Anda di halaman 1dari 5

Rizki Febriyanti , Akhmad Aniq Barlian Vol 8 (1) 2019 pp 36-40

Volume 8 No.1 2019

p-ISSN: 2089-5313
e-ISSN: 2549-5062
http://ejournal.poltektegal.ac.id/index.php/parapemikir
E-mail: parapemikir@poltektegal.ac.id

PENGARUH PERBEDAAN BAHAN PENGIKAT KARBOMER, METHYL


CELLULOSA DAN KOMBINASINYA TERHADAP SIFAT FISIK SEDIAAN
EYELINER DARI ARANG BATOK KELAPA

Rizki Febriyanti 1, Akhmad Aniq Barlian 2


12
Program Studi DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama,
Jalan Mataram No 9 Kota Tegal 52142, Indonesia
Email : rizki.febriyanti83@gmail.com

Article Info Abstrak


Eyeliner merupakan kosmetik yang sering digunakan oleh wanita, Dimana eyeliner
Article history: merupakan contoh kosmetik riasan dekoratif yang berfungsi mempercantik dan
Received Desmber menegaskan bentuk mata. Untuk mengembangkan produk eyeliner, bahan penting yang
2018 digunakan adalah karbon dan bahan pengikat, Tujuan penelitian ini adalah untuk
Received in mengetahui karbon dari arang batok kelapa dapat dimanfaatkan menjadi produk
revised form kosmetik eyeliner dengan bahan pengikat yang berbeda-beda dan untuk mengetahui
Desember 2018 formula dengan bahan pengikat yang memberikan sifat fisik paling baik pada sediaan
Accepted Januari eyeliner dari arang batok kelapa. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen
2019 laboratorium yaitu dengan mencampurkan bahan pengikat karbomer, MC maupun
Available online kombinasi keduanya, etanol 96%, metal paraben, aquadest, dan menambahkan karbon
aktif di dalamnya. Dilakukan pengujian sifat sediaan yaitu uji homogenitas, uji pH, uji
January 2019 oles, uji iritasi terhadap kulit sukarelawa serta uji kesukaan terhadap sediaan eyeliner.
Hasil penelitian menunjukan bahwa arang batok kelapa dapat digunakan pada sediaan
Kata kunci: eyelinerdan formula yang memiliki uji sifat fisik paling disukai adalah formula III
eyeliner, karbomer, dengan dengan bahan pengikat kombinasi karbomer dan MC dengan konsentrasi
MC, kombinasi, uji masing-masing 1%.
sifat fisik.

abstract

Eyeliner is a cosmetic that is often used by women, where eyeliner is an example of


decorative makeup cosmetics that function to beautify and confirm the shape of the
eyes. To develop eyeliner products, the important ingredients used are carbon and
binder. The purpose of this study is to find out that carbon from coconut shell charcoal
can be used as cosmetic eyeliner products with different binding materials and to find
out formulas with binders that provide physical properties. best on eyeliner
preparations from coconut shell charcoal. This study uses a laboratory experimental
method that is by mixing carbomer binder, MC and a combination of both, 96%
ethanol, paraben metal, aquadest, and adding activated carbon in it. The properties of
the dosage were tested, namely homogeneity test, pH test, topical test, irritation test on
voluntary skin, and test of preference for eyeliner preparations. The results showed that
Keywords: eyeliner, coconut shell charcoal can be used in eyeliner preparations and the formula which has
carbomer, MC, the most preferred physical properties test is formula III with a carbomer and MC
combination, physical combination binder with a concentration of 1% each.
properties test

©2019PoliteknikHarapanBersamaTegal

36
Rizki Febriyanti , Akhmad Aniq Barlian Vol 8 (1) 2019 pp 36-40

Alamat korespondensi:
Prodi DIII Farmasi Politeknik Harapan Bersama Tegal
Gedung A Lt.3. Kampus 1
Jl. Mataram No. 09 Kota Tegal, Kodepos 52122
Telp. (0283) 352000 p-ISSN: 2089-5313
E-mail: parapemikir_poltek@yahoo.com e-ISSN: 2549-5062

37
Rizki Febriyanti , Akhmad Aniq Barlian Vol 8 (1) 2019 pp 36-40

Uji organoleptik dimaksud untuk melihat


I. PENDAHULUAN tampilan fisik fisik sediaan yang meliputi
Kosmetik menjadi salah satu produk perawatan bentuk, warna dan bau.
yang digunakan oleh sebagian besar wanita1, salah b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas menggunakan object glass
satunya adalah eyeliner kosmetik yang paling sering
dengan cara: sejumlah tertentu sediaan
digunakan oleh sebagian besar wanita untuk dioleskan pada object glass kemudian
mempercantik dan menegaskan bentuk mata mengamati apakah sediaan homogen atau
digunakan disekeliling kontur mata terdapat butiran kasar.
Karbon yang berasal dari tempurung kelapa yang c. Uji pH
digunakan untuk kesehatan dan kecantikan kemudian Sampel dibuat dalam konsentrasi 1% yaitu
diaktivasi yang bertujuan memperbesar luas ditimbang 1 gram sediaan dan diencerkan
dalam gelas beker dengan akuades hingga 100
permukaan arang dengan cara membuka pori-pori
ml. Keras pH dicelupkan kedalam larutan
yang tertutup sehingga akan memperbesar kapasitas tersebut, kemudian dicocokkan pada indikator
adsorbsi terhadap zat warna2. Pada pembuatan sediaan pH. Nilai pH penting untuk mengetahui tingkat
eyeliner dibutuhkan formula untuk menghasilkan keasaman dari sediaan agar tidak mengiritasi
sediaan yang terstandar. Salah satu bahan terpenting kulit. Sehingga pH sediaan kosmetik harus
dalam formulanya adalah adanya bahan pengikat. sesuai dengan pH kulit, yaitu antara 4,5-7,04.
Bahan pengikat yang digunakan dalam penelitian ini d. Uji Iritasi
Percobaan ini dilakukan pada 6 orang panelis
adalah Karbomer, Methyl Cellulosa atau biasa dengan cara mengoleskan sediaan pada kulit
disingkat dengan istilah MC dan kombinasi dari kedua bagian dalam lengan bawah selama 2 hari
bahan pengikat tersebut. Karbomer merupakan berturut-turut4. Kemudian diamati terjadinya
polimer dengan berat molekkul yang tinggi, sering eritema dan edema5.
digunakan dalam formulasi sediaan farmasi cair atau e. Uji Oles
semi padat untuk mengubah reologi/ sifat alir dari Uji oles dengan cara mengoleskan eyeliner
pada bagian punggung tangan. Pelepasan
sediaan tersebut. Formulasi tersebut termasuk krim,
eyeliner yang tidak baik ditunjukan dengan
gel, lotion dan salep untuk sediaan mata dll3. sedikitnya eyeliner yang menempel pada
Sedangkan Methyl Cellulosa merupakan golongan punggung tangan dan terputus-putus, pelepasan
selulosa yang bersifat higroskopis, praktis tidak eyeliner yang baik ditunjukan dengan eyeliner
berbau dan tidak berasa 3 sehingga sangat cocok yang menempel pada punggung tangan dan
apabila digunakan untuk formulasi pada sediaan gel. tidak terputus-putus6.
Penelitian disini bertujuan untuk mengetahui karbon
dari arang batok kelapa dapat dimanfaatkan menjadi III. HASIL DAN PEMBAHASAN
produk kosmetik eyeliner dengan bahan pengikat yang a. Uji Organoleptik
berbeda-beda dan untuk mengetahui formula dengan Uji organoleptik mengamati bentuk, warna, dan
bahan pengikat yang memberikan sifat fisik paling aroma.
baik pada sediaan eyeliner dari arang batok kelapa. Tabel 1. Uji Organoleptik
Formula Bentuk Warna Aroma
II. METODOLOGI PENELITIAN
Paling
Alat : neraca analitik, stick pH, cawan porselen, I Hitam Tidak berbau
Kental
mesh 120, batang pengaduk gelas ukur, gelas beker,
Agak
dan object glass. II Hitam Tidak berbau
kental
Bahan : karbon aktif tempurung kelapa, alkohol
96%, aquades, carbomer, metil p-hidrobenzoat. III Kental Hitam Tidak berbau
Prosedur Penelitian
1. Pembuatan karbon aktif dari tempurung kelapa Keterangan :
Batok kelapa dibuat menjadi arang dengan cara Formula I : Eyeliner dengan bahan
pembakaran, yang selanjutnya dilakukan proses pengikat karbomer
aktivasi dengan menggunakan furnance. Formula II : Eyeliner dengan bahan
2. Pembuatan sediaan eyeliner. Pembuatan eyeliner pengikat MC
diawali dengan mengayak serbuk kabon aktif Formula III : Eyeliner dengan bahan
menggunakan mesh 120. Metil p-hidrobenzoat pengikat kombinasi karbomer
dilarutkan dalam etanol, carbomer dibasahi dan MC
dengan etanol, kemudian campuran tersebut Hasil pengamatan organoleptik menunjukan
ditambahkan ke dalam aquades. Kemudian bahwa tiap formula sediaan eyeliner yang dibuat
karbon aktif didispersikan ke dalam campuran memiliki warna dan aroma yang sama yaitu
tersebut dan dihomogenkan. berwarna hitam dan tidak berbau, tetapi dari segi
bentuk memiliki masing-masing formula memiliki
Penentuan Mutu Fisik Sediaan Eyeliner perbedaan. Pada formula I menghasilkan bentuk
a. Uji Organoleptik
38
Rizki Febriyanti , Akhmad Aniq Barlian Vol 8 (1) 2019 pp 36-40

yang lebih kental dimana sesuai dengan karakteristik d. Uji Iritasi


karbomer sebagai gelling agent akan dihasilkan Pengujian iritasi bertujuan untuk mengetahui
sediaan yang kental apalagi dengan konsentrasi terjadinya iritasi pada saat dioleskan pada kulit
maksimal dari karbomer yang digunakan. Sedangkan lengan bawah, dimana reaksi yang diamati
pada formula II menghasilkan bentuk yang agak terjadinya eritema dan edema.
kental dibanding formula III yang kental. Dimana
formula II menggunakan MC sebagai bahan Tabel 4. Uji Iritasi
pengikatnya dan MC merupakan golongan selulosa Relawan
yang secara karakteristik mudah larut dalam air pada Pernyataan Eyeliner
I II III
sediaan liquid maupun semi solid. Sehingga sediaan FI - - -
yang dibuatpun dalam konsentrasi yang maksimal pun Eritema FII - - -
masih aman FIII - - -
b. Uji Homogenitas FI - - -
Pengujian homogenitas untuk mengetahui Edema FII - - -
homogen tidaknya eyeliner yang dihasilkan. FIII - - -
Homogenitas mencerminkan tidak terbentuknya
partikel-partikel yang memisah. Keterangan :
Tabel 2. Uji Homogenitas + : Terjadi reaksi
Formula Homogenitas Literatur - : Tidak terjadi reaksi
Hasil pengamatan uji iritasi kulit untuk
I Tidak Homogen Tidak terlihat adanya mengetahui terjadinya efek samping pada kulit,
II Tidak Homogen gelembung udara, dengan memakai eyeliner pada kulit bagian dalam
gumpalan dan lengan bawah selama 2 hari berturut-turut, ternyata
III Tidak Homogen partikel yang tidak terlihat adanya efek samping berupa eritema
terpisah dan edema pada kulit yang ditimbulkan oleh
sediaan.
e. Uji Oles
Keterangan :
Uji oles dilakukan secara visual dengan cara
Formula I : Eyeliner dengan bahan pengikat
mengoleskan sediaan eyeliner pada kulit punggung
karbomer
tangan. Pelepasan zat warna yang tidak baik
Formula II : Eyeliner dengan bahan pengikat
ditunjukan dengan sedikitnya warna yang
MC
menempel pada kulit punggung tangan, pelepasan
Formula III : Eyeliner dengan bahan pengikat
zat warna yang baik ditunjukan dengan banyaknya
kombinasi karbomer dan MC
warna yang dilepaskan dan menempel dengan baik
Hasil pengamatan bahwa sediaan eyeliner formula
pada punggung tangan.
I, II dan III yang dihasilkan tidak homogen. Hal ini
Pemeriksaan dilakukan terhadap masing-masing
dikarenakan serbuk arang batok kelapa yang kurang
sediaan dari tiap formula yang dibuat dan dioleskan
larut dalam sediaan eyeliner, disebabkan karena
pada kulit punggung tangan. Semakin sedikit
serbuk arang batok kelapa yang kurang halus atau
pengolesan maka semakin baik sediaan dan
sifatnya yang tidak larut dalam air.
sebaliknya semakin banyak pengolesan maka
c. Uji pH
kurang baik sediaan eyeliner tersebut. Diperoleh
Pengujian pH eyeliner bertujuan untuk mengetahui
dari masing-masing formula eyeliner formula III
nilai keasaman pada eyeliner dan mengetahui sesuai
dengan bahan pengikat kombinasi karbomer dan
tidaknya pH eyeliner dengan standar yang ditentukan.
MC mengasilkan pelepasan zat warna yang baik
Sehingga sediaan kosmetik harus sesuai dengan pH
dengan warna hitam yang menempel dengan baik
kulit, yaitu antara 4,5-7,04.
pada punggung tangan, sedangkan eyeliner formula
I dengan bahan pengikat karbomer dan formula II
Tabel 3. Uji pH
dengan bahan pengikat MC menghasilkan
Formula Uji pH Syarat pelepasan zat warna yang baik dengan warna hitam
tetapi tidak menempel dengan baik pada punggung
I 5
tangan.
4,5-7,0 [4]
II 5
III 5
IV. KESIMPULAN
Hasil pengamatan pH menunujukan bahwa sediaan Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
eyeliner baik pada formula I, II dan III memiliki pH Karbon dari arang batok kelapa dapat dimanfaatkan
yang sama yaitu pH 5, dimana masih menunjukan menjadi produk kosmetik eyeliner dengan bahan
kisaran pH yang sesuai dengan pH kulit yaitu 4,5-7,0 pengikat yang berbeda-beda dan Formula dengan
sehingga tidak beresiko menimbulkan reaksi negatif yang memberikan sifat fisik paling baik pada
pada kulit. Jadi dapat disimpulkan bahwa perbedaan sediaan Eyeliner dari Arang Batok Kelapa adalah
bahan pengikat tidak mempengaruhi terhadap nilai pH pada formula III dengan menggunakan bahan
sediaan yang dibuat. pengikat kombinasi Karbomer dan Methyl
. cellulosa.

39
Rizki Febriyanti , Akhmad Aniq Barlian Vol 8 (1) 2019 pp 36-40

Rowe, Raymond C., dkk 2009a, Handbook


of pharmaceutical Excipient, Sixth Edition.
V. REFERENSI London ; Pharmaceutical Press.
[1] Safitri, Meta dkk. 2016. Pengembangan
Rowe, Raymond C., dkk 2009b,
formulasi dan evaluasi fisik sediaan krim Handbook of pharmaceutical Excipient,
ekstrak etanol 70% daun labu siam(Sechium Sixth Edition. London ; Pharmaceutical
edule (Jacq.)Swatz).Vol3. Sekolah Press.
Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal [4] Wasitaatmadja, S.M. (1997). Penuntun
Manajemen Pendidikan Dasar dan
Ilmu Kosmetik Medik. Jakarta: UI Press.
Menengah, Departemen Pendidikan
33-37
Nasional.
[5] Barel, A.O., Marc. P., Howard, I.M.
[2] Arsad, E. danHamdi, S. 2010.Jurnal Riser
(2001). Hanbook of Cosmetic Science and
IndustriHasilHutan.2. (2) : 44-46
Technology. New York: Marcel Dekker,
[3] Rowe, Raymond C., dkk 2009, Handbook of
Inc. Halaman 110, 664-665.
pharmaceutical Excipient,VIEdition. London
[6] Masumah, Lif Anis. 2017. Formulasi dan
; Pharmaceutical Press.
Uji Sifat Fisik Sediaan Blush On Dari
Rowe, Raymond C., dkk 2009, Handbook of
Ekstrak Kayu Secang (Caesalpinia sappan
pharmaceutical Excipient, Sixth Edition. L.).
London ; Pharmaceutical Press.

40