Anda di halaman 1dari 11

PEMERIKSAAN RESISTENSI OSMOSI

ERIROSIT
DISUSUN OLEH :
SUKMA BAKTI (P27903219019)
Y U L I P E R M AT A S A R I ( P 2 7 9 0 3 2 1 9 0 2 2 )
FUNGSI PEMERIKSAAN RESISTENSI OSMOSIS
ERITROSIT

Pemeriksaan Resistensi Osmotik (Daya Tahan Osmotik) atau Osmotic Fragility


Test digunakan untuk membantu dalam menentukan tipe-tipe dari jenis anemia
• Talasemia mayor dan minor (anemia Mediterania atau anemia
Faktor Penuruan Cooley)
Fragilitas Eritrosit • Anemia (defisiensi besi, defisiensi asam folat, defisiensi vit B6, sel
sabit)
• Penyakit hemoglobin C
• Polisitemia vera
• Post splenektomi
• Nekrosis hati akut dan sub akut
• Ikterik obstruktif.

• Sferositosis herediter
• Transfusi (inkompatibilitas ABO dan Rhesus) Faktor Peningkatan
• Anemia hemolitik autoimun (AIHA) Fragilitas Eritrosit
• Penyakit hemoglobin C
• Toksisitas obat atau zat kimia
• Leukemia limfositik kronis
• Luka bakar (termal).
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI FRAGILTAS
ERITROSIT

Kondisi Fisoligis Paparan Sinar Matahari Usia Organisme Inang

Kondisi patologis Usia Sel Darah Merah

Morfologi sel darah merah Ph Darah


PROSEDUR PEMERIKSAAN
RESISTENSI OSMOSIS ERITROSIT
Tujuan :
Untuk mengetahui ketahanan
membrane eritrosit terhadap larutan Alat Dan Bahan :
hipotonik. Alat :
• Tabung Reaksi
Metode : • Rak Tabung Reaksi
Sanford • Pipet Tetes
Bahan :
• Darah EDTA (1 ml darah vena: 10 uL
• LarutanEDTA 10%
Prinsip :
• Larutan NaCl 0,5%
Eritrosit dimasukan ke dalam berbagai
• Aquadest
pengenceran larutan NaCl 0,5%sehingga
eritrosit membengkak dan hemolis.
CARA KERJA :
1. Siapkan tabung reaksi sebanyak 12 tabung
2. Kedalam tabung reaksi tersebut dimasukkan 25, 24, 23,22, 21, 20, 19, 18, 17, 16, 15 dan 14 tetes larutan
NaCl 0,50%
3. Kemudian ditambahkkan aquadest 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9,10 dan 11 tetes sehinggamasing-masing tabung
menjadi 25 tetes (konsentrasinya menjadi 0,50% ; 0,48% ; 0,46% ; 0,44% ; 0,42% ; 0,40% ; 0,38% ; 0,36% ;
0,34% ; 0,32% ; 0,30% dan 0,28%)
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
NaCl 0,5%
25 24 23 22 21 20 19 18 17 16 15
(tetes)
Aquadest 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Konsentrasi
0,50% 0,48% 0,46% 0,44% 0,42% 0,40% 0,38% 0,36% 0,34% 0,32% 0,30%
Larutan (%)

4. Ke dalam masing-masing tabung ditambahkan sebanyak 1 tetes darah EDTA


5. Masing-masing tabung dikocok perlahan-lahan sampai merata
6. Tabung diinkubasi selama 2 jam dalam suhu kamar
7. Hasil pemeriksaan dibaca mulai dari terjadinya hemolisis dan hemolisis total ( resistensi minimal dan
resistensi maksimal)
PEMBACAAN
• Perhatikan warna dan intensitasnya serta endapan eritrosit yang ada pada dasar tabung.

HEMOLISIS :
Peristiwa yang terjadi pada kondisi PERMULAAN HEMOLISIS :
hipotonik, eritrosit tidak mampu menahan Ditandai dengan terdapatnya cairan berwarna
tekanan sejumlah air yang masuk sehingga merah dibagian atas pada tabung yang pertama
membran eritrosit pecah dan hemoglobin kali dan pada dasar tabung terdapat endapan
keluar mewarnai larutan sekelilingnya eritrosit.
menjadi berwarna merah.

HEMOLISIS TOTAL :
Ditandai dengan cairan seluruhnya berwarna merah dan tidak ada gumpalan eritrosit di
dasar tabung.
RESISTENSI MINIMAL : RESISTENSI MAKSIMUM :
Permulaan hemolisis dari eritrosit dalam Hemolisis total dari eritrosit dalam cairan
cairan dengan konsentrasi NaCl tertinggi. dengan konsentrasi NaCl tertinggi

Nilai Normal :
Resistensi maksimal : 0,32 % – 0,36%
Resistensi minimal : 0,42 % – 0,46%
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TEMUAN LABORATORIUM
• pH plasma, suhu, konsentrasi glukosa, dan saturasi oksigen pada darah.
• Eritrosit yang berumur lama cenderung memiliki fragilitas osmotik yang tinggi.
• Sampel darah yang diambil lebih dari 3 jam dapat menunjukkan peningkatan
fragilitas osmotik.