
A3

ini dapat dilakukan jika bersaing pada industry yang pertumbuhannya lambat atau
decline.
b. Horizontal diversification strategy. Strategi ini dilakukan dengan menambahkan produk
dan jasa pelayanan yang baru, tetapi tidak saling berhubungan untk ditawarkan pada
para konsumen yang ada ada sekarang. Jadi, tujuan startegi ini adalah menambah
produk baru yang tidak berhubungan dengan tujuan memuaskan pelanggan yang sama.
Hal in dapat dilakukan jika produk baru dapat mendukung produk lama, persaingan
pada produk lama berjalan ketat dan dalam tahapan mature, distribusi produk baru
kepada pelanggan lancar, dan pada tingkat yang lebih dalam bahwa musim penjualan
dari kedua produk relative beda.
c. Conglomerate diversification strategy. Yaitu strategi dengan menambahkan produk atau
jasa yang tidak saling berhubngan. Jadi, tujuan sstrategi ini adalah untuk menambah
produk baru yang tidak saling berhubungan untuk pasar yang berbeda. Hal ini dapat
dilakukan, jika industri disektor ini telah mengalami kejenuhan, ada peluang untuk
memilki bisnis yang tidak berkaitan yang masih berkembang baik, serta memiliki sumber
daya untuk memasuki industry baru tersebut.

Divestasi Perusahaan (Divestiture)


adalah pengurangan beberapa jenis aset baik dalam bentuk finansial atau barang, dapat pula
disebut penjualan dari bisnis yang dimiliki oleh perusahaan. Ini adalah kebalikan dari investasi
pada aset yang baru

Liquidation
adalah pembubaran perusahaan oleh likuidator dan sekaligus pemberesan dengan cara
melakukan penjualan harta perusahaan, penagihan piutang, pelunasan utang, dan penyelesaian
sisa harta atau utang di antara para pemilik
Rizqi Rahma Fitri (192FF05124)
A3

Retrenchment
Retrenchment terjadi ketika suatu organisasi menyusun kembali melalui pengurangan biaya
dan aset untuk membalikkan penurunan penjualan dan laba. Kadang-kadang disebut strategi
turnaround atau reorganisasi, penghematan dirancang untuk memperkuat kompetensi dasar
dasar organisasi. Selama penghematan, ahli strategi bekerja dengan sumber daya yang terbatas
dan menghadapi tekanan dari pemegang saham, karyawan, dan media. Retrenchment dapat
melibatkan penjualan tanah dan bangunan untuk mengumpulkan uang tunai yang dibutuhkan,
memangkas lini produk, menutup bisnis marjinal, menutup pabrik usang, mengotomatisasi
proses, mengurangi jumlah karyawan, dan melembagakan sistem kontrol pengeluaran.

Unrelated diversification
Dalam menjalankan strategi diversifikasi yang tidak berhubungan atau unrelated
diversification kemudian biasanya membutuhkan proses akuisisi dalam pelaksanaannya.
Menurut Thompson et al dinyataka baha, terdapat beberapa kriteria dalam melakukan proses
tersebut diantaranya adalah sebagai berikut :
- Apakah bisnis yang aka diakuisisi dapat memenuhi target korporasi untuk sisi
keuntungan dan ROI ?
- Apakah bisnis yang akan diakuisisi berada didalam industri yang memiliki pertumbuhan
dan potensi yang menarik ?
- Apakah bisnis yang akan diakuisisi cukup besar untuk berkontribusi secara signifikan
bagi perusahaan induk ?

Joint venture
adalah usaha bisnis yang dilakukan oleh dua entitas bisnis atau lebih untuk periode waktu
tertentu. kerja sama ini diciptakan untuk memberikan tujuan spesifik dan ditentukan dalam
rencana yang telah disepakati. Sistem ini biasanya berakhir setelah tujuan-tujuan tersebut
terpenuhi kecuali para pihak memutuskan untuk terus bekerja sama
Rizqi Rahma Fitri (192FF05124)
A3

3. Perhitungan Cycle Counting


a. Klasifikasi item menggunakan metode ABC
b. Menentukan kebijakan cycle counting untuk tiap kelas, missal:
- 20 hari (setiap bulan) untuk kelas A
- 60 hari (setiap kuartal) untuk kelas B
- 120 hari (setiap 6 bulan)untuk kelas C
c. Tentukan jumlah item yang harus dihitung per hari (tiap kelas) = jumlah item
(perkelas)/ cycle kelas
PT. Hexpharm Jaya mengelola 3500 item raw material, maka:
1. Metode ABC
- Kelas A = 350 item
- Kelas B = 1225 item
- Kelas C = 1925 item
2. Kebijakan counting tiap kelas:
- 20 hari (setiap bulan) untuk kelas A
- 60 hari (setiap kuartal) untuk kelas B
- 120 hari (setiap 6 bulan) untuk kelas C
3. Jumlah item yang dihitung:

- Kelas A = 350/20 = 17,5 item/ hari ̴ 18 item/hari

- Kelas B = 1225/60 = 20,42 item/hari ̴ 21 item/hari

- Kelas C = 1925/120 = 16,04 item/hari ̴ 16 item/hari


Jadi total item per hari yang harus dihitung sebanyak 55 item perhari