Anda di halaman 1dari 11

PATIENT SAFETY

“LANGKAH-LANGKAH PENERAPAN SISTEM


PATIENT SAFETY”

Disusun Oleh :
LURIKE APRIYANI P05140420007
MEIRISKA EKA SYASMI P05140420008
MELANDA PUSPITA AIDI P05140420009

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BENGKULU
PROGRAM STUDI PROFESI KEBIDANAN
TAHUN 2020/2021

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat
serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah
ini tepat pada waktunya yang berjudul “Patient Safety”
Diharapkan makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua tentang
Keselamatan pasien. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan, kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat kami harapkan.
Akhir kata kami sampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah berperan
serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhai semua usaha kita. Aamiin.

Bengkulu, Agustus 2020

Penyusun

2
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ........................................................................................ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .........................................................................................4
B. Rumusan Masalah ....................................................................................5
C. Tujuan .......................................................................................................5

BAB II PEMBAHASAN

A. Mengapa Perlu Adanya Patient Safety .....................................................6


B. Pengertian Patient Safety ..........................................................................7
C. Tujuan Patient Safety ...............................................................................7
D. Manfaat Patient Safety .............................................................................8
E. Langkah-langkah menuju Patient Safety ..................................................8
F. Langkah-langkah Penerapan Patient Safety .............................................8

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ...............................................................................................10
B. Saran .........................................................................................................10

DAFTAR PUSTAKA

3
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
iii
Hampir setiap tindakan medic menyimpan potensi resiko. Banyaknya
jenis obat, jenis pemeriksaan dan prosedur, serta jumlah pasien dan staf
Rumah Sakit yang cukup besar, merupakan hal yang potensial bagi
terjadinya kesalahan medis (medical errors). Menurut Institute of Medicine
(1999), kesalahan medis didefinisikan sebagai: suatu Kegagalan tindakan
medis yang telah direncanakan untuk diselesaikan tidak seperti yang
diharapkan atau perencanaan yang salah untuk mencapai suatu tujuan
(yaitu., kesalahan perencanaan). Kesalahan yang terjadi dalam proses
asuhan medis ini akan mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan
cedera pada pasien, bisa berupa Near Miss atau Adverse Event (Kejadian
Tidak Diharapkan/KTD).
Near Miss atau Nyaris Cedera (NC) merupakan suatu kejadian akibat
melaksanakan suatu tindakan (commission) atau tidak mengambil tindakan
yang seharusnya diambil (omission), yang dapat mencederai pasien, tetapi
cedera serius tidak terjadi, karena keberuntungan (misalnya,pasien terima
suatu obat kontra indikasi tetapi tidak timbul reaksi obat), pencegahan
(suatu obat dengan overdosis lethal akan diberikan, tetapi staf lain
mengetahui dan membatalkannya sebelum obat diberikan), dan peringanan
(suatu obat dengan overdosis lethal diberikan, diketahui secara dini lalu
diberikan antidotenya). Adverse Event atau Kejadian Tidak Diharapkan
(KTD) merupakan suatu kejadian yang mengakibatkan cedera yang tidak
diharapkan pada pasien karena suatu tindakan (commission) atau tidak
mengambil tindakan yang seharusnya diambil (omission), dan bukan karena
“underlying disease” atau kondisi pasien.
Kesalahan tersebut bisa terjadi dalam tahap diagnostic seperti
kesalahan atau keterlambatan diagnose, tidak menerapkan pemeriksaan yang

4
sesuai, menggunakan cara pemeriksaan yang sudah tidak dipakai atau tidak
bertindak atas hasil pemeriksaan atau observasi; tahap pengobatan seperti
kesalahan pada prosedur pengobatan, pelaksanaan terapi, metode
penggunaan obat, dan keterlambatan merespon hasil pemeriksaan asuhan
yang tidak layak; tahap preventive seperti tidak memberikan terapi
provilaktik serta monitor dan follow up yang tidak adekuat; atau pada hal
teknis yang lain seperti kegagalan berkomunikasi, kegagalan alat atau
system yang lain.
Dalam kenyataannya masalah medical error dalam sistem pelayanan
kesehatan mencerminkan fenomena gunung es, karena yang terdeteksi
umumnya adalah adverse event yang ditemukan secara kebetulan saja.
Sebagian besar yang lain cenderung tidak dilaporkan, tidak dicatat, atau
justru luput dari perhatian kita semua. Mempertimbangkan betapa
pentingnya misi rumah sakit untuk mampu memberikan pelayanan
kesehatan yang terbaik terhadap pasien mengharuskan rumah sakit untuk
berusaha mengurangi medical error sebagai bagian dari penghargaannya
terhadap kemanusiaan, maka dikembangkan system Patient Safety yang
dirancang mampu menjawab permasalahan yang ada.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Ap itu Patient Safety (Keselamatan Pasien) ?
2. Bagaimana langkah-langkah untuk menerapkan sistem Patient Safety
(keselamatan Pasien) ?

C. TUJUAN
1. Mengetahui ap aitu Patient Safety (Keselamatan Pasien)
3. Mengetahui Langkah-langkah untuk menerapkan sistem Patient Safety
(keselamatan Pasien)

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. MENGAPA PERLU ADA PATIENT SAFETY?


1. Laporan WHO
a. Di Negara maju : 1 dari 10 pasien dirawat mengalami cedera
b. Di Negara berkembang lebih tinggi (risiko infeksi 20 kali lipat)
c. Setiap saat 1,4 juta orang di dunia menderita infeksi di Rumah Sakit
d. Minimal 50% peralatan medic di negara berkembang tidak layak 
e. Setiap tahun 1,3 juta kematian disebabkan injeksi yang tidak aman
f. Di Penerbangan dan Nuklir keselamatan 1 : 1 juta tapi di Yankes
rasio
2. Di Amerika Serikat
a. Kesalahan pemberian obat di Amerika Serikat 34-56%
b. Kesalahan bedah 1: 50 pasien rawat
3. Di Inggris
a. Tiap hari terjadi kesalahn medic
4. Di Indonesia (di Yogya) menurut Iwan D. MMedSc., Phd:
a. Medication Errors di ICU mencapai 96% (tidak sesuai indikasi, tidak
sesuai dosis, dll)
b. Medication di Puskesmas mencapai 80%
5. Di Indonesia
a. Pidana : 48 kasus di Polda Metro
b. Perdata : 160 kasus di LBH Kesehatan
6. Laporan Insiden ke KKPRS
a. Asal provinsi yang melapor 9 provinsi dengan 3 terbanyak adalah
DKI, Jateng, dan Yogya
Rincian kejadian:

6
1) Fraktur fibula tidak terdeteksi, hanya hecting di UGD
2) Salah tulis nama bayi, bayi tertukar
3) Kasus multitrauma di CT scan tapi belum distabilkan sebagai
pasien meninggal
4) Perawat melakukan persiapan operasi (cukur buku mata), tapi
dokter belum menentukan meta yang akan di Vitrektomi karena
masih konsul ke dokter 1 dan dokter 2
5) Gips tanpa jendela, sebagai kaki busuk
6) Pasien TB diberi MDT, konsul ke paru di beri MDT juga
(double MDT)
7) Salah baca obat : Ottopan diberi OttopainTT
8) Salah dosis : 1,5 mg menjadi 1,5 ml

B. PENGERTIAN PATIEN SAFETY (KESELAMATAN PASIEN)


Patient Safety atau keselamatan pasien adalah suatu system yang
membuat asuhan pasien di rumah sakit menjadi lebih aman. Sistem ini
mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat
melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang
seharusnya diambil. Sistem tersebut meliputi : Assesment Risiko,
Identifikasi dan Pengelolaan Risiko (Laporan dan Analisa), Belajar dari
Insiden (Tindak Lanjut dan Implementasi Solusi).

C. TUJUAN PATIENT SAFETY


1. Terciptanya budaya keselamatan pasien di Rumah Sakit
2. Meningkatnya akuntabilitas Rumah Sakit terhadap pasien dan
masyarakat
3. Menurunnya kejadian tidak diharapkan (KTD) di Rumah Sakit
4. Terlaksananya program-program pencegahansehingga tidak terjadi
pengulangan kejadian tidak diharapkan
5. Menciptakan lingkungan yang aman bagi karyawan dan pengunjung
Santosa Bandung International Hospital

7
6. Mempertahankan reputasi Santosa Bandung International Hospital
7. Memberikan pelayanan yang efektif dan efisien

D. MANFAAT PATIENT SAFETY


1. Budaya safety meningkat dan berkembang
2. Komunikasi dengan pasien berkembang
3. Kejadian tidak diharapakn (KTD) menurun
4. Risiko klinis menurun
5. Keluhan berkurang
6. Mutu pelayan Rumah Sakit meningkat
7. Citra Rumah Sakit dan kepercayaan masyarakat meningkat, diikuti
dengan kepercayaan diri yang meningkat

E. LANGKAH MENUJU PATIENT SAFETY


1. Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
2. Memimpin dan mendukung staf untuk komitmen dan focus pada
keselamatan pasien di Rumah Sakit
3. Integrasikan manajemen risiko
4. Sistem pelaporan di Rumah Sakit
5. Komunikasi terbuka dengan pasien
6. Belajar dan berbagi pengalaman keselamatan pasien
7. Cegah cedera melalui implementasi keselamatan pasien

F. LANGKAH LANGKAH PENERAPAN PATIENT SAFETY


1. Di Rumah Sakit
a. Rumah sakit agar membentuk Tim Keselamatan Pasien Rumah
Sakit, dengan susunan organisasi sebagai berikut: Ketua: dokter,
Anggota: dokter, dokter gigi, perawat, tenaga kefarmasian dan
tenaga kesehatan lainnya.

8
b. Rumah sakit agar mengembangkan sistem informasi pencatatan
dan pelaporan internal tentang insiden
c. Rumah sakit agar melakukan pelaporan insiden ke Komite
Keselamatan Pasien Rumah Sakit (KKPRS) secara rahasia
d. Rumah Sakit agar memenuhi standar keselamatan pasien rumah
sakit dan menerapkan tujuh langkah menuju keselamatan pasien
rumah sakit.
e. Rumah sakit pendidikan mengembangkan standar pelayanan medis
berdasarkan hasil dari analisis akar masalah dan sebagai tempat
pelatihan standar-standar yang baru dikembangkan.
2. Di Provinsi/Kabupaten/Kota
a. Melakukan advokasi program keselamatan pasien ke rumah sakit-
rumah sakit di wilayahnya
b. Melakukan advokasi ke pemerintah daerah agar tersedianya
dukungan anggaran terkait dengan program keselamatan pasien
rumah sakit.
c. Melakukan pembinaan pelaksanaan program keselamatan pasien
rumah sakit.
3. Di Pusat
a. Membentuk komite keselamatan pasien Rumah Sakit dibawah
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia
b. Menyusun panduan nasional tentang Keselamatan Pasien Rumah
Sakit
c. Melakukan sosialisasi dan advokasi program keselamatan pasien ke
Dinas Kesehatan Propinsi/Kabupaten/Kota, PERSI Daerah dan
rumah sakit pendidikan dengan jejaring pendidikan.
d. Mengembangkan laboratorium uji coba program keselamatan
pasien.

9
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Penatalaksanaan patient safety dalam rumah sakit, puskesmas, pusat,
kabupaten, dan provinsi, dilakukan secara optimal hal ini dapat diketahui
dari masih adanya indicator pelaksana patient safety yang dilakukan
Hambatan yang dirasakan dalam pelaksanaan patient safety adalah
kurangnya pengetahuan terhadap pentingnya patient safety serta kuantitas
baik sumber daya manusia maupun sarana dan prasarananya.

B. SARAN
Harapan agar dalam penatalaksaannya dapat lebih baik adalah
diadakanya fungsi sosialisasi mengenai pentingnya patient safety
berdasarkan langkah langkah yang telah tertera, sehigga kualitas mutu
pelayanan dapat meningkat.

10
DAFTAR PUSTAKA

Nenny, dkk., 2014. Konsep Manajemen Keselamatan Pasien Berbasis Program di


RSUD    Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah, (online),
(pustaka.unpad.ac.id>uploads>2014/01.htm., diakses tanggal 14 september
2015)
Muninjaya,Gde., 1999. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC.
Regina pung pung, A., 2014. Patient Safety Administrasi Dan Manajemen
Kesehatan,        (online),
(www.academia.edu/9191556/patient_safety.htm., diakses
tanggal                       14 september 2015)
Wijono,Joko., 1999. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan. Surabaya :
Airlangga           University Press. 

11