Anda di halaman 1dari 15

Mata kuliah: Statistika Ekonomi

LAPORAN HASIL KUISIONER PEMBELAJARAN DARING

Dosen Pengampu : Khairunnisa Harahap, M.Si.

OLEH :
FELICIA MARTHA HAZEL SITORUS (7193520021)
SHOFY MAZAYA SIREGAR (7193520033)
UMMU SALMAH TANJUNG (7193520050)

AKUNTANSI NON-DIK 2019 C

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2019

i
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan Yang Maha Esa yang telah menciptakan alam seisinya dan
juga manusia dengan berbagai kemampuan dan intelektual sehingga penulis dapat
menyelesaikan laporan hasil kuisioner mengenai pembelajaran daring ini.

Laporan ini ditulis untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Statistika Ekonomi yang
diberikan oleh dosen pengampu mata kuliah sekaligus pembimbing pada penulisan laporan
ini.

Penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada Dosen pengampu mata kuliah


Statistika Ekonomi berkat bimbingannya penulis mampu menyelesaikan laporan tepat pada
waktunya. Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada orangtua dan teman-teman,
karena tanpa dorongan mereka, penulis tidak akan termotivasi untuk menyelesaikan laporan
ini.

Penulis sangat menyadari bahwa laporan ini jauh dari kesempurnaan. Untuk itu
penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak agar
kedepannya penulis dapat memperbaiki segala kekurangan yang ada.

Penulis berharap mudah – mudahan laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca,
khususnya bagi mahasiswa Universitas Negeri Medan.

Medan, 19 Mei 2020

Kelompok 8

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................... i


DAFTAR ISI ............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .............................................................................................. 1
1.2 Tujuan ............................................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Landasan Teori............................................................................................... 2
2.2 Metodologi Penelitian .................................................................................... 3
2.3 Hasil Penelitian .............................................................................................. 3

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ................................................................................................... 12


3.2 Saran .............................................................................................................. 12

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

PANDEMI Covid-19 ini mengakibatkan terjadinya perubahan kebijakan secara

mendasar dalam dunia pendidikan tanah air. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI,

Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk mengatur kegiatan

pembelaran selama masa pandemi ini.

Hal tersebut dikeluarkan melalui Surat edaran Nomor 4 Tahun 2020, yaitu tentang

Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease

(Covid-19), tertanggal 24 Maret 2020. yang paling mendasar dalam pembelajaran sitem

daring ini ialah merubah cara belajar mengajar siswa dan guru adalah kebijakan belajar dari

rumah.

Kebijakan belajar dari rumah ini sangat merubah kebiasaan, ataupun prilaku guru dan

siswa selama ini.Bagaimana tidak, selama ini guru mengajar di kelas dalam artian mengajar

di sebuah banguanan sekolah yang memiliki fungsi belajar mengajar, dengan didukung oleh

sarana penunjang proses belajar mengajar tersebut.

Dengan kebijakan baru ini guru dibuat kelimpungan karena masih mencari pola yang tepat

bagaimana pembelajaran dari rumah itu bisa dilakukan. Jalan terbaik yaitu melakukan atau

mengupayakan pembelajaran berbasis dalam jaringan. Nama lainnya adalah pembelajaran daring

(online learning).

1.2 Tujuan

1. Mengetahui hasil dari kuisioner pembelajaran daring

2. Dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan dari pembelajaran berbasis daring

3. Menyimpulkan apa kendala yang dialami Siswa dalam proses pembelajaran

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori

Pembelajaran berbasiskan komputer dapat dikategorikan kepada dua bahagian yaitu

pembelajaran dengan sistem offline (yang tidak terkoneksi dengan jaringan internet ) dan

pembelajaran dengan sistem online (yang terkoneksi dengan jaringan internet). Kedua

kategori di atas secara bahasa dapat diketegorikan ke dalam kegiatan pembelajaran e-

learning, karena secara bahasa istilah e-learning sebenarnya merupakan frase yang tersusun

dari dua kata yaitu E dan learning. E menunjukan kepanjangan dari kata Electronic

kemudiaan disingkat E, dan kata Learning yang dalam bahasa Indonesia berarti

pembelajaran. Jadi secara bahasa adalah pembelajaran dengan prantara (menggunakan) alat

elektronik, termasuk dalam lingkup ini yaitu penggunaan komputer, pembelajaran

multimedia, penggunaan infocus dan CD Pembelajaran.

Sebagaimana dikemukakan Munir bahwa semua jenis media yang memanfaatkan

perangkat elektronik di dalamnya termasuk pada e-learning, contohnya penggunaan LCD

dalam mempresentasikan powerpoint, OHP, Radio, Televisi, dan lainnya.Namun berdasarkan

definisi istilah dan penggunaannya saat ini, Elearning hanya mengacu pada pembelajaran

yang berbasiskan online dengan memanfaatkan prangkat komputer atau sejenisnya yang

terkoneksi ke jaringan internet.

Dengan demikian pembelajaran online menurut Sharon E. Smaldino, dkk. Guru dan

siswa bisa mengakses dokumen elektronik untuk memperkaya pengetahuan mereka. Siswa

dalam pembelajaran online dapat berpartisipasi aktif saat belajar karena pembelajaran online

menyediakan prangkat pembelajaran interaktif. Siswa dapat menghubungkan semua

informasi baik itu tulisan dan proyek yang mereka buat dengan menggunakan tombol

hypertex.

2
Pembelajaran berbasis online harus memiliki dua unsur penting yaitu informasi dan

metode pengajaran yang memudahkan orang untuk memahami konten pelajaran.

Pembelajaran berbasis online dilakukan melalui komputer menggunakan tulisan, suara, atau

gambar seperti ilustrasi, photo, animasi, dan video. Pembelajaran berbasis online

diperuntukkan untuk membantu pendidik mengajar seorang peserta didik secara objektif.

2.2 Metodologi Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode angket atau kuesioner yang merupakan suatu

teknik pengumpulan data secara tidak langsung. Kuesioner merupakan metode penelitian

yang harus dijawab responden untuk menyatakan pandangannya terhadap suatu persoalan.

Pertanyaan dalam kuesioner pun dibuat dengan bahasa sederhana yang mudah dimengerti dan

kalimat-kalimat pendek dengan maksud yang jelas. Keuntungan penggunaan kuesioner

sebagai metode pengumpulan data, diantaranya adalah pertanyaan yang diajukan pada

responden dapat distandarkan, responden dapat menjawab kuesioner pada waktu luangnya,

pertanyaan yang diajukan dapat dipikirkan terlebih dahulu sehingga jawabannya dapat

dipercaya dibandingkan dengan jawaban secara lisan. Ada beberapa macam kuesioner, yaitu

kuesioner tertutup, kuesioner terbuka, kuesioner kombinasi, dan kuesioner semi terbuka.

Disini kami menggunakan jenis kuesioner kombinasi, dimana terdapat pertanyaan yang

disertai sejumlah pilihan, dan ada juga yang tidak disertai pilihan.

2.3 Hasil Penelitian

Salah satu komponen yang penting dalam penelitian adalah proses peneliti dalam
pengumpulan data. Kesalahan yang dilakukan dalam proses pengumpulan data akan
membuat proses analisis menjadi sulit. Selain itu hasil dan kesimpulan yang akan didapat pun
akan menjadi rancu apabila pengumpulan data dilakukan tidak dengan benar.

Masing-masing penelitian memiliki proses pengumpulan data yang berbeda,


tergantung dari jenis penelitian yang hendak dibuat oleh peneliti. Pengumpulan data kualitatif

3
pastinya akan berbeda dengan pengumpulan data kuantitatif. Pengumpulan data statistik juga
tidak bisa disamakan dengan pengumpulan data analisis.

Sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan survey


lapangan yaitu dengan menggunakan data kuesioner atau dengan menyebarkan
kuesioner.Angket atau kuesioner dilakukan dengan memberikan sejumlah pernyataan tertulis
kepada mahasiswa dengan prodi masing masing agar dapat dijawab.Data kuesioner tersebut
mecakup tentang bagaiman kesan mahasiswa dalam pembelajaran Online/Daring yang
dilakukan dalam massa pendemi ini.

HASIL

Pengumpulan data penelitian yang dimulai dari tanggal 14 Mei 2020 s/d 20 Mei
2020.Jumlah kuesioner yang disebar peneliti kepada responden sebanyak 1 link saja dalam 2
jurusan dan 4 kelas.Berarti berjumlah 2 Kuesioner yang tersebar.Dari link tersebut terdapat
35 responden yang mengisi data penelitian kuesioner tersebut

TABEL 1.1
Tingkat pemgambilan kuesoner penelitian
Kuesioner yang disebarkan 4 kuesioner
Kuesioner yang kembali 4 kuesioner
Kuesioner yang tidak kembali 0 kuesioner
Kuesiner yang tidak dapat diolah 0 kuesioner
Tingkat pengembalian 100%
Kuesioner yang dapat diolah 4 kuesioner

4
 Bagian I : Lampiran Pertanyaan
I

II

III

5
IV

VI

6
VII

VIII

IX

7
X

XI

XII

8
XIII

XIV

XV

9
XVI

XVII

XVIII

10
XIX

11
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sejak kasus virus Covid-19 mulai meningkat, sekolah atau universitas saat ini tidak
lagi melakukan aktivitas seperti biasanya, karena pemerintah memberlakukan sistem di
rumah saja maka kegiatan belajar mengajar baik formal atau informal yang setiap hari
dilakukan oleh peserta didik semuanya harus dilakukan dirumah saja.Salah satu langkah yang
tepat dalam situasi seperti ini adalah memanfaatkan teknologi jaringan dan teknologi
informasi bagi pengembangan sistem pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi yaitu
dengan model pembelajaran daring (dalam jaringan) atau online learning model (OLM) antar
sekolah atau perguruan tinggi. Dari kuesioner yang saya peroleh rata -rata Kendala model
pembelajaran daring ditengah Pandemi COVID-bagi para peserta didik adalah karena lemah
pada sinyal jaringan internet, karena waktu yang diterapkan sangat singkat. Contohnya
seperti kuliah online dalam sistem baris scanner, fotocopi, bahkan poto. Mencari file
setelah scanner itu kadang-kadang terkendala dalam mencari dimana letak file tersebut.
Setiap daerah belum tentu memiliki jaringan yang stabil. Apalagi dalam sistem belajar seperti
ini butuh kuota ekstra.Kendala laptop atau gawai bermasalah ketika sedang ujian atau server
error. Kesimpulan lain, waktu dibatasi, tidak ada kuota internet dan keterbatasan media yang
di gunakan dan penyesuaian terhadap finansial setiap orang berbeda-beda untuk menghadapi
situasi seperti sekarang.Kendala lain,masih ada miskomunikasi, kadang-kadang kadang apa
yang dijelaskan guru disalahpahami oleh mahasiswa dan siswa harus belajar mandiri tidak
ada kolaborasi dilingkungan terbuka.

3.2 Saran
Dengan sistem pembelajaran Online/Daring yang sedang dilaksanakan dari seluruh
Universitas atau Sekolah sangat disarankan agar para pengajar lebih memahami kelebihan
dan kekurangan dari sistem yang sedang berlangsung ini,dalam proses pembelajaran sangat
disarankan untuk menggunakan sistem presentasi agar para murid lebih memahami
penjelasan,dan membuat pengumpulan data secara lebih efesien dikarenakan adanya
keterbatasan dari para murid dalam proses pengumpulan data.

12

Anda mungkin juga menyukai